ANALISIS IN SILICO POTENSI TERAPEUTIK L-THEANINE DARI MATCHA (Camelia sinensi. TERHADAP DEPRESI JANGKA PANJANG Ayu Wulandari1. Shafa Noer2* SMKS Pertiwi. Jakarta Universitas Indraprasta PGRI. Jakarta *Email korespondensi: shafa_noer@yahoo. ABSTRAK L-Theanine merupakan asam amino yang ditemukan dalam Camelia sinensis . L-theanine dilaporkan memiliki efek neuroprotektif terhadap cedera saraf melalui pelepasan molekul cairan tubuh dari astrosit seperti glutation. Di kehidupan modern, mengurangi stress dengan matcha dapat menjadi strategi kesehatan baru untuk menenagkan fikiran dan meningkatkan kualitas hidup. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini yakni menganalisis kandungan L-Theanine pada matcha sebagai potensi terapeutik terhadap depresi jangka panjang melalui pendekatan in silico. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian eksprimental dengan pendekatan molecular docking secara in-silico. Tahapan penelitian dimulai dari mengumpulkan data struktur protein, identifikasi protein target dari L-Theanine, pemodelan dan validasi struktur 3D L-Theanine, melakukan molecular docking antara Protein dengan L-Theanine, serta menganalisis kemiripan obat, farmakokimia, fisikokimia dan toksisitas L-Theanine. Hasil penelitian menunjukkan pemodelan dan validasi struktur 3D L-theanine memiliki struktur yang baik dengan nilai most favoured regions sebesar 92,5%. Sedangkan hasil molekular docking antara ligan dan reseptor menggunakan software Pyrx menunjukkan energi yang dibutuhkan L-theanine untuk berinteraksi dengan reseptor masih cukup besar (-5,1 kcal/mo. jika bandingkan dengan fluvoxamine (-7,6 kcal/mo. Berdasarkan hasil farmakokimia. L-theanine pun tidak memiliki b (Blood Brain- Barrie. Permeant yang mengakibatkan senyawa tidak dapat masuk ke otak. Hal ini selaras dengan hasil toksisitas pada L-Theanine yang menunjukkan kadar b dan Cardio berada pada active cluster dengan nilai >= 0,7. Oleh karena itu. L-Theanine berpotensi untuk menjadi alternatif terapeutik terhadap depresi namun bukan depresi jangka panjang. Kata kunci: L-Theanine. Depresi Jangka Panjang. Matcha. In Silico. PENDAHULUAN L-Theanine merupakan asam amino yang ditemukan dalam Camelia sinensis. Hasil olahan Camelia sinensis dalam bentuk bubuk seringkali disebut matcha. Matcha adalah Camelia sinensis bubuk yang bertekstur seperti kapur akibat hasil akhir dari penggilingan yang digunakan pada upacara minum teh formal di Jepang (Schroder et al, 2. Matcha banyak dikonsumsi dan penggunaannya terus meningkat (Schroder et al, 2. baik berupa makanan manis atau minuman lainnya. Selain itu, matcha dianggap sebagai produk berkualitas tinggi dan Camelia sinensis paling aromatik (Unno et al, 2. Kandungan L-theanine pada Camelia sinensis sangat bervariasi, namun ratarata matcha mengandung sekitar dua kali lebih banyak L-Theanine daripada sencha (Camelia sinensis umu. L-theanine dilaporkan memiliki efek neuroprotektif terhadap cedera saraf melalui pelepasan molekul cairan tubuh dari astrosit seperti glutation (Takeshima, et al, 2. selain itu, dalam dosis tinggi. L-theanine dapat meningkatkan indeks neurofisiologis (Dassanayake et al, 2. Di kehidupan modern yang berkembang pesat dan penuh tekanan seperti sekarang ini, stress berlebihan seringkali menjadi masalah kesehatan yang cukup serius karena dapat memicu penyakit lainnya (Unno et al, 2. Mengurangi stress dengan matcha dapat menjadi strategi kesehatan baru untuk mencapai kehidupan sehari-hari yang baik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perbedaan dalam jumlah rasio dan komponen matcha mempengaruhi efesiensi tindakan pengurangan stress (Unno et al, 2. Kafein. L-Theanine dan Epigallocatechin Gallate (EGCG) dapat menghambat terjadinya stress. Matcha yang dikonsumsi sebagai minuman untuk mengurangi stress, membutuhkan kadar L-Theanine sebanyak 50 mg yang setara dengan 2,5-5 gram matcha (Unno et al, 2. L-Theanine menunjukkan efek farmakologis pada kesehatan otak melalui modulasi neurotransmitter, termasuk mengurangi pelepasan glutamat, meningkatkan kadar neurotransmitter inhibitor GABA (Gamma-aminobutira. dan meningkatkan pelepasan glisin dan dopamin (Sarris J et al, 2. GABA dan glutamat merupakan neurotransmitter yang mengendalikan aliran informasi intrinsik dan ekstrinsik di otak (Duman RS et al, 2019 ). Hal tersebut selaras dengan penelitian Yamada et al pada (Wang L, 2. yang menunjukkan adanya akumulasi L-theanine ke dalam striatum otak pada tikus Wistar yang menyebabkan dopamin melepaskan hingga 300% dari nilai basal serta mengalami peningkatan kadar gilisin yang melibatkan reseptor AMPA dan Kainat yang menunjukkan efek menenangkan dari L-Theanine pada pikiran. Gangguan suasana hati dan depresi berhubungan dengan masalah hati terbesar di dunia (Hadi et al, 2. Menurut Slavich & Irwin pada (Hadi et al, 2. banyaknya tekanan kehidupan, stress interpersonal dan penolakan sosial menjadi faktor terbesar mengalami depresi. WHO . menyatakan bahwa lebih dari 280 juta penduduk di seluruh dunia mengalami gangguan depresi diantaranya sekitar 50% terjadi pada wanita. Menurut WHO, seseorang yang mengidap depresi mengalami suasana hati yang tertekan . erasa sedih, mudah tersinggung dan hamp. dikarenakan merasa kehilangan kesenangan atau minat dalam beraktivitas. Perubahan suasanan hati dapat berlangsung sepanjang hari hingga hampir setiap hari selama dua minggu. Metode in silico merupakan metode yang biasa digunakan dalam mengidentifikasi target obat sehingga dapat mengetahui mekanisme interaksi antar senyawa bioaktif dengan protein target (Malikhana et al, 2. Uji in silico memiliki peran penting dalam bidang kimia medisinial untuk merancang, menemukan dan optimasi senyawa bioaktif pada proses pengembangan obat (Kesuma et al, 2. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini yakni menganalisis kandungan LTheanine pada matcha sebagai potensi terapeutik terhadap depresi jangka panjang melalui pendekatan in silico. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian eksprimental dengan pendekatan molecular docking secara in-silico. Terdapat beberapa tahapan untuk memulai penelitian yakni mengumpulkan data struktur protein melalui NCBI (National Center for Biotechnology Information, . ttps://w. gov/)), identifikasi protein target dari L-Theanine menggunakan Phammapper . ttps://w. cn/pharmmapper/). Swiss Target Prediction . ttps://w. ch/). Superpred . ttps://prediction. de/) dan String db . ttps://string-db. org/). Pemodelan dan validasi struktur 3D L-Theanine menggunakan SAVES . ttps://saves. dan Pymol. Melakukan molecular docking antara Protein dengan L-Theanine dan Obat yang sudah digunakan melalui Pymol dan Pyrx, serta Menganalisis kemiripan obat, farmakokimia, fisikokimia dan toksisitas L-Theanine melalui SwissADME . ttps://w. ch/) dan ProTox 0 . ttps://tox. de/protox. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengumpulan Data Sekunder Pengumpulan data seluler dimulai dengan penulusuran senyawa L-Theanine pada database Pubchem dari NCBI . ttps://w. gov/). Database tersebut menunjukkan bahwa L-Theanine memiliki formula molekular C7H14N2O3 yang membentuk struktur senyawa pada gambar 1 dengan berat sebesar 174. 20 g/mol. LTheanine memiliki nama lain 3081-61-6. Theanine. Theanin. Suntheanine, dan L-Theanine CCNC(=O)CC[C@@H](C(=O)O)N. Smiles tersebut digunakan untuk analisis lebih lanjut dan memiliki tujuan untuk memberikan satu bentuk yang konsisten untuk setiap molekul sehingga memungkinkan identifikasi yang tepat dan perbandingan antar struktur kimia. Gambar 1. Struktur Senyawa L-Theanine Sumber: PubChem, 2025 Tahapan selanjutnya yakni melakukan prediksi senyawa L-Theanine yang PassOnline . ttps://w. com/PASSOnline/predict. Hasil yang di dapat melalui web tersebut yakni L-theanine berpotensi digunakan sebagai alternatif pada acute neurologic disorders treatment dengan Pa (Probabilitas akti. sebesar 0,673 dan Pi (Probabilitas In akti. sebesar 0,022. Hal ini menunjukkan L-Theanine secara in silico terlibat dalam aktivitas pengobatan gangguan neurologis akut. Tabel 1. Hasil Pa dan Pi L-Theanine 0,657 0,655 0,657 0,673 0,650 0,651 0,646 0,647 0,661 0,003 0,002 0,004 0,022 0,003 0,006 0,002 0,003 0,017 Activity Name Guanidinoacetate kinase inhibitor Glutamine-pyruvate transaminase inhibitor Meprin B inhibitor Acute neurologic disorders treatment Valine decarboxylase inhibitor Acylaminoacyl-peptidase inhibitor Lysine 2-monocygenase inhibitor Thiosulfate sulfurtransferase inhibitor Immunostimulant 0,649 0,006 I-Alkylglycerophosphpcholine O-acetyltransferase inhibitor 0,646 0,005 Meprin A inhibitor Sumber: Way2drug/PASSOnline, 2025 Identifikasi Protein Target dari L-Theanine Identifikasi Protein Target dari L-Theanine yang berkaitan dengan depresi jangka panjang menggunakan 3 web server yakni PharmMapper . ttps://w. cn/pharmmapper/). Swiss Target Prediction . ttps://w. ch/). SuperPred . ttps://prediction. de/) dan String db . ttps://string-db. org/). Hasil analisis dari identifikasi protein tersebut membentuk jaringan interaksi protein seperti pada gambar 3. Gambar 2. Hasil String Db Sumber: String-db, 2025 Hasil dari String Db pun menunjukkan KEEG (Kyoto Encyclopedia of Genes and Genome. Pathways yang merupakan salah satu cara untuk menganalisis fungsi gen dan menghubungkan informasi genom dengan informasi fungsional tingkat tinggi. Hasil dari KEEG Pathways. L-Theanine berhubungan dengan protein IGF1R (Insulinlike growth factor 1 recepto. dan MAP2K2 (MAP kinase-activated protein kinase . terhadap penyakit depresi tingkat jangka panjang. Kedua protein tersebut berperan dalam jalur sinyal intraseluler dan stress response serta dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidup neuron (Ma et al, 2. Gambar 3. Jalur KEEG Long-Term Depression Sumber: String-db, 2025 Pemodelan dan Validasi Struktur 3 Dimensi Protein Target dari Senyawa Alami Kandidat Obat Pemodelan dan Validasi Stuktur 3D protein menggunakan SWISS MODEL . ttps://swissmodel. dan SAVES . ttps://saves. Hasil dari pemodelan dan validasi struktur 3D berupa data ERRAT dan Procheck dalam ramachandran plot pada gambar 5. Data yang dihasilkan dari Ramachandran plot menunjukkan suatu struktur protein memiliki kualitas yang baik atau tidak dilihat dari plot residu non glisin yang terletak pada wilayah disallowed regions. Glisin merupakan asam amino yang tidak mempunyai rantai samping sehingga sudut dan dapat berada pada empat kuadran dari plot Ramachandran (Ghaffar, 2. Gambar 4. Hasil Ramachandran Plot Sumber: SAVES. MBI. Ucla. Edu Berdasarkan hasil ramachandran plot dan diagram statistik pada gambar 6. Ltheaninen menunjukkan stuktur yang baik dengan most favoured regions 92,5% dan R-Factor <20%. Hal ini dirujuk dari (Ghaffar, 2. yakni suatu struktur protein dinyatakan baik jika jumlah plot residu yang terdapat pada most favoured regions lebih dari 90% dan R-Factor tidak lebih dari 20%. Most Favoured regions Additional allowed generously allowed Disallowed regions Gambar 5. Diagram Statistik ramachandran plot Sumber: SAVES. MBI. Ucla. Edu Molekular Docking antara Protein dengan senyawa alami kandidat obat Pada tahap docking antara protein dengan senyawa kandidat obat menggunakan software Pymol dan Pyrx. Hasil yang didapatkan pada tahap ini yakni berupa nilai binding affinity antara L-Theanine dengan senyawa kandidat obat. Senyawa kandidat obat yang digunakan yakni Fluvoxamine. Fluvoxamine merupakan salah satu SSRI (Selective Serotonine Reuptake Inhibitor. yang dikembangkan pada tahun 1980-an (Goodman pada Haddad, 2. dan diakui sebagai obat yang berpotensi menjanjikan untuk berbagai gangguan kecemasan karena efek ansiolitiknya (Haddad, 2. Hasil docking antara protein dan obat terlampir pada Gambar 5 menunjukkan nilai binding afinity yang diperoleh saat molekular docking. Binding affinity merupakan skor yang menjadi indikator kekuatan pada ikatan antara ligan . enyawa kandidat oba. dan protein. Semakin negatif skor binding affinity yang diperoleh, maka semakin stabil kompleks ikatan yang terbentuk antara protein reseptor dan senyawa (Purnomo dalam Nur dkk, 2. Pada percobaan ini, hasil binding affinity menunjukkan bahwa pada Fluvoxamine memiliki nilai binding affinity sebesar -7,6 kcal/mol. Hal ini menunjukkan energi yang dibutuhkan bagi reseptor dan ligan berinteraksi semakin kecil yang mengakibatkan obat tersebut efektif terhadap Sedangkan nilai binding affinity pada L-Theanine (-5,1 kcal/mo. lebih besar dibandingkan fluvoxamine (-7,6 kcal/mo. sehingga energi yang dibutuhkan reseptor untuk berinteraksi dengan ligan stabil yang menjadikan L-theanine dapat menjadi alternatif obat. Gambar 6. Hasil Binding Affinity L-Theanine dengan Fluvoxamine Sumber: Pyrx, 2025 Analisis Kemiripan Obat. Farmakokimia. Fisikokimia, dan Toksisitas L-Theanine Dalam menganalisis sifat kemiripan obat dan L-Theanine webserver yang digunakan yakni SwissADME . ttps://w. ch/). Pada halaman SwissAdme, kode SMILES digunakan untuk menghitung sifat senyawa (Arief & Hairunnisa, 2. Hasil dari webserver tertera pada Tabel 1 menunjukkan bahwa LTheanine memiliki persamaan dengan fluvoxamin pada penyerapan di saluran Hal ini menunjukkan bahwa kedua senyawa tersebut dapat diserap oleh tubuh melalui proses pencernaan secara efisien. Selain itu, hasil b (Blood BrainBarrie. permeant menunjukkan bahwa L-theanine tidak memiliki perlindungan dalam senyawanya sehingga L-theanine tidak bisa masuk ke otak untuk berinteraksi dengan sistem saraf pusat. Hal ini mengakibatkan L-theanine kurang efektif sebagai alternatif depresi jangka panjang dibandingkan obat yang sering digunakan yaitu Fluvoxamin. Walaupun L-theanine kurang efektif dalam b Permeant. L-theanine memiliki kemiripan dengan Fluvoxamine dilihat dari nilai Bioavalitiy pada tabel 1 yakni 0,55. Selain itu, radar L-theanine dan Fluvoxamine berada pada daerah merah muda. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya memiliki kisaran optimal untuk setiap properti ADME (Daina et al, 2. Gambar 7. Radar Bioavality L-Theanine . dan Fluvoxamine . Sumber: SwissADME, 2025. Tabel 2. Hasil Farmakokimia. Fisikokimia dan Kemiripan Obat L-theanine dengan Fluvoxamine L Theanine Pharmacokinetics GI absorption High b permeant Log Kp . kin permeatio. 93 cm/s Physcochemical Properties Formula C7H9D5N2O3 Molecular weight 23 g/mol Num. heavy atoms Num. heavy atoms Fraction Csp3 Num. rotatable bonds Num. H-bond acceptors Num. H-bond donors Molar Refractivity TPSA 42 yIA Druglikeness Lipinski Yes. 0 violation Ghose No. 1 violation: WLOGP<-0. Veber Yes Egan Yes Muegge No. 2 violations: MW<200. XLOGP3<-2 Bioavailability Score Sumber: SwissADME Fluvoxamine High Yes 37 cm/s C15H21F3N2O2 33 g/mol 84 yIA Yes. 0 violation Yes Yes Yes Yes Sedangkan hasil toksisitas L-Theanine didapatkan melalui webserver ProTox 0 . ttps://tox. de/protox3/). Berdasarkan Gambar 9. L-Theanine menunjukkan toksisitas aktif pada b (Brain Blood-Barrie. dan Cardio. Hal ini selaras dengan data farmakokinetik yang didapatkan sehingga senyawa L-Theanine tidak bisa masuk ke sistem saraf pusat dan berpengaruh terhadap cardio. Selain itu, tingkat toksisitas L-theanine masuk ke kategori 4 yakni berbahaya jika tertelan. Data tersebut memiliki kategori yang sama obat yang sering digunakan dalam depresi jangka panjang yaitu Fluvoxamine yang termasuk kategori 4. Gambar 8. Hasil Toksisitas L-Theanine Sumber: ProTox 3. Gambar 9. Hasil Oral Toxicity prediction L-Theanine Sumber: ProTox 3. 0, 2025 KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Ltheanine memiliki struktur yang baik dengan nilai most favoured regions sebesar 92,5%. Sedangkan hasil molekular docking antara ligan dan reseptor menggunakan software Pyrx menunjukkan energi yang dibutuhkan L-theanine untuk berinteraksi dengan reseptor masih cukup besar (-5,1 kcal/mo. jika bandingkan dengan fluvoxamine (-7,6 kcal/mo. Berdasarkan hasil farmakokimia. L-theanine pun tidak memiliki b (Blood Brain- Barrie. Permeant yang mengakibatkan senyawa tidak dapat masuk ke otak. Hal ini selaras dengan hasil toksisitas pada L-Theanine yang menunjukkan kadar b dan Cardio berada pada active cluster dengan nilai >= 0,7. Oleh karena itu. L-Theanine berpotensi untuk menjadi alternatif terapeutik terhadap depresi namun bukan depresi jangka panjang. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menemukan dosis optimal bagi penderita depresi jangka panjang yang dapat menyeimbangkan efektivitas L-theanine dengan risiko efek samping minimal. DAFTAR PUSTAKA