EFEKTIVITAS PELATIHAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENINGKATAN POTENSI EKONOMI KREATIF KELOMPOK WANITA TANI DESA COT MASAM KECAMATAN KUTA BARO ACEH BESAR EFFECTIVENESS OF APPROPRIATE TECHNOLOGY TRAINING TO INCREASE THE CREATIVE ECONOMIC POTENTIAL OF WOMEN FARMERS GROUP IN COT MASAM VILLAGE. KUTA BARO DISTRICT. ACEH BESAR M Muyassir1*. Yadi Jufri1. M Manfarizah1. F Fikrinda1. Teti Arabia1. Yaumil Khairiah1. Retno Leodita Lubis1 1 Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia *Penulis korespondensi: muyassir@usk. Abstrak Manajemen limbah pertanian yang kurang tepat dapat mengakibatkan masalah lingkungan seperti pencemaran tanah dan air. Sebaliknya, limbah organik memiliki potensi besar untuk diubah menjadi produk bernilai ekonomis seperti kompos, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ingin Maju di Gampong Cot Masam. Kecamatan Kuta Baro. Kabupaten Aceh Besar, melalui pelatihan teknologi yang disesuaikan. Pelatihan difokuskan pada produksi kompos dan Mikro Organisme Lokal (MOL) untuk memungkinkan pemanfaatan limbah organik secara produktif dan berkelanjutan, serta mendorong pengembangan kewirausahaan di sektor ekonomi kreatif yang berakar pada pertanian organik. Metode pelatihan mencakup ceramah, diskusi, dan latihan praktis yang melibatkan 40 anggota kelompok wanita tani. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, khususnya dalam produksi kompos, dengan efektivitas pemahaman pengetahuan (EPP) sebesar 90,95% dan 62,3% untuk MOL. Efektivitas pelatihan juga mencerminkan hasil positif, menunjukkan peningkatan 47,6% untuk kompos dan 45,3% untuk MOL. Meskipun pelatihan kompos dianggap lebih efektif, pelatihan MOL juga memberikan dampak yang menguntungkan, meskipun memerlukan penyempurnaan untuk sejajar dengan hasil pelatihan kompos. Secara keseluruhan, keterlibatan ini berhasil meningkatkan kapasitas KWT dalam pemanfaatan limbah organik, berpotensi mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas di gampong ini. Kata kunci: ekonomi kreatif. limbah organik. mikro organisme lokal. keterlibatan masyarakat Abstract Inadequate agricultural waste management can result in environmental issues such as soil and water pollution. Conversely, organic waste holds significant potential for conversion into economically valuable products like compost, enhancing soil fertility and reducing farmers' reliance on chemical fertilizers. This initiative aims to enhance the skills and knowledge of the Women Farmers Group Ingin Maju in Cot Masam Village. Kuta Baro SubDistrict. Aceh Besar District, through tailored technological training. The training focuses on compost production and local microorganisms to enable the productive and sustainable utilization of organic waste, fostering entrepreneurial development in the creative economy sector rooted in organic farming. Training methodologies encompass lectures, discussions, and practical exercises involving 40 members of the women farmers group. Results indicate a substantial enhancement in participants' comprehension, particularly in compost production, with a knowledge understanding effectiveness (KUE) of 90. 95% and 62. 3% for LMO. Training effectiveness (TE) also reflects positive outcomes, showing a 47. 6% increase for compost and 45. 3% for LMO. Despite compost training being deemed more effective, the LMO training also yields favorable impacts, albeit necessitating refinements to align outcomes with compost training. Overall, this engagement successfully elevates the capacities of KWT in organic waste utilization, potentially catalyzing community-based creative economic development in this village. Keywords: creative economy. organic waste. local microorganisms. community engagement Submitted 14-11-2024 | Revision 19-12-2024 | Accepted 19-03-2025 | Published 30-03-2025 Article ID 42. Copyright . 2025 Bull. Community. Serv. :52-58 https://doi. org/10. 24815/bulpen. Muyassir et al. Pendahuluan Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari Tridarma Perguruan Tinggi yang berfungsi untuk memberikan solusi nyata atas permasalahan yang dihadapi masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi dan ekologi. era perkembangan teknologi yang pesat, peran teknologi tepat guna sangat penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi, khususnya di sektor ekonomi kreatif yang berkembang pesat di Indonesia (Azizah dan Iskandar 2022. Sarjito 2. Desa Cot Masam memiliki sumber daya alam yang melimpah dan potensi ekonomi kreatif dalam sektor pertanian berupa peningkatan ekonomi keluarga serta efisiensi usahatani, namun sering kali limbah organik pertanian sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi seperti kompos baik padat ataupun cair belum dimanfaatkan secara Pengelolaan limbah pertanian yang kurang tepat dapat menyebabkan masalah lingkungan seperti pencemaran tanah dan air. Di sisi lain, limbah organik sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomis seperti kompos, yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Dengan memanfaatkan teknologi tepat guna, proses pembuatan kompos dapat dilakukan dengan lebih efisien, baik dari segi waktu, tenaga, maupun kualitas hasil kompos yang dihasilkan. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi menjadi salah satu kendala utama bagi Kelompok Wanita Tani Ingin Maju dalam mengembangkan usahanya. Berdasarkan penelitian sebelumnya, teknologi tepat guna dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi dan inovasi dalam pengolahan hasil pertanian serta produk kerajinan, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat pedesaan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan teknologi tepat guna kepada masyarakat pedesaan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif, terutama yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) termasuk KWT di Desa Cot Masam. Kecamatan Kuta Baro. Aceh Besar. Pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pembuatan kompos dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan potensi ekonomi kreatif KWT, sekaligus memberikan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan (Kusuma et al. Pelatihan ini sangat penting dan menjadi langkah strategis untuk memberdayakan KWT Desa Cot Masam agar mereka dapat mengolah limbah pertanian secara mandiri dan Bull. Community. Serv. : 52-58 menghasilkan produk yang bernilai ekonomi Pelatihan ini tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada penerapan teknologi sederhana yang mampu meningkatkan produktivitas, kualitas produk, serta pemasaran berbasis digital. Pelatihan teknologi tepat guna dalam pembuatan pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan di kalangan perempuan tani. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengurangi biaya produksi, atau dijual sebagai produk komersial kepada masyarakat luas (Rohman dan Yuniar 2018. Nurhasanah dan Taufik 2. Dengan demikian. KWT tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga berperan dalam Pelatihan ini akan mencakup teknik pengumpulan bahan organik, proses fermentasi, serta teknik pemanfaatan kompos yang sudah jadi. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi KWT dalam memperkuat ekonomi lokal melalui pengelolaan sumber daya secara Di samping itu, pembuatan kompos juga dapat membuka peluang bisnis baru dalam lingkup ekonomi kreatif. Produk kompos organik yang ramah lingkungan semakin diminati oleh masyarakat perkotaan yang peduli terhadap lingkungan, terutama untuk kebutuhan urban farming dan pertanian organik. Dengan pelatihan yang tepat. KWT Desa Cot Masam dapat mengembangkan usaha berbasis kompos yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi sangat relevan untuk diterapkan guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta pendapatan ekonomi anggota KWT. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan pengetahuan KWT Ingin Maju Desa Cot Masam melalui pelatihan teknologi tepat guna agar pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat dan dapat menjadi model bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas di desa-desa lain. Pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas KWT Ingin Maju dalam memanfaatkan limbah organik secara produktif dan berkelanjutan serta dapat mendorong terciptanya wirausaha baru di sektor ekonomi kreatif yang berbasis lingkungan dan pertanian organik di Desa Cot Masam Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar Page 53 Muyassir et al. Bull. Community. Serv. : 52-58 Metode Pengabdian ini berlangsung di Desa Cot masam Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Kecamatan yang luasnya 61,07 km2 . secara geografis terletak pada koordinat 5A 31'24. 0"N 95A24'18. 9"E, termasuk dalam wilayah penyangga swasembada beras nasional di Kabupaten Aceh Besar. Cot Masam adalah salah satu Desa dalam Kecamatan Kuta Baro dengan luas wilayah 3700 ha . ,37 km. (Gambar . Secara administrasi Kecamatan ini berbatasan dengan: Sebelah Utara : Kecamatan Darussalam Sebelah Selatan : Kecamatan Ingin Jaya dab Blang Bintang Sebelah Barat : Kecamatan Barona Jaya Sebelah Timur : Kecamatan Darussalam Krueng Barona Jaya Krueng Cot Masam VillageDesa Cot Masam Gambar 1. Peta Wilayah Pelaksanaan PKMBP-TTG Pelatihan Teknologi Tepat Guna untuk Peningkatan Potensi Ekonomi Kreatif Kelompok Wanita Tani Desa Cot Masam Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar Tahun 2024 Mitra PKMBP-TTG ini adalah Kelompok Wanita Tani Ingin Maju Desa Cot Masam Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar yang saat ini sedang fokus pada budidaya tanaman pangan . adi sawa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung mulai bulan Mei sampai September 2024. Adapun waktu pelaksanaan pelatihan ini diperlihatkan dalam bentuk time line berikut (Gambar . Page 54 Muyassir et al. Bull. Community. Serv. : 52-58 Juni Mei A Sosialisasi dan koordinasi dengan A Persiapan bahan dan peralatan pelatihan A Pelatihan petani dan IRT Gambar 2. Tahapan pelaksanaan teknologi tepat guna Metode yang digunakan adalah dengan metode ceramah, diskusi, dan mengisi kuisioner sebagai acuan penelitian yang berlangsung di Meunasah Desa Cot Masam. Peserta pelatihan sejumlah 40 orang diberi pretest untuk menentukan nilai pengetahuan sebelum diberikan pelatihan tentang kompos dan MOL. Kemudian responden diberikan posttest untuk mengetahui nilai perubahan perilaku berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan setelah mengikuti pelatihan. Untuk mengukur efektivitas pelatihan dan efektivitas perubahan perilaku . menggunakan kuesioner. Kuesioner digunakan untuk mengukur pemahaman peserta tentang materi yang diberikan sebelum dan setelah Kuesioner berisi 10 pernyataan tentang materi kompos dan 10 pernyataan tentang materi MOL. Masing-masing pernyataan mempunyai 4 . alternatif jawaban dalam bentuk skala likert yaitu dengan bobot 1-4 dengan kriteria tidak setuju, kurang setuju, setuju, dan sangat setuju untuk pernyataan positif dan sebaliknya untuk pernyataan negatif. Penghitungan pengetahuan anggota KWT tentang kompos dan MOL dihitung menggunakan rumus efektivitas perubahan pengetahuan (EPP) yaitu: yaycE = ycNycuycycayco ycAycnycoycaycn ycIycoycuyc ycEycuycycycyceycyc Oe ycNycuycycayco ycAycnycoycaycn ycIycoycuyc yaycyceyceycyceycyc ycu 100 ycAycnycoycaycn ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycyco Persentase efektivitas tingkat pengetahuan dibagi atas tiga kriteria (Ginting 1. yaitu: . kurang efektif (< 33,3%), . efektif (Ou 33,3Ae 66,6%) dan . sangat efektif (Ou 66,6%). Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan kegiatan diawali dengan program pelatihan pembuatan kompos. MOL. Biochar dan Bio saka, kemudian dilanjutkan pembuatannya serta upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk berupa pembuatan media Pelatihan berlangsung satu hari penuh di Meunasah Cot Masam Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Peserta pelatihan adalah mitra PKMBPTTG yang terdiri atas kelompok Wanita Tani Ingin Maju, dan masyarakat Desa Cot Masam. Peserta pelatihan berjumlah 38 orang, yang semuanya perempuan. Pada saat pelatihan juga diikuti oleh beberapa orang aparatur Desa . ekretaris desa, dan ketua Pemud. , serta Babinsa. Adapun peserta pelatihan Peningkatan Potensi Ekonomi Kreatif Kelompok Wanita Tani Ingin Maju Melalui Pelatihan Serta Pembuatan Biosaka. Kompos, dan Biochar di Desa Cot Masam Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dapat dilihat ycNycuycycayco ycAycnycoycaycn ycIycoycuyc ycEycuycycycyceycyc Oe ycNycuycycayco ycAycnycoycaycn ycycoycuyc yaycyceyceycyceycyc yaycEycE = ycu 100 dalam Gambar 3. ycAycnycoycaycn ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycyco Oe ycAycnycoycaycn ycIycoycuyc yaycyceyceycyceycyc Sedangkan pelaksanaan pelatihan (EP) menggunakan persamaan berikut yaitu: Gambar 3. Banjir bandang dan material bebatuan di kawasan Kecamatan Bakti Raja yang terjadi pada tanggal 2 Desember 2023. Page 55 Muyassir et al. Pelatihan dilakukan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi . ekolah lapanga. dengan bantuan peratalan berupa Infocus Projector. Video, serta demonstrasi cara pembuatan kompos dan MOL. Hasil evaluasi pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan diawali dengan tes awal . ree-tes. Tujuan dilaksanakan free-test ini adalah untuk Bull. Community. Serv. : 52-58 mengukur pemahaman atau pengetahuan awal dari peserta pelatihan dalam pemahaman konsep serta teknik pembuatan serta kegunaan kompos dan MOL (Tsani et al. Pada akhir kegiatan dilakukan post-test . es akhi. untuk mengetahui tingkat pemahaman pengetahuan peserta pelatihan dengan hasil evaluasi disajikan dalam Gambar 4. Gambar 4. Nilai Eefektivitas Pelatihan dan Evektivitas Pemahaman Pengetahuan Kompos . dan MOL . anggota Kelompok Wanita Tani Ingin Maju Desa Cot Masam Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar Grafik di atas menggambarkan nilai efektivitas pelatihan dan efektivitas pemahaman pengetahuan tentang kompos dan MOL (Mikro Organisme Loka. oleh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Ingin Maju di Desa Cot Masam. Kecamatan Kuta Baro. Aceh Besar. Grafik . mewakili pelatihan tentang kompos, sementara grafik . menunjukkan pelatihan tentang MOL. Efektivitas Pelatihan dan Pemahaman Pengetahuan tentang Kompos . , menunjukkan nilai sebelum pelatihan dengan total nilai skor 396 yang mencerminkan tingkat pengetahuan peserta sebelum mengikuti Setelah diberikan pelatihan dilakukan tes akhir dengan total nilai skor 1. Kenaikan nilai skor ini signifikan, mengindikasikan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman peserta secara drastis. Penilaian nilai EPP menunjukkan 90,95% yang bisa diartikan sebagai hasil penilaian efektivitas pemahaman pengetahuan tentang kompos dan MOL dari pelatihan berdasarkan persepsi peserta termasuk dalam kategori sangat efektif. Penilaian EP adalah indikator efektivitas pelaksanaan pelatihan yang dicapai oleh peserta sehingga dapat meningkatkan pemahaman materi pelatihan kompos mencapai 47,6% dari Hal ini mungkin ada kaitannya dengan kepuasan terhadap materi dan cara penyampaian pelatihan serta suasana tempat Pelaksanaan pelatihan yang yaman dan Terdapat korelasi erat dan positif antara variable kondii tempat Pendidikan dan pelatihan dengan variable efektivitas Pendidikan dan pelatihan (Haryanto 2018. Sari dan Hartini Efektivitas Pelatihan dan Pemahaman Pengetahuan dalam Pembuatan MOL (Gafik . memperlihatkan bahwa tes awal memiliki nilai skor sebesar 416, sedikit lebih tinggi daripada pelatihan kompos, nilai ini yang menunjukkan tingkat pemahaman awal peserta tentang pembuatan MOL sebelum pelatihan. Sedangkan pada Tes Akhir memiliki nilai skor 1. 104, sedikit lebih rendah dari nilai tes akhir pada pembuatan Namun, tetap ada peningkatan signifikan dari hasil awal. Hasil Penilaian EPP 62,3% angat menunjukkan bahwa peserta menilai efektivitas pemahaman pengetahuan materi tentang MOL lebih rendah daripada pelatihan kompos, mungkin karena faktor seperti kompleksitas materi atau metode penyampaian yang kurang Sedangkan Nilai EP menunjukkan nilai 45,3%, hampir sama dengan nilai pada grafik kompos, menunjukkan bahwa Efektivitas pelatihan tentang MOL yang dilaksanakan juga meningkat setelah pelatihan, meskipun tidak sebaik peningkatan dalam pelatihan kompos. Nilai-nilai di atas kemungkinan dipengaruhi oleh semangat dan motivasi peserta yang sangat tinggi terhadap informasi dan teknologi kompos serta MOL karena terkait langsung dengan kebutuhan mitra pada saat ini dan masa akan Page 56 Muyassir et al. Bull. Community. Serv. : 52-58 datang (Gambar . (Sari dan Wijaya 2. Kondisi sosial masyarakat yang beragam telah memperlihatkan nilai EPP dan EP yang bervariasi seperti kasus dalam masyarakat Desa Bueng Pageu Kecamatan Blang Bintang Aceh Besar. Dari hasil kegiatan pelatihan diperoleh bahwa kapasitas masyarakat dalam menguasai konsep, pembuatan dan teknik aplikasi solid dan liquid kompos dengan menggunakan teknologi mudah dan sederhana hanya sebesar 52,87% yang tergolong dalam kriteria cukup baik (Muyassir et al. , 2. Gambar 5. Materi pelatihan kepada DESTANA Desa Sinambela. Kedua grafik menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman materi Kompos dan MOL antara tes awal dan tes akhir. Hal ini dapat berarti bahwa berarti pelatihan yang diberikan kepada KWT Ingin Maju telah berhasil meningkatkan pemahaman mereka tentang kompos dan MOL. Perbedaan pada nilai efektivitas pemahaman pengetahuan (EPP) antara kompos . ,95%) dan MOL . ,3%) menunjukkan tingkat pemahaman yang relatif berbeda antara kedua topik pelatihan yang Para peserta mungkin merasa pelatihan kompos lebih mudah dipahami dibandingkan pelatihan MOL. Efektivitas Pelaksanaan pelatihan (EP) dalam kedua pelatihan hampir sama, dengan skor 47,6% untuk kompos dan 45,3% untuk MOL. Menunjukkan bahwa peserta merasa pelatihan kompos lebih efektif atau lebih mudah dipahami dibandingkan pelatihan MOL. Pelatihan ini jelas membawa dampak positif, meskipun ada ruang untuk peningkatan dalam pelatihan MOL agar hasilnya setara dengan pelatihan kompos. Dengan demikian PKMBP-TTG ini telah menampakkan manfaat nyata bagi mitra berupa peningkatan kemampuan, mengidentifikasi, menganalisis, serta memecahkan permasalahan tentang kompos dan MOL (Hardjono 2020. Hartanti et al. Anggota KWT ingin maju sudah cukup menguasai pengetahuan dan teknologi tentang kompos serta MOL sehingga berpotensi menjadi motivator dan mendukung perilaku petani di luar KWT agar dapat membuat kompos dan MOL beserta aplikasinya. Anggota KWT ingin maju sudah dapat berperan sebagai PPL swadaya dalam memotivator, menyalurkan serta mendukung perilaku petani agar bekerja keras sehingga mencapai hasil maksimal (Koesmono 2005. Syamsiah et al. Kesimpulan Pelatihan teknologi tepat guna yang diberikan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Ingin Maju di Desa Cot Masam. Kecamatan Kuta Baro. Aceh Besar, berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap pembuatan kompos dan MOL (Mikro Organisme Loka. Efektivitas pemahaman pengetahuan peserta dalam pembuatan kompos sangat tinggi dengan skor 90,95%, sementara untuk pembuatan MOL, meskipun meningkat, efektivitasnya lebih rendah, dengan skor 62,3%. Hal ini menunjukkan bahwa peserta merasa pembuatan kompos lebih mudah dipahami dibandingkan MOL, yang mungkin disebabkan oleh tingkat kompleksitas Efektivitas pelaksanaan pelatihan untuk kedua topik relatif sama, yaitu 47,6% untuk kompos dan 45,3% untuk MOL, meskipun hasil pelatihan MOL masih memerlukan peningkatan agar setara dengan pelatihan kompos. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman peserta terkait teknologi tepat guna dalam pengolahan kompos dan MOL Ucapan Terima Kasih Terimakasih disampaikan kepada LPPMPTNBH Universitas Syiah Kuala atas dukungan biaya pelaksanaan PKMBP-TTG Tahun Anggaran 2024. Kontrak Nomor: 567/UN11. 1/PM. SPK/PTNBH/2024 Tanggal 3 Mei 2024 serta apresiasi ke Mitra KWT Ingin Maju desa Cot Masam Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar Daftar Pustaka