Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 8 Nomor 1 . 179 Ae 189 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengaruh Return on Asset. Total Asset Turnover, dan Debt To Equity Ratio Terhadap Prediksi Kondisi Financial Distress: pada Perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2024 Nabila Fitri Firmansyah1. Diah Febriyanti2 1,2Universitas Indonesia Membangun. Indonesia nabilafitri@student. id1, diah. febriyanti@inaba. ABSTRACT The goal of this research focuses on analyzing the correlation between several essential performance indicators, such as return on assets. Total Assets Turnover, and debt to equity ratios, with respect to projected financial distress. The research subjects are corporations operating in the telecommunications sub-sector listed on the IDX from 2018 to 2024. This research adopts a quantitative approach with a descriptive and verification orientation. The data specifications utilized are numerical/quantitative data referring to secondary data in the form of annual accounting documentation of telecommunications sub-sector corporations published in 2018 to The approach to sample selection method was implemented through a purposive sampling technique, which requires certain criteria. The analytical methodology applied to identify the influence between variables was through t-tests and f-tests. The t-test for ROA and DER of 0. <0. 05 indicates that these variables have an influence on Financial Distress individually. The sig. value of TATO of 0. 127 > 0. 05 indicates that it has no influence individually. The findings of the ftest showed a sig. value of 0. 000 > 0. 05, and the calculated F value with the F table was 13. Thus, the three independent variables, namely ROA. TATO, and DER, have a significant effect simultaneously. Keywords : Return On Asset. Total Asset Turnover. Debt To Equity Ratio. Financial Distress ABSTRAK Tujuan riset ini berfokus guna menganalisis korelasi antara beberapa indikator kinerja essensial seperti besaran laba atas aset, aktivitas perusahaan dalam menghasilkan penjualan dan proposi utang terhadap proyeksi Financial Distress. Entitas yang menjadi subjek riset adalah korporasi yang bergerak dalam sub sektor telekomunikasi yang tecatat di BEI dari Riset ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan orientasi deskriptif serta Spesifikasi data yang diutilisasi yaitu data numerik/kuantitatif yang mengacu pada data sekunder berupa dokumentasi akuntansi tahunan korporasi sub sektor telekomunikasi yang terpublikasi dalam 2018-2024. Metode pemilihan sampel diimplementasikan melalui teknik pengambilan sampling purposive sampling, yang mensyaratkan kriteria tertentu. Metodologi analisis yang diaplikasikan untuk mengindentifikasi pengaruh antar variabel melalui uji-t serta uji-f. Uji t ROA dan DER 0,000 < 0,05 mengindikasi variabel tersebut memberikan pengaruh terhadap Financial Distress secara individual. Nilai sig. dari TATO 0,127 > 0,05 mengindikasi tidak memiliki pengaruh secara individual. Uji-f nilai sig 0,000 > 0,05. F hitung dengan F tabel yakni 13,931>3,245. Sehingga ketiga variabel independent yaitu ROA. TATO dan DER berpengaruh signifikan secara gabungan . Kata kunci : Pengembalian Aset. Perputaran Asset. Rasio Utang terhadap Ekuitas. Kesulitan Keuangan. 179 | Volume 8 Nomor 1 2026 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 8 Nomor 1 . 179 Ae 189 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PENDAHULUAN Sektor telekomunikasi memegang peranan yang sangat krusial dan penopang utama perkembangan digital dalam memperluas jangkauan konektivitas, perkembangan ekonomi dan digitalisasi. Di era perkembangan digital yang pesat, konektivitas kini tidak sekedar esensial, melainkan telah menjadi penopang utama ekonomi digital global. Akan tetapi, dalam beberapa waktu terakhir, sektor ini merasakan dampak fluktuasi pasar. Sejumlah pihak menilai kinerja industri ini tertekan akibat kompetisi sengit di segmen seluler, disrupsi layanan pita lebar tetap . ixed broadban. , serta kebutuhan investasi dalam volume besar. Namun, pandangan tersebut dinilai kurang komprehensif karena tidak memasukkan variabel geopolitik yang kini memainkan peran sentral. Bursa saham global yang bergejolak akibat kenaikan biaya dana pinjaman, eskalasi ketegangan politik antarnegara, deselerasi laju perekonomian Tiongkok, dan konflik teknologi antarkekuatan besar menciptakan lingkungan yang rentan ketidakpastian bagi sektor teknologi dan Meskipun demikian, di tengah tantangan jangka pendek ini, potensi ekspansi dan pertumbuhan jangka panjang sektor ini masih terbuka lebar . com, diakses Oktober 2. Menurut Heru Sutadi. Direktur Eksekutif ICT Institute dan pengamat telekomunikasi, menyoroti bahwa industri telekomunikasi tidaklah kebal terhadap Ia menjelaskan bahwa tingginya ketergantungan pada peralatan impor menciptakan kerentanan, depresiasi nilai tukar rupiah yang berkelanjutan dapat memicu pembengkakkan biaya yang signifikan, yang berpotensi menghambat atau menghentikan proyek-proyek yang sedang berjalan . umber: w. diakses Oktober 2. Tujuan dalam pendirian entitas satu diantaranya menghasikan profit, akan tetapi dalam implementasinya, kondisi finansial entitas tidak selalu konsisten (Apriyani et al. , 2. Dinamika kompetisi yang kian menguat pada saat ini, menuntut entitas bisnis untuk meningkatkan performa kinerja keuangan, apabila kapabilitas finansial entitas tidak stabil, maka akan mengakibatkan penurunan laba, laba yang terus menurun secara berkepanjangan akan menjadi indikasi perusahaan sedang berada di bawah tekanan kesulitan keuangan sebelum terjadinya pailit (Sudaryo et al. , 2. Menurut (Seto et al. , 2. Financial Distress ialah kondisi ketika suatu entitas tidak mampu atau kesulitan menutupi liabilitasnya, serta kondisi ketika biaya yang dikeluarkan tidak tertutup oleh pendapatan yang dimiliki entitas sehingga mengakibatkan perusahaan menanggung kerugian. Prediksi Financial Distress bertindak sebagai sinyal dini bagi manajemen, sehingga perusahaan dapat mencari strategi untuk mengatasi masalah tersebut (Yusuf et al. , 2. Financial Distress timbul karena kerugian yang berkelanjutan menyebabkan pada timbulnya kerugian operasional dan tergerusnya saldo laba bersih entitas pada tahun berjalan yang apabila berkelanjutan akan menyebabkan defisiensi ekuitas dikarenakan penyusutan nilai saldo yang semestinya dialokasikan sebagai dividen (Seto et al. , 2. Pengukuran financial distress dapat dilakukan dengan berbagi metode. Metode yang dipakai pada riset ini yaitu Altman Z-Score. Z-score dikatakan sehat ketika diatas 180 | Volume 8 Nomor 1 2026 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 8 Nomor 1 . 179 Ae 189 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. 2,6, ketika direntang 1,1 dengan 2,6 berada zona abu-abu sedangkan ketika dibawah 1,1 entitas berada termasuk keadaan financial distress. Mengindentifikasi atau memprediksi masalah kesulitan keuangan (Financial Distres. dapat dilakukan menggunakan analisis laporan keuangan, yaitu dengan menggunakan rasio profitabilitas, likuiditas, leverage, serta cakupan arus kas (Seto et , 2. Dalam riset ini, alat ukur efektivitas pengukuran laba yakni ROA, yaitu rasio yang menunjukan kapabilitas entitas untuk mendapatkan profit dari aset perusahan yang digunakan (Sjarif & Febriyanti, 2. Angka ROA yang rendah memberikan indikasi ketidakefisienan dalam mengelola aset yang dimiki dalam menghasilkan laba (Putri Ray et al. , 2. Efisiensi pemanfaatan aset entitas diukur menggunakan TATO, dengan perolehan yang tinggi menunjukkan kinerja yang unggul dan efektivitas optimal dalam pengelolaan aset yang dimiliki, yang dicapai karena perusahaan berhasil meningkatkan laju konversi aset menjadi laba untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi dalam menghasilkan penjualan (Arismutia, 2. Menurut (Amah et al. , 2. entitas dikatakan efisien yaitu ketika mampu menata aspek keuangan secara optimal dan berhati-hati dalam menata keuangan agar terhindar dari kesulitan keuangan dan Rasio utang terhadap ekuitas diukur menggunakan DER, instrumen ini digunakan untuk mengukur perbandingan porposi liabilitas dan ekuitas yang dimiliki perusahaan, serta memvisualisasikan tingkat resiko kebangkrutan yang dihadapi perusahaan (Kasir & Kartika, 2. Tabel 1 Data ROA. TATO, dan DER Terhadap Financial Distress Nama LCK Global Kedaton Tbk. Solusi Tunas Pratama Tbk. Bali Towerindo Sentra Tbk. Tahun ROA (%) TATO DER FINANCIAL DISTRESS 0,05 0,06 0,11 0,09 0,03 10,80 13,33 0,19 0,18 0,37 0,03 0,05 0,73 0,46 1,19 1,90 1,71 0,95 2,42 0,83 2024 0,02 0,17 1,35 1,57 Sumber: w. ata diolah, 2. Berdasarkan tabel 1, tahun 2023 ROA LCK Global Kedaton Tbk 0,05 sementara 0,06 pada 2024 hal ini mencerminkan kenaikan sebesar 0,01 dan nilai Financial Distress pada tahun 2024 mengalami penurunan 0,19 dari 1,90 menjadi 1,71. Hal ini berbanding terbalik dengan teori yang menyebutkana bahwa angka rasio yang tinggi mencerminkan adanya efisiensi yang optimal dalam pengelolaan aset (Hanafi & Halim, 2. Artinya seiring meningkatnya tingkat return on assets, berarti entitas memperoleh laba bersih yang besar dari setiap rupiah asetnya, dengan begitu risiko Financial Distress akan lebih rendah. Hasil penelitian yang disajikan oleh disajikan oleh (Astuti & Sjarif, 2. dan (Apriyani et al. , 2. bahwa ROA memberikan dampak positif signifikan terhadap Financial Distress. Sementara menurut (Herlina & Nugroho, 2. memberikan dampak negatif. 181 | Volume 8 Nomor 1 2026 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 8 Nomor 1 . 179 Ae 189 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Berdasarkan tabel 1. TATO pada Solusi Tunas Pratama Tbk. depresiasi sebesar 0,01 dari tahun 2023 sebesar 0,19 menjadi 0,18 pada tahun 2024, tetapi nilai Financial Distress pada tahun 2024 mengalami peningkatan 1,47 dari 0,95 menjadi 2,42. Hal ini berbanding terbalik dengan teori (Hanafi & Halim, 2. rasio yang tinggi merupakan sinyal adanya manajemen yang kompeten, sementara apabila rasio yang rendah manajemen perlu memperhatikan kembali strategi promosi dan keputusan pengeluaran modal. Artinya ketika rasio TATO tinggi maka risiko Financial Distress akan lebih rendah dan jika rasio TATO rendah maka risiko Financial Distress akan menjadi tinggi. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian yang disajikan oleh (Rafli & Nurismalatri, 2. menyatakan TATO berpengaruh positif signifikan terhadap Financial Distress. Sementara temuan penelitian (Karimah & Sukarno, 2. menunjukkan tidak terdapat pengaruh. Berdasarkan tabel 1, terjadi kenaikan nilai DER Bali Towerindo Sentra Tbk. 0,16 pada tahun 2023 1,19 menjadi 1,35 pada tahun 2024 dan nilai Financial Distress pada tahun 2024 mengalami peningkatan 0,74 dari 0,83 menjadi 1,57. Hal ini berbanding terbalik dengan teori menurut (Hery, 2. jika DER suatu perusahaan tinggi berarti porsi modal perusahaan yang digunakan sebagai jaminan liabilitas semakin kecil. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian yang disajikan oleh (Sudaryo et al. , 2. dan (Hamdani & Prastiyanti, 2. bahwa DER memiliki pengaruh signifikan terhadap Financial Distress. Sementara temuan penelitian (Ningsi et al. dan (Putri. , & Amelia, 2. tidak terdapat pengaruh. Riset ini berfokus pada pengukuran pengaruh ROA. TATO, dan DER dalam memproyeksi kondisi financial distress. Dari ketiga variabel tersebut analisis dilakukan secara individual dan secara bersama-sama terhadap sampel perusahaan subsektor telekomunikasi yang tercatat di BEI sepanjang tahun 2018-2024. METODE PENELITIAN Riset ini menggunakan pendekatan kuantitaif yang didukung dengan analisis deskriptif dan verifikatif. Terdapat 2 komponen variabel yakni variabel bebas dan Menurut (Sugiyono, 2. variabel bebas yakni variabel yang berperan sebagai pengaruh atau penyebab timbulnya perubahan pada variabel terikat. Varibel ROA (X. TATO (X. , dan DER (X. termasuk kedalam klasifikasi variabel bebas. Sedangkan menurut (Sugiyono, 2. variabel terikat yakni variabel hasil yang perubahannya disebabkan oleh variabel yang memengaruhinya . ariabel beba. , pada riset ini Prediksi Kondisi Financial Distress merupakan variabel Y. Spesifikasi data yang diutilisasi yaitu data numerik/kuantitatif yang dihimpun dari data sekunder berupa dokumentasi akuntansi tahunan korporasi sub sektor telekomunikasi yang terpublikasi dalam 2018-2024. Metode pemilihan sampel diimplementasikan melalui teknik pengambilan sampling purposive sampling, yang merupakan metode penentuan menggunakan syarat ketentuan yang ditetapkan(Sugiyono, 2. Berdasarkan syarat kriteria yang telah ditentukan, populasi yang berjumlah 22 entitas hanya ada 6 entitas yang memenuhi syarat Analisis statistik dan verifikatif diimplementasikan sebagai instrumen dalam pengolahan data. 182 | Volume 8 Nomor 1 2026 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 8 Nomor 1 . 179 Ae 189 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Tabel 2 Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean ROA TATO DER FINANCIAL DISTRESS Valid N . 0,00 0,10 0,04 -1,27 0,13 0,63 6,91 33,43 0,0552 0,2493 1,5536 4,9836 Std. Deviation 0,03871 0,15629 1,53884 7,63001 Sumber: Output SPSS26 (Data diolah, 2. Menurut ilustrasi diatas diketahui bahwa nilai minimum variabel Financial Distress pada korporasi yang bergerak dalam sub sektor telekomunikasi tahun 20182024 sebesar -1,27, nilai tertinggi sebesar 33,43 dan 4,9836 merupakan nilai mean dengan standar deviasi 7,63001. Untuk nilai terendah variabel ROA yaitu 0,00%, 0,13% merupakan nilai tertinggi dan nilai mean 0,0552% serta 0,03871 sebagai standar deviasi. Selanjutnya untuk nilai terendah TATO yaitu sebesar 0,10 kali, nilai tertiggi 0,63 kali dan nilai mean sebesar 0,2493 kali serta 0,15629 sebagai standar Nilai terendah variabel DER yaitu sebesar 0,04%, nilai tertinggi 6,91% dan nilai rata-rata 1,5536% dengan standar deviasi 1,53884. Uji Normalitas Tabel 3 Perolehan Uji Normalitas secara Statistik Unstandardized Residual Test Statistic Asymp. Sig. -taile. 0,132 ,062c Sumber: Hasil Output SPSS26 (Data diolah, 2. Menurut ilustrasi diatas diketahui, output statistik nilai probabilitas . sebesar 0,062 melebihi koefisien signifikansi = 0,05. Melalui hasil pengolahan, dapat ditarik kesimpulan bahwa data normalitas dapat dianggap valid atau berdistribusi Uji Multikolinieritas Tabel 4 Perolehan Uji Multikolinieritas Tolerance VIF ROA 0,605 1,653 TATO 0,560 1,787 DER 0,896 1,116 Sumber: Output SPSS26 (Data diolah, 2. 183 | Volume 8 Nomor 1 2026 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 8 Nomor 1 . 179 Ae 189 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Menurut ilustrasi diatas diketahui bahwa capaian ketiga variabel bebas (ROA. TATO, dan DER) nilai tolerance > 0,10, disertai dengan nilai VIF < 10. Kondisi ini dapat disimpulkan bahwa data tersebut terbebas dari multikoniaritas diantara variabelvariabel bebas. Uji Heteroskedastisitas Gambar 1 Perolehan Uji Heteroskedastisitas Sumber: Output SPSS26 (Data diolah, 2. Menurut ilustrasi diatas, dapat disimpulkan bahwa model regresi telah melengkapi asumsi linearitas dan homoskedastisitas. Titik-titik residual yang terdispersi secara acak dan seragam di sekeliling garis nol menunjukkan bahwa residual tidak membentuk konfigurasi atau pola tertentu, sehingga model regresi dapat dianggap cukup kuat dalam menggambarkan interaksi antar variabel. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Tabel 6 Perolehan Uji Regresi Linear Berganda Std. Error (Constan. 12,976 2,149 ROA -117,041 28,370 TATO 11,406 7,307 DER -2,813 0,586 Sumber: Output SPSS26 (Data diolah, 2. Menurut ilustrasi diatas diperoleh persamaan sebagai berikut: Y= 12,976 - 117,041 11,406 - 2,813 Persamaan regresi ini memberikan gambaran tentang hubungan antar variabel, adapun interpretasi persamaan regresi disajikan sebagai berikut: A Nilai konstanta bernilai 12,976 artinya jika ROA. TATO, dan DER bernilai nol, maka nilai Financial Distress terukur sebesar 12,976. 184 | Volume 8 Nomor 1 2026 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 8 Nomor 1 . 179 Ae 189 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. ROA sebesar -117,041 menunjukkan nilai negatif dan hubungan tidak searah, sehingga ketika ROA mengalami peningkatan. Financial Distress cenderung menurun yang akhirnya mendorong entitas berada dalam kriteria distress. TATO sebesar 11,406 menunjukkan nilai positif dan hubungan simetris, sehingga ketika TATO meningkat, nilai Financial Distress ikut meningkat mendorong entitas menuju zona sehat atau non distress. DER bernilai negatif -2,813. menunjukkan adanya hubungan tidak searah, sehingga ketika terjadi penambahan DER, nilai Financial Distress mengalami penurunan dengan kata lain dapat mendorong entitas berada dalam kriteria Uji Koefisien Product Moment Tabel 7 Perolehan Uji Koefisien Product Moment ROA TATO DER ROA TATO 0,276 0,023 ,628** -,320* 0,042 0,039 0,790 Pearson Correlation(X. Sig. -taile. X2 Pearson Correlation(X. Sig. -taile. X3 FINANCIAL DISTRESS 0,000 Pearson Correlation(X. Sig. -taile. X1 DER ,628** FINANCIAL DISTRESS -0,172 -,349* Pearson Correlation(Y) Sig. -taile. Y 0,000 -0,172 -,320* -,540** 0,276 0,039 -,349* 0,042 -,540** 0,023 0,790 0,000 0,000 Sumber: Hasil Output SPSS26 (Data diolah, 2. Tinjauan terhadap tabel 7, menghasilkan indikasi bahwa: A Korelasi ROA dengan Financial Distress -0,349, termasuk dalam interval 0,200,399 menyiratkan bahwa memiliki hubungan yang lemah dan negatif. Ketika Return On Asset (ROA) terjadi peningkatan maka nilai Z-Score menurun. A Korelasi TATO dengan Financial Distress sebesar 0,042, termasuk dalam interval 0,40 - 0,599 menyiratkan bahwa memiliki hubungan yang sedang dan Ketika terjadi peningkatan TATO, nilai Z-Score turut meningkat. A Korelasi DER sebesar -0,540, termasuk ke dalam interval 0,40 Ae 0599 menyiratkan bahwa memiliki hubungan sedang dan negatif. Jika DER meningkat, maka Z-Score cenderung menurun. 185 | Volume 8 Nomor 1 2026 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 8 Nomor 1 . 179 Ae 189 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Hasil Uji Koefisien Determinasi . Berikut hasil pengujian r2 dengan menggunakan SPSS: Tabel 8 Perolehan Uji r2 RSquare Adjusted R Square ,724a 0,524 0,486 Sumber: Hasil Output SPSS26 (Data diolah, 2. Menurut (Sugiyono, 2. koefisien determinasi merupakan adalah metode statistik yang digunakan untuk menghitung dan mengukur persentase pengaruh atau kontribusi dari ROA. TATO dan DER terhadap Financial Distress. Perolehan r2 terhitung pada angka 0,486. Hal ini mengindikasikan kontribusi ketiga variabel bebas terhadap variabel Y mencapai 48,6%. Sementara sisanya 51,4% diakibatkan oleh faktor-faktor eksogen lainnya. Uji T Tabel 9 Perolehan Uji t Sig. Konstanta 6,039 0,000 ROA -4,126 0,000 TATO 1,561 0,127 DER -4,798 0,000 Sumber: Hasil Output SPSS 26 (Data diolah, 2. Sebagaimana ditunjukkan pada tabel 9, tingkat sig. ROA 0,000 < 0,05. Ini mengindikasi variabel tersebut memberikan pengaruh terhadap Financial Distress secara individual. Sedangkan TATO 0,127 > 0,05. Ini mengindikasi tidak memiliki pengaruh secara individual. Dan signifikansi DER 0,000 lebih besar dibandingkan dengan batas yang ditetapkan 0,05, berdasarkan hal ini mengindikasi variabel tersebut memberikan pengaruh secara individual terhadap Financial Distress. Uji F Tabel 10 Perolehan Uji F Sum of Squares Mean Square Regression Sig. 1250,164 416,721 13,931 ,000b Sumber: Hasil Output SPSS 26 (Data diolah, 2. Dari pengujian yang dilakukan dapat diketahui. Fhitung sebesar 13,931, nilai sig 0,000. Sementara batas signifikansi yaitu 0,05 maka perolehan sig kurang dari batas yang ditentukan. Dan perolehan F tabel =3,245, nilai F hitung dibandingkan dengan F tabel yakni 13,931>3,245. Sehingga ketiga variabel independent yaitu ROA. TATO dan DER berpengaruh signifikan secara gabungan . 186 | Volume 8 Nomor 1 2026 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 8 Nomor 1 . 179 Ae 189 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil dari pengujian dan analisis yang dilakukan konklusi yang dapat diambil yaitu ROA dan DER secara parsial berpengaruh negatif terhadap Financial Distress, sedangkan TATO tidak berpengaruh terhadap Financial Distress secara parsial pada korporasi yang bergerak pada sub sektor telekomunikasi yang tercatatat di BEI dalam periode 2018-2024. ROA,TATO dan DER secara gabungan . berpengaruh dalam memproyeksi kondisi Financial Distress pada korporasi yang bergerak pada subsektor telekomunikasi yang tercatat di BEI dalam rentang tahun 2018-2024. Bagi penelitian selanjutnya, direkomendasikan untuk memperluas bahasan dengan melibatkan dimensi-dimensi yang belum terakomodasi dalam penelitian ini serta mengadopsi pendekatan metodologi yang lebih elaboratif, sehingga fenomena yang ditelaah dapat terdeskripsi dengan ketepatan yang lebih tinggi, serta memperkaya landasan teoritis, sehingga penelitian yang dihasilkan mampu memberikan kontribusi lebih mendalam terhadap pengembangan ilmu. DAFTAR PUSTAKA