JIGE 5 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Manajemen Dana Bank Syariah Dalam Perspektif Islam Nur Hadi1*. Irwanda Ardhi Wijaya1 Program Studi Manajemen. Fakultas Hukum dan Bisnis. Universitas Duta Bangsa Surakarta. Indonesia *Corresponding author email: nur_hadi@udb. Article Info Article history: Received March 03, 2024 Approved May 08, 2024 Keywords: Fund Management. Sharia Bank. Islam ABSTRACT The fundamental precepts of Islamic jurisprudence, which proscribe usury and ambiguity, serve as the cornerstone for the operational framework governing fund management within Islamic banking institutions. Various financial products and services pertaining to fund management, including Islamic financing and trust investment, are structured to afford clientele the opportunity to administer their assets in alignment with Shariah tenets. It is imperative to recognize that fund management within Islamic banks transcends mere technical proficiency, encompassing a profound ethical dimension inherent in the delivery of financial services. The primary objective of this investigation is to elucidate the multifaceted role of Islamic banks as not solely profit-centric entities, but as catalyzing agents of societal transformation, advocating principles of equitable distribution and enduring economic viability. As Islamic banks assume an increasingly prominent position within the global financial landscape, empirical findings underscore their capacity to effectuate positive socio-economic change through adept investment strategies and judicious utilization of technological resources. This empirical inquiry underscores the potential of Islamic banks to foster equitable and sustainable economic development consonant with the precepts delineated in the Quranic scripture. Hadith traditions, and scholarly consensus. ABSTRAK Dasar hukum Islam yang melarang riba dan ketidakpastian menjadi landasan bagi pengelolaan dana di bank syariah. Produk dan jasa manajemen dana, seperti pembiayaan syariah dan investasi amanah, memberikan nasabah peluang untuk mengelola dana sesuai prinsip Manajemen dana di bank syariah bukan hanya aspek teknis, melainkan juga mencerminkan nilai-nilai etis dalam memberikan pelayanan keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa bank syariah tidak hanya menjadi pelaku bisnis yang berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mendukung nilai-nilai keadilan sosial dan keberlanjutan ekonomi. Seiring dengan berkembangnya peran bank syariah dalam perekonomian global. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bank syariah terus mengembangkan strategi investasi yang sesuai dan memanfaatkan teknologi secara bijak, bank syariah dapat terus berkontribusi positif pada pembangunan ekonomi yang adil dan berkelanjutan sesuai dengan Hadi et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . prinsip-prinsip Islam yang berdasarkan Al-QurAoan dan hadist serta para ijma ulama. Copyright A 2024. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Hadi. , & Wijaya. Manajemen Dana Bank Syariah Dalam Perspektif Islam. Jurnal Ilmiah Global Education, 5. , 1215Ae1221. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Dalam menghadapi era globalisasi, perbankan syariah muncul sebagai kekuatan ekonomi yang signifikan, memberikan alternatif yang semakin diminati oleh masyarakat yang ingin mengakses layanan keuangan dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip syariah (Fida Arumingtyas dkk, 2. Bank syariah bukan hanya menjadi pilihan bagi individu yang mendukung nilai-nilai Islam, tetapi juga berperan penting dalam memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan, keadilan, dan kepatuhan terhadap ajaran Islam dalam konteks perekonomian. Sebagai bagian integral dari lembaga keuangan syariah, bank syariah tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab sosial dan moral terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Prinsip-prinsip syariah yang menjadi pijakan operasional bank syariah mencakup larangan riba, gharar, dan maisir, serta mendorong prinsip keadilan dan keberlanjutan dalam setiap transaksi dan kebijakan yang diadopsi (Djamil. Manajemen dana, sebagai satu dari beberapa aspek kunci dalam operasional bank syariah, menjadi fokus utama dalam upaya mencapai efisiensi dan keberlanjutan. Pengelolaan sumber daya keuangan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip syariah menjadi tantangan yang perlu dihadapi oleh bank syariah untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak hanya menguntungkan, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai moral dan etika Islam. Pentingnya manajemen dana dalam konteks bank syariah tidak hanya terletak pada pencapaian tujuan keuangan semata, tetapi juga pada kontribusinya terhadap perekonomian secara keseluruhan. Dengan mengoptimalkan penggunaan dana melalui instrumen-instrumen keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah, bank syariah dapat turut berperan dalam mendukung pengembangan ekonomi yang adil dan berkelanjutan (Manurung dkk, 2. Melalui pendekatan ini, bank syariah tidak hanya menjadi pelaku bisnis yang berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mendukung nilai-nilai keadilan sosial dan keberlanjutan ekonomi. Seiring dengan berkembangnya peran bank syariah dalam perekonomian global, manajemen dana menjadi salah satu elemen strategis yang harus diperhatikan secara seksama untuk mencapai tujuan-tujuan dalam perbankan khususnya bank METODE Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif, yaitu suatu metodologi yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat serta permasalahanpermasalahan kemasyarakatan yang timbul dalam masyarakat pada waktu yang diteliti. Dalam artikel ini akan dibahas lebih dalam tentang manajemen Bank Syariah. Sedangkan metode pengumpulan data melalui literatur-literatur Islam seperti jurnal, buku, artikel yang berbasis Manajemen Dana Bank Syariah Dalam Perspektif Islam - 1216 Hadi et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Islam yang membahas tentang Bank Syariah. Peneliti menggunakan pendekatan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik untuk menilai kebenaran data. Langkah analisis interaktif artikel ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penyusunan kesimpulan atau verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Dasar Hukum dan Prinsip Syariah Dalam Manajemen Dana Bank syariah, sebagai entitas keuangan yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah, memiliki dasar hukum yang mengikat dan memandu setiap aspek operasionalnya. Dasar hukum ini mencakup ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam ajaran Islam, serta prinsip-prinsip yang harus dipatuhi dalam manajemen dana. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam konteks ini adalah: Dasar Hukum Syariah Bank syariah beroperasi dengan landasan hukum yang bersumber dari ajaran Islam. Hal ini menempatkan bank syariah sebagai lembaga keuangan yang harus mematuhi nilai-nilai dan ketentuan-ketentuan hukum Islam dalam setiap kegiatannya. Larangan Riba (Bung. Prinsip utama yang harus dipatuhi dalam manajemen dana bank syariah adalah larangan riba atau bunga. Sesuai dengan ajaran Islam, mendapatkan keuntungan dari uang secara tidak produktif dan tanpa resiko adalah tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, manajemen dana bank syariah harus mencari alternatif yang sesuai dengan prinsip keadilan dan keberlanjutan. Larangan Gharar (Ketidakpastian atau Ketidakjelasa. Gharar mengacu pada situasi ketidakpastian atau ketidakjelasan dalam transaksi keuangan yang dapat merugikan salah satu pihak. Dalam manajemen dana, bank syariah harus menghindari investasi atau transaksi yang melibatkan gharar untuk memastikan keadilan dan kejelasan dalam setiap langkah bisnisnya. Larangan Maisir (Perjudia. Prinsip syariah melarang praktik maisir atau perjudian. Oleh karena itu, bank syariah dalam manajemen dananya harus memastikan bahwa tidak ada unsur perjudian dalam instrumen investasi yang dipilih, serta mempromosikan transparansi dan keberlanjutan. Investasi pada Aset Produktif dan Profit and Loss Sharing Dalam konteks manajemen dana, bank syariah diharapkan untuk fokus pada investasi pada aset produktif yang memberikan nilai tambah kepada ekonomi. Selain itu, konsep profit and loss sharing . agi hasi. diterapkan untuk memastikan bahwa keuntungan dan kerugian dibagikan secara adil antara bank syariah dan nasabahnya. Dengan memahami dan mengintegrasikan dasar hukum dan prinsip syariah ini, bank syariah dapat menjalankan manajemen dana dengan penuh integritas, memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian sesuai dengan nilai-nilai Islam, dan membangun kepercayaan masyarakat dalam penyelenggaraan layanan keuangan syariah. Produk dan Jasa Manajemen Dana di Bank Syariah Bank syariah, sebagai institusi keuangan yang mengikuti prinsip-prinsip syariah, menawarkan berbagai produk dan jasa manajemen dana yang sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Pilihan-pilihan ini memberikan peluang kepada nasabah untuk mengelola dan menginvestasikan dana mereka secara etis dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Berikut adalah beberapa produk dan jasa manajemen dana yang ditawarkan oleh bank syariah: Pembiayaan Syariah Manajemen Dana Bank Syariah Dalam Perspektif Islam - 1217 Hadi et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Bank syariah menyediakan pembiayaan syariah yang dapat digunakan oleh nasabah untuk memenuhi kebutuhan finansialnya. Pembiayaan ini didasarkan pada prinsip bagi hasil . rofit and loss sharin. atau prinsip jual beli dengan markup . , yang sesuai dengan larangan riba dalam Islam. Contoh produk pembiayaan syariah meliputi pembiayaan modal kerja, pembiayaan konsumen, dan pembiayaan proyek. Investasi Amanah Investasi amanah di bank syariah melibatkan penempatan dana nasabah dalam portofolio investasi yang dikelola oleh manajer investasi. Prinsip profit and loss sharing juga dapat diterapkan dalam investasi amanah. Nasabah mendapatkan keuntungan sesuai dengan performa investasi, dan kerugian juga dibagi secara adil. Jenis investasi amanah melibatkan saham syariah, obligasi syariah, dan instrumen-instrumen investasi lainnya yang sesuai dengan prinsip syariah. Deposito Mudharabah Deposito mudharabah adalah salah satu produk manajemen dana di bank syariah yang melibatkan kerjasama antara nasabah dan bank. Nasabah menyetorkan dana mereka ke dalam deposito mudharabah, dan bank menggunakan dana tersebut untuk melakukan investasi sesuai dengan prinsip syariah. Keuntungan yang dihasilkan dari investasi dibagi antara nasabah dan bank berdasarkan kesepakatan sebelumnya. Dengan menyediakan berbagai produk dan jasa manajemen dana yang sesuai dengan prinsip syariah, bank syariah memberikan pilihan yang lebih luas kepada nasabah untuk memilih instrumen keuangan yang memadai dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Melalui diversifikasi produk ini, bank syariah dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Strategi Investasi yang Sesuai dengan Prinsip Syariah Manajemen dana di bank syariah memerlukan strategi investasi yang tidak hanya mengoptimalkan keuntungan finansial tetapi juga konsisten dengan prinsip-prinsip syariah yang menjadi dasar operasionalnya. Dalam pengembangan strategi investasi, bank syariah harus mempertimbangkan dengan cermat pemilihan instrumen investasi yang sesuai dengan ketentuanketentuan Islam. Hal ini mencakup larangan terhadap riba, gharar, dan maisir, serta fokus pada investasi dalam aset produktif yang memberikan manfaat nyata bagi ekonomi. Keberlanjutan menjadi elemen penting dalam strategi investasi bank syariah. Pemilihan instrumen investasi harus mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi jangka Dengan demikian, bank syariah dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan berkelanjutan dan keberlanjutan ekonomi, sejalan dengan nilai-nilai keadilan dan tanggung jawab sosial Islam. Pentingnya kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah juga mencerminkan komitmen bank syariah untuk menjaga integritas dan kepercayaan nasabah. Risiko keuangan juga menjadi pertimbangan utama dalam mengembangkan strategi investasi. Bank syariah harus memastikan bahwa setiap investasi memenuhi persyaratan risiko yang dapat diterima dan tidak melanggar prinsip-prinsip syariah yang dapat merugikan nasabah dan lembaga itu sendiri. Dalam implementasi strategi investasi, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci. Bank syariah harus memberikan informasi yang jelas kepada nasabah tentang instrumen-instrumen investasi yang mereka tawarkan, serta menyediakan laporan keuangan yang mencerminkan kinerja investasi dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Dengan demikian, nasabah dapat membuat keputusan investasi yang lebih informasional dan sesuai dengan nilai-nilai syariah. Manajemen Dana Bank Syariah Dalam Perspektif Islam - 1218 Hadi et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Secara keseluruhan, strategi investasi dalam manajemen dana bank syariah tidak hanya berfokus pada pencapaian keuntungan finansial semata, tetapi juga pada kontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan. Dengan menggabungkan kepatuhan terhadap prinsip syariah, manajemen risiko yang efektif, dan fokus pada keberlanjutan, bank syariah dapat membentuk strategi investasi yang berdaya guna dan mendukung visi Islam dalam pembangunan ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Pengelolaan Risiko Dalam Manajemen Dana Manajemen dana di bank syariah menghadapi tantangan kompleks dalam mengelola risiko yang melibatkan dimensi keuangan, operasional, dan syariah. Pengelolaan risiko yang mendalam menjadi suatu keharusan untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan lembaga keuangan ini. Risiko keuangan melibatkan potensi kerugian yang dapat timbul dari fluktuasi nilai aset dan kewajiban, sementara risiko operasional berkaitan dengan proses dan kegiatan operasional yang dapat menghasilkan kerugian. Risiko syariah, di sisi lain, muncul dari ketidakpatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah yang dapat merugikan reputasi dan kepercayaan nasabah. Identifikasi risiko menjadi langkah awal dalam pengelolaan risiko yang efektif. Bank syariah harus mampu mengidentifikasi potensi risiko keuangan, operasional, dan syariah yang mungkin muncul dari setiap keputusan investasi atau pembiayaan. Evaluasi risiko kemudian dilakukan untuk mengukur dampak dan probabilitas terjadinya risiko tersebut, sehingga dapat ditentukan tindakan mitigasi yang sesuai. Ketersediaan instrumen keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah menjadi faktor krusial dalam pengelolaan risiko bank syariah. Pemilihan instrumen investasi atau pembiayaan yang sesuai dengan ketentuan syariah membantu mengurangi risiko syariah, sekaligus memastikan bahwa setiap kegiatan bisnis tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam. Diversifikasi portofolio menjadi strategi yang diterapkan untuk mengurangi risiko keuangan, dengan mendistribusikan investasi pada berbagai instrumen atau sektor sehingga potensi kerugian dapat Pemahaman mendalam terhadap kondisi pasar menjadi landasan dalam pengelolaan Analisis pasar yang cermat, pemantauan terhadap perubahan kondisi ekonomi, dan respons cepat terhadap dinamika pasar membantu bank syariah dalam mengelola risiko keuangan dengan lebih efektif. Selain itu, kebijakan dan prosedur yang ketat perlu diterapkan untuk memitigasi risiko operasional dan menjaga kepatuhan terhadap prinsip syariah. Pengelolaan risiko dalam manajemen dana di bank syariah bukan hanya merupakan tanggung jawab internal lembaga, tetapi juga merupakan kewajiban etis dan sosial terhadap nasabah dan masyarakat. Dengan menerapkan strategi pengelolaan risiko yang holistik, bank syariah dapat membangun kepercayaan nasabah, meminimalkan potensi kerugian, dan secara konsisten berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan sesuai dengan nilainilai Islam. Peran Teknologi Dalam Manajemen Dana Bank Syariah Penerapan teknologi memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen dana bank syariah. Penggunaan sistem informasi yang canggih menjadi kunci dalam memfasilitasi proses pemantauan investasi, manajemen risiko, dan pelaporan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Teknologi memberikan dukungan dalam menghadapi kompleksitas operasional dan pengelolaan dana yang semakin meningkat di lingkungan keuangan yang dinamis. Manajemen Dana Bank Syariah Dalam Perspektif Islam - 1219 Hadi et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Sistem informasi yang terintegrasi memungkinkan bank syariah untuk secara efisien melacak dan menganalisis performa investasi. Data yang akurat dan real-time memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam manajemen dana. Dengan teknologi ini, bank syariah dapat memonitor portofolio investasi, mengidentifikasi tren pasar, dan mengevaluasi kinerja aset secara lebih akurat, sesuai dengan prinsip syariah. Manajemen risiko juga diperkuat oleh teknologi dalam konteks bank syariah. Sistem manajemen risiko berbasis teknologi dapat membantu mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola risiko keuangan, operasional, dan syariah dengan lebih efektif. Penggunaan model analitis dan algoritma cerdas dapat memberikan prediksi risiko yang lebih akurat, memungkinkan bank syariah untuk mengambil tindakan pencegahan yang proaktif. Selain itu, perkembangan fintech syariah menjadi pelengkap penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk dan jasa manajemen dana berbasis syariah. Teknologi keuangan yang inovatif membuka pintu bagi inklusi keuangan, memungkinkan nasabah dari berbagai lapisan masyarakat untuk lebih mudah mengakses layanan manajemen dana syariah. Fintech syariah juga dapat menyediakan platform yang ramah pengguna untuk edukasi keuangan syariah, memberikan pemahaman yang lebih baik kepada nasabah tentang produk dan prinsip Dengan peran teknologi yang semakin penting ini, bank syariah dapat meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan transparansi, dan memberikan layanan manajemen dana yang lebih inovatif dan mudah diakses. Keseluruhan, penerapan teknologi dalam manajemen dana bank syariah bukan hanya memperkuat operasional internal, tetapi juga mendukung visi inklusi keuangan syariah dalam memberikan layanan yang lebih luas kepada masyarakat. KESIMPULAN Manajemen dana di bank syariah memiliki peran krusial dalam mencapai keberlanjutan ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Dasar hukum Islam yang melarang riba dan ketidakpastian menjadi landasan bagi pengelolaan dana di bank ini. Produk dan jasa manajemen dana, seperti pembiayaan syariah dan investasi amanah, memberikan nasabah peluang untuk mengelola dana sesuai prinsip syariah. Strategi investasi yang diterapkan harus mempertimbangkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dan manajemen risiko yang efektif. Teknologi, baik melalui sistem informasi maupun fintech syariah, memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan keterjangkauan layanan keuangan syariah. Pengelolaan risiko, terutama keuangan, operasional, dan syariah, menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan nasabah. Manajemen dana di bank syariah bukan hanya aspek teknis, melainkan juga mencerminkan nilai-nilai etis dalam memberikan pelayanan keuangan. Dengan terus mengembangkan strategi investasi yang sesuai dan memanfaatkan teknologi secara bijak, bank syariah dapat terus berkontribusi positif pada pembangunan ekonomi yang adil dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Manajemen Dana Bank Syariah Dalam Perspektif Islam - 1220 Hadi et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . DAFTAR PUSTAKA