CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. JUNI HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL. KETERPAPARAN SUMBER INFORMASI DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS GESTASIONAL DI RS SENTRA MEDIKA CIKARANG Mazin Lilianing Bati1. Angga Saeful Rahmat2 Prodi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners. Universitas Medika Suherman Email: lilianingbatimazin@gmail. Received:12-05-2023. Revised: 23-05-2023. Accepted: 20-06-2023 Abstract Gestational diabetes mellitus is one of the main causes of maternal and infant mortality and is very dangerous because it causes serious complications during labor. Pregnant women must have a good level of knowledge, exposed to sources of information and have the support of their husbands so that they will behave well in preventing gestational diabetes mellitus. The purpose of this study was to determine the relationship between pregnant women knowledge levels, exposure to information sources and husband's support with gestasional diabetes mellitus prevention behaviour at Sentra Medika Cikarang Hospital in 2023. The design of this study was quantitative analysis with across sectional approach. The research sample used a simple random sampling technique with a total of 94 respondents. Bivariate analysis test using chisquare to analyze the relationship between pregnant woman knowledge levels, exposure to information sources and husband's support with gestational diabetes mellitus prevention The results of bivariate analysis for the relationship between knowledge levels with gestationaldiabetes mellitus prevention behavior p-value 0. 035 OR 2. 825 CI 95% . ,161-6,. exposure to information sources with gestational diabetes mellitus prevention behavior p-value 036 OR 1. 376 CI 95% . ,163-1,. and husband's support with gestational diabetes mellitus prevention behavior p-value 0. 002 OR 4. 125 CI 95% . ,744-9,. The conclusion of this study there is a relationship between pregnant woman knowledge levels, exposure to information sources and husband's support with gestational diabetes mellitus prevention behavior. Keywords: Gestational Diabetes. Knowledge. Information Sources. Husband'sSupport. Abstrak Diabetes mellitus gestasional adalah salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi serta sangat berbahaya karena mengakibatkan komplikasi yang serius pada saat persalinan. Ibu hamil harus mempunyai tingkat pengetahuan yang baik, terpapar sumber informasi dan mendapat dukungan suami agar berperilaku baik dalam pencegahan diabetes mellitus gestasional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil, keterpaparan sumber informasi dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Desain penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 94 responden. Uji analisis bivariat menggunakan chi-square untuk menganalisa adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil, keterpaparan sumber informasi dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional. Hasil analisis bivariat untuk hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan diabetes. gestasional nilai p-value 0,035 OR 2,825 CI 95% . ,161-6,. , keterpaparan sumber informasi dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional nilai p-value 0,036 OR 1,376 CI 95% . ,163-1,. dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional nilai p-value 0,002 OR 4,125 CI 95% . ,744-9,. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat penngetahuan ibu hamil keterpapan sumber informasi dan dukungan suami dengan E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 184 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. JUNI perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional. Kata kunci: Diabetes Gestasional. Pengetahuan. Sumber Informasi. Dukungan Suami. PENDAHULUAN Diabetes mellitus gestasional adalah salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi serta sangat berbahaya karena menyebabkan komplikasi yang serius saat persalinan. Menurut data yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet hingga 3 juta bayi lahir meninggal setiap tahun akibat diabetes Kehamilan yang disertai dengan menyebabkan kematian ibu hingga 4 kali lipat (KEMKES 2. Data dari penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan dan Wiwin . , menunjukkan sebanyak 40% neonatus yang (Respiratory Distress Syndrom. lahir dari ibu yang menderita diabetes gestasional. Penelitian lain yang dilakukan oleh Safitridan Siahaan . , menunjukkan adanya hubungan antara diabetes gestasional dengan komplikasi maternal yaitu gagal jantung, edema paru, eklampsi, dan kematian ibu, sedangkan hubungan diabetes gestasional dengan komplikasi neonatal berupa kelahiran makrosomia, prematur, asfiksia dan lahir mati. Data ibu hamil dengan diabetes mellitus gestasional yang memeriksakan diri di Poliklinik kandungan RS Sentra Medika Cikarang dari bulan Januari 2022-Desember 2022 sejumlah 8 orang dari 702 orang ibu hamil yang melakukan kunjungan Antenatal Care. Semua ibu hamil tersebut . %) menjalani persalinan secara Sectio Caesar, 7 diantaranya melahirkan bayi makrosomia dengan BB >4000 gram dan 1 orang melahirkan bayi prematur di usia kehamilan 30 minggu. Sebanyak 7 bayi . %) dari 8 bayi yang dilahirkan mengalami hipoglikemi dan gangguan pernafasan (Respiratory Distress Syndrom. sehingga harus dirawat diruang NICU(Neonatus Intensive Care Uni. dan 1 bayi . ,3%) diantara 7 bayi yang dirawat di NICU meninggal dunia (Data Kunjungan Poliklinik Kandungan RS Sentra Medika Cikarang dan Data Register Ruang NICU). Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Yuly Mariany . menunjukkan sebanyak 43,75% ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan yang kurang tentang diabetes mellitus gestasional dan dari penelitian yang dilakukan oleh Inayah dan Fitrahadi . sebanyak 42,3% suami belum memberikan dukungan pada istrinya selama masa kehamilan agar berperilaku hidup sehat. Wawancara awal pada tanggal 17 Desember 2022, terhadap 10 orang ibu hamil yang berkunjung ke poliklinik kandungan RS Sentra Medika Cikarang sebanyak 8 orang . %) belum pernah mendengar atau mengetahui tentang diabetes mellitus gestasional, 4 orang . %) belum mendapatkan dukungan suami dalam pencegahan diabetes mellitus gestasional dan 5 orang . %) belum berperilaku baik dalam pencegahan diabetes mellitus gestasional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil, keterpaparan sumber informasi dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. METODE Desain penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di poliklinik kandungan RS Sentra Medika Cikarang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 94 responden menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan untukmengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil, keterpaparan sumber informasi dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner. Untuk perilaku pencegahan diabetes mellitus E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 185 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj gestasional akan dinilai dengan 10 pertanyaan menggunakan skala Likert yang terdiri dari pertanyaan tentang perilaku baik . sebanyak 6 pertanyaan serta pertanyaan tentang perilaku kurang baik . sebanyak 4 pertanyaan. Untuk tingkat pengetahuan ibu hamil tentang diabetes mellitus gestasional akan dinilai dengan 17 pertanyaan menggunakan skala Guttman yang terdiri dari pertanyaan tentang pengetahuan yang baik . sebanyak 9 pertanyaan, serta pertanyaan tentang pengetahuan kurang baik . sebanyak 8 pertanyaan. Untuk keterpaparan sumber informasi tentang diabetes mellitus gestasional akan dinilai dengan 3 pertanyaan menggunakan skala Guttman dan untuk dukungan suami terhadap ibu hamil kuesioner yang dibuat merupakan adaptasi dari Teori Friedman yang membagi jenis dukungan suami tersebut menjadi 4 yaitu dukungan emotional sebanyak 3 pertanyaan, dukungan instrumental sebanyak 3 pertanyaan, dukungan informational, sebanyak 4 pertanyaan dan dukungan appraisal sebanyak 1 pertanyaan. Uji validitas menggunakan korelasi product moment dengan hasil perhitungan koefisien rhitung > rtabel pada =5% maka dikatakan butir soal valid. Uji reabilitas menggunakan CronbachAos Alpha dengan nilai variabel tingkat pengetahuan 0,937, keterpaparan sumber informasi 0,786, dukungan suami 0,875 dan perilaku pencegahan 0,897. Pengolahan data menggunakan teknik analisis univariat dan analisis bivariate menggunakan uji Chi- Square dengan komputerisasi perangkat lunakSPSS 25. HASIL PENELITIAN Analisis Univariat Pada analisis univariat menjelaskan secara deskriptif mengenai karakteristik responden yang terdiri dari data perilaku pencegahan, tingkat pengetahuan, keterpaparan sumber informasi dan dukungan suami mengenai diabetes mellitus gestasional. Hasil analisa disajikan dalam tabel sebagaiberikut : Tabel 1 Distribusi Frekuensi dan VOL. 01 NO. JUNI Karakteristik Responden N Karakteristik 1Perilaku Pencegahan Baik Kurang Baik 2Tingkat Pengetahuan Baik Kurang Baik 3 Sumber Informasi Terpapar Kurang Terpapar 4 Dukungan Suami Mendukung Kurang Mendukung Analisis Bivariat Tabel 2 Analisa Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu hamil dengan Perilaku Pencegahan Diabetes Mellitus Gestasional Tingka Perilaku Total p- OR Pencegahan val (CI Penget Baik Kura Baik n % n % n % Baik 3 39 2 26 6 6 0,0 2,8 7 ,4 5 ,6 2 6 35 25 Kuran 1 11 2 22 3 3 61g Baik 1 ,7 1 ,3 2 4 Total 4 51 4 48 9 1 8 ,1 6 ,9 4 0 Dari Tabel 2 menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik dan perilaku pencegahan yang baik yaitu sebanyak 37 orang . ,4%). Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai PValue 0,035 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yakni ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 186 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj perilaku pencegahan diabetes mellitus Nilai OR 2,825 CI 95% . ,1616,. artinya bahwa responden dengan tingkat pengetahuan yang kurang baik memiliki resiko 2,825 kali berperilaku kurang baik dalam pencegahan diabetes mellitus gestasional dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan yang Tabel 3 Analisa Hubungan Dukungan Suami dengan Perilaku Pencegahan Diabetes Mellitus Gestasional Keterp Perilaku Total p- OR Pencegahan val (CI Sumbe Baik Kura Inform Baik n % n % n % Terpap 3 3 2 2 5 5 0,0 1,3 1 3 1 2, 2 5, 36 76 63Kurang 1 1 2 2 4 4 Terpap 7 8, 5 6, 2 4. Total 4 5 4 4 9 1 8 1, 6 8, 4 0 Dari Tabel 3 menunjukkan bahwa mayoritas responden sudah terpapar sumber informasi dan berperilaku pencegahan yang baik yaitu sebanyak 31 orang . %). Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai P- Value 0,036 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yakni ada hubungan yang bermakna antara keterpaparan sumber informasi dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus Nilai OR 1,376 CI 95% . ,1631,. artinya bahwa responden yang kurang terpapar sumber informasi memiliki resiko 1,376 kali berperilaku kurang baik dalam pencegahan diabetes mellitus gestasional dibandingkan dengan responden yang terpapar sumber informasi. Tabel 4 VOL. 01 NO. JUNI Analisa Hubungan Dukungan Suami dengan Perilaku Pencegahan Diabetes Mellitus Gestasional Dukun Perilaku Total pgan Pencegahan Suami Baik Kura Baik n % n % n % Mend 3 35 1 17 4 52 0,0 ukung 3 ,1 6 9 ,1 02 Kuran 1 16 3 31 4 47 0 ,9 5 ,9 Terpa Total 4 51 4 48 9 10 8 ,1 6 ,9 4 0 (CI Dari Tabel 4 menunjukkan bahwa mayoritas responden sudah mendapatkan dukungan suami dan berperilaku pencegahan yang baik yaitu sebanyak 33 orang . ,1%). Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai P-Value 0,002 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yakni ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus Nilai OR 4,125 CI 95% . ,7449,. artinya bahwa responden yang kurang mendapat dukungan suami memiliki resiko 4,125 kali berperilaku kurang baik dalam pencegahan diabetes mellitus gestasional dibandingkan dengan responden yang mendapat dukungan suami. PEMBAHASAN Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Diabetes Mellitus Gestasional Menurut Notoatmodjo pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui panca indera yang dimilikinya. Ohorella dan Sartika . menjelaskan, bahwa pengetahuan tentang kesehatan dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam berperilaku untuk mencapai pemeliharaan kesehatan agar terhindar dari penyakit. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Berdasarkan hasil analisa hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional didapatkan bahwa mayoritas pengetahuan baik dan perilaku pencegahan yang baik yaitu sebanyak 37 orang . ,4%). Hasil statistik ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional. Analisa resiko artinya bahwa responden dengan tingkat pengetahuan yang kurang baik memiliki resiko 2,825 kali berperilaku kurang baik dalam pencegahan diabetes mellitus gestasional dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan yang Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Akinwaare. ,et al . di Nigeria bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang diabetes gestasional dengan perilaku pencegahan terhadap diabetes mellitus gestasional, didapatkan nilai P-Value sebesar 0,030 dimana ibu hamil dengan tingkat pengetahuan lebih tinggi cenderung memiliki perilaku pencegahan terhadap diabetes gestasional yang baik selama kehamilan. Selain itu hasil penelitian yang dilakukan oleh Al-Ghadeer. ,et al . di dapatkan nilai P-Value sebesar 0,013 dimana tingkat pengetahuan ibu hamil yang baik menjadikan ibu hamil tersebut berperilaku baik pula dalam pencegahan diabetes gestasional. Pengetahuan seseorang memiliki kesadaran dan motivasi untuk berperilaku yang baik dalam menjaga kesehatan sehingga dapat timbulnya suatu penyakit. Perubahan perilaku yang dilandasi oleh pengetahuan akan bersifatlebih langgeng karena didasari oleh kesadaran diri sendiri bukan karena paksaan (Notoatmodjo, 2. Teori dari Lawrence Green menyatakan bahwa tingkat pengetahuan merupakan faktor presdisposisi terhadap perubahan perilaku yang mengarah pada peningkatan status kesehatan yang didalamnya termasuk perilaku dalam VOL. 01 NO. JUNI pencegahan penyakit. Menurut peneliti pengetahuan ibu hamil tentang diabetes mellitus gestasional secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap perilaku ibu hamil, karena dari pengetahuan ini ibu akan mengerti dampak positif dan negatif serta resiko-resiko bahaya kehamilan bagi ibu dan bayi yang mungkin timbul apabila tidak berperilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional yang baik. Tanpa adanyapengetahuan ini ibu hamil akan malas dan enggan untuk berperilaku yang baik dalam mencegah diabetes mellitus gestasional karena tidak mengetahui dampak atau bahaya yang ditimbulkannya. Hubungan Keterpaparan Sumber Informasi Perilaku Pencegahan Diabetes MellitusGestasional Sumber informasi adalah segala sesuatu yang menjadi perantara dalam penyampaian informasi atau sebagai alat Taufia menyebutkan keterpaparan sumber informasi tentang kesehatan mendorong terjadinya perilaku kesehatan juga yaitu perilaku yang mencegah terjadinya suatu penyakit Berdasarkan hasil analisa hubungan keterpaparan sumber informasi dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional didapatkan bahwa mayoritas responden sudah terpapar sumber informasi dan berperilaku pencegahan yang baik yaitu sebanyak 31 orang . %). Hasil statistik ada hubungan yang bermakna antara keterpaparan sumber informasi dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus Analisa resiko artinya bahwa responden yang kurang terpapar sumber informasi memiliki resiko 1,376 kali berperilaku kurang baik dalam pencegahan diabetes mellitus gestasional dibandingkan dengan responden yang terpapar sumber Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Munawaroh dan Hafizzurachman . , dari hasil uji E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj statistik terhadap koefisien parameter menunjukkan ada pengaruh yang positif sebesar 0,279323. Sedangkan nilai T-statistic sebesar 5,268562 pada signifikansi a=5%, nilai T-statistic berada jauh diatas nilai kritis . Sehingga dapat disimpulkan bahwa keterpaparan sumber informasi merupakan faktor dominan yang sangat mempengaruhi terhadap perilaku pencegahan diabetes mellitus pada ibu hamil. Selain itu hasil penelitian yang dilakukan oleh Hasliani dan Rahmawati . didapatkan hasil P-Value sebesar 0,000, dimana semakin ibu hamil terpapar oleh sumber informasi maka akan semakin baik pula perilakunya dalam pencegahan diabetes mellitus gestasional. Informasi merupakan sarana dalam mengembangkan pengetahuan, dimana informasi dan pengetahuan merupakan suatu proses yang berkesinambungan. Teori Piaget menyebutkan bahwa seseorang membangun pengetahuan dari informasi yang diperoleh entah dari media massa maupun dari sumber yang lainya. Dari pengetahuan yang diperoleh inilah yang nantinya akan menjadi dasar terbentuknya perilaku sehat pada seseorang (Aulia, 2. Menurut peneliti perilaku pencegahan diabetes gestasional pada ibu hamil secara keterpaparan ibu terhadap sumber informasi. Dengan ibu hamil mendapatkan informasi yang tepat, didukung oleh informasi yang disampaikan oleh tenaga kesehatan maka ibu hamil semakin tahu dan sadar pentingnya menghindari resiko terjadinya pernyakit. Ibu hamil akan melakukan perilaku dan tindakan untuk pencegahan diabetes mellitus gestasional seperti melakukan pemeriksaan setiap bulannya ke tenaga kesehatan dan menghindari makanan atau faktor-faktor yang mungkin akan menyebabkan bahaya terhadap kehamilan. Hubungan Dukungan Suami dengan Perilaku Pencegahan Diabetes MellitusGestasional Menurut Mardjan dan Riana . VOL. 01 NO. JUNI dukungan suami adalah bentuk dorongan, motivasi dan bantuan yang diberikan oleh suami baik secara moral maupun material. Dukungan suami sangat penting untuk ibu hamil dalam setiap pengambilan keputusan dan perilaku kesehatan, karena suami merupakan kepala keluarga yang bertindak sebagai pengambil keputusan penting dalam rumah tangga. Berdasarkan hasil analisa hubungan pencegahan diabetes mellitus gestasional didapatkan bahwa mayoritas responden sudah mendapatkan dukungan suami dan berperilaku pencegahan yang baik yaitu sebanyak 33 orang . ,1%). Hasil statistik ada hubungan yang bermakna antara pencegahan diabetes mellitus gestasional. Analisa resiko artinya bahwa responden yang kurang mendapat dukungan suami memiliki resiko 4,125 kali berperilaku kurang baik dalam pencegahan diabetes mellitus gestasional dibandingkan dengan responden yang mendapat dukungan suami. Hasil penelitian ini sesuai dengan Abdollahian. ,et al . bahwa dukungan sosial dari suami berupa pemberian informasi,dukungan keuangan dan dukungan emosional didapatkan hasil P-Value sebesar 0,001, hal ini menunjukkan dukungan suami berpengaruh terhadap perilaku pencegahan diabetes gestasional pada ibu hamil. Ibu hamil yang mendapatkan dukungan dari suami melakukan perilaku pencegahan diabetes gestasional yang lebih baik dari pada yang tidak medapatkan dukungan. Selain itu hasil penelitian yang dilakukan Khooshehchin. ,et . menyebutkan bahwa dukungan pasangan hidup . sangat berpengaruh pada ibu hamil dalam pemilihan gaya hidup terkait perilaku pencegahan diabetes gestasional. Dimana ibu hamil yang mendapatkan dukungan suami akan memilih perilaku yang mencegahdiabetes gestasional. Menurut Friedman dalam Rahmat dan Fauziah . , dukungan suami memiliki E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 189 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj empat fungsi yaitu dukungan informasional, dukungan penilaian, dukungan instrumental dan dukungan emosional. Dukungan informasional adalah suami berfungsi sebagai pemberi saran atau informasi dalam Suami mengingatkan dan memberitahukan ibu tentang pencegahan diabetes mellitus Informasi ini dapat berasal dari media cetak, media elektronik maupun dari petugas kesehatan Dukungan penilaian adalah bentuk dukungan suami bertindak sebagai pembimbing dan menengahi masalah selain itu juga memberikan support, penghargaan dan perhatian. Dukungan instrumental adalah adalah dukungan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan yang nyata yaitu mencakup bantuan materi, transportasi serta persiapan kehamilan dan Stressor pada ibu hamil dapat bisamemecahkan masalah mengenai materi. Dukungan emosional merupakan dukunagn yang diberikan dalam bentuk empati seperti mendengarkan keluhan, bersikap terbuka, memahami, ekspresi kasih sayang serta (Friedman dalam Kinasih, 2. Dukungan emosional membantu secara psikologis dalam menstabilkan emosi ibu menjadikanya merasa nyaman, aman dan berperilaku baik dalammenjaga kesehatanya selama kehamilan agar terhindar dari penyakit (Melati dalam Laksmi,2. Menurut peneliti dukungan suami merupakan hal yang sangat berpengaruh bagi ibu hamil untuk mengambil keputusan dalam berperilaku selama kehamilan. Apabila dukungan tersebut tidak dilakukan secara keseluruhan misalnya hanya dengan materi saja tanpa adanya kasih sayang akan membuat ibu hamil lebih rentan terhadap stres dan berpengaruh buruk untuk kesehatan ibu hamil dan sebaliknya jika ibu hamil tidak mendapatkan cukup materi misal untuk penyediaan makanan sehat dan pemeriksaan kehamilan akan beresiko mebahayakan ibu dan bayi karena ibu dapat kekurangan gizi dan tidak mengetahui kondisi dari VOL. 01 NO. JUNI kehamilanya sehingga tidak mendapatkan penanganan yang tepat jika ada tanda bahaya terhadap kehamilan. PENUT UPSimpulan Distribusi frekuensi variabel perilaku sebanyak 48 orang . ,1%) memiliki perilaku pencegahan yang baik, variabel responden sebanyak 62 orang . %) memiliki tingkat pengetahuan yang baik, variabel keterpaparan sumber sebanyak 52 orang . ,3%) sudah terpapar sumber informasi, variabel dukungan suami mayoritas responden sebanyak 49 orang . ,1%) sudah mendapatkan dukungan suami. Ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional dimana nilai P Value 0,035 < 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara keterpaparan sumber informasi dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional dimana nilai P -Value 0,036 <0,05. Ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan perilaku gestasional dimana nilai P-Value 0,002 < 0,05. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Saran Bagi institusi pelayanan kesehatan Agar dapat lebih banyak memberikan kegiatan penyuluhan atau edukasi tentang pencegahan diabetes mellitus gestasional kepada ibu hamil atau ibu yang sedang merencanakan program kehamilan, selain itu juga memberikan edukasi tambahan untuk suami agar selalu mendukung ibu hamil untuk berperilaku sehat dan menjagakehamilan dari ancaman penyakit terutamadiabetes mellitus gestasional. Bagi institusi pendidikan Agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber pustaka atau studi lanjutan dalam mata kuliah terutama keperawatan Ucapan Terima Kasih Penelitian ini dapat dilaksanakan dengan baik berkat bantuan dari berbagai pihak, terimaksih kepada Rektor Universitas Medika Suherman beserta jajarannya. Direktur RS Sentra Medika Cikarang. Ns. Angga Saeful Rahmat. Kep. Kep. Sp. Kep. Kom, selaku Ketua LPPM dan dosen Universitas Medika Suherman serta semua pihak terkait yang telah ikut memberikan dukungan dan bantuan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA