PENGARUH PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PADA BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA Oleh : Sutrisno dan Indri Astuti email : kaffah03@yahoo. ABSTRACT The Government Accounting Standards become the benchmark in the preparation of government financial statements, so it is necessary to apply the appropriate accounting standards so that the financial reports generated can be used correctly. The 2019 Cybersecurity and National Security Agency (BSSN) Financial Report has received a WDP (Rational With Exception. opinion because the BSSN has not fully implemented government accounting standards, constraints in compiling financial reports, or errors in the performance of agencies. The study entitled AuEffects of Application of Government Accounting Standards and Quality of Financial Reporting on Accountability of Performance of Government Institutions BSSNAy, aims to find out to what extent the application of government accounting standards and the quality of financial reporting influence on accountabilities of performance of government institutions based on the problems that arise. The field research was conducted using a quantitative approach and population research is the BSSN Financial Reporting Team. The study involved 33 respondents. This research data is collected using a questionnaire method. The author uses the double linear regression test and the hypothesis test with the SPSS 27 program. The results of this study lead to the conclusion that the financial reporting quality variables have a significant influence on the accountability of the performance of government agencies. Financial reporting quality variable with a significance value of 0. 012 < 0. 05 and a tstatistic value of 2. 261 > ttable 2. Different from the variable application of government accounting standards that influences but is not significant on the accountability of the performance of government agencies because it has a significant value of 0. 564 > 0. 05, and the tstatistic value of 0,584 0,6. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Uji validitas dapat dilakukan dengan membandingkan rhitung dengan rtabel untuk degree of freedom . = (N-. N = 33. Jadi df = 33Ae 2 = 31 dengan a . 5% . didapat rtabel = 0,2913. Jika rtabel < rhitung maka pertanyaan bisa dikatakan Uji validitas menggunakan korelasi melalui bantuan SPSS Statistics versi 27. Tabel berikut menunjukkan hasil uji validitas dari tiga variabel dengan 33 responden adalah sebagai berikut: Variabel Penerapan Penerapan standar akuntansi pemerintahan (X. Tabel 4. 4 Hasil Uji Validitas Variabel Penerapan Standar Akuntansi Variabel X1=Standar Akuntansi Pemerintah Indikator Ket X1. 0,2913 0,722 Valid X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,669 0,482 0,410 0,759 0,628 0,777 0,757 0,508 0,521 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: diolah dari data SPSS 27 METODE PENELITIAN Uji Validitas Kegunaan uji ini untuk menghitung keefektifan atau sah tidaknya suatu kuesioner. Penelitian dianggap sah jika pertanyaan dalam penelitian itu dapat menjelaskan suatu yang diukur oleh penelitian itu. Jika hasil yang didapatkan menyatakan r hitung lebih besar daripada dengan r tabel dimana df = n-2 dengan signifikan 5% jika r-hitung > r-tabel maka valid dan juga sebaliknya (Ghozali, 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas yaitu media dalam menghitung suatu angket yang merupakan indikator dari suatu komposisi. Reliabilitas dapat dianalisis dengan mengukurnya sekali kemudian Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi Berdasarkan pada tabel di atas dapat dilihat bahwa semua pernyataan tentang penerapan standar akuntansi pemerintahan dari X1. 1 sampai X1. dapat dikatakan valid karena koefisien korelasi rhitung > koefisien korelasi rtabel dengan signifikasi kurang dari 0,05 sehingga dapat diartikan semua pernyataan yang digunakan dalam kuesioner penelitian ini adalah valid dan dapat diartikan sebagai alat pengumpulan data dan dapat dilanjutkan untuk uji berikutnya. PENGARUH PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PADA BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA Oleh : Sutrisno dan Indri Astuti Variabel Kualitas Laporan Keuangan (X. Tabel 4. 5 Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Laporan Keuangan (X. Variabel Indikator X2 = Kualitas Laporan X2. Keuangan X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,657 0,742 0,637 0,523 0,502 0,683 0,630 0,661 Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: diolah dari data SPSS 27 Berdasarkan pada tabel di atas dapat dilihat bahwa semua pernyataan tentang kualitas laporan keuangan dari X2. 1 sampai X2. 8 dapat dikatakan valid karena koefisien korelasi rhitung > koefisien korelasi rtabel dengan signifikasi kurang dari 0,05 sehingga dapat diartikan semua pernyataan yang digunakan dalam kuesioner penelitian ini adalah valid dan dapat diartikan sebagai alat pengumpulan data dan dapat dilanjutkan untuk uji berikutnya. Variabel Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tabel 4. 6 Hasil Uji Validitas Variabel Akuntabilitas Kinerja Instansi Variabel Y=Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Indikator Ket 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,2913 0,704 0,785 0,653 0,758 0,552 0,772 0,620 0,686 0,618 0,602 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: diolah dari data SPSS 27 Berdasarkan pada tabel di atas dapat dilihat bahwa semua pernyataan tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dari Y. 1 sampai dengan 10 dapat dikatakan valid karena koefisien korelasi rhitung > koefisien korelasi rtabel dengan signifikasi kurang dari 0,05 sehingga dapat diartikan semua pernyataan yang digunakan dalam kuesioner penelitian ini adalah valid dan dapat diartikan sebagai alat pengumpulan data dan dapat dilanjutkan untuk uji berikutnya. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas yaitu media untuk menghitung suatu kuesioner yang merupakan indikator dari suatu variabel atau komposisi. Untuk mengukur reliabilitas, variabel atau konstruk dinyatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka menurut Ghozali . variabel tersebut reliabel secara statistik. Tabel berikut menunjukkan hasil uji reabilitas semua variabel terhadap 33 responden Tim Penyusun Laporan Keuangan Badan Siber dan Sandi Negara berdasarkan SPSS versi 27 sebagai berikut: Penerapan standar akuntansi pemerintahan (X. Tabel 4. 7Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penerapan Standar Akuntansi Variabel Standar Reliabilitas 0,60 CronbachAos Alpha 0,872 Keterangan X1 = Standar Reliabel Akuntansi Sumber: diolah dari data nilai CronbachAos Alpha SPSS 27 Berdasar tabel di atas memperlihatkan bahwa variabel penerapan standar akuntansi pemerintahan (X. reliabel karena nilai cronbachAos alpha > 0,60 yaitu sebesar 0,872. Jadi dapat disimpulkan bahwa data variabel penerapan standar akuntansi pemerintahan (X. yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner sudah reliabel atau handal. Artinya, responden standar akuntansi pemerintah dalam menjawab pertanyaan tentang SAP sudah konsisten dan tidak berubahAe ubah dari waktu ke waktu dan jika pengujian data diulang kembali maka hasilnya tetap tidak akan berubah sehingga data X1 dikatakan reliabel atau handal dan dapat dilakukan uji berikutnya. Kualitas Laporan Keuangan (X. Tabel 4. 8 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kualitas Laporan Keuangan (X. Vari Standar CronbachAos Keterangan abel Reliabilitas Alpha X2 = Kualitas 0,60 0,777 Reliabel Laporan Sumber: diolah dari data nilai CronbachAos Alpha SPSS 27 Berdasar tabel di atas memperlihatkan bahwa Kualitas Laporan Keuangan (X. reliabel dikarenakan nilai cronbachAos alpha> 0,60 yaitu sebesar 0,777. Jadi dapat disimpulkan bahwa data Kualitas Laporan Keuangan (X. yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner sudah reliabel atau Artinya, responden kualitas laporan keuangan dalam menjawab pertanyaan tentang kualitas laporan keuangan sudah konsisten dan tidak berubah Ae ubah dari waktu ke waktu dan jika pengujian data diulang kembali maka hasilnya tetap akan sama sehingga data X2 dikatakan reliabel atau handal dan dapat dilakukan uji berikutnya. Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi PENGARUH PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PADA BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA Oleh : Sutrisno dan Indri Astuti Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Y) Tabel 4. 9 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Variabe Standar Reliabilitas 0,60 CronbachAos Alpha 0,866 Keterangan Reliabel Akuntabilitas Kinerja Sumber: diolah dari data nilai CronbachAos Alpha SPSS 27 Berdasar tabel di atas memperlihatkan bahwa variabel akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Y) reliabel karena nilai cronbachAos alpha > 0,60 yaitu sebesar 00,866. Artinya, responden akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Y) dalam menjawab pertanyaan tentang akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sudah konsisten dan tidak berubah Ae ubah dari waktu ke waktu dan jika pengujian data diulang kembali maka hasilnya tetap akan sama sehingga data akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Y) dikatakan reliabel atau handal dan dapat dilakukan uji berikutnya. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tujuan dari uji normalitas adalah agar mengetahui didalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas mempunyai distribusi normal. Uji parsial serta simultan memprediksi bahwasannya nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalaumelanggar prediksi uji statistik menjadi tidak valid untuk sampel Grafik histogram dari 33 responden diperoleh gambaran sebagai berikut: Gambar 4. 2 Regression Standardized Residual Berdasarkan grafik histogram di atas terdapat pola distribusi data yang melenceng ke kanan . enderung ke kana. yang artinya data terdistribusi normal. Menurut Ghozali . salah satu cara untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi Namun demikian hanya dengan melihat his- Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi togram hal ini dapat menyesatkan khususnya untuk jumlah sampel yang kecil. Menurut Ghozali . metode yang lebih handal adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi Grafik histogram dari 33 responden diperoleh gambaran sebagai berikut: Gambar 4. 3 Normal P-Plot of Regression Standardized Residual Dari grafik normal plot telihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal, menurut Ghozali . bahwa jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Kesimpulannya model regresi berdistribusi normal. Dalam uji normalitas menggunakan uji kolmogorov smirnov yaitu uji yang valid dan efektif untuk sampel berjumlah kecil. Dasar pengujian keputusan uji normalitas yaitu: Jika signifikan < 0,05, maka dikatakan tidak Jika signifikan > 0,05, maka data dikatakan normal. Berikut hasil uji normalitas pada responden Tim Penyusun Laporan Keuangan Badan Siber dan Sandi Negara diuji menggunakan SPSS versi 27. Tabel 4. 10 Hasil Uji Normalitas Kolmogrov-Smirnov Standar Normalitas 0,05 Asymp Sig Keterangan 0,200 Terdistribusi Normal Sumber: diolah dari data SPSS 27 Berdasar tabel di atas diperoleh data bahwa nilai Asymp Sig sebesar 0,200 lebih besar dari pada 0,05 kemudian ditarik kesimpulan dalam model regresi ini terdistribusi secara normal. PENGARUH PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PADA BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA Oleh : Sutrisno dan Indri Astuti Uji Multikolonieritas Menguji apakah suatu model regresi terdapat korelasi antara variabel independen itulah tujuan dari uji multikolonieritas. Untuk menguji gejala multikolonieritas dengan melihat tolerance value atau variabel Inflation Factor (VIF) dengan kriteria sebagai Apabila tolerance value > 0,1 dan VIF < 10 maka tidak terjadi gejala multikolonieritas antar variabel independen. Apabila tolerance value < 0,1 dan VIF >10 maka terjadi gejala multikolonieritas antar variabel Berikut hasil pengujian terhadap 33 responden Tim Penyusun Laporan Keuangan BSSN diuji menggunakan SPSS versi 27. Tabel 4. 11 Hasil Uji Multikolonieritas Sumber: Hasil olah data SPSS 27 Berdasar tabel di atas memperlihatkan variabel penerapan standar akuntansi pemerintahan (X. mendapat nilai tolerance 0,409> 0,1 dan nilai VIF 2,444 < 10 sehingga gejala multikolonieritas tidak Variabel kualitas laporan keuangan (X. mendapat nilai tolerance 0,409 > 0,1 dan nilai VIF 2,444 < 10 gejala multikolonieritas tidak terjadi. Variabel independen dalam penelitian ini diartikan tidak terjadi gejala multikolonieritas. Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas berguna menguji model regresi apakah terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan. Model regresi yang tidak terjadi heteroskedastisitas atau dengan kata lain homoskedastisitas itu model regresi yang baik. Penelitian ini menggunakan metode diagram scatterplot dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel dengan resudial. Jika terdapat polatertentu yang teratur maka mendeskripsikan ada gejala heteroskedastisitas. Apabila pola atau titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y berarti bahwa tidak terjadi gejala Gambar 4. 4 Grafik Uji Heterokedastisitas Sumber: Hasil olah data SPSS 27 Menurut Ghozali . tidak terjadi heteroskedasitas, jika tidak ada pola yang jelas . ergelombang, melebar kemudian menyempi. pada gambar Scatterplot, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Dari Scatterplot di atas terlihat bahwa titik-titik tersebut tersebar secara acak dan tidak terkonsentrasi pada satu tempat. Hal ini membuktikan bahwa tidak memiliki gejala heteroskedastisitas. Interprestasi Hasil Hasil Uji R dan R Square Uji ini digunakan untuk melihat seberapa besar kemampuan variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen. Nilai R square yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti independen mampu memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. Tabel berikut menunjukkan hasil uji koefisien determinasi R square. Tabel 4. 12 Hasil Uji R dan R Square Sumber: Hasil olah data SPSS 27 Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai R sebesar 0, 539 atau 53,9 % berarti kemampuan menjelaskan variabel penerapan standar akuntansi pemerintahan (X. dan kualitas laporan keuangan (X. terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Y) pada BSSN cukup baik karena mendekati nilai satu. Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi PENGARUH PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PADA BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA Oleh : Sutrisno dan Indri Astuti Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai koefisien determinasi atau R Square sebesar 0,291 atau 29,1 Angka tersebut mengandung arti bahwa variabel penerapan standar akuntansi pemerintahan (X. danVariabel kualitas laporan keuangan (X. secara simultan . ersama-sam. berpengaruh terhadapa variabel akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Y) sebesar 29,1%. Sedangkan sisanya . %- 29,1%) =70,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar persamaan regresi ini atau variabel yang tidak diteliti. Pada tabel Model Summary memperlihatkan tingkat keakuratan model regresi dapat dilihat pada kolom Standard Error of The Estimate, tertera angka 3,520. Nilai ini semakin mendekati angka 0 . semakin akurat, dengan angka sebesar itu maka dapat dikatakan model yang terbentuk akurat sebesar 96, 48% . ,520 x 100%). Hasil Uji Statistik T Menurut Imam Al Ghozali . Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan sebarapa jauh independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen. Pengujian dengan menggunakan tingkat signifikansi 0,05. Tabel 4. 13 Hasil Uji Statistik T Sumber: Data olahan SPSS 27 Kriteria pengujian t yaitu jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima . oefisien regresi tidak signifika. hal ini berarti bahwa secara parsial variabel independen tersebut tidak mempunyai pengaruh dan jika nilai signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha1 diterima . oefisien regresi signifikan hal ini berarti bahwa secara parsial variabel independen tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel depende. Berdasarkan hasil uji t dari hasil pengolahan data SPSS 27 dijelaskan sebagai berikut: Pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintahan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Diketahui bahwa nilai koefisien penerapan standar akuntansi pemerintahan (X. adalah sebesar 0,564. Dengan demikian, signifikansi > dari 0,05 . ,564 > 0,. maka H01 diterima dan Ha1 ditolak. Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi Berdasarkan output SPSS di atas diketahui nilai thitung variable penerapan standar akuntansi pemerintahan (X. adalah sebesar-0,584. Oleh karena nilai thitung - 0,584 < nilai ttabel 2,042 , maka dapat disimpulkan bahwa H01 diterima dan Ha1 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan penerapan standar akuntansi pemerintahan (X. tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Y). Pengaruh kualitas laporan keuangan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Diketahui bahwa koefisien sig. kualitas laporan keuangan (X. sebesar 0,012. Dengan demikian, signifikansi < 0,05 . ,012 < 0,. maka Ha2 diterima dan H02 ditolak. Berdasarkan output SPSS di atas diketahui nilai thitung variable kualitas laporan keuangan (X. adalah sebesar 2,261. Oleh karena nilai thitung 2,261 > nilai ttabel 2,042 , maka dapat disimpulkan bahwa Ha2 diterima dan H02 ditolak Sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas laporan keuangan (X. berpengaruh secara signifikan terhadap variabel akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Y). Hasil ini konsisten dengan kerangka teori yang menjelaskan karakteristik kualitas laporan keuangan, seperti relevansi dan keandalan Uji F (Simulta. Dalam memperlihatkan apakah keseluruhan variabel bebas yang dipakai ke dalam model mempunyai pengaruh semua terhadap variabel terikat itulah tujuan dari uji simultan. Hasil uji terhadap 33 Responden Tim Penyusun LaporanKeuangan BSSN diuji menggunakan SPSS 27 diperoleh data: Tabel 4. 14 Hasil Uji F (Simulta. Sumber: diolah dari data SPSS 27 Dengan hipotesis : H03 : Penerapan standar akuntansi pemerintahan (SAP) dan kualitas laporan keuangan tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada Badan Siber dan Sandi Negara. PENGARUH PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PADA BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA Oleh : Sutrisno dan Indri Astuti Ha3 : Penerapan standar akuntansi pemerintahan (SAP) dan kualitas laporan keuangan berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada Badan Siber dan Sandi Negara. Berdasarkan output tabel di atas, diketahui nilai sig. sebesar 0,006, karena nilai sig. 0,006 < 0,05, maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji F . dapat disimpulkan bahwa hipotesis Ha3 diterima atau dengan kata lain variabel penerapan standar akuntansi pemerintahan (X. dan variable kualitas laporan keuangan (X. berpengaruh secara simultan terhadap variabel akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Y). Berdasarkan out put tabel SPSS di atas dapat dilihat Fhitung sebesar 6,150 berarti nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu yang diperoleh dari Ftabel =. F tabel =. maka F tabel =. yaitu 3,305. Hal ini menunjukkan F hitung > F tabel = 6,150 > 3,305. Berdasarkan kedua kreteria tersebut dapat disimpulkan bahwa Ha3 diterima atau dengan kata lain terdapat pengaruh signifikan antara variabel independen . enerapan standar akuntansi pemerintahan dan kualitas laporan keuanga. terhadap variabel dependen . kuntabilitas kinerja instansi pemerinta. secara simultan. Uji Analisis Regresi Linear Berganda Regresi linier berganda dipergunakan guna mengetahui keterkaitan antar variabel terikat dengan variabel tidak terikat. Tabel 4. Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Sumber: diolah dari data SPSS Berdasar output di atas, hasil dari persamaan analisis regresi linier berganda sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 Y = 12,544 - 0,141 0,992 e Dengan konstanta sebesar 12,544, koefisien penerapan standar akuntansi pemerintahan (X. sebesar -0,141, koefisien kualitas laporan keuangan (X. sebesar 0,992. Persamaan regresi di atas bisa diuraikan sebagai berikut: Konstanta . = 12,544 Nilai konstanta sebesar 12,544 menunjukkan bahwa jika koefisien penerapan standar akuntansi pemerintahan (X. dan kualitas laporan keuangan (X. adalah 12,544 maka tingkat akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada Badan Siber dan Sandi Negara sebesar 12,544. Koefisien standar akuntansi pemerintahan (X. = -0,141 Pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintahan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah adalah negatif, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang berlawanan antara kedua variabel. Jika penerapan standar akuntansi pemerintahan dinaikkan satu satuan penerapan standar akuntansi pemerintahan maka akan terjadi penurunan pada akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang mengalami penurunan sebesar 0,141, dengan asumsi bahwa variabelindependen yang lainnya tetap. Koefisien yang mempunyai nilai negatif berarti terjadi hubungan negatif antara penerapan standar akuntansi pemerintahan dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Koefisien kualitas laporan keuangan (X. = 0,992 Pengaruh kualitas laporan keuangan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah adalah Jika kualitas laporan keuangan dinaikkan satu satuan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah maka akan terjadi peningkatan pada akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebesar 0,992, dengan asumsi bahwa variabel independen yang lainnya tetap. Koefisien yang mempunyai nilai positif berarti terjadi hubungan positif antara kualitas laporan keuangan dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda di atas, dapat disimpulkan bahwa terjadi hubungan negatif antara penerapan standar akuntansi pemerintahan dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada Badan Siber dan Sandi Negara. Sedangkan Pengaruh kualitas laporan keuangan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah adalah terjadi hubungan positif. Jika kualitas laporan keuangan dinaikkan satu satuan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah maka akan terjadi peningkatan pada akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada BSSN sebesar 0,992. Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi PENGARUH PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PADA BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA Oleh : Sutrisno dan Indri Astuti KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai jawaban dari perumusan masalah penelitian sebagai Penerapan standar akuntansi pemerintahan tidak memiliki pengaruh signifikan atau memiliki pengaruh signifikan tetapi sangat kecil terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada Badan Siber dan Sandi Negara. Maka hipotesis Ha1 ditolak. Kualitas laporan keuangan berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, maka hipotesis kedua (Ha. Hal ini membuktikan bahwa semakin berkualitas laporan keuangan, berpengaruh tingkat akuntabilitas kinerja pemerintah akan semakin tinggi. Penerapan standar akuntansi pemerintahan dan kualitas laporan keuangan berpengaruh signifikan dan simultan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada Badan Siber dan Sandi Negara. Maka hipotesis Ha3 Keterbatasan Berdasarkan pengalaman langsung peneliti dalam penelitian ini, ada beberapa keterbatasan yang harus diperhatikan peneliti yang akan datang untuk memperbaiki penelitian ini. Beberapa keterbatasan penelitian tersebut, antara lain: Faktor-faktor yang mempengaruhi akuntabilitas kinerja instansi dalam penelitian ini hanya terdiri dari 2 variabel bebas, yaitu penerapan standar akuntansi pemerintahan dan kualitas laporan keuangan, sedangkan masih banyak faktor lain yang mempengaruhi variabel terikat akuntabilitas kinerja instansi . Selama proses pengambian data, informasi yang diberikan kepada responden melalui kuesioner kadang-kadang tidak mencerminkan pendapat mereka yang sebenarnya. Ini terjadi karena pemikiran, anggapan, dan pemahaman masing-masing responden yang berbeda, serta faktor lain, seperti kejujuran responden saat mengisi kuesioner. Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi DAFTAR PUSTAKA