IKHLAS Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa Vol. No. April 2025 ISSN: 2985-5187 Analisis Strategi Guru Dalam Meningkatkan Karakter Siswa Kelas 10 Di Sekolah Sma Negeri 1 Labuhan Deli Jalan Serbaguna Ujung Pasar Iv Helvetia Amelia Susanti Pakpahan1. Meria Yustinus Sihaloho2. Syntia Febriani Ambarita 3. Vanessa Dwi Putri Siagian 4 1,2,3,4 Pendidikan Matematika,Universitas Negeri Medan,Indonesia ameliapakpahan735@gmail. com1, merimeriasihaloho02@gmail. com 2 , syntiafebria@gmail. vanessasiagian55@gmail. Abstract Kata Kunci: Strategi guru Pendidikan karakter Sopan santun Kedisiplinan Sekolah Menengah Atas This study explores how teachers implement strategies to strengthen studentsAo character development among tenth-grade students at SMA Negeri 1 Labuhan Deli, focusing on aspects such as politeness, responsibility, discipline, cooperation, and honesty. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through interviews with one teacher and three students, classroom observations integrating character education, and supporting documentation. The findings reveal that teachers apply several strategies, including modeling positive behavior, establishing characterbased routines, providing personal guidance, implementing reward and punishment systems, and involving parents. These strategies have led to positive behavioral changes students have become more polite, responsible, and disciplined although some still require continuous guidance. The study concludes that consistent teacher practice and strong collaboration between schools and families are key factors in effective character formation. Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana guru menerapkan strategi untuk memperkuat karakter siswa kelas X di SMA Negeri 1 Labuhan Deli, dengan fokus pada aspek sopan santun, tanggung jawab, kedisiplinan, kerjasama, dan Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. dikumpulkan melalui wawancara dengan satu guru dan tiga siswa, observasi proses pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan karakter, serta dokumentasi pendukung. Temuan menunjukkan bahwa guru mempraktikkan berbagai langkah, antara lain memberi contoh perilaku yang baik, membiasakan rutinitas bernilai karakter, memberi pengarahan personal, serta menerapkan sistem penghargaan dan sanksi serta melibatkan orang tua. Implementasi strategi tersebut menghasilkan perubahan perilaku yang mengarah positif siswa menjadi lebih sopan, lebih bertanggung jawab, dan lebih disiplin meskipun beberapa siswa masih membutuhkan pembinaan Penelitian ini menegaskan pentingnya konsistensi guru dan sinergi antara sekolah dan keluarga sebagai faktor penentu efektifitas pembentukan karakter. Corresponding Author: Amelia Susanti Pakpahan Universitas Negeri Medan ameliapakpahan735@gmail. Journal homepage: https://ejournal. id/index. php/ikhlas/index IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 PENDAHULUAN Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berintegritas, dan memiliki kepribadian yang kuat di tengah derasnya arus globalisasi serta perkembangan teknologi yang semakin kompleks. Di Indonesia, upaya penguatan nilai karakter menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan nasional melalui berbagai kebijakan pemerintah, salah satunya program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang berfokus pada lima nilai utama: religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Meskipun demikian, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal konsistensi penerapan serta efektivitas strategi guru dalam membentuk perilaku dan kepribadian siswa (Wulandari & Arismunandar, 2. Peran guru menjadi sangat krusial dalam proses pembentukan karakter siswa karena guru bukan hanya sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai teladan utama dalam menanamkan nilai moral dan etika di lingkungan sekolah. Seperti yang dikemukakan oleh Suhandi . , guru yang menunjukkan sikap konsisten, memberikan contoh perilaku yang baik, dan menjalin komunikasi yang empatik, cenderung lebih berhasil membentuk perilaku positif siswa dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada aspek kognitif semata. Strategi yang digunakan guru dalam pendidikan karakter, seperti pembiasaan, pemberian contoh konkret, penguatan positif, dan kerja sama dengan orang tua, terbukti mampu memperkuat internalisasi nilai-nilai karakter di sekolah (Bistari, 2. Namun demikian, hasil penelitian Fitriani dan Dewi . menunjukkan adanya ketimpangan antara teori dan praktik, di mana sebagian guru masih kesulitan merancang dan menerapkan strategi yang sistematis dalam membentuk karakter siswa. Berbagai penelitian terdahulu lebih banyak menitikberatkan kajian pendidikan karakter pada jenjang sekolah dasar (Subarkah, 2022. Lutfiyati et al. , 2. , sedangkan penelitian pada jenjang sekolah menengah masih tergolong terbatas. Padahal, masa remaja merupakan tahap penting dalam pembentukan identitas moral dan sosial seseorang (Defriyadi et al. , 2. Selain itu, sebagian besar penelitian sebelumnya lebih banyak membahas pendidikan karakter dari sisi normatif dan teoritis tanpa menjelaskan secara rinci bagaimana penerapan strategi konkret dalam aktivitas belajar mengajar di kelas (Nurhayati & Sumarni, 2. Hal ini menunjukkan masih adanya celah penelitian untuk mengkaji lebih mendalam mengenai bagaimana guru menerapkan strategi pendidikan karakter secara nyata di sekolah menengah, terutama dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda-beda seperti di SMA Negeri 1 Labuhan Deli. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya dalam mengungkap strategi yang digunakan guru untuk meningkatkan karakter siswa melalui pendekatan empiris, yakni dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini tidak hanya bertujuan memaparkan bentuk strategi yang diterapkan guru, tetapi juga menganalisis dampaknya terhadap perubahan perilaku siswa setelah strategi tersebut dijalankan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan praktis mengenai efektivitas pendidikan karakter di sekolah menengah serta memberikan masukan yang konstruktif bagi guru dan pihak sekolah dalam upaya membentuk karakter siswa yang lebih baik. Adapun tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi guru dalam meningkatkan karakter siswa kelas X di SMA Negeri 1 Labuhan Deli. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pendidikan karakter serta mengevaluasi perubahan perilaku siswa setelah penerapan strategi tersebut. Secara keseluruhan, artikel ini disusun untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai peran guru dalam pembentukan karakter siswa, yang mencakup uraian teori dan hasil penelitian terdahulu, metode penelitian yang digunakan, hasil temuan serta pembahasannya, hingga kesimpulan dan rekomendasi untuk pengembangan pendidikan karakter di masa yang akan datang. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, yang bertujuan menggambarkan secara mendalam strategi guru dalam menumbuhkan karakter siswa di SMA Negeri 1 Labuhan Deli. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti memahami fenomena pendidikan karakter secara alami, dengan fokus pada makna, tindakan, dan pengalaman yang dialami langsung oleh guru serta siswa dalam proses pembelajaran (Sugiyono, 2. Melalui pendekatan ini, data dikumpulkan dalam bentuk narasi, perilaku, dan hasil observasi yang memberikan gambaran menyeluruh terhadap konteks sosial dan budaya di lingkungan sekolah. Penelitian ini bersifat empiris dan naturalistik, artinya kegiatan dilakukan di situasi nyata tanpa manipulasi atau perlakuan khusus. Peneliti menjadi instrumen utama dalam proses penelitian dengan terlibat IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 langsung di lapangan untuk melakukan wawancara, observasi, serta mengumpulkan dokumen yang relevan. Selama proses tersebut, peneliti berperan sebagai pengamat aktif yang tetap menjaga objektivitas agar tidak memengaruhi dinamika pembelajaran yang sedang berlangsung. Kegiatan penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Labuhan Deli, beralamat di Jalan Serbaguna Ujung Pasar IV Helvetia. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposif karena sekolah ini telah memiliki program pendidikan karakter yang diterapkan secara konsisten oleh para guru, khususnya di tingkat kelas X. Proses penelitian dilakukan dalam dua kali pertemuan, yakni pada Kamis, 11 September 2025, dan Rabu, 17 September 2025, masing-masing pada pukul 14. 30Ae16. 00 WIB. Adapun subjek penelitian meliputi seorang guru mata pelajaran, yaitu Ibu Titing Mahyana. Pd. serta tiga siswa kelas X yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru karena menunjukkan perbedaan dalam penerapan nilai-nilai karakter. Sementara itu, objek penelitian difokuskan pada strategi guru dalam meningkatkan karakter siswa, terutama dalam aspek tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan sopan santun. Prosedur penelitian meliputi tiga tahap, yaitu pengumpulan data, verifikasi, dan analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga metode utama: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara mendalam dilakukan kepada guru dan siswa untuk memperoleh informasi tentang bentuk strategi, penerapan, serta dampak dari pendidikan karakter di kelas. Pedoman wawancara disusun berdasarkan fokus penelitian agar proses penggalian data berjalan sistematis (Moleong, 2. Metode observasi langsung dilakukan untuk melihat bagaimana guru menerapkan strategi pendidikan karakter di ruang kelas. Fokus observasi mencakup penerapan keteladanan, pembiasaan, pemberian penghargaan dan sanksi, serta bentuk komunikasi guru dengan siswa. Hasil observasi kemudian dicatat dalam lembar pengamatan untuk mengidentifikasi perilaku siswa yang mencerminkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, kerja sama, dan rasa tanggung jawab. Selanjutnya, teknik dokumentasi digunakan untuk melengkapi data hasil wawancara dan observasi. Dokumen yang dikumpulkan berupa foto kegiatan pembelajaran, catatan refleksi guru, daftar kehadiran siswa, serta perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dokumentasi ini memperkuat validitas data sekaligus menjadi bukti pendukung terhadap penerapan strategi yang dilakukan oleh guru. Data yang terkumpul dianalisis melalui proses triangulasi sumber dan teknik, dengan membandingkan hasil dari wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memastikan keakuratan serta konsistensi informasi (Creswell, 2. Proses triangulasi dilakukan secara berkelanjutan selama penelitian Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan Reduksi data dilakukan dengan memilah informasi penting yang relevan dengan fokus penelitian, kemudian disajikan dalam bentuk narasi deskriptif. Kesimpulan ditarik secara induktif berdasarkan pola dan temuan di lapangan yang menggambarkan hubungan antara strategi guru dan perubahan karakter siswa. Dengan menggunakan pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai penerapan strategi pendidikan karakter di sekolah menengah. Validitas dan reliabilitas penelitian dijaga melalui keterlibatan langsung peneliti di lapangan, penerapan triangulasi, serta pemilihan sumber data yang beragam dan kredibel. PEMBAHASAN Temuan penelitian ini mengungkap bahwa strategi guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan dan memperkuat karakter siswa di SMA Negeri 1 Labuhan Deli. Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, diketahui bahwa guru menerapkan berbagai pendekatan, seperti keteladanan, pembiasaan perilaku positif, pemberian nasihat, penerapan penghargaan dan hukuman, serta kerja sama dengan orang tua. Strategi-strategi tersebut menunjukkan efektivitas dalam membentuk perilaku siswa yang lebih sopan, bertanggung jawab, dan disiplin, meskipun dalam praktiknya masih ditemukan sejumlah kendala. Guru menjadi figur utama dalam pembentukan karakter karena berfungsi sebagai teladan moral bagi Hasil penelitian memperlihatkan bahwa aspek keteladanan menjadi faktor paling berpengaruh dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter. Guru yang menampilkan perilaku jujur, disiplin, sopan, dan konsisten dalam setiap tindakan cenderung mendorong siswa untuk meniru dan menginternalisasi perilaku serupa. Hal ini sejalan dengan pandangan Suhandi . yang menyatakan bahwa pendidikan karakter akan lebih efektif jika nilai-nilai moral ditanamkan melalui contoh nyata daripada hanya disampaikan secara teoritis. Selain keteladanan, strategi pembiasaan yang diterapkan guru juga berkontribusi besar terhadap perubahan perilaku siswa. Guru secara konsisten membimbing siswa untuk membiasakan sikap positif, seperti memberi salam, meminta izin dengan sopan, menghormati guru dan teman sebaya, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus mendorong terbentuknya IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 karakter yang menetap dalam diri siswa. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Nurhayati dan Sumarni . , yang menegaskan bahwa pembiasaan yang dilakukan secara berulang dapat memperkuat proses internalisasi nilai karakter pada peserta didik. Strategi lain yang diterapkan guru adalah pemberian reward dan punishment. Siswa yang menunjukkan perilaku positif mendapatkan penghargaan berupa pujian, sedangkan pelanggaran terhadap aturan sekolah diberikan teguran atau konsekuensi tertentu. Strategi ini terbukti mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kesadaran moral siswa. Temuan ini sejalan dengan penelitian Fitriani dan Dewi . , yang menjelaskan bahwa penguatan positif mampu meningkatkan motivasi intrinsik siswa dalam mempertahankan perilaku baik. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam proses pembinaan karakter menjadi faktor pendukung yang Guru menjalin komunikasi dengan orang tua agar nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah dapat dilanjutkan di lingkungan rumah. Kolaborasi ini menciptakan kesinambungan dalam pembentukan karakter Bistari . menyatakan bahwa sinergi antara sekolah dan keluarga berperan penting dalam memperkuat konsistensi perilaku moral peserta didik. Hasil observasi lapangan menunjukkan adanya perubahan perilaku siswa yang cukup positif setelah penerapan strategi tersebut. Siswa menjadi lebih sopan dalam berbicara, lebih menghormati guru, dan menunjukkan kerja sama yang baik dengan teman sekelas. Disiplin belajar pun meningkat, terlihat dari ketepatan waktu kehadiran serta penyelesaian tugas yang lebih baik. Namun, perubahan ini belum merata di seluruh siswa. Sebagian kecil masih menunjukkan sikap kurang konsisten, terutama dalam hal kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Hal ini memperkuat pandangan Defriyadi et al. bahwa pembentukan karakter merupakan proses berkelanjutan yang memerlukan pendampingan dan evaluasi jangka Adapun faktor pendukung dalam penerapan strategi guru meliputi keteladanan yang konsisten, dukungan kepala sekolah dan orang tua, serta lingkungan sekolah yang positif dan kondusif. Sementara hambatannya antara lain kurangnya kesadaran sebagian siswa terhadap pentingnya nilai karakter, pengaruh negatif media sosial, dan keterbatasan waktu guru akibat beban administrasi yang tinggi. Kendala-kendala tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak dapat dijalankan oleh guru semata, tetapi membutuhkan dukungan kolektif dari semua pihak di lingkungan pendidikan. Secara konseptual, hasil penelitian ini memperkuat teori bahwa pembentukan karakter tidak hanya dapat dicapai melalui pembelajaran kognitif, tetapi harus diintegrasikan dengan aspek afektif dan psikomotor melalui keteladanan, pembiasaan, serta penguatan moral. Strategi yang diterapkan guru tidak hanya membentuk perilaku individu, tetapi juga menciptakan iklim sosial sekolah yang lebih harmonis dan saling Penelitian ini memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan praktik pendidikan karakter di sekolah menengah. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi guru dan pihak sekolah dalam memperkuat implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) secara berkelanjutan, terutama dengan menekankan pentingnya keteladanan, pembiasaan, dan kerja sama lintas pihak. Dengan demikian, pendidikan karakter yang dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan akan mampu mencetak generasi muda yang berintegritas, disiplin, empatik, dan siap menghadapi tantangan moral di era modern. KESIMPULAN DAN SARAN/REKOMENDASI 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 1 Labuhan Deli, dapat disimpulkan bahwa strategi guru memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan karakter siswa. Guru menerapkan berbagai pendekatan seperti keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, serta penggunaan penghargaan dan hukuman secara bijaksana untuk menanamkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan rasa hormat. Dari berbagai strategi yang diterapkan, keteladanan menjadi faktor paling dominan dalam membentuk karakter siswa karena guru berperan langsung sebagai model perilaku yang ditiru oleh peserta didik. Strategi pembiasaan dan pemberian motivasi juga berperan penting dalam memperkuat internalisasi nilai moral dan sosial secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala yang dihadapi guru, antara lain kurangnya kesadaran sebagian siswa terhadap pentingnya pendidikan karakter, pengaruh negatif dari lingkungan luar sekolah, serta keterbatasan waktu dalam pelaksanaan pembinaan karakter secara mendalam. Meskipun demikian, strategi yang diterapkan tetap menunjukkan hasil positif dan selaras dengan tujuan penelitian, yaitu untuk memahami peran serta efektivitas guru dalam menumbuhkan karakter siswa. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya bergantung pada peran guru semata, tetapi juga memerlukan sinergi antara guru, siswa, orang tua, dan lingkungan sekolah. Kolaborasi yang harmonis di antara seluruh pihak dapat menciptakan budaya sekolah IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 yang berkarakter dan berintegritas. Ke depan, penelitian serupa dapat dikembangkan dengan menelaah strategi pembinaan karakter berbasis teknologi digital dan kegiatan ekstrakurikuler, sehingga efektivitas pendidikan karakter di era modern yang dinamis dapat terus diperkuat dan disesuaikan dengan kebutuhan 2 Saran/Rekomendasi Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar guru terus mengembangkan strategi pembelajaran yang kreatif dan kontekstual dalam menanamkan nilai-nilai karakter, serta menjadi teladan yang konsisten bagi siswa. Sekolah perlu memperkuat kerja sama dengan orang tua dan masyarakat untuk menciptakan sinergi dalam pembinaan karakter. Selain itu, pelatihan berkelanjutan bagi guru mengenai pendidikan karakter perlu ditingkatkan agar selaras dengan perkembangan zaman. Peneliti selanjutnya diharapkan memperluas kajian pada konteks dan jenjang berbeda untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif mengenai efektivitas strategi guru dalam meningkatkan karakter siswa. REFERENSI