Dwi Nopriyanto1. Ratna Wati2 ,Desi Iska Fadhilah3. Widyamike Gede Mulawarman4,Masrur Yahya5 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PEMBIAYAAN BERKELANJUTAN PENDIDIKAN INDONESIA: INTEGRASI KEMITRAAN. DANA ABADI. DAN WAKAF Dwi Nopriyanto1. Ratna Wati2. Desi Iska Fadhilah3. Widyatmike Gede Mulawarman4. Masrur Yahya5 Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman1. Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur2. Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat3. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman4. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman5 pos-el: dwinopriyanto@fk. id1, bdratnasmd@gmail. Dess41292@gmail. widyatmike@fkip. id4,masruryahyaalwi@fkip. ABSTRAK Pendidikan merupakan faktor fundamental dalam pembangunan berkelanjutan. Di Indonesia meskipun alokasi 20% APBD telah diprioritaskan untuk Pendidikan, tantangan efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan fiskal masih menjadi isu utama. Keterbatasan fiskal dan ketergantungan sumber publik menuntut strategi pembiayaan yang inovatif, adaptif, dan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Proses pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan meliputi Ausustainable education financing,Ay Aueducation funding models in Indonesia,Ay dan Auwaqf-based endowment funds. Ay Artikel yang dipilih terbit antara 2015Ae2024, berbahasa Inggris, dan relevan dengan konteks pembiayaan pendidikan di Indonesia. Data dianalisis melalui teknik analisis dengan menekankan pada identitas model pembiayaan dominan, dan implikasi terhadap keberlanjutan. Selain pembiayaan publik, ditemukan tiga model utama pembiayaan berkelanjutan seperti Kemitraan Pemerintah-Swasta atau PublicAe Private Partnership . , dana abadi (LPDP), dan pembiayaan wakaf yang efektif meningkatkan efisiensi fiskal, kemandirian lembaga, dan pemerataan akses pendidikan. Integrasi ketiga model pembiayaan pendidikan ini dapat memperkuat sistem pendidikan Pemerintah perlu memperkuat regulasi, transparansi, dan tata kelola agar strategi pembiayaan berkelanjutan mampu mendukung pencapaian SDG 4-Pendidikan berkualitas. Kata kunci: inovasi keuangan pendidikan, model berkelanjutan, pembiayaan pendidikan. SDG 4 ABSTRACT Education is a fundamental factor in sustainable development. In Indonesia, although 20% of the regional budget (APBD) has been prioritized for education, the challenges of fiscal effectiveness, efficiency, and sustainability remain major issues. Fiscal limitations and dependence on public sources demand innovative, adaptive, and collaborative financing strategies. This research uses a qualitative approach with a literature review method. The literature search process was conducted in the Scopus and Google Scholar databases. The keywords used include "sustainable education financing," "education funding models in Indonesia," and "waqf-based endowment funds. " The selected articles were published between 2015 and 2024, in English, and relevant to the context of education financing in Indonesia. Data were analyzed using analytical techniques that emphasize the identity of the dominant financing model and its implications for sustainability. In addition to public financing, three main models of sustainable financing were found, namely PublicAePrivate Partnerships . , endowment funds (LPDP), and waqf financing, which effectively increase fiscal efficiency, institutional independence, and equitable access to education. The integration of these three education financing models can strengthen the national education system. The government needs to strengthen regulations, transparency, and governance so that sustainable financing strategies can support the achievement of SDG 4AiQuality Education. Keywords: educational finance innovation, sustainable models, education financing. SDG 4 Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Dwi Nopriyanto1. Ratna Wati2 ,Desi Iska Fadhilah3. Widyamike Gede Mulawarman4,Masrur Yahya5 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENDAHULUAN Pendidikan merupakan pilar mendasar dalam Pembangunan bangsa dan telah diamanatkan secara konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. negara berkembang, peran pendidikan menjadi semakin tingginya angka kemiskinan, ketimpangan akses, dan kualitas sumber daya manusia yang masih relatif rendah dibandingkan negara maju (Hanushek & Woessmann. Dalam Indonesia, keberhasilan dalam mencapai sasaran pembangunan berkelanjutan SDG 4, tentang pendidikan berkualitas, sangat bergantung pada keterbatasan dan pengelolaan sumber daya keuangan yang memadai dan berkelanjutan (UNESCO. Rekomendasi global dari agenda pendidikan 2030 menyarankan agar belanja pendidikan nasional dialokasikan minimal 4-6% dari PDB nasional, atau 15-20% (UNESCO, 2. Selain kesediaan dana, pendanaan pendidikan yang efektif adalah faktor krusial yang secara langsung Indonesia pembiayaan memberikan kemudahan dalam manajemen pendidikan (Aurijah & Tukiran, 2. Pemerintah Indonesia telah berupaya memenuhi amanat tersebut melalui alokasi 20% anggaran belanja negara tantangan utama bergeser dari masalah kuantitas alokasi menjadi isu efisiensi dan efektivitas belanja. Data keuangan yang komprehensif diperlukan untuk memantau sumber daya finansial secara menyeluruh, yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga (UNESCO, 2. Kondisi ini diperburuk oleh kapasitas fiskal yang terbatas, rendahnya tingkat penerimaan pajak, ketergantungan pada bantuan internasional, serta kerentanan ekonomi akibat fluktuasi global (Al-Samarrai et al. Strategi komponen penting dalam memitigasi kemiskinan (Purba et al. , 2. Meskipun demikian, penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa variabel dana alokasi khusus (DAK), yang merupakan salah satu mekanisme pendanaan pendidikan di daerah, memiliki koefisien tidak sesuai dengan yang diharapkan, hal ini menjelaskan bahwa mekanisme alokasi dana yang ada mungkin belum sepenuhnya efektif dalam mencapai tujuan pembangunan (Purba et al. , 2. Isu pembiayaan berkelanjutan menjadi sangat penting, khususnya pada jenjang pendidikan tinggi, di mana tuntutan untuk keberlanjutan kelembagaan meningkat Dalam konteks negara berkembang, sumber pendanaan publik sering kali dianggap tidak dapat diandalkan dan tidak pendidikan yang ditawarkan (Mgaiwa. Analisis global menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi di Asia Timur menghadapi tantangan serupa, di berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk menjamin tata kelola dan kualitas di tengah dinamika pasar (Hoang & Lin. Jika ketidakmampuan dalam pendanaan ini terus berlanjut, nasib kualitas pendidikan, yang merupakan motor penggerak ekonomi berbasis Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Dwi Nopriyanto1. Ratna Wati2 ,Desi Iska Fadhilah3. Widyamike Gede Mulawarman4,Masrur Yahya5 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan pengetahuan akan terancam. Studi mendalam mengenai bagaimana institusi pendidikan tinggi di negara berkembang berkelanjutan melalui strategi pendanaan yang adaptif dan inovatif telah menjadi fokus perhatian akademis global (Tien et , 2. Perlu melakukan eksplorasi terhadap pendekatan pembiayaan alternatif dan Beberapa sumber literatur mengintegrasikan pendanaan inovatif, ekonomi berbasis pengetahuan, dan efisiensi alokasi sebagai strategi utama untuk mengatasi masalah kurangnya pendanaan pendidikan yang dihadapi (Shrestha, 2. Pendekatan yang disebut keuangan inovasi tidak hanya berfokus pada pencarian sumber dana baru dan tambahan, tetapi menekankan perlunya membelanjakan dana yang ada secara lebih efisien dan efektif (Patrinos & Tanaka, 2. Salah satu bentuk pendanaan inovatif adalah dengan menggunakan dana publik untuk memikat dan menarik modal swasta, dengan tujuan meminimalkan risiko investasi swasta (Patrinos & Tanaka, 2. Pentingnya pembiayaan berkelanjutan diakui masih terdapat kesenjangan antara analisis kebijakan yang ada dan kebutuhan akan kerangka kerja yang di implementasikan di Indonesia. Beberapa penelitian yang telah dilakukan berfokus pada analisis komparatif model pembiayaan pendidikan berdasarkan perubahan kebijakan untuk kelemahan model dominan (Novelantika & Karim, 2. Di Indonesia, penelitian menunjukkan bahwa strategi pembiayaan berkelanjutan mempengaruhi peningkatan kualitas di lembaga pendidikan (Permana et al. , 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan perlunya kajian mendalam mengenai faktor-faktor yang secara langsung memengaruhi keberlanjutan pembiayaan pendidikan (Montenegro de Lima et al. , 2. Pergeseran mobilisasi sumber daya yang bersifat pengelolaan modal swasta dan filantropi secara strategis, menggunakan dana publik sebagai stimulan (Patrinos & Tanaka, 2. Model ini menawarkan solusi yang lebih fleksibel, mengatasi mengedepankan efisiensi alokasi dan penataan sumber dana multi pihak, seperti dana abadi . ndowment fund. yang merupakan praktik terbaik (Zatonatska et , 2. Hal ini memberikan kontribusi secara teoritis dengan menyediakan model implementasi dan kontribusi praktis berupa panduan untuk menciptakan strategi pendanaan yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk untuk program pendidikan nonformal (Darmawan & Rugaiyah, 2. Berdasarkan latar belakang, celah penelitian, dan kebaruan yang telah diuraikan, penelitian ini menetapkan tujuan membahasa berbagai model pembiayaan pendidikan yang dapat diterapkan, serta keberlanjutan jangka pendidikan untuk mendukung pendidikan berkelanjutan di Indonesia sebagai negara Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Dwi Nopriyanto1. Ratna Wati2 ,Desi Iska Fadhilah3. Widyamike Gede Mulawarman4,Masrur Yahya5 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif dengan metode studi Pendekatan ini dipilih untuk menelaah model pembiayaan pendidikan di Indonesia, baik dari segi kebijakan, implementasi, maupun dampak terhadap pemerataan dan kualitas pendidikan Artikel penelitian difokuskan pada model pembiayaan pendidikan di Indonesia, dengan cakupan: . Kebijakan Nasional . isalnya alokasi 20% APBN untuk pendidikan, dan dana abad. Model pembiayaan alternatif (Kemitraan Pemerintah-Swasta/public-private partnership, wakaf, dana masyaraka. Pencarian literatur dilakukan pada beberapa basis data akademik, yaitu Scopus, dan Google Scholar. Kata kunci Ausustainable financingAy. Aueducation funding models In IndonesiaAy. Aupublic-private partnerships in educationAy. AuWaqf-Based Endowment Funds as a Sustainable FinancingAy hasil yang relevan dari tahun 2015-2024. Kriteria inklusi: . Artikel di terbitkan dalam jurnal internasional, dan jurnal nasional, . Membahas salah satu atau lebih model pembiayaan Pendidikan di Indonesia, . Artikel berbahasa Inggris . tudi utam. dengan akses penuh. Kriteria eksklusi: . Tidak relevan dengan konteks pembiayaan Pendidikan. Hanya berupa opini dasar atau konseptual yang jelas. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Bagian ini menyajikan hasil analisis berbagai model pembiayaan pendidikan di Indonesia dalam konteks sebagai negara Analisis ini mengidentifikasi model-model pembiayaan utama dalam pelaksanaan pendidikan yang diterapkan di Indonesian dan mengkaji bagaimana Analisis pembiayaan pendidikan yang dominan di Indonesia. Model-model ini terlihat pada (Tabel . Tabel 1. Analisa Literatur Model-Model Pembiayaan Pendidikan di Indonesia Penulis & Tahun Terbit (Untari. Judul Artikel Metode Hasil Kesimpulan Hambatan PublicPrivate Partnerships in Improving the Quality of Education for the Poor in Indonesia Kualitatif/Studi Kasus. Analisis dengan Analisis Domain Pencocokan Pola (Pattern Matchin. Program KPS: Kemitraan Pemerintah-Swasta (KPS/. dalam meningkatkan Program ini memberikan layanan Kemitraan PemerintahSwasta (KPS) merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah kualitas dan akses pendidikan di Indonesia, sumber daya manusia dan dana yang tidak Isu utama yang sumber daya yang baik sumber daya (SDM) masalah akses dan kualitas pendidikan. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Dwi Nopriyanto1. Ratna Wati2 ,Desi Iska Fadhilah3. Widyamike Gede Mulawarman4,Masrur Yahya5 Penulis & Tahun Terbit Judul Artikel JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Metode Hasil Kesimpulan Hambatan (Saputra. Allocation of Education Budget Indonesia Kajian dan Dokumentasi Sistem anggaran pendidikan di Indonesia sangat kebijakan pemerintah. Pendanaan pendidikan diatur sesuai kebijakan yang mengatur sistem pendidikan nasional, serta alokasi 20% dana diperoleh dari APBN APBD. Peningkatan anggaran diproklamasikan setiap tahun sejak berlakunya UU Sisdiknas 2003, pencapaian pada tahun Pendidikan memiliki peran yang sangat memajukan peradaban merupakan hak setiap Pemerintah (Saputro et , 2. Governance Policy and Education Financing Strategy to Improve National Education Development Kajian Pustaka (Literature Revie. Kebijakan oleh pemerintah dalam top-down yang didasarkan pada kebutuhan lingkungan . nvironmental need. Strategi pembiayaan yang digunakan adalah strategi penganggaran . udgeting financing Kebijakan memainkan peran kunci dalam pendidikan nasional. Diperlukan kebijakan yang tepat dan strategi dapat berjalan optimal mutu pendidikan di Indonesia Kebijakan adanya tantangan dalam adaptasi dan tingkat bawah atau daerah/lapangan (Rachman. Scholarship for catching The Indonesia Endowment Fund Education (LPDP) program as Analisis Kebijakan (Policy Analysi. Program LPDP tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pilar kebijakan Program ini Program LPDP adalah strategis yang didesain pembangunan ekonomi Indonesia peningkatan kualitas modal manusia secara besar-besaran, sejalan dengan visi ekonomi Tantangan utama adalah kebutuhan Indonesia "mengejar ketertinggalan" dari negara maju, yang Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Dwi Nopriyanto1. Ratna Wati2 ,Desi Iska Fadhilah3. Widyamike Gede Mulawarman4,Masrur Yahya5 Penulis & Tahun Terbit Judul Artikel Metode a pillar of JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Hasil Kesimpulan Hambatan juga menunjukkan tren di mana pembiayaan . ndowment untuk tujuan jangka jangka panjang. manusia yang besar dan tepat sasaran (Rohmana. University Funding Through Waqf: Lesson from Indonesia and Selected Countries Kajian Pustaka (Library Researc. dengan Metode Analisis Deskriptif. Wakaf dapat menjadi yang penting bagi kegiatan pendidikan dan dapat membantu mengurangi kewajiban mendidik masyarakat Wakaf mekanisme pendanaan Pengembangannya di diintensifkan melalui pengelolaan dana yang efektif, legislasi yang kuat, tata kelola yang baik, upaya pemasaran, dan identifikasi model Keberhasilan universitas berbasis pengelolaan dana legislasi yang kuat, dan tata kelola yang Implikasinya, kelemahan dalam aspek-aspek menjadi hambatan (Ekawaty et , 2. Waqf-Based Endowment Funds as a Sustainable Financing Model Enhance University Education Quality in Indonesia Kajian Pustaka (Literature Revie. Dana abadi berbasis (Waqf-Based Endowment Fund. adalah solusi yang pendanaan ini. Model ini dapat membantu Perguruan Tinggi meningkatkan kualitas pendidikan, menjadi lebih kompetitif secara global, dan mencapai jangka panjang. Waqf-Based Endowment Funds efektif bagi Perguruan Tinggi di Indonesia. Penerapan model ini sangat krusial untuk memastikan Perguruan Tinggi meningkatkan kualitas pendidikan mereka dan tetap kompetitif di kancah global. Tantangan . ustainable Perguruan Tinggi di Indonesia ingin meningkatkan kualitas dan daya saing global mereka Pembahasan Sektor pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam hal keberlanjutan pendanaan. Meskipun pemerintah telah mengalokasikan minimal 20% APBN untuk fungsi pendidikan, isu efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan fiskal masih menjadi perdebatan utama (Aurijah & Tukiran, 2. Data dari UNESCO menunjukkan bahwa banyak Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Dwi Nopriyanto1. Ratna Wati2 ,Desi Iska Fadhilah3. Widyamike Gede Mulawarman4,Masrur Yahya5 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan negara berkembang, termasuk Indonesia, pembiayaan untuk mencapai SDG 4 Pendidikan Berkualitas (UNESCO, 2. Keterbatasan fiskal, ketergantungan pada anggaran publik, dan fluktuasi ekonomi global menyebabkan sumber pendanaan pemerintah menjadi tidak Sistem Indonesia dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah. Pendanaan pendidikan diatur sesuai pendidikan nasional (Saputra, 2. Kebijakan memainkan peran kunci dalam Diperlukan kebijakan yang tepat dan strategi pendidikan nasional dapat berjalan optimal (Saputro et al. , 2. Karena itu, diperlukan model pembiayaan yang lebih inovatif, adaptif, dan kolaboratif agar berkelanjutan dan selaras dengan arah Sustainable Development Goals (SDG. Model program pelatihan, beasiswa, dan digitalisasi Kemitraan. PemerintahSwasta (KSP) atau Public-Private Partnership . menawarkan solusi strategis bagi pemerintah untuk menutupi kesenjangan infrastruktur dan operasional Berdasarkan temuan Sajida & Kusumasari, . , keberhasilan p di sektor pendidikan bergantung pada komunikasi efektif, kejelasan tujuan, transparansi, dan peran kuat dari kedua Di Indonesia, p dapat berperan tidak hanya dalam penyediaan gedung sekolah, tetapi juga dalam pembelajaran. Program KPS: Kemitraan PemerintahSwasta (KPS/. meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat miskin (Untari, 2. Program ini bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu kepada Praktik diadaptasi dalam konteks nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan menjamin akuntabilitas dan mutu. Tidak ada presentasi yang tetap terhadap alokasi dana kemitraan Pemerintah-Swasta untuk alokasi dana pendidikan, sebagai contoh berdasarkan peraturan Menteri BUMN No. PER-05/MBU/04/2021 perusahaan BUMN mengalokasikan dana CSR minimal 4% dari laba bersih perusahaan, di antaranya untuk sektor pendidikan (Nugraha, 2. Pembiayaan kemitraan PemerintahSwasta yang terkelola baik berpotensi mendorong efisiensi belanja pendidikan, mengurangi beban fiskal negara, serta mempercepat penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang layak di daerah tertinggal. Kemitraan PemerintahSwasta (KPS) merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah kualitas dan akses pendidikan di Indonesia, terutama bagi masyarakat miskin (Untari. Model dana abadi pendidikan seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pengelolaan dana berkelanjutan untuk (Rachman, 2. menegaskan bahwa LPDP tidak hanya berperan dalam pemberian beasiswa pascasarjana, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan ekonomi yang memperkuat daya saing bangsa melalui pembangunan modal Sebagai dana abadi. LPDP memperoleh modal awal dari APBN namun beroperasi melalui hasil investasi jangka panjang, sehingga mampu Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Dwi Nopriyanto1. Ratna Wati2 ,Desi Iska Fadhilah3. Widyamike Gede Mulawarman4,Masrur Yahya5 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan mendanai pendidikan tanpa membebani anggaran rutin. Alokasi spesifik untuk beasiswa LPDP dari anggaran pendidikan 20% di tahun 2025 tidak diuraikan secara presentasi, karena dana tersebut tersebar ke berbagai kementerian, yang akan dialokasikan untuk berbagai program termasuk beasiswa LPDP, dana abadi LPDP hingga tahun 2025 mencapai Rp. 154,11 triliun (Ameliya, 2. Penguatan sistem dana abadi di Indonesia perlu diperluas ke tingkat daerah dan lembaga pendidikan swasta melalui regulasi yang mendorong transparansi investasi, akuntabilitas, agar Program LPDP suatu program untuk menyediakan akses ke perguruan tinggi atau pascasarjana, terutama bagi mahasiswa dari negara berkembang (Campbell & Neff, 2020. Cosentino et al. Selain sumber dana Kemitraan Pemerintah-Swasta atau PublicAePrivate Partnership dan dana abadi pendidikan (LPDP), wakaf pendidikan (Waqf-base berbasis nilai-nilai sosial dan spiritual yang berpotensi untuk memperkuat kemandirian dari lembaga pendidikan. Aset wakaf dapat dimanfaatkan secara produktif, di antaranya untuk membangun fasilitas pendidikan, beasiswa pendidikan, dan investasi kegiatan di wilayah kampus (Harahap & Yus, 2. Dana abadi berbasis wakaf (Waqf-Based Endowment Fund. adalah solusi yang menjanjikan untuk mengatasi masalah pendanaan ini. Model ini dapat membantu Perguruan Tinggi meningkatkan kualitas pendidikan (Ekawaty et al. , 2. Pendekatan pendidikan di negara muslim sebagai contoh membentuk perusahaan wakaf universitas, di mana hasil pengelolaan dana wakaf digunakan untuk kegiatan pendidikan dan riset. Dana wakaf merupakan pendekatan inovatif terhadap mengintegrasikan prinsip-prinsip investasi berbasis agama, yang salah satunya berdampak positif pada sektor pendidikan pembelajaran dan kesempatan pendidikan bagi mahasiswa (Elmahgop et al. , 2. Pembiayaan berbasis wakaf berdampak positif pada pengembangan pendidikan dan berfungsi sebagai sumber pembiayaan pendidikan (Hasan et al. , 2. Sehingga bagi negara Indonesia model wakaf produktif dapat menjadi alternatif dalam pembiayaan berkelanjutan di berbagai lembaga pendidikan. Dana wakaf Universitas yang dialokasikan untuk kebijakan masing-masing universitas dan sifatnya wakaf. Dana wakaf tidak bisa digunakan secara langsung, melainkan harus diinvestasikan terlebih dahulu dan hasilnya yang kemudian digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk pendidikan. Keberhasilan universitas berbasis wakaf sangat bergantung pada pengelolaan dana yang efektif, legislasi yang kuat, dan tata kelola yang baik (Rohmana, 2. Keberlanjutan jangka panjang dalam model pembiayaan pendidikan di Indonesia menjadi suatu hal yang harus di pembiayaan yang berasal dari kapasitas fiskal yang terbatas, kerentanan dari ekonomi global, serta adanya masalah internal dalam mekanisme alokasi dana. Isu keberlanjutan menjadi sangat penting, terutama pada pembiayaan jenjang pendidikan tinggi, di mana sumber pembiayaan publik masih tidak dapat Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Dwi Nopriyanto1. Ratna Wati2 ,Desi Iska Fadhilah3. Widyamike Gede Mulawarman4,Masrur Yahya5 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Studi menunjukkan bahwa tren pendanaan publik untuk universitas mengalami peningkatan, tetapi mengalami penurunan signifikan dalam tingkat persetujuan (Mgaiwa, 2. Hal ini diperburuk oleh pemerintah tidak mampu secara efektif untuk mencairkan dana yang telah ditetapkan (Mgaiwa, 2. Olaleye et al. , menjelaskan bahwa pengelolaan pendidikan tinggi di negara berkembang dipengaruhi oleh adanya keterbatasan sumber daya, dan kapasitas kelembagaan yang lemah, dan kurangnya kolaborasi. Pembiayaan pendidikan tidak harus bergantung dengan besarnya dana, tetapi perlunya kapasitas manajerial dan tata kelola perguruan tinggi. Keberlanjutan model pembiayaan pendidikan tinggi harus dipahami dengan melihat lima dimensi utama di antaranya, greening, co-creation and knowledge transfer, sustainability science, dan curriculum sustainability (Montenegro de Lima et al. , 2. Perlunya pemahaman dan penerapan kebijakan serta strategi pembiayaan yang ada secara optimal (Saputro et al. , 2. Dengan demikian pendidikan di Indonesia tidak hanya berorientasi pada alokasi dana, tetapi perlu adanya transformasi dari institusi dan pembelajaran yang menanamkan nilai keberlanjutan secara sistemi. Perlu penguatan wajib bagi institusi pendidikan tinggi dalam mengembangkan strategi untuk mencari sumber pendanaan alternatif di luar subsidi negara (Mgaiwa. Pemerintah perlu membuat kebijakan dan program yang tepat untuk menjalin kemitraan dengan pihak swasta demi peningkatan kualitas pendidikan seperti KPS melalui program BSM dan CSR harus terus didorong sebagai model yang efektif untuk menyediakan pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu (Untari, 2. Hal yang sama juga perlu dilakukan dalam model pembiayaan wakaf di universitas harus ditingkatkan melalui manajemen dana yang efektif, legislasi . eraturan huku. yang kuat, seta tata kelola yang baik (Rohmana, 2. Sehingga dengan adanya kesinergisan antara pembiayaan pendidikan dengan melibatkan kemitraan swasta dan diperkuat dengan tata kelola dana wakaf yang baik di universitas, hal ini menjadi landasan dalam memperkuat berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 KESIMPULAN Dalam studi literatur ini menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan di Indonesia sangat perlu adanya strategi dalam pembiayaan yang bersifat inovatif, kolaboratif, dan multilateral. Integrasi model Kemitraan Pemerintah-Swasta atau, dana abadi, dan wakaf merupakan sebuah solusi strategis yang tidak hanya menjamin stabilitas fiskal pendidikan, kemandirian institusi, dan pemerataan akses pendidikan. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan metode studi litetratur, sehingga belum memuat data empiris lapangan dan tidak sepenuhnya mempresentasikan variasi implementasi Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pemerintah memperkuat regulasi dan tata kelola pendanaan, mendorong perluasan dana abadi nasional maupun daerah, serta menciptakan insentif bagi Dwi Nopriyanto1. Ratna Wati2 ,Desi Iska Fadhilah3. Widyamike Gede Mulawarman4,Masrur Yahya5 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan sektor swasta untuk terlibat dalam skema p dan CSR pendidikan. Sementara perguruan tinggi perlu meningkatkan pengembangan wakaf produktif dan strategi pendanaan alternatif berbasis manajemen profesional. Untuk penelitian selanjutnya, diperlukan studi empiris yang menilai efektivitas model pendanaan memperkaya rekomendasi kebijakan terkait model pembiayaan pendidikan berkelanjutan di Indonesia International Journal of Educational Development, 71(Jun. , 102089. https://doi. org/10. 1016/j. Darmawan. , & Rugaiyah. Education Financing Model Transformation to Build Education Accessibility Through Free School Fees at PKBM Golden. Advances In Social Humanities Research, 2. , 755Ae767. https://doi. org/10. 46799/adv. Ekawaty. Rohman. , & AAoyun, . Waqf-Based Endowment Funds as a Sustainable Financing Model for Enhancing University Education Quality in Indonesia. Global Review of Islamic Economics and Business, 13(I), 45Ae61. Elmahgop. Alsulami. Mohammed, . Abdel-Gadir. , & Elhassan. The SocioEconomic Impacts Waqf Investment Funds as a Model for Sustainable Financing in Saudi Arabia. Sustainability (Switzerlan. , 17. https://doi. org/10. 3390/su17093805 Hanushek. , & Woessmann. Education, capital, and economic growth. In The Economics of Education (Second Edi, pp. 171Ae. Elsevier Ltd. https://doi. org/10. 1016/B978-0-12815391-8. Harahap. , & Yus. Exploration of The Use of Waqf Assets at Educational Institutions. Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE), 5. , 801Ae814. https://doi. org/10. 31538/iijse. Hasan. Hassan. , & Rashid. The Role of Waqf in Educational Development - Evidence from Malaysia. Journal of Islamic Finance, 8. , 001Ae007. https://doi. org/10. 31436/jif. DAFTAR PUSTAKA