Volume XVi Nomor 01 SOSFILKOM Januari-Juni 2024 HERMENEUTIKA. MAKNA. DAN KOMUNIKASI DALAM PERSPEKTIF HANS-GEORG GADAMER Natasha Constantin, . Fitzerald Sitorus Universitas Pelita Harapan Natashaconstantin8@gmail. Abstract This research examines the concept of understanding and meaning in communication from the viewpoint of HansGeorg Gadamer. It focuses on hermeneutics, which is the skill of accurately comprehending the message transmitted by another person via language. According to Gadamer, hermeneutics is seen as a method of interpretative comprehension that is used to bring out an interpretation of the communicated message. This research emphasizes the significance of comprehending in hermeneutics for the interpretation of the current state of affairs. This research further investigates the impact of Gadamer's perspective on the concept of meaning and comprehension within the realm of communication. Keywords: hermeneutics. Hans-Georg Gadamer. Communication. Meaning. Understanding Abstrak Studi ini mendalami mengenai pemahaman dan makna dalam konteks komunikasi melalui perspektif dari HansGeorg Gadamer yang di mana hermeneutika merupakan sebuah seni dari pemahaman yang memiliki tujuan untuk memahami dengan benar apa yang sudah disampaikan dari orang lain melalui bahasa. Dalam perspektif Gadamer, hermeneutika dipandang sebagai sebuah praktik dari pemahaman interpretatif yang menggunakan sehingga muncul penafsiran akan apa yang disampaikan. Kajian ini memandang pemahaman dalam hermeneutika menjadi penting dalam memaknai realitas yang ada. Selain itu, kajian ini mengkaji pengaruh dari pendapat Gadamer akan makna dan pemahaman dalam konteks komunikasi. Kata Kunci: hermeneutika. Hans-Georg Gadamer. Komunikasi. Makna. Pemahaman INTRODUCTION/PENDAHULUAN* Bagi hermeneutika bukanlah merupakan istilah yang familiar dan tidak jarang yang menganggap istilah tersebut merupakan istilah yang asing. Banyak pengertian dan pemahaman mengenai hermeneutika itu Secara umum, hermeneutika dapat dipahami sebagai sebuah cara atau sudut pemahaman dari sebuah bahasa baik lisan maupun tulisan. Hermeneutika itu sendiri secara lebih umum dipahami sebagai aktifitas yang menarik minat para peneliti dalam bidang alkitabiah yang tidak jarang digunakan pula dalam filsafat. Secara khusus dan spesifik pada awalnya hermeneutika muncul sebagai sebuah studi pemahaman yang lebih berfokus pada interpretasi ayat atau eksegesis kitab suci dan hal lainnya yang terkait dengan Diterbitkan oleh FISIP UMC Lebih mendalam, pada awalnya hermeneutika dikenal sebagai sebuah disiplin ilmu yang berisi pedoman metodoligs akan penafsiran yang benar terhadap teks-teks yang bernilai kanonik maupun yang terkait dengan hukum dalam hermenutika yuridis . ermeneutica juri. , dan yang memiliki nilai gerejawi seperti teks suci . ermeneutica sacr. maupun karya klasik dalam bidang filologi . ermeneutica profan. (Grondin, 2. Hermeneutika pada mulanya dipahami sebagai faham yang berisi atau terkait dengan penafsiran Alkitab terlebih khusus terkait dengan ajaran kristiani yang pada jamannya bertujuan untuk mendapatkan kebenaran dan nilai yang terdapat dalam Alkitab. Seiring dengan berjalannya waktu dan jaman hermeneutika yang merupakan sebuah metode interpretasipun meluas . SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 kehikmatan dan juga teks yang terkait dengan bidang filsafat. Lebih meluas lagi, secara modern hermeneutika sudah merambah ke dalam semitoka, pra anggapan, pra pemahaman dan juga diterapkan ke dalam bidang humaniora secara khusus dalam bidang hukum, teologi, dan juga sejarah serta penafsiran yang umum. Hermeneutika dan eksgesis digunakan terkadang secara bergantian yang berfokus utama pada kata dan tata bahasa yang digunakan dalam teks. Hermeneutika saat ini telah menjadi disiplin yang lebih luas mencakup (Zimmermann, 2. Dapat dikatakan bahwa saat ini hermeneutika sudah dapat merambah ke berbagai bidang ilmu. Artikel ini disusun guna menggali lebih dalam mengenai pemahaman akan hermeneutika yang ada terutama berfokus pada hermeneutika yang diungkapkan oleh Hans-Georg Gadamer. Lebih lanjut, artikel perspektif lebih dalam pemahaman hermeneutika dalam komunikasi dalam sudut pandang folosofis Hans-Georg Gadamer. Dengan demikian diharapkan artikel ini dapat menyampaikan wawasan tambahan mengenai hermeneutika dalam konteksnya yang terhubung dalam bidang ilmu komunikasi mengenai bagaimana interpretasi atau pemahaman akan sebuah makna dapat berubah di dalam masyarakat bergantung dari sudut pandang yang ada dan berkembang dalam masyarakat itu ETIMOLOGI Hermeneutika pada awalnya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Yunani. Dimana padanan kata tersebut berbuyi Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2024 cAAsO . yang berarti menerjemahkan atau menafsrikan (Klein, 2. dan cAAsC . yang bahasa(Beekes, 2. serta hermeneia yang berarti interpretasi atau tafsiran. Dalam mitologi Yunani kuno terdapat pula kata hermeios yang mengacu kepada pendeta bijak Delphic yang juga dalam bentuk verba hermeneuein dan dalam bentuk kata kerja hermeneuein dan bentuk kata benda hermeneia dikaitkan dengan dewa Hermes. Adapun asosiasi Hermes dikaitkan dengan fungsi transimi aka napa yang ada di balik pemahaman manusia ke dalam sebuah wujud yang dapat ditangkap dalam pemahaman manusia. Dalam proses pemahaman manusia, ditemukan tiga kata kunci yang terkait dan terkandung dalam hermeneuein dan juga hermeneia. Kata kunci utama yang dimaksud yaitu Dengan lebih lanjut, ketiga kata kunci tersebut diinterpretasikan kedalam sebuah kata AumenginterpretasiAy Auto interpretAy(Purwito. Secara etimologi, hermeneutika berujung pada interpretasi atau pemahaman yang diperioleh manusia akan sebuah teks. HERMENEUTIKA DALAM PERSPEKTIF TOKOH Secara sederhana, hermeneutika dapat dipahami sebagai sebuah studi mengenai interpretasi atau pemahaman. Namun terkadang dipahami sebagai pemeriksaan tambahan terhadap teknik, prinsip, dan dasar penelitian yang sesuai untuk topik tertentu dalam sebuah disiplin ilmu (Grondin. Dalam hermeneutika tidak jarang mengacu apda bidang tertentu dan tren sejarah yang . SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 membentuk bidang tersebut. Selain itu, hermeneutika dapat juga disebut filsafat penafsiran atau filsafat pikiran maupun filsafat seni jika mengikuti konvensi penamaan secara spesifik di bidang lainnya. dapat dikatakan hermeneutika mengangap fokus utamanya terletak pada penafsiran yang bukan merupakan aspek sekunder Hermeneutika berofkus pada sifat, luas dan validitas penafsiran. Di samping itu, penafsiran tersebut berkatitan dengan pertanyaan filosfis dasar mengenai keberadaan, pengetahuan, bahasa, sejarah, seni, pengalaman estetika, dan juga kehidupan praktis. Pada awalnya pemikiran mengenai hermeneutika diformulasi oleh Friedrich Schleiermacher. Wilhelm Dilthey, dan kemudian Hans-Georg Gadamer. Namun, dapat dikatakan bahwa warisan pemikiran mengenai hermeneutika dapat ditelusuri kembali kepada gagasan dari Aristoteles (Jena, 2. Friedrich Schleiermacher awalnya mengkaji esensi dari pemahaman dan tidak hanya dalam keterkaitannya dengan tantangan yang muncul dalam penafsiran tulisan keagamaan dan juga dalam bentuk teks manusia dan metode yang terdapat pada komunikasi lainnya. Dalam melakukan pemahaman pada teks, diperlukan analisis isi dalam konteks dan struktur karya tersebut. Dalam hal ini Schleirmacher melakukan pembedaan interpretasi gramatikal dan interpretasi psikologis dimana salah satu disiplin mengkaji proses pembangunan karya berdasarkan luasnya konsep sedangkan disiplin lainnya fokus pada kombinasi khas yang mendefinisikan karya sebagai suatu Beliau berpendapat bahwa Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2024 masalah pemahaman yang secara lebih jauh menggambarkan hermeneutika sebagai keterampilan menghindari salah tafsir yang perlu memiliki pengetahuan prinsip tata bahasa dan psikologis. Pada era tersebut terjadi transisi signifikan dari fokus yang semula terletak pada kata literal dan interpretasi objektif menjadi pertimbangan pada kepribadian dan perspektif yang unik dari penulis (Ramberg & Gjesdal, 2. Pergerakan historis hermeneutika dipengaruhi oleh sejarah panjang yang menelusuri asal-usulnya hingga zaman dahulu kala. Asal usul hermeneutika dalam sejarah modern dapat ditelusuri kembali ke tokoh-tokoh terkemuka di kalangan intelektual Jerman sepanjang abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh, terutama Friedrich Schleiermacher dan Wilhelm Dilthey. Perkembangan dipengaruhi oleh karya-karya Martin Heidegger. Hans-Georg Gadamer. Paul Ricoeur, dan para pemikir lainnya (Grondin, 1994. Palmer, 1969. Schmidt. Zimmermann, 2. HANS-GEORG GADAMER Meskipun dikatakan dietemukan atau dimulai oleh Friedrich Scheliermacher, namun HansGeorg Gadamer merupakan salah seorang pemikir yang pemikirannya mengenai hermeneutika patut diperhitungkan dan banyak dikenal di antara para filsuf. HansGeorg Gadamer merupakan seorang filsuf Jerman yang terkenal dengan AuKebenaran dan MetodeAy sebuah esai terkait hermeneutika pada tahun 1960. Beliau yang seorang Kristen Protestan asal Marburg Jerman, menentang sang ayah dalam mempelajari ilmu pengetahuan dan berguru ilmu filsafat pada Martin Heidegger di . SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 Januari-Juni 2024 Breslau dan Freiburg. Beberapa universitas memberikan gelar doktor kehormatan kepada Gadamer, antara lain Bamberg. WrocCaw. Boston College. Charles University di Praha. Hamilton College. Leipzig. Marburg. Ottawa. Saint Petersburg State University. Tybingen. Washington. Beliau menekankan bahwa makna dan pemahaman adalah sesuatu yang melekat, bukan dapat dipecahkan. Gadamer menyerang prasangka dan penafsiran Pencerahan. Karya besar yang bertajuk AuKebenaran dan MetodeAy menggambarkan penafsiran teks sebagai perpaduan cakrawala, di mana baik teks maupun penafsirnya berasal dari Kesamaan penerjemah-teks pemahaman topik. Gadamer menggunakan dialog Plato untuk menekankan pentingnya mempercayai klaim kebenaran pembicara. AuMaknaAy suatu teks tergantung pada pertanyaan penafsir, yang mempengaruhi Karya etika komunikasi Gadamer telah menginspirasi beberapa ide dan standar. Selain itu, beliau menelurkan karya yang bertajuk "The Enigma of Health" dan "Philosophical Hermeneutics" yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. research dan juga literature review. Dalam hal, penelitian pustaka atau yang lebih dikenal dekenal dengan desk research ditujukan untuk dapat menggambarkan proses pengumpulan informasi ayng dibandingkan dengan perolehan data yang dilakukan secara langsung (Woolley. Sedangkan tinjauan literatur dilaksanakan dengan mengsintesis dan mengintegrasikan temuan yang diperoleh dari penelitian guna menunjukkan temuan atau bukti yang menjadi suatu komponen penting dalam menghasilkan kerangka teoritis dan membangun model konseptual (Snyder, 2. Dalam rangka mendukung hasil penelitian ini, dipandang perlu dalam penggunaan data sekunder yang telah ada sebelumnya dan dikumpulkan peneliti lain guna kepentingan penelitian primer lainnya (Johnston, 2. Dalam mendukung pembahasan dan analisis digunakan referensi yang bersumber dari buku, artikel, jurnal, halaman web serta sumber lainnya yang terkait dengan pembahasan. Selain itu pembandingan antara hasil penelitian dengan penelitian lain berdasar bahan referensi yang tersedia. RESEARCH METHOD/ METODE PENELITIAN Dalam penyusunan artikel ini, digunakan metode pendekatan kualitatif yang merupakan pendekatan dengan keterlibatan penjelajahan dan penangkapan makna dari pembahasan sosial yang dilaksanakan baik secara perorangan maupun berkelompok (Creswell & Creswell, 2. Guna pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan artikel ini dilakukan desk review atau desk RESULTS AND DISCUSSION/HASIL DAN PEMBAHASAN Makna merupakan konsep yang jauh lebih luas daripada konsep modern, karena di dalamnya tercakup juga nilai tindakan manusia dan signifikansi fenomena yang tidak dikenadalikan oleh manusia. Hal tersebut mengacu pada makna hidup secara keseluruhan dan juga pada fenomena individu dalam kehidupan (Oliva, 2. Secara Diterbitkan oleh FISIP UMC SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 hermeneutika dapat dipahami dalam keterkaitannya dengan interpretasi yang diterapkan ke dalam seluruh bidang ilmu yang terutama dan dimulai dalam penafsiran isi dari kitab suci. Pada akhirnya, melalui hermeneutika, manusia dapat memilih bagaimana cara yang akan digunakan dalam melakukan interpretasi dalam suatu hal. Bagi Hans-Georg Gadamer, hermeneutika dianggap sebagai praktik pemahaman interpretatif dalam keseharian yang menghasilkan penemuan metode dan kebenaran menjadi mubazir. Hermeneutika banyak diterapkan dalam penggunaan bahasa dimana terjadi saling tafsir untuk mendapatkan pemahaman aka napa yang Pemahaman beliau mengenai karakter hermeneutika yang terbuka dan inklusif sangatlah ditonjolkan terkhusus pemahamannya dalam penafsiran sejarah sebagai perpaduan cakrawala masa lampau dan masa kini dijelaskan. Hal tersebut memberikan penjelasan yang kaya mengenai interaksi antara kedua masa tersebut tanpa memberikan penjelasan yang Penekanan Gadamer terhadap penafsiran perlakuannya yang relatif tidak kritis terhadap gagasan tradisi dan prasangka dikritik (Browning, 2. Dalam konteks Gadamer . dipahami sebagai sebuah Dalam pemahaman, terjadi konstruksi makna sesuai dengan maksud dari penulis atau pencipta teks. Dalam proses tersebut, kedua belah pihak memiliki sebuah kesaman pemahaman dasar mengenai makna dari sebuah teks. Pemahaman . merupakan sebuah situasi Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2024 yang terjadi pada manusia untuk hadir dan memahami dunianya dalam kerangka polapola makna yang mendahului refleksi dan refleksi ketika hal itu terjadi. Di sisi lain. Wilhelm Dilthey bermaksud agar konsep Berdasarakan pemahaman Dilthey, orang yang mempelajari sejarah adalah orang yang sama yang membuatnya. Hans-Georg Gadamer pemahaman dan mengangkaat historisitas pemahamaan ke tingkat yang lebih tinggi. Pemahaman Gadamer terhadap historisitas ketajaman perbedaan antra interpretasi Geisteswissenschaften pemahaman yang lebih luas yang terjadi di mana pun di dunia (Linge, 1. Menurut Gadamer seperti yang dikutip oleh Darren Walhof Pemahaman . pencapaian dari percakapan yang murni dan percakapan merupakan sebuah proses untuk mencapai pemahaman. Dalam hermeneutika bertugas untuk memperjelas pemahaman yang ada ketika penafsir menggunakan sebuah teks. Bagi Gadamer, . merupakaan cara pengetahuan yang khusus bagi ilmu sosial. Pemahaman mencirikan cara mendasar maanusia hidup yaitu orientasi dasar manusia dimana manka terus menerus dicari dan manusia dibimbing oleh antisipasi makna. Gadamer mengandalkan konsepsi terkenal dari Heidegger pemahaman yang disebut lingkaran hermeneutika yang menyataakaan bahwa tidak ada pemahaman tanpa pra-anggapaan . SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 (Grondin, 2. Pemahaman terjadi ketika pemahaman atau cakrawala kita saat ini dipindahkan ke pemahaman atau cakrawala baru melalui sebuah pertemuan. Dengan demikian proses pemahaman merupakan bagian dari Aoperpaduan cakrawalaAo. Cakrawala lama dan baru berpadu menjadi sesuatu yang menghasilkan sebuah nilai Perpaduan tersebut dapat dipandang sebagai metafora proses konsultasi, gambaran sederhana mengenai apa yang terjadi dalam interaksi dan mengakibatkan perubahan cakrawala (Clark, 2. Dalam pemahaman yang dikemukakan oleh Gadamer, terdapat beberapa ide untuk dipelajari dalam rangka mengembangkan pra-pemahaman, prasangka, makna kedepan, bildung atau keterbukan terhadap makna, bahasa dan imajinasi (Clark, 2. Pra pemahaman dapat diperoleh dengan membaca teks yang pengertian yang sesungguhnya. Prasangka merupakan sebuah bentuk kesadaran yang memungkinkan maanusia memahami perspektif dan keterbatasannya, asalkan tetp terbuka terhadap ide di luara cakrawala (Bhattacharya & Kim, 2. Selanjutnya, manusia tidak dapat begitu saja terpaku pada makna diri sendiri jika ingin memahami makna yang disampaikan oleh orang lain dan selanjutnya menyatakan bahwa yang diminta hanyalah manusia tetap terbuka terhadap makna orang lain (Clark, 2. Keterbukaan terhadap makna di luar pemahaman manusia itu sendiri dapat memperluas cakrawala yang Dalam perjumpaan hermeneutik, berada di Bildung keberbedaan tersebut muncul dengan sendirinya serta menempatkan manusia di antara miliknya sendiri dan orang lain di Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2024 dipertanyakan, diperiksa, dan diubah melalui dialog dengan keberbedaan (Yagata, 2. Selanjutnya, pemahaman sendiri memiliki koneksi yang fundamental dengan bahasa. Akan tetapi keterbatasan bahasa manusia merupakan batasan dari dunianya (Wittgenstein, 2. Ruang lingkup imajinasi dijelaskan oleh Einstein bahwa logika memang dapat membawa manusia dari suatu tempat ke tempat lain, tetapi dengan imajinasi manusia dapat pergi ke manapun. Gadamer menunjukkan, 'perbedaan antara sterilitas metodologis dan pemahaman sejati adalah imajinasi, yaitu kemampuan untuk melihat. apa yang dipertanyakan dalam pokok bahasan dan mempertanyakan pokok bahasan lebih jauh (Gadamer, 1. Dalam pembahasan pengenai pemahaman . , pergerakan akan pemahaman terjadi secara terus menerus dari keseluruhan menuju sebuaah bagian dan kembali lagi ke Manusia secara terus menerus akan selalu memecahkan pemahaman dan membandingkan dengan pandangan lain atau pengalaman baru untuk selanjutnya disatukan kembali dan menghasilkan pemahaman baru. Pemahaman dimaknai didasarkan pada kesepakatan diam-diam antara partisipan dalam percakapan. Kesepakatan tersebut dibangun dari aspek percakapan bersama yang memungkinkan timbulnya solidaritas sosial (Gadamer. Melalui hermeneutika yang dimulai mendapatkan makna dari percakapan yang hidup, penilaian kritis dapat dipertahankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 Dalam pendekatan hermeneutik memainkan peran komunikasi yang ditinjau dari berbagai Metodologi yang beragan, memunkinkan para peneliti di bidang komunikasi memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai makna yang pada dasarnya merupakan proses sosial budaya yang terpengaruh tindakan interpretasi yang didukung maupun dieprtanyakan melalui aktivitas yang komunikatif (Allen. Bagi peneliti yang berfokus pada retorika, hermeneutika menjadi bagian yang penting guna mengenali komunikator yang berperan sebagai mediator antara teks atau peristiwa dan audiens baru yang mungkin ada saat ini. (VlEduuescu. Negrea, & Voinea, 2. Dalam sebagaimana dirujuk oleh Gadamer, terdapat tiga komponen kunci yaitu mitra . engan penerima sebagai pihak yang paling signifika. , hubungan hermeneutis, dan kesulitan hermeneutis (VlEduuescu et , 2. Dalam hal ini, mitra menjadi mempengaruhi antara yang satu dengan yang lain satu sama lain di mana aksi dari masing-masing pihak secara konsisten dipengaruhi dari ketentuan yang ada dengan tujuan untuk mencapai pemahaman yang komprehensif dan signifikansinya. Dalam komunikasi, hubungan yang ada dilandasi pada pengembangan hubungan yang ada sebelumnya dan kesepakatan untuk melakukan hal yang dapat dipahami kedua belah pihak di mana situasi ini bersifat hermeneutis hubungan. Yang terakhir, antar mitra tercipta hal mendasar mengenai pra pemahaman bersama dan adanya saling pemahaman yang muncul secara komunikatif yang kemudian Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2024 Permasalahan yang muncul dalam hermeneutika terjadi di dalam lingkungan bahasa yang pada hakekatnya sama dan terkait pada upaya lisan dan tulisan (Gadamer, 2. Pada akhirnya keterkaitan antara hermeneutika, makna dan pemahaman akan berbagai macam hal menjadi sebuah hal penting dalam proses Guna mendapatkan kesamaan pemahaman akan sebuah makna dalam mengambil peran yang penting. CONCLUSION/KESIMPULAN Pembahasan terkait pemahaman, makna dan hermeneutika adalah hal-hal yang saling terkait satu dengan lainnya dan tak terpisahkan. Hermeneutika bertujuan pemahaman akan pentingnya makna dari sebuah teks dalam komunikasi yang berorientasi pada penggunaan bahasa dalam pembentukan penafsiran dalam mendapatkan pemahaman mengenai hal yahng di bahas. Selanjutnya pemahaman tersebut dalam hermeneutika terkait dengan teks dan bagaimana teks tersebut dipahami. Pemahaman . menjadi sebuah wujud dari keberadaan manusia . Memahami bukan berarti sebelumnya tidak tahu atau tidak mengerti dan menjadi mengerti atau menjadi tahu, tetapi terjadinya proses perubahan dari pemahaman lama menuju ke pemahaman yang baru. Pendapat mengenai pemahaman dan hermeneutika yang telah diungkapkan oleh Hans-Georg Gadamer masih dipengaruhi oleh pendahulunya yaitu Wilhelm Dilthey. Namun, ditemukan bahwa fokus dari pedapat kedua pemikir tersebut memiliki perbedaan dimana Hans-Georg Gadamer . SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 berfokus pada pengalaman yang dialami da dialog yang terjadi sementara Wilhelm Dilthey lebih berfokus pada konteks Secara singkat dapat dipahami bahwa pemahaman menurut Gadamer berlaku sesuai konteks dimana sebuah hal dibahas tanpa memandang konteks terdahulu pada saat penyusunan. Dalam keseharian, hermeneutika dan pemahaman berguna bagi manusia dalam menangkap makna akan sebuah teks. Dalam proses pemahaman tersebut akan terjadi peleburan makna dari sebuah teks yang ada. REFERENCES/DAFTAR PUSTAKA