8572 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Bibliometric Study of ESG Disclosure Research: Scientific Mapping and Future Directions Syarifah Nailul Azkia Magister Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Padjadjaran. Indonesia E-mail: syarifah23003@mail. Article History: Received: 02 Juni 2025 Revised: 31 Juli 2025 Accepted: 21 Agustus 2025 Keywords: ESG Disclosure. Sustainability. Bibliometrik Abstract: Penelitian mengeksplorasi tren dan perkembangan kajian ESG Disclosure melalui pendekatan bibliometrik, dengan menganalisis literatur ilmiah yang terbit antara tahun 2011 hingga 2025. Analisis dilakukan menggunakan metode co-occurrence network, thematic map, dan thematic evolution, berbasis perangkat lunak RStudio dengan Bibliometrix. Data sebanyak 888 dokumen diperoleh dari database Scopus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literatur ESG Disclosure mengalami transisi signifikan dari pendekatan normatif menuju integrasi multidimensi, mencakup inovasi teknologi, kebijakan ekonomi hijau, dan tata kelola berkelanjutan. Topik seperti sustainable development dan green innovation muncul sebagai tema sentral, menandai pergeseran menuju pendekatan yang holistik. Namun demikian, implementasi ESG Disclosure masih menghadapi tantangan dalam aspek regulasi, infrastruktur, dan pembiayaan, khususnya di negara Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis berupa penguatan integrasi kebijakan publik, pengembangan skema pembiayaan hijau, serta kolaborasi internasional. Hasil studi ini penting untuk mendukung kebijakan berkelanjutan secara global dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau yang inklusif dan resilien. PENDAHULUAN Saat ini, penilaian terhadap perusahaan tidak hanya didasarkan pada kemampuannya dalam menghasilkan laba, tetapi juga pada tanggung jawabnya terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola yang diterapkan. Meningkatnya kesadaran publik dan perhatian investor terhadap praktik bisnis berkelanjutan mendorong pentingnya transparansi dalam aspek-aspek tersebut. Dalam konteks tersebut, pengungkapan informasi keberlanjutan yang dikenal sebagai Environmental. Social, and Governance (ESG) disclosure menjadi elemen krusial. ESG disclosure merujuk pada proses pelaporan yang dilakukan oleh perusahaan untuk menyampaikan informasi mengenai kinerja dan kebijakan yang berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola kepada para pemangku kepentingan (Kotsantonis & Serafeim, 2. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Peningkatan minat terhadap ESG disclosure sejalan dengan temuan bahwa praktik ini dapat memberikan keuntungan nyata bagi perusahaan, terutama dalam membangun kepercayaan investor dan pemangku kepentingan serta mengurangi risiko bisnis. Studi oleh Dhaliwal et al. menunjukkan bahwa perusahaan yang secara sukarela melaporkan tanggung jawab sosialnya memiliki biaya ekuitas yang lebih rendah, karena adanya pengurangan ketidakpastian informasi di mata investor. Lebih lanjut. Albuquerque et al. mengemukakan bahwa perusahaan dengan kinerja sosial yang baik cenderung lebih tangguh menghadapi krisis ekonomi, sehingga menarik bagi investor jangka panjang. Meskipun demikian, praktik pengungkapan ESG masih menunjukkan tingkat keragaman yang tinggi di antara perusahaan. Tidak semua entitas memiliki standar pelaporan yang seragam, dan sering kali hanya aspek-aspek tertentu yang diungkapkan, sementara aspek lainnya diabaikan. Kondisi ini menimbulkan persoalan terkait konsistensi, transparansi, serta kemampuan untuk melakukan perbandingan antar laporan (Hussain et al. , 2. Sementara itu, investor dan pengguna laporan membutuhkan informasi yang andal dan dapat dibandingkan untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat. Di samping itu, terbatasnya mekanisme verifikasi dan audit terhadap laporan ESG juga menjadi tantangan tersendiri, karena keandalan data sering kali dipertanyakan (Kotsantonis & Serafeim, 2. Merespons tantangan tersebut, lembaga internasional seperti IFRS Foundation mulai merancang standar pelaporan keberlanjutan yang bersifat lebih terintegrasi dan dapat diterapkan secara global. Pada tahun 2023. IFRS Foundation melalui International Sustainability Standards Board (ISSB) telah merilis dua standar utama, yaitu IFRS S1 yang mengatur pengungkapan keberlanjutan secara umum dan IFRS S2 yang berfokus pada risiko serta peluang terkait iklim (IFRS Foundation, 2. Kedua standar ini dirancang untuk memastikan bahwa informasi keberlanjutan yang disampaikan oleh perusahaan bersifat relevan, dapat diperbandingkan, dan dapat diaudit. Sejalan dengan perkembangan tersebut, jumlah publikasi akademik yang mengangkat topik ESG disclosure juga menunjukkan peningkatan signifikan. Namun, hingga saat ini masih terbatas kajian yang secara sistematis memetakan perkembangan literatur dalam bidang ini, termasuk siapa saja penulis dan institusi paling produktif, serta tema-tema utama yang sering Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai tren, pola, serta arah perkembangan kajian ilmiah dalam topik ini. Salah satu metode yang tepat digunakan adalah bibliometric analysis. Bibliometric analysis merupakan metode kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis literatur ilmiah secara sistematis. Metode ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi tren publikasi, jurnal paling berpengaruh, penulis serta institusi terproduktif, hingga tema-tema utama yang berkembang dalam suatu bidang kajian. Selain itu, metode ini juga bermanfaat dalam mengungkap research gap yang dapat dijadikan landasan bagi penelitian lanjutan (Aria & Cuccurullo, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan bibliometric analysis terhadap publikasi ilmiah mengenai ESG disclosure yang terindeks dalam database Scopus selama periode 2011 hingga 2025. Dengan memanfaatkan perangkat lunak Bibliometrix dalam platform RStudio, studi ini akan menyajikan analisis deskriptif dan jaringan ilmiah yang berkaitan dengan dinamika penelitian ESG disclosure. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemetaan yang komprehensif terhadap struktur pengetahuan di bidang tersebut serta memberikan kontribusi berarti dalam pengembangan literatur keberlanjutan di masa a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 METODE PENELITIAN Gambar 1 menggambarkan skema alur pengumpulan data yang digunakan dalam studi ini. Penelitian ini merupakan kajian bibliometric yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tren ilmiah seputar Environmental. Social, and Governance (ESG) disclosure. Proses pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu: . penentuan fokus kajian, . penelusuran publikasi ilmiah melalui basis data Scopus, dan . seleksi dokumen berdasarkan kriteria kelayakan tertentu. Step 1 Menentukan cakupan dari Step 2 Mencari Dokumen Ilmiah di Basis Scopus Step 3 Menyaring dokumen Keyword yang digunakan ESG and Disclosure Disortir berdasarkan area subjek Bisnis,Manajemen dan Akutansi. Tipe Jurnal dan bahasa yang digunakan Bahasa inggris Ditemukan 2. Dokumen Ilmiah 888 Dokumen ilmiah akhir yang dugunakan untuk ESG Disclosure Gambar 1. Langkah-Langkah Pengumpulan Data Tahap awal melibatkan penetapan ruang lingkup kajian yang difokuskan pada topik ESG disclosure sebagai komponen penting dalam pelaporan keberlanjutan perusahaan. Penentuan fokus ini didasarkan pada tinjauan literatur terdahulu, pengamatan atas praktik industri terkini, serta acuan terhadap teori yang relevan. Untuk menjaga relevansi dan ketepatan analisis, kajian ini dibatasi pada dokumen-dokumen dalam bidang bisnis, manajemen, dan akuntansiAisejalan dengan pentingnya ESG dalam mendukung proses pengambilan keputusan ekonomi dan praktik pelaporan korporasi. Pada tahap berikutnya, penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Scopus yang dipilih karena reputasinya sebagai salah satu database ilmiah paling komprehensif dan bereputasi tinggi, mencakup berbagai jenis publikasi seperti artikel jurnal, prosiding konferensi, dan buku (Mongeon & Paul-Hus, 2. Kata kunci pencarian AuESG AND DisclosureAy digunakan secara strategis untuk memperoleh dokumen yang relevan dengan tema penelitian. Dari hasil pencarian awal, terkumpul sebanyak 2. 046 dokumen ilmiah untuk dianalisis lebih lanjut. Langkah ketiga melibatkan proses penyaringan dokumen menggunakan sejumlah kriteria. Hanya publikasi dalam bentuk artikel jurnal dan prosiding yang disertakan, mengingat jenis dokumen ini telah melalui proses peer-review yang menjamin validitas ilmiah (Walker & Rocha da Silva, 2. Seleksi juga difokuskan pada bidang bisnis, manajemen, dan akuntansi untuk menjaga kesesuaian dengan tujuan studi. Selain itu, hanya dokumen berbahasa Inggris yang dipertahankan guna memastikan keterbacaan dan utilisasi yang luas dalam komunitas akademik internasional (Cinpolat, 2. Melalui proses seleksi ini, diperoleh 888 dokumen yang memenuhi kriteria. Seluruh dokumen tersebut kemudian disimpan dalam format BibTeX, yang memuat metadata penting seperti judul, penulis, afiliasi, tahun publikasi, abstrak, dan kata kunci. Data ini selanjutnya dianalisis menggunakan perangkat lunak Bibliometrix pada platform RStudio. Tabel. 1 Deskripsi Analisis Bibliometrik a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Jenis Analisis Deskripsi Analisis Deskriptif Dalam studi bibliometrik, analisis deskriptif melibatkan pemeriksaan terhadap kumpulan data publikasi ilmiah untuk merangkum karakteristik dan pola penting di dalamnya. Melalui analisis ini, peneliti dapat memahami karakteristik serta distribusi hasil penelitian yang relevan. Aspek yang digunakan dalam penelitian A Deskripsi Data A Jurnal inti berdasarkan hukum Bradford A Produksi jurnal inti dari waktu ke waktu A Dokumen dengan sitasi A Kata yang paling sering Analisis Jaringan Metode jaringan A (Network Analysis mengeksplorasi hubungan dan interaksi antar elemen dalam literatur ilmiah. A termasuk penulis, institusi, jurnal, dan Dengan memodelkan A interaksi tersebut sebagai jaringan, peneliti dapat mengkaji struktur, dinamika, serta pola pembentukan dan penyebaran pengetahuan ilmiah. Co-occurrence networks Thematic network analysis Thematic quadrant analysis HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2 menampilkan ringkasan statistik dan karakteristik metadata dari literatur yang dianalisis dalam studi mengenai Environmental. Social, and Governance (ESG) Disclosure selama kurun waktu 2011 hingga 2025. Sebanyak 888 dokumen berhasil dikumpulkan dari 304 sumber publikasi ilmiah, mencerminkan cakupan kajian yang luas. Tingkat pertumbuhan publikasi tahunan tercatat sebesar 44,79%, menunjukkan dinamika perkembangan yang signifikan dalam satu dekade terakhir. Rata-rata usia dokumen sebesar 2,15 tahun menandakan bahwa kajian ini tergolong baru dan sedang mengalami perkembangan aktif, dengan rata-rata sitasi per dokumen mencapai 32,3 yang mencerminkan pengaruh ilmiahnya yang cukup tinggi. Dari sisi isi, ditemukan 795 Keywords Plus serta 2. 160 AuthorAos Keywords, mencerminkan keragaman terminologi dan luasnya spektrum topik dalam literatur ESG. Sebanyak 2. 134 penulis tercatat berkontribusi dalam publikasi tersebut, dengan 109 dokumen ditulis oleh penulis tunggal. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi merupakan karakteristik utama dalam studi ESG, dengan rata-rata hampir tiga penulis per dokumen, dan tingkat kolaborasi internasional mencapai 29,95%, mempertegas posisi ESG Disclosure sebagai isu global lintas negara dan institusi. Dilihat dari jenis publikasi, artikel jurnal mendominasi dengan jumlah 842 dokumen, disusul oleh makalah konferensi dan jenis dokumen lainnya. Dominasi artikel jurnal a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 menunjukkan bahwa kajian ESG Disclosure lebih banyak disebarluaskan melalui media akademik formal yang telah melalui proses penelaahan sejawat, menjamin kualitas dan validitas Secara keseluruhan, temuan pada Tabel 2 mengindikasikan bahwa literatur ESG Disclosure berkembang pesat, bersifat kolaboratif, dan memiliki dampak signifikan di ranah Keragaman kata kunci serta tingginya partisipasi kolaborasi internasional menegaskan bahwa ESG Disclosure telah menjadi isu strategis global yang melampaui batas sektoral dan geografis dalam upaya membangun sistem pelaporan keberlanjutan yang transparan dan kredibel. Tabel. 2 Statistik Deskriptif Deskripsi Main Information About Data Timespan Sources (Journals. Books, et. Documents Annual Growth Rate % Document Average Age Average citations per doc Document Contents Keywords plus (ID) Author's keywords (DE) Authors Authors Authors of single-authored docs Authors Collaboration Single-authored docs Co-Authors per doc International co-authorships % Document Types Article Article article Conference paper Conference paper article Hasil 2044:45:00 Gambar 2 menyajikan tren publikasi ilmiah tahunan terkait Environmental. Social, and Governance (ESG) Disclosure dalam rentang waktu 2011 hingga 2025. Hingga tahun 2018, jumlah publikasi masih tergolong rendah dan cenderung stagnan. Namun, sejak tahun tersebut terjadi peningkatan signifikan, yang mencerminkan tumbuhnya perhatian global terhadap isu ESG, seiring dengan dorongan kuat terhadap praktik keberlanjutan, transparansi korporasi, serta implementasi kebijakan seperti EU Taxonomy. Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD), dan Sustainable Finance Disclosure Regulation (SFDR). ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Peningkatan publikasi mencapai puncaknya pada tahun 2023, menjadikannya sebagai tahun paling produktif dalam bidang ini. Lonjakan tersebut didorong oleh meningkatnya tuntutan akan pelaporan ESG yang lebih komprehensif serta kekhawatiran publik terhadap praktik Adapun penurunan jumlah publikasi pada tahun 2024 kemungkinan besar disebabkan oleh keterlambatan indeksasi dalam basis data seperti Scopus, bukan penurunan minat terhadap topik. Secara umum, grafik ini menggarisbawahi bahwa ESG Disclosure merupakan bidang kajian yang mengalami pertumbuhan cepat dan telah menjadi fokus utama dalam literatur akademik, khususnya dalam lima tahun terakhir. Tren ini menunjukkan pergeseran paradigma ke arah pengintegrasian aspek keberlanjutan dalam pelaporan korporasi dan sistem tata kelola perusahaan secara lebih menyeluruh. Gambar 2. Publikasi Artikel Ilmiah Tahunan Tabel 3 menyajikan analisis produktivitas jurnal dalam kajian Environmental. Social, and Governance (ESG) Disclosure berdasarkan sejumlah indikator bibliometrik, termasuk h-index, gindex, m-index, jumlah artikel yang diterbitkan, serta tahun awal publikasi (PY Star. Analisis ini juga dilengkapi dengan klasifikasi menurut BradfordAos Law untuk mengidentifikasi jurnal-jurnal inti . ore source. yang memainkan peran penting dalam pengembangan literatur di bidang ini. Jurnal Corporate Social Responsibility and Environmental Management tercatat sebagai yang paling produktif, dengan total 71 artikel dan skor bibliometrik yang tinggi, termasuk h-index 24 dan g-index 52. Sejak mulai berkontribusi pada tahun 2017, jurnal ini telah dikategorikan sebagai bagian dari Bradford Zone 1, menunjukkan posisinya yang sentral dalam literatur ESG. Jurnal Business Strategy and the Environment menempati posisi kedua dengan 59 artikel dan hindex 25, serta kontribusi yang telah dimulai sejak 2014. Jurnal ini juga termasuk dalam Zona 1, mencerminkan pengaruh jangka panjangnya terhadap perkembangan diskursus keberlanjutan. Jurnal seperti Journal of Cleaner Production dan Sustainability Accounting. Management and Policy Journal menunjukkan produktivitas yang relatif lebih moderat, namun kontribusinya tetap signifikan, khususnya dalam mendorong integrasi isu keberlanjutan dalam ranah akuntansi dan kebijakan publik. Keduanya juga masuk dalam kategori sumber utama dalam Zona 1. Beberapa jurnal lain seperti Research in International Business and Finance dan Corporate Governance (Bingle. mengindikasikan bahwa isu ESG telah meluas ke berbagai bidang keilmuan, termasuk keuangan dan tata kelola korporasi. Walaupun jumlah publikasinya lebih sedikit, jurnal-jurnal seperti Journal of Applied Accounting Research dan Journal of Risk a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 and Financial Management tetap tergolong sebagai bagian dari literatur inti dalam peta kajian ESG. Secara keseluruhan, klasifikasi berdasarkan BradfordAos Law menegaskan bahwa jurnaljurnal dalam Zona 1 memiliki peran strategis dalam membentuk dan memperkaya landasan teoretis maupun praktis dalam bidang ESG Disclosure. Kontribusi mereka tidak hanya mencakup publikasi empiris yang berkualitas tinggi, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam arah perkembangan riset dan implementasi ESG di masa depan. Source Tabel 3. Top 10 Jurnal Paling Produktif Jumlah Artikel h_index g_index m_index Start Bradford Zone Corporate Social Responsibility and Environmental Management Zone 1 Business Strategy and the Environment Zone 1 Journal of Cleaner Production Zone 1 Sustainability Accounting. Management and Policy Journal Zone 1 Research in International Business and Finance Zone 1 Journal of Risk and Financial Management Zone 1 Corporate Governance (Bingle. Zone 1 Journal of Sustainable Finance and Investment Zone 1 Journal of Business Ethics Zone 1 Journal of Applied Accounting Research Zone 1 Gambar 3 menampilkan tren kumulatif publikasi dari lima jurnal utama yang berkontribusi terhadap pengembangan literatur Environmental. Social, and Governance (ESG) Disclosure selama periode 2011 hingga 2025. Grafik ini mencerminkan peningkatan perhatian akademik terhadap isu ESG, yang ditunjukkan oleh pertumbuhan jumlah artikel secara konsisten, khususnya sejak tahun 2020. Di antara kelima jurnal. Sustainability Accounting. Management and Policy Journal menunjukkan lonjakan publikasi paling signifikan, dengan jumlah artikel melampaui 65 hingga Tren ini mengindikasikan peningkatan minat yang pesat terhadap topik ESG Disclosure dalam kaitannya dengan akuntansi keberlanjutan dan kebijakan publik. Pola pertumbuhan serupa terlihat pada Business Strategy and The Environment, yang mendekati 60 artikel, menegaskan posisi ESG sebagai isu penting dalam strategi bisnis dan lingkungan. Sementara itu. Corporate Social Responsibility and Environmental Management memperlihatkan pertumbuhan yang stabil dan konsisten, dengan lebih dari 30 artikel hingga 2025, mencerminkan komitmen jurnal ini terhadap isu tanggung jawab sosial perusahaan. Journal of a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Cleaner Production menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat, namun tetap relevan terutama dalam konteks isu lingkungan yang merupakan bagian integral dari ESG. Di sisi lain. Research in International Business and Finance mencatat jumlah publikasi paling rendah, yaitu kurang dari 20 artikel hingga tahun 2025, meskipun grafik menunjukkan tren peningkatan sejak 2020. Secara keseluruhan, grafik ini mengilustrasikan bahwa ESG Disclosure telah berkembang menjadi topik yang strategis dan lintas disiplin, dengan peningkatan literatur yang signifikan Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma dalam wacana akademik dan praktik korporasi global, menuju integrasi keberlanjutan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan bisnis. Gambar 3. Publikasi Sumber Utama dari Waktu ke Waktu Tabel 4 menampilkan daftar publikasi paling berpengaruh dalam kajian Environmental. Social, and Governance (ESG) Disclosure, mencakup nama penulis, tahun penerbitan, judul artikel, nama jurnal, jumlah total sitasi, serta rata-rata sitasi per tahun. Artikel-artikel ini dipublikasikan dalam berbagai jurnal akademik bereputasi, seperti Business Strategy and The Environment. British Accounting Review. Accounting Review. Journal of Cleaner Production. Journal of Business Ethics, dan Journal of Business Research. Artikel dengan rata-rata sitasi tertinggi per tahun adalah karya Christensen et al. yang mengkaji persepsi terhadap ESG ratings, dengan 125,3 sitasi per tahun. Posisi selanjutnya diisi oleh Cucari et al. , yang membahas keberagaman dewan direksi dalam konteks ESG disclosure, serta Yu et al. yang mengeksplorasi isu greenwashing, masing-masing memperoleh rata-rata 106,8 dan 85,5 sitasi per tahun. Dari sisi total sitasi kumulatif, artikel Cie et al. mencatatkan angka tertinggi dengan 653 sitasi, diikuti oleh Li et al. yang meraih 644 sitasi. Kedua artikel ini telah menjadi rujukan utama dalam pengembangan wacana ESG secara global. Sementara itu, meskipun karya Huss & Sousa-Filho . memiliki total sitasi terendah dalam daftar . , artikel tersebut tetap mencerminkan kontribusi ilmiah yang signifikan di bidang ini. Secara keseluruhan, data dalam Tabel 4 menunjukkan bahwa literatur mengenai ESG Disclosure tidak hanya berkembang dengan pesat, tetapi juga mencakup cakupan tematik yang luasAimulai dari aspek tata kelola hingga isu transparansi pasar. Tingginya angka sitasi pada artikel-artikel utama menegaskan posisi mereka sebagai fondasi teoritis dan empiris yang penting bagi studi ESG, khususnya dalam mendukung agenda keberlanjutan dalam praktik bisnis modern. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Tabel 4. Top 10 Jurnal Dengan Sitasi Terbanyak Penulis (Xie et al. Judul Penerbit Do environmental, social, and governance activities improve Business Strategy and the corporate financial performance? Environment Total Total Sitasi per Sitasi Tahun The impact of environmental, social, and governance disclosure on firm value: The role of CEO British Accounting (Li et al. , 2. Review Sensitive industries produce better ESG performance: Evidence from Journal of Cleaner Production emerging markets. Mandatory CSR and sustainability Review of Accounting (Christensen et reporting: Economic analysis and Studies , 2. literature review (Yu et al. Greenwashing in environmental. Research in International social and governance disclosures Business and Finance (Baldini et al. Role of country- and firm-level Journal of Business determinants in environmental. Ethics social, and governance disclosure (Eliwa et al. ESG practices and the cost of Critical Perspectives on debt: Evidence from EU countries Accounting (Husted & Sousa-Filho. Board structure and environmental, social, and governance disclosure in Latin America (Garcia et al. Why is Corporate Virtue in the (Christensen et Eye of The Beholder? The Case , 2. of ESG Ratings (Cucari et al. Accounting Review Diversity of board of directors and Corporate Social environmental social governance: Responsibility and Evidence from Italian listed Environmental Management Journal of Business Research Gambar 4 menyajikan visualisasi co-occurrence network dari kata kunci yang paling sering digunakan dalam literatur mengenai Environmental. Social, and Governance (ESG) a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Disclosure, yang menghasilkan dua kluster tematik utama dan mencerminkan arah dominan penelitian di bidang ini. Kluster pertama, yang ditandai dengan warna merah, berfokus pada pendekatan internal Kluster ini menekankan keterkaitan antara governance approach, sustainability, dan sustainable development. Kemunculan kata kunci seperti performance assessment, environmental management, dan corporate governance menunjukkan bahwa ESG Disclosure diposisikan sebagai bagian dari strategi manajerial yang berkelanjutan, bukan sekadar mekanisme pelaporan Kluster kedua, yang ditandai dengan warna biru, mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan dimensi lingkungan dan sosial. Kata kunci seperti environmental, social, investments, green finance, dan decision making mendominasi, mencerminkan peran ESG Disclosure sebagai alat penting untuk mengevaluasi dampak sosial-ekonomi dan lingkungan dari aktivitas perusahaan, sekaligus sebagai referensi bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya dalam proses pengambilan keputusan. Secara keseluruhan, struktur jaringan ini menunjukkan bahwa penelitian ESG Disclosure terbagi ke dalam dua pendekatan utama: penguatan tata kelola internal perusahaan dan penilaian eksternal terhadap kinerja keberlanjutan. Temuan ini memberikan dasar konseptual yang kuat bagi penelitian selanjutnya, khususnya dalam mengkaji efektivitas kebijakan ESG serta integrasinya dalam kerangka strategi perusahaan secara menyeluruh. Gambar 4. Hasil Peta Co-Occurrence Network Gambar 5 menggambarkan thematic map yang memetakan posisi berbagai tema utama dalam literatur Environmental. Social, and Governance (ESG) Disclosure berdasarkan dua dimensi penting, yaitu centrality . dan density . ingkat pengembangan tem. Pemetaan ini mengelompokkan tema-tema ke dalam empat kuadran: Motor Themes. Niche Themes. Emerging or Declining Themes, dan Basic Themes, yang mencerminkan peran strategis masingmasing dalam membentuk struktur keilmuan ESG. Kuadran kanan atas, yaitu Motor Themes, memuat topik-topik dominan seperti sustainable development, environmental, dan social. Tema-tema ini tidak hanya memiliki relevansi tinggi tetapi juga telah berkembang dengan baik, menjadikannya pilar utama dalam diskursus ESG Disclosure serta pendorong utama dalam studi keberlanjutan. Sementara itu, kuadran kiri atas (Niche Theme. berisi tema seperti governance approach, corporate social responsibility, dan sustainability. Meskipun memiliki kedalaman teoritis yang tinggi, koneksi tema-tema ini terhadap keseluruhan peta literatur masih terbatas. Namun, tema. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 tema ini tetap penting sebagai fokus bagi penelitian yang lebih spesifik, terutama yang menyoroti aspek tata kelola dan tanggung jawab sosial korporasi. Pada kuadran kiri bawah terdapat Emerging or Declining Themes seperti ESG dan corporate governance. Posisi ini mengindikasikan bahwa tema-tema tersebut sedang dalam fase eksplorasi awal atau mengalami penurunan relevansi. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memperjelas arah perkembangan dan posisinya dalam kajian ESG. Adapun Basic Themes yang terletak pada kuadran kanan bawah meliputi topik seperti sustainable development dan environmental, yang meskipun memiliki tingkat relevansi tinggi, masih memerlukan pendalaman konseptual. Tema-tema ini menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut dalam rangka memperkaya kerangka teoritis ESG Disclosure. Secara keseluruhan, pemetaan tematik ini menunjukkan bahwa literatur ESG Disclosure memiliki struktur yang seimbang antara tema-tema mapan dan topik-topik yang masih Hal ini membuka ruang luas bagi pengembangan riset lanjutan, baik dalam aspek teoritis maupun praktis, terutama dalam konteks keberlanjutan, tata kelola organisasi, dan dampak sosial. Gambar 5. Thematic Map Gambar 6 menyajikan visualisasi evolusi tematik dalam penelitian Environmental. Social, and Governance (ESG) Disclosure sepanjang periode 2011 hingga 2025, dengan memetakan perkembangan kata kunci yang digunakan dalam literatur dari waktu ke waktu. Pada tahap awal . 1Ae2. , fokus utama kajian masih berkisar pada isu-isu fundamental seperti corporate social responsibility, environmental impact, dan sustainable development. Pendekatan yang digunakan umumnya bersifat empiris dengan pemanfaatan data sekunder dari penyedia informasi keuangan seperti Bloomberg. Memasuki tahun 2023, cakupan tema mengalami ekspansi menuju isu-isu yang lebih kompleks, antara lain stock market, commerce, dan risk assessment. Perkembangan ini mencerminkan pergeseran fokus penelitian dari aspek tanggung jawab sosial ke arah analisis pasar dan pengambilan keputusan keuangan, serta menunjukkan semakin beragamnya metode dan perspektif yang digunakan dalam kajian ESG. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Pada tahun 2024 hingga 2025, beberapa tema utama seperti governance approach, corporate social responsibility, dan environmental kembali menjadi sorotan, namun dengan pendekatan yang lebih terintegrasi. Munculnya topik baru seperti bibliometrics analysis menandakan bahwa studi ESG mulai memasuki fase reflektif, di mana literatur tidak hanya berkembang secara substantif, tetapi juga mulai dikaji secara sistematis untuk memetakan arah dan kontribusinya secara keseluruhan. Puncak evolusi terlihat pada 2025, ketika dimensi sosial, lingkungan, dan tata kelola mulai disatukan dalam suatu kerangka pemahaman yang holistik. Secara keseluruhan, evolusi ini menggambarkan transformasi kajian ESG Disclosure dari pendekatan normatif ke arah pendekatan lintas-disiplin yang mencakup elemen ekonomi, keuangan, tata kelola, dan keberlanjutan. ESG tidak lagi sekadar menjadi elemen pelaporan tambahan, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi korporasi dan kebijakan publik, serta membuka ruang luas bagi eksplorasi akademik yang lebih mendalam dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan secara global. Gambar 6. Thematic Map KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis co-occurrence network, thematic map, dan thematic evolution, dapat disimpulkan bahwa literatur terkait Environmental. Social, and Governance (ESG) Disclosure menunjukkan perkembangan yang cepat menuju integrasi multidimensi. ESG Disclosure tidak lagi dipahami sekadar sebagai pelaporan tanggung jawab sosial dan lingkungan, melainkan telah menjadi bagian strategis dari pembangunan berkelanjutan yang meliputi inovasi teknologi, tata kelola perusahaan, pengelolaan lingkungan, serta kebijakan ekonomi hijau. Topik sustainable development dan green innovation menempati posisi sentral, menandakan adanya pergeseran paradigma dari pendekatan teknis menuju model yang lebih holistik dan sistemik. Perkembangan tematik menandai transisi dari pendekatan normatif ke arah kebijakan berbasis data, dengan peningkatan fokus pada environmental policy dan green economy. Hal ini mempertegas peran ESG Disclosure sebagai instrumen strategis yang mendukung agenda global dalam menghadapi perubahan iklim dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Namun demikian, implementasi ESG Disclosure masih dihadapkan pada tantangan struktural, khususnya ketimpangan kebijakan lingkungan, keterbatasan investasi pada teknologi ramah lingkungan, serta infrastruktur pendukung yang belum merata, terutama di negara-negara Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan dimensi praktis dan regulatif agar ESG dapat diadopsi secara efektif dan inklusif. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Seiring dengan meningkatnya perhatian para pemangku kepentingan dan kemajuan dalam metode analisis seperti bibliometrik, penelitian mengenai ESG Disclosure diprediksi akan terus Dukungan kebijakan yang tepat dan investasi yang terarah dapat menjadikan ESG Disclosure sebagai pendorong utama tata kelola berkelanjutan, mempercepat transisi menuju ekonomi hijau, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat global. Sebagai rekomendasi, penguatan integrasi antara kebijakan publik dan pelaksanaan ESG Disclosure sangat krusial. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji desain kebijakan yang mendorong adopsi ESG secara menyeluruh melalui studi komparatif antarnegara dan analisis efektivitas regulasi yang berlaku. Selain itu, pengembangan model pembiayaan hijau yang inovatif, seperti green bonds, insentif fiskal, dan kemitraan publik-swasta, perlu mendapat perhatian guna memperluas akses finansial bagi inisiatif keberlanjutan. Pendekatan riset yang lebih kontekstual juga diperlukan dengan fokus pada sektor-sektor spesifik, seperti energi terbarukan, manufaktur, transportasi, dan pertanian, agar dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih aplikatif. Selanjutnya, dimensi sosial dalam ESG perlu diperkuat melalui studi yang mengkaji dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja hijau, peningkatan kualitas hidup, serta kesejahteraan masyarakat, termasuk pengembangan indikator keberlanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Terakhir, mengingat karakter lintas batas dari ESG, kolaborasi internasional harus ditingkatkan melalui pertukaran praktik terbaik, harmonisasi standar pelaporan, dan kerja sama antarnegara, khususnya untuk memperkuat kapasitas negara berkembang dalam menghadapi tantangan keberlanjutan global. Dengan menanggapi aspek-aspek tersebut secara sistematis, diharapkan riset dan kebijakan terkait ESG Disclosure mampu memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi tantangan global serta mendorong transformasi menuju ekonomi hijau yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. DAFTAR REFERENSI Albuquerque. Koskinen. , & Zhang. Corporate social responsibility and firm risk: Theory and empirical evidence. Management Science, 65. , 4451Ae4469. https://doi. org/10. 1287/mnsc. Aria. , & Cuccurullo. bibliometrix: An R-tool for comprehensive science mapping Journal Informetrics, 11. , 959Ae975. https://doi. org/10. 1016/j. Baldini. Maso. Liberatore. Mazzi. , & Terzani. Role of country- and firm-level determinants in environmental, social, and governance disclosure. Journal of Business Ethics, 150. , 79Ae98. https://doi. org/10. 1007/s10551-016-3139-1 Christensen. Hail. , & Leuz. Why is corporate virtue in the eye of the beholder? The case of ESG ratings. The Accounting Review, 97. , 147Ae175. https://doi. org/10. 2308/TAR-2019-0506 Christensen. Serafeim. , & Sikochi. Mandatory CSR and sustainability reporting: Economic analysis and literature review. Review of Accounting Studies, 26. , 1176Ae1248. https://doi. org/10. 1007/s11142-021-09609-5 Cieulak. , & Wang. Do environmental, social, and governance activities improve corporate financial performance? Business Strategy and the Environment, 28. , 1234Ae https://doi. org/10. 1002/bse. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Cinpolat. The effect of English-language publications on international research Journal of Academic Publishing, 5. , 101Ae115. Cucari. Esposito De Falco. , & Orlando. Diversity of board of directors and environmental social governance: Evidence from Italian listed companies. Corporate Social Responsibility and Environmental Management, 26. , 581Ae597. https://doi. org/10. 1002/csr. Dhaliwal. Li. Tsang. , & Yang. Voluntary nonfinancial disclosure and the cost of equity capital: The initiation of corporate social responsibility reporting. The Accounting Review, 86. , 59Ae100. https://doi. org/10. 2308/accr. Eliva. Aria. , & Cuccurullo. ESG practices and the cost of capital: Evidence Critical Perspectives Accounting, https://doi. org/10. 1016/j. Garcya. Mendes-Da-Silva. , & Orsato. Sensitive industries produce better ESG performance: Evidence from emerging markets. Journal of Cleaner Production, 150, 135Ae147. https://doi. org/10. 1016/j. Huss. , & Sousa-Filho. Board structure and environmental, social, and governance disclosure in Latin America. Journal of Business Research, 84, 237Ae246. https://doi. org/10. 1016/j. Hussain. Rigoni. , & Orij. Corporate governance and sustainability performance: Analysis of triple bottom line performance. Journal of Business Ethics, 149. , 411Ae432. https://doi. org/10. 1007/s10551-016-3099-5 IFRS Foundation. Effects analysis IFRS S1 and IFRS S2. International Financial Reporting Standards. https://w. Kotsantonis. , & Serafeim. Four things no one will tell you about ESG data. Journal of Applied Corporate Finance, 31. , 50Ae58. https://doi. org/10. 1111/jacf. Li. Li. , & Minor. The impact of environmental, social, and governance disclosure on firm value: The role of CEO power. British Accounting Review, 50. , 60Ae https://doi. org/10. 1016/j. Mongeon. , & Paul-Hus. The journal coverage of Web of Science and Scopus: A comparative analysis. Scientometrics, 106. , 213Ae228. https://doi. org/10. 1007/s11192015-1765-5 Walker. , & Rocha da Silva. Emerging trends in peer reviewAia survey. Frontiers in Neuroscience, 9, 169. https://doi. org/10. 3389/fnins. Yu. -Y. Luu. , & Chen. Greenwashing in environmental, social and governance disclosures. Research in International Business and Finance, 52, 101192. https://doi. org/10. 1016/j. ISSN : 2828-5298 .