Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KADAR HEMOGLOBIN DAN KADAR BESI (SI) TERHADAP KETIDAKTERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS UNIVERSITAS MANDALA WALUYA Asfani Yuhadi1. Sanatang2. Sitti Masriwati2. Suci Regisca Aulia Rahmadani 3 D-IV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya Email: sregisca@gmail. ABSTRAK Berdasarkan survey pendahuluan yang telah dilakukan pada mahasiswi D-IV TLM didapatkan informasi secara acak dari angkatan 2019 sampai angkatan 2022 yang berjumlah 435 orang perempuan, terdapat 10 mahasiswi wanita yang mengeluh bahwa siklus menstruasinya tidak teratur seperti lamanya waktu menstruasi berbeda-beda tiap bulannya, darah yang keluar sangat banyak tapi kadang sangat sedikit dan singkat, jumlah jeda hari . antara waktu menstruasi tidak teratur. Setiap siklus menstruasi kurang lebih sebanyak 42 mg zat besi yang keluar, diperkirakan saat siklus menstruasi wanita akan kehilangan rata-rata kurang dari 60 ml Sehingga wanita yang kehilangan darah lebih dari 60 ml akan mengalami penurunan dalam jumlah simpanan zat besi yang membuat kadar hemoglobin menjadi menurun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dan kadar besi (SI) terhadap ketidakteraturan siklus menstruasi. Jenis penelitian ini adalah deskripstif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 10 responden sedangkan sampel dengan menggunakan total sampling sebanyak 10 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif dengan pengukuran hemoglobin menggunakan metode POCT (Point of Care Testin. dan pengukuran kadar serum iron dengan menggunakan metode enzymatik (TMS 1024. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari 10 responden yang mengalami siklus menstruasi tidak normal sebanyak 5 responden memiliki kadar hemoglobin tidak normal (<12 g/d. dan sebanyak 5 responden memiliki kadar hemoglobin normal . -15 g/d. Dari 10 responden yang mengalami siklus menstruasi tidak normal sebanyak 4 responden memiliki kadar besi (SI) tidak normal (<37 AAg/dL) dan sebanyak 6 responden memiliki kadar besi (SI) normal . -160 AAg/dL). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara signifikan antara kadar hemoglobin dan serum iron terhadap ketidakteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi D-IV Teknologi Laboratorium Medis. Untuk penelitian selanjutnya, peneliti dapat menggunakan jumlah sampel yang berbeda dan meneliti lebih banyak lagi variabel yang tidak diteliti oleh peneliti. Kata Kunci Daftar Pustaka : Siklus Menstruasi. Hemoglobin. Serum Iron : 51 . Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 PENDAHULUAN Menstruasi Panjang secara periodik dan siklis dari uterus yang normal atau dianggap sebagai siklus menstruasi klasik adalah 28 hari, tetapi Siklus . waktu sejak hari pertama menstruasi sampai berlangsung selama kurang lebih 7 hari. datangnya menstruasi periode berikutnya. Lama perdarahan sekitar 3-5 hari dengan sedangkan panjang siklus menstruasi adalah jumlah darah yang hilang sekitar 30-40 jarak antara tanggal mulainya menstruasi Siklus menstruasi dan lamanya menstruasi yang tidak teratur dapat Siklus menstruasi pada wanita normalnya berkisar 21-35 hari dan hanya 10- darah, yaitu jumlah sel-sel darah menjadi 15 % yang memiliki siklus menstruasi 28 berkurang, baik itu sel darah merah hari dengan lama menstruasi 3-5 hari, ada . , sel darah putih . yang mencapai 7-8 hari (Prayuni dkk. maupun sel trombosit (Tuntun dan Pudji. Siklus menstruasi adalah tanda proses Pengeluaran dipengaruhi oleh hormon tubuh. Peranan simpanan zat besi secara cepat sesuai dengan banyaknya darah yang keluar tingkat kesuburan perempuan. Siklus ini secara teratur berlangsung jika seorang mengalami menstruasi maka semakin remaja telah menginjak usia 17 Ae 18 tahun banyak pula darah yang keluar dan namun dapat juga terjadi setelah 3 Ae 5 tahun semakin banyak kehilangan timbunan zat dari usia menarche (Islamy dan Farida. Oleh Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 golongan yang cenderung sebanyak 42 mg zat besi yang keluar, mengalami defisiensi besi. Wanita yang sedangkan yang sedang tidak menstruasi kehilangan darah sebesar 60 ml atau lebih akan kehilangan zat besi sebesar 1 mg akan mengalami penurunan dalam hal ini per harinya. Diperkirakan saat siklus jumlah simpanan zat besi. Berdasarkan data, menstruasi wanita akan kehilangan rata- 10 dari 137 wanita akan menderita anemia rata kurang dari 60 ml darah. Salah satu defisiensi besi . adar hemoglobin kurang komposisi bahan yang terkandung dalam dari 12 g/d. dan hilangnya darah selama darah adalah zat besi sebanyak kurang lebih 0,5-0,7 mg zat besi diekskresikan anemia ini adalah 58 ml, di mana angka ini per hari. Jumlah zat besi yang turun di jauh lebih tinggi di bandingkan dengan dalam tubuh melalui proses menstruasi angka rata-rata dari keseluruhan kelompok yang akan mempengaruhi konsentrasi (Hadijah dkk. , 2. rata-rata Pada menstruasi tidak normal sering Menurut World Health Organization (WHO) kadar hemoglobin normal untuk sehingga penderita sering kali tidak dapat anak kisaran umur 5-11 tahun yakni mengabsorbsi cukup besi dari usus halus <11,5g/dl, umur 12-14 tahun yakni untuk membentuk hemoglobin secepat darah <12,0g/dl, dengan usia diatas 15 tahun yakni >12,0 kehilangan darah lebih dari 60 ml akan g/dl, dan laki-laki dengan usia diatas 15 tahun yakni >13,0 g/dl (Saraswati, 2. simpanan zat besi yang membuat kadar Zat besi merupakan mikroelemen hemoglobin menjadi menurun (Sepduwiana esensial bagi tubuh yang diperlukan dan Rita, 2. dalam sintesa hemoglobin, dimana zat Sehingga (Natasya Setiap siklus menstruasi kurang lebih besi berkaitan erat dengan oksigen yang Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 akan dialirkan oleh darah keseluruh tubuh menimbulkan resiko anemia yang akan (Agustina, 2. Kadar besi total dalam tubuh orang dewasa antara 3500-4000 mg, penderitanya seperti pusing, menurunnya 2/3 nya besi dari total besi di tubuh dapat ditemukan dalam molekul Hb dan 1/3 nya pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak dapat ditemukan sebagai cadangan (Kurniati, optimal, menurunnya kemampuan fisik, dan mengakibatkan muka pucat. Pencegahan defisiensi besi dapat dilakukan dengan uji Berdasarkan survey pendahuluan yang Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis AuAnalisis Hubungan Antara Kadar telah dilakukan pada mahasiswi D-IV TLM Hemoglobin Terhadap Ketidakteraturan Siklus angkatan 2019 sampai angkatan 2022 yang Menstruasi D-IV berjumlah 435 orang perempuan, terdapat 10 Teknologi Laboratorium mahasiswi wanita yang mengeluh bahwa Mandala WaluyaAy. siklus menstruasinya tidak teratur seperti METODE PENELITIAN lamanya waktu menstruasi berbeda-beda tiap bulannya, darah yang keluar sangat banyak tapi kadang sangat sedikit dan singkat, jumlah jeda hari . antara waktu menstruasi tidak teratur. Sebagai contoh ada yang mengalami siklus menstruasi < 21 hari dan ada yang > 35 hari. Dampak dari tidak Kadar Besi Mahasiswi (SI) Universitas Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik yakni untuk mengetahui analisis kadar hemoglobin dan kadar besi (SI) berdasarkan siklus menggunakan alat Easy Touch GCHb dan alat TMS 1024i. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 HASIL Analisis Univariat Karakteristik responden berdasarkan umur Dari distribusi responden berdasarkan umur dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Data rentang usia responden Umur Frekuensi Persen % Total (Sumber: Data Primer, 2. Dari tabel 4 diperoleh dari 10 1 Penggantian Pembalut 2-3y 3-4y 4-5y 2 Lama Menstruasi 3-4 Hari 5-6 Hari 7-8 Hari 3 Gejala Nyeri Pusing Lemas Perut 4 Tablet Fe Konsumsi Tidak Konsumsi (Sumber: Data Primer, 2. Dari tabel 5 diperoleh dari 10 responden diperoleh 5 responden . %) responden diperoleh 3 responden yang yang memiliki rentang usia 17-20 tahun mengganti pembalut 2-3y, 3 responden dan 5 responden . %) yang memiliki yang mengganti pembalut 3-4y dan 4 rentang usia 21-24 tahun. responden yang mengganti pembalut 4- Karakteristik responden berdasarkan hasil 5y. Dari menstruasi diperoleh 1 responden yang mengalami menstruasi 3-4 hari, 5 distribusi responden berdasarkan hasil responden yang mengalami menstruasi wawancara dapat dilihat pada tabel 5. 5-6 hari Dari responden yang mengalami menstruasi 7-8 hari. Dari hasil wawancara gejala saat menstruasi diperoleh 7 responden yang mengalami mengalami pusing dan 7 responden Tabel 5. Hasil wawancara dengan yang mengalami lemas saat menstruasi. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Dari hasil wawancara konsumsi tablet Dari hasil penelitian diperoleh tambah darah diperoleh 2 responden yang distribusi responden berdasarkan kadar mengkonsumsi tablet tambah darah dan 8 SI dapat dilihat pada tabel 7. Tabel tablet tambah darah. Karakteristik responden berdasarkan kadar Hemoglobin Dari Karakteristik besi (SI) Kadar Besi Frekuensi Persen % Normal Tidak Total (Sumber: Data Primer, 2. Dari tabel 7 diperoleh dari 10 distribusi responden berdasarkan kadar responden diperoleh 6 responden . hemoglobin dapat dilihat pada tabel 6. %) yang memiliki kadar SI normal . Tabel 6. Karakteristik hasil pemeriksaan 160 AAg/dL) dan 4 responden . %) kadar hemoglobin yang memiliki kadar SI tidak normal. Kadar Hb Frekuensi Persen % Normal Tidak normal Total (Sumber: Data Primer, 2. Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk Dari tabel 6 diperoleh dari 10 hemoglobin (H. dan kadar besi (SI) responden diperoleh 5 responden . %) D-IV yang memiliki kadar Hb normal . -15 g/d. dan 5 responden . %) yang Teknologi Laboratorium Medis memiliki kadar Hb tidak normal. Universitas Mandala Waluya dilakukan Karakteristik responden berdasarkan kadar uji statistik pearson correlation dengan Besi (SI) pada mahasiswi yang mengalami penjelasan sebagai berikut: ketidakteraturan siklus menstruasi Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Uji Normalitas Distribusi Data Tabel 9. Hubungan kadar hemoglobin Dari hasil penelitian diperoleh hasil uji normalitas data dapat dilihat pada tabel dan kadar besi (SI) Variabel Penelitian Nilai p Nilai Pearson Correlation Kadar Hb 0,011 0,758 Kadar SI (Sumber: Olahan Data SPSS, 2. Tabel 8. Uji normalitas Nilai Signifikansi Kadar Hb 0,747 Kadar SI 0,491 (Sumber: Olahan Data SPSS, 2. Variabel Penelitian Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson diperoleh nilai p sebesar 0,011 dan nilai korelasi pearson Berdasarkan sebesar 0,758. Nilai p yang diperoleh normalitas pada variabel penelitian ini lebih kecil dari nilai . < 0,. yang diperoleh nilai signifikansi pada kadar hemoglobin sebesar 0,747 dan kadar besi bermakna secara signifikan antara sebesar 0,491. Nilai signifikansi yang kadar hemoglobin dan kadar besi diperoleh dari kedua kadar hemoglobin dan kadar besi lebih besar dari 0,05 . ,747 menstruasi pada Mahasiswi D-IV > 0,05 dan 0,491 > 0,. , sehingga dapat Teknologi Laboratorium Medis disimpulkan data berdistribusi normal. Universitas Mandala Waluya Kendari. Berdasarkan hasil ini, uji korelasi Pearson Nilai Pearson Correlation dapat dilakukan. diperoleh sebesar 0,758 yang berarti Uji Pearson Correlation hemoglobin dan kadar besi sangat Dari kuat sehingga HO ditolak Ha diterima. hubungan kadar hemoglobin dan kadar PEMBAHASAN besi (SI) terhadap ketidakteraturan siklus Penelitian ini telah dilakukan pada menstruasi dapat dilihat pada tabel 9. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 bulan Mei-Juni Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 2023 di Laboratorium terikat dalam molekul hemoglobin dalam Maxima yang bertujuan untuk mengetahui sel darah merah. Sekitar 4% terikat dalam hubungan kadar Hemoglobin (H. dan kadar molekul myoglobin. Sekitar 30% dari Besi (SI) terhadap ketidakteraturan siklus besi dalam tubuh disimpan sebagai Penelitian ini menggunakan ferritin atau hemosiderin di limpa, susum sebanyak 10 responden yang mengalami tulang dan hati. Sejumlah kecil zat besi siklus menstruasi < 21 hari . x sebula. dapat ditemukan dalam molekul lain Penelitian ini dimulai dengan melakukan observasi kepada mahasiswa D-IV TLM (Kurniawan, 2. sel-sel yang mengalami siklus menstruasi tidak Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui teratur, responden yang memenuhi kriteria dari 10 sampel terdapat 5 responden inklusi kemudian dicatat untuk dilakukan . %) yang memiliki rentang umur 17-20 pemeriksaan kadar hemoglobin dan kadar tahun dan terdapat 5 responden . %) besi serum (SI). Pemeriksaan hemoglobin yang memiliki rentang umur 21-24 tahun. dilakukan menggunakan alat Easy Touch Menurut Lestari dkk . lama dan GCHB Iron Automatic Serum Chemistry Analyzer TMS 1024i. menstruasi pada beberapa faktor diantaranya usia, berat Serum iron adalah tes laboratorium badan, aktivitas fisik, tingkat stress, medis yang mengukur jumlah beredarnya genetik dan gizi seseorang. Rentang usia besi yang terikat untuk transferin. Uji pada mahasiswi berkisaran dari umur 18 hingga 24 tahun, ditahap ini klasifikasi kecurigaan terhadap kekurangan zat besi, dari masa remaja akhir hingga dewasa masalah lainnya. 65% dari besi dalamtubuh kembang pada usia mahasiswa ini yaitu Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 penyesuaian situasi kehidupan, pada usia lebih banyak membutuhkan lebih banyak berpengalaman menjalani siklus menstruasi lagi untuk mengganti zat besi yang hilang bersamaan darah menstruasi. yang kadang tidak teratur. Berdasarkan Berdasarkan tabel 5 diperoleh hasil mengenai lama menstruasi diperoleh dari berkaitan dengan penggantian pembalut, dari 10 responden diperoleh 3 responden yang responden yang mengalami menstruasi 5- mengganti pembalut 2-3y, 3 responden yang 6 hari dan 4 responden yang mengalami mengganti pembalut 3-4y dan 4 responden menstruasi 7-8 hari. Responden yang yang mengganti pembalut 4-5y. Responden mengalami menstruasi lebih panjang yang lebih sering mengganti pembalut memiliki kadar hb dan SI yang lebih cenderung memiliki kadar hemoglobin dan rendah dibandingkan dengan responden kadar besi yang rendah, hal ini sejalan yang lama menstruasinya lebih pendek. dengan penelitian yang dilakukan Irianti Hal ini sejalan dengan penelitian Dahliah . dapatkan bahwa ada hubungan antara dkk . yang mengatakan terdapat volume darah pada saat menstruasi dengan hubungan antara lama menstruasi dengan kejadian anemia pada mahasiswa akademi kebidanan internasional pekanbaru tahun Fakultas Kedokteran UMI yang artinya Pada Mahasiwi sebagian besar terjadi karena kehilangan mahasiswi maka akan semakain rendah darah secara alamiah setiap bulannya. Jika kadar hemoglobinnya. Hal ini disebabkan darah yang keluar selama menstruasi sangat karena pada mahasiswi dengan lama banyak akan terjadi anemia. Pada remaja memerlukan banyak zat besi dan wanita Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 pengeluaran zat besi karena perdarahan pun Ketegangan otot tidak hanya terjadi pada otot perut, tetapi juga otot-otot penunjang otot perut yang terdapat di bagian mencapai 42 mg setiap siklus. Dengan punggung bawah, pinggang, panggul, dan demikian maka zat besi dalam darah akan paha hingga betis. Pada menjadi sangat rendah sehingga kadar Berdasarkan hasil wawancara pada hemoglobin dalam darah pun akan menurun. responden mengenai konsumsi tablet Berdasarkan hasil wawancara mengenai responden terdapat 2 responden yang diperoleh beberapa responden mengalami mengkonsumsi tablet tambah darah dan 8 gejala nyeri perut, pusing dan lemas secara responden yang tidak mengkonsumsi bersamaan tetapi pada beberapa responden tablet tambah darah. Responden yang hanya mengalami salah satu gejala saja. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh memiliki kadar hemoglobin yang lebih Wenda dan Srinalesti . didapatkan tinggi dibandingkan dengan responden mayoritas responden mengalami perut mulas yang tidak mengkonsumsi tablet tambah Hasil penelitian ini didukung oleh . %). Sari Keluhan yang menyertai nyeri haid atau Puspitasari . , yang di sebut (Dismenore. berupa pusing, sakit kepala, mual rasa ingin muntah, diare perbedaan antara kelompok perlakuan dan pingsan. Rasa nyeri ini dapat disebabkan dan kelompok kontrol dengan nilai oleh kontraksi otot perut yang terjadi secara p=0,0001 atau . <0,. , ini berarti bahwa terus-menerus saat mengeluarkan darah. dengan pemberian tablet tambah darah Kontraksi yang sangat sering ini kemudian selama menstruasi dapat meningkatkan Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 kadar haemoglobin darah pada remaja. Pemberian Hal ini berhubungan dengan sekali dengan menambahkan saat menstruasi perubahan kadar hormon steroid yang dapat meningkatkan kadar haemoglobin. Pemberian pengaturan siklus tersebut (Kristianti menguntungkan karena dapat memperbaiki status hemoglobin dalam waktu yang relatif Pada penelitian ini diperoleh kadar , 2. Pemeriksaan kadar besi (SI) pada <21 . x hemoglobin mahasiswi yang mengalami diperoleh hasil sebanyak 6 responden . siklus menstruasi < 21 hari . x sebula. %) mempunyai kadar besi yang normal sebanyak 5 responden . %) mempunyai 37-160 AAg/dL, sedangkan sebanyak 6 kadar hemoglobin yang normal 12-15 g/dL, responden . %) mempunyai kadar besi yang tidak normal < 37 AAg/dL. Hal ini . mempunyai kadar hemoglobin yang tidak normal < 12 g/dL. Pada penelitian ini masukan zat besi dari makanan yang berasal dari bahan hewani yang mampu menghasilkan zat besi, selain karena mahasiswi yang tidak dapat dikontrol oleh peneliti seperti pola aktivitas, konsumsi dalam jumlah besar saat menstruasi akan tablet penambah darah, dan banyaknya mengalami pengurangan zat besi secara Menurut Kekurangan kadar hemoglobin dalam tubuh dapat mempengaruhi atau menyebabkan pertumbuhan yang lambat pada saat remaja disebabkan oleh aktivitas yang terlalu Kurniawan . , (SI) Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 padat dan status gizi yang rendah. Status gizi besi juga akan tinggi, begitu pula itu dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sebaliknya jika kadar hemoglobin rendah saling terkait secara kompleks antara satu maka kadar besi juga akan rendah. dengan yang lain. Faktor tersebut antara lain Hasil penelitian ini sejalan dengan meliputi ketersedian bahan makanan, status penelitian Patonah dan Fidrotin . kesehatan, status ekonomi, serta sosial yang menunjukkan terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dan siklus Hasil uji Pearson correlation pada Kadar analisis hubungan antara kadar hemoglobin remaja putri bernilai normal apabila dan kadar besi (SI) terhadap ketidakteraturan siklus menstruasi yang dialami juga siklus menstruasi diperoleh nilai p value normal yaitu antara 21-35 hari. Apabila 0,011 > . yang berarti terdapat siklus memanjang (> 35 har. dan hubungan yang bermakna secara signifikan memendek (< 21 har. , jumlah kadar antara kadar hemoglobin dan kadar besi terhadap ketidakteraturan siklus menstruasi Hal ini juga sejalan dengan Teknologi penelitian yang dilakukan oleh Ofojekwu Laboratorium Medis Universitas Mandala dkk . yang menggunakan sebanyak Waluya. Nilai Pearson Correlation yang diperoleh sebesar 0,758 yang berarti tingkat mengatakan bahwa rata-rata konsentrasi hubungan antara kadar hemoglobin dan hemoglobin dan zat besi menurun selama kadar besi sangat kuat dan nilai Pearson Correlation yang positif bermakna hubungan KESIMPULAN Mahasiswi D-IV antara kadar hemoglobin dan kadar besi memiliki sifat yang berbanding lurus dimana Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa: jika kadar hemoglobin tinggi maka kadar Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Pada 10 responden yang memiliki siklus Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan. Vol 2. No. menstruasi tidak normal diperoleh kadar Anamisa D. Rancang Bangun Metode OTSU untuk Deteksi hemoglobin normal . -15 g/d. sebanyak Hemoglobin. Jurnal Ilmu Komputer dan Sains Terapan. Vol. No. 5 orang dan responden yang memiliki kadar hemoglobin tidak normal (< 12 g/d. sebanyak 5 orang. Pada 10 responden yang memiliki siklus menstruasi tidak normal diperoleh kadar (SI) . -160 AAg/dL) sebanyak 6 orang dan responden yang memiliki kadar besi (SI) tidak normal (< 37 AAg/dL) sebanyak 4 orang. Uji Pearson Correlation diperoleh terdapat signifikan antara kadar hemoglobin dan serum iron terhadap ketidakteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi D-IV Teknologi Laboratorium Medis. DAFTAR PUSTAKA