ANALISIS PENGARUH GROWTH OPPORTUNITY. LEVERAGE. FIRM SIZE DAN PROFITABILITAS TERHADAP CASH HOLDING PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA DI BURSA EFEK INDONESIA Fira Yulissa email: firayulissa@gmail. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan growth opportunity, leverage, firm size dan profitabilitas terhadap cash holding pada perusahaan industri dasar dan kimia di Bursa Efek Indonesia. Pada populasi penelitian ini sebanyak 87 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan kriteria sampel pada perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO) sebelum tahun 2016 dan perusahaan yang tidak di delisting selama periode penelitian, sehingga sampel yang diperoleh sebanyak 62 perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif atau hubungan kausal dengan metode penelitian kuantitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis korelasi berganda dan koefisien determinasi serta uji hipotesis. Dalam penelitian ini diperoleh hasil yaitu growth opportunity dan firm size tidak berpengaruh terhadap cash holding, sedangkan leverage berpengaruh negatif terhadap cash holding, dan untuk profitabilitas berpengaruh positif terhadap cash holding. Kata Kunci: growth opportunity, leverage, firm size, profitabilitas, cash holding. PENDAHULUAN Setiap perusahaan memiliki kas untuk persiapan jika terjadi suatu resiko di kemudian hari. Selain itu, tersedianya kas merupakan hal yang paling penting dalam suatu perusahaan untuk mengoptimalkan aktivitas perusahaan. Hal tersebut bertujuan untuk mengatasi kesulitan keuangan pada saat kegiatan operasional suatu perusahaan. Jika kas yang tersedia bernilai positif, maka kas tersebut akan digunakan untuk dibagikan pada deviden secara tunai dan juga untuk mendanai pertumbuhan perusahaan melalui ekspansi bisnis yang dilakukan dalam aktivitas investasi. Sebaliknya, jika suatu perusahaan memiliki arus kas minus, maka perusahaan harus mencari solusi untuk memperoleh kas dengan cara yang lain. Maka dalam hal ini, penentuan cash holding sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Cash holding merupakan kas yang tersedia dalam perusahaan untuk dibagikan kepada investor. Jika nilai cash holding suatu perusahaan mengalami peningkatan, maka perusahaan tersebut memiliki daya saing dan kekuatan dalam perkembangannya, serta menunjukkan bahwa perusahaan tersebut dapat mempertahankan likuiditasnya. Jika kas yang tersedia tidak mencukupi maka suatu perusahaan akan terganggu kegiatan Dengan ketersediannya kas yang meningkat, maka secara tidak langsung akan membuat investor tertarik untuk berinvestasi dalam jangka waktu panjang. Dalam penelitian ini faktor-faktor yang diduga mempengaruhi cash holding diantaranya growth opportunity, leverage, firm size dan profitabilitas. Growth opportunity merupakan salah satu rasio keuangan yang mengukur seberapa besar kemampuan suatu perusahaan dalam mempertahankan posisinya yang dapat dilihat dari kesempatan bertumbuh atau yang biasa disebut tingkat pertumbuhan suatu maka dari itu, semakin tinggi suatu peluang bertumbuh perusahaan maka akan meningkatkan cash holding, dengan semakin tinggi suatu perusahaan dalam bertumbuh maka semakin tinggi pula perusahaan mempertahankan kas. Sehingga growth opportunity dianggap berpengaruh terhadap cash holding karena pada perusahaan yang mengalami peningkatan pertumbuhan secara tidak langsung akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Sehingga akan mengakibatkan calon investor akan memperoleh keuntungan dari perusahaan yang memiliki nilai cash holding yang tinggi seiring pertumbuhan perusahaan. Leverage merupakan rasio yang melihat suatu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjang. Leverage juga diartikan sebagai rasio keuangan perusahaan yang membandingkan antara total hutang dengan modal serta kemampuan perusahaan dalam membayar beban bunga dan tetap lainnya. Suatu perusahaan yang memiliki tingkat leverage tinggi mempunyai ketergantungan yang berbanding lurus terhadap pinjaman di luar perusahaan. Hal ini digunakan untuk membiayai aset Sedangkan pada perusahaan yang memiliki tingkat leverage rendah akan menunjukkan bahwa pendanaan yang dikeluarkan berasal dari modal perusahaan itu Perusahaan yang mempunyai banyak hutang akan mempengaruhi jumlah kas sehingga kas yang ada pada perusahaan menjadi lebih kecil, karena perusahaan harus menyicil pembayaran hutang dengan menggunakan kas yang di tahan perusahaan. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Firm size merupakan skala pengukuran besar atau kecilnya suatu perusahaan. Ukuran perusahaan akan menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat cash Hal ini dikarenakan ukuran perusahaan akan menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk calon investor mengambil keputusan berinvestasi. Ukuran perusahaan akan mempengaruhi tingkat cash holding suatu perusahaan karena suatu perusahaan pasti akan menjaga tingkat operasi dan investasinya. Sehingga semakin besar ukuran suatu perusahaan maka perusahaan tersebut cenderung akan lebih banyak menghasilkan kas sehingga perusahaan akan lebih mudah untuk mendapatkan pembiayaan dari luar Pada perusahaan yang kecil maka akan mengalami kesulitan dalam mengakses pasar modal, sehingga kecendrungan suatu perusahaan dalam menahan kas lebih tinggi. Oleh sebab itu, dengan semakin besarnya ukuran perusahaan akan membuat perusahaan dengan mudah dalam mendapatkan pembiayaan dari luar perusahaan yaitu dari calon investor. Profitabilitas merupakan acuan indikator terhadap kinerja suatu manajemen perusahaan dalam mengelola aset perusahaan. Profitabilitas pada umumnya digunakan oleh investor untuk menganalisis fundamental pada suatu perusahaan. Laba yang diperoleh dari suatu perusahaan akan menambah kas pada perusahaan dan akan menghasilkan aset perusahaan. Maka dari itu, suatu perusahaan yang menghasilkan profitabilitas tinggi akan cenderung memiliki kas dalam jumlah yang besar. Jika profitabilitas suatu perusahaan tinggi, maka secara tidak langsung menunjukkan bahwa perusahaan mampu memberikan keuntungan yang tinggi dan meningkatkan cadangan kas dalam suatu perusahaan. Oleh sebab itu, semakin tinggi profitabilitas akan mempengaruhi cash holding yang juga akan semakin tinggi, begitu juga sebaliknya jika profitabilitas perusahaan rendah maka cash holding juga akan menjadi sedikit. KAJIAN PUSTAKA Cash Holding Cash holding merupakan salah satu unsur yang penting dalam sebuah perusahaan, karena salah satu bagian dalam aset lancar perusahaan yang paling likuid. Dengan kata lain jika jumlah kas yang tidak mencukupi dalam suatu perusahaan maka kegiatan operasional perusahaan akan terganggu, dan akan mempengaruhi likuiditas perusahaan. Maka, cash holding mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 dengan tepat waktu. Menurut Gill & Shah . 2: . kas dan setara kas yang tersedia akan digunakan untuk berinvestasi pada aset fisik yang membagikannya pada investor atau ditahan perusahaan tersebut yang nantinya akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasional suatu perusahaan. Dengan ini, maka dapat disimpulkan bahwa cash holding sangat berpengaruh terhadap kas. Perusahaan memiliki aset yang paling lancar yang dimana sejumlah kas akan mencukupi setiap kebutuhan perusahaan umtuk membiayai kegiatan operasional suatu perusahaan. Perusahaan akan mengolah kas seoptimal mungkin dengan sejumlah kas yang tersedia supaya tidak terjadi kesulitan keuangan. Hal ini dikarenakan kas yang tersedia akan digunakan oleh perusahaan untuk melunasi hutang yang ada. Growth Opportunity Growth opportunity sering disebut juga sebagai kesempatan perusahaan untuk Menurut Alicia et al . 0: . growth opportunity adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur seberapa besar suatu kemampuan perusahaan dalam mempertahankan posisinya dalam melakukan operasional dan perkembangan ekonomi secara global. Sejauh ini nilai laba suatu perusahaan memiliki pengaruh terhadap penambahan atau pengurangan utang. Perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi maka perusahaan akan meningkatkan aktiva tetap sehingga memerlukan dana yang lebih besar pada masa mendatang. Akan tetapi, hal ini juga berpengaruh untuk mempertahankan tingkat laba yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Maka dari itu, akibat dari laba yang ditahan akan membuat peningkatan dan perusahaan akan cenderung lebih banyak berhutang untuk mempertahankan rasio utangnya. Dengan demikian, growth opportunity adalah pertumbuhan nilai kenaikan penjualan dari tahun ke tahun. Oleh sebab itu, semakin tinggi pertumbuhan suatu perusahaan maka perusahaan akan lebih banyak mengandalkan modal eksternal. Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang baik akan menarik perhatian para calon investor untuk menginvestasikan modal dalam suatu perusahaan. Leverage Leverage merupakan penggunaan dana perusahaan atau yang sering disebut juga Leverage akan dimanfaatkan perusahaan untuk menutup biaya tetap atau untuk membayar beban tetap perusahaan. Leverage juga merupakan salah satu rasio yang sangat berhubungan, yaitu antara total hutang perusahaan terhadap modal perusahaan yang Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 dimiliki dan juga berhubungan dengan aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Dengan ini, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi leverage maka dapat melihat sejauh mana perusahaan mengeluarkan dana untuk pembiayaan yang harus dikeluarkan oleh Menurut Angelia . 0: . perusahaan dengan tingkat hutang yang tinggi maka akan membiayai operasional suatu perusahaan, dengan nilai leverage yang tinggi maka perusahaan akan menunjukkan bahwa pembiayaan yang dikeluarkan perusahaan tidak akan bergantung kepada pendanaan internal perusahaan. Cash holding akan berkurang apabila terdapat kondisi keuangan perusahaan yang buruk, sehingga cash holding dibutuhkan untuk membayar hutang. Begitu pula sebaliknya, cash holding akan bertambah apabila suatu perusahaan membeli aset dengan kredit, yang kemudian aset perusahaan dapat menghasilkan laba. Firm Size Ukuran perusahaan atau firm size perusahaan merupakan hal yang menunjukkan aktifitas suatu perusahaan. Suatu perusahaan yang besar harus mampu dalam mempertahankan perusahaan dengan keadaan yang baik sehingga perusahaan memiliki wewenang yang luas dalam pasar modal yang bisa dibandingkan dengan perusahaanperusahaan lainnya. Hal ini dikarenakan akses yang mudah terhadap pasar modal akan membuat perusahaan memiliki fleksibilitas kemampuan mengumpulkan dana untuk pembiayaan perusahaan. Firm size dapat diukur menggunakan logaritma natural asset (L. dengan rata-rata total aset perusahaan. Dengan demikian, maka semakin besar suatu perusahaan maka perusahaan akan dianggap lebih mampu meningkatkan nilai suatu perusahaan, karena suatu manajemen memiliki keleluasaan dalam mengelola atau menggunakan aset perusahaan untuk meningkatkan suatu kinerja produktivitas perusahaan. Menurut Saputri & Anon . firm size merupakan suatu skala yang mana dapat diklasifikasikan dengan besar kecilnya suatu perusahaan menurut berbagai cara ada, antara lain yaitu menggunakan total aktiva, penjualan, log size, nilai pasar saham, kapitalisasi pasar dan masih banyak lagi, dengan semua cara yang berkorelasi tinggi untuk suatu kemajuan perusahaan. Profitabilitas Profitabilitas secara bahasa berasal dari kata profit dan ability yang cukup berkaitan dengan suatu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Rasio ini juga menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Pada setiap Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 perusahaan akan dituntut untuk selalu menghasilkan keuntungan yang lebih baik. Profitabilitas merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba atau bisa disebut rasio yang mencerminkan suatu perusahaan tersebut didalam menghasilkan laba atau keuntungan. Menurut Utari. Purwanti & Prawironegoro . profitabilitas adalah kemampuan suatu manajemen untuk memperoleh laba. Laba yang dimaksud adalah terdiri dari laba operasi, laba kotor, laba bersih. Oleh sebab itu, untuk memperoleh laba diatas rata-rata, perusahaan harus mampu meningkatkan pendapatan dan mengurangi setiap beban atas pendapatan. Dengan ini maka perusahaan harus memperoleh laba sebanyak-banyaknya. Berdasarkan uraian terkait profitabilitas, dapat disimpulkan bahwa profitabilitas yang tinggi akan membuat suatu fundamental perusahaan lebih terlihat menonjol kearah yang lebih baik. Pada fundamental perusahaan yang baik, maka akan membuat calon investor tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan. KAJIAN PUSTAKA Pengaruh Growth Opportunity Terhadap Cash Holding Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan Oleh Liestyasih & Wiagustini . dan Saputri & Anon . menunjukkan bahwa growth opportunity yang berkembang dengan pesat akan membuat perusahaan meningkat dan menghasilkan keuntungan yang akan digunakan sebagai pembiayaan dana yang dikeluarkan. Semakin tinggi suatu peluang pertumbuhan perusahaan, maka semakin tinggi pula kesempatan yang dihasilkan untuk mendapatkan feedback yang lebih besar, sehingga akan membuat suatu perusahaan dengan kemampuan untuk mempertahankan cash holding sebagai pemenuhan kebutuhan investasi dimasa depan semakin tinggi. Sehingga berdasarkan uraian diatas dapat dikembangkan hipotesis sebagai berikut: H1: Growth opportunity berpengaruh positif terhadap cash holding. Pengaruh Leverage terhadap Cash Holding Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Saputri & Anon . serta Angelia . menunjukkan bahwa perusahaan yang menghasilkan hutang yang besar maka akan memiliki cadangan uang kas yang lebih rendah. Hal ini dikarenakan perusahaan harus menyicil pembayaran hutang yang ditambah dengan beban bunga yang dihasilkan dari hutang. Perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi akan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 menunjukkan perusahaan mampu atau tidak untuk mendapatkan pendanaan eksternal yang lebih murah dan mudah sehingga memungkinkan perusahaan dapat mengurangi jumlah cash holding yang dipegang oleh perusahaan. Cash holding pada bagian ini sangat berbanding terbalik dengan leverage karena hubungan antar variabel ini negatif, jika dana internal tidak cukup untuk pendanaan suatu perusahaan maka perusahaan akan menggunakan cadangan likuid yaitu kas yang terdapat pada perusahaan, sebelum perusahaan menerbitkan hutang. H2: Leverage berpengaruh negatif terhadap Cash Holding Pengaruh Firm Size terhadap Cash Holding Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Alicia et al . serta Saputri & Anon . menunjukkan bahwa semakin besar suatu ukuran perusahaan maka akan sangat berpengaruh terhadap kas yang dihasilkan oleh perusahaan, dengan peningkatan nilai cash holding maka aset yang dimiliki oleh perusahaan akan semakin besar pula. Hal ini akan mengakibatkan cash holding yang ditahan akan semakin besar Hasil ini disebabkan oleh perusahaan yang akan menunggu penggunaan aset yang baik dalam bentuk kas yang diinvestasikan karena akan lebih menguntungkan perusahaan dalam menghasilkan cash holding pada perusahaan. Dengan adanya perusahaan yang mampu meningkatkan cash holding maka, perusahaan akan mampu menjaga tingkat operasional dan investasinya dan perusahaan akan mampu menjaga tingkat cash holding dengan jumlah yang besar. Sehingga dapat digunakan sebagai cadangan saat terjadi kejadian yang tidak terduga dimasa yang akan datang atau masa H3: Firm Size berpengaruh positif terhadap Cash Holding. Pengaruh Profitabilitas terhadap Cash Holding Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Angelia . serta Saputri & Anon . menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap cash holding, karena perusahaan dengan tingkat keuntungan yang lebih banyak akan membuat kas bertambah dan membuat cadangan yang paling likuid. Profitabilitas yang dihasilkan tinggi maka cash holding pun akan tinggi. Kas setara kas akan diubah menjadi investasi yang baik dimasa yang akan datang, dengan ini maka perusahaan mampu mempertahankan kas di tingkat yang paling likuid. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 H4: Profitabilitas berpengaruh positif terhadap Cash Holding. Gambar 1 Kerangka Konseptual Penelitian METODE PENELITIAN Bentuk penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini, penulis akan melakukan pengumpulan data dengan menggunakan studi kepustakaan terhadap data-data yang terkait dengan penelitian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adapun dengan perusahaan yang sudah Go Public di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 sampai dengan tahun 2020, dengan menggunakan data keseluruhan perusahaan yaitu sebanyak 87 perusahaan. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dan menghasilkan sampel sebanyak 62 perusahaan dengan kriteria perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang telah Initial Public offering (IPO) sebelum tahun 2016 serta perusahaan yang tidak di delisting selama periode penelitian. Pada penelitian ini, metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Data sekunder dalam penelitian ini diolah menggunakan alat bantu program software statistical product and service solutions (SPSS) versi 22. Variabel Independen Growth Opportunity Menurut Rizki Alicia et al . maka dapat diukur dengan menggunakan rumus sebagai berikut: penjualan tahun sekarang-penjualan tahun sebelumnya penjualan tahun sebelumnya Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Leverage Menurut Fahmi . adapun rumus yang dipakai sebagai berikut: Debt to asset ratio = total liabilitas total aset Firm Size Menurut Rizki Alicia et al . adapun rumus yang dipakai sebagai berikut: firm size =Log N . otal ase. Profitabilitas Menurut Fahmi . adapun rumus yang dipakai sebagai berikut: ROA= laba bersih setelah pajak total aset Variabel Dependen Menurut Alicia et al . cash holding dapat diukur dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Cash Holding = kas dan setara kas total aset PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Tabel 1 Statistik Deskriptif Descriptive Statistics CH_Y GO_X1 LEVERAGE_X2 FZ_X3 PROFITABILIT AS_X4 Valid N . Minimu Maximu Std. Deviation Mean Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2021 Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui bahwa hasil dalam pengujian statistik deskriptif dari jumlah seluruh sampel adalah 310 data yang diperoleh dari 62 data Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 perusahaan dengan periode penelitian selama lima tahun serta keseluruhan data terproses . Variabel cash holding memiliki nilai minimum sebesar 0,0002 dan nilai maksimum nya sebesar 0,7597. Serta nilai rata-rata . sebesar 0,090107 dengan nilai deviasi sebesar 0,1132068. Variabel growth opportunity memiliki nilai minimum sebesar -1,0000 dan nilai minimum sebesar 8,3710. Serta nilai rata-rata . sebesar 0,098569 dengan nilai deviasi sebesar 0,8283075. Variabel leverage yang diproksikan dengan debt to asset ratio (DAR) memiliki nilai minimum sebesar 0,0474 dan nilai maksimum nya sebesar 2,7669. Serta nilai ratarata . sebesar 0,544661 dengan nilai standar deviasi sebesar 0,3387104. Variabel firm size yang diproksikan dengan logarithm natural (LN) dari total aset memiliki nilai minimum sebesar 24,5451 dan untuk nilai maksimum nya sebesar 33,2653. Serta nilai rata-rata . sebesar 28,5028534 dengan nilai standar deviasi sebesar 1,6234661. Variabel profitabilitas yang diproksikan dengan return on asset (ROA) memiliki nilai minimum sebesar -1,0498 dan nilai maksimum sebesar 0,5485. Serta nilai ratra-rata . sebesar 0,014833 dengan nilai standar deviasi sebesar 0,0991596. Uji Asumsi Klasik Tabel 2 Hasil Pengujian Asumsi Klasik Variabel Growth Opportunity DAR Firm size ROA Uji Normalitas Asymp Sig. - taile. 0,087 Uji Multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Collinearity Statistics Tolerance VIF Sig. -taile. 0,921 1,086 0,433 0,888 0,912 0,804 1,127 1,097 1,244 0,730 0,885 0,870 Uji Auto Korelasi Runs Test 0,202 Sumber: Ringkasan Output SPSS 22, 2021 Bedasarkan pemaparan pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa tidak terdapat permasalahan pada uji asumsi klasik dengan model regresi yang digunakan dalam penelitian ini. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Analisis Pengaruh Analisis Korelasi dan Koefisien Determinasi Tabel 3 Koefisien Korelasi Berganda dan Koefisien Determinasi Std. Error of the Model R Square Adjusted R Square Estimate Sumber: hasil olahan SPSS 22, 2021 Berdasarkan Tabel 3 dari hasil pengujian koefisien determinasi yang menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,102 atau 10,2 persen. dari nilai yang dihasilkan tersebut maka menunjukkan bahwa kemampuan variabel growth opportunity, leverage, firm size dan profitabilitas dengan menjelaskan perubahan terhadap cash holding sebesar 10,2 persen, sedangkan sisanya yaitu sebesar 89,8 persen dapat dijelaskan bahwa variabel lain yang berada diluar dari variabel yang diteliti dalam penelitian ini Analisis Persamaan Regresi Tabel 4 Pengujian Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. X1_GO X2_LEVERAGE X3_FZ Beta Sig. 130E-7 X4_PROFITABILI TAS Dependent Variable: SQRT_Y_CH Sumber: hasil olahan SPSS 22, 2021 Berdasarkan pada Tabel 4 yang menunjukkan bahwa pada persamaan regresi linear berganda yaitu sebagai berikut: Y = 0,393 0,009X1 - 0,126X2 - 4,130X3 0,535X4 u Pada persamaan regresi linear berganda tersebut menunjukkan bahwa nilai konstanta sebesar 0,393. Nilai tersebut menunjukkan bahwa jika growth opportunity. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 leverage, firm size dan profitabilitas memiliki nilai sebesar nol, dengan ini maka cash holding akan memiliki nilai yang positif sebesar 0,393. Uji Hipotesis Uji F Tabel 5 Uji Kelayakan Model (Uji F) ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: SQRT_Y_CH Predictors: (Constan. X4_PROFITABILITAS. X3_FZ. X1_GO. X2_LEVERAGE sumber: hasil olahan SPSS 22, 2021 Berdasarkan pada Tabel 5 hasil output pada pengujian kelayakan model . ji F), dapat diketahui bahwa hasil uji F menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang hasilkan yaitu sebesar 0,000. Dengan ini nilai signifikansi yang dihasilkan adalah hasil pengujian yang menunjukkan lebih kecil dari ketetentuan yaitu sebesar 0,05. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa model regresi pada growth opportunity, leverage, firm size dan profitabilitas terhadap cash holding adalah model regresi yang layak untuk diuji. Uji t Pada uji t yang memiliki tujuan untuk melihat apakah ada atau tidaknya pengaruh variabel independen yang terdiri dari growth opportunity, leverage, firm size dan profitabilitas terhadap variabel dependen yaitu cash holding. Kriteria yang dipakai dalam uji t adalah berdasarkan angka yang ditetapkan yaitu sebesar 0,05. Apabila nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka adanya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Begitu juga sebaliknya, apabila nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka tidak adanya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Growth Opportunity Berdasarkan Tabel 4, dapat dilihat hasil ouput pada pengujian yang dilihat adalah nilai t yang dihasilkan pada masing-masing variabel. Pada nilai signifikansi variabel growth opportunity memiliki nilai sebesar 0,835 lebih besar dari 0,05 . ,835 > 0,. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Maka hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel growth opportunity tidak berpengaruh terhadap variabel cash holding. Leverage Berdasarkan Tabel 4, dapat dilihat hasil ouput pada pengujian yang dilihat adalah nilai signifikansi variabel leverage memiliki nilai sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 . ,001 O 0,. dengan koefisien regresi arah negatif 0,126. Maka hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel leverage berpengaruh negatif terhadap variabel cash Firm Size Berdasarkan Tabel 4, dapat dilihat hasil ouput pada pengujian yang dilihat adalah nilai signifikansi variabel firm size memiliki nilai sebesar 0,448 lebih besar dari 0,05 . ,448 > 0,. Maka hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel firm size tidak berpengaruh terhadap variabel cash holding. Profitabilitas Berdasarkan Tabel 4, dapat dilihat hasil ouput pada pengujian yang dilihat adalah nilai signifikansi variabel profitabilitas memiliki nilai sebesar 0,005 lebih kecil 0,05 . ,005 O 0,. dengan koefisien regresi arah positif sebesar 0,535. Maka hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh positif terhadap variabel cash PENUTUP Berdasarkan dari hasil pengujian dan pembahasan yang telah dipaparkan oleh peneliti, maka diperoleh kesimpulan bahwa growth opportunity, leverage, firm size dan profitabilitas memiliki pengaruh yang berbeda-beda. Growth opportunity dan firm size tidak berpengaruh terhadap cash holding, leverage berpengaruh negatif terhadap cash holding sementara itu, profitabilitas berpengaruh positif terhadap cash holding. selain itu, pada hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai sebesar 10,2 persen dari hasil yang menunjukkan bahwa kemampuan variabel growth opportunity, leverage, firm size dan profitabilitas dengan menjelaskan perubahan terhadap cash holding sebesar 10,2 persen, sedangkan sisanya yaitu sebesar 89,8 persen dijelaskan oleh variabel lain dalam model regresi penelitian ini. Berdasarkan dari kesimpulan yang sudah dibahas serta keterbatasan peneliti dalam penelitian yang telah dikemukakan, maka saran yang dapat penulis berikan adalah untuk Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 penelitian selanjutnya sebaiknya peneliti menambah atau menggunakan variabel independen yang lainnya Seperti Likuiditas. Solvabilitas. Net Profit Margin. Return on Equity, dan Cash Flow. DAFTAR PUSTAKA