Risakotta dan Solissa/Barakuda 45 7 . , 181-191 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. MODEL PENGEMBANGAN TALIKOR SEBAGAI WARISAN BUDAYA DAN EKOWISATA TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI DAN PELESTARIAN BUDAYA DUAN LOLAT Development Model Of Talikor As Cultural Heritage And Ecotourism For Economic Improvement And Cultural Preservation Of Duan Lolat Tesalonika Kezia Risakotta1*). Hermelina Solissa. Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Lelemuku Saumlaki Jl. Prof. Dr. Boediono Lauran Saumlaki. Indonesia Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Lelemuku Saumlaki Jl. Prof. Dr. Boediono Lauran Saumlaki. Indonesia *)Korespondensi: tesalonikakeziaris@gmail. Received: 18 September 2025. Received in revised form: 20 Oktober 2025. Accepted: 23 Oktober 2025 ABSTRAK Praktik penangkapan ikan tradisional Talikor merupakan warisan budaya integral bagi masyarakat Duan Lolat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, namun kini menghadapi ancaman degradasi akibat modernisasi. Penelitian ini mengatasi permasalahan ganda, yaitu erosi praktik budaya dan kebutuhan akan peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan dan memvalidasi secara empiris sebuah model integratif untuk merevitalisasi Talikor sebagai inisiatif ekowisata berbasis komunitas yang Mengadopsi desain metode campuran, penelitian ini mengumpulkan data melalui survei (N=. , wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan kausal dalam model yang diusulkan. Temuan utama menunjukkan dukungan komunitas yang luar biasa, dengan 95% responden menyetujui pengembangan ekowisata Talikor. Model yang divalidasi secara statistik mampu menjelaskan 89% varians dalam keberlanjutan model (R^2 = 0. Hubungan kausal terkuat teridentifikasi antara penguatan identitas dan pemberdayaan ekonomi ( = 0. 52, p < 0. yang menggarisbawahi pentingnya kebanggaan budaya sebagai fondasi pembangunan Kontribusi utama penelitian ini adalah penyediaan kerangka kerja yang tervalidasi secara empiris dan didukung oleh komunitas, yang menjembatani pelestarian budaya dengan pembangunan ekonomi. Model ini menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi para pembuat kebijakan dan praktisi pembangunan untuk merevitalisasi warisan budaya serupa sebagai aset ekonomi yang berkelanjutan. Kata Kunci: Talikor. Budaya. Ekowisata. Keberlanjutan. Duan-Lolat. ABSTRACT The traditional fishing practice of Talikor is an integral cultural heritage for the Duan Lolat community in the Tanimbar Islands Regency, but it now faces the threat of degradation due to This research addresses the dual challenges of cultural practice erosion and the need for sustainable economic opportunities for the local community. Its main objective is Risakotta dan Solissa/Barakuda 45 7 . , 181-191 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. to develop and empirically validate an integrative model to revitalize Talikor as a sustainable community-based ecotourism initiative. Adopting a mixed-methods design, this study collected data through surveys (N=. , in-depth interviews, and Focus Group Discussions (FGD. Quantitative data analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to test the causal relationships within the proposed model. The main findings show overwhelming community support, with 95% of respondents agreeing to the development of Talikor ecotourism. The statistically validated model was able to explain 89% of the variance in the model's sustainability (R^2 = 0. The strongest causal relationship was identified between Identity Strengthening and Economic Empowerment ( = 52, p < 0. , which underscores the importance of cultural pride as a foundation for economic development. The main contribution of this research is the provision of an empirically validated and community-supported framework that bridges cultural preservation with economic development. This model offers actionable insights for policymakers and development practitioners to revitalize similar cultural heritage as sustainable economic Keywords: Talikor. Culture. Ecotourism. Sustainability. Duan-Lolat juga berfungsi sebagai mekanisme utama pemeliharaan harmoni komunal (Tiven. Dengan demikian, praktik Talikor yang bersifat komunal bukanlah sekadar aktivitas ekonomi, melainkan manifestasi nyata dari prinsip-prinsip inti budaya Duan Lolat, di mana partisipasi kolektif berfungsi sebagai perekat sosial dan penegasan kembali ikatan komunitas. (Syaharuddin et al. , 2. Filosofi Duan Lolat yang menekankan kebersamaan, gotong royong, dan ikatan kekerabatan ini menjadi fondasi yang mengikat komunitas dalam setiap aspek kehidupan, termasuk praktik Talikor (Syaharuddin et al. , 2. Secara sosiologis. Talikor berfungsi sebagai perekat komunitas, medium transmisi pengetahuan antar generasi, dan ritual penghormatan terhadap alam. Sementara secara ekonomis. Talikor adalah sumber mata pencarian utama yang menjamin ketahanan pangan lokal dan menjadi basis pertukaran barang atau jasa dalam sistem ekonomi tradisional (Syaharuddin et al. , 2. Namun, seiring dengan akselerasi modern, seperti jaring tangkap dan alat pancing canggih, muncul kekhawatiran bahwa metode tradisional Talikor mulai terabaikan dan semakin jarang digunakan. PENDAHULUAN Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) merupakan wilayah yang kaya akan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun, salah satunya adalah praktik penangkapan ikan tradisional yang dikenal sebagai Talikor. Teknik ini, yang mengandalkan daun kelapa dan bebatuan sebagai alat perangkap ikan, tidak hanya sekadar metode praktis, melainkan perwujudan dari sistem pengetahuan ekologis tradisional yang mendalam, mencerminkan kearifan lokal masyarakat dalam berinteraksi secara harmonis dengan lingkungan perairan (Syaharuddin et al. merupakan bagian integral dari budaya Duan Lolat, yang secara historis menjadi simbol kuat kolaborasi dan solidaritas antarwarga. Klaim ini berakar pada studi etnografi klasik mengenai masyarakat Tanimbar (Drabbe, 2. dan diperkuat oleh analisis kontemporer terhadap sistem sosial Duan Lolat. Filosofi Duan Lolat, yang menjadi fondasi seluruh aspek kehidupan masyarakat, secara nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial (Syaharuddin et al. , 2024. Tiven, 2. Sistem ini tidak hanya mengatur hubungan kekerabatan tetapi Risakotta dan Solissa/Barakuda 45 7 . , 181-191 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Klaim ini bukan sekadar asumsi, melainkan seluruh komunitas dalam jangka panjang. persepsi kuat di dalam komunitas yang Dinamika ini adalah inti dari argumen menjadi salah satu pendorong utama Hardin dan merupakan ancaman yang dilakukannya penelitian ini. Temuan awal secara historis telah diatasi oleh kearifan dari survei yang dilakukan mengonfirmasi lokal lain di Maluku, seperti praktik sasi, persepsi tersebut. meskipun frekuensi praktiknya diakui telah menurun, 90% penangkapan sumber daya alam untuk responden dari komunitas Duan Lolat tetap memandang Talikor sebagai elemen yang kelestariannya (Surakusumah & Kusuma, sangat penting bagi identitas budaya Paradoks antara penurunan praktik Selain sebagai warisan budaya yang dan tingginya nilai budaya yang dirasakan terancam. Talikor memiliki potensi inilah yang menggarisbawahi urgensi substansial untuk dikembangkan sebagai untuk menemukan model pelestarian yang bagian dari ekowisata berbasis kearifan efektif sebelum warisan budaya ini benarlokal (Syaharuddin et al. , 2. Kearifan benar hilang. Fenomena ini merefleksikan ancaman serius terhadap warisan budaya nilai-nilai yang telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat lokal (Syaharuddin et membentuk dinamika pariwisata di daerah , 2. Budaya adalah hasil interaksi ini (Risakotta & Solissa, 2. Ekowisata sosial yang membentuk pola perilaku dan yang berlandaskan budaya lokal tidak nilai yang diwariskan antar generasi hanya dapat menjadi atraksi wisata yang (Sarumaha, 2. Apabila budaya unik, tetapi juga mampu meningkatkan Talikor dikonservasi, identitas sosial masyarakat pemanfaatan ekonomi berbasis lingkungan yang berbasis pada sistem budaya Duan (Ahmad et al. , 2. Apabila dikelola Lolat dan kekerabatan akan mengalami secara efektif, praktik Talikor dapat erosi (Syaharuddin et al. , 2. menjadi atraksi wisata edukatif di mana Modernisasi tanpa preservasi budaya dapat wisatawan dapat memperoleh pemahaman mengakibatkan pemudaran nilai-nilai mengenai teknik penangkapan ikan tradisional (Hapsah et al. , 2. Ini tradisional serta nilai-nilai budaya yang merupakan dilema yang menciptakan terkandung di dalamnya (Syaharuddin et kondisi bagi "tragedi kepemilikan , 2. Pengembangan ekowisata bersama" (Hardin, 1. Dalam konteks ini, sumber daya bersama . pembangunan yang dapat membantu adalah stok ikan di perairan pesisir. Praktik Talikor, dengan sifatnya yang komunal dan teknologinya yang terbatas, secara inheren masyarakat pesisir, dengan memperhatikan berfungsi sebagai mekanisme pengaturan sistem berkelanjutan (Tuhumena et al. Signifikansi konservasi budaya Sebaliknya, teknologi modern Talikor juga selaras dengan konsep yang lebih efisien mendorong pergeseran paradigma dari penangkapan subsisten Pembangunan berkelanjutan tidak hanya kolektif ke maksimalisasi hasil tangkapan mencakup aspek ekonomi dan lingkungan. Pilihan rasional setiap nelayan tetapi juga aspek sosial budaya (Permadani untuk menggunakan alat yang lebih unggul & Mistriani, 2. Dengan demikian, demi keuntungan pribadi, jika dilakukan pengembangan Talikor dalam konteks secara kolektif tanpa regulasi, berisiko ekowisata dapat memberikan dampak mengarah pada penipisan sumber daya positif dalam jangka panjang, baik dalam ikanAisebuah hasil yang merugikan konservasi lingkungan maupun penguatan Risakotta dan Solissa/Barakuda 45 7 . , 181-191 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. identitas budaya lokal (Syaharuddin et al. METODE PENELITIAN Studi ini mengadopsi desain metode Penelitian ini memiliki signifikansi campuran . ixed-method. dengan alur yang besar dalam konteks konservasi sekuensial eksplanatori (Creswell & Plano budaya dan peningkatan ekonomi lokal Clark. Pendekatan (Syaharuddin et al. , 2. Secara mengintegrasikan dua tahap utama secara akademis, penelitian ini berkontribusi sistematis untuk memastikan bahwa model dalam menyediakan pemahaman mengenai yang dihasilkan tidak hanya valid secara strategi pengembangan warisan budaya statistik tetapi juga relevan secara dalam konteks ekowisata (Syaharuddin et , 2. Secara praktis, penelitian ini Tahap pertama yaitu Pengembangan Model dapat menjadi referensi bagi pemerintah (Kualitati. Pada tahap awal, sebuah model konseptual dirancang melalui pendekatan pengembangan kualitatif. Proses ini Talikor yang berkelanjutan (Syaharuddin et , 2. Dalam perspektif sosiologis, membangun fondasi teoretis, serta konservasi Talikor dapat menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas masyarakat. wawancara mendalam dan Focus Group Budaya Duan Lolat yang terkandung dalam Discussion (FGD) dengan tokoh adat, praktik ini menekankan nilai kebersamaan, nelayan senior, dan perwakilan komunitas. di mana seluruh anggota komunitas Hasil dari tahap ini adalah sebuah model berpartisipasi dalam proses penangkapan konseptual yang merumuskan hubungan Sebagai bagian dari rekonstruksi antar variabel (Pelestarian Budaya, identitas budaya, revitalisasi Talikor juga Penguatan Identitas. Pemberdayaan Ekonomi. Edukasi Wisata, masyarakat terhadap warisan leluhur Keberlanjuta. beserta hipotesis penelitian mereka (Ruspawati, 2. Dari sudut yang siap untuk diuji. pandang ekonomi, ekowisata berbasis Tahap kedua, model yang telah budaya lokal memiliki potensi untuk dikembangkan pada Tahap 1 diuji secara meningkatkan pendapatan masyarakat. Ekowisata yang berbasis pada praktik Data dikumpulkan melalui budaya tradisional dapat menciptakan survei kuesioner terstruktur kepada 100 peluang kerja baru, seperti pemandu responden dari komunitas Duan Lolat. Data wisata, penyedia layanan transportasi, dan yang terkumpul kemudian dianalisis usaha kuliner berbasis hasil laut lokal menggunakan Partial Least Squares (Yudhistira & Kusumastanto, 2. Hal Structural Equation Modeling (PLS-SEM) ini dapat memperkuat ekonomi desa-desa untuk memvalidasi hubungan kausal antar di KKT yang bergantung pada sektor variabel dan menguji hipotesis yang telah perikanan dan pariwisata (Yudhistira & Kusumastanto, 2. dan edukasi. Tujuan utamanya adalah mentransformasi Talikor dari praktik penangkapan ikan tradisional menjadi aset perekonomian masyarakat lokal dan menawarkan nilai edukasi substansial. Dengan menjadikan konservasi sebagai fondasi bagi identitas, yang kemudian HASIL DAN PEMBAHASAN Model Pengembangan Talikor: Pendekatan Terintegrasi Model Talikor dirancang sebagai kerangka kerja integratif dan holistik, yang secara sengaja menginkorporasi dimensi budaya, ekonomi. Risakotta dan Solissa/Barakuda 45 7 . , 181-191 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. mendorong pemberdayaan ekonomi, dan ekonomi, praktik tersebut mungkin tidak dapat dipertahankan karena kurangnya keduanya, model ini menciptakan lingkaran Sinergi umpan balik positif yang berkelanjutan. menunjukkan pemahaman yang canggih Apabila manfaat ekonomi dikejar tanpa tentang bagaimana sistem budaya dan landasan budaya, otentisitas Talikor dapat terkompromikan melalui komersialisasi Sebaliknya, apabila konservasi budaya dikejar tanpa kelangsungan t ra eritage heor ( mi , t ra taina i it ( o , 2. omm nit a ed t ra re er ation ( i on, t ra ( oini i k n , 201 ) heor ( n m, i e ihood a e hain na i ( p in k o i , 2. et a ed omm nit e e opment m nn ni , 1 t ra dentit now edge heor ( k , 2. Ethnographic e earch , 200 ) E perientia ( o ,1 o ri m Ed cation ( i , 2. omm nit a ed o ri m Ed cation ( o nteracti e nterpretation heor ( i n, 1 Gambar 1. Model Konseptual Pengembangan Talikor Analisis Model Pengembangan Menggunakan SEM-PLS Analisis Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEMPLS) dilakukan untuk menguji hubungan pengembangan Talikor, seperti yang digambarkan pada Gambar 1. Model ini menguji bagaimana Pelestarian Budaya (PB), Penguatan Identitas (PI). Pemberdayaan Ekonomi (PE) dan Edukasi Wisata (EW) secara kolektif memengaruhi Keberlanjutan Model (KM). Hasil Model Pengukuran (Outer Mode. Tabel 1. Outer Loadings dan VIF Konstruk Pelestarian Budaya (PB) Penguatan Identitas (PI) Indikator PB1 (Pemahaman Sejara. PB2 (Nilai Buday. PB3 (Kebanggaan Buday. PI1 (Rasa Kepemilika. PI2 (Kohesi Komunita. PI3 (Identitas Uni. Outer Loading VIF Risakotta dan Solissa/Barakuda 45 7 . , 181-191 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Pemberdayaan (PE) Ekonomi PE1 (Peningkatan Pendapata. PE2 (Peluang Kerj. PE3 (Pengembangan Usah. Edukasi Wisata (EW) EW1 (Pengalaman Edukati. EW2 (Kualitas Interpretas. EW3 (Peningkatan Kesadara. Keberlanjutan Model (KM) KM1 (Viabilitas Jangka Panjan. KM2 (Pelestarian Lingkunga. KM3 (Manfaat Sosia. Sumber: Data olahan penelitian, 2025 Berdasarkan standar yang diterima secara luas, nilai CR harus lebih besar dari 70 dan nilai AVE harus lebih besar dari Hasil analisis untuk model ini menunjukkan bahwa semua konstruk telah memenuhi kriteria tersebut dengan baik. Nilai Composite Reliability (CR) untuk seluruh konstruk berada dalam rentang 0. 92, jauh di atas ambang batas 0. Demikian pula, nilai Average Variance Extracted (AVE) untuk semua konstruk berkisar antara 0. 71 hingga 0. 79, yang secara signifikan melampaui nilai minimum Dengan terpenuhinya kedua kriteria ini, dapat disimpulkan bahwa model pengukuran dalam penelitian ini memiliki reliabilitas konsistensi internal yang tinggi dan validitas konvergen yang kuat, yang pengukuran yang digunakan akurat dan Tabel 2. Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT) (Validitas Diskrimina. Konstruk Sumber: Data olahan penelitian, 2025 artinya setiap konstruk laten berbeda secara empiris dari konstruk lainnya. Interpretasi: Semua nilai HTMT di bawah 90 . 85 untuk kriteria yang lebih keta. , menunjukkan bahwa validitas diskriminan antar konstruk terpenuhi. Hasil Model Struktural (Inner Mode. Tabel 3. Koefisien Jalur (Path Coefficient. dan Signifikansi Hubungan Jalur PB -> PI PI -> PE EW -> PB Koefisien Standard Error t-value p-value Keterangan <0. <0. <0. Signifikan Signifikan Signifikan Risakotta dan Solissa/Barakuda 45 7 . , 181-191 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. EW -> PE PB -> KM PE -> KM EW -> KM Sumber: Data olahan penelitian, 2025 <0. <0. <0. <0. Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Keberlanjutan Model (KM) juga tergolong besar . A = 0. , yang menegaskan bahwa manfaat ekonomi yang nyata bagi komunitas adalah kontributor utama bagi kelestarian program dalam jangka panjang. Pengaruh Pelestarian Budaya (PB) terhadap Penguatan Identitas (PI) memiliki ukuran efek sedang . A = 0. , yang mengindikasikan bahwa upaya pelestarian secara substantif berkontribusi dalam membangun fondasi identitas komunitas. Sementara itu, jalur-jalur lainnyaAiseperti pengaruh Edukasi Wisata (EW) terhadap Pemberdayaan Ekonomi (PE) Keberlanjutan Model (KM)Aimenunjukkan ukuran efek yang kecil. Meskipun signifikan, temuan ini memberikan panduan strategis bahwa intervensi yang paling berdampak harus berfokus pada penguatan identitas budaya sebagai katalisator utama untuk pemberdayaan ekonomi dan Hasil pengujian model struktural menunjukkan bahwa semua hubungan jalur yang dihipotesiskan terbukti positif dan signifikan secara statistik . < 0. , yang mengonfirmasi validitas kerangka kerja Namun, untuk memahami signifikansi praktis dan kekuatan relatif dari setiap hubungan ini, analisis ukuran efek ( o nAo fA) j i k k n. An i i ini mengungkapkan bahwa tidak semua hubungan memiliki dampak yang sama Pengaruh terkuat dalam model ditemukan pada hubungan antara Penguatan Identitas (PI) terhadap Pemberdayaan Ekonomi (PE), yang menunjukkan ukuran efek besar . A = 0. Hal ini secara praktis berarti bahwa kebanggaan dan rasa kepemilikan budaya yang kuat merupakan pendorong paling krusial bagi keberhasilan inisiatif ekonomi. Selanjutnya, pengaruh Pemberdayaan Ekonomi (PE) terhadap Tabel 4. Nilai R-squared (RA) Konstruk Endogen Penguatan Identitas (PI) Pemberdayaan Ekonomi (PE) Keberlanjutan Model (KM) Sumber: Data olahan penelitian, 2025 R-squared (RA) bahwa model memiliki kekuatan prediktif yang substansial terhadap Pembahasan Model yang Dikembangkan Interpretasi: Pelestarian Budaya (PB) menjelaskan 25% varians dalam Penguatan Identitas (PI). Penguatan Identitas (PI) dan Edukasi Wisata (EW) 04% varians dalam Pemberdayaan Ekonomi (PE). Pelestarian Budaya (PB), Pemberdayaan Ekonomi (PE), dan Edukasi Wisata (EW) secara kolektif 89% varians dalam Keberlanjutan Model (KM). Nilai Rsquared untuk KM menunjukkan k n i if n n i i k i if, mo p n m n n k n m n nj kk n v n i n po n i n in i. i n ini k n m m m nm n k n i m n in i ik w w n k i if, m n jik n p n k n m n n i pi i kom ni , n m n on k i ik n mo n k p kowi n on i Risakotta dan Solissa/Barakuda 45 7 . , 181-191 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. i m n n i: n o on Ekonomi i n ii E - L m mv i i i ipo i k n, n m n k k i p j m m ik n w w n n k i . n p in m nonjo ( ) n Ekonomi ( E). o i, ini p ij k n k n ini i if konomi i kom ni m i , n p iko o i . kom ni m mi iki k n k p mi ik n p w i n n , m k mo iv i n k m n m n k nn m nj i p o k p iwi n o n ik n in i. f n i i " n n n n" p komo ifik i n k , m m ik n kom ni j k k if n m n o n , k n o j k p if i wi w n. ikn , j i E k i (EW) m n nj kk n p n i k i , m n n k n p nn f ii o i fon i E k i m n ip k n ni i o on n f n m n n k k mAi i i n i kom ni i n i i. ini i k n i o on o p n konomi, m ink n k m n n m n k im n m w w n Gro p i c ion ( G ). p k ik p n n n f k n i, 0% pon n pm m n n n p n in i i ni m k . k w i n k nk p n n i i ini n p i n i n k pk n o m G : " a i or ini ada ah jant ng ami a a dia hi ang, e agian dari diri ami j ga hi ang ami har men e amat ann a nt ami, dan ji a pariwi ata ada ah ja ann a, ma a ami iap " ip n ini m n i k n n n p mo imo iv i o k in in n in in ik n k i n, n m m ik n fon i k nj n in n if fin n i . ni m n m n k n i if ( ) i nifik n m m n ( ), n p i i nn m nj i p n o on n Ekonomi ( E). A pi i om ni : n k n n n n Un k m mv ifik i k im m n n i p f ni n n n n n i v i n v n i jik n ini m m ik n k i mpi i m n n i pi i kom ni , n m nj i i kompon n E k i Wi imp m n i i p n om ni : ik An k i ik in in p j n ( 5%) po n i m n in ik ik n w kom ni i p n k m n op i p n k n ini. N m n, k i p n A pi p i om ni f ni Ekowi n m n n Ekowi p k ik Lok k i ip i n ni i jin n n n i po imin . in k 2 ( imin . Risakotta dan Solissa/Barakuda 45 7 . , 181-191 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. n ifik i U m n n n p omo i n k m n ik i p n i i n p omo i wi in k 2 ( k . in k 2 ( i k . n j m nk n j m nk n kowi n k wi k pi i m n k n k imp n k n i. f ni n in i n k k i n in k if m n k n p n in n E k i Wi (EW) n i n n m m ik n o n ik p i ip if. in i , i n ifik i n n n n p i n n p ifik m mv i i p p n k n ko o if p nin k n k p i k , n m p k n in i i mo p n m n n n k n. ( k p iko k n j i k jik i k n o k ij k n p m in n p o k if. ik mo i n in k n in, i m n w k n po n i n n n w i n n on i . inj n i n n kowi n i n on i i w i p n in n ko o if m i p n k n "p n - ix" . m in , kom ni , k mi i, w , n m i ). ni m n w mo m kip n k in n , iimp m n ik n m k n k k mi n m i-pi k p m n n m n p i k nj n j n k p nj n . i i o : k o Ek n n in n Lin kip n mo ini in n , k i n imp m n in i ni k m n kin n p f ko k n n i k i k m p n i i n ini. o k n i k p i k m n kom ni . n k n. U , m n nj kk n kom ni o ni i n n ik (L ) m mp m n o f k if, k ik k n n p m in n minim. k o k k n n p m in p n i n inf ijin , m , n w n n. U , k pi i m n i n ifik i i p n m i po n i Ekonomi ( E) m kon k SIMPULAN Studi ini secara empiris memvalidasi model pengembangan integratif untuk keberlanjutan Talikor. Hasil pengujian hipotesis melalui SEM-PLS mengonfirmasi bahwa seluruh hubungan kausal yang diajukan adalah signifikan secara statistik. Ditemukan bahwa Pelestarian Budaya (PB) berfungsi sebagai anteseden signifikan bagi Penguatan Identitas (PI), yang selanjutnya terbukti memberikan pengaruh positif dan Pemberdayaan Ekonomi (PE). Variabel Edukasi Wisata (EW) juga teridentifikasi memiliki pengaruh ganda yang signifikan, baik terhadap PB maupun PE, yang menegaskan perannya sebagai katalisator strategis. Risakotta dan Solissa/Barakuda 45 7 . , 181-191 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Model konseptual yang diusulkan hibah Penelitian Dosen Pemula tahun 2025, menunjukkan kekuatan prediktif yang berdasarkan Surat Keputusan Nomor menjanjikan, dengan nilai koefisien 0419/C3/DT. 00/2025 dan Perjanjian (RA) Kontrak Nomor Keberlanjutan Model (KM) mencapai 133/C3/DT. 00/PL/2025. Apresiasi juga Nilai ini mengindikasikan bahwa kami sampaikan kepada LLDIKTI Wilayah model tersebut mampu menjelaskan XII Maluku dan Maluku Utara sebagai 89% varians dalam keberlanjutan, lembaga pengelola dana, serta kepada sebuah temuan yang menunjukkan potensi LPPM Universitas Lelemuku Saumlaki yang baik untuk konteks spesifik komunitas yang telah memberikan dukungan penuh Duan Lolat. Namun, penting untuk selama proses pengusulan proposal menginterpretasikan hasil ini dengan hatipenelitian ini. Sebagai sebuah model awal yang divalidasi dalam satu konteks budaya. DAFTAR PUSTAKA validasi lebih lanjut di komunitas serupa atau dengan sampel yang lebih besar sangat Ahmad. Soeprabowati. , & Purnaweni. Kearifan generalisasi dan ketahanan model sebelum tradisi budaya sebagai sarana kesimpulan yang lebih luas dapat ditarik. pelestaraian lingkungan serta potensi Validitas teoretis ini diperkuat oleh relevansi praktis yang tinggi, di mana masyarakat di sekitar hutan lindung kerangka kerja yang diusulkan selaras Petungkriyono Pringgitan. dengan persepsi, kebutuhan, dan kesiapan adopsi oleh komunitas. http://ejournal. id/index. Dengan demikian, penelitian ini p/pringgitan/article/view/165 berkontribusi dalam merumuskan sebuah Brown. Integrating cultural kerangka kerja strategis yang terjustifikasi heritage into sustainable tourism secara empiris untuk revitalisasi aset In Botswana cultural budaya, yang dapat dioperasionalkan untuk heritage and sustainable tourism Talikor development: A handbook of theory warisan yang lestari dan berdaya saing and practice. Drabbe. Etnografi Tanimbar: Luaran Kehidupan orang-orang Tanimbar di pengembangan rekomendasi kebijakan zaman dulu (C. Byhm. Trans. yang praktis, dan panduan komprehensif Gunung Sopai. untuk komunitas, menggarisbawahi sinergi Hapsah. Zahrah. , & Yasin. antara generasi pengetahuan akademik dan . Dinamika interaksi manusia, manfaat sosial yang nyata. Melalui masyarakat, dan budaya dalam era penelitian ini. Talikor diyakini akan globalisasi dan modernisasi. Jurnal berkembang sebagai simbol budaya yang Ilmu Pendidikan & miftahultetap lestari dan dihargai, sekaligus sebagai https://miftahulsumber ekonomi berkelanjutan bagi id/ojs/index. php/jps/article/v masyarakat lokal KKT. iew/149 Hardin. The tragedy of the UCAPAN TERIMA KASIH