JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1370-1376 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI SD NEGERI 29 RANTAU BATU PASAR Wahdini1. Elvina2 1,2 Universitas Rokania. Indonesia Email: wahdini189@gmail. DOI : https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 June 2025 Final Revised: 11 July 2025 Accepted: 16 August 2025 Published: 29 September 2025 Keywords: Implementation Educators Character Elementary School ABSTRACT As the first formal educational institution, elementary schools have a significant responsibility in developing the character of their students. At this stage, students are at a crucial stage before continuing their education to a higher level, so strengthening character education is crucial. This study aims to describe the implementation of character education at SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar, which includes planning, implementation, evaluation, and strengthening of school culture. The approach used is descriptive qualitative, through interviews with the principal, teachers, students, and The results indicate that the characters of discipline, responsibility, religiosity, mutual cooperation, and integrity are realized through daily habits and activities, teacher collaboration, and support from the school committee. Meanwhile, the main obstacles are consistency of implementation, time constraints, and uneven parental involvement. Recommendations include strengthening planning based on measurable indicators, character assessments, and sustainable school-familycommunity partnerships. ABSTRAK Sebagai lembaga pendidikan formal pertama. SD memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengembangkan karakter siswanya. Pada fase ini, siswa berada di tahap krusial sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga penguatan pendidikan karakter sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi dan penguatan budaya sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua murid. Hasil menunjukkan bahwa karakter disiplin, tanggung jawab, religius, gotong-royong, dan integritas direalisasikan melalui pembiasaan dan kegiatan harian, kolaborasi guru serta dukungan komite sekolah. Sedangkan kendala utama adalah konsistensi pelaksaan, keterbatasan waktu, dan keterlibatan orang tua yang belum merata. Rekomendasi mencakup penguatan perencanaan berbasis indikator terukur, asesmen karakter, dan kemitraan sekolah-keluarga-komunitas secara berkelanjutan. Kata Kunci: Implementasi. Pendidik. Karakter. Sekolah Dasar Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Pendidikan Karakter Siswa Di SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar PENDAHULUAN Pendidikan karakter di Sekolah Dasar (SD) memainkan peranan yang sangat vital dalam membentuk generasi muda yang berakhlak baik dan berintegritas. Pendidikan saat ini tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual yang akan menjadi fondasi perilaku siswa di masa Hal ini sejalan dengan cita-cita pendidikan nasional yang tercantum dalam UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menekankan pengembangan potensi peserta didik agar menjadi individu yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, serta mampu menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Namun, dalam pelaksanaannya, pendidikan karakter di SD menemui banyak tantangan. Beberapa di antaranya adalah kurangnya pemahaman guru mengenai metode dan strategi yang efektif, keterbatasan sumber daya, serta pengaruh negatif dari lingkungan eksternal seperti media massa dan pergaulan yang luas (Lickona, 1. Sebagai lembaga pendidikan formal pertama. SD memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengembangkan karakter siswanya. Pada fase ini, siswa berada di tahap krusial sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga penguatan pendidikan karakter sangatlah penting. Situasi ini tidak hanya berdampak buruk pada korban, tetapi juga memengaruhi pelaku dan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Oleh sebab itu, penerapan pendidikan karakter yang menyeluruh dan konsisten sangat diperlukan untuk mencegah serta mengatasi masalah ini. Pendidikan karakter diharapkan dapat membentuk nilai-nilai mulia seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan kerja sama, yang bisa menjadi tameng bagi siswa saat menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi sekarang ini. Keadaan saat ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar belum berjalan dengan maksimal. Beberapa tantangan yang muncul adalah: Kurangnya pemahaman guru mengenai pentingnya pendidikan karakter. Terbatasnya sumber daya dan infrastruktur yang memadai. Minimnya dukungan dari orang tua dan komunitas. Rendahnya integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum. Tindakan negatif siswa seperti bullying, mencontek, dan sikap yang tidak disiplin. Dampak dari kurangnya pelaksanaan pendidikan karakter bisa berakibat buruk pada: Tingkah laku siswa: memperburuk perilaku negatif dan mengurangi kesadaran Prestasi akademik: mengurangi motivasi belajar dan pencapaian siswa. Masyarakat: meruntuhkan nilai-nilai sosial dan budaya yang ada. Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam membentuk individu yang beretika, bertanggung jawab, dan mampu berkolaborasi serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dalam tengah derasnya globalisasi, generasi muda menghadapi beragam tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, di samping membawa banyak keuntungan, juga dapat memicu dampak negatif, seperti penyebaran informasi palsu, konten pornografi, dan budaya hidup berlebihan. Semua ini dapat mengikis nilai-nilai luhur bangsa dan mempengaruhi karakter generasi di masa depan. Saat ini, jenis permasalahan terkait perilaku dan karakter siswa di tingkat sekolah dasar semakin bervariasi. Berbagai laporan dan penelitian mengindikasikan adanya peningkatan kasus seperti bullying serta berkurangnya rasa hormat terhadap guru dan orang dewasa lainnya. Fenomena semakin menurunnya nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab, serta meningkatnya kecenderungan perilaku negatif, tidak hanya terjadi di Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Pendidikan Karakter Siswa Di SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar lingkungan perkotaan, tetapi juga mulai berdampak pada daerah pedesaan. Situasi ini menunjukkan bahwa upaya pembentukan karakter di tingkat Sekolah Dasar (SD) belum berjalan dengan baik dan memerlukan perhatian yang lebih serius. Megawangi . menekankan pentingnya pendidikan karakter yang komprehensif untuk menghadapi berbagai permasalahan sosial yang muncul di kalangan generasi muda. Salah satu tantangan utama dalam implementasi pendidikan karakter di SD adalah kurangnya integrasi nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran. Banyak guru yang masih terfokus pada pendekatan kognitif, sehingga kurang memperhatikan aspek afektif dan psikomotorik siswa. Pendidikan karakter seringkali dipandang sebagai mata pelajaran terpisah atau sekadar imbauan moral, bukan bagian integral dari seluruh mata pelajaran dan kegiatan di sekolah. Akibatnya, nilai-nilai karakter tidak tertanam dengan mendalam dalam diri siswa. Selain itu, faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan kurangnya keterlibatan orang tua juga turut menghambat implementasi pendidikan karakter di SD. Lingkungan pergaulan yang kurang mendukung dan pengaruh negatif media massa dapat mempengaruhi perkembangan karakter siswa. Di sisi lain, banyak orang tua yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya peran mereka dalam mendukung pendidikan karakter di rumah. Komunikasi yang kurang efektif antara sekolah dan orang tua juga menjadi kendala yang signifikan. Pendapat ini sejalan dengan teori ekologi perkembangan yang diusulkan Bronfenbrenner . , yang menekankan pentingnya interaksi antara individu dan berbagai sistem lingkungan . ikrosistem, mesosistem, eksosistem, makrosistem, dan kronosiste. dalam membentuk karakter. Kurangnya sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat menghalangi upaya pembentukan karakter siswa secara optimal. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih karena tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi dan memahami secara mendalam fenomena implementasi pendidikan karakter di SD. Fokus penelitian tidak pada generalisasi, melainkan pada pemahaman mendalam terhadap latar belakang, makna, dan proses yang terlibat. Studi kasus dipilih untuk melakukan penelitian secara mendalam dalam satu konteks tertentu, yaitu SD 29 Rantau Batu Pasar, untuk memahami dengan lebih baik bagaimana pendidikan karakter diimplementasikan. Rasional Pemilihan Pendidikan Kualitatif . Karakteristik Fenomena: Implementasi pendidikan karakter adalah fenomena sosial yang kompleks, melibatkan interaksi antara individu . uru, siswa, kepala sekolah, orang tu. , nilai-nilai, norma, budaya sekolah, serta praktik yang beragam. Pendekatan kualitatif, menurut Creswell . , sangat sesuai untuk memahami masalah ini dengan menggali makna dan interpretasi yang dihasilkan oleh partisipan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasi implementasi pendidikan karakter di SD, tanpa mengukur efektivitasnya dalam angka. Hal ini sejalan dengan pandangan Moleong . yang menyatakan bahwa penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena dari sudut pandang para partisipan. Jenis Data: Data yang dikumpulkan bersifat deskriptif dan interpretatif, berupa narasi, transkrip wawancara, catatan observasi, dan dokumen-dokumen. Bogdan dan Biklen . menekankan bahwa data kualitatif kaya akan detail dan konteks, sehingga memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang isu-isu yang diteliti. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Pendidikan Karakter Siswa Di SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD 29 Rantau Batu Pasar, yang terletak di Rantau Batu Pasar. Singkaring. Linggo Sari Baganti. Pesisir Selatan. Sumatra Barat. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada strategi, karena SD ini memiliki program unggulan dalam bidang pendidikan karakter serta menunjukkan permasalahan terkait implementasinya. Penelitian ini akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, mencakup tahap persiapan, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan penelitian. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini meliputi individu-individu yang terlibat dan memiliki pengetahuan terkait implementasi pendidikan karakter di SD 29 Rantau Batu Pasar. Adapun subjek penelitian yang dituju adalah sebagai berikut: Kepala Sekolah: Memiliki tanggung jawab utama dan berperan sebagai pengambil kebijakan di sekolah. Guru Kelas: Bertugas sebagai pelaksana utama pendidikan karakter di dalam kelas. Guru Agama/PKN: Mengajar nilai-nilai agama dan kewarganegaraan secara Orang Tua Siswa: Mempunyai peran penting dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan rumah. Jumlah subjek penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling, yaitu pemilihan berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Dalam konteks penelitian kualitatif, khususnya studi kasus, tidak ada jumlah subjek yang baku. lebih kepada kedalaman informasi yang berhasil diperoleh (Creswell dan Poth, 2. Teknik Pengumpulan Data Wawancara: Metode ini digunakan untuk mendalami informasi mengenai persepsi, pengalaman, dan pandangan subjek terkait implementasi pendidikan Wawancara dilakukan dengan pendekatan semi-terstruktur, menggunakan pedoman wawancara sebagai acuan utama. Observasi: Observasi bertujuan untuk mengamati secara langsung interaksi dan aktivitas yang berhubungan dengan implementasi pendidikan karakter di lingkungan sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas. Catatan lapangan digunakan sebagai alat untuk mencatat hasil observasi. Dokumentasi: Teknik ini bertujuan untuk mengumpulkan data berupa dokumendokumen relevan, seperti kurikulum sekolah. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), catatan kegiatan sekolah, foto-foto aktivitas, dan dokumen lain yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Instrumen Penelitian Pedoman Wawancara: Terdiri dari daftar pertanyaan terbuka yang akan diajukan kepada subjek wawancara. Lembar Observasi: Memuat aspek-aspek yang akan diamati selama proses observasi, termasuk interaksi antara guru dan siswa, kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ekstrakurikuler. Dokumen: Berupa dokumen-dokumen yang relevan untuk penelitian ini. Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti pendekatan kualitatif Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Pendidikan Karakter Siswa Di SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar sebagaimana diungkapkan oleh Miles. Huberman, dan Saldana . , yang melibatkan beberapa langkah: Menyederhanakan Data: Proses ini mencakup pemilihan, fokus, penyederhanaan, dan transformasi data mentah yang diperoleh dari catatan lapangan, transkrip wawancara, dan dokumen terkait. Penyajian Data: Data disajikan dalam bentuk teks naratif, tabel, grafik, atau bagan untuk memudahkan pemahaman dan interpretasi. Penarikan Kesimpulan: Merumuskan kesimpulan berdasarkan analisis data yang telah diverifikasi sebelumnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang sudah saya lakukan di SD 29 Rantau Batu Pasar tersebut maka, hasil wawancara yang saya lakukan kepada ( Kepala Sekolah maka di dapatkan yaitu, strategi yang dilakukan kepala sekolah salah satunya yaitu melakukan integrasi dalam kurikulum sekolah, sehingga siswa dapat belajar nilai-nilai karakter melalui mata pelajaran yang ada,kegiatan ekstrakurikuer,pembinaan oleh guru, dan kemudian kerja sama dengan orang tua, serta Sekolah juga menilai keberhasilan implementasi pendidikan karakter melalui beberapa indikator yaitu,prilaku siswa, penilaian akademik, survei kepuasan orang tua, dan jga penilaian guru Menurut kepala sekolah tersebut sekolah juga melibatkan orang tua dalam menerapkam pendidikan karakter di lingkungan sekolah dengan cara mengadakan rapat dengan orang tua siswa,bekrja sama untuk menjaga,mendidik serta menerapkan pendidikan kararter agar tercipta generasi yang memiliki karakter baik,pintar,religius dan berakhlak Kemudian daripada itu stategi lain yang dilakukan yaitu dengan memanggil pihak kepolisian kesekolah untuk memberikan bebagai materi yang berhubungan dengan pentngnya pendidikan karakter di baik di lingkungan sekoah maupun masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merusak karakter para peserta didik tentunya. Kemudian hasil wawancara yang sudah dilakukan dengan guru-guru di sekolah terutama guru Agama di dapatkan hasil yaitu( Menurut saya adapun beberapa stategi dalam mengimplementasikan pendidikan karakter di sd ini yaitu melakukan kegiatan ceramah agama atau siraman rohani,pembelajaran tentang moral, etika serta karakter baik secara pribadi maupun secara bersama dan mengajarkan akan pentingnya pendidikan karakter tersebut baik dimasa sekarang maupun yang akn datang. Kemudian dilihat dari segi penilainnya saya menilai melalui beberapa indikator yaitu:priaku siswa, memantau siswa untuk melihat apakah mereka menunjukan perilaku yang positif, dan sesuai dengan nilainilai karakter yang diajarkan melalui prestasi dan sebagainya. Keterlibatan orang tua dalam mengimplementasikan pendidikan karakter ini juga sangat penting, hal tersebut di karenakan pendidikan karakter tidak hanya dilakukan di sekolah tapi juga sangat penting di bina di rumh yang lebih tpatnya yaitu orang tua. Hal tesebut dikarenakan kegiatan dan kebersamaan di rumh bersama orang tua dan keluarga lebih banyak dibandingkan di Oleh sebab itu orang tua memiliki peranan yang sangat penting dan menjadi hal yang utama di lakukan di rumah. Sehingga pendidkan karakter tersebut tidk terlepas dari peran orang tua,masyarakat,guru-guru serta kepala sekolah. KESIMPULAN Penerapan pendidikan karakter siswa di SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar sebagian besar sudah berada pada tingkat yang sudah cukup membaik, tapi sebagian kecil juga masih perlu bimbingan lagi. Pendidikan karakter di SD memrlukan dukungan penuh baik dari segi Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Pendidikan Karakter Siswa Di SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar sekolah, masyarakat, guru dan peran orang tentunya. Hal tersebut bertujuan menciptakan generasi bangsa yang berpendidikan dan berkarakter baik. Untuk itu kepala sekolah lebih meningkatkan mutu pendidikan karakter guna mendidik para siswa menjadi murid cerdas dan jauh dari hal-hal yang dapat merusak masa depan para siswa. REFERENSI