Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Augustus 2025 Page 141-149 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Profil Perencanaan Karier Siswa SMA Athirah 1 Makassar Abdul Wahid Ashshafwan Gafur 1*. Masnawati 2. Suciani Latif 3 1, 2 SMA Islam Athirah 1 Makassar Bimbingan dan Konseling. Universitas Negeri Makassar Coresponden Email: shafwanabdulwahid@gmail. Received: June-2025. Reviewed: July-2025. Accepted: August-2025. Published: August-2025 Abstract. This study aims to analyze the career planning profiles of 11th grade students at SMA Islam Athirah 1 Makassar based on five main dimensions: self-concept awareness, career planning orientation, career exploration, knowledge of the world of work, and career decision-making This study employs a quantitative survey method using total sampling, involving all 106 eleventh-grade students. The instrument used is a standardized career planning scale, with data analysis conducted through descriptive statistics and an Independent Sample t-Test. The results indicate that, overall, students' career planning levels are in the Aufairly goodAy category . ean = 4. 00 on a scale of 1Ae. , with the highest score in the career decision-making readiness dimension . ean = 4. and the lowest scores in career exploration . ean = 3. and workplace knowledge . ean = 3. No significant differences were found between male and female students across all dimensions . > 0. These findings indicate the need to strengthen career guidance services in schools, particularly in enhancing career exploration activities and access to workplace information to support students' career readiness more effectively. Keywords: career high school and counseling. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil perencanaan karier siswa kelas XI di SMA Islam Athirah 1 Makassar berdasarkan lima dimensi utama: kesadaran konsep diri, orientasi perencanaan karier, eksplorasi karier, pengetahuan dunia kerja, dan kesiapan pengambilan keputusan karier. Penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif dengan teknik total sampling, melibatkan seluruh siswa kelas XI sebanyak 106 orang. Instrumen yang digunakan adalah skala perencanaan karier yang telah distandarisasi, dengan analisis data melalui statistik deskriptif dan uji Independent Sample t-Test. Hasil menunjukkan bahwa secara umum tingkat perencanaan karier siswa berada pada kategori cukup baik . erata = 4,00 dari skala 1Ae. , dengan skor tertinggi pada dimensi kesiapan pengambilan keputusan karier . erata = 4,. dan skor terendah pada eksplorasi karier . erata = 3,. serta pengetahuan dunia kerja . erata = 3,. Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan pada seluruh dimensi . > 0,. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan layanan bimbingan karier di sekolah, khususnya dalam meningkatkan aktivitas eksplorasi dan akses informasi dunia kerja untuk mendukung kesiapan karier siswa secara lebih optimal. Kata kunci: perencanaan karier. siswa SMA. perbedaan gender. kesiapan karier. bimbingan dan PENDAHULUAN Perencanaan karier merupakan aspek krusial dalam proses perkembangan individu, terutama pada masa remaja, ketika seseorang mulai mengarahkan potensi dan minatnya 141 | How to cite this article: Gafur A. Masnawati. Latif S. Profil Perencanaan Karier Siswa SMA Athirah 1 Makassar. Indonesian Journal of School Counseling. Volume(Issu. , 141Ae149. https://doi. org/10. 26858/ijosc. 75341A 2025 The Author. Journal: Indonesian Journal of School Counseling. Publisher: Guidance and Counseling Study Program. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar. Link: https://ojs. id/ijosc Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 141-149 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X menuju masa depan yang bermakna. Pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), perencanaan karier berperan sebagai fondasi dalam menentukan jalur pendidikan lanjutan maupun dunia kerja (Suryadi et al. , 2018. Dantes, 2. Super . , melalui teori Life-Span. Life-Space, menegaskan bahwa perencanaan karier berkaitan erat dengan perkembangan konsep diri sepanjang rentang kehidupan, di mana individu yang memiliki konsep diri positif cenderung mampu mengambil keputusan karier yang lebih rasional. Namun, dalam konteks pendidikan di Indonesia, banyak siswa SMA masih menunjukkan keterbatasan pemahaman terhadap pilihan karier serta informasi tentang dunia kerja (Sari, 2020. Nindya et al. , 2. Kurangnya akses terhadap sumber informasi karier, minimnya aktivitas eksplorasi, dan lemahnya dukungan sistemik di sekolah menjadi faktor penghambat utama dalam pembentukan kesiapan karier (Rahmawati, 2021. Ho et al. , 2. Selain itu, faktor eksternal seperti peran orang tua dan guru terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kesiapan karier siswa (Chasanah & Salim, 2019. Holderman & Wijono, 2. Dalam situasi ini, pemetaan kondisi aktual kesiapan karier siswa menjadi sangat penting untuk membantu sekolah dalam merancang intervensi yang lebih efektif dan kontekstual. Terlebih lagi, perubahan dinamika dunia kerja yang dipengaruhi oleh digitalisasi, otomasi, dan globalisasi menuntut siswa untuk memiliki kejelasan arah karier sejak dini agar mampu bersaing secara Sebagai landasan dalam memahami secara komprehensif kondisi perencanaan karier siswa, studi ini mengacu pada lima dimensi yang dikembangkan dari teori-teori karier yang Pertama, kesadaran konsep diri sebagai dimensi dasar, merujuk pada pandangan Super . bahwa pemahaman terhadap potensi dan minat diri merupakan syarat penting dalam memilih arah karier yang sesuai. Kedua, orientasi perencanaan karier dijelaskan dalam Cognitive Information Processing Theory (Peterson et al. , 2. , yang menekankan pentingnya proses kognitif dalam menyusun strategi dan rencana karier. Ketiga, aktivitas eksplorasi karier merujuk pada teori eksplorasi karier dari Stumpf et al. , . , yang menggarisbawahi perlunya pengalaman dan pencarian informasi secara aktif untuk mendukung proses pengambilan keputusan karier. Dimensi keempat adalah pengetahuan tentang dunia kerja yang merujuk pada Vocational Personality Theory dari Holland . , yang menjelaskan bahwa pemahaman terhadap lingkungan kerja yang sesuai dengan tipe kepribadian dapat meningkatkan kepuasan dan ketepatan dalam pemilihan karier. Terakhir, kesiapan pengambilan keputusan karier dijelaskan melalui Social Cognitive Career Theory (SCCT) dari Lent et al. , . , yang menyoroti pentingnya efikasi diri, ekspektasi hasil, dan tujuan karier dalam pengambilan keputusan. Perspektif ini diperkuat oleh Conflict Theory dari Janis dan Mann . , yang menekankan kesiapan psikologis dalam menghadapi berbagai alternatif pilihan karier secara rasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitis yang mengintegrasikan lima dimensi perencanaan karier secara menyeluruh dalam satu model pengukuran, yakni kesadaran konsep diri, orientasi perencanaan karier, eksplorasi karier, pengetahuan dunia kerja, dan kesiapan pengambilan keputusan. Pendekatan ini berbeda dari beberapa studi sebelumnya yang hanya memfokuskan pada satu atau dua aspek secara terpisah, seperti eksplorasi karier (Kurniasih et al. , 2. atau efikasi diri (Chasanah & Salim, 2. Dengan mengkaji kelima dimensi tersebut secara bersamaan, penelitian ini memberikan gambaran yang lebih utuh dan mendalam mengenai kesiapan karier siswa, sehingga dapat menjadi acuan dalam merancang intervensi bimbingan karier yang lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik di tingkat pendidikan menengah. 142 | Abdul Wahid Ashshafwan Gafur. Masnawati. Suciani Latif. Profil Perencanaan Karier Siswa SMA Athirah 1 Makassar Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 141-149 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Kondisi empiris di SMA Islam Athirah 1 Makassar menunjukkan bahwa meskipun layanan bimbingan karier telah dilaksanakan secara rutin, beberapa siswa masih menunjukkan kebingungan dalam menentukan jurusan kuliah dan belum memiliki pemahaman yang utuh tentang prospek kerja di masa depan. Temuan ini sejalan dengan penelitian Zhao dan Wu . serta Alaydrus dan Hamid . , yang mengungkapkan bahwa layanan bimbingan karier di banyak sekolah belum sepenuhnya menjawab kebutuhan eksplorasi dan informasi karier siswa secara kontekstual. Pemilihan SMA Islam Athirah 1 Makassar sebagai lokasi penelitian didasarkan pada dua alasan utama. Pertama, sekolah ini merupakan salah satu sekolah swasta terkemuka di Makassar yang secara konsisten menyelenggarakan layanan bimbingan karier dalam kurikulum pengembangannya. Kedua, keberagaman latar belakang sosial ekonomi dan akademik siswa di sekolah ini memungkinkan analisis yang lebih representatif terhadap dinamika perencanaan karier di lingkungan urban modern. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil perencanaan karier siswa kelas XI di SMA Islam Athirah 1 Makassar berdasarkan lima dimensi utama tersebut, serta menganalisis adanya perbedaan tingkat perencanaan karier berdasarkan jenis Hasil dari studi ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan layanan bimbingan karier yang adaptif, berorientasi pada kebutuhan peserta didik, serta relevan dengan dinamika perkembangan dunia kerja masa kini. METODE Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif dengan metode survei. Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan profil perencanaan karier siswa dan menganalisis perbedaan berdasarkan jenis kelamin melalui pengukuran numerik yang objektif (Sugiyono, 2. Populasi dan Sampel Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Islam Athirah 1 Makassar yang berjumlah 106 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu dengan melibatkan seluruh populasi sebagai sampel karena jumlah siswa relatif kecil dan karakteristik populasi yang homogen dari segi jenjang kelas, kurikulum, dan latar belakang Teknik Pengumpulan Data Instrumen utama dalam penelitian ini adalah skala perencanaan karier yang disusun berdasarkan lima dimensi teoretis, yaitu: kesadaran konsep diri, orientasi perencanaan karier, aktivitas eksplorasi karier, pengetahuan dunia kerja, dan kesiapan pengambilan keputusan Skala ini menggunakan format Likert lima poin . = sangat tidak setuju hingga 5 = sangat setuj. , dan telah diuji validitas isi oleh ahli bimbingan dan konseling serta uji coba reliabilitas awal di sekolah dengan karakteristik serupa. Sebagai pelengkap, peneliti juga melakukan wawancara semi-terstruktur dengan beberapa siswa dan guru bimbingan konseling, serta observasi langsung terhadap pelaksanaan program bimbingan karier di sekolah. Data kualitatif ini digunakan untuk memberikan konteks dalam penafsiran hasil kuantitatif, namun tidak dianalisis secara statistik. 143 | Abdul Wahid Ashshafwan Gafur. Masnawati. Suciani Latif. Profil Perencanaan Karier Siswa SMA Athirah 1 Makassar Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 141-149 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Teknik Analisis Data Teknik analisis data terdiri atas analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran umum perencanaan karier siswa dalam setiap dimensi, melalui penghitungan skor rata-rata, standar deviasi, skor minimum, dan maksimum. Sementara itu, untuk mengetahui adanya perbedaan berdasarkan jenis kelamin, digunakan uji Independent Sample t-Test dengan tingkat signifikansi 5% ( = 0,. Seluruh proses pengolahan dan analisis data dilakukan dengan bantuan software SPSS versi terbaru, yang telah diakui validitas dan reliabilitasnya dalam penelitian sosial. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil perencanaan karier siswa kelas XI di SMA Islam Athirah 1 Makassar berdasarkan lima dimensi utama, serta menganalisis perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Sebanyak 106 siswa berpartisipasi dalam pengisian skala perencanaan karier. Deskripsi Profil Perencanaan Karier Siswa Analisis deskriptif menunjukkan bahwa secara umum, tingkat perencanaan karier siswa berada dalam kategori cukup baik, dengan rata-rata skor total sebesar 4,00 pada skala Likert 1Ae5. Dimensi dengan skor tertinggi adalah kesiapan pengambilan keputusan karier (M = 4,. , sedangkan skor terendah terdapat pada aktivitas eksplorasi karier (M = 3,. Rata-rata skor tiap dimensi disajikan pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Rata-rata Skor Per-Dimensi Perencanaan Karier Dimensi Rata-rata Skor Kesadaran Konsep Diri 4,06 Orientasi Perencanaan Karier 4,09 Aktivitas Eksplorasi Karier 3,82 Pengetahuan Dunia Kerja 3,87 Kesiapan Pengambilan 4,15 Keputusan Karier Skor Total Perencanaan Karier 4,00 Gambar 1. Rata-rata Skor Per-Dimensi Perencanaan Karier 144 | Abdul Wahid Ashshafwan Gafur. Masnawati. Suciani Latif. Profil Perencanaan Karier Siswa SMA Athirah 1 Makassar Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 141-149 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Hasil data diatas mengindikasikan bahwa siswa menunjukkan kesiapan dalam mengambil keputusan karier, namun masih perlu ditingkatkan dalam hal eksplorasi dan pengetahuan tentang dunia kerja. Analisis Perbedaan Berdasarkan Jenis Kelamin Uji statistik inferensial menggunakan Independent Sample t-Test dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan dalam setiap dimensi perencanaan karier. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh nilai p > 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan jenis kelamin pada kelima dimensi maupun skor total. Tabel 2. Hasil Uji Independent Sample t-Test Berdasarkan Jenis Kelamin Dimensi t-statistik p-value Keterangan Kesadaran Konsep Diri 1,53 0,129 Tidak signifikan Orientasi Perencanaan Karier 0,57 0,570 Tidak signifikan Aktivitas Eksplorasi Karier 0,00 0,999 Tidak signifikan Pengetahuan Dunia Kerja -0,23 0,819 Tidak signifikan Kesiapan Pengambilan Keputusan Karier 1,41 0,161 Tidak signifikan Skor Total Perencanaan Karier 0,77 0,441 Tidak signifikan Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin bukan merupakan faktor pembeda dalam tingkat perencanaan karier siswa di sekolah ini. Hal ini menunjukkan bahwa baik siswa laki-laki maupun perempuan memiliki peluang dan kesiapan yang setara dalam merancang masa depan karier mereka. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas XI di SMA Islam Athirah 1 Makassar secara umum memiliki tingkat perencanaan karier yang tergolong cukup baik, dengan ratarata skor total sebesar 4,00 pada skala 1Ae5. Temuan ini mencerminkan kesiapan siswa dalam merancang masa depan karier mereka, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat, terutama dalam hal eksplorasi karier dan pengetahuan tentang dunia kerja. Dimensi dengan skor tertinggi adalah kesiapan pengambilan keputusan karier (M = 4,. , yang menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasa yakin terhadap pilihan karier yang akan mereka Hasil ini mendukung teori Social Cognitive Career Theory (SCCT) yang dikemukakan oleh Lent et al. , . , yang menyatakan bahwa efikasi diri, ekspektasi hasil, dan tujuan karier berperan penting dalam pembentukan kesiapan pengambilan keputusan. Selain itu, teori Conflict Theory dari Janis dan Mann . juga menjelaskan bahwa kesiapan psikologis dalam menghadapi berbagai alternatif merupakan bagian penting dari proses pengambilan keputusan karier. Dalam konteks ini, keyakinan siswa terhadap pilihan jurusan atau profesi mencerminkan kemampuan untuk mengelola konflik dan ketidakpastian secara konstruktif. Namun demikian, dimensi aktivitas eksplorasi karier (M = 3,. dan pengetahuan tentang dunia kerja (M = 3,. menunjukkan skor yang lebih rendah dibandingkan dimensi Rendahnya skor ini mengindikasikan bahwa banyak siswa belum memiliki pengalaman eksploratif yang memadai atau akses informasi yang cukup tentang berbagai pilihan karier. Temuan ini sejalan dengan penelitian Alaydrus dan Hamid . , yang menyatakan bahwa banyak siswa Indonesia belum memiliki pengalaman eksplorasi karier secara mandiri maupun melalui program sekolah. Hal ini diperkuat oleh Ho. Tan, dan Lim 145 | Abdul Wahid Ashshafwan Gafur. Masnawati. Suciani Latif. Profil Perencanaan Karier Siswa SMA Athirah 1 Makassar Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 141-149 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X , yang menyoroti bahwa keterbatasan akses terhadap platform digital dan sumber informasi daring turut berkontribusi terhadap rendahnya intensitas eksplorasi karier siswa. Situasi ini menunjukkan perlunya strategi intervensi melalui layanan bimbingan karier yang berbasis pengalaman langsung serta didukung oleh teknologi, untuk memperluas pemahaman dan kesadaran karier siswa secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan pendapat Alamsyah et al. , . Puspitasari et al. , . yang menyatakan bahwa perencanaan karier merupakan proses yang terstruktur dan reflektif dalam mengelola arah profesional seseorang, mulai dari pemahaman diri, eksplorasi peluang, hingga pengambilan keputusan yang tepat guna mencapai tujuan karier, melalui pendekatan bimbingan yang berpusat pada siswa dan sinkronisasi program dengan kebutuhan dunia kerja. Selain itu. Arianti et al. , . menegaskan bahwa konselor sekolah memiliki peran sebagai fasilitator yang membantu individu dalam menghadapi tantangan dan peluang karier pada era society 5. Hasil ini juga menegaskan bahwa program bimbingan karier di sekolah perlu lebih menekankan aspek eksploratif, baik melalui kegiatan observasi langsung, magang, kunjungan industri, maupun pemanfaatan teknologi informasi. Sebagaimana dikemukakan oleh Pradana dan Solikhah . , kegiatan berbasis pengalaman dapat meningkatkan keterlibatan dan kesiapan karier siswa secara lebih kontekstual dan realistis. Di sisi lain, dimensi kesadaran konsep diri (M = 4,. dan orientasi perencanaan karier (M = 4,. memperoleh skor cukup tinggi, menandakan bahwa siswa telah mulai memahami potensi dan arah tujuan karier mereka. Temuan ini mendukung teori Life-Span. Life-Space dari Super . , yang menekankan pentingnya pemahaman konsep diri dalam pengembangan karier sepanjang rentang kehidupan. Selain itu. Cognitive Information Processing Theory yang dikembangkan oleh Peterson et al. , . menyoroti bahwa orientasi perencanaan karier merupakan hasil dari proses berpikir sistematis dalam memilih jalur pendidikan atau profesi. Kemampuan siswa dalam menyusun rencana dan mengidentifikasi langkah-langkah karier yang rasional menjadi refleksi dari proses kognitif yang matang. Selanjutnya, hasil uji Independent Sample t-Test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan pada seluruh dimensi perencanaan karier . > 0,. Temuan ini memperjelas bahwa kesiapan perencanaan karier tidak dipengaruhi oleh perbedaan jenis kelamin, melainkan lebih bergantung pada faktor internal individu dan lingkungan pendukung. Hasil ini sesuai dengan studi Chasanah dan Salim . , serta Marom et al. , . , yang menyatakan bahwa baik siswa laki-laki maupun perempuan dapat mengembangkan kesiapan karier secara setara apabila didukung oleh lingkungan yang positif dan akses informasi yang merata. Penelitian dari Lee dan Hwang . juga menegaskan bahwa peran guru, keluarga, dan lingkungan sosial memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap perkembangan perencanaan karier dibandingkan faktor demografis seperti jenis kelamin. Penelitian lain oleh Setyowati & Suryanti . menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dan efektivitas layanan konseling sebaya berkontribusi besar dalam memfasilitasi proses perencanaan karier siswa tanpa memandang jenis kelamin. Demikian pula, studi dari Wijaya et al. , . mengonfirmasi bahwa persepsi terhadap efikasi diri dan ketersediaan informasi karier merupakan prediktor kuat terhadap kesiapan karier, lebih dari sekadar latar belakang Penelitian oleh Welan et al. , . juga menggarisbawahi pentingnya intervensi berbasis kebutuhan individual dalam layanan karier, yang mampu menjangkau siswa secara adil dan menyeluruh. Sementara itu, hasil studi dari Groves & Austin . menekankan bahwa pendekatan pembelajaran karier yang inklusif secara signifikan meningkatkan keterlibatan 146 | Abdul Wahid Ashshafwan Gafur. Masnawati. Suciani Latif. Profil Perencanaan Karier Siswa SMA Athirah 1 Makassar Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 141-149 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X siswa dalam proses eksplorasi karier, tanpa menunjukkan disparitas berdasarkan jenis Oleh karena itu, pengembangan layanan bimbingan karier yang responsif terhadap kebutuhan individual dan inklusif menjadi krusial untuk menjamin pemerataan kesiapan karier di kalangan seluruh siswa. Oleh karena itu, strategi pengembangan layanan bimbingan karier yang responsif dan inklusif menjadi sangat penting untuk menjamin pemerataan kesiapan karier di kalangan siswa. Berdasarkan keseluruhan hasil, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan layanan bimbingan karier, mencakup dimensi konseptual, eksploratif, dan informasional. Siswa membutuhkan dukungan tidak hanya dalam hal pengambilan keputusan, tetapi juga dalam pemahaman diri, eksplorasi aktif, dan informasi dunia kerja yang relevan. Hal ini menuntut sekolah untuk membangun kemitraan strategis dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi agar siswa mendapatkan paparan karier yang lebih luas dan aplikatif (Zhao & Wu, 2. Dengan demikian, layanan bimbingan karier yang efektif perlu mencakup lima elemen utama: penguatan konsep diri, peningkatan perencanaan strategis, fasilitasi eksplorasi, penyediaan informasi kerja yang akurat, serta pembimbingan dalam pengambilan keputusan yang reflektif dan mandiri. Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan program intervensi bimbingan karier di sekolah, dengan fokus pada peningkatan kapasitas eksploratif dan kognitif siswa dalam merencanakan masa depan karier mereka secara lebih matang, setara, dan realistis. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai profil perencanaan karier siswa kelas XI di SMA Islam Athirah 1 Makassar, dapat disimpulkan bahwa: . Tingkat perencanaan karier siswa secara umum berada pada kategori cukup baik, dengan dimensi kesiapan pengambilan keputusan karier menunjukkan skor tertinggi, sementara aktivitas eksplorasi karier dan pengetahuan dunia kerja masih tergolong rendah dan perlu ditingkatkan. Tidak terdapat perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin dalam kelima dimensi perencanaan karier, sehingga baik siswa laki-laki maupun perempuan memiliki peluang dan kesiapan karier yang relatif setara. Saran