AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 598-601 Sosialisasi Etika Penggunaan Sosial Media Dan Keamanan Penyebaran Informasi Di Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan Amanatul Huda. Kel. Tajur. Ciledug. Tangerang Wasis Haryono1. Tita Puspitasari1. Asep Erlan Maulana2* 1,2Fakultas Ilmu Komputer. Program Studi Teknik Informatika. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Indonesia Email: 1wasish@unpam. id, 2dosen01261@unpam. id, 3*dosen02716@unpam. (* : coressponding autho. Abstrak Oe Saat ini pondok pesantren Tahfizhul Qur'an Amanatul Huda masih melakukan dakwah secara tradisional, sehingga dakwah yang dilakukan tidak berdampak luas ke masyarakat. Materi-materi dakwah yang bagus hanya tersampaikan ke segelintir jamaah saja. Dalam melakukan dakwah. Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Amanatul Huda menghadapi beberapa tantangan, salah satunya adalah tantangan Teknologi. Sejalan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah sangat pesat, media sosial telah menjadi salah satu alat yang sangat berpengaruh dalam memperluas jangkauan dakwah dan pendidikan agama. Dalam rangka mendukung upaya ini, perlu adanya program sosialisasi yang tepat guna. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan tema Sosialisasi Etika Penggunaan Sosial Media Dan Keamanan Penyebaran Informasi Di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Amanatul Huda, akan dapat melakukan dakwah dengan memanfaatkan sosial media dengan cara memproduksi konten-konten dakwah yang tepat sasaran dan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi. Kata Kunci: Sosial Media. Dakwah. Amanatul Huda. Abstract Oe Currently, the Tahfizhul Qur'an Amanatul Huda Islamic boarding school still carries out traditional da'wah, so that the da'wah that is carried out does not have a broad impact on society. Good preaching materials are only delivered to a handful of congregations. In carrying out da'wah, the Tahfizhul Qur'an Amanatul Huda Islamic Boarding School faces several challenges, one of which is technological challenges. In line with the very rapid advances in information and communication technology, social media has become a very influential tool in expanding the reach of preaching and religious education. In order to support this effort, there needs to be an effective socialization program. With this community service activity with the theme Socialization of the Ethics of Using Social Media and Security of Information Dissemination at the Tahfidzul Qur'an Amanatul Huda Islamic Boarding School, we will be able to carry out da'wah by utilizing social media by producing da'wah content that is right on target and can reach the community even wider. Keywords: Sosial Media. Dakwah. Amanatul Huda PENDAHULUAN Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Amanatul Huda adalah salah satu dari sekian banyak lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen dalam menghasilkan generasi muda yang berkualitas, terutama dalam bidang hafalan Al-Qur'an. Pesantren ini telah berdiri selama lebih dari 20 tahun dan memiliki banyak prestasi dalam memajukan pendidikan Islam di wilayah sekitarnya. Selain mengutamakan pendidikan agama, pesantren ini juga memiliki peran penting dalam menyiarkan nilai-nilai Islam di masyarakat. Pondok Pesantren Tahfizhul QurAoan Amanatul Huda memiliki visi dan misi. Visi Pondok Pesantren Tahfizhul QurAoan Amanatul Huda yaitu Membela Agama Allah. Yatim DhuAoafa yang QurAoani dan Madani. Sedangkan misinya yaitu: 1. Membantu Yatim DhuAoafa memperoleh pendidikan gratis, dengan sistem Pondok Pesantren Salafiyah dan formal (Terpad. , 2. Menyelenggarakan program pendidikan utama yaitu Tahfizhul QurAoan (Menghafal QurAoan ), 3. Menyelenggarakan program pendidikan Ilmu-ilmu Al-QurAoan, kajian Kitab Ae kitab kuning. Bahasa dan Keterampilan, 4. Mengutamakan Pengamalan Ibadah AoAmaliyah. BerjamaAoah. Dzikir dan Akhlaqul Karimah, 5. Menyediakan sarana prasarana dan fasilitas penunjang, 6. Menyiapkan Tenaga-tenaga Pendidik ( Guru ) yang berkompeten di bidangnya dan berdedikasi tinggi, 7. Merangkul seluruh potensi masyarakat dan pemerintah. Wasis Haryono | https://journal. id/index. php/amma | Page 598 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 598-601 Selain visi misi Pondok Pesantren Tahfizhul QurAoan Amanatul Huda pun memiliki tujuan, dimana tujuannya itu adalah terwujudnya tempat untuk berkembangnya ilmu-ilmu Allah serta hidupnya Sunnah Rasulullah SAW melalui penyelenggaraan pendidikan bagi Yatim dan DhuAoafa secara gratis. Pendidikan di Pesantren Tahfizhul qurAoan AuAmanatul HudaAy Berlangsung selama 24 Jam. Mengacu kepada 4 Model Pendidikan, yaitu : Pendidikan AoUlumul QurAoan . ntara lain : Tahfizhul QurAoa. Pendidikan Bahasa di Pondok Pesantren Modern. Kurikulum Kementrian Agama . ntuk Madrasah Tsanawiyah (MT. dan Madrasah Aliyah (MA), dan Perguruan Tinggi Islam Serta QiroAoatul Kutub di Pondok Pesantren Salafiyah. Jumlah Santri Pondok Pesantren Tahfizhul QurAoan Amanatul Huda sebanyak 238 Santri/ Santriwati, terdiri dari Santri Putra 131 Santri Santri Putri 107 Santriwati, dimana Kelompok Usianya antara 13 s/d 25 Tahun. Di pesantren ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana diantaranya adalah tersedianya asrama putra, ruang kelas belajar, asrama putri kamar mandi dan dapur umum. Selain sebagai lembaga pendidikan yang berfokus kepada pendidikan pondok pesantren Tahfizhul QurAoan Amanatul Huda juga aktif dalam berdakwah kepada masyarakat sekitar, pesantren ini juga memiliki peran strategis dalam dakwah dan penyebaran ajaran Islam di Pengabdian masyarakat dilakukan sebagai layanan terhadap masyarakat berupa penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga memberikan sumbangan dan kemajuan terhadap Pengabdian masyarakat ini diselenggarakan oleh beberapa dosen untuk mengaplikasikan ilmunya berupa Sosialisasi Etika Penggunaan Sosial Media Dan Keamanan Penyebaran Informasi Di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Amanatul Huda. METODE PELAKSANAAN 1 Metode Pelaksanaan Metode yang akan digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah melalui kegiatan sosialisasi, berupa pelatihan atau penyuluhan mengenai pemanfaatan sosial media untuk penyebaran Metode kegiatan yang digunakan kepada peserta adalah ceramah, diskusi, dan pelatihan. Alur Kegiatan Alur kegiatan Sosialisai dilaksanakan sebagai berikut : TIM PKM Sosialisasi Pemanfaatan Sosial Media untuk Dakwah Sosialisasi mengenai pemanfaatan media Tanya jawab / diskusi antara peserta dan Implementasi kepada Ponpes Amantul Huda Gambar 1. Alur Kegiatan Wasis Haryono | https://journal. id/index. php/amma | Page 599 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 598-601 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang Tim kami lakukan di Ponpes Tahfidzhul QurAoan Amanatul Huda disambut dengan baik oleh Pimpinan dan Jajaran Pengurus Ponpes Tahfidzhul QurAoan Amanatul Huda yang ramah membuka ruang untuk kami berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh tanggung jawab. Peran aktif dari santri sebagai peserta sosialisasi menjadikan kami lebih bersemangat untuk terus berbagi ilmu dan informasi. Pelatihan yang disampaikan kepada peserta sosialisasi yaitu santri Tahfizhul Huda yang terdiri dari 33 santri termasuk pengurus pesantren dan Ustadz, dalam kegiatan ini narasumber . menyampaikan materi tentang pembuatan, penggunaan, serta pemanfaatan konten untuk berbagai sosial media dalam upaya meningkatkan jangkauan penyebaran informasi yang lebih luas lagi secara bergantian sesuai dengan konten yang disampaikan, narasumber memaparkan segala bentuk penggunaan sosial media yang marak digunakan saat ini terutama dibahas dan diperdalam penggunaannya. Sosial media di kalangan masyarakat, diberikan penjelasan secara umum, kemudian manfaat dan dampak yang ditimbulkan dari penggunaan sosial media. Narasumber mengajak peserta untuk aktif berdiskusi dan menyampaikan pendapatnya terkait dengan materi yang disampaikan dengan cara mempersilahkan kepada peserta sosialisasi untuk langsung mengajukan pertanyaan di bagian akhir penyampaian materi yang dipaparkan narasumber. Teknis pelaksaan kegiatan ini, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok didampingi oleh Mahasiswa yang terlibat dalam TIM Pengabdian Kepada Masyarakat. Setelah sesi materi selesai, setiap kelompok bergantian menyampaikan pendapatnya tentang penggunaan sosial media di kalangan masyarakat saat ini baik yang dialami pribadi ataupun hasil pengamatan dilingkungan sekitar, kemudian dipersilahkan pula setiap kelompok untuk mengajukan pertanyaan hingga pemaparan materi dikupas secara detail dan tuntas. Mahasiswa dalam hal ini berperan untuk mengarahkan keaktifan peserta pada masing-masing kelompok, menjaga agar saat pemaparan materi peserta didik tetap fokus dan mengikuti dengan tertib, memastikan bahwa materi dapat diterima dengan baik sehingga tujuan diadakannya tentang pemanfaatan dan sosial media dapat tercapai dalam kualitas penyebaran informasi mereka. setiap kelompok diminta menganalisis sosial media terkait target audiens dengan berbagai platform yang lingkungan masyarakat. Kemudian didiskusikan di forum bagaimana solusi yang harus dilakukan oleh kelompok mereka agar dapat membuat konten dan branding yang bagus agar dapat berpenyebaran informasi seperti di beberapa contoh sosial media tersebut yang dijadikan contoh sebagai motivasi. Meminimalisir terjadinya kendala dalam penggunaan dan pemanfaatn sosial media yang sama setelah pelaksanaan sosialisasi ini, karena tujuan pengabdian masyarakat ini pula untuk memberikan jawaban atau solusi dari permasalahan yang ada dilakangan masyarakat di tempat dilaksanakannya PKM. Berbagai pertanyaan disampaikan kepada kami dari peserta setelah mereka mengikuti pemaparan materi sosialisasi, diantaranya: Bagaimana peranan teknologi dalam dunia penyebaran informasi? Bagaimana memanfaatkan sosial penyebaran informasi bagi penyebaran informasi untuk para remaja? Bagaimana menyiarkan penyebaran informasi kepada umum dengan usia kami para remaja? Dan banyak lagi pertanyaan yang disampaikan, sungguh respon yang luar biasa. Kami menyiapkan reward untuk peserta yang aktif, kami menyiapkan untuk lima peserta yang diberikan reward karena antusias yang tinggi sehingga banyak yang berperan aktif, semoga apa yang sudah kami sampaikan dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi semua peserta yang mengikuti sosialisasi ini. Setelah sesi pelatihan selesai, peserta sosialisasi tetap bersama kelompoknya dengan didampingi oleh Dosen dan Mahasiswa anggota PKM sebagai fasilitatornya, diberikan kesempatan untuk simulasi dalam membuat konten dan menggunakan sosial media. Peserta dipersilahkan membuka situs atau aplikasi terkait dengan sosial media dan penyebaran informasi. Wasis Haryono | https://journal. id/index. php/amma | Page 600 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 598-601 Mahasiswa mengarahkan dan memberikan penjelasan cara mengakses yang benar agar peserta mendapatkan layanan yang mereka maksudkan, memberikan referensi situs yang sering diakses atau digunakan oleh kalangan santri dan penceramah, jika terdapat kendala segera diberikan solusi setiap kelompoknya jika tidak langsung terpecahkan fasilitator segera meminta bantuan dosen pelaksana PKM, karena dalam kegiatan ini semua harus berperan aktif dan solutif. Setiap kelompok diberikan tugas untuk mempresentasikan hasil simulasinya, apa yang mereka dapat kerjakan dengan internet selama durasi waktu yang ditentukan. mereka berbagi konten dan materi terkait dengan proses produksi materi penyebaran informasi maupun terkait dengan penyebaran informasi agar lebih menarik dan dapat dijangkau masyarakat luas, memaparkan sosial media apa yang mereka buat dalam menunjang usaha mereka. Setiap kelompok saling memberikan pertanyaan dan masukan pada setiap sosial media yang dibuat guna memberikan kualitas yang terbaik agar pada saat sudah dimanfaatkan penggunannya dapat lebih maksimal. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mengenai Ponpes Tahfidzhul QurAoan Amanatul Huda dengan kegiatan AuSosialisasi Pemanfaatan Sosial Media Untuk Penyebaran informasi di Pesantren Tahfizhul Quran Amanatul Huda Kel. Tajur Kec. Ciledug Kota. TangerangAy dengan metode sosialisasi dibutuhkan oleh pihak Ponpes Tahfidzhul QurAoan Amanatul Huda baik itu para santri, pengajar dan pengurus. Hal ini karenakan penggunaan metode pemanfaatan sosial media yang dapat dipahami dan dilakukan dengan baik oleh para santri. Sehingga hal ini sudah sangat dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari, baik dalam kegiatan belajar mengajar ataupun dalam administrasi pesantren bahkan sarana promosi pesantren. Pihak Ponpes Tahfidzhul QurAoan Amanatul Huda sangat menyambut baik kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, dan bapak kepala pondok pun membuka kerjasama jika pada kegiatan-kegiatan lainnya di waktu yang akan datang, pihak sekolah siap untuk menjadi partner dan menyediakan tempat pelaksaan kegiatan. REFERENCES