Competence : Journal of Management Studies. Vol 18. No 2. Oktober 2024 ISSN: 2541-2655 (Onlin. dan ISSN: 1907-4824 (Prin. PENGARUH GREEN HUMAN RESOURCE MANAGEMENT TERHADAP GREEN INNOVATION (Studi pada PT. Catur Sentosa Adiprana. Tbk Cabang Kota Palangka Ray. Melinawaty1. Trecy E Anden2. Ani Mahrita3 Universitas Palangka Raya123 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Green Human Resource Management (GHRM) terhadap Green innovation pada PT Catur Sentosa Adiprana Tbk cabang Palangka Raya. Menggunakan metode analisis kuantitatif dengan teknik sampling jenuh . , penelitian ini melibatkan 46 responden dan dianalisis menggunakan Smart Partial Least Square (PLS) versi 4. Hasil menunjukkan bahwa GHRM, yang mencakup Green ability. Green Motivation, dan Green opportunities, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Green innovation. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan GHRM dapat mendukung inovasi lingkungan dalam perusahaan. Disarankan agar penelitian selanjutnya memperluas cakupan studi dengan metode purposive sampling dan menambah variabel seperti kinerja karyawan atau peran Green innovation sebagai mediasi untuk memperkaya hasil. Selain itu, penelitian di berbagai perusahaan yang telah menerapkan GHRM dapat memberikan perbandingan yang lebih mendalam mengenai efektivitas GHRM dalam mencapai tujuan Kata Kunci: Green Human Resource Management. Green ability. Green Motivation. Green opportunities. Green innovation. PENDAHULUAN Dalam dekade terakhir ini, telah terlihat peningkatan upaya oleh negara maju dan partisipasi negara berkembang untuk secara aktif mendukung environmental sustainability . elestarian lingkunga. Seruan untuk bertindak ini bermula dari fakta bahwa masalah lingkungan yang sedang berlangsung tetap menjadi hambatan bagi pembangunan ekonomi dan terus merugikan kehidupan masyarakat. Salah satu contohnya adalah peningkatan emisi gas rumah kaca global dan polusi udara di kota-kota besar Melinawaty. Pengaruh Green Human Resource Management Terhadap Green Innovation (Dodman, 2. Fenomena ini, baik yang disebabkan oleh perubahan iklim atau bukan, secara luas dianggap sebagai konsekuensi dari aktivitas manusia. Salah satu penjelasannya adalah bahwa keberadaan manufaktur dan kegiatan bisnis pasti menyebabkan kerugian bagi Ibu Pertiwi, di mana perilaku manusia non-hijau ini menyebabkan kemerosotan lingkungan. Oleh karena itu, dunia bisnis sudah mengubah dunia korporat dan melahirkan keberlanjutan perusahaan yang menciptakan nilai jangka panjang bagi konsumen dan karyawan, antara lain adalah dengan mengembangkan strategi hijau atau green strategy. Karyawan hijau sendiri memiliki arti sebagai karyawan yang terlibat secara proaktif dalam perilaku yang bersifat pro-lingkungan terkait kegiatan manajerial, misalnya keterlibatan pada tahapan pengembangan, proses implementasi, dan manajemen pemeliharaan sistem. Proses manajerial ini juga turut menciptakan efek positif terhadap Upaya ini dikenal dengan nama Green Human Resources Management (GHRM). Sebagian besar praktik operasional perusahaan, keberlanjutan perusahaan, dan segala upaya untuk mengadopsinya sangat dipengaruhi oleh aspek manusia. Praktik Green-Oriented management pada organisasi bisnis sepenuhnya dilakukan oleh karyawan dalam bentuk ekspresi positif melalui perhatian terhadap lingkungan disertai dengan tanggung jawab atas tindakan mereka (Jamal et al. , 2. Praktik Green Human Resources Management (GHRM) sendiri meliputi praktik utama seperti proses rekrutmen, seleksi, pelatihan, pembayaran, pemberian penghargaan, dan keterlibatan karyawan yang semuanya harus berorientasi kepada praktik yang ramah lingkungan. Green Human Resource Management (GHRM) merupakan salah satu strategi penting yang kini semakin diakui untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan pencapaian pembangunan yang berkelanjutan (Ren et al. , 2. Oleh sebab itu, semakin banyak penelitian yang menelaah bagaimana dan kapan GHRM mempengaruhi kinerja lingkungan, serta bagaimana menghasilkan keunggulan kompetitif organisasi. Temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Pramudita et al. juga membuktikan bahwa GHRM menghasilkan nilai positif dan signifikan untuk meningkatkan Green Penggunaan Green Human Resource Management (GHRM) dalam penelitian ini berfokus pada teori AMO. Teori AMO merupakan teori yang dominan dalam memahami dampak praktik GHRM terhadap perilaku karyawan dalam studi empiris (Boselie. Dietz, dan Boon, 2. Teori AMO (Appelbaum et al. , 2. sering digunakan dalam penelitian kinerja HRM (Bos-Nehles et al. , 2. Sesuai teori AMO, praktik MSDM Competence : Journal of Management Studies. Vol 18. No 2. Oktober 2024 mempengaruhi kemampuan karyawan . isalnya melalui rekrutmen & seleksi, pelatihan & pengembanga. , motivasi . isalnya penghargaan, insentif, dan kompensas. , dan peluang . isalnya kerja sama tim, dan pemberdayaa. untuk mencapai tujuan yang berkontribusi terhadap kinerja perusahaan (Gerhart, 2. Dalam penelitian ini, penulis menerapkan teori AMO untuk Green Human Resource Management secara berbeda dibandingkan dengan fokus pada sikap dan perilaku kerja karyawan yang berasal dari penerapan praktik HRM . Appelbaum et al. , 2000. Guest, 2. Kami mengharapkan kemampuan, motivasi manajer produksi, dan peluang akan memprediksi hubungan Green Human Resource Management terhadap Green innovation. Green innovation merujuk pada inovasi yang dapat menanggulangi dampak lingkungan, yang juga sejalan dengan pencapaian tujuan lingkungan perusahaan dan menghasilkan manfaat bagi lingkungan. Kinerja manajemen yang ramah lingkungan merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan komitmen lingkungan karyawan, dengan demikian mendorong kemauan pegawai untuk terlibat dalam Green innovation. Hal lainnya, upaya ramah lingkungan dapat memberikan manfaat dan ide kreatif untuk produk atau proses ramah lingkungan yang dapat menciptakan iklim perusahaan untuk Dalam konteks ini, manajer perusahaan harus mendorong pegawai untuk menjadi kreatif, tanpa takut gagal, dalam melakukan inovasi produk atau proses ramah lingkungan (Chowhan, 2. Dengan demikian, perusahaan harus mempekerjakan pegawai yang aktif berpartisipasi dalam praktik lingkungan untuk menciptakan dan mempertahankan Green innovation (Renwick. Redman, & Maguire, 2. Green innovation dikaitkan dengan agenda pengelolaan lingkungan perusahaan dan inovasi hijau merangsang kinerja lingkungan (Adegbile et al. , 2017. Kammerer. Chen et al. , 2. Selain itu, inovasi produk dan proses ramah lingkungan tidak hanya mengurangi dampak negatif bisnis terhadap lingkungan, tetapi juga meningkatkan kinerja keuangan dan sosial perusahaan melalui pengurangan limbah dan biaya (Weng et , 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa inovasi ramah lingkungan tidak boleh dianggap sebagai tindakan reaktif perusahaan terhadap tekanan pemangku kepentingan, melainkan niat dan praktik organisasi yang proaktif untuk meningkatkan kinerja lingkungan guna mendapatkan keunggulan kompetitif (Kratzer et al. , 2017. Lin. Tang, & Geng, 2013. de Burgos-Jimynez et al. , 2. Menurut temuan Mousa & Othman, . dan Longoni et al. GHRM memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Green innovation untuk meningkatkan inovasi dan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, 5 Melinawaty. Pengaruh Green Human Resource Management Terhadap Green Innovation GHRM diperlukan untuk memfasilitasi Green innovation (Jose Chiappetta Jabbour. Penting untuk memeriksa mekanisme tertentu yang mendasari hubungan antara GI dan kinerja meskipun hasil studi saat ini mengonfirmasi korelasi positif GI dengan kinerja Temuan ini sejajar dengan hasil sebelumnya dari Kim et al. , mereka menemukan korelasi penting antara Green innovation dan optimalisasi input dan aset. Hal ini menghasilkan penghematan biaya melalui daur ulang sumber daya, inisiatif penghematan energi, lebih sedikit pengerjaan ulang dan pemborosan, peningkatan kualitas, dan pendekatan kreatif untuk menciptakan produk dan proses baru. Meskipun teori AMO adalah yang paling ekstensif dalam memahami hubungan antara GHRM terhadap Green innovation, beberapa studi telah menerapkan kerangka kerja AMO yang lengkap dalam model penelitian mereka. Mekanisme penghubung antara praktik GHRM dan kinerja lingkungan melalui perilaku kinerja karyawan peduli lingkungan sering diabaikan (Marin-Garcia dan Tomas 2. (Rayner dan Morgan 2. menyoroti kebutuhan untuk mempelajari proses di mana GHRM dapat menghasilkan hasil kinerja jangka di PT Catur Sentosa Adiprana. Tbk Cabang Kota Palangka Raya dalam memenuhi target yang sudah ditetapkan pada Perusahaan dan serta hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi manajemen PT Catur Sentosa Adiprana. Tbk Cabang Kota Palangka Raya untuk meningkatkan pemahaman Green innovation dan kinerja karyawan mereka dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar yang semakin ketat. Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi terhadap literatur tentang manajemen sumber daya manusia dengan menggali lebih dalam hubungan antara faktor-faktor ini dalam konteks perusahaan tertentu. Berdasarkan GHRM teori AMO berpendapat bahwa praktik GHRM dalam perusahaan bertujuan untuk menarik, memotivasi, memberi penghargaan, dan mempertahankan perilaku kerja karyawan menuju tujuan dan sasaran pengelolaan lingkungan melalui proses ramah lingkungan dan inovasi produk untuk kinerja perusahaan ramah lingkungan yang unggul (Boselie et al. , 2. Lebih lanjut, dengan menggunakan teori AMO (Appelbaum et al. , 2. GHRM membantu perusahaan dengan arsitektur menyeluruh melalui rekrutmen & seleksi ramah lingkungan, pelatihan & pengembangan, penghargaan berbasis kinerja, praktik pemberdayaan karyawan, untuk menarik, melatih, memotivasi, dan mempertahankan talenta manusia ramah lingkungan untuk meningkatkan kinerja perusahaan ramah lingkungan melalui inovasi berkelanjutan dalam proses, produk, dan layanan (Gerhart, 2. Bahkan dengan adanya penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Awwad Al- Competence : Journal of Management Studies. Vol 18. No 2. Oktober 2024 Shammari. S et al . Song. W et al . Singh. SK, et al . dan Fang. L et al . yang menyatakan bahwa Peran Green Human Resource Management (GHRM) dapat berpengaruh signifikan dan positif terhadap Green innovation. Berbeda dengan penelitian Pramudit dan Gunawan . menyatakan bahwa Green Human Resource Management tidak berpengaruh terhadap Green innovation. Penelitian ini menunjukan tidak terdapat pengaruh dari GHRM terhadap Green innovation, dimana hal ini dapat terjadi karena tidak semua responden dalam penelitian ini dapat memiliki waktu untuk memikirkan inovasi dan hanya melakukan pekerjaan rutin yang memang menjadi tanggung jawabnya. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Song . yang menunjukan adanya pengaruh GHRM terhadap Green innovation. Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut ditemukan gap di mana belum terdapat korsensus/kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Green Ability. Green Motivation, dan Green Opportunities terhadap Green Innovation pada PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk Cabang Kota Palangka Raya. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana green ability mempengaruhi green innovation, serta untuk mengetahui pengaruh green motivation dan green opportunities terhadap pencapaian green innovation di perusahaan tersebut. METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu metode yang menekankan aspek pengukuran secara objektif terhadap fenomena sosial serta pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian dan analisis data bersifat kuantitatif/statistik (Sugiyono, 2. Lokasi penelitian adalah PT Catur Sentosa Adiprana. Tbk Cabang Kota Palangka Raya, dengan jumlah responden sebanyak 46 orang yang terdiri dari 1 kepala tim dan 45 karyawan. Penelitian ini menggunakan metode sampling jenuh, di mana seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan pertanyaan tertutup berdasarkan skala Likert 5 poin, yang mengukur variabel green ability, green motivation, green opportunities, dan green innovation. Dalam penelitian ini data primer yang digunakan diambil dari responden yang merupakan kepala tim dan karyawan PT Catur Sentosa Adiprana. Tbk Cabang Kota Palangka Raya. Kemudian data sekunder tentang PT Catur Sentosa Adiprana. Tbk Cabang Kota Palangka Raya didapatkan dari catatan, buku, dan terbitan berkala, seperti laporan perusahaan, laporan penilaian kinerja karyawan, dan lain sebagainya. Prosedur Melinawaty. Pengaruh Green Human Resource Management Terhadap Green Innovation pengumpulan data meliputi penggunaan kuesioner, pendokumentasian, dan metode observasi langsung untuk menemukan dan mengumpulkan data yang berkaitan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Smart Partial Least Square (PLS) versi 4. 1, yang merupakan teknik analisis statistik yang cocok untuk menguji hubungan antara variabel. Metode analisis data melibatkan analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden dan variabel penelitian, dan analisis inferensial untuk menguji hipotesis dan hubungan antar variabel. Penelitian ini mengacu pada teori AMO yang terdiri dari tiga dimensi GHRM, yaitu green ability, green motivation, dan green opportunities. Setiap dimensi dianalisis untuk menentukan sejauh mana pengaruhnya terhadap green innovation di PT. Catur Sentosa Adiprana. Tbk. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Statistik Deksriptif Green Ability Tabel 1 Analisis Deskriptif Variabel Green Ability Jumlah Nilai Jawaban 46 Responden Kode STS . TS . N . S . SS . Total Mean GAB. 3,63 GAB. 3,82 GAB. 3,78 GAB. 3,84 Item Total Rata-Rata 3,76 Sumber: Data diolah . Keterangan kode item dan pernyataan: *GAB: Green ability GAB. 1: Karyawan yang direkrut memiliki kemampuan dalam nilai-nilai GAB. 2: Proses perekrutan yang ramah lingkungan sangat penting GAB. 3: Setiap karyawan menjalani pelatihan lingkungan wajib GAB. 4: Pelatihan lingkungan dirancang untuk meningkatkan keterampilan & pengetahuan karyawan tentang lingkungan Competence : Journal of Management Studies. Vol 18. No 2. Oktober 2024 Berdasarkan hasil yang didapat menunjukkan bahwa total rata-rata responden mengenai indikator variabel green ability sebesar 3,76, sehingga hasil dari total rata-rata tiap indikator variabel green ability adalah dalam skala interval nilai antara 3,40 s/d 4,19 yang berarti termasuk dalam kategori Setuju (S) yang dapat diartikan bahwa karyawan dan pimpinan pada PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk cabang Kota Palangka Raya sangat setuju dengan pernyataan pada tiap indikator dan hadirnya variabel green ability terhadap green innovation yang akan meningkatkan kemampuan karyawan serta kesadaran terhadap lingkungan pada PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk cabang Kota Palangka Raya. Green Motivation Tabel 2 Analisis Deskriptif Variabel Green Motivation Kode Jumlah Nilai Jawaban 46 Responden Total Item STS . TS . N . S . SS . GMT. 4,45 GMT. 4,36 GMT. GMT. 4,24 Total Rata-Rata Mean 4,33 Sumber: Data diolah . Keterangan kode item dan pernyataan: *GMT: Green Motivation GMT. 1: Penilaian kinerja mencatat kinerja lingkungan GMT. 2: Penilaian kinerja mencakup insiden lingkungan, tanggung jawab, perhatian, dan kebijakan GMT. 3: Karyawan mendapat penghargaan atas pengelolaan lingkungan GMT. 4: Karyawan mendapat penghargaan karena memperoleh kompetensi lingkungan tertentu Berdasarkan hasil yang didapat menunjukkan bahwa total rata-rata responden mengenai indikator variabel Green Motivation sebesar 4,33, sehingga hasil dari total ratarata tiap indikator variabel Green Motivation adalah dalam skala interval nilai antara 4,20 s/d 5,00 yang berarti termasuk dalam kategori Sangat Setuju (SS) yang dapat diartikan bahwa karyawan dan pimpinan pada PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk cabang Kota Palangka Raya setuju dengan pernyataan pada tiap indikator dan hadirnya variabel Green Melinawaty. Pengaruh Green Human Resource Management Terhadap Green Innovation Motivation terhadap Green innovation yang akan meningkatkan motivasi karyawan dalam meningkatkan inovasi baru dalam meningkatkan kinerja serta tetap peduli terhadap lingkungan di PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk cabang Kota Palangka Raya. Green Opportunities Tabel 3 Analisis Deskriptif Variabel Green Opportunities Jumlah Nilai Jawaban 46 Responden Kode Total Item STS . TS . N . S . SS . GOP. 3,65 GOP. GOP. 4,17 Total Rata-Rata Mean 3,77 Sumber: Data diolah . Keterangan kode item dan pernyataan: *GOP: Green opportunities GOP. 1: Karyawan terlibat dalam upaya menjaga lingkungan GOP. 2: Menggunakan kerja sama tim untuk memecahkan masalah lingkungan GOP. 3: Karyawan membahas isu lingkungan dalam rapat tim Berdasarkan hasil yang didapat menunjukkan bahwa total rata-rata responden mengenai indikator variabel green opportunities sebesar 3,77, sehingga hasil dari total rata-rata tiap indikator variabel green opportunities adalah dalam skala interval nilai antara 3,40 s/d 4,19 yang berarti termasuk dalam kategori Setuju (S) yang mana hal ini sudah dibahas bab sebelumnya menjelaskan mengenai skala interval, yang dapat diartikan bahwa karyawan dan manager pada PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk cabang Kota palangka raya setuju dengan pernyataan pada tiap indikator dan hadirnya variabel green opportunities berpengaruh terhadap green innovation yang akan membantu meningkatkan kinerja karyawan serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan pada PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk cabang Kota Palangka Raya. Green Innovation Tabel 4 Analisis Deskriptif Variabel Green Innovation Competence : Journal of Management Studies. Vol 18. No 2. Oktober 2024 Jumlah Nilai Jawaban 46 Responden Kode Total Item STS . TS . N . S . SS . GIN. 4,10 GIN. 4,28 GIN. 4,20 GIN. 3,87 Total Rata-Rata Mean 4,11 Sumber: Data diolah . Keterangan kode item pernyataan: *GIN: Green innovation GIN. 1: Proses produksi menggunakan teknologi baru untuk mengurangi energi, air, dan limbah GIN. 2: Produk menggunaan lebih sedikit zat yang tidak menimbulkan polusi atau berbahaya . ahan ramah lingkunga. GIN. 3: Penggunaan kemasan produk yang ramah lingkungan . isalnya kertas dan plasti. GIN. 4: Komponen atau bahan dalam produksi proses dapat didaur ulang atau Berdasarkan hasil yang didapat menunjukkan bahwa total rata-rata responden mengenai indikator variabel green innovation sebesar 4,11, sehingga hasil dari total ratarata tiap indikator variabel green innovation adalah dalam skala interval nilai 3,40-4,19 yang berarti termasuk dalam kategori Setuju (S) yang dapat diartikan bahwa karyawan dan pimpinan pada PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk cabang Kota Palangka Raya setuju dengan pernyataan pada tiap indikator dan hadirnya variabel green innovation akan membantu meningkatkan keadaran terhadap lingkungan pada PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk cabang Kota Palangka Raya. Analisis Statistik Inferensial Evaluasi model pengukuruan (Outer Mode. Tabel 5 Evaluasi Model Pengukuran/Outer Model Melinawaty. Pengaruh Green Human Resource Management Terhadap Green Innovation Variabel Laten Average Composite Outer Variance Indikator Reliability Loading Extracted . (AVE) GAB. GAB. GAB. GAB. GMT. Green GMT. Motivation GMT. GMT. Green GOP. Green GOP. GOP. GIN. Cronbach's Alpha Kesimpulan Reliable dan valid Reliable dan valid Reliable dan valid Reliable dan valid Green GIN. GIN. GIN. Sumber: Data diolah SmartPLS 4. 1, 2024 Validitas Convergent Dapat disimpulkan dari tabel 5 bahwa setiap indikator yang digunakan valid karena nilai dari outer loading Ou 0,7. Selain itu, menurut Ghozali . , validitas convergent melmiliki hubungan prinsip, jika pengukur-pengukur . anifest variabe. dari suatu konstruk harus memiliki korelasi tinggi. Dapat di artikan bahwa setiap variabel dengan indikator melmpunyai korelasi yang tinggi. Uji Reliabilitas Berdasarkan tabel 5 variabel dikatakan valid karena memenuhi kriteria composite reliability > 0. 7 dan memenuhi cronbach's alpha juga > 0,7. Menurut Ghozali . , uji reliabilitas digunakan untuk memperlihatkan fakta dalam mengukur konstruk dengan akurasi, konsistensi dan ketepatan. Dapat diartikan sesuai pendapat Ghozali . , bahwa indikator untuk mengukur variabel pada penelitian ini sudah tepat karena sudah memenuhi kriteria Composite reliability dan CronbachAos alpha. Validitas Discriminant Competence : Journal of Management Studies. Vol 18. No 2. Oktober 2024 Untuk validitas discriminant nilai heterotrait-monotrait rasio (HTMT) < 0,9 diterima dan dinyatakan valid. Berikut hasil validitas discriminant pada penelitian ini. Tabel 6 Discriminant Validity Hasil Penelitian Nilai Item Heterotrait-Monotrait Rasio (HTMT) Green Green Green Green ability innovation Motivation opportunities (X. (Y) (X. (X. Kode Item GAB GIN GMT GOP Sumber: Data diolah SmartPLS 4. 1, 2024 Kesimpulan Valid Valid Valid Dari tabel 6, dapat diartikan bahwa nilai pengukuran setiap indikator dengan variabel tidak berkorelasi tinggi, dikarenakan nilai heterotrait-monotrait ratio (HTMT) < 0,90. Menurut Ghozali . , validitas diskriminan memiliki prinsip bahwa pengukuran . anifest variabl. untuk konstruk yang berbeda seharusnya tidak berkorelasi tinggi. Menurut Henseler et al. , mereka merekomendasikan bahwa HTMT < 0,90 adalah nilai yang baik, dan validitas diskriminan telah tercapai antara pasangan konstruk reflektif (Ghozali, 2. Hal ini berarti bahwa HTMT < 0,90 merupakan indikator yang sangat baik dalam menentukan validitas diskriminan antar pasangan indikator. Evaluasi model pengukuruan (Outer Mode. Tabel 7 Evaluasi Model Struktural/Inner Model Variabel Laten Inner VIF Green innovation Green ability Green Motivation Green opportunities Sumber: Data diolah SmartPLS 4. 1, 2024 Melinawaty. Pengaruh Green Human Resource Management Terhadap Green Innovation Nilai VIF (Variance Inflation Facto. di atas 5 menunjukkan kemungkinan adanya masalah kolinearitas di antara konstruk prediktor. Berdasarkan tabel 7, karena nilai VIF seluruhnya di bawah 3, dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah kolinearitas di antara konstruk prediktor. Hal ini mengindikasikan tidak terdapat masalah dalam menduga koefisien pada model regresi linier. Evaluasi Kualitas Model . R-Square Menurut Ghozali . R-square digunakan untuk menjelaskan apakah variabel endogen memiliki pengaruh substantif dari variabel laten eksogen tertentu terhadap variabel laten endogen tersebut. Berdasarkan nilai R-square, kesimpulannya adalah bahwa model dianggap kuat, moderat, dan lemah jika nilai R-square sebesar 0. 75, 0. 5, dan 0. 25, berturut-turut. Berikut adalah hasil nilai R-square pada penelitian ini. Tabel 8 R- Square Nilai R-Square Variabel Laten R Square Green innovation (Y) Sumber: Data diolah SmartPLS 4. 1, 2024 R Square Adjusted Berdasarkan tabel 8, nilai R-Square untuk kinerja karyawan sebesar 0,690, yang menunjukkan bahwa Green ability. Green Motivation, dan Green opportunities memengaruhi variabel Green innovation sebesar 69%. Sedangkan, variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini memengaruhi 31%. Q-Square Tabel 9 Q - Square Variabel Laten Green innovation Sumber: Data diolah SmartPLS 4. 1, 2024 Cross Validated Redudancy Selanjutnya, nilai QA pada tabel 9 digunakan untuk mengukur seberapa baik nilai observasi yang dihasilkan oleh model dan estimasi parameternya, jika model prediktif relevan. Berdasarkan perhitungan di atas. Competence : Journal of Management Studies. Vol 18. No 2. Oktober 2024 nilai prediction relevance (Q) lebih dari 0, yaitu 0. 497, yang menunjukkan prediksi moderat. Uji Model Goodnes of Fit (GoF) Tabel 10 Uji Model Goodness of Fit (GoF) Rata-rata R-Square Rata-rata AVE Sumber: Data diolah . GoF Index Berdasarkan tabel 10, hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai GoF adalah 0. 619, yang termasuk kategori GoF tinggi. Ini menunjukkan tingkat kecocokan yang tinggi antara model pengukuran dan data empiris. Path Coefficient Dalam SEM PLS. Path Coefficient digunakan sebagai acuan untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu hipotesis. Menurut Wijaya . , signifikansi dapat ditentukan melalui T-Statistic dan P value, di mana hipotesis dapat diterima jika T-Statistic > 1. 96 dan P value < 0. rtinya terdapat pengaruh signifikan antara variabel independen terhadap variabel Tabel 11 Path Coefficient dan Specific direct Effects Hipotesis Original Sample T Statistics P Values Hasil H1: Green ability > Green innovation Diterima H2: Green Motivation > Green Diterima Diterima H3: Green Green innovation Sumber: Data diolah SmartPLS 4. 1, 2024 Dari data tersebut, dapat dilihat hasilnya melalui pengujian menggunakan T-statistics sebagai berikut. Taraf signifikan 0,05 dan derajat kebebasan dihitung dengan rumus: Melinawaty. Pengaruh Green Human Resource Management Terhadap Green Innovation Df = n - k - 1 Df = 46 - 4 - 1 Df = 41 Berdasarkan perhitungan, didapatkan angka T tabel = 1,68. Berikut adalah hasil pengujian hipotesis pada penelitian ini: H1: Green ability Berpengaruh terhadap Green innovation pada PT Catur Sentosa Adiprana. Tbk Cabang Kota Palangka Raya. Dari hasil analisis ditemukan bahwa nilai T-Statistics 2. 049 > 1. 68 dan Pvalue 0,041 < 0,05, serta original sample bernilai positif dan signifikan. Jadi, dapat diartikan bahwa H1 diterima. H2: Green Motivation Berpengaruh terhadap Green innovation pada PT Catur Sentosa Adiprana. Tbk Cabang Kota Palangka Raya Dari hasil analisis ditemukan bahwa nilai T-Statistics 4. 745 > 1. 68 dan Pvalue 0,000 < 0,05, serta original sample bernilai positif dan signifikan. Jadi, dapat diartikan bahwa H2 diterima. H3: Green opportunities Berpengaruh terhadap Green innovation pada PT Catur Sentosa Adiprana. Tbk Cabang Kota Palangka Raya. Dari hasil analisis ditemukan bahwa nilai T-Statistics 3. 502 > 1. 68 dan Pvalue 0,000 < 0,05, serta original sample bernilai positif dan signifikan. Jadi, dapat diartikan bahwa H3 diterima. Green Ability Berpengaruh Terhadap Green Innovation Pada PT Catur Sentosa Adiprana. Tbk Cabang Kota Palangka Raya Pada hasil temuan peneliti menunjukkan (H. Green ability berpengaruh positif dan signifikan terhadap Green innovation pada PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk cabang Kota Palangka Raya. Dari hasil analisis ditemukan bahwa nilai indikator dalam pernyataan serta hasil evaluasi outer, inner model serta evaluasi kualitas model memberikan dampak yang akan bernilai positif dan signifikan pada Green innovation. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Singh. K et al . menyatakan bahwa praktik Green Human Resource Management teori AMO terutama pengaruh Green ability penelitian dari Appelbaum et al . dapat meningkatkan inovasi ramah lingkungan serta dapat meningkatkan kemampuan untuk sadar dan menerapkan GHRM, serta dalam penelitian ini hipotesis untuk Green ability bernilai positif walaupun hubungan tidak langsung. Green ability memungkinkan Competence : Journal of Management Studies. Vol 18. No 2. Oktober 2024 individu atau organisasi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menerapkan solusi Dalam konteks perusahaan seperti PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk. Green ability memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong Green innovation. Tidak hanya itu saja ada penelitian ini juga sejalan dengan penelitian lainnya seperti AlShammari et al tahun 2022. Song et al tahun 2020, dan Fang et al tahun 2022 mengenai GHRM berpengaruh terhadap Green innovation. Green Motivation Berpengaruh Terhadap Green Innovation Pada PT Catur Sentosa Adiprana. Tbk Cabang Kota Palangka Raya Pada hasil temuan peneliti menunjukkan (H. Green Motivation berpengaruh positif dan signifkan terhadap Green innovation pada PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk cabang Kota Palangka Raya. Dari hasil analisis ditemukan bahwa nilai indikator dalam pernyataan serta hasil evaluasi outer, inner model serta evaluasi kualitas model memberikan dampak yang akan bernilai positif dan signifikan pada Green innovation. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Singh. K et al . menyatakan bahwa praktik Green Human Resource Management teori AMO penelitian dari Appelbaum et al . dapat meningkatkan inovasi ramah lingkungan serta dapat mendorong kemauan untuk sadar dan menerapkan GHRM, dalam penelitian ini juga didaptkan bahwa hipotesis variabel Green Motivation bernilai positif walaupun hubungan tidak secara langsung. Bahkan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang lain mengenai GRHM berpengaruh terhadap Green innovation seperti dilakukan oleh Al Shammari et al tahun 2022. Song et al tahun 2020, dan Fang et al tahun 2022. Green Opportunities Berpengaruh Terhadap Green Innovation Pada PT Catur Sentosa Adiprana. Tbk Cabang Kota Palangka Raya Pada hasil temuan peneliti menunjukkan (H. Green opportunities berpengaruh positif dan signifkan terhadap Green innovation pada PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk cabang Kota Palangka Raya. Dari hasil analisis ditemukan bahwa nilai indikator dalam pernyataan serta hasil evaluasi outer, inner model serta evaluasi kualitas model memberikan dampak yang akan bernilai positif dan signifikan pada Green innovation. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh oleh Singh. K et al . menyatakan bahwa praktik Green Human Resource Management teori AMO terutama pada variabel Green opportunities penelitian dari Appelbaum et al . dapat meningkatkan inovasi ramah lingkungan serta dapat mendorong kemauan untuk Melinawaty. Pengaruh Green Human Resource Management Terhadap Green Innovation sadar dan menerapkan GHRM, dalam penelitian ini untuk hipotesis Green opportunities bernilai positif walaupun hubungan tidak secara langsung. Bahkan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang lain mengenai GRHM berpengaruh terhadap Green innovation seperti dilakukan oleh Al-Shammari et al tahun 2022. Song et al tahun 2020, dan Fang et al tahun 2022. SIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data yang telah dilakukan dalam penelitian ini serta penjelasan pada bab sebelumnya mengenai "Pengaruh Green Human Resource Management Terhadap Green innovation (Studi Pada PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk Cabang Kota Palangka Ray. ", dapat ditarik kesimpulan yaitu . Green ability berpengaruh positif signifikan terhadap Green innovation pada PT. Catur Sentosa Adiprana. Tbk cabang Kota Palangka Raya. Green Motivation berpengaruh positif dan signifikan terhadap Green innovation pada PT. Catur Sentosa Adiprana. Tbk cabang Kota Palangka Raya. Green opportunities berpengaruh positif dan signifikan terhadap Green innovation pada PT. Catur Sentosa Adiprana. Tbk cabang Kota Palangka Raya. Rekomendasi bagi perusahaan adalah untuk terus mengembangkan praktik GHRM yang konsisten agar karyawan terus mengimplementasikan GHRM. Sementara itu, untuk peneliti selanjutnya, disarankan memperluas cakupan penelitian, menggunakan metode sampling yang lebih variatif, dan menambahkan variabel tambahan seperti kinerja karyawan dan peran variabel Green innovation sebagai variabel mediasi. Selain itu juga, untuk penelitian selanjutnya agar bisa menambah tempat penelitian yang sudah menggunakan sistem GHRM, agar dapat membandingkan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya sehingga dapat melihat perbedaan dan masukan saran untuk perusahaan masing-masing terkait penerapan GHRM guna efektif terhadap tujuan dari GHRM. DAFTAR PUSTAKA