Volume 15 No. 1 Juni Tahun 2026 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Artikel Penelitian EVALUASI NILAI HOMA-e PADA TIKUS DIABETES TERINDUKSI STREPTOZOTOCIN SETELAH PEMBERIAN FERMENTASI TEH HIJAU EVALUATION OF HOMA-e VALUES IN STREPTOZOTOCIN-INDUCED DIABETIC RATS AFTER ADMINISTRATION OF FERMENTED GREEN TEA Rahmad Darmawana*. Fery Setiawanb. Danny Meganingdyah Primartatic. Yolanda Kartika Asmaranid. Aulia Risqi Fatmarizac aDepartemen Biomedis dan Pengobatan Tradisional. Fakultas Kedokteran Gigi. Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Kediri. Indonesia. bDepartemen Odontologi Forensik. Fakultas Kedokteran Gigi. Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Kediri. Indonesia. cFakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan. Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Kediri. Indonesia. dDepartemen Patologi Mulut dan Maksilofasial. Fakultas Kedokteran Gigi. Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Kediri. Indonesia. Histori Artikel Diterima: 21 Februari 2026 ABSTRAK Kata Kunci Diabetes mellitus. Fermentasi. Pangan Fungsional. HOMA- Hiperglikemia berkontribusi terhadap disfungsi sel pankreas melalui peningkatan stres oksidatif dan gangguan sekresi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan nilai HOMA-B sebagai indikator fungsi sel pankreas pada tikus diabetes terinduksi streptozotocin setelah pemberian fermentasi teh hijau. Penelitian eksperimental ini menggunakan 15 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi kelompok diabetes tanpa intervensi serta dua kelompok perlakuan dengan dosis 1,25 mL/kgBB dan 2,5 mL/kgBB selama 14 hari. Variabel yang dianalisis meliputi kadar glukosa darah puasa, kadar insulin serum, dan indeks HOMA-B. Analisis statistik GDP dan HOMA-B menggunakan uji Kruskal Walis dilanjutkan dengan uji Mann Whithney. Kadar insulin dainalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey HSD . <0,. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan kadar glukosa darah puasa antar kelompok . =0,. , dengan penurunan signifikan pada kelompok DK2 dibandingkan kelompok D . =0,. Kadar insulin serum juga menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok . =0,. , dimana kelompok perlakuan memiliki kadar insulin yang lebih rendah dibandingkan kelompok D. Namun, nilai HOMA -B tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok . =0,. Temuan ini menunjukkan bahwa fermentasi teh hijau berpotensi memperbaiki homeostasis glukosa pada model tikus diabetes, meskipun perubahan fungsi sel pankreas berdasarkan indeks HOMA-B belum menunjukkan perbedaan yang signifikan. Keywords ABSTRACT Diabetes mellitus. Fermentasi. Fuctional HOMA-B Hyperglycemia contributes to pancreatic -cell dysfunction through increased oxidative stress and impaired insulin secretion. This study aimed to evaluate changes in HOMA-B values as an indicator of pancreatic -cell function in streptozotocin-induced diabetic rats after administration of green tea fermentation. This experimental study used 15 male Wistar rats divided into a diabetic group without intervention and two treatment groups receiving doses of 25 mL/kgBW and 2. 5 mL/kgBW for 14 days. The analyzed variables included fasting blood glucose levels, serum insulin levels, and the HOMA-B index. Statistical analysis of fasting blood glucose and HOMA-B was performed using the KruskalAeWallis test followed by the MannAe Whitney test. Insulin levels were analyzed using One-Way ANOVA followed by Tukey HSD test . <0. The results showed a significant difference in fasting blood glucose levels among groups . =0. , with a significant decrease in the DK2 group compared to the D group . =0. Serum insulin levels also showed significant differences among groups . =0. where the treatment groups had lower insulin levels than the diabetic group. However, the HOMA-B values did not show a significant difference among groups . =0. These findings indicate that green tea fermentation may improve glucose homeostasis in a diabetic rat model, although changes in pancreatic -cell function based on the HOMA-B index were not statistically significant. Revisi: 10 Maret 2026 Terbit: Juni 2026 *Korespondensi Email: @iik. DOI: http://doi. org/10. 30743/jkin. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License . ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Rahmad Darmawan Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 15 No. 1 Juni Tahun 2026 PENDAHULUAN Menurut Perkembangan terapi diabetes melitus International Diabetes dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan Federation, jumlah penderita diabetes melitus kemajuan yang signifikan. Namun demikian, diproyeksikan akan meningkat sebesar 45% dari penggunaan obat antidiabetes jangka panjang tahun 2024 hingga 2050. 1 Diabetes umumnya meningkatkan risiko munculnya efek samping, diobati dengan terapi insulin dan berbagai obat seperti hipoglikemia, gangguan fungsi ginjal, antidiabetik oral yang berfungsi menurunkan maupun kerusakan hati. 7,8 Kondisi tersebut kadar glukosa darah. Namun, terapi-terapi mendorong perlunya alternatif terapi yang lebih tersebut tidak selalu mampu mengembalikan kadar glukosa ke tingkat normal, dan pasien Organization sering kali memerlukan penggunaan jangka pemanfaatan bahan herbal sebagai salah satu panjang seumur hidup. Oleh karena itu, agen antidiabetik baru dengan efektivitas yang lebih (WHO) World Health penatalaksanaan diabetes melitus. baik dan efek samping yang lebih minimal masih Salah satu inovasi berbasis herbal yang sangat dibutuhkan. Senyawa berbasis tanaman semakin banyak dikaji adalah fermentasi, dapat menjadi alternatif yang menjanjikan dalam minuman hasil fermentasi dari bahan nabati atau Organization (WHO) World Health buah-buahan simbiotik bakteri dan ragi. Proses fermentasi penggunaan obat herbal sebagai pendekatan komplementer atau alternatif dalam manajemen bioaktif, termasuk polifenol, asam organik, dan 10,11 Berbagai Pada kondisi diabetes terjadi gangguan bahwa fermentasi memiliki aktivitas biologis pengaturan metabolisme glukosa yang ditandai yang luas, antara lain sebagai antioksidan, dengan peningkatan kadar glukosa darah secara antidiabetik, serta antiinflamasi. 13,14 4 Peningkatan kadar glukosa darah . Teh (Camellia sinensi. merupakan salah satu minuman yang paling sering dikonsumsi di peningkatan pembentukan reactive oxygen Indonesia. 15 Diantara berbagai jenis teh, teh species (ROS) yang memicu terjadinya stres hijau dikenal memiliki kandungan polifenol Kondisi ini berperan dalam proses yang relatif lebih tinggi dibandingkan teh hitam inflamasi serta kerusakan sel pankreas. maupun teh putih serta menunjukkan aktivitas Kerusakan yang berlangsung terus-menerus antioksidan yang lebih kuat. 16,17 Mayoritas pada sel menyebabkan penurunan kapasitas praktik pembuatan fermentasi, teh hitam lebih banyak digunakan sebagai substrat fermentasi Akibatnya, mengindikasikan bahwa kajian ilmiah mengenai memproduksi insulin, yang pada akhirnya potensi fermentasi berbasis teh hijau masih memperburuk progresivitas diabetes. Rahmad Darmawan 13,14 ketidakseimbangan antara kebutuhan insulin Hal Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 15 No. 1 Juni Tahun 2026 diperlukan untuk mengevaluasi manfaatnya Pembuatan Fermentasi Teh Hijau dalam konteks terapi diabetes melitus. Proses pembuatan fermentasi teh hijau Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dilakukan dengan mengadaptasi metode yang potensi fermentasi teh hijau sebagai agen telah dilaporkan sebelumnya. 18 Sebanyak 10 gram daun teh hijau diseduh menggunakan 1 fungsi sel pankreas pada hewan coba Rattus liter aquades mendidih selama 15 menit, norvegicus model diabetes melitus tipe 2. kemudian larutan disaring untuk memisahkan Parameter yang dianalisis meliputi kadar ampas dari filtrat. Setelah itu, 50 gram gula glukosa darah puasa, kadar insulin puasa, serta ditambahkan ke dalam seduhan teh dan nilai Homeostasis Model Assessment of -cell Larutan dipindahkan ke dalam wadah steril dan didiamkan hingga mencapai kuantitatif kinerja sel pankreas. Hasil yang suhu ruang. Starter SCOBY sebanyak 50 mL diperoleh diharapkan dapat memperkuat dasar kemudian dimasukkan ke dalam wadah tersebut, ilmiah mengenai peran fermentasi teh hijau yang selanjutnya ditutup menggunakan kain (Camellia 19Ae22 (HOMA-B) gangguan fungsi sel akibat hiperglikemia Perlakuan Hewan Coba Penelitian ini menggunakan rancangan METODE post-test only control group design dengan Bahan pendekatan acak lengkap. Seluruh prosedur telah Daun teh hijau yang digunakan dalam memperoleh persetujuan dari Komite Etik penelitian ini diperoleh dari CV Anugrah Alam. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Kultur simbiotik bakteri dan ragi (SCOBY) 48/EC/KEPK/FKUA/2024. Laboratorium Mikrobiologi. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Brawijaya. Sebanyak 15 ekor tikus putih jantan strain Malang. Wistar . -230 gra. digunakan sebagai Indonesia. Seluruh bahan kimia penelitian dibeli subjek penelitian dan diinduksi menggunakan Reagen streptozotocin (STZ) dengan dosis 50 mg/kgBB. (STZ) Setelah diinduksi STZ, tikus diberi larutan (Bioworld Scytek. Logan. Amerika Serika. , dextrose 10%. 23 Tujuh puluh dua jam setelah asam galat dan katekin (Sigma Aldrich. Jakarta, induksi STZ, tikus diukur kadar glukosa darah Indonesi. , natrium hidroksida, natrium nitrit, puasa (GDP) menggunakan glukometer dari natrium karbonat, serta indikator fenolftalein pembuluh darah ekor. Tikus dengan kadar glukosa darah puasa 11,1 mmol/L dinyatakan Indonesi. (Merck. Jakarta, dalam kondisi diabetes . ata tidak dilaporka. dan secara acak dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok D adalah tikus diabetes diberi Rahmad Darmawan Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 15 No. 1 Juni Tahun 2026 akuades, kelompok DK1 adalah tikus diabetes HASIL yang diintervensi dengan fermentasi teh hijau Kadar Glukosa Darah Puasa 1,25 ml/kgBB, dan kelompok DK2 adalah tikus diabetes yang diintervensi dengan fermentasi teh menunjukkan adanya perbedaan hijau 2,5 ml/kgBB. Dosis ini lebih rendah dari kadar GDP . =0,. Uji statistika lanjutan penelitian yang dilakukan oleh Zubaidah et, al menunjukkan perbedaan signifikan . =0,. 24 Fermentasi teh hijau diberikan satu kali antara kelompok D dan DK2, dimana kadar GDP per hari selama 14 hari. 14 Setelahnya, tikus DK2 lebih rendah. Kadar GDP kelompok DK1 lebih rendah dari kelompok Uji D, namun uji menggunakan ketamine . Ae80 mg/k. yang statistika lanjutan menunjukkan perbedaan yang dikombinasikan dengan xylazine . mg/k. lau dikorbankan untuk diambil sampel darahnya. kelompok DK1 lebih tinggi dari kelompok DK2. Penentuan Kadar Glukosa Darah Puasa, . =0,. Kadar GDP namun perbedaannya tidak signifikan . =0,. Kadar Insulin dan HOMA-B Kadar glukosa darah puasa diukur dari serum darah menggunakan metode GOD-DAP. Kadar insulin diukur dari serum menggunakan metode ELISA dengan Rat Insulin ELISA Kit (BT Lab #E0707Ra. Shanghai. Chin. Nilai HOMA-B dihitung menggunakan rumus: 25 HOMA-% = (Insulin Puasay. / (Glukosa Darah Puasa Oe 3. Analisis Statistika Data (GDP), insulin, dan HOMA-B disajikan dalam grafik meanASD. Data GDP dan HOMA-B diuji secara Gambar 1. Kadar glukosa darah puasa . mol/L). Uji Mann Whithney. *menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistika . <0,. **menunjukkan perbedaan yang signifikan . <0,. nsmenunjukkan perbedaan yang tidak statistika menggunakan uji varian Kruskal Walis dan dilanjutan dengan uji Mann Whitney. Sedangkan kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. p<0,05 signifikansi statistik. Uji varian kadar insulin menunjukkan menggunakan uji varian One-way Anova Nilai Kadar Insulin adanya perbedaan semua kelompok . =0,. Hasil perbedaan kadar insulin yang signifikan antara kelompok intervensi (DK1 dan DK. dengan kelompok D (D vs DK1, p<0,001. D vs DK2, p<0,. Kadar insulin kelompok DK1 dan DK2 lebih rendah dari kelompok D. Sementara kadar insulin kelompok DK2 lebih rendah dari Rahmad Darmawan Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 15 No. 1 Juni Tahun 2026 kelompok DK1dan menunjukkan perbedaan dengan kempompok D . =0,. , kelompok yang signifikan . =0,. DK2 dengan kelompok D . =0,. , maupun kelompok DK1 dengan DK2 . =0,. Diskusi