Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode Rgec Pada Bank Umum Syariah (Bu. Yang Terdaftar Di Ojk Periode 2019-2023 Fitri Nur Aini1. Agustin H. P2. Mainatul Ilmi3 Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Institut Teknologi dan Sains Mandala. Indonesia Email: fitrinuraini451@gmail. com, agustin@itsm. id, mainatulilmi@itsm. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesehatan Bank Umum Syariah (BUS) yang terdaftar di OJK periode 2019Ae2023 menggunakan metode RGEC (Risk Profile. Good Corporate Governance. Earnings. Capita. Penilaian dilakukan berdasarkan rasio Non Performing Financing (NPF). Financing to Deposit Ratio (FDR). Return on Assets (ROA). Net Operating Margin (NOM). Capital Adequacy Ratio (CAR), dan penilaian self-assessment GCG. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan tujuh BUS yang menjadi sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat kesehatan BUS berada dalam kategori sehat hingga sangat sehat, meskipun terdapat fluktuasi nilai pada masing-masing rasio selama periode penelitian. Metode RGEC terbukti efektif dalam memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja dan stabilitas bank syariah di Indonesia. Kata Kunci: RGEC. Bank Umum Syariah. Tingkat Kesehatan Bank. Abstract This study aims to analyze the soundness level of Islamic Commercial Banks (BUS) registered with the Financial Services Authority (OJK) for the 2019Ae2023 period using the RGEC method (Risk Profile. Good Corporate Governance. Earnings. Capita. The assessment was conducted using financial ratios such as Non-Performing Financing (NPF). Financing to Deposit Ratio (FDR). Return on Assets (ROA). Net Operating Margin (NOM). Capital Adequacy Ratio (CAR), and GCG self-assessment. The research method applied was descriptive quantitative using secondary data from the annual reports of seven selected BUS. The results indicate that overall, the Islamic banks studied fall into the healthy to very healthy category, although fluctuations in ratios were observed during the research period. The RGEC method proves effective inproviding a comprehensive overview of the performance and stability of Islamic banks in Indonesia. Keywords: RGEC. Islamic Commercial Bank. Bank Soundness Level. Pendahuluan Perbankan syariah di Indonesia berkembang pesat sebagai bagian dari sistem keuangan nasional yang pada prinsip Dalam menghadapi persaingan global, aspek kesehatan Kesehatan bank mencerminkan kemampuan bank dalam menjalankan kegiatan operasional secara efisien dan mematuhi ketentuan peraturan Penilaian kesehatan bank diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 8/POJK. 03/2014 yang menggunakan pendekatan RGEC, meliputi Risk Profile. Good Corporate Governance (GCG). Earnings, dan Capital. Pendekatan ini menggantikan metode CAMELS sebelumnya dan lebih menekankan pada kualitas manajemen risiko serta penerapan tata kelola yang Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesehatan Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2019Ae2023 menggunakan pendekatan RGEC. Analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai stabilitas dan kinerja industri perbankan syariah di Indonesia. tujuh Bank Umum Syariah swasta di Indonesia 2019Ae2023. Metode analisis yang digunakan adalah metode RGEC berdasarkan Surat Edaran OJK No. 10/SEOJK. 03/2014, dengan indikator sebagai Risk Profile Penelitian ini mengukur faktor Risk Profile dengan menggunakan 2 indikator yaitu faktor risiko kredit dengan menggunakan NPF menggunakan rumus FDR. Risiko kredit diukur dengan Non Performing Financing (NPF): Sumber: (Lampiran SE BI No. 13/24/DPNP/2. Tabel Matriks Kriteria Penetapan Peringkat NPF Peringkat Keterangan Kriteria Sangat 0% < NPF < Sehat Sehat 2% < NPF < Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan Cukup 5% < NPF < Sehat Kurang 8% < NPF < Sehat Tidak NPF > 12% Good Corporate Governance (GCG) diukur berdasarkan hasil self-assessment Sehat Sumber: (Lampiran SE BI No. 13/24/DPNP/2. Risiko likuiditas diukur dengan Financing Deposit Ratio (FDR): bank terhadap penerapan tata kelola. Tabel Matriks Kriteria Penetapan Peringkat GCG Peringkat Keterangan Kriteria Sangat Sehat NK < 1,5 Sehat 1,5 < NK < x 100% FDR = Cukup Sehat 2,5 < NK < Sumber: (Lampiran SE BI No. 13/24/DPNP/2. Kurang Sehat 3,5 < NK < Tabel Matriks Kriteria Penetapan Peringkat FDR Peringkat Keterangan Kriteria Sangat Sehat 0% < FDR < 75% Sehat 75% < FDR < 85% Cukup Sehat 85% < FDR < 100% Kurang Sehat Tidak Sehat 4,5 < NK > Sumber: (Lampiran No. 9/12/DPNP/2. Earnings diukur melalui rasio Return on Assets (ROA) dan Net Operating Margin (NOM). Rentabilitas diukur dengan Return On Assets (ROA): 100% < FDR < Tidak Sehat FDR > Sumber: (Lampiran SE BI No. 13/24/DPNP/2. Sumber: (Lampiran SE BI No. 13/24/DPNP/2. Tabel Matriks Kriteria Penetapan Peringkat ROA Peringkat Keterangan Kriteria Sangat Sehat ROA < 1,5% Sehat 1,25% < Peringkat Keterangan Kriteria Sumber: (Lampiran ROA < 13/24/DPNP/2. No. 1,5% Cukup Sehat 0,5% < ROA < Capital diukur menggunakan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR). 1,25% Kurang Sehat 0% < ROA < 0,5% Sumber: Tidak Sehat (Lampiran ROA < 0% No. 13/24/DPNP/2. CAR = ycAycuyccycayco x 100% Sumber: (Lampiran SE BI No. 13/24/DPNP/2. Tabel Matriks Kriteria Penetapan Peringkat CAR Peringkat Keterangan Kriteria Rentabilitas diukur dengan Net Operating Sangat Sehat 12% < CAR Margin (NOM): Sehat 9% < CAR < 12% Cukup Sehat 8% < CAR yaycoycycnycyca ycEycycuyccycycoycycnyce < 9% Sumber: (Lampiran SE BI No. 13/24/DPNP/2. Peringkat Keterangan Kriteria Sangat Sehat 3% < NOM Sehat 2% < NOM < Cukup Sehat 1,5% < NOM < 2% Kurang Sehat 6% < CAR < 8% Tabel Matriks Kriteria Penetapan Peringkat NOM Kurang Sehat 1% < NOM < Sumber: Tidak Sehat (Lampiran CAR < 6% No. 13/24/DPNP/2. Data dianalisis secara deskriptif dengan menilai hasil perhitungan rasio untuk masingmasing bank dan membandingkannya dengan kriteria tingkat kesehatan bank menurut OJK. Penilaian secara menyeluruh berdasarkan 1,5% Tidak Sehat NOM < 1% Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 10/SEOJK. 03/2014 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah Dan Unit Usaha Syariah, . ketentuan dalam melakukan perhitungan untuk mendapatakan nilai komposit yaitu sebagai berikut : Setiap indikator rasio akan diberi bobot Bobot Peringkat Keterangan (%) Komposit PK 4 Kurang Sehat <40 PK 5 Tidak Sehat Sumber: Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/SEOJK. 03/2014. nilai sesuai dengan ketentuan yang berlaku Pembahasan yaitu dimana PK 1 = 5. PK 2 = 4. PK 3 = Berdasarkan hasil analisis RGEC terhadap tujuh 3. PK 4 = 2. PK 5 = 1. Bank Umum Syariah, diperoleh temuan sebagai Total bobot nilai keseluruhan akan dibagi Risk Profile Non Performing Financing (NPF) kemudian dikalikan 100%. Peringkat Nilai Bank Umum Syariah yang memiliki Komposit = Jumlah Nilai Komposit : Total peringkat sangat sehat . pada Nilai Komposit Keseluruhan X 100%. kategori NPF selama 5 tahun terakhir Hasil dari perhitungan bobot nilai yang adalah Bank Aladin Syariah. Hal ini sudah diperoleh akan ditentukan peringkat menunjukkan sedikitnya pembiayaan pada kompositnya sesuai dengan ketentuan pihak ketiga bukan Bank yang tergolong penilaian yang ada. kurang lancar, diragukan atau macet oleh Tabel Tabel bobot peringkat komposit nasabah Bank Aladin Syariah. Tetapi tingkat kesehatan bank menggunakan kategori seluruh Bank masih tergolong metode RGEC dalam kategori sangat sehat, sehat dan Bobot Peringkat Keterangan (%) Komposit PK 1 Sangat Sehat PK 2 Sehat PK 3 Cukup Sehat cukup sehat yang diartikan dalam posisi b. Financing Deposit Ratio (FDR) menunjukkan kemampuan perbankan Bank Umum Syariah yang memiliki . eringkat baik dalam menghasilkan laba. Net Operating Margin (NOM) selama 5 tahun terakhir adalah Bank Bank Umum Syariah yang memiliki Muamalat Indonesia. Hal ini menunjukkan peringkat sangat sehat . bank memiliki likuiditas yang cukup selama 5 tahun terakhir adalah Bank Aladin Syariah. Hal ini menunjukkan kemampuan perbankan dalam mengelola Good Corporate Governance Bank yang memiliki peringkat sangat sehat . terbesar selama 5 tahun terakhir adalah Bank BCA Syariah. Hal ini menunjukkan adanya aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bagi hasil bersih. Capital Semua Bank Umum Syariah yang sistem tata kelola perusahaan perbankan yang baik. Tetapi kategori seluruh Bank . , namun yang memiliki nilai rata-rata masih tergolong dalam kategori CAR paling tingi selama 5 tahun sangat sehat, sehat dan cukup sehat yang terakhir adalah Bank Aladin Syariah. Hal diartikan dalam posisi aman. ini menunjukkan kemampuan perbankan Return On Assets (ROA) dalam mencukupi modal dalam rangka Earnings Bank pengembangan usaha dan menampung Umum Syariah . selama 5 tahun terakhir adalah Bank Aladin Syariah. Hal ini risiko kerugian. Penilaian Berdasarkan Skor Peringkat Komposit RGEC Perhitungan Peringkat Komposit Bank Umum Syariah Tahun 2019 Tabel Perhitungan Peringkat Komposit Bank Umum Syariah Tahun 2019 Nama Bank Total Skor Bank Jabar Banten Syariah Bank BCA Syariah Bank Aladin Syariah Bank KB Bukopin Syariah Bank Mega Syariah Bank Muamalat Indonesia Bank Panin Dubai Syariah Nilai Komposit (NK Maksimum Peringkat Komposit Kriteria . x Cukup Sehat . x Sehat . x Cukup Sehat . x Cukup Sehat . x Cukup Sehat . x Cukup Sehat . x Cukup Sehat Sumber:Data diolah peneliti 2025 Berdasarkan hasil perhitungan peringkat komposit pada tabel 4. 8 Bank Umum Syariah peringkat paling tinggi adalah Bank BCA Syariah dengan peringkat komposit (PK. senilai 77% mencerminkan kondisi bank yang secara umum sehat. Keenam Bank Umum kinerja terkait pengelolaan risk profile dan earnings. bank diharapkan memperbaiki beberapa Syariah Perhitungan Peringkat Komposit Bank Umum Syariah Tahun 2020 Tabel Perhitungan Peringkat Komposit Bank Umum Syariah Tahun 2020 Nama Bank Total Skor Bank Jabar Banten Syariah Bank BCA Syariah Bank Aladin Syariah Bank KB Bukopin Syariah Bank Mega Syariah Bank Muamalat Indonesia Bank Panin Dubai Syariah Nilai Komposit (NK Maksimum Peringkat Komposit Kriteria x 100% Sangat Sehat x 100% Sehat x 100% Kurang Sehat x 100% Kurang Sehat x 100% Sangat Sehat x 100% Sehat x 100% Kurang Sehat Sumber:Data Berdasarkan memperoleh peringkat komposit (PK-. peringkat komposit pada tabel 4. 10 Bank dengan bobot nilai berada di 61-70% Umum Syariah yang memperoleh peringkat yang mencerminkan kondisi bank secara paling tinggi adalah Bank Aladin Syariah keseluruhan cukup sehat. Dalam hal ini dengan peringkat komposit (PK-. senilai 97% dan Bank Mega Syariah dengan Nama Bank Total Skor peringkat komposit (PK-. senilai 90% mencerminkan kondisi bank yang secara umum sangat sehat. Bank BCA Syariah dan Bank Muamalat Indonesia peringkat komposit (PK-. dengan bobot nilai berada di 71-85% yang mencerminkan kondisi bank secara keseluruhan sehat. Sedangkan pada Bank Jabar Banten Syariah. Bank KB Bukopin Syariah dan Bank Panin Syariah Bank Aladin Syariah Bank KB Bukopin Syariah Bank Mega Syariah Bank Muamalat Indonesia Bank Panin Dubai Syariah Nilai Komposit (NK Maksimum Peringkat Komposit Kriteria x 100% Cukup Sehat x 100% Cukup Sehat x 100% Sangat Sehat x 100% Sehat x 100% Kurang Sehat Sumber:Data Berdasarkan peringkat komposit pada tabel 4. 12 Bank komposit (PK-. dengan bobot nilai berada Umum Syariah yang memperoleh peringkat di 41-60%. Dalam hal ini bank diharapkan paling tinggi adalah Bank Aladin Syariah dengan peringkat komposit (PK-. senilai Dubai Syariah 97% dan Bank Mega Syariah dengan pengelolaan risk profile dan earnings. peringkat komposit (PK-. senilai 93% Perhitungan Peringkat Komposit Bank mencerminkan kondisi bank yang secara Umum Syariah Tahun 2021 umum sangat sehat. Bank BCA Syariah dan Tabel Perhitungan Peringkat Komposit Bank Umum Syariah Tahun 2021 Nama Bank Bank Jabar Banten Syariah Bank BCA Total Skor Nilai Komposit (NK Maksimum Peringkat Komposit Bank Muamalat Indonesia peringkat komposit (PK-. dengan bobot Kriteria nilai berada di 71-85% yang mencerminkan . x 100% Sangat Sehat x 100% Sehat kondisi bank secara keseluruhan sehat. Pada Bank Jabar Banten Syariah dan Bank KB Bukopin Syariah memperoleh peringkat komposit (PK-. dengan bobot nilai berada Berdasarkan di 61-70%. Sedangan pada Bank Panin peringkat komposit pada tabel 4. 14 Bank Dubai Syariah memperoleh nilai komposit Umum Syariah yang memperoleh peringkat 60% yang memiliki peringkat kurang sehat paling tinggi adalah Bank Mega Syariah sehingga dalam hal ini bank diharapkan dengan peringkat komposit (PK-. senilai 93% mencerminkan kondisi bank yang pengelolaan risk profile dan earnings. secara umum sangat sehat. Bank Aladin Perhitungan Peringkat Komposit Bank Syariah. Bank BCA Syariah. Bank Muamalat Indonesia dan Bank Panin Dubai Umum Syariah Tahun 2022 Syariah memperoleh peringkat komposit Tabel Perhitungan Peringkat Komposit Bank Umum Syariah Tahun 2022 Nama Bank Bank Jabar Banten Syariah Bank BCA Syariah Bank Aladin Syariah Bank KB Bukopin Syariah Bank Mega Syariah Bank Muamalat Indonesia Bank Panin Dubai Syariah Total Skor Nilai Komposit (NK Maksimum Peringkat Komposit Kriteria (PK-. dengan bobot nilai berada di 71-85% yang mencerminkan kondisi bank secara keseluruhan sehat. Pada Bank Jabar Banten Syariah dan Bank KB Bukopin Syariah . x Sehat . x Sehat . x Cukup Sehat . x Cukup Sehat . x Sangat Sehat . x Sehat . x Sehat memperoleh peringkat komposit (PK-. dengan bobot nilai berada di 61-70% yang mencerminkan kondisi bank cukup sehat. Dalam hal ini bank diharapkan memperbaiki Sumber:Data diolah peneliti 2025 beberapa kinerja terkait pengelolaan risk profile dan earnings. Perhitungan Peringkat Komposit Bank Umum Syariah Tahun 2023 Tabel Perhitungan Peringkat Komposit Bank Umum Syariah Tahun 2023 Nama Bank Total Skor Bank Aladin Syariah Bank BCA Syariah Bank Jabar Banten Syariah Bank KB Bukopin Syariah Bank Mega Syariah Bank Muamalat Indonesia Bank Panin Dubai Syariah Nilai Komposit (NK Maksimum Peringkat Komposit Kriteria berada di 71-85% yang mencerminkan . x Sehat . x Cukup Sehat . x Cukup Sehat peringkat komposit (PK-. dengan bobot . x Sangat Sehat . x Sehat mencerminkan kondisi bank cukup sehat. Sehat Syariah peringkat paling tinggi adalah Bank Syariah (PK-. kondisi bank secara keseluruhan sehat. Pada Bank Jabar Banten Syariah dan peringkat komposit pada tabel 4. 16 Bank komposit (PK-. dengan bobot nilai Sangat Sehat Berdasarkan Mega Dubai Syariah memperoleh peringkat . x Sumber:Data Mega Muamalat Indonesia dan Bank Panin Bank KB Bukopin Syariah memperoleh Dalam (PK-. senilai 90%. Bank BCA Syariah. Bank Perbandingan Antar Bank Umum Syariah Tabel Peringkat Kesehatan Bank Umum Syariah 2019-2023 Peringkat juga memperoleh peringkat sangat sehat 61-70% pengelolaan risk profile dan earning. umum sangat sehat. Bank Aladin Syariah memperbaiki beberapa kinerja terkait mencerminkan kondisi bank yang secara Bank Umum Syariah Bank Mega Syariah Bank Aladin Syariah Bank BCA Syariah Bank Muamalat Indonesia Nilai Komposit Peringkat Komposit PK-1 PK-1 PK-2 PK-2 Peringkat Komposit yang baik, meskipun masih ada ruang Bank Panin PK-3 Dubai Syariah Bank KB Bukopin PK-3 Syariah Bank Jabar PK-3 Banten Syariah Sumber:Data diolah peneliti 2025 Hasil penelitian yang disajikan untuk perbaikan dibandingkan dengan Peringkat keempat diisi peringkat kesehatan dari tujuh sampel oleh Bank KB Bukopin Syariah dengan Bank Umum Syariah selama periode nilai 67%, dan peringkat kelima oleh Syariah Bank Jabar Banten Syariah dengan nilai menduduki peringkat pertama dengan Secara keseluruhan, hasil ini nilai komposit 88%, menandakan kinerja mencerminkan variasi dalam kinerja di yang sangat baik dalam aspek yang antara bank-bank syariah yang diteliti. Diikuti oleh Bank Aladin Syariah dengan beberapa bank menunjukkan yang memperoleh nilai komposit 87%, kinerja yang sangat baik, sementara yang menunjukkan kualitas yang hampir setara lain masih perlu meningkatkan aspek dengan Bank Mega Syariah. Peringkat tertentu untuk mencapai kinerja yang kedua diisi oleh dua bank, yaitu Bank lebih optimal. Peringkat Bank Umum Syariah Tabel Nilai Komposit Bank Mega bank di peringkat atas. Selanjutnya, diperoleh oleh Bank Panin Dubai Syariah menunjukkan kinerja yang cukup baik namun masih di bawah bank-bank BCA Syariah dengan nilai komposit 80% Berdasarkan dan Bank Muamalat Indonesia dengan nilai 73%. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan antar Bank Umum Syariah kedua bank tersebut memiliki kinerja yang diteliti selama periode 2019Ae2023. Bank Mega Syariah memperoleh nilai komposit tertinggi dan masuk kategori Governance (GCG). sangat sehat, sedangkan Bank Jabar Banten Syariah terendah dan masuk kategori cukup Good Corporate Bank Temuan ini sejalan dengan teori memperoleh skor GCG yang lebih baik. RGEC, sehingga berdampak positif terhadap kesehatan bank dipengaruhi oleh empat aspek utama, yaitu risk profile. GCG, mendukung penelitian Ikhsan et al. earnings, dan capital. Bank dengan NPF rendah dan FDR seimbang cenderung memiliki profil risiko yang lebih baik, dengan stabilitas kinerja bank syariah. Sementara dari aspek permodalan, bank GCG CAR Hal Selain itu, bank yang mampu menjaga ROA dan NOM positif menunjukkan sebagaimana ditegaskan oleh Kasmir laba, sesuai dengan teori rentabilitas Dengan . demikian, hasil penelitian ini bukan hanya menggambarkan kondisi aktual bank syariah, tetapi juga memperkuat mendukung keberlangsungan bank. Selanjutnya, teori bahwa keempat komponen RGEC memiliki saling melengkapi dalam menentukan tingkat kesehatan bank. Secara keseluruhan, penilaian komposit menunjukkan mayoritas bank syariah dalam kondisi AuSehatAy sesuai standar OJK. Bank BCA Syariah memiliki nilai RGEC terbaik secara konsisten, sedangkan Panin Dubai Syariah perlu meningkatkan efisiensi dan kualitas pembiayaan untuk memperbaiki rasio NPF dan FDR. Kesimpulan Berdasarkan disimpulkan bahwa tingkat kesehatan Bank Umum Syariah swasta di Indonesia periode 2019Ae2023 berdasarkan pendekatan RGEC. Seluruh bank memiliki permodalan yang memadai, tingkat risiko yang terkendali, serta tata kelola dan yang baik. Saran