BALANCE : JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS Vol 10. No 1. Juni 2025. Hal 15 - 27 Pengaruh Green Accounting. Kinerja Lingkungan. Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Oleh : Info Artikle : Monica Delima Politeknik Negeri Padang. Kota Padang. Sumatera Barat. Indonesia monicadlm21@gmail. Diterima : 14 Desember 2024 Direview : 18 Januari 2025 Disetujui : 14 Maret 2025 Irda Rosita2 Politeknik Negeri Padang. Kota Padang. Sumatera Barat. Indonesia irda@pnp. Endrawati3 Politeknik Negeri Padang. Kota Padang. Sumatera Barat. Indonesia endrawati@pnp. Co Author *irda@pnp. ABSTRACT The purpose of this study is to determine the influence of green accounting, environmental performance, capital structure, and firm size on financial performance. The data analysis method used in this study is a quantitative method and uses panel data regression analysis The population in this study is subsector coal, gas, and oil listed on the Indonesia Stock Exchange in 2020-2023. All data was then taken based on the purposive sampling method so that a sample of 17 companies per year was obtained. The results show that green accounting, environmental performance, and firm size has no effect on financial performance, capital structure has an effect on financial performance. This research is hoped to benefit companies by improving the quality of financial report and to provide knowledge or information to regulators in making decisions. Apart from that, researchers can contribute to the development of science related to accounting. Keywords: Green Accounting. Financial Performance. Environmental Performance. Capital Structure. Firm Size ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh green accounting, kinerja lingkungan, struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan menggunakan teknik analisis regresi data panel. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2023. Keseluruhan data tersebut kemudian diambil berdasarkan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel 17 perusahaan per tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green accounting, kinerja lingkungan dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, struktur modal berpengaruh terhadap kinerja Penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan dan dapat membagikan pengetahuan ataupun informasi pada *Corresponding AuthorAos Email : balance. aktfeb@gmail. ISSN PRINT : 2548-7523 | E-ISSN : 2613-8956 http://jurnal. um-palembang. id/balance Monica. Irda. Endrawati regulator dalam membuat keputusan. Selain itu, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan akuntansi. Kata Kunci: Green Accounting. Kinerja Keuangan. Kinerja Lingkungan. Struktur Modal. Ukuran Perusahaan PENDAHULUAN Persaingan industri yang semakin ketat di dunia, membuat para pelaku industri berlombalomba untuk membuat produk yang bernilai tinggi, yang menjadi salah satu keuntungan mereka, namun ada beberapa pelaku industri yang hanya mementingkan produksi yang baik dan bernilai lingkungan (Rosaline & Wuryani, 2. Perusahaan tidak dapat lepas dari lingkungan, terutama bagi perusahaan yang aktivitasnya mengesksplorasi sumber daya alam karena aktivitas mereka dapat berdampak negatif terhadap lingkungan, seperti masalah limbah dan polusi (Putra, 2. Untuk meminimalisir dampak negatif lingkungan, diharapkan perusahaan bukan hanya berorientasi serta mementingkan pada keuntungan . semata melainkan harus memperhatikan permasalahan manusia . dan lingkungan hidup . (Dita & Ervina, 2. Kinerja keadaan perusahaan yang dapat diukur dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat menggambarkan baik atau buruknya kinerja sebuah Kinerja keuangan juga menunjukkan seberapa baik praktik bisnis perusahaan dilakukan dan apa yang telah dicapai. Dengan menggunakan metrik ini, perusahaan dapat melihat prospek masa depan dan membantu menjaga keberlangsungan perusahaan (Dita & Ervina, 2. Perusahaan memilki kinerja keuangan yang lebih baik ketika pertumbuhannya positif, sedangkan ketika pertumbuhannya negatif, hal-hal lain akan cepat menurun secara finansial (Fujianti, 2. Oleh karena itu, ada beberapa komponen yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan seperti green accounting, kinerja lingkungan, struktur modal dan ukuran perusahaan. Green accounting menurut United States Environmental Protection Agency. Auenvironmental accounting is the identification and measurement of environmental cost of materials and activities and using this information for environmental management decisions. The aim is to recognize and strive to prevent the negative impacts of activities and systems on the environmentAy. Benson et al. menyatakan bahwa green accounting berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Terdapat hasil penelitian yang berbeda Dita & Ervina . menyatakan jika green accounting tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Kinerja lingkungan merupakan metode bagi perusahaan yang secara bebas memasukkan perhatian pada lingkungan ke dalam operasinya dan interaksinya dengan stakeholdrs (Apriliani et , 2. Dengan adanya informasi mengenai menungkapkan usahanya dalam melaksanakan tanggung jawabnya untuk mengatasi dampak lingkungan yang ditimbulkan (Meiyana & Aisyah. Dita & Ervina . menyatakan bahwa kinerja lingkungan berpengaruh terhadap kinerja Namun penelitian yang dilakukan oleh Meiyana & Aisyah . menyatakan jika kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap kinerja Struktur modal merupakan perhatian utama bagi setiap perusahaan karena dapat secara signifikan mempengaruhi kesehatan finansialnya. Jika proporsi utang dalam struktur modal perusahaan terlalu tinggi dibandingkan dengan kebangkrutan akan meningkat sehingga akan mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan (Zalukhu et al. , 2. Alfitri et al. , . menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Terdapat hasil penelitian yang berbeda Cahyani & Puspitasari . bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Ukuran perusahaan adalah istilah tolak ukur yang biasanya digunakan untuk menentukan seberapa besar atau kecil suatu perusahaan jika dilihat dari jumlah aset yang dimiliki oleh perusahaan, sumber pendanaan dari pihak luar cenderung lebih mudah diakses karena kesempatan yang didapatkan juga semakin besar , kesempatan yang didapatkan juga semakin besar dan bertahan dalam suatu industri (Anandamaya & Hermanto, 2. Ayuningtyas & Mawardi . berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Namun penelitian yang dilakukan oleh Dita & Ervina . menemukan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak dipilih sebagai objek penelitian karena Monica. Irda. Endrawati perusahaan sering mendapatkan peringkat PROPER AuemasAy atau dianggap baik dalam pengelolaan lingkungan (Beritasatu. com, 2. Hal ini dibuktikan dengan Hendra selaku Direktur Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indinesia (APBI), mengungkapkan bahwa perusahaan secara berkelanjutan memperbaiki operasional sesuai dengan praktik pertambangan yang baik salah satunya dengan mengimplementasikan teknologi yang lebih ramah lingkungan (CNBC Indonesia. Apabila perusahaan memperhatikan aspek alam, lingkungan dan masyarakat sekitar, ada kemungkinan besar akan berdampak menigkatnya pada kinerja keuangan (Mabruroh & Anwar, 2. Berdasarkan penjelasan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah green accounting, kinerja lingkungan, struktur modal dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh green accounting, kinerja lingkungan, struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak yang terdaftar di BEI. KAJIAN PUSTAKA Stakeholder Theory Teori stakeholder menyatakan bahwa manajemen atau pihak perusahaan harus perusahaan yang bisa berdampak terhadap Stakeholder perusahaan terdiri dari pemegang saham, kreditur, konsumen, supplier, pemerintah, masyarakat, analis dan pihak lain. Berdasarkan teori stakeholder, manajemen organisasi diharapkan untuk melakukan aktivitas yang dianggap penting oleh stakeholder dan melaporkan kembali aktivitas-aktivitas tersebut kepada stakeholder. Para stakeholder harus menerima laporan dari aktivitas yang dilakukan perusahaan terhadap lingkungan, ini merupakan hak dari para stakeholder, karena berlangsungnya kegiatan operasi perusahaan didukung oleh para stakeholder (Angelina & Nursasi, 2. Legitimacy Theory Menurut pandangan teori legitimasi, organisasi secara berkelanjutan mencari cara untuk menjamin keberlangsungan usaha mereka berada dalam batas dan norma yang berlaku di Teori ini berdasarkan pada pernyataan bahwa terdapat sebuah kontrak sosial antara organisasi dengan lingkungan dimana organsiasi tersebut menjalankan usahanya. Berdasarkan teori legitimasi, organisasi harus secara berkelanjutan menunjukkan telah beroperasi dalam perilaku yang konsisten dengan nilai sosial, konsep ini menawarkan ide bagaimana bisnis dapat diimenangkan publik dan menunjukkan bahwa operasi mereka dapat diterima secara sosial (Kinasih et al. , 2. Agency Theory Jensen & Meckling . menjelaskan teori keagenan sebagai hubungan antara dua pihak yaitu agent yang merupakan pihak yang dipekerjakan dan diberi kewenangan oleh pihak principal dimana terdapat kerjasama yang harus di pertanggungjawab oleh pihak agent sesuai dengan pekerjaan yang diberikan oleh pihak principal. Pihak manajemen dapat mengabaikan penerapan green accounting dalam kaitannya dengan kinerja lingkungan yang dapat mengganggu ekosistem dan performa perusahaan dalam jangka panjang. Pemegang saham tidak dapat mengawasi secara detail mengenai pengelolaan perusahaan yang dilakukan manajemen sehingga memungkinkan manajemen untuk mengabaikan kinerja lingkungan tersebut hanya untuk meningkatkan kinerja keuangan (Agung, 2. Green Accounting Ikhsan . green accounting atau environmental accounting adalah istilah yang berkaitan dengan dimasukkannya biaya lingkungan . nvironmental cost. ke dalam praktik akuntansi perusahaan atau lembaga pemerintah. Biaya lingkungan adalah dampak yang timbul dari sisi keuangan maupun non-keuangan yang harus dipikul sebagai akibat dari kegiatan yang mempengaruhi kualitas lingkungan. Pengungkapan biaya lingkungan perusahaan akan meningkatkan transparansi dan menunjukkan kepada investor bahwa perusahaan telah mengalokasikan dana untuk melestarikan lingkungan dan telah mematuhi aturan (Hapsoro & Adyaksana, 2. Kinerja Lingkungan Ikhsan . kinerja lingkungan yang dikenal juga sebagai environment performance adalah hasil yang dapat diukur dari sistem manajemen lingkungan, yang berkaitan dengan pengendalian aspek-aspek lingkungan. Kinerja pertanggungjawaban sosial perusahaan, dimana kinerja lingkungan harus diperhatikan agar selalu perusahaan terhadap lingkungan di sekitar Monica. Irda. Endrawati perusahaan beroperasi (Meiyana & Aisyah, 2. Kinerja lingkungan dapat dilihat salah satunya melalui peringkat warna yang didapatkan oleh perusahaan pada PROPER yang dilaksanakan oleh KLH. Struktur Modal Struktur modal merupakan kunci perbaikan produktivitas dan kinerja perusahaan. Struktur perusahaan dalam jangka panjang, sehingga bentuk dari pengelolaan modal akan mempengaruhi kinerja perusahaan (Zalukhu et al. , 2. DER merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar total modal sendiri yang dibiayai dengan total utang (Rahmatin & Kristanti, 2. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan adalah skala ukuran yang dilihat dari total asset, nilai penjualan, jumlah karyawan dan nilai equity yang menjadi sebuah variabel konteks yang mengukur tuntutan pelayanan atau produk organisasi (Salim & Rosaria. Ukuran perusahaan memperlihatkan besar atau kecilnya suatu kekayaan . perusahaan yang dimiliki serta bertujuan untuk membedakan antara perusahaan besar dengan perusahaan kecil secara kuantitatif yang bisa mempengaruhi kemampuan manajemen dengan berbagai situasi mengoperasikan perusahaan (Dita & Ervina, 2. Dengan jumlah aset yang besar, manajemen perusahaan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengalokasi aset untuk kebutuhan perusahaan (Fahira & Yusrawati, 2. Kinerja Keuangan Kinerja dapat menjadi tolak ukur kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengalokasikan segala sumber daya yang Perusahaan harus terus melakukan peningkatan terhadap kualitas dan kinerja perusahaan agar tujuan perusahaan tercapai. Kinerja keuangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah profitabilitas yang akan diukur dengan return on equity. Pengembangan Hipotesis Pengaruh Green Accounting Terhadap Kinerja Keuangan Green accounting diterapkan perusahaan sebagai respon atas tuntutan stakeholder yang menginginkan pertanggungjawaban tidak hanya dalam hal keuangan, tetapi juga dalam pelestarian lingkungan (Angelina & Nursasi, 2. Pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan akan dipandang sebagai investasi ketika menggunakan green accounting . Perusahaan yang berinvestasi dalam pengelolaan lingkungan akan mengalami peningkatan penggunaan dan efektivitas operasional yang berdampak pada kinerja keuangan yang dibuktikan dengan analisis rasio keuangan berdasarkan laporan yang dibuat oleh perusahaan yang akan menjadi bahan pertimbangan (Salsabila & Widiatmoko, 2. Biaya lingkungan yang dikeluarkan perusahaan juga dapat dikatakan sebagai investasi jangka panjang, sebab kondisi lingkungan dan sumber daya alam yang baik akan berpengaruh terhadap keberlanjutan perusahaan. Berdasarkan teori stakeholder yang menyatakan bahwa perusahaan tidak hanya bertanggung jawab kepada shareholders tetapi juga kepada berbagai kelompok pemangku kepentingan . Dalam teori stakeholder, lingkungan dianggap sebagai salah satu pemangku Green accounting memungkinkan perusahaan untuk mengukur dan melaporkan dampak aktivitas mereka terhadap lingkungan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Benson et al. , . menyatakan bahwa green Hasil yang sama juga di dukung oleh penelitian (Zalukhu et al. , 2. H1: Green accounting berpengaruh terhadap kinerja Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan Ikhsan . menjelaskan kinerja lingkungan adalah hasil yang dapat diukur dari sistem manajemen lingkungan, yang berkaitan pengendalian lingkungan dan evaluasi kinerja lingkungan berdasarkan kebijakan, tujuan dan sasaran lingkungan. Perusahaan yang memiliki kinerja lingkungan yang baik cenderung melakukan pengungkapan informasi terkait lingkungan untuk meningkatkan legitimasi di mata masyarakat. Besarnya pemerintah kepada perusahaan atas aspek pengelolaan lingkungan maka investor cenderung menilai produk perusahaan lebih baik dalam hal tanggungjawab lingkungan hal ini dapat mendorong peningkatan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang (Angelina & Nursasi, 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahayudi & Apriwandi . menunjukkan bahwa kinerja lingkungan berpengaruh terhadap kinerja Monica. Irda. Endrawati Hasil yang sama juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Dita & Ervina . dan Cahyani & Puspitasari . H2: Kinerja lingkungan berpengaruh terhadap kinerja keuangan Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Struktur modal perusahaan adalah pengeluaran jangka panjang yang diukur dengan rasio utang jangka panjang terhadap modal sendiri, dengan tujuan untuk membiayai operasi sehari-haru suatu bisnis (Alfitri et al. , 2. Stuktur modal merefleksikan proporsi pendanaan perusahaan dalam jangka panjang, bentuk pengelolaan tentu saja akan mempengaruhi kinerja perusahaan (Zalukhu et al. , 2. Rasio struktur modal yang tinggi menunjukkan semakin besar risiko keuangan yang dapat menghambat perusahaan mencapai profit, sedangkan rasio yang rendah menunjukkan semakin besar perusahaan dalam menghasilkan profit yang tinggi (Rani et al. , 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ayuningtyas & Mawardi . menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh terhadap kinerja Hasil yang sama didukung oleh Alfitri et , . Green Accounting (X. Kinerja Lingkungan (X. Struktur Modal (X. H3: Struktur modal berpengaruh terhadap kinerja Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan yang memiliki ukuran besar akan mengalami pertumbuhan yang signifikan daripada perusahaan yang lebih kecil, sehingga return sahamnya cenderung lebih tinggi. Ukuran perusahaan yang besar juga mencerminkan kapasitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang optimal melalui pengelolaan aset yang efisien dan perencanaan yang matang. Seluruh aset yang digunakan untuk operasional dianggap sebagai indikator kinerja perusahaan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ayuningtyas & Mawardi . menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kinerja Hasil yang sama didukung oleh penelitian Diana & Osesoga . H4: Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kinerja keuangan Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disusun kerangka penelitian seperti gambar Kinerja Keuangan (Y) Ukuran Perusahaan (X. Sumber: Penulis . Gambar 1. Kerangka Penelitian METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2023 sebanyak 69 perusahaan. Kriteria sample menggunakan teknik purposive sampling untuk mendapatkan sampel penelitian. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling, yaitu dengan memilih sample berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian, sehingga diperoleh hasil sebanyak perusahaan yang memenuhi kriteria. Monica. Irda. Endrawati Tabel 1. Ringkasan Pemilihan Sampel No. Kriteria Perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak yang terdaftar di BEI tahun 2020-2023 Perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak yang tidak mengikuti PROPER tahun 2020-2023 Perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak yang memiliki data tidak lengkap tahun 2020-2023 Jumlah perusahaan yang dijadikan sampel Jumlah data akhir yang digunakan . Sumber : IDX, diolah kembali . Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 20202023 . dan situs web perusahaan masing-masing. Variabel dependen yaitu kinerja keuangan dihitung menggunakan rumus roe, yaitu sebagai ROE = Kinerja keuangan merupakan hal yang penting yang harus dicapai oleh setiap perusahaan, karena kinerja keuangan merupakan cerminan dari mengalokasikan sumber dayanya. Variabel accounting dihitung menggunakan rumus biaya lingkungan yaitu sebagai berikut: Biaya lingkungan = Jumlah . Green pencatatan akuntansi yang menggabungkan laporan lingkungan dengan data keuangan, dengan tujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan dan menunjukkan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat terkait dengan kerusakan yang mungkin diakibatkan oleh operasi perusahaan. Variabel independen kinerja lingkungan dihitung menggunakan PROPER (Program Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidu. yang diselenggarakan oleh KLH. Pengukuran PROPER, warna dapat digunakan untuk mengukur kinerja lingkungan perusahaan. Berikut adalah tabel yang menyajikan peringkat warna serta nilai berdasarkan tingkat PROPER yang dihasilkan oleh perushaan. Tabel 2. Nilai Berdasarkan PROPER Indikator Warna Skor Emas Hijau Biru Merah Hitam Sumber: Laman (KLHK, 2. Kinerja lingkungan menggambarkan hasil yang terukur dari upaya manajemen organisasi dalam aspek lingkungannya, hal yang dapat dinilai terhadap kebijakan lingkungan organisasi, tujuan lingkungan, target lingkungan dan/atau persyaratan kinerja lingkungan lainnya. Variabel independen struktur modal dihitung menggunakan rumus der, yaitu sebagai DER = Struktur modal dapat diukur dengan debt to equity ratio . yaitu perbandingan antara total hutang dengan modal sendiri. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam . dengan pemilik perusahaan. Variabel independen ukuran perusahaan dihitung menggunakan rumus logaritma natura, yaitu sebagai berikut: Ukuran Perusahaan = Ln . otal asse. Ukuran perusahaan adalah rata-rata total penjualan bersih selama periode waktu tertentu. Dalam hal ini apabila penjualan lebih besar daripada biaya variabel dan biaya tetap, maka sebuah perusahaan akan mengalami keuntungan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi adalah metode pengumpulan data-data laporan Monica. Irda. Endrawati keuangan perusahaan yang menjadi sampel penelitian melalui website BEI serta penunjang lainnya menggunakan fasilitas internet dengan mengakses situs-situs resmi perusahaan dan informasi dari media lainnya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel. Data panel adalah gabungan antara data runtut waktu . ime serie. dengan data silang . ross sectio. dengan bantuan software STATA versi 14. Model analisis regresi data panel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai Y(ROE) = 1GA 2PROPER 3DER 4LN e Mean Maximum Minimum Std. Dev. Keterangan: 1, 2, 3, 4 PROPER DER = Kinerja Keuangan = Konstanta = Koefisien Regresi = Green Accounting = Kinerja Lingkungan = Struktur Modal = Ukuran Perusahaan = Error HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Statistik Deskriptif Tabel 3. Hasil Pengolahan Statistik Deskriptif 0,253 0,171 3,882 1,244 1,247 4,023 24,849 -2,543 -0,611 0,091 0,457 0,608 0,702 3,036 Sumber: Data yang diolah . Berdasarkan tabel 3. Variabel kinerja keuangan (Y) dengan jumlah sampel (N) 68 memiliki nilai minimum sebesar -2,543 sedangkan nilai maksimum dari keseluruhan variabel kinerja keuangan yaitu sebesar 1,247. Nilai rata-rata . sebesar 0,253 dan nilai std. sebesar 0,457. Nilai std. deviation yang yang lebih besar dari nilai mean menunjukkan bahwa adanya variasi data pada perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak. Variabel independen yang pertama pada penelitian ini yaitu green accounting. Berdasarkan tabel 3, variabel green accounting memiliki nilai minimum -0,611 sedangkan pada nilai maksimum dari keseluruhan variabel green accounting yaitu sebesar 4,023. Nilai rata-rata . sebesar 0,171 lebih kecil dari nilai std. deviation sebesar 0,608. Nilai std. deviation yang lebih besar dari nilai mean menunjukkan bahwa adanya variasi data pada perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak. Variabel independen yang kedua yaitu kinerja lingkungan. Berdasarkan tabel 3, variabel kinerja lingkungan memiliki nilai minimum 3 sedangkan nilai maksimum dari keseluruhan variabel kinerja lingkungan yaitu sebesar 5. Nilai rata-rata . sebesar 3,882 lebih besar dari nilai deviation sebesar 0,702 yang berarti tidak terdapat variasi antara perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak. Variabel independen yang ketiga yaitu struktur modal. Berdasarkan tabel 3, variabel 28,994 32,463 22,734 2,584 struktur modal memiliki nilai minimum 0,091 sedangkan nilai maksimum dari keseluruhan variabel struktur modal yaitu sebesar 24,849. Nilai rata-rata . sebesar 1,244 dan nilai std. deviation sebesar 3,036. Nilai std. deviation yang lebih besar dari nilai mean menunjukkan bahwa adanya variasi data pada perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak. Variabel indepeden yang keempat yaitu ukuran perusahaan. Berdasarkan tabel 3, variabel ukuran perusahaan memiliki nilai minimum 22,734 sedangkan nilai maksimum dari keseluruhan variabel ukuran perusahaan yaitu sebesar 32,463. Nilai rata-rata . sebesar 28,994 lebih besar dari nilai std. deviation sebesar 2,584 yang berarti tidak terdapat variasi antara perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak. Analisis Regresi Data Panel Analisis penelitian ini menggunakan data panel yang merupakan gabungan antara data timeseries dan data cross-sectional. Analisis regresi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel Green Accounting (X. Kinerja Lingkungan (X. Struktur Modal (X. dan Ukuran Perusahaan (X. terhadap Kinerja Keuangan (Y) pada perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak yang terdaftar di BEI tahun 2020-2023. Oleh karena itu, dalam penelitian ini analisis regresi dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi data panel. Monica. Irda. Endrawati Kinerja keuangan Green accounting Kinerja lingkungan Struktur modal Ukuran perusahaan Tabel 4. Hasil Uji Regresi Data Panel Coef. St. Err. t-value p-value . % Conf Sumber: Data yang diolah . Dari hasil tabel 4 diketahui persamaan regresi liniernya adalah: Y = -0,762 Ae 0, 055*X1 0. 26*X2 Ae 0,116*X3 0,037*X4 e Pengujian ini menghasilkan nilai konstanta sebesar -0,762. Nilai koefisien variabel green accounting sebesar -0,762. Nilai koefisien variabel green accounting sebesar -0, 055. Hal ini menunjukkan jika variabel green accounting mengalami kenaikan maka variabel green accounting akan mengalami penurunan dengan asumsi bahwa variabel lainnya tetap konstan. Nilai koefisien variabel kinerja lingkungan sebesar 0,26. Hal ini menunjukkan jika variabel kinerja lingkungan Interva. Sig *** mengalami kenaikan maka variabel kinerja lingkungan akan mengalami peningkatan dengan asumsi bahwa variabel lainnya tetap konstan. Nilai koefisien variabel struktur modal sebesar -0,116. Hal ini menunjukkan jika variabel struktur modal mengalami kenaikan maka variabel struktur modal akan mengalami penurunan dengan asumsi bahwa variabel lainnya tetap konstan. Nilai koefisien variabel ukuran perusahaan sebesar 0,037. Hal ini menunjukkan jika variabel ukuran perusahaan mengalami kenaikan maka variabel ukuran perusahaan akan mengalami peningkatan dengan asumsi bahwa variabel lainnya tetap konstan. Tabel 5. Hasil Pengujian Chow Test Keterangan Nilai F . , . Prob>F Sumber: Data yang diolah . Hasil uji chow pada tabel 5, menunjukkan bahwa nilai prob>F 0,0000 < 0,05 yang artinya model terbaik yang digunakan adalah fixed effect model (FEM). Tabel 6. Hasil Pengujian Hausman Test Coef. Chi-square test value P-value Sumber: Data yang diolah . Hasil uji hausman pada tabel 6, menunjukkan nilai P- value 0,245 > 0,05 yang artinya model terbaik yang digunakan adalah random effect model (REM). Tabel 7. Hasil Pengujian Lagrange Multiplier Test Keterangan Nilai chibar2 . Prob > chibar2 0. Sumber: Data yang diolah . Hasil uji LM pada tabel 7, menunjukkan nilai Prob > chibar2 0,0001 < 0,05 yang artinya model terbaik yang digunakan adalah random effect model (REM). Dalam pengujian penentuan model terbaik melalui tiga model pengujian yaitu chow test, hausman test, dan lagrange multiplier test, maka diperoleh model terbaik yang dapat dilakukan dalam pengujian regresi data panel penelitian ini adalah random effect model (REM). Monica. Irda. Endrawati Tabel 8. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel VIF 1/VIF Mean VIF Sumber: Data yang diolah . Uji Multikolinearitas Tabel 8, menunjukkan bahwa nilai tolerance . /VIF) pada setiap variabel independen besar dari 0,1 . /VIF > 0,. Nilai Variance Inflation Factor (VIF) pada setiap variabel indpenden kurang dari 10 (VIF < . , sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi masalah multikolinearitas antar variabel independen sehingga multikolinearitas terpenuhi. Tabel 9. Hasil Pengujian Random Effect Model Kinerja keuangan t-value p-value Green accounting Kinerja lingkungan Struktur modal Ukuran perusahaan Constant Sumber: Data yang diolah . Hasil Uji Parsial (Uji-. Berdasarkan tabel 9, dari hasil pengujian uji t didapatkan hasil uji hipotesis variabel green accounting menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,322 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan green accounting tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Selanjutnya, hasil uji hipotesis variabel kinerja lingkungan menunjukkan nilai pvalue sebesar 0,721 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Selanjutnya, hasil uji hipotesis variabel struktur modal menunjukkan nilai p-value sebesar 0 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan struktur modal berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Selanjutnya, hasil uji hipotesis variabel ukuran perusahaan menunjukkan nilai pvalue sebesar 0,116 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Tabel 10. Hasil Uji Determinasi (R. Keterangan Nilai Number of obs Number of groups Prob>chi2 Overall r-squared Sumber: Data yang diolah . Hasil Uji Koefisien Determinasi Hasil pengujian pada tabel 10, menunjukkan bahwa nilai Chi-square sebesar 0,568 atau 56,8 %. Hasil ini menunjukkan bahwa persentase variabel indepeden terhadap variabel dependen adalah sebesar 56,8% atau dapat diartikan bahwa variabel independen yang digunakan dalam model manapun menjelaskan sebesar 56,8% terhadap variabel Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Pembahasan Pengaruh Green Accounting terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil uji hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa green accounting tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Sehingga hipotesis pertama (H. Hasil penelitian ini tidak mendukung teori stakeholders yang membahas mengenai bahwa perusahaan tidak hanya bertanggung jawab kepada pemegang Monica. Irda. Endrawati saham . tetapi juga kepada berbagai kelompok pemangku kepentingan . lainnya, seperti karyawan, pelanggan, masyarakat, pemerintah, pemasok dan lingkungan. Dalam teori stakeholers, lingkungan dianggap sebagai salah satu pemangku kepentingan. Green accounting memungkinkan perusahaan untuk mengukur dan melaporkan dampak aktivitas mereka terhadap Dengan demikian, penerapan green accounting merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap pemangku kepentingan ini, sekaligus membantu menjaga kelestarian sumber daya alam bagi generasi mendatang, walaupun dari hasil penelitian ini menyatakan green accounting tidak mempengaruhi kinerja perusahaan. Hal ini diakibatkan karena biaya yang dikeluarkan untuk penerapan green accounting cukup besar, seperti pengadaan teknologi ramah lingkungan, pelatihan tenaga kerja dan pengumpulan data biaya lingkungan. Biaya ini dapat mengurangi profit perusahaan dalam jangka pendek, sehingga dampak positifnya terhadap kinerja keuangan mungkin belum terlihat. Selain itu, manfaat green accounting seringkali bersifat intangible atau sulit diukur secara langsung dalam bentuk angka-angka keuangan. Contoh lainnya seperti peningkatan reputasi atau pengurangan risiko lingkungan mungkin tidak segera tercermin dalam laporan keuangan, sehingga terlihat seolaholah tidak ada pengaruh pada kinerja keuangan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Dita & Ervina . yang menyatakan bahwa green accounting tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Namun bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Zalukhu et al. , . dan Benson et , . yang menyatakan green accounting berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil uji hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Sehinggan hipotesis kedua (H. Hasil penelitian ini tidak mendukung legitimacy theory yang menyatakan bahwa perusahaan terus menurus mencoba untuk memastikan bahwa mereka melakukan kegiatan proses bisnisnya sesuai dengan batasan dan norma-norma yang berlaku di Akan tetapi, kinerja lingkungan yang baik tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kinerja keuangan. Perusahaan mungkin berhasil meningkatkan legitimasi dan memenuhi harapan sosial melalui inisatif lingkungan, namun hal ini tidak selalu menghasilkan peningkatan profit dalam jangka pendek. Banyak perusahaan tetap berinvestasi dalam kinerja lingkungan sebagai bagian dari strategi jangka panjang, meskipun dampaknya terhadap kinerja keuangan tidak langsung terlihat. Perusahaan dalam penelitian ini rata-rata mendapatkan peringkat biru, yang menandakan bahwa perusahaan telah memenuhi persyaratan peratuan pemerintah terkait tanggungjawab lingkungan dan sosial. Meskipun sebagian besar perusahaan sampel telah mencapai peringkat biru dalam PROPER, yang menunjukkan kepatuhan terhadap standar lingkungan, dampaknya terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan belum Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat ataupun para stakeholder menganggap bahwa tindakan yang dilakukan perusahaan tersebut memanglah sepatutnya dilakukan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Meiyana & Aisyah . dan Fahira & Yusrawati . yang menyatakan bahwa kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Namun bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Dita & Ervina . yang menyatakan bahwa kinerja lingkungan yang diukur dengan indikator PROPER berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil uji hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa struktur modal berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Sehingga hipotesis ketiga (H. Hasil penelitian ini mendukung agency theory yang menyatakan bahwa struktur modal yang tinggi dapat mempengaruhi perilaku manajemen dengan menambah tekanan untuk meningkatkan efisiensi dan profit. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja keuangan, khususnya return on equity. Jika perusahaan berhasil memanfaatkan utang secara efektif, debt to equity ratio yang tinggi dapat meningkatkan return on equity yang akan memberikan keuntungan lebih besar dari pemegang Hal ini menyebutkan bahwa keberadaan struktur modal akan mampu menekan agnecy Agency problem dapat dikurangi dengan keberadaan utang yang membuat pengawasan terhadap manajemen tidak hanya dilakukan oleh pemegang saham. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Wulandari & Lestari . dan Ayuningtyas & Mawardi . yang menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Namun Monica. Irda. Endrawati bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Cahyani & Puspitasari . yang menyatakan bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil uji hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Sehingga hipotesis keempat (H. Ukuran perusahaan yang di proksikan dengan total asset tidak menunjukkan bahwa memiliki total asset yang besar belum tentu didukung kinerja keuangan yang baik. Besar kecilnya perusahaan tidak menjamin perolehan laba maksimal, dan bahkan dapat menyebabkan penurunan kinerja. Dalam penelitian ini, total aset yang digunakan sebgai indikator ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan dan bukan merupakan faktor penentu utama dalam pencapaian tujuan Berdasarkan stakeholders theory bahwa kehidupan dan keberlanjtan perusahaan sangat bergantung pada dukungan dari stakeholders. Hal ini akan mendorong perusahaan untuk membangun citra yang positif, untuk mencapai keberlanjutan dan kinerja jangka panjang. Ukuran perusahaan bisa saja tidak menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kinerja keuangan. Sebab, meskipun perusahaan besar mungkin memiliki lebih banyak sumber pendanaan dari luar, perusahaan kecil lebih dapat fleksibel dalam menyesuaikan kebijakan untuk memenuhi kebutuhan stakeholders. Sehingga, perusahaan yang berhasil mengelola kepentingan stakeholders akan memiliki kinerja yang lebih baik secara keseluruhan, terlepas dari besar atau kecilnya perusahaan tersebut. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Mabruroh & Anwar . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja Namun bertolak belakang dengan penelitian Diana & Osesoga . Meiyana & Aisyah . dan Ayuningtyas & Mawardi . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kinerja keuangan. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel struktur modal berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Sedangkan variabel green accounting, kinerja lingkungan dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja Keterbatasan dalam penelitian ini adalah peneliti hanya menggunakan tahun penelitian selama 4 tahun yaitu tahun 2020 hingga 2023. Selain itu, masih ada variabel lain yang perlu diidentifikasi untuk menjelaskan pengaruh green accounting, kinerja lingkungan, struktur modal dan ukuran perusahaan dan tidak semua laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan batu bara, gas dan minyak yang ada di BEI sehingga peneliti harus mencari di website resmi Rekomendasi Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah dapat melakukan penambahan variabel lain seperti kinerja lingkungan yang lebih berpengaruh pada image perusahaan sebagai variabel moderating. Penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan berbagai objek selain perusahaan subsektor batu bara, gas dan minyak yeng terdaftar di BEI, seperti perusahaan perbankan, sektor basic materials, dan sektor consumer non-cyclicals. Penelitian selanjutnya juga dapat melakukan jangka penelitian yang lebih panjang pada perusahaan yang sudah lama menerapkan green accounting sehingga akan ada pengaruh dalam pengungkapan green accounting. DAFTAR PUSTAKA