Redaktur PUTIH Jurnal Pengetahuan tentang Ilmu dan Hikmah Ijin terbit Sk. Mudir MaAohad Aly No. 18/May-PAF/II/2018/SK Reviewers Abdul Kadir Riyadi Husein Aziz Mukhammad Zamzami Chafid Wahyudi Muhammad Kudhori Abdul Mukti Bisri Muhammad Faiq Editor-in-Chief Mochamad Abduloh Managing Editors Ainul Yaqin Editorial Board Imam Bashori Fathur Rozi Ahmad Syathori Mustaqim Nashiruddin Fathul Harits Abdul Hadi Abdullah Imam Nuddin Alamat Penyunting dan Surat Menyurat: Jl. Kedinding Lor 99 Surabaya P-ISSN: 2598-7607 E-ISSN: 2622-223X Diterbitkan: MAAoHAD ALY PONDOK PESANTREN ASSALAFI AL FITHRAH Surabaya Daftar Isi C Daftar Isi C DIMENSI SPIRITUAL DALAM PROSES PENCIPTAAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA: STUDI ANALISIS ATAS TAFSIR F Z}ILAL AL-QURAoAN KARYA SAYYID QUTB} Mailani Ulfah. Ahmad Zakiy . C KRITERIA MUJTAHID PERSPEKTIF IBNU ARABI (Studi Komparasi Ijtihad Ibnu Arabi dan Para Ulam. Ulil Abshor . C PENGARUH HISTORISITAS TERHADAP PERKEBADAN KAJIAN AL-QURAoAN BARAT DAN TIMUR (Studi Analisis Histori. Abdul Qudus Al Faruq. Muhammad Azhar Fuadi. NafiAo Mubarok . C TELAAH PEMIKIRAN ABDUL DAEM AL-KAHELL TENTANG DZIKIR DALAM AL-QURAoAN Muh. Makhrus Ali Ridho. Deki Ridho Adi Anggara. Ahmad Fadly Rahman Akbar. Nehayatul Rohmania . C PERAN PONDOK PESANTREN DALAM MENGENTASKAN KENAKALAN SANTRI (Studi Kasus Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji Desa Mongga. Zihniyatul Ulya. Mujahidin Abubakar. Lalu Diraja Hidayatullah . C TAAoARUDH MAFSADATAIN DALAM TINJAUAN TASAWUF (Pemikiran Abdul Wahab al-SyaAorani Tentang Mujahadat al-Naf. Yunita Hikmatul Karimah. Ainul Yaqin . Putih: Jurnal Pengetahuan tentang Ilmu dan Hikmah Ae ISSN: 2598-7607 (P). 2622-223X (E) Vol. IX. No. II (September 2. , 77-98. PERAN PONDOK PESANTREN DALAM MENGENTASKAN KENAKALAN SANTRI (Studi Kasus Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji Desa Mongga. Zihniatul Ulya Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor ulyazhini@gmail. Mujahidin Abubakar Universitas Islam Negeri Mataram mujahidinabubakar968@gmail. Lalu Diraja Hidayatullah SDN Lendang Doda dirajahidayatullah@gmail. Abstract. Delinquency in teenagers is a very important thing to discuss, especially recently, which we have witnessed in various places through social media or other news media. Negative consequences arise that are so worrying that they will bring destruction to teenagers themselves and society in general. This makes Islamic boarding schools an alternative business for looking after teenage children. The aim of this research is to determine the forms of delinquency among students at the al-Ikhlas alIslamy Kaliaji Islamic boarding school and the role of Islamic boarding schools in alleviating student delinquency at the al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji Islamic boarding school. Monggas village. The method used in this research is a qualitative research method, with the type of research the author uses is a case study. The data collection techniques were carried out using observation methods, interview methods and documentation methods. The subjects in this research were Islamic boarding school leaders, dormitory administrators and teachers at the Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji Islamic boarding school. Monggas village. From the results of this research, it can be seen that the forms of delinquency of the students of the al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji Islamic Boarding School. The forms of delinquency committed by the students of the al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji Islamic Boarding School, namely running away . unning away from the Islamic boarding schoo. and playing truant, dressing not in accordance with the regulations. madrasas, carrying cell phones and breaking the language, fighting between students or bullying each other, smoking and borrowing without permission. The role of the Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji Islamic Boarding School in Monggas village in alleviating student delinquency is to carry out several actions and policies that have been created, then direct the students to use every free time they have for positive things by taking part in the extracurricular activities that have been established. Islamic boarding school is provided. Keywords: Role. Islamic Boarding School. Delinquency. Santri Abstrak Putih: Jurnal Pengetahuan tentang Ilmu dan Hikmah, published by MaAohad Aly Al Fithrah Surabaya. Takhassus. Tasawwuf wa Thoriqotuhu. Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. Kenakalan pada remaja merupakan hal yang sangat penting untuk dibahas, terlebih pada akhir-akhir ini, yang sama-sama kita saksikan diberbagai tempat melalui media sosial atau media pemberitaan Timbul akibat negatif yang sangat mencemaskan sehingga akan membawa kehancuran bagi remaja itu sendiri dan masyarakat pada umumnya. Hal ini menjadikan pesantren sebagai salah satu usaha alternative untuk menjaga anak remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentukbentuk kenakalan santri pondok pesantren al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji dan peran pondok pesantren dalam mengentaskan kenakalan santri di pondok pesantren al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji desa Monggas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah Studi Kasus. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Pimpinan Pondok Pesantren. Pengurus Asrama, dan Guru-guru Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji desa Monggas. Dari hasil Penelitian ini dapat diketahui Bentuk- bentuk kenakalan santri Pondok Pesantren al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji Bentuk kenakalan yang dilakukan oleh santri pondok pesantren al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji yaitu kabur . ari dari pesantre. dan membolos, berpakaian tidak sesuai dengan atauran madrasah, membawa hp dan melanggar bahasa, berkelahi antar santri atau saling membuli, merokok, dan meminjam tanpa izin. Peran Pondok Pesantren Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji desa Monggas dalam mengentaskan kenakalan santri adalah Melakukan beberapa tindakan dan kebijakan-kebijakan yang di buat, kemudian mengarahkan kepada santri setiap ada waktu luang di gunakan untuk hal yang positif dengan cara mengikuti ekstrakurikuler yang telah disediakan Pondok Pesantren. Kata kunci: Peran. Pondok Pesantren. Kenakalan. Santri Pendahuluan Kenakalan Remaja menjadi sebuah lingkaran hitam yang tak pernah putus, sambung menyambung dari waktu kewaktu, dari masa kemasa, dari tahun ketahun dan bahkan dari hari kehari semakin rumit. Masalah kenalan remaja merupakan masalah yang kompleks terjadi diberbagai kota di Indonesia. Sejalan dengan arus modernisasi dan teknologi yang semakin berkembang, maka arus hubungan antar kota-kota besar dan daerah semakin lancar, cepat dan mudah. Dunia teknologi yang semakin canggih, disamping memudahkan dalam mengetahui berbagai informasi diberbagai media, disisi lain juga membawa suatu dampak negatif yang cukup meluas diberbagai lapisan masyarakat. Mengenai bentuk kenakalan remaja yang dilakukan remaja, terutama di Indonesia menurut Sunarwiyati membagi kenakalan remaja kedalam tiga tingkatan. Kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit. Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai sepeda motor tanpa SIM, mencuri, berjudi, penipuan dan pemalsuan. Kenakalan khusus seperti penyalah gunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah, pemerkosaan dll. Faktor yang menyebabkan adanya kenakalan remaja bermula dari lingkungan terkecil yaitu lingkungan keluarga. Keluarga menjadi salah satu komponen penting dalam 1 Sudarsono. Kenakalan Remaja,Relevansi,Rehabilitasi,&Resosialisai (Jakarta: RinekaCipta, 1. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. proses pendewasaan seorang anak. Hal ini dapat dikaitkan dengan kesimpulan dari Sudarsono yang menyatakan. AuKeluarga merupakan lingkungan yang terdekat untuk membesarkan, mendewasakan dan didalamnya anak mendapatkan pendidikan yang pertama kali. Keluarga merupakan lingkungan yang paling kuat dalam membesarkan anak dan terutama anak yang belum sekolah. Oleh karena itu, keluarga memiliki peranan yang penting dalam perkembangan anak, keluarga yang baik akan berpengaruh positif bagi perkembangan anak, sedangkan keluarga yang jelek akan berpengaruh negatifAy. Selain itu, faktor lain yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja adalah masyarakat, dimana dalam proses pencarian jati diri remaja biasanya bergaul dan bermain dengan temantemannya. Pergaulan yang terjadi antara remaja dan lingkungan biasanya berpengaruh lebih besar. Kenakalan remaja ini biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani prosesproses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja parapelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungannya, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri. Dikatakan masa remaja karena menunjukkan sebuah periode peralihan dari masa kanakkanak menjadi dewasa yang dimulai dengan timbulnya tanda-tanda pubertas yang pertama dan berakhir pada waktu remaja mencapai kematangan fisik dan mental. 3 Masa remaja merupakan rentang usia antara 12-22 tahun yang diliputi oleh ketidak stabilan jiwa anak. Disamping itu, masa remaja adalah masa yang rawan oleh pengaruh-pengaruh negatif. Namun masa remaja juga merupakan masa yang amat baik untuk mengembangkan segala potensi positif yang mereka miliki seperti bakat, kemampuan,dan minat. Selain itu, masa ini adalah masa pencarian nilai-nilai hidup. Oleh karena kemajuan teknologi yang semakin canggih dan adanya asimilasi berbagai kebudayaan negara, maka tidak jarang pula para remaja dari berbagai Negara mengalami kerusakan sikap dan Sehingga sering terjadi kegaduhan yang pelakunya adalah para remaja yang diharapkan sebagai generasi penerus perjuangan bangsa. Hal ini lazim juga disebut kenakalan remaja. Tingkatan 2 dkk Suyono. AuPerananPondok Pesantren Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja,Ay urnal Candi 5 . : 2. 3 Kartini Kartono. PsikologiRemaja (Bandung: Bandung:OffsetAlumni, 1. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. Zihniatul Ulya, et. diantara kenakalan remaja ini berbagai corak ragam yang kesemuanya ini membawa dampak yang beranekaragam pula dalam masyarakat. Seperti yang dialami oleh beberapa remaja yang datang ke Pondok Pesantren Al Ikhlas Al Islamy Kaliaji dengan berbagai ragam persoalan yang mereka Berdasarkan realita tersebut, pesantren sampai saat ini memiliki peranan cukup kuat, hampir seluruh aspek kehidupan di kalangan masyarakat muslim pedesaan yang taat. Kuatnya peran pesantren tersebut membuat setiap pengembangan pemikiran dan interprestasi keagamaan yang berasal dari luar kaum elit pesantren tidak akan memiliki dampak signifikan terhadap way of life dan sikap masyarakat Islam di daerah pedesaan. Kenyataan ini menunjukkan setiap upaya yang ditunjukkan untuk mengembangkan masyarakat, terutama didaerah pedesaan, perlu melibatkan dunia Berbicara tentang pemberdayaan masyarakat dengan pesantren dalam konteks Indonesia, maka kehadiran pesantren menjadi suatu keniscayaan untuk dilibatkan. Sebab pesantren sejak munculnya, memang tidak dapat dilepas dari peran masyarakat. Lembaga keagamaan ini tumbuh berkembang dari dan untuk masyarakat. Pesantren didirikan dengan tujuan mengadakan transformasi sosial bagi . daerah sekitarnya. Selain itu, pondok pesantren menjadi lembaga pendidikan Islam tertua yang ada di Indonesia dan pondok pesantren juga merupakan khas Nusantara. Negara-negara yang mayoritas pendudukknya beragama Islam atau negara Islam tidak memiliki lembaga pendidikan seperti pesantren yang dimiliki oleh negara kita, dikatakan pondok pesantren memiliki minimal harus memiliki 5 unsur yaitu: kiai, santri, pengajian kitab kuning, masjid, dan asrama atau pondok santri. Seiring dengan perkembangan zaman, pesantren banyak melakukan pengembangan diri untuk memenuhi tuntutan masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang. Kondisi pesantren saat awal masuknya Islam tidak seperti yang kita lihat sekarang, fungsi dan kedudukannya pun tidak sekompleks sekarang. Pada saat itu pesantren hanya berfungsi sebagai alat Islamisasi dan sekaligus memadukan tiga unsur pendidikan, yakni ibadah untuk menanamkan iman, tablig untuk menyebarkan ilmu dan amal untuk mewujudkan kegiatan kemasyarakatan dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat ini pondok pesantren yang dikenal masyarakat adalah sebuah lembaga Pendidikan Islam yang memiliki peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa 4 Muhammad Subhan. AuIslamic Review: Pengaruh Pondok Pesantren Terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat Desa Kajen Kec. Margoyoso Kab. Pati,Ay Jurnal Riset dan Kajian Keislaman VII . : 56. 5 Afif Hasan. Ilmu Pendidikan Islam (Malang: Universitas Negeri Malang, 2. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. serta sebagai pusat pengembangan Islam. 6 Selain itu pondok pesantren juga hadir di tengah-tengah masyarakat yang mempunyai peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pendidikan pesantren tidak saja memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis tetapi yang jauh lebih penting yaitu menanamkan nilai-nilai moral dan agama. Berdasarkan hasil paparan di atas, penulis merumuskan masalah seputar tentang peran dan bentuk kenakalan santri di pondok pesantren al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji Desa Monggat. penulis akan meneliti lebih jauh terkait dengan pengentasan penyimpangan-penyimpangan kenakalan remaja . dilingkungan pondok pesantren. mengingat santri termasuk agen of change . gen perubaha. yang kehadirannya diharapkan mampu menjawab tantangan-tangan moderenitas di masyarakat. Maka penelitian ini penulis beri judul: Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan Santri (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji Desa Mongga. Metode Penelitian Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yangmana dalam penelitian ini menggambarkan fakta apa adanya dengan cara sistematis dan akurat, mengenai Peran Pondok Pesantren Dalam Mengentaskan Kenakalan Remaja (Studi Kasus Pondok Pesantren Al-Ikhlas alIslamy Kaliaji Desa Mongga. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dimana menurut Imam gunakan Penelitian studi kasus adalah penelitian yang meneliti fenomena kontenporer secara utuh dan menyeluruh pada kondisi yang sebenarnya. Adapun dalam penelitian ini, sumber data primer di proleh dari beberapa narasumber, di antaranya: Ketua. Ustadz/ustazah, dan Santri pengurus pondok pesantren al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji Desa Monggas. Kemudian sumber data sekunder dalam penelitian ini diambil dari berbagai berkas atau dokumen yang ada di pondok pesantren al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji Desa Monggas. Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menguji kreadibilitas data peneliti menggunakan teknik trigulasi. Dan untuuk analisis data peneliti menggunakan data yang diperoleh kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan berfikir induktif dari informasi tentang peran pondok pesantren dalam mengentaskan kenakalan remaja . tudi kasus pondok pesantren al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji Desa Mongga. nalisis data peneliti menggunakan data yang diperoleh kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan berfikir 6 Fitro Hayati. AuPesantren Sebagai Alternatif Lembaga Pendidikan Kader Bangsa,Ay Jurnal Mimbar XXVII . : 157Ae63. 7 dkk M. Dian NafiAo. Praksis Pembelajaran Pesantren (Yogyakarta: Instite for Training and Development Amberst MA, 8 Imam Gunawan, metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik (Jakarta: Bumi Aksara, 2. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. induktif dari informasi tentang peran pondok pesantren dalam mengentaskan kenakalan remaja . tudi kasus pondok pesantren al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji Desa Mongga. Tentunya penelitian ini bukan hal yang baru sebagaimana penelitian yang terdahulu yang dilakukan oleh Muhammad Subhan yang judul Aupengaruh pondok pesantren terhadap kehidupan sosial masyarakat desa Kajen kecamatan Margoyoso kabupaten Pati. Ay Islamic Review: Jurnal Riset dan kajian keislaman volume VII nomer 01 tahun 2018 Menyimpulkan dampak yang ditimbulkan dari adanya pondok pesantren di desa Kajen dengan masyarakat desa Kajen, berupa dampak perubahan sosial di masyarakat desa Kajen yang kaitannya dengan struktur dan fungsi dalam sosial masyarakat, yang sedikit-sedikitnya berdampak pada empat aspek yaitu: tradisi, nilai-nilai kehidupan, kesenjangan dan pola tingkah laku. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Annisa Setia Tati dengan judul Auperan pondok pesantren Subulussalam terhadap peningkatan aqidah masyarakat desa Sidorejo kecamatan Sekampung Udik kabupaten Lampung Timur. Ay Dalam penelitian ini menjelaskan peran pondok pesantren sangat di perlukan oleh umat manusia yang berupa pengembangnan kepribadian umat, terutama dalam membina aqidah pada lingkungan masyarakat. Dengan demikian pondok pesantren mempunyai fungsi sebagai lembaga dalam membina aqidah pada masyarakat lingkungan sekitarnya, notabennya diantanya untuk memberanytas syirik pada Karena masih ada sebagian masyarakat yang masih mempercayai dan melakukan hal-hal yang sakral dari nenek moyang terdahulu. Kategorisasi Kenakalan Remaja Kenakalan remaja adalah tindakan oleh seseorang yang sengaja melanggar hukum dan yang diketahui oleh anak itu sendiri bahwa jika perbuatannya itu diketahui oleh petugas ia bisa dikenai Dalam konteks pondok pesantren, tentunya mempunyai aturan tersendiri yang biasanya diberitahukan saat masih menjadi calon peserta didik. Sehingga di saat peserta didik menjadi santri di sebuah pondok pesantren, maka berarti secara otomatis ia setuju dengan aturan tersebut dan sepatutnya untuk taat pada aturan serta kebijakan dari pondok pesantren. Tidak jarang juga pondok pesantren memberikan peringatan, baik melalui lisan maupun tulisan, baik hal itu dilakukan dengan ditulis di papan pengumuman atau di tempat-tempat tertentu atau peringatan sewaktu wejangan. Batasan usia remaja adalah di antara 12-20 tahun. Sehingga dapat disimpulkan bahwa individu usia sekolah masih secara umum dikategorikan sebagai remaja, terlebih di pondok pesantren 9 Dkk. Dodid Nurianto. AuKenakalan Remaja pada Anak Didik Lembaga Pemasyarakatan Anak,Ay Proyeksi 7 . : 45Ae53. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. al-Ikhlas al-Islammy Kaliaji yang juga rentang usia para santri berkisaran 12-20 tahun. Karena jenjang pendidikan di sana ialah SMP dan SMA. Mengutip catatan 2012 pada buku kasus sekolah, beberapa jenis kenakalan yang pernah terjadi adalah sebagai berikut: Bolos sekolah. Siswa bolos dari sekolah selama 16 hari bahkan ada pula siswa yang tidak masuk sekolah selama sebulan. Kabur pada saat jam pelajaran. Merokok di sekitar wilayah sekolah dan kamar mandi sekolah. Terlambat datang ke sekolah. Nongkrong hingga menginap di warnet/playstation. Berkelahi. Kabur dari sekolah. Menyimpan gambar porno di dalam handphone. Meminum-minuman keras. Bergabung dengan geng motor yang menyimpang. Adapun bentuk kenakalan siswa menurut Jansen dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu sebagai berikut: Kenakalan yang menimbulkan korban fisik dan lain-lain. Kenakalan yang menimbulkan korban materi: perusakan, pencurian, pemerasan dan lain-lain. Kenakalan yang tidak menimbulkan korban di pihak orang lain: pelacuran, penyalahgunaan obat. Di Indonesia mungkin dapat juga dimasukkan hubungan seks sebelum nikah dalam jenis ini. Kenakalan yang melawan status, misalnya mengingkari status anak. Selain penjelasan di atas, ada juga kenakalan remaja yang diatur dalam Undang-undang, di mana penyelesaiannya juga dilakukan dengan jalur hukum. Kenakalan ini disebut dengan istilah kejahatan, yang di antaranya adalah sebagai berikut: Perjudian dan segala bentuk macam perjudian yang menggunakan uang. Pencurian dengan kekerasan maupun tanpa kekerasan: pencopeta. perampasan, dan 10 Dkk. Elly Malihah. AuKenakalan Remaja Akibat Kelompok Pertemanan Siswa,Ay Forum Ilmu Sosial Journal Unnes 41 . : 16. 11 Sarlito Wirawan Sarwono. Psikologi Remaja (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. Penggelapan barang. Penipuan clan pemalsuan Pelanggaran tata susila, menjual gambargambar porno dan pemerkosaan Pemalsuan uang dan surat-surat keterangan resmi Tindakan-tindakan anti sosial: perbuatan yang merugikan miik orang lain Percobaan pembunuhan Menyebabkan kematian orang, turut tersangkut dalam pembunuhan Pengguguran kandungan. Sementara menurut Gunarsa, bentuk-bentuk kenakalan remaja dapat dibagi menjadi dua. Kenakalan yang sikap amoral dan asocial yang tidak diatur dalam undang-undang sehingga sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum. Kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaiannya sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan hukum bila dilakukan pada orang dewasa. Berdasarkan bentuknya. Sunarwiyati. S, membagi kenakalan remaja ke dalam tiga tingkatan: Kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit. Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai mobil tanpa SIM, mengambil barang orangtua tanpa izin. Kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks di luar nikah, pemerkosaan Bentuk Kenakalan Santri di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji Berdasarkan wawancara yang dilakukan dari berbagai pihak, yang di antaranya adalah Pimpinan Pondok Pesantren. Pengasuh Asrama. Ustadz dan Ustadzah dan santri, dapat diketahui bentuk-bentuk kenakalan yang kerap kali dilakukan oleh santri, seperti: Kabur . ari dari pesantre. dan Membolos Santri yang kabur ini biasanya dilakukan oleh santri baru, karena belum terlalu akrab dengan temannya atau belum bisa beradaptasi di pesantren. Santri tersebut rela untuk berjalan kaki agar bisa keluar dari pesantren. 12 Y. Singgih D. Gunarsa. Psikologi Remaja (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. Sesuai dengan wawancara yang dilakukan dengan Ustadz H. Heri Afrizal. Lc. Ud. selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji mengatakan: AuDan ada juga yang lari dari pesantren, ini sering terjadi dengan santri baru. Mereka rela jalan kaki lewat belakang sekolah disana ada sawah dan mereka berjalan, nanti di temukan oleh warga kadang mereka sudah nyampe cukup jauh, kemudian warga yang menemuinya setelah ditanya-tanya biasanya diantar lagi ke pesantren. Kemudian ada juga santri yang ikutin orang tuanya dari belakang saat di jenguk ke pesantren, akhirnya nanti orang tuannya yang ngantar Ay13 Dan wawancara juga dilakukan dengan Baiq Maulida Agustina. Pd selaku Pengasuh santri putri sekaligus sebagai guru mengatakan: AuKasus kenakalan yang banyak dilakukan santri di sini, seperti membolos ketika pelajaran sedang berlangsung. Kemudian keluar tanpa pamitan terlebih dahulu, nanti tiba-tiba di temui dijalan, tapi sekarang sudah ada jadwal piket sehingga tidak bisa keluar masuk ponpes Ay14 Santri bolos dari sekolah dengan tanpa izin, yaitu mereka keluar dari kawasan pondok pesantren karena seharusnya santri kalau keluar dari kawasan ponpes hendaknya harus dengan sepengetahuan pihak pesantren. Seperti hasil wawancara yang di lakukan dengan H. Muh. Shiddiq. Pd. I selaku Direktur TMMI dan Kepala SMP mengatakan: AuKasus kenakalan yang banyak dilakukan santri di sini, sebenarnya hanya kasus-kasus ringan, seperti membolos ketika jam sekolah mereka pergi tanpa izin, kadang yang dekat dengan sekolah mereka pulang atau keluar belanja. Hal ini dilakukan oleh santri laki-laki maupun santri perempuan. Kasus lain adalah malas sholat berjamaah Kasus ini dilaporkan beberapa kali terjadi, dan terhadap santri sudah diberikan peringatan. AoAo15 Peneliti juga menggali informasi yang sama dalam wawancara dengan salah satu alumni Rabiatul Nadawiyah: Ausaat waktu sekolah dia mengikuti pelajaran di dalam kelas seperti biasa tapi nanti pas ada jam kosong atau waktu keluar main mereka pergi tanpa izin. Ay16 Berpakaian tidak sesuai aturan Cara berpakaian yang sopan dan rapi sesuai dengan syariat Islam sebagai seorang muslim dan muslimah, terlebih di pondok pesantren pakaian yang sederhana namun sopan dan rapi menjadi ciri khas tersendiri, seperti di pondok pesantren al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji mempunyai aturan tatacara berpakaian namun ada saja santri yang melanggaran seperti wawancara yang dilakukan dengan Bq. Al-Dila Ulmi selaku Pengasuh santri putri dan sekaligus menjadi guru mengatakan: 13 L. Heri Afrizal. Wawancara. Monggas 8 Juni 2020. 14 Baiq Maulida Agustina. Wawancara. Monggas, 26 Juni 2020. 15 L. Muh. Shiddiq. Wawancara. Monggas, 11 Mei 2020. 16 Rabiatul Nadawiyah. Wawancara. Darmaji 30 Juli 2020. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. AuKalau untuk yang santri sendiri masalah tatacara berpakaian yang masih terkadang berpakaian cuma asal ikut trend. Maklumlah anak remaja kan masih labil dan masih perlu bimbingan masih suka ikut-ikutan. Disini berpakaian ada ataurannya kalau yang putri bajunya harus longgar dan tidak transparan untuk jilbabnya sendiri harus menutupi dada, kemudian menggunakan kaos kaki ini yang sering dilanggar. Dalam memberi pengarahan anak jaman sekarang memang agak hati-hati kalau di kerasi dia akan membenci gurunya, kalau di biarkan nanti malah bertindak semaunya, jadi harus ekstra sabar menghadapi santri sekarang. Kalau untuk yang putra juga ada aturannya yaitu menggunakan ikat pinggang baik menggunakan sarung atau celana, kemudian kopiah, dan baju koko atau baju muslim dan kemeja atau baju rapi lainya. Namun kadang ada santri yang masih saja kurang memperhatikan masalah Ay17 Wawancara juga dilakukan dengan. Muh. Shiddiq. Pd selaku Direktur TMMI dan Kepala SMP juga mengatakan: AuKasus yang juga relatif banyak adalah penggunaan seragam yang tidak sesuai ketentuan. Ay18 Membawa HP dan melanggar bahasa Sesuai dengan wawancara yang dilakukan dengan H. Heri Afrizal. Lc. Ud. yang berjabat sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji mengatakan: AuMembawa hp juga pernah terjadi padahal ini dilarang keras dipesantren kita temukan di lemari saat melakukan razia. Ay19 Dan juga seperti hasil wawancara dengan alumni Rabiatul Nadawiyah mengatakan bahwa: AuPelanggaran yang dilakukan biasanya adalah pelanggaran bahasa seperti menggunakan bahasa sasak . kemudian juga tidak menggunakan bahasa Arab atau bahasa Inggris pada waktu yang sudah di tentukan, kemudian ada juga yang pernah bawa hp ke asrama tapi ustadz dan ustadzah melakukan razia dengan membongkar lemari dan sebagainya. Ay20 Berkelahi atau saling membuli Berkelahi tentunya hal ini sudah tidak menjadi rahasia karena sangat umum terjadi di sekolah-sekolah manapun, pada saat tidak ada gurunya, atau pergantian jam pelajaran. Kemudian mereka juga saling membuli dan mengakibatkan perkelahian. Dengan hal ini peneliti melakukan wawancara dengan salah satu santri yaitu Fatma siswi kelas lX mengatakan bahwa: 17 Bq. Al-Dila Ulmi. Wawancara. Monggas, 18 Mei 2020. 18 Shiddiq. Wawancara. 19 Afrizal. Wawancara. 20 Nadawiyah. Wawancara. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. AuSaat berlajar berlangsung tiba-tiba ada suara rame dari kelas sebalah eh ternyata suara dari banin . ebutan untuk santri laki-lak. mereka bertengkar ribut dah, kadang di sebabkan karena ustadz atau ustdzah belum datang. Ay21 Seperti wawancara yang dilakukan dengan Lalu Ahmad Izzulhaq Kholily S. H selaku Pengasuh santri putra sekaligus sebagai guru menyampaikan AuSantri berasal dari berbagai macam daerah sehingga berbagai macam karakter, ada yang keras, lembek, brutal dan lain-lain. Menurut data serta informasi yang selama ini kita dapatkan kenakalan santri ini sering terjadi pada tahap-tahap awal, masih membawa sikap yang di rumahlah. Seperti membuli atau mengejek teman-temannya ini kasus yang paling sering terjadilah. Ay22 Wawancara juga dilakukan dengan Ustadz H. Heri Afrizal. Lc. Ud. selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji mengatakan Aukenakalan yang dilakukan oleh santri antranya mereka saling membuli atau mengejek antar temannya tapi mereka lakukan nanti di belakang kita, kalau di depan kita mereka baik-baik saja tapi nanti di kamar mereka saling buli kemudian timbullah perkelahian dengan Ay23 Merokok Merokok ini jelas sangat tidak baik bagi kesehatan terlebih pada usia remaja, sehingga meroko di larang keras di pesantren, bukan hanya di pesantren rata-rata sekolahan umum juga tidak membolehkan siswanya merokok. Jadi kalau ada santri yang merokok itu merupakan pelanggaran, seperti wawancara yang dilakukan dengan L. Muh. Shiddiq. Pd. I yang berjabat sebagai Direktur TMMI dan Kepala SMP mengatakan: Audan pernah juga ditemukan adanya santri laki-laki yang merokok tapi ini langsung kita tindak lanjuti, anak yang merokok ini karena terpengaruh oleh temannya saat di rumah, tapi sekarang sudah tidak ada. Ay24 Meminjam tanpa izin Meminjam tanpa sepengetahuan pemiliknya akan berakibat kehilangan, seperti hasil wawancara yang dilakukan dengan H. Heri Afrizal. Lc. Ud. yang berjabat sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji mengatakan AuDan bentuk kenakalan lainnya, mungkin kejadian ini sering juga terjadi di pesantren lainnya yaitu menggunakan milik temannya tanpa izin mereka sebenernya tidak berniat mencuri tapi efeknya merembet, seperti nanti ada seorang santri menggunakan sandal temannya tanpa izin 21 Fatmah Fatmah. Wawancara, 8 Juli 2020. 22 L. Ahmad Izzulhaq Kholily. Wawancara. Monggas. Mei 2020. 23 Afrizal. Wawancara. 24 Shiddiq. Wawancara. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. saat turun dari masjid ponpes untuk sholat berjamaAoah, nanti inikan akan merembet ke temannya yang digunakan sandalnya itu akan menggunakan sandal temannya begitu seterusnya akhirnya nanti bener-bener hilang. Ay25 Pacaran Di pondok pesantren, para santri seluruhnya akan dididik sehingga semua akan diperhatikan oleh pengasuh dan terdapat aturan yang harus dijalankan. Begitu juga dengan sesuatu yang mengakibatkan kemudaratan lebih besar akan dilarang, begitu juga dengan pacaran. Seperti wawancara yang telah dilakukan dengan H. Heri Afrizal. Lc. Ud. yang menjabat sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji mengatakan: AuTerus pernah juga ada yang berpacaran, karena sudah menginjak usia remaja tapi ini tidak diperbolehkan di pesantren karna akan lebih banyak mudharatnya . bagi santri, walaupun mereka pacaran secara diam-diam akan tetap ketauan karena kita mengawasi mereka 24 jam kemudian razia kamar serta kunjungan kamar dilakukan secara rutin. Ay26 Berdasarkan data wawancara di atas, peneliti tidak bisa menggolongkan bentuk kenakalan yang telah dijelaskan di atas ke dalam kategori menurut Jansen. Karena ini merupakan kenakalan yang cukup berat, yang berupa melakukan pelanggaran seperti terlibat pada kasus narkoba, minuman keras, dan pelecehan seksual di mana ketiga bentuk kenakalan ini dikategorikan pelanggaran berat. Di samping itu, dilihat dari berbagai jenis pelanggaran yang telah diatur menurut undangundang juga, tidak ada satu pun pelanggaran tersebut yang pernah terjadi pada santri al-Ikhlas alIslamy Kaliaji. Sehingga belum ada terjadinya kasus laporan yang harus menyerahkan santri untuk Maka, karena tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh santri yang melanggar hukum, jenis kenakalannya bisa dikategorikan sebagai amoral dalam pengertian Gunarsa . Sehingga, hal ini tentunya masih bisa ditangani oleh pihak pondok pesantren sendiri. Berdasarkan bentuknya, kenakalan yang terjadi pada umumnya santri pondok pesantren alIkhlas al-Islamy Kaliaji merupakan bagian dari kenakalan yang biasa. Karena bentuk kenakalan yang dilakukan, ialah meliputi: Kabur . ari dari pesantre. dan membolos Berpakaian tidak sesuai dengan atauran madrasah Membawa hp dan melanggar bahasa Berkelahi antar santri atau saling membuli 25 Afrizal. Wawancara. 26 Afrizal. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. Merokok Meminjam tanpa izin Pacaran Bentuk kenakalan tersebut tentunya dalam proses pembenahan yang sedang dilakukan oleh kebijakan pondok pesantren. Sebab di pondok pesantren para santri sedang mengembangkan lingkungan kehidupanya bersama di pesantren sesuai dengan tujuan pesantren secara khusus yaitu: Mendidik siswa/santri untuk menjadi anggota masyarakat, seorang muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, memiliki kecerdasan, keterampilan dan sehat lahir bathin sebagai warga Negara yang bepancasila. Mendidik siswa/sanri menjadi manusia muslim dan kader ulama serta mubaligh yang berjiwa ikhlas, tabah, tangguh, memiliki semangat wiraswasta serta mengamalkan syariAoah Islam secara utuh dan dinamis. Mendidik siswa/santri untuk memproleh kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia pembangun bangsa dan Negara. Mendidik para santri agar dapat menjadi tenaga-tenaga penyuluh pembangunan macro . , regional . edesaan/masyarakat lingkunga. serta nasional. Mendidik para santri agar menjadi tenaga-tenaga yang cakap serta dalam berbagai sector pembangunan, khususnya pembanguan mental spiritual. Mendidik para santri agar dapat memberi bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dalam rangka usaha pembangunan masyarakat Indonesia. Peran Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji Dalam Mengentaskan Kenakalan Santri Sebelum memaparkan hasil wawancara mengenai peran Pondok Pesantren Al-Ikhlas AlIslamy Kaliaji Dalam Mengentaskan Kenakalan Remaja, peneliti terlebih dahulu akan memaparkan hasil wawancara mengenai hambatan, solusi, dan upaya pencegahan dalam Mengentaskan Kenakalan Remaja Santri Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji. Hambatan dalam mengatasi kenakalan santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji Mengenai hambatan dalam mengatasi kenakalan santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas AlIslamy Kaliaji. Bq. Al-Dila Ulmi selaku Pengasuh santri putri dan sekaligus menjadi guru AuHambatan yang paling sering dialami di ponpes itu kalau masalahnya datang darikeluarga. Seperti anak yang korban dari broken home ini biasanya anak tersebut cendrung mencari perhatian, tapi dengan cara yang kurang baik atau melanggar peraturan seolah-olah dia Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. merasa tidak ada yang memperhatikan. Nah pemikiran seperti inilah kita coba untuk dekati bagaimana supaya di ponpes ini santri yang seperti ini merasa disayang, di perhatikan, dan diperlakukan sama disini dengan teman-teman yang lain. Akan tetapi kalau pelanggaran yang di lakukan sudah mencapai tahap yang harus memaksakan untuk memanggil orang tua atau walinya langsung baik itu dipulangkan atau kalau mau bertahan tapi harus melakukan syaratsyarat yang harus di penuhi. Ay27 Seperti wawancara juga yang dilakukan dengan Lalu Ahmad Izzulhaq Kholily S. H selaku Pengasuh santri putra sekaligus sebagai guru menyampaikan: AuSantri berasal dari berbagai macam daerah sehingga berbagai macam karakter, ada yang keras, lembek, brutal dan lain-lain. Menurut data serta informasi yang selama ini kita dapatkan kenakalan santri ini sering terjadi pada tahap-tahap awal, masih membawa sikap yang di rumahlah. Ay28 Dari data wawancara ini, hambatan yang paling sering dialami di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu pengasuh Bq. Al-Dila Ulmi, dapat disimpulkan sebagai berikut: Masalah datang dari keluarga yaitu anak yang korban dari broken home sehingga kurang mendapat perhatian, kasih sayang dari keluarga Kurangnya pengawasan dari keluarganya. Kurangnya kesadaran untuk mematuhi tatatertib. Mengikuti perbuatan yang kurang baik atau salah pergaulan. Ini senada dengan pendapat dari Kartini Kartono bahwa faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja antara lain: Anak kurang mendapatkan perhatian, kasih sayang dan tuntunan pendidikan orang tua, terutama bimbingan ayah, karena ayah dan ibu masing-masing sibuk mengurusi permasalahan serta konflik bathin sendiri. Kebutuhan fisik maupun psikis anak-anak remaja yang tidak di penuhi, keinginan dan harapan anak-anak tidak bisa disalurkan dengan memuaskan atau tidak mendapatkan konfensasi. Anak tidak pernah mendapatkan latihan fisik dan mental dan mental yang sangat diperlukan untuk hidup normal, mereka tidak dibiasakan dengan disiplin dan control-diri yang baik. Berbagai faktor penyebab terjadi kenakalan remaja dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor Internal 27 Ulmi. Wawancara. 28 Kholily. Wawancara. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. Krisis identitas Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. Kontrol diri yang lemah Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. Faktor Ekstern Lingkungan merupakan salah satu unsur kehidupan yang tidak bisa kita hindari. Kita hidup dalam suatu lingkungan yang sudah diciptakan semenjak dahulu kala. Dengan lingkungan tersebut kemudian kita mencoba menyesuaikan aturan yang ada. lingkungan yang ada di sekitar kita pasti ada lingkungan baik dan juga lingkungan yang buruk. Kondisi lingkungan yang buruk yang ada membuat remajanya melakukan tindakan yang menyimpang. Seperti yang diungkapkan oleh Lalu Ahmad Izzulhaq Kholily S. H Selaku Pengasuh santri putra penyebab terjadinya kenakalan remaja yaitu: . Lingkungan yang kurang baik. Pergaulan yang salah saat dirumah. Sehingga kedua faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja pesantren bisa berperan yaitu dengan siraman rohani dan lingkungan pesantren yang baik karena pergaulan serta bimbingan dari pengasuh. Solusi yang Dilakukan Terhadap Kenakalan Santri oleh Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji Wawancara ini dilakukan dengan Ustadz H. Heri Afrizal. Lc. Ud. yang berjabat sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji Auuntuk solusi yang dilakukan seperti kehilangan sandal itu sekarang kita bagikan tas sandal untuk masing-masing santri. Untuk kasus yang membawa hp saat ditemukan kita tidak merusak tapi menyitanya. Kemudian juga solusi yang lain mulai dari adanya penghukuman serta adanya point, bagaimana agar ada efek jera kepada pelaku dan rasa takut kepada santri yang tidak melakukan pelannggaran, kemudian kajian untuk menyadarkan bahwa yang dilakukan itu salah, dan disini juga setiap penerimaan siswa atau santri/santriwati baru dalam penyembutannya kami adakan kegiatan perlombaan untuk semua santri baik yang baru maupun lama, ini diadakan khusus bagi yang putra dan putri. Dengan tujuan agar mereka merasa betah disini sehingga yang lari dari pesantren tidak lagi terjadi, kemudian ponpes itu sebenarnya asik mereka diserahkan kepesantren bukan karena tidak disayang atau dibuang 29 Siti Ariyanik dan Elly Suhartini. AuFenomena Kenakalan Remaja di Desa Wonorejo Kabupaten Situbondo,Ay Jurnal Entitas Sosiologi 1, no. : 16Ae26. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. oleh orang tua mereka tapi inilah bentuk kasih sayang orang tua yang ingin melihat anaknya sukses di dunia dan akhirat. Dari pihak ponpes sudah melakukan semaksimal mungkin dari razia juga kami lakukan, penyuluhan kerja sama dengan pihak kesehatan bagaimana dampak atau akibat yang akan di timbulkan, kemudin pemanggilan orang tua ini sudah jalan terakhir. Disini juga yang terpenting tidak pernah menggunakan kekerasan dalam mendidik, sekedar hukuman tapi untuk sampai melukai fisik disini tidak ada. Ay30 Seperti wawancara yang dilakukan dengan Lalu Ahmad Izzulhaq Kholily S. H selaku Pengasuh santri putra sekaligus sebagai guru menyampaikan: AuHal yang kami lakukan adalah mengarahkan santri bahwa hal yang dilakukan tersebut salah, dan untuk keseharian juga kita berikan contoh atau sebagai contoh bagi santri baik itu cara berintraksi atau berbaur dengan sesama . , yang lebih besar, terhadap guru, dan Dan kemudian ada juga penyuluhan nantinya. Disini juga ada namanya ridho birridho dalam artian saling memahami atau memaafkanlah, karena yang mereka hina itu teman mereka sendiri. Tapi ini yang masih kita kikis karena juga kalau didepan kita tidak ada yang saling buli tapi nanti dibelakang di kamarlah. Ay31 Dan wawancara juga dilakukan dengan Baiq Maulida Agustina. Pd selaku Pengasuh santri putri sekaligus sebagai guru mengatakan AuJika masih saja ada santri yang melanggar peraturan pondok, minsalnya kasus terjadi di kelas maka pertama guru kelas yang akan menangani, ketika belum bisa ditangani maka permasalahan ini akan di tindak lanjuti oleh wali kelas, ketika belum ada efek maka di serahkan kepada wakil Pimpinan pondok akan bertindak langsung, dan terakhir akan di serahkan kepada Pimpinan Pondok dan dikomunikasikan dengan orang tua jika memang perlu melibatkan orang tua ini sudah menuju jalan terakhir. Jika sampai terakhir ini tidak juga bisa diselasaikan, maka pihak pesantren akan mengembalikan santri kepada orang tua atau wali murid begitulah tahapannya. Ay32 Dari sini, untuk menanggapi permasalahan yang dihadapi, pondok pesantren menawarkan berbagai solusi sebagai berikut: Menambah fasilitas bagi santri seperti kasus kehilangan sandal maka pesantren menyiapkan tas sandal khusus bagi santrinya. Mengadakan pengajian atau ceramah yang berisi wejangan atau nasihat. Selain pesantren mengadakan ceramah rutin, pesantren juga mengadakan kajian tata tertib santri dengan buku khusus yang dibuat oleh pesantren setiap sekali seminggu. Mengadakan kegiatan belajar mengajar serta kegiatan positif lainnya. Seperti kasus lari dari pondok pesantren bagi siswa baru disini pesantren mengadakan berbagai perlombaan dalam menyambut santri sehingga santri akan merasa senang dan betah. 30 Afrizal. Wawancara. 31 Kholily. Wawancara. 32 Agustina. Wawancara. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. Mengadakan kerjasama baik itu bersama guru atau wali mirid bagaimana cara untuk bersamasama melihat anak berkembangan anak dengan baik. Untuk kasus seperti santri yang membawa hp akan dipanggil orang tuanya untuk menarik kembali hp dan membuat berbagai perjanjian. Upaya Pencegahan Kenakalan Santri di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji Seperti wawancara yang dilakukan dengan Lalu Ahmad Izzulhaq Kholily S. H selaku Pengasuh santri putra sekaligus sebagai guru menyampaikan: AuSetiap seminggu sekali hari JumAoat shubuh kita mengadakan kajian kesantrian yang berisi mengenai perintah atau larangan bagi santri yang harus di patuhi atau sosialisasi. Kemudian kita juga ada yang namanya visiting room yaitu mengunjungi ruangan-ruangan santri, kita membagi beberapa pengasuh ada yang bertanggung jawab di asrama pada bagian tertentu, itu setiap selse magrib seriap sore jumAoat juga atau nanti kita kondisionalkan juga itu kita adakan kunjungan ke kamar-kamar, kemudian ngobrol bareng, sering-sering tentang masalah atau kendala yang ada didalam ruangan kamar. Disana tenpat penyatuan antara santri dan Kalau di yang putra pengasuhnya berjumlah 5 orang dan untuk pengasuh yang putri ada 8 orang. Kemudian kita juga punya organisasi santri yang bernama OSPIKA (Organisasi Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaj. biasanya kalau diluar itu ada OSIM. OSPIKA ini ada bagiannya yaitu bagian asrama, keamanan, disiplin, taAomir Masjid, kebersihan dan lain sebabagainya. Setiap selesai sholat berjamaAoah nantinya ada arahan-arahan dari masing-masing mereka sesuai dengan tugas dan fungsi mereka masing-masing. Selain itu juga dimasing-masing kamar ada istilahnya ketua kamarnya atau mudabbirnya. Nah begitulah upaya kami untuk mencegah atau menanggulangi kenakala santri dari berbagai macam bentuk kenakalan remaja karena meraka diawasi 24 jam. Ay33 Dan wawancara juga dilakukan dengan Baiq Maulida Agustina. Pd selaku Pengasuh santri putri sekaligus sebagai guru mengatakan: AuDalam mencegah kenakalan yang akan ditimbulkan oleh santri, dengan mengadakan tentunya sholat berjamAoah yang harus dilakukan, kemudian berbagai macam bacaan-bacaan seperti wirid dan lain-lain, disini juga aktif melakukan kegiatan seperti peringatan hari besar islam ada namnya panggung ceria dan lain sebagainya. Nanti juga ada penyuluhan dari tim kesehatan, dan disini juga rutin diadakan pengajian umum dari berbagai kalangan masyarakat dan mengundang guru-guru dari luar sebagai tamu sekaligus mengisi pengajian setiap pada hari Sabtu. Ay34 Berikut akan peneliti ungkapkan mengenai bagaimana peran Pesantren dalam mengatasi kenakalan-kenakalan remaja atau santri di pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji. Adapun peran yang dilakukan Pondok Pesantren Sesuai dengan hasil wawancara yang peneliti lakukan bersama Direktur TMMI dan Kepala SMP yaitu ustadz Lalu Muhammad Shiddiq S. Pd. I mengatakan: Aupelanggaran yang dilakukan oleh santri seperti merokok setelah di telusuri atau di tindak lanjuti ternyata itu memang bawaan yang dilakukan sebelum masuk ke pondok pesantren 33 Kholily. Wawancara. 34 Baiq Maulida Agustina. Wawancara. Monggas, 26 Juni 2020 Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. karena sebelumnya ada pengaruh dari teman-temannya kemudian itu yang dibawa pondok, namun Alhamdulillah setelah melakukan tindak lanjut takutnya nanti dia mempengaruhi temannya yang lain, maka saat di temukan dengan proses yang dilakukan kemudian adanya perjanjian dan hampir sekarang tidak ditemukan lagi yang merokok. Dan teman-temannya juga yang lain tidak ada yang merokok, pondok pesantren juga mentradisikan berbagai kegiatan islami serta siraman rohani serta nasihat-nasihat. Ya kan dengan begitu tidak hanya merokok, terutama akhlak juga sangat utama untuk kita perbaiki. Ya begitulah kehidupan pondok pesantren. Ay35 Wawancara juga dilakukan dengan Ustadz H. Heri Afrizal. Lc. Ud. berjabat sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji mengenai peran pondok pesantren al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji dalam mengentaskan kenakalan remaja beliau mengatakan: AuDisini santri diberikan bimbingan serta arahan atau ceramah dan ada kajianrutinnya juga yang khusus membahas tata tertib santri disini kami buat buku berisi tata tertib santri. Kemudian bagi santri yang melanggar peraturan itu akan dikenakan hukuman seperti santri yang berkelahi ini nanti akan dicukur minsalnya dua orang yang berkelahi maka dua-duanya kita botak, kemudian bagi santri wati nanti bipakaikan jilbab warna warni yang disedikan oleh ponpes sendiri. Tapi ini sudah ada skornya bagi santri yang sudah mencapai batas skor yang ditentukan yaitu 100 point maka akan di kembalikan kepada orang tuanya, ini sebelumnya sudah di bahas bersama-sama. Namun nanti ada ketentuan-ketentuan lainnya yang bisa saja dibatalkan namun ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Ay36 Upaya yang dilakukan pondok pesantren al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji sesuai dengan wawancara yang dilakukan dengan oleh Lalu Ahmad Izzulhaq Kholily S. H, ialah: Mengadakan kajian kesantrian yang berisi mengenai perintah atau larangan bagi santri yang harus di patuhi atau sosialisasi. Visiting room atau kunjungan ke kamar-kamar santri yang bertujuan ngobrol bareng, seringsering tentang masalah atau kendala yang ada didalam ruangan kamar. Penyatuan emosional antara santri dan pengasuh. Mengadakan organisasi santri yang bernama OSPIKA (Organisasi Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaj. Berikut beberapa upaya yang telah dilakukan pihak Pondok Pesantren Ikhlas al-Islamy Kaliaji dalam mengentaskan kenakalan santri: Membefikan nasehat, tausiyah keagamaan dan juga keteladaan. Peningkatkan kegiatan belajar di pondok maupun disekolah. Meningkatkan layanan serta fasilitas kepada santri. 35 Shiddiq. Wawancara. 36 Afrizal. Wawancara. Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. Mangadakan penyuluhan dari pihak-pihak yang terkait. Meningkatkan kerjasama dengan wali murid dan guru. Pemberian hukuman sesuai dengan perbuatannya. Memberikan Bimbingan Konseling. Membuat surat pernyataan. Memberikan scoursing. Pengkomunikasian atau memanggil orang tua. Dikeluarkan dari sekolah bila perlu ini tindakan terakhir Dan hasil wawancara yang dilakukan dengan Baiq Maulida Agustina. Pd selaku Pengasuh santri putri yaitu: Bacaan-bacaan yang baik seperti wirid dan lain-lain. Mengadakan acara kegiatan yang positif bertujuan untuk mendidik terampil dan lain sebagainya. Penyuluhan dari tim kesehatan, dan disini juga rutin diadakan. Pengajian umum. Hal senada juga dikemukakan oleh Tholkhah Hasan mantan menteri agama RI, bahwa pesantren seharusnya mampu menghidupkan fungsi-fungsi sebagai berikut: Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang melakukan transfer ilmu-ilmu agama . afaqquh fi aldi. dan nilai-nilai Islam (Islamic vaue. Pesantren sebagai lembaga keagamaan yang melakukan kontrol sosial. Pesantren sebagai lembaga keagamaan yang melakukan rekayasa sosial . ocial engineerin. atau perkembangan masyarakat . ommunity developmen. Semua itu menurutnya hanya bisa dilakukan jika pesantren manpu melakukan proses perawatan tradisi-tradisi yang baik dan sekaligus mengadaptasi perkembangan keilmuan baru yang lebih baik, sehingga mampu memainkan peranan sebagai agent of change. Penutup Berdasarkan pembahasan dari hasil penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren AlIkhlas Al-Islamy Kaliaji dapat disimpulkan sebagai berikut: Bentuk kenakalan yang dilakukan oleh santri pondok pesantren al-Ikhlas al-Islamy Kaliaji 37 Imam SyafiAoi. AuPondok Pesantren: Lembaga Pembentukan Karakter,Ay Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 8 . Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. Kabur . ari dari pesantre. dan membolos Berpakaian tidak sesuai dengan atauran madrasah Membawa hp dan melanggar bahasa Berkelahi antar santri atau saling membuli Merokok Meminjam tanpa izin Pacaran Bentuk kenakalan yang dilakukan oleh santri pondok pesantren al Ikhlas al-Islamy Kaliaji masih tergolong kenakalan biasa. Sementara, beberapa upaya yang telah dilakukan pihak Pondok Pesantren Al-Ikhlas Al-Islamy Kaliaji Dalam Mengentaskan Kenakalan Remaja, ialah: Membefikan nasehat, tausiyah keagamaan dan juga keteladaan. Peningkatkan kegiatan belajar di pondok maupun disekolah. Meningkatkan layanan serta fasilitas kepada santri. Mangadakan penyuluhan dari pihak-pihak yang terkait. Meningkatkan kerjasama dengan wali murid dan guru. Pemberian hukuman sesuai dengan perbuatannya. Memberikan Bimbingan Konseling. Membuat surat pernyataan. Memberikan scoursing. Pengkomunikasian atau memanggil orang tua. Dikeluarkan dari sekolah bila perlu ini tindakan terakhir Jurnal Putih. Vol 9. No. 2, 2024 Zihniatul Ulya, et. Peran Pondok Pesantren dalam Mengentaskan Kenakalan SantriA. Daftar Pustaka