Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 5. , 1-6 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Metode Eksperimen Bermain Warna Dela Agustina 1 Syisva Nurwita 2 Ranny Fitria Imran 3 Affiliation: Universitas Dehasen Bengkulu Corresponding Author: Dela25385@gmail. Abstract This study aims to improve children's cognitive abilities through the color play method in children aged 4-5 years at PAUD Al- Huda. Kemang Manis Village. Pino Raya District. South Bengkulu Regency. This type of research is classroom action research (PTK) which is a collaborative researcher working with class teachers, the subjects of this research are 4-5 year old children consisting of 7 boys and 8 girls. Data collection methods used observation sheets and documentation of this research were carried out in two cycles, each cycle was carried out twice a meeting. The results showed that playing colors can improve children's cognitive. which can be seen in the observation sheet which shows an increase in each cycle. Cognitive development of children by playing colors in cycle I meeting I got a percentage of 39. 44% with criteria starting to develop (MB) in cycle I meeting II the results of the action reached 58. 27% with kireteria developing as expected (BSH) because the results of the study have not reached the expected criteria, the researchers continued in cycle II there are also research results in cycle II meeting I percentage obtained 73. 05% with criteria developing as expected (BSH) while the results in cycle II pertmuan II reached the specified completeness of 96. 66% with the criteria for developing very well (BSB), so this research was stopped in cycle II pertemaun II. Keyword: Improving children's cognitive. experimental method of playing war Pendahuluan Pendidikan Anak Usia Dini pada program pembelajaran Kelompok Bermain yaitu rentang usia 2-6 tahun menjadi masa yang sangat penting, sejak dipublikasikannya hasil-hasil riset mutakhir di bidang Neuroscience dan Psikologi, mendeskripsikan bahwa potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada usia dini, karena pada usia dinilah otak individu berkembang sangat pesat, bahkan hasil penelitian menyatakan bahwa perkembangannya mencapai hingga lebih dari 50% (Nugraha,2005:. Sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia dini sering disebut Golden Age . sia ema. akan menjadi masa yang sangat berarti apabila diberi rangsangan yang tepat untuk membantu aspek perkembangan anak yang meliputi perkembangan moral, dan nilai-nilai agama, sosial emosional dan kemandirian, kognitif, bahasa, fisik/motorik, dan seni. Kognitif berasal dari kata cognition persamaannya knowing yang berarti mengetahui. Kognitif dalam artian luas ialah perolehan, penataan dan penggunaan perolehan. Selanjutnya kognitif juga bisa diartikan dengan kemampuan belajar atau berfikir atau kecerdasan yaitu kemampuan untuk mempelajari keterampilan dan konsep baru, keterampilan untuk memahami apa yangterjadi di lingkungan sekitarnya, serta keterampilan menggunakan daya ingat dan menyelesaikan soal-soal sederhana. Aspek perkembangan kognitif anak dalam Permendikbud meliputi: Belajar memecahkan masalah, mencakup kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara fleksibel dalam konteks yang baru. Berpikir logis, mencakup berbagai perbedaan, klarifikasi, pola, berinisiatif, berencana, dan mengenal sebab akibat. Berpikir simbolik, mencakup kemampuan mengenal, menyebutkan, dan menggunakan konsep bilangan, mengenal huruf,serta mempersatukan berbagai benda dan imjinasinya berbentuk gamabar. Apabila perkembangan kognitif terganggu maka secara langsung juga mempengaruhi kemampuan konitifnya. Faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif antara lain12: Faktor Hereditas/KeturunanAhli filsafat bernama schopenhauer Faktor Lingkungan,Faktor Kematangan Fisik Faktor Pembentukan. Faktor Minat dan Bakat. Faktor Kebebasan. 6 indikator kognitif anak yang dapat dicapai menurut Fitri Zoleha . adalah : . Dapat Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 5. , 1-6 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 mengenal menyebut bermacam-macam warna . Anak dapat mencoba, menceritakan apa yang tercadi setelah melakukan eksprimen bermain warna . Anak dapat bereksplorasi dan investegasi, yaitu kegiatan untuk mengamati menyelidiki proses eksprimen bermain warna tersebut . Mengembangkan rasa ingin tahu, rasa senang, dan mau melakukan kegiatan-kegiatan dan menemukan hal-hal yang baru . Menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam mengajukan pertanyaan dan mengeluarkan pendapat secara sederhana . Membantu anak memecahkan masalah Dengan indikator di atas anak di harapkan mudah untuk mengembangkan potensi yang dimeliki terutama pada kemapuan kognitif. Sehingga dapat mendorong anak berimajinasi, bereksplorasi mencoba suatu yang baru, memenuihi rasa ingin tahunya agar kemampuan kognitif anak dapat meningkat setelah kegitan di laksanakan. Metode eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran dimana murid melakukan percobaan dengan mengalami untuk membuktikkan sendiri pertanyaan atau hipotesis yang dipelajariAy. Sedangkan Roestiyah . Penggunaan metode ini mempunyai tujuan agar anak mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri secara sederhana. Kelebihan dari metode eksperimen adalah anak lebih percaya pada kesimpulan berdasarkan pada atas percobaan yang dilakukannya sendiri. Anak juga dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah dan anak dapat menemukan bukti kebenaran dari sesuatu yang sedang Maka identifikasi Pendidik memiliki peran yang penting dalam membantu anak mengembangkan rasa ingin tahuannya. Melalui berbagai stimulus yang diberikan, anak akan mulai mengerti dan memahami lingkungan sekeliling mereka melalui pengamatan, penyelidikan, dan Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah kegiatan bermain warna. Akan tetapi berdasarkan observasi di kelompok bermain PAUD Al-Huda Kabupaten Bengkulu Selatan bahwa metode eksperimen masih jarang sekali dihadirkan di kelas, dampaknya teridentifikasi permasalahan menurut guru PAUD Al-Huda 2023 pada anak sebagai berikut : . Kemampuan kognitif anak di PAUD Al-Huda dalam pengenalan warna masih rendah. Anak belum mengetahui bahwa warna primer ( warna dasa. yaitu warna merah, kuning, biru dapat menghasil kan warna baru warna sekunder . arna hasil pencampuran warna prime. Belum mampu melakukan percobaan dan menceritakan tentang apa yang terjadi jika warna tercampur dan ketika melakukan percobaan melakukan media yang telah di siapkan peneliti. Belum dapat menyatakan sebab akibat dari di lalukan pencampuran warna serta dilakukannya percobaan eksprimen. Belum mampu mengingat dan mencerita kan kembali kegiatan yang dilakukan. Metode yang dilakukan guru dalam pengenalan warna cendrung kurang menarik, karna guru hanya menggunakan metode cermah dan guru memberi kesmpatan kepada anak untuk memperoleh pengalaman lansung melalui percobaan-percobaan sederhana. Metode Penelitian Metode yang digunakan menerapkan tindakan didalam kelas dengan menggunakan aturan sesuai dengan metodologi penelitian yang di lakukan dalam beberapa periode atau siklus Menurut Samuel S. Lusi dan Ricky Arnold Nggili . 5: . , subjek penelitian dalam PTK adalah orang-orang yang melaksanakan objek penelitian atau suatu sistem dalam proses belajar mengajar. Subjek penelitian dapat berupa siswa, guru, tenaga pendidik, dan orang tua. Berdasarkan pengertian penelitaian tindakan kelas di atas dapat di simpulkan bahwa penelitian tindakan kelas ( PTK) adalah suatu pengetahuan. Subjek penelitan adalah siswa PAUD Al-Huda Desa Kemang Manis Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan yang berjumlah 15 orang 7 laki- laki dan 8 perempuan. Proses pelaksanaan dalam mengenalkan warna pada anak menggunakan model penelitian oleh Kemmis dan Mc. Taggart yaitu: Perencanaan (Plan. Pelaksanaan (Ac. Pengamatan/Observasi. Refleksi (Reflectio. Indikator yang digunakan ) Dapat mengenal menyebut bermacam-macam warna . Anak dapat mencoba, menceritakan apa yang tercadi setelah melakukan eksprimen bermain warna . Anak dapat bereksplorasi dan investegasi, yaitu kegiatan untuk mengamati menyelidiki proses eksprimen bermain warna tersebut . Mengembangkan rasa ingin tahu, rasa senang, dan mau melakukan kegiatan-kegiatan dan menemukan hal-hal yang baru . Menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam mengajukan pertanyaan dan mengeluarkan pendapat secara sederhana. Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 5. , 1-6 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Hasil Penelitian Berdasarkan hasil analisis obsevasi pada siklus I pertemuan I dapat diketahui dengan dengan jumlah anak sebanyak 14 orang yang mendapatkan kreteria mulai berkembang (MB) dengan prsentase 93,33% sedangakan 1 anak yang mendapatkan kreteria belum berkembang (BB) dengan prsentase 6,6%. Jadi dapat disimpulkan dalam kegiatan meningkatkan kemapuan kognitif anak melaui metode eksprimen bermain warna dengan rata-rata keberhasilan anak pada siklus I pertemuan I adalah 39,44% dengan kreteria mulai berkembang (MB). Hal ini disebabkan karna beberapa faktor: Anak belum terbiasa mengenal warna. Anak belum kenal dengan peneliti. Guru belum terbiasa. Guru belum siap ngajar. Serana dan prasarana tidak ada. RPPH tidak tersedia. Anak belum dapat berkomunikasi. Anak masih binggung. Guru tidak menjelaskan secara berurutan. Media yang digunakan kurang. Lokasi/ kelas tidak kondusif Berdasarkan hasil analisis obsevasi pada siklus I pertemuan II dapat diketahui dengan dengan jumlah anak sebanyak 1 orang yang mendapatkan kreteria berkembang sangat baik (BSB) dengan prsentase 6,6%. Selanjutnya 12 anak yang mendapatkan kreteria berkembang sesuai harapan (BSH) dengan persentase 80%. Sedangkan ada 3 anak yang mendapatkan kreteria mulai berkembang(MB) dengan prsentase 20% . Jadi dapat disimpulkan dalam kegiatan meningkatkan kemapuan kognitif anak melaui metode eksprimen bermain warna dengan rata-rata keberhasilan anak pada siklus I pertemuan II adalah 58,27% dengan kreteria berkembang sesuai harapan (BSH). Kesimpulan pertemuan I dan II pada siklus I sudah menunjukan adanya peningkatan, meskipun pada siklus I belum mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Oleh karna itu diperlukan siklus II untuk mencapai indikator yang diinginkan 76%. Hal ini disebabkan karna beberapa faktor: Guru belum terbiasa. Serana dan prasarana tidak ada. RPPH tidak tersedia. Anak masih binggung. Guru tidak menjelaskan secara berurutan. Media yang digunakan kurang. Berdasarkan hasil analisis obsevasi pada siklus II pertemuan I dapat diketahui dengan dengan jumlah anak sebanyak 3 orang yang mendapatkan kreteria berkembang sangat baik (BSB) dengan prsentase 20%. Selanjutnya 12 anak yang mendapatkan kreteria berkembang sesuai harapan (BSH) dengan prsentase 80%. Jadi dapat disimpulkan dalam kegiatan meningkatkan kemapuan kognitif anak melaui metode eksprimen bermain warna dengan rata-rata keberhasilan anak pada siklus II pertemuan I adalah 73,05% dengan kreteria berkembang sesuai harapan (BSH). Hal ini disebabkan karna beberapa Serana dan prasarana tidak ada. Guru tidak menjelaskan secara berurutan. Media yang digunakan kurang. Berdasarkan hasil analisis obsevasi pada siklus II pertemuan II dapat diketahui dengan dengan jumlah anak sebanyak 15 orang yang mendapatkan kreteria berkembang sangat baik (BSB) dengan prsentase 100%. Jadi dapat disimpulkan dalam kegiatan meningkatkan kemapuan kognitif anak melaui metode eksprimen bermain warna dengan rata-rata keberhasilan anak pada siklus II pertemuan II adalah 96,66% dengan kreteria berkembang sangat baik (BSB). Jadi, dapat disimpulkan pada pertemuan II siklus II menunjukan bahwa kemampuan kognitif anak melalui metode eksperimen bermain warna yaitu Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 5. , 1-6 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 96,66% atau dapat dikategorikan Berkembang Sangat Baik (BSB). Tindakan pada tindakan pertemuan siklus II pertemuan II maka penelitian ini samapi siklus II. Pembahasan Penelitaian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang telah dilakukan di PAUD Al-Huda Desa Kemang Manis Kecamatan Pino Raya dengan cara meningkatkan kemampuan kognitif anak melalaui metode eksprimen bermain warna yang dilakukan selama 4 kali pertemuan dalam dua siklus. Perbandingan pencapaian prsentase kegiatan peserta didik dengan meningkatkan kemapuan kognitif anak melaui metode eksprimen pada siklus I dan II dapat dilihat pada peningkatan pencapaian presentase sebagai berikut: Tabel 1 Perbandingan Hasil Analisis Observasi Siklus I dan II Pertemuan Siklus I Pertemuan I Siklus I Pertemuan II Siklus II Pertemuan I Siklus II Pertemuan II Persentase 39,44% 58,44% 73,05% 96,66% Kategori Mulai Berkembang (MB) Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Berkembang Sangat Baik (BSB) Kegiatan tindakan yang dilakukan peneliti dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak, metode yang digunakan adalah bermain warna agar lebih jelas dapat dilihat pada grafik dibawah ini: Gambar 1 Hasil Akhir Penelitian Keterangan: SI PI = Siklus I Pertemuan I SIPII = Siklus I Pertmuan II SIIPI = Siklus II Pertmuan I SIIPII = Siklus I Pertemuan II Dari grafik diatas diatas dapat diliahat adanya peningkatan persentase setiap tindakan pada siklus I pertemuan I baru mencapai 39,44% dengan kriteria mulai berkembang (MB) sedangkan pada siklus I pertemuan II mencapai 58,27% dengan krteria berkembang sesuai harapan (BSH) yang artinya adanya peningkatan sebesar 18,83%. Hasil dari siklus I masih rendah dikarnakan anak belum terbiasa mengenal warna, anak belum kenal dengan peneliti, guru belum terbiasa, guru belum siap mengajar, sarana dan prasarana masih kurang. RPPH tidak tersedia, anak belum dapat berkomunikasi, anak masih bingung, guru tidak menjelaskan secara berurutan, media yang digunakan kurang, lokasi kelas kondusif. Oleh karna itu perlu dilakukan tindakan yang di inginkan dengan kreteria berkembang sangat baik (BSB). Pada tindakan siklus II pertemuan I didapat persentase sebesar 73,05% dengan kriteria berkembang sesaui harapan (BSH), dan belum mencapai kriteria yang di inginkan yaitu berkembang sangat baik, untuk itu peneliti memberikan tindakan siklus II pertemuan II dan didapat hasil 96,66% dengan kriteria berkembang sesuai harapan (BSB). Diketahui adanya peningkatan dari siklus II pertemuan I ke siklus II pertemuan II sebesar 23,06%. Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 5. , 1-6 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui metode eksprimen bermain warna di PAUD Al-Huda desa kemang Manis Kecamatan Pino Raya. Kemampuan bermain warna penelitian ini adalah kesanggupan atau kemampuan . anak dapat menenal menyebut bermacam-macam warna primer dan warna sekunder . anak dapat mencoba melakukan eksprimen bermain warna . anak dapat bereksplorasi dan investergasi serta mengamati kegiatan eksprimen . mengembangkan rasa ingin tahu dan mengemukan hal-hal yang baru, menumbuhkan rasa, percaya diri . dalam mengajukan pertanyaan dan mengeluarkan pendapat secara sedarhana serta anak sudah bisa menceritakan kembali kegiatan yang dilakukan . membantu anak memecahkan masalah setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I, dan siklus II. Ada pun meningkatkan kemampuan kognitif anak melaui metode eksprimen bermain warna pada siklus I dapat di peroleh 58,27% dengan kriteria Mulai Berkembang (MB). Pelaksanaan pada siklus II menunjukan peningkatan dibandikan pada siklus I. Presentase pada siklus II 96,66ngan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Artinya sudah mencapai ketuntasan keberhasilan peneliti 76%-100%. Daftar Pustaka