RESILIENSI MASYARAKAT PAMEKASAN MADURA DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID- 19 RESILIENCE OF PAMEKASAN MADURA COMMUNITIES IN FACING THE COVID-19 PANDEMIC Miftahatur Rizqiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah (STAIFA) Pamekasan Jl. Sumber Gayam Kadur Pamekasan Miftahaturrizqiyah@gmail. Abstrak: Virus Corona atau yang dikenal dengan covid-19 adalah zoonotic yang artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Covid-19 dapat menyerang siapapun sebab itu perlu adanya ketahanan diri dalam menghadapi pandemic covid-19. Resiliensi adalah kemampuan dan ketahanan seseorang untuk bangkit dari perasaan negatif seperti keterpurukan, kesedihan karena tekanan psikologis Resiliensi ditandai dengan adanya kemampuan individu untuk bangkit dari tekanan emosional negatif yang dialami. Resiliensi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti emotion regulation, implus control. Optimist, causal Empathy, self efficacy, racing out. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti resiliensi masyarakat Madura dalam mengahadapi pandemi covid-19. Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya lonjakan pandemi covid-19 di Madura. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi naratif . Hasilnya M dan AY dan MR serta MK memiliki resiliensi yang tinggi dalam menghadapi pandemi covid-19 sehingga resiliensi menjadi salah satu jalan kesembuhan serta untuk mencegah terjangkitnya covid-19. Keywords. Resiliensi. Madura. Covid-19 Abstract: Corona virus or known as covid-19 is zoonotic which means it is transmitted between animals and humans. Covid-19 can attack anyone, that's why selfresilience is needed in dealing with the covid-19 pandemic. Resilience is a person's ability and resilience to rise from negative feelings such as adversity, sadness due to certain psychological pressures. Resilience is characterized by the individual's ability to rise from the negative emotional pressure experienced. Resilience is influenced by several factors such as emotion regulation, impulse control, optimism, causal analysis. Empathy, self-efficacy, racing out. This study aims to examine the resilience of the Madurese community in dealing with the co-19 pandemic. The background of this research is the spike in the Covid-19 pandemic in Madura. The method used is a qualitative method with a narrative IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan study approach. The result is that M and AY and MR and MK have high resilience in dealing with the Covid-19 pandemic so that resilience is a way of healing and preventing the spread of Covid-19. Keywords. Resilience. Madura. Covid-19 PENDAHULUAN World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Coronaviruses adalah virus yang dapat menginfeksikan sistem pernapasan. Infeksi yang disebabkan oleh virus ini disebut dengan COVID-19. Virus Corona adalah zoonotic yang artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Viirus ini merupakan jenis virus baru yang ditemukan di Wuhan. Hubei. China pada tahun 2019 (Petersen et al. , 2020. Wang et el. , 2. Sejak ditemukannya, virus ini menyebar secara luas hingga mengakibatkan pandemi global dan berlangsung sampai saat ini. Virus ini menyebabkan berbagai penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERSCoV) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV). Dalam dunia bedah tingkat komplikasi lebih tinggi jika pasien menderita covid-19 saat operasi (Hope Beberapa meminimalisir terpaparnya virus codi-19 seperti tinggal di dalam rumah, menghindari bepergian dan beraktivitas di tempat umum, sering mencuci tangan dengan sabun dan air, tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak dicuci, menerapkan etika batuk atau bersin . engan menutup mulut dan hidun. Menghindari meludah sembarangan, membersihkan benda yang sering disentuh. menggunakan masker saat sakit dan segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat saat ada gejala covid-19, mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan yang bergizi dan rutin berolahraga, menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci. Setiap orang memiliki respon yang berbeda saat terpapar pandemi covid19. Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan hingga sedang, dan akan pulih tanpa perlu rawat inap. Adapun gejala umum yang sering terjadi adalah, berupa demam 38AC, batuk kering, sesak nafas, kelelahan dan gejala yang khusus adalah, rasa tidak nyaman dan nyeri, nyeri tenggorokan, diare, konjungtivitas . ata mera. , sakit kepala, hilangnya indra perasa atau penciuman, ruam pada kulit atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki (WHO, n. Covid-19 memberikan dampak yang sangat luar biasa dalam berbagai sektor seperti di bidang pendidikan bidang ekonomi, bidang kesehatan bidang sosial (L. Rampal and L. Seng 2. serta psikologis (Wahyudi et al. Secara garis besar dalam bidang pendidikan covid 19 memberikan dampak yang sangat besar mulai dari perubahan tatanan pembelajaran (Siahaan 2. seperti pembelajaran during serta pembiasaan diri dalam menghadapi pendidikan yang serba during (Ratnanenci 2. , tentu hal tersebut dapat menyebabkan kesulitan bagi peserta didik dalam menyerap materi, beberapa alasan yang seringkali di jumpai seperti kondisi sinyal yang tidak stabil (Rosyada Elviani Chairil Anwar Rico Januar Sitorus 2. Dalam bidang ekonomi covid-19 menyebabkan krisis ekonomi secara global (Burhanuddin & Abdi, 2020. Nasution dkk, 2020. Amri, 2. yang menyebabkan perubahan penawaran dan permintaan barang dan jasa. Sehingga berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi. Selain itu adanya krisis ekonomi dapat menghambat pembangunan di tingkat desa (Sarip 2. terjadinya PHK dibeberapa sektor (Muslim 2. Adanya aturan pemerintah untuk menjaga jarak, serta kebijakan pemerintah dalam menutup tempat wisata sehingga tempat wisata tidak difungsikan dan tidak ada income dari pengelolaan wisata selain itu berdampak terhadap umkm yang sumber matapencahariannya berada ditempat wisata (Amaliyyah 2. Dalam bidang kesehatan covid-19 meningkat, kasus positif covid-19 meningkat serta kurangnya fasilitas layanan akibat terlalu banyak pasien positif covid-19. Pandemi COVID-19 juga IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan memberikan dampak secara psikis karena itu perlu adanya ketahanan diri dalam menghadapi pandemi covid-19. Covid- 19 dapat menjangkit seluruh manusia dari kalangan manapun dan dari usia dini hingga lansia (Elviani. Anwar, and Januar Sitorus 2. , persebaran covid itu sendiri semakin meluas dari waktu ke waktu. Di Indonesia, kasus pertama Covid-19 dilaporkan pada tanggal 2 Maret 2020. Setelah pengumuman kasus pertama tersebut, hingga kini Indonesia terus malaporkan kasus baru infeksi virus Corona-19 tersebut. Untuk mencegah penularan semakin meluas, kegiatan yang berpotensi mempertemukan banyak orang dalam satu waktu yang sama dibatasi, misalnya bersekolah, bekerja di kantor atau pabrik, menonton film di bioskop, menghadiri konser musik, dll. Selain itu, banyaknya pasien Covid-19 yang memerlukan perawatan medis membuat dokter dan tenaga kesehatan lain sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 mendapat beban kerja esktra. Pada tahun 2021 Jumlah pasien covid meningkat tercatat jumlah pasien terpapar covid-19 sebanyak 2,38 juta jiwa , pasien sembuh sebanyak 1,97 juta jiwa, dan pasien yang meninggal dunia sebanyak 62,908 juta jiwa (JHU CSSE COVID-19 2. Adapun di pulau Madura tepatnya di Kabupaten Bangkalan pasien positif covid-19 sebanyak 1. 779 jiwa, pasien sembuh sebanyak 1520 jiwa, pasien meninggal sebanyak 180 jiwa. Kabupaten Pamekasan positif covid-19 sebanyak 1426 jiwa, pasien semubuh sebanyak 1152 jiwa, pasien meninggal 124 jiwa (Aziz, n. Kabupaten Sampang pasien covid sebanyak 938 jiwa pasien sembuh sebanyak 872 jiwa pasien meninggal sebanyak 47 jiwa (Abdul Aziz Mahrizal Ramadan, n. ) Kabupaten Sumenep positif covid-19 sebanyak 2. orang, sembuh sebanyak 1. 818 jiwa. Selain itu jumlah pasien covid di pamekasan pada tahun 2022 meningkat sebanyak 2063 jiwa, pasien meninggal sebanyak 199 jiwa, pasien sembuh 2404 jiwa . Resiliensi adalah kemampuan seseorang dalam mengatasi, melalui, dan kembali kepada kondisi semula setelah mengalami kejadian yang menekan (Reivich & Shatte 2. Resiliensi berasal dari bahasa latin AuresilereAy yang IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan memiliki makna bangkit kembali (Connor K. M 2. , seperti bola basket, waktu jatuh ke bawah. AuresiliensiAy membantu bola tersebut bisa memantul naik dengan Selain itu resiliensi merupakan kemampuan dan ketahanan seseorang untuk bangkit dari perasaan negatif seperti keterpurukan, kesedihan karena tekanan psikologis tertentu. Resiliensi ditandai dengan adanya kemampuan individu untuk bangkit dari tekanan emosional negatif yang dialami (Hendriani Oleh karena itu resiliensi perlu dimiliki oleh setiap individu sebab resiliensi dapat membawa seorang pada kepercayaan diri yang tinggi serta optimis terhadap keadaan lebih baik (Kristiyani and Khatimah 2. Individu yang memiliki regulasi emosi yang tinggi akan memiliki kemampuan untuk mengelola emosi dengan baik. Bonanao and Keltner menyatakan bahwa seseorang yang memiliki emosi yang positif dapat dengan baik beradaptasi dalam situasi traumatis. Sehingga kemampuan aspek regulasi emosi perlu ditingkatkan (Buana 2. Oleh karena itu adanya pandemi covid-19 perlu dihadapi dengan positif yakni dengan melatih diri untuk memiliki resiliensi yang Sebab resiliensi lah yang membantu seseorang untuk bisa bangkit kembali setelah jatu. Kemampuan ini sangat penting digunakan untuk mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari. Individu yang mampu mengembangkan kemampuan resiliensi dengan baik maka akan lebih sukses menghadapi permasalahan hidup yang sedang dihadapi (Reivich & Shatte 2. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi resiliensi. Menurut (Reivich & Shatte 2. Resiliensi terbentuk dari tujuh aspek dalam diri seseorang, yaitu pengendalian diri atau yang sering disebut dengan istilah emotion regulation. Emotion regulation ialah kemampuan seseorang dalam mengontrol emosi untuk berada dalam keadaan stabil, dengan artiyan individu yang dapat mengontrol untuk tetap berada pada keadaan tenang dan terkendali meskipun pada kondisi yang menekan atau sejauhmana seseorang dapat mengendalikan emosi khusunya emosi negatif seperti saat mengalami kegagalan. Selanjuntnya pengendalian diri atau yang sering disebut dengan istilah implus control. Implus control adalah kemampuan pada diri individu dalam mengatur dorongan baik IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan secara internal maupun mengontrol dorongan agar setiap perilaku masih dalam kontrol dari diri sendiri Sementara memiliki faktor pengendalian dorongan yang tinggi akan lebih mudah dalam pengaturan emosi. Faktor berikutnya adalah optimist. Optimist adalah kepercayaan individu pada diri sendiri bahwa segala sesuatu akan dapat berubah menjadi lebih baik, kemudian mempunyai harapan akan masa depan dan percaya bahwa setiap diri dapat mengontrol kehidupan seperti apa yang diinginkan. Analisis penyebab masalah atau yang disebut dengan istilah causal analysis. Causal analysis adalah kemampuan individu untuk mengidentifikasi penyebab dari sebuah peristiwa yang dialami. Hal ini penting untuk menjaga diri agar tidak mengambil tindakan yang salah dan merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Empathy adalah kemampuan untuk turut merasa atau mengidentifikasi diri dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang lain atau kelompok lain. Empati membantu individu untuk peka terhadap perasaan orang lain dan mengurangi risiko terjadinya konflik, sebab seringkali konflik terjadi bukan karena adanya masalah melainkan karena ketidak pekaan setiap individu terhadao situasi Berikutnya adalah efikasi diri atau yang sering disebut dengan istilah self efficacy. Self efficacy keyakinan individu terhadap dirinya dimana individu dalam memecahkan masalah serta keyakinan akan kemampuan diri meraih kesuksesan. Keyakinan terhadap diri sendiri dapat memotivasi diri untuk dapat memecahkan masalah dan meyakini bahwa setiap masalah yang dating mampu dilewati dengan. Faktor terakhir adalah kemampuan untuk meraih apa yang diinginkan atau yang sering disebut racing out. Racing out atau adalah kemampuan Individu untuk dapat memperbaiki tindakannya serta mampu untuk mencapai keinginan yang dituju. Dengan adanya racing out dapat membuat individu untuk memiliki aspek yang lebih positif. Seperti saat individu merasa takut untuk mencoba karena kawatir terhadap sebuah kegagalan maka yang akan di peroleh IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan adalah kegagalan sebelum mencoba, namun apabila individu memiliki racing out yang tinggi maka individu akan mampu menghilangkan rasa takutnya sehingga individu mampu mencoba dan berani untuk menang atau kalah. Selanjutnya meningkatkan resiliensi yaitu dengan cara mengubah persepsi tentang sebuah kegagalan. Pentingnya meyakini bahwa setiap kegagalan merupakan sebuah hal yang alamiyah dan suatu hal yang wajar dalam usaha untuk mencapai cita-cita, sebab dalam setiap usaha individu hal yang wajar saat mengalami kegagalan atau keberhasilan. Oleh karena itu purla adanya perubahan terhadap persepsi negatif pada individu menjadi persepsi yang seperti kegagalan merupakan salah satu momen yang mampu membuat individu menjadi pribadi yang lebih matang dan mampu memaknai kesuksesan secara lebih, memotivasi diri untuk lebih maju dibandingkan meratap dalam keterpurukan. Membangun komitmen akan kepercayaan individu terhadap dirinya sendiri. Sebab kepercayaan diri teramat penting bagi pribadi yang ingin menjadi individu yang Sehingga dengan kepercayaan diri yang tinggi individu dapat memiliki keyakinan bahwa ia akan mencapai kesuksesan suatu saat nanti. Belajar untuk relaks dalam menjaga pikiran dan tubuh agar individu mampu untuk mengatasi tantangan dalam hidup secara lebih efektif, dengan cara membiasakan diri untuk tidur cukup, olahraga, meditasi, dan refreshing. Control respon juga perlu diperhatikan untuk menjaga resiliensi tetap stabil dengan cara mengingat bahwa setiap individu akan mengalami titik berat dalam hidupnya. Dengan begitu individu berhak menentukan pilihan dalam menanggapi situasi. Individu dapat menentukan untuk menunjukkan reaksi panik dan pesimis ataupun tenang serta optimis. Adapun pribadi dengan resilien yang tinggi akan mampu memilih respons yang tepat dari masalah yang dihadapi yaitu dengan tetap tenang dan optimis. Selanjutnya individu harus bersikap fleksibel sebab pribadi yang resilien memahami bahwa segala sesuatu akan berubah, bahkan rencana yang sudah dibuat dengan hati-hati pun bisa gagal ataupun IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan dibatalkan tanpa diduga-duga. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan memahami masalah atau dengan memilih jalur lain. Beberapa aspek diatas merupakan hal yang sangat penting yang perlu dilatih oleh setiap individu agar dapat menjadi pribadi yang memiliki resiliensi yang tinggi. Dengan adanya resiliensi dalam diri individu maka individu akan dapat menghadapi segala macam tantangan, masalah dalam kehidupan salah satunya hadirnya pandemic covid-19 dalam kehidupan manusia. Berdasarkan pemaparan diatas peneliti merumuskan bagaimana resiliensi masyarakat Pamekasan Madura dalam menghadapi pandemi covid-19?. METODE PENELITIAN Pendekatan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang ditujukan menganalisis fenomena, dan mencari makna dari peristiwa, aktifitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individu maupun kelompok (Bachri 2. Penelitan kualitatif di arahkan pada analisis naratif. Analisis naratif adalah pendekatan naratif yang merupakan istilah umum dan menyajikan informasi tentang dimensi pribadi, pengalaman dari waktu memperhitungkan hubungan antara pengalaman individu dan konteks budaya (John MC 2. Data dalam penelitian ini di kumpulkan melalui, wawancara dan diskusi dan subjek dalam penelitian ini adalah M dan AY. MR serta MK. Teknik analisis data yang digunakan yakni model Miles and Huberman dimana analisis data dilaksanakan saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu (Miles & Huberman Artinya pada saat wawancara peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Sedangakan Uji . pengamatan, meningkatkan kecermatan dalam penelitian, triangulasi (Sugiyono uji kepercayaan terhadap data hasil penelitian yang disajikan oleh peneliti IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan bertujuan agar hasil penelitian yang dilakukan tidak meragukan sebagai sebuah karya ilmiah. HASIL DAN PEMBAHASAN Resiliensi Pada saat ini resiliensi dipahami sebagai suatu proses yang multilevel, sistematik dan dinamis. Respon dari setiap masayarakat Madura tentu berbeda dalam menghadapi pandemi covid-19 sehinggan resiliensi dapat menentukan masyarakat Madura berfokus pada situasi pandemi. Lebih Resiliensi ketahanan individu dalam menghadapi dari itu penyesuaian masyarakat Madura dalam menghadapi situasi di era pandemi, resiliensi melibatkan adaptasi positif: transformasi dan pertumbuhan positif yang ditempa melalui pengalaman yang Resiliensi adalah kemampuan seseorang dalam mengatasi, melalui, dan kembali kepada kondisi semula setelah mengalami kejadian yang menekan (Reivich & Shatte 2. Resiliensi berasal dari bahasa latin AuresilereAy yang memiliki makna bangkit kembali (Connor K. M 2. , seperti bola basket, waktu jatuh ke bawah. AuresiliensiAy membantu bola tersebut bisa memantul naik dengan Selain itu resiliensi merupakan kemampuan dan ketahanan seseorang untuk bangkit dari perasaan negatif seperti keterpurukan, kesedihan karena tekanan psikologis tertentu. Resiliensi ditandai dengan adanya kemampuan individu untuk bangkit dari tekanan emosional negatif yang dialami (Hendriani Resiliensi terbentuk dari tujuh dalam diri seseorang, pengendalian diri atau yang sering disebut dengan istilah emotion regulation. Pengendalian diri atau yang sering disebut dengan istilah implus control. Optimist, analisis penyebab masalah atau yang disebut dengan istilah causal IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan analysis. Empathy atau kemampuan untuk turut merasa atau mengidentifikasi diri dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang lain atau kelompok lain. Efikasi diri atau yang sering disebut dengan istilah self efficacy. Kemampuan untuk meraih apa yang diinginkan atau yang sering disebut racing out. Selanjutnya berdasarkan wawancara dan diskusi yang telah peneliti Dengan mereduksi data, menyajikan lalu menyimpulakan data, maka ditemukan permasalahan yang terjadi sehingga peneliti dapat menceritakan kembali hasil penelitian tersebut dalam sebuah karya ilmiah dengan pendekatan Adapun inti dari permasalahan yang ditemukan oleh peneliti yakni tingginya resiliensi masyarakat Madura dalam menghadapi pandemi covid-19. Yang akan diceritakan oleh peneliti dengan pendekatan naratif, sebagai berikut: Resiliensi Masyarakat Madura Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Dalam kehidupan manusia tidak akan pernah terlepas dari masalah, sebab itu perlu adanya kesiapan diri dan ketahanan diri untuk mengahadapi masalah yang datang dan hal ini disebut dengan resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan memilihara dan beradaptasi secara positif dan efektif dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi (Luthar 2. Beradaptasi secara poitif dan efektif dipandang sebagai kemampuan yang hanya dimiliki sebagian orang, sebab kadangkala individu yang memiliki masalah cenderung menyikapi masalah secara reaktif Utamanya pandemi covid-19 memberikan dampak sangat membekas bagi setiap individu, ketakutan dan kecemasan setiap saat, berjabat tangan yang tak lagi di lakukan, serta peraturanperaturan yang mengikat, pembatasan tempat peribadatan, dan ketakutan akan kematian utamanya bagi pasien positif covid-19. Namun hal yang berbeda peneliti temukan di kabupaten pamekasan yang berada di pulau Madura pada pasien covid-19 menunjukkan sikap positif dan efektif, sehingga mampu melewati masa-masa covid-19. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Hal tersebut dialami oleh M. Menurut hasil wawancara dan diskusi peneliti dengan M. M difonis covid- 19 di rumah sakit umum dimana sebelumnya M sakit lambung, demam, dan batuk selama 12 hari dan melakukan rawat jalan. M ialah wanita paruh baya berusia 52 tahun yang memiliki riwayat penyakit kencing manis selama 24 tahun, kolestrol, asam lambung dan tipus. Kemudian di tahun 2021 bulan juni ia di fonis covid- 19 di rumah sakit umum dimana sebelumnya M sakit lambung, demam, dan batuk serta muntah darah . iga kal. selama 12 hari dan dirawat jalan. Pada saat itu pihak rumah sakit meminta pihak keluarga untuk menandatangani berkas dari rumah sakit yang menyatakan bahwa M tertular pandemi covid-19 dan harus menjalani perwatan dirumah sakit berupa isolasi selama 14 hari. Namun M dan keluarga tidak menyetujui keputusan tersebut dan menganggap bahwa isolasi dirumah sakit merupakan langkah buruk, sehingga perawatan dirumah dianggap perawatan yang efektif. Setelah 5 hari M dirawat dirumah dengan menghabiskan 6 infus, dan dengan pemberian perawatan tradisional berupa jamu . elur merpati dan kunyi. dua kali sehari dalam 5 hari. M dinyatakan sembuh dan berangsurangsur dapat melaksanakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Dalam Kasus M peneliti menemukan resiliensi yang tinggi yang dimiliki oleh M, hal tersebut tergambar dari sikap M dalam keadaan sakit covid-19. Dimana aspek yang menjadi pembentuk resiliensi individu adalah regulasi emosi, pengendalian impuls, optimis, empati, kemampuan analisis masalah, efikasi diri, peningkatan aspek positif (Reivich. , & Shatty 2. Pada kasus AY wanita paruh baya berusia 37 tahun terinfeksi virus covid19 setelah melakukan perjalanan dari malang ke Madura, ia mengalami sakit seluruh badan disertai demam tinggi, mual, pusing dan flu, serta tidak bisa mencium bau . Hal tersebut berlangsung selama delapan hari. AY memiliki keyakinan bahwa apa bila ia memeriksakan diri ke dokter ia akan difonis positif covid-19, oleh sebab itu ia memilih untuk tetap tenang dan melakukan perawatan secara mandiri. Adapun perawatan yang ia lakukan adalah terapi air IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan kayu putih yaitu air hangat ditetesi minyak kayu putih 4-5 tetes dan diminum satu hari tiga kali dalam 1 minggu. Seteh delapan hari ia pun kembali sembuh dan mulai beraktifitas kembali. Dalam kasus AY peneliti menemukan gambaran resiliensi yang di miliki oleh AY dimana karakteristik internal dikategorikan sebagai orang yang resilien adalah Initiative . yakni mengambil peran/bertindak, kemampuan individu untuk melakukan memiliki kemampuan Independence . mandiri untuk yakni kemampuan individu untuk menghindar atau menjauhkan diri dari keadaan yang tidak menyenangkan dan otonomi dalam bertindak . Insight . yakni kemampuan individu dalam mengkritisi kesalahan atau penyimpangan yang terjadi dalam lingkungan dan dapat menganalisis sumber dari permasalahan, . komunikasi dan relasi yang baik dengan orang lain Humor . kemampuan individu untuk tetap tersenyum meskipun dalam keadaan kritis. Creativity . yaitu kemampuan individu dalam mengalihkan susana kritis dalam hidupnya yang ditunjukkan dengan pengekspresian diri yang lebih bermakna. Morality . yaitu kemampuan individu dalam mempertimbangkan hal yang baik dan buruk, serta mampu mendahulukan kepentingan orang lain (Wolin. , & Wolin 2. Hal yang sama juga dialami MR, gadis berusia 25 tahun yang melakukan perjalanan dari jawa ke Madura. Pada kasus covid-19 yang dialami MR ditandai dengan adanya demam tinggi kurang lebih 1 hari, hidung tersumbat, pusing serta mengalami batuk kering dan mengalami ngilu diseluruh tubuh. Hal tersebut berlangsung selama 15 hari. Saat ia melakukan pemeriksaan kedokter ia divonis terjangkit virus covid-19 dan dokter memintanya untuk melakukan isolasi dirumah sakit, namun ia dan pihak keluarga tidak setuju dan memilih untuk melakukan perawatan mandiri dirumah. Saat divonis covid-19 MR mengaku down dan hampir tidak punya harapan dan hal tersebut berlangsung selama dua hari, akan tetapi setelah ia tanpa disengaja menonton berita tentang jumlah IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan pasien yang sembuh dari virus tersebut ia pun memotivasi dirinya dan berkomitmen terhadap dirinya bahwa ia punya kesempatan untuk sembuh. Adapun tindakan yang MR lakukan dirumah adalah dengan cara mengobah pola hidup untuk lebih positif. Setiap pagi MR selalu berjemur dibawah matahari serta melakukan olah raga ringan, membiasakan diri untuk beristirahat tepat Selain itu MR juga membisakan diri untuk mengkonsumsi air matang hangat kuku, dan makan secara teratur. Adapun obat dari dokter tetap ia konsumsi sampai habis. Lima belas hari kemudian MR kembali memeriksakan diri ke dokter dan hasilnya menyatakan bahwa MR negatif. Artinya MR dinyatakan sembuh dari serangan virus covid-19. Pada kasus MR peneliti menemukan gambaran resiliensi yang sangat tinggi dan hal tersebut tergambar dalam sikap optimis. Optimist adalah kepercayaan individu pada diri sendiri bahwa segala sesuatu akan dapat berubah menjadi lebih baik, kemudian mempunyai harapan akan masa depan dan percaya bahwa setiap diri dapat mengontrol kehidupan seperti apa yang diinginkan (Reivich. , & Shatty 2. Peneliti juga melihat MR sebagai individu ang resilien dari sikap MR yang menunjukkan bahwa MR adalah individu yang memiliki kreativitas. Creativity . yaitu kemampuan individu dalam pengekspresian diri yang lebih bermakna (Wolin. , & Wolin 2. Tergambar pula pada sikap MR yang menunjukkan bahwa ia adalah individu yang memiliki inisiatif dalam menjalani kehidupan. Initiative . yakni kemampuan individu untuk melakukan eksplorasi terhadap lingkungan dan memiliki kemampuan mandiri untuk mengambil peran/bertindak. Selain menggambarkan tingginya resiliensi masyarakat Madura yakni pada kasus MK. MK adalah seorang kepala keluarga yang berusia 67 tahun. MK mengidap penyakit kencing manis. Seorang yang sudah lanjut usia akan mudah terjangkit covid- 19 namun yang dialami oleh MK terbilang unik karena sejak awal munculnya pandemi covid-19 MK tidak pernah terjangkit virus tersebut, bahkan tidak ada gejal- gejala yang menunjukkan IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan bahwa MK terjangkit virus. Ia tetap menjalani rutinitas sehari- harinya yakni membersihkan kuburan umum dari pagi sampai siang, adanya aturan untuk menjaga jarak dan tetap di dalam rumah tidak diindahkan oleh MK sebab sejak awal MK tidak percaya dengan adanya pandemi bahkan kemanapun MK keluar rumah tidak pernah menggunakan masker. Selain itu MK terbilang sangat religius dan hal tersebut tergambar dari sikap MK dalam menanggapi hadirnya Ia tetap berpegang teguh bahwa yang membuat seseorang sakit bahkan meninggal dunia bukan virus melainkan kehendak ALLAH. Peneliti melihat adanya rasa percaya diri yang tinggi dalam diri MK sehingga kepercyaan diri tersebut membentuk resiliensi yang tinggi dalam diri MK (Reivich. , & Shatty 2. Selain itu religiusitas yang tinggi juga menentukan sikap untuk lebih positif dalam menghadapi pandemi (Frans Pantan Disamping itu rutinitas dibawah terik matahari juga membantu MK untuk tidak terpapar covid-19, sehingga pola hidup sehat terbentuk dengan baik yang menyebabkan MK tidak terpapar pandemi covid-19. KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan resiliensi dipahami sebagai suatu proses yang multilevel, sistematik dan dinamis. Respon dari setiap masayarakat Madura tentu berbeda dalam menghadapi pandemi covid-19 sehinggan resiliensi dapat menentukan kesejahteraan dalam menjalani kehidupan dimasa pandemi. Resiliensi masyarakat Madura berfokus pada dalam menghadapi situasi pandemi. Lebih dari itu penyesuaian masyarakat Madura dalam menghadapi situasi di era pandemi, resiliensi berkembang, dengan potensi transformasi dan pertumbuhan positif yang ditempa melalui pengalaman yang sulit. Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa bagi rakyat Indonesia tidak terkecuali masyaarakat Madura . Meningkatnya angka pasien IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan yang sakit dan meninggal karena terpapar Covid-19 memberikan dampak tersendiri bagi setiap individu. Ketakutan masal, kesedihan yang berfokus pada gejala secara individual. Selain itu, individu perlu beradaptasi dengan baik dalam menghadapi kesulitan dengan baik. Pandemi covid-19 merupakan virus yang akan tetap ada dan akan tetap hidup berdampingan dengan musia, sebab itu resiliensi perlu dilatih dan dimiliki oleh setiap individu, agar individu dapat mengurangi kemungkinan terburuk yang diakibatkan oleh serangan virus. Beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam meningkatkan resilien antara lain mengubah persepsi tentang sebuah Membangun komitmen akan kepercayaan individu terhadap dirinya sendiri. Belajar untuk relaks dalam menjaga pikiran dan tubuh serta control respon. DAFTAR PUSTAKA