JURNAL SAINS. SOSIAL DAN HUMANIORA Support By : e-ISSN: 2777-015X. DOI: https://doi. org/10. 52046/jssh. Web: https://journal. com/index. php/jssh E-mail: jurnaljssh. ummu@gmail. Implementation of Youth Head Leader Strategies in Addressing Juvenile Delinquency in Yalahatan Hamlet. Amahai District. Central Maluku Regency (Implementasi Strategi Kepala Pemuda dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di Dusun Yalahatan Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tenga. Anike Jacomina. Manuputty 1A dan Johan Tanamal 1 1 Study program State Administration. Dr. Djar Wattiheluw University. Masohi. Indonesia. Email: anikemanuputtypatty@gmail. Info Artikel : E Artikel Penelitian A Artikel Pengabdian A Riview Artikel Diterima : 22 Mei 2026. Disetujui : 6 Juni 2026. Publikasi On-Line : 8 Juni 2026 Abstract This study aims to analyze the implementation of youth leaders' strategies in addressing juvenile delinquency in Yalahatan Hamlet. Amahai District. Central Maluku Regency. Juvenile delinquency is a social problem that can hinder the development of the younger generation, thus requiring the active involvement of various parties, including youth organizations. This study used qualitative methods with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Research informants consisted of youth leaders, parents, community/religious leaders, and local youth. The results showed that the strategies implemented included a persuasive approach, coaching through weekly sports activities, monthly religious activities, community service, and mentoring and supervision of youth. The implementation of these strategies showed changes in the behavior of some youth towards a more positive direction, such as increased participation in community activities and reduced deviant behavior. In addition, the youth leaders collaborated with the village government and community/religious leaders in implementing the coaching program. This strategy contributed to increasing youth involvement in positive activities, strengthening community social control, and reducing juvenile delinquency in the Yalahatan Hamlet environment. However, its implementation still faces obstacles in the form of low participation of some youth and limited supporting facilities. Therefore, ongoing synergy between youth organizations, the community, and the government is needed to create a conducive environment for youth development and Keywords: Strategy. Youth Leaders. Juvenile Delinquency. Youth Development. PENDAHULUAN Remaja merupakan kelompok usia yang memiliki peranan penting dalam pembangunan bangsa dan masyarakat karena mereka merupakan generasi penerus yang akan menentukan arah perkembangan suatu daerah di masa depan. Masa remaja merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, psikologis, dan sosial. Pada fase ini, remaja cenderung mengalami proses pencarian jati diri yang sering disertai dengan ketidakstabilan emosi serta keinginan untuk Kondisi tersebut menyebabkan remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan, baik yang bersifat positif maupun negatif. Jurnal Sains. Sosial dan Humaniora Perkembangan Teknologi sekarang ini telah banyak memberikan pengaruh buruk bagi Remaja, hingga menyebabkan terjadinya kenakalan Remaja. Masa Remaja merupakan masa dimana seseorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik Emosi, tubuh, minat, pola perilaku dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurlock, dalam Roy, 2. Pengaruh lingkungan sosial yang tidak terkendali dapat mendorong munculnya berbagai bentuk perilaku menyimpang yang dikenal sebagai kenakalan remaja. Kenakalan remaja merupakan perilaku yang bertentangan dengan norma sosial, norma agama, maupun aturan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Bentuk kenakalan remaja dapat berupa konsumsi penggunaan bahasa yang tidak sopan, hingga tindakan-tindakan Fenomena ini menjadi salah satu permasalahan sosial yang mendapat perhatian serius karena tidak hanya berdampak pada perkembangan pribadi remaja, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan sosial masyarakat secara luas. Dalam konteks kehidupan masyarakat negeri . esa ada. , peran pemuda memiliki posisi yang strategis sebagai agen perubahan sosial. Kepala pemuda sebagai pemimpin organisasi kepemudaan di tingkat negeri memiliki tanggung jawab dalam mengarahkan, membina, serta mengendalikan perilaku remaja agar tetap berada dalam koridor norma sosial dan budaya setempat. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dan efektif dalam menangani permasalahan kenakalan Munculnya kenakalan remaja tidak terlepas dari berbagai faktor yang memengaruhinya, baik yang berasal dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial. Kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua, lemahnya kontrol sosial masyarakat, pengaruh kelompok sebaya, serta terbatasnya kegiatan positif yang dapat menjadi sarana pengembangan bakat dan kreativitas remaja merupakan beberapa faktor yang dapat mendorong munculnya perilaku menyimpang. Apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani, dampak yang ditimbulkan dapat semakin meluas dan berpengaruh terhadap ketertiban masyarakat serta kualitas generasi muda di masa mendatang. Upaya mengatasi kenakalan remaja memerlukan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan yang memiliki peran strategis dalam proses pembinaan generasi muda. Kepala pemuda Vol. 6 No. 1 (Juni, 2. sebagai pemimpin organisasi kepemudaan di tingkat masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan, membina, dan memotivasi remaja agar terlibat dalam berbagai kegiatan yang bersifat positif. Melalui strategi yang tepat, seperti pembinaan sosial, kegiatan keagamaan, olahraga, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya, kepala pemuda dapat berperan aktif dalam mencegah serta mengurangi berbagai bentuk kenakalan Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa kenakalan remaja di Dusun Yalahatan tidak hanya ditandai oleh konsumsi minuman keras dan perkelahian, tetapi juga rendahnya partisipasi sebagian remaja dalam kegiatan sosial dan Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kepala pemuda menginisiasi berbagai program pembinaan yang disesuaikan dengan penyelenggaraan kegiatan olahraga mingguan secara rutin, pembinaan kerohanian bulanan, serta pelibatan remaja dalam kegiatan gotong royong dan kegiatan sosial lainnya. Strategi tersebut menjadi menarik untuk diteliti karena memanfaatkan pendekatan partisipatif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam proses pembinaan remaja. Keberhasilan implementasi strategi kepala pemuda diharapkan mampu menciptakan lingkungan sosial yang lebih kondusif sekaligus membentuk karakter remaja yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Pentingnya peran kepala pemuda dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi remaja mendorong peneliti untuk AuImplementasi Strategi Kepala Pemuda dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di Dusun Yalahatan Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Ay Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian ilmu sosial, khususnya terkait peran organisasi kepemudaan dalam penanggulangan masalah sosial, serta menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam merumuskan kebijakan pembinaan remaja. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam implementasi strategi kepala pemuda dalam mengatasi kenakalan remaja di Dusun Yalahatan. Kecamatan Amahai. Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Sains. Sosial dan Humaniora Melalui pendekatan ini, peneliti dapat menggali informasi secara komprehensif mengenai bentuk strategi yang diterapkan, proses pelaksanaannya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Wawancara mendalam digunakan untuk memperoleh informasi mengenai strategi yang diterapkan kepala pemuda, pelaksanaan program pembinaan, serta dampaknya terhadap perilaku remaja. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung aktivitas pembinaan, interaksi antara pengurus pemuda dan remaja, serta kondisi sosial masyarakat yang berkaitan dengan fenomena kenakalan remaja. Dokumentasi digunakan untuk melengkapi data penelitian. Penentuan informan dilakukan menggunakan teknik snowball sampling. Proses penentuan informan diawali dengan memilih informan kunci, yaitu kepala pemuda. Selanjutnya, berdasarkan rekomendasi dari informan kunci, peneliti memperoleh informan lain yang dianggap relevan dan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan hingga data yang diperoleh mencapai tingkat kejenuhan. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan mengacu pada model Miles dan Huberman & Saldana . yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Reduksi data dilakukan dengan memilih, memfokuskan, dan menyederhanakan data yang diperoleh dari lapangan sesuai dengan tujuan Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian naratif yang sistematis sehingga hubungan antar data. Selanjutnya, penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan secara berkelanjutan selama proses penelitian untuk memperoleh temuan yang valid dan sesuai dengan kondisi lapangan. Validasi dan Reabilitas atau Keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai informan, seperti kepala pemuda, tokoh masyarakat, orang tua, dan remaja. Triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan keabsahan dan keandalan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi merupakan serangkaian langkah terencana yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien. Strategi tidak hanya berfungsi sebagai pedoman tindakan, tetapi Vol. 6 No. 1 (Juni, 2. juga sebagai alat pengendalian sosial dalam menyelesaikan suatu masalah. Menurut Siagian . , strategi adalah cara yang digunakan organisasi untuk mencapai tujuan melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia. Dalam penelitian ini, strategi kepala pemuda diartikan sebagai upaya atau tindakan yang dilakukan kepala pemuda untuk membina, mengarahkan, dan mengendalikan perilaku remaja agar terhindar dari kenakalan. Kepala Pemuda merupakan pemimpin yang bertanggung jawab dalam menggerakkan organisasi pemuda di Kepala Pemuda tidak hanya berfungsi sebagai pengatur kegiatan, tetapi juga sebagai pembina moral, motivator, dan pengarah generasi Menurut Kartini Kartono, pemimpin adalah memengaruhi orang lain untuk bekerja sama mencapai tujuan tertentu. Kepala pemuda memiliki posisi strategis karena ia merupakan figur yang dekat dengan remaja, memahami dinamika sosial di lingkungannya, serta mampu menciptakan program-program yang dapat mengarahkan remaja pada kegiatan positif. Oleh karena itu, penting untuk meneliti bagaimana strategi yang diterapkan oleh kepala pemuda dalam mengatasi pergaulan bebas di kalangan Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang berada pada fase pencarian jati diri. Namun, pada masa ini mereka juga rentan terhadap berbagai pengaruh negatif, salah satunya pergaulan bebas. Fenomena pergaulan bebas sering ditandai dengan perilaku menyimpang seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, hingga tawuran. Kenakalan remaja merupakan perilaku menyimpang yang dilakukan remaja dan bertentangan dengan norma sosial, agama, dan Menurut Kartono . , kenakalan remaja adalah gejala sosial patologis yang muncul akibat pengabaian sosial terhadap perkembangan Kenakalan remaja bukan hanya disebabkan oleh lemahnya kontrol diri remaja, tetapi juga karena kurangnya pengawasan, lemahnya peran keluarga, dan rendahnya kegiatan positif yang dapat menyalurkan energi mereka. Dalam konteks ini, peran kepala pemuda . etua organisasi pemuda di lingkungan masyaraka. sangat penting sebagai penggerak kegiatan sosial, pembina karakter remaja, sekaligus mitra pemerintah desa atau kelurahan dalam membina generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa program utama yang dilaksanakan oleh kepala pemuda dalam upaya Jurnal Sains. Sosial dan Humaniora pembinaan remaja, yaitu kegiatan olahraga, pembinaan keagamaan, kegiatan kerja bakti lingkungan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Secara keseluruhan, terdapat 4 program utama yang menjadi fokus pembinaan remaja di Dusun Yalahatan. Frekuensi pelaksanaan kegiatan tersebut bervariasi, di mana kegiatan olahraga keagamaan dilakukan setiap bulan, kerja bakti lingkungan dilaksanakan dua kali dalam satu bulan, sedangkan kegiatan sosial kemasyarakatan dilaksanakan secara insidental sesuai dengan agenda desa atau organisasi kepemudaan. Pola kegiatan yang terstruktur tersebut bertujuan untuk menjaga konsistensi keterlibatan remaja dalam aktivitas yang positif. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, bentuk kenakalan remaja yang paling sering ditemukan di Dusun Yalahatan meliputi konsumsi minuman keras, perkelahian antarremaja, kebiasaan berkumpul hingga larut malam, serta rendahnya partisipasi dalam kegiatan sosial dan Perilaku dipengaruhi oleh faktor lingkungan pergaulan sebaya, kurangnya pengawasan orang tua, serta mengarahkan energi remaja. Setelah pelaksanaan berbagai program pembinaan oleh kepala pemuda, terdapat perubahan yang cukup terlihat dalam perilaku remaja. Beberapa informan menyatakan bahwa terjadi penurunan frekuensi kebiasaan berkumpul hingga larut malam, serta meningkatnya partisipasi remaja dalam kegiatan olahraga dan kegiatan sosial. Meskipun belum sepenuhnya menghilangkan kenakalan remaja, program yang dijalankan telah memberikan dampak positif dalam membentuk perilaku yang lebih terarah dan meningkatkan keterlibatan remaja dalam aktivitas yang lebih produktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi strategi kepala pemuda sangat dipengaruhi oleh kerja sama antara organisasi kepemudaan, keluarga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Semakin kuat sinergi yang terbangun di antara berbagai pihak tersebut, semakin besar peluang keberhasilan kenakalan remaja dan menciptakan lingkungan sosial yang kondusif bagi perkembangan generasi muda di Dusun Yalahatan. Kegiatan positif untuk Remaja Kegiatan positif remaja merupakan segala bentuk aktivitas yang bersifat membangun, mendidik, dan mampu mengarahkan remaja pada Vol. 6 No. 1 (Juni, 2. perilaku yang sesuai dengan norma sosial, agama, dan budaya masyarakat. Kegiatan positif bertujuan untuk menyalurkan bakat, minat, kreativitas, serta energi remaja agar tidak terjerumus ke dalam perilaku menyimpang atau kenakalan remaja. Menurut Elizabeth B. Hurlock, masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan emosi, sosial, dan perilaku. Pada masa ini remaja cenderung mencari jati diri sehingga membutuhkan pengarahan dan lingkungan yang baik agar tidak melakukan perilaku menyimpang. Kegiatan positif merupakan aktivitas yang memberikan manfaat bagi perkembangan fisik, mental, sosial, dan spiritual remaja. Menurut teori perkembangan remaja dari Erik Erikson, masa remaja merupakan tahap pencarian identitas diri. Oleh karena itu, remaja membutuhkan lingkungan dan aktivitas positif agar dapat berkembang secara sehat. Kegiatan positif untuk remaja dalam penelitian ini merujuk pada aktivitas yang mampu mengalihkan perilaku menyimpang ke arah yang konstruktif serta mendukung perkembangan sosial dan moral remaja. Menurut Travis Hirschi, kegiatan positif harus mampu memperkuat keterikatan remaja dengan lingkungan sosial seperti keluarga, pemuda, dan Masyarakat. Sehingga menimbulkan keaktifan remaja dalam kegiatan bersama dan hubungan yang harmonis dengan pengurus pemuda dan tokoh Masyarakat. Di Dusun Yalahatan salah satu cara efektif untuk mencegah kenakalan Remaja adalah dengan memberikan kesempatan bagi remaja untuk terlibat dalam kegiatan positif. Kegiatan - kegiatan ini dapat bervariasi sesuai dengan minat dan kebutuhan remaja, tatapi semuanya harus memberikan mereka rasa memiliki, tujuan dan beberapa kegiatan positif yang di buat yaitu. Olahraga, seni, keterampilan, dan kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial. menyediakan kegiatan - kegiatan ini kita dapat mengarahkan energi remaja ke arah yang positif dan membantu mereka menjauh dari perilaku Penulis mewawancari seorang remaja Patiesa waleuru mengatakan bahwa bahwa : Kegiatan positif yang di buat oleh kepala pemuda itu seperti sepak bola, bola volly. Seni, seperti loba nyanyi, menyaman, menjahit dan kegiatan bakti sosial. adanya kegiatan ini kami selaku remaja sangat merasa senang dan bisa menunjukan bakat yang kami miliki. Jurnal Sains. Sosial dan Humaniora Begitu pula yang dikatakan oleh Pitalis Yamlean selaku remaja menjelaskan bahwa: Dengan adanya kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi kita selaku remaja karna berpartisipasi mengikuti kegiatan tersebut dan dapat juga menghindarkan kita dari pergaulan bebas dan dapat melindungi kita dari dampak negatif seperti gangguan mental, resiko penyakit menular, seksual, dan masalah pendidikan serta membantu remaja mengembangkan karakter yang positif dan masa depan yang lebih baik. Kemudian menurut Ikwana Herman selaku remaja mengatakan bahwa : tentang bagaimana antusias atau partisipasi remaja dalam mengikuti kegiatan - kegiatan yang di adakan oleh kepala pemuda tersebut. Menurut pernyataan dari Ikwana Herman selaku remaja menjelaskan bahwa: Kamu pun merasa senang dan sangat antusias dengan adanya kegiatan yang di buat oleh kepala pemuda yang melibatkan kami untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. dengan adanya kegiatan ini kami bisa mengembangkan bakat yang kami miliki dan menambah kepercayaan diri kami dalam mengasah bakat yang kami miliki dan ikut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan ini sesuai dengan apa yang di harapkan oleh kepala pemuda. Begitupun yang dikatakan oleh Hengki Waleuru tentang kegiatan seperti olahraga, seni, atau keagamaan mampu memberikan perubahan perilaku bagi remaja atau tidak. Menurut pernyataan dari Hengki Waleuru selaku remaja menjelaskan bahwa : Menurutnya bahwa: dengan adanya kegiatan olahraga, seni, atau keagamaan bisa dapat membantu mengisi waktu luang kami untuk ikut sertakan dalam mengikuti kegiatan tersebut dan menghindarikan kami dari dampak negatif seperti pergaulan bebas dan kegiatan keagamaan juga sangat berperan penting dalam meningkatkan karakter kami dengan cara memberikan pengetahuan, membentuk kebiasaan seperti, mengaji, ibadah/ Sondak serta menanamkan nilai-nilai Moral dan karakter yang positif. Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat kita katakana bahwa : Melalui kegiatan sosial ini, remaja tidak hanya belajar tentang pentingnya berkontribusi kepada Masyarakat, tatapi juga Vol. 6 No. 1 (Juni, 2. mengembangkan rasa Empati dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan positif bukan hanya sekedar hiburan, tetapi juga merupakan wadah untuk para remaja belajar tentang Nilai-nilai positif, seperti kerja sama, disiplin dan tanggung Dengan berpartisipasi dalam kegiatan ini remaja kita memiliki kesempatan untuk menjadi individu yang berkarakter kuat, berwawasan luas dan siap menghadapi tantangan hidup. Kepala pemuda yang mampu mengorganisir, memotivasi, dan mengevaluasi kegiatan positif secara konsisten, akan menjadi figur penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan sehat bagi generasi muda. Semakin aktif kepala pemuda menciptakan kegiatan positif, semakin kecil kemungkinan remaja terlibat dalam kenakalan remaja. Kerjasama Masyarakat. Gereja/Masjid dan Orang tua Teori kerja sama Menurut Soerjono Soekanto, adalah suatu bentuk interaksi sosial ketika orang-orang atau kelompok-kelompok bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama terjadi karena adanya kesadaran akan kepentingan yang sama. Dalam penelitian ini, kerja sama dilakukan melalui : tokoh masyarakat, tokoh gereja/masjid dan orang tua. Kerja sama ini menciptakan lingkungan sosial yang mendukung perkembangan remaja secara menyeluruh. Pada dasarnya Manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain dalam menjalani Manusia akan di hadapkan pada suatu dilema Sosial, oleh karenanya di butuhkan kerja sama dalam menjalani kehidupannya (Baron & Byane, 2. Di Dusun Yalahatan Kepala pemuda melakukan kolaborasi dengan tokoh Masyarakat dan tokoh Agama dalam mendukung program yang di buat oleh kepala pemuda agar bisa dapat mengatasi masalah kenakalan remaja tersebut. Kepala pemuda pun meminta untuk bersamasama ikut ambil bagian dalam membina dan mendidik remaja agar bisa lebih baik. karena ini merupakan tanggung jawab kita semua karena mereka adalah generasi muda yang akam memimpin kampung ini ke depan jadi kita harus menjaga dan melindungi mereka dari hal - hal yang akan merusak masa depan mereka. Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Rompati Waleuru selaku tokoh Masyarakat menjelaskan bahwa : Memeng betul kepala pemuda menjalin kerjasama dengan kami selaku tokoh Masyarakat. Agama, atau pihak Sekolah Jurnal Sains. Sosial dan Humaniora untuk membahas kerjasama untuk mencari solusi untuk mengatasi kenakalan remaja adapun bentuk kerjasama yaitu : Membangun lingkungan yang kondusif, yaitu memberikan tugas kepada ketua keamanan. RT/RW untuk bisa menjalakan tugas dan fungsi mereka dalam mengawasi remaja dan menciptakan Lingkungan yang aman seperti menegakan kembali aturan pengotroran malam terhadap jam belajar, malam dan aktivitas remaja di malam hari atau di lingkungan sekitar. melibatkan remaja dalam kegiatan yang bermanfaat seperti kerja bakti atau melibatkan mereka dalam perayaan hari-hari besar keagamaan ini bertujuan agar remaja merasa memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan. Kerjasama dengan tokoh Agama seperti pembinaan mental dan Spiritual yaitu untuk menyelenggarakan kegiatan keagamaan Sondak, keagamaan atau kelompok diskusi tentang Nilai-nilai Moral kegiatan ini dapat memperkuat iman dan karakter mereka. Dari hasil wawancara di atas maka dengan adanya kerjasama dengan semua elemen itu sangat penting mengatasi kenakalan remaja tersebut dan dapat membentuk karakter dan sifat remaja agar lebih baik. Sedangkan menurut pendapat salah satu tokoh pemerintah dusun bapak Irfan waleuru mengatakan bahwa : Kami sangat mendukung program yang di buat oleh kepala pemuda ini karna sangat berdampak positif bagi remaja karna mereka sangat senang karena turut terlibat dalam kegiatan positif tersebut sehingga mereka bisa menunjukan bakat dan minat mereka agar mereka terhindar dari dampak negatif yang akan merusak masa depan mereka. dengan adanya kegiatan ini bisa membuat mereka menjadi teladan dan dengan mudah bisa membimbing, memfasilitasi, komunikasi dan kerukunan serta menjadi agen pengerak sosial untuk meningkatkan partisipasi kepada mereka dalam mensukseskan program tersebut. Berdasarkan hasil wawancara maka dapat dikatakan bahwa untuk mencapai sebuah kesuksesan seorang kepala pemuda harus adanya kerja sama dari semua elemen untuk mendapat solusi yang baik dalam mengatasi kenakalan Sehingga kenakalan remaja di dusun Vol. 6 No. 1 (Juni, 2. Yalahatan dapat dihindari dengan berbagai strategi pembinaan keagamaan yang dilakukan oleh kepala pemuda melalui kerja sama dengan melaksanakan berbagai kegiatan kerohanian. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter, moral, dan kesadaran spiritual remaja agar terhindar dari perilaku menyimpang. Pengawasan dan Pendampingan Remaja Implementasi strategi kepala pemuda dalam pengawasan dan pendampingan remaja digunakan untuk melihat bagaimana peran kepala pemuda dalam mengontrol, membina, serta mengarahkan perilaku remaja agar terhindar dari tindakan kenakalan remaja. Hal ini dapat dijelaskan dengan menggunakan Teori Kontrol Sosial (Social Control Theor. dari Travis Hirschi. Teori ini menyatakan bahwa seseorang cenderung tidak melakukan perilaku menyimpang apabila memiliki hubungan sosial yang kuat dengan lingkungan, keluarga, dan masyarakat. Sebaliknya, lemahnya pengawasan dan ikatan sosial dapat menyebabkan remaja lebih mudah terlibat dalam kenakalan atau prilaku negative menjadi lebih besar. Menurut Hirschi, terdapat empat unsur penting dalam kontrol sosial, yaitu: Attachment (Kedekatan atau Ikatan Sosia. , dalam hal ini kepala pemuda berusaha membangun hubungan yang baik dengan remaja melalui komunikasi, pendekatan persuasif, dan keterlibatan dalam kegiatan Karena melalui hubungan yang dekat, remaja akan merasa diperhatikan sehingga lebih mudah menerima arahan dan nasihat. Commitment (Komitmen terhadap Nilai Sosia. Remaja yang memiliki komitmen terhadap pendidikan, kegiatan sosial, dan aturan masyarakat cenderung menghindari perilaku Kepala pemuda berperan dalam menanamkan tanggung jawab sosial kepada remaja melalui pembinaan dan pengawasan. Involvement (Keterlibatan dalam Aktivitas Positi. Dalam hal ini menjelaskan bahwa semakin banyak waktu remaja digunakan untuk kegiatan positif, maka semakin kecil peluang mereka melakukan kenakalan remaja. Oleh karena itu, kepala pemuda melakukan pendampingan melalui pelibatan remaja dalam berbagai aktivitas masyarakat. Belief (Kepercayaan terhadap Norma dan Atura. Pengawasan dan pendampingan juga bertujuan menanamkan kepercayaan remaja terhadap nilai moral, norma adat, dan aturan Kepala pemuda memberikan Jurnal Sains. Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (Juni, 2. pembinaan agar remaja memahami bahwa tindakan kenakalan dapat merugikan diri Melalui pendekatan tersebut, remaja diharapkan memiliki kesadaran untuk menaati aturan dan menjaga nama baik lingkungan dusun. Hirschi berpendapat bahwa pada dasarnya setiap individu memiliki kemungkinan untuk melakukan Namun, ikatan sosial yang kuat berfungsi sebagai pengendali yang mencegah perilaku tersebut. Dengan memperkuat keempat unsur tersebut, risiko kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, maupun Perilaku menyimpang pada remaja dapat dicegah melalui ikatan sosial yang kuat dengan keluarga, lingkungan dan masyarakat. Dalam konteks pengawasan dan pendampingan remaja, semakin kuat hubungan emosional, komitmen terhadap masa depan, keterlibatan dalam kegiatan positif, dan kepercayaan terhadap nilai-nilai kemungkinan remaja terlibat dalam perilaku Pengawasan dan pendampingan remaja di Dusun Yalahatan Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah merupakan salah satu strategi utama yang dilakukan oleh kepala pemuda dalam upaya mengurangi kenakalan remaja. Pengawasan dilakukan tidak hanya secara formal melalui kegiatan terjadwal, tetapi juga secara informal melalui pendekatan kekeluargaan dan interaksi langsung dalam kehidupan sehari-hari remaja. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa remaja memiliki arah aktivitas yang positif serta tidak terjerumus dalam perilaku Berdasarkan hasil penelitian, bentuk pengawasan yang dilakukan meliputi pemantauan aktivitas remaja pada malam hari, keterlibatan dalam kegiatan olahraga mingguan, serta pengawasan dalam kegiatan sosial dan Kepala pemuda juga melakukan pendekatan personal kepada remaja yang terindikasi melakukan perilaku menyimpang Tabel 1. Kegiatan pembinaan remaja Jenis Kegiatan 1 Olahraga . epak bola/bulu tangki. 2 Pembinaan keagamaan 3 Kerja bakti lingkungan dengan memberikan nasihat, arahan, serta melibatkan orang tua dalam proses pembinaan. Pendampingan ini dilakukan secara berkelanjutan untuk membangun kedekatan emosional antara pengurus pemuda dan remaja. Jika dikaitkan dengan teori kontrol sosial Travis Hirschi, pengawasan dan pendampingan yang dilakukan di Dusun Yalahatan dapat dipahami sebagai upaya memperkuat ikatan sosial . ocial bon. antara remaja dengan lingkungan sosialnya. Ikatan tersebut mencakup keterlibatan . dalam kegiatan positif, komitmen terhadap norma sosial, serta kepercayaan terhadap nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Ketika ikatan sosial ini diperkuat melalui kegiatan kepemudaan, maka kecenderungan remaja untuk melakukan kenakalan menjadi berkurang. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala pemuda mengenai pengawasan dan pendampingan remaja di dusun Yahalatan menjelaskan bahwa : Saya selaku kepala pemuda menjalin hubungan yang baik dengan remaja, melakukan komunikasi terbuka dengan remaja, menetapkan aturan yang jelas dan memberikan bimbingan terkait dengan berperilaku yang baik pada sesama dan menanamkan nilai-nilai keagamaan, moral, dan menanamkan nilai-nilai kearifan budaya serta mengajarkan disiplin. selain itu penting untuk mendidik remaja agar memilih dalam bergaul agar tidak terjerumus ke dalam kenakalan remaja Dari pejelas di atas dapat disimpukan bahwa dengan adanya pengawasan dan pendampingan langsung oleh kepala pemuda terhadap remaja itu akan sangat baik dan berdampak positif pada remaja dengan adanya pemuatan nilai - nilai keagamaan, budaya akan memperkuat kepribadian mereka menjadi baik dan menghindari mereka dari pergaulan bebas. Berikut ini ada tabel kegiatan pembinaan remaja. Frekuensi 1 kali seminggu 1 kali sebulan 2 kali sebulan Selain itu kepala pemuda juga mengatakan Ketika saya di Lantik pada tanggal 15 April 2025 dan menjelang satu Minggu saya pun melakukan penanganan terkait dengan Tujuan Mengaalihkan aktivitas negative ke positif Meningkatkan moral dan spriritual Menumbuhkan tanggung jawab sosial kenakalan remaja khususnya dalam angka putus Sekolah dan angka kehamilan. situlah saya pun mencari solusi untuk mengatasinya dengan cara mengadakan pertemuan dengan remaja maupun semua Jurnal Sains. Sosial dan Humaniora elemen dalam mengatasi permasalah tersebut dan saya pun memberikan nasihatnasihat yang baik kepada remaja dengan melakukan bimbingan kepada remaja. Saya berusaha mengajak remaja supaya tidak hanya berkumpul tanpa arah, jadi kami buat kegiatan olahraga dan kerja bakti supaya mereka punya aktivitas yang positif. Ay Namun pengawasan dan pendampingan ini masih menghadapi beberapa kendala. Hambatan utama yang ditemukan adalah masih adanya remaja yang kurang disiplin dalam mengikuti kegiatan yang telah dijadwalkan, pengaruh kuat dari teman sebaya yang cenderung melakukan aktivitas negatif, serta keterbatasan fasilitas pendukung kegiatan seperti lapangan olahraga dan sarana kegiatan pemuda. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam pengawasan masih belum optimal sehingga sebagian remaja masih memiliki ruang untuk melakukan aktivitas di luar kontrol sosial yang ada. Ada pun hasil wawancara dengan bapak Mateis waleuru selaku orang tua menjelaskan Menurut saya selaku orang tua sangat mendukung bersama kepala pemuda yang merupakan salah hubungan baik untuk di apresiasi karena menyangkut dengan kebaikan anak - anak dan kepala pemuda pun meminta kepada orang untuk anak-anak memberikan didikan yang terbaik kepada mereka dengan segala keterbatasan yang Begitupun dengan hasil wawancara dengan bapak Muliadi waleuru selaku orang tua menjelaskan bahwa: Menurut saya selaku orang tua dengan adanya pendampingan yang di lakukan oleh kepala pemuda melalui kerja sama dengan orang tua itu sangat berdampak positif pada anak - anak terhadap perilaku mereka contoh nyata yang terjadi pada anak saya yang pada awalnya perilaku sangat buruk dalam bergaul ia selaku membuat banyak masalah seperti sering kali melakukan tauran dengan anak remaja dari dusun Ampera, dan sering mengonsumsi minuman alkohol dan berperilaku pun buruk, dengan adanya kebijakan dari kepala pemuda tersebut sedang melalui ada perubahan yang baik pada anak saya. Vol. 6 No. 1 (Juni, 2. Adapun hasil wawancara dengan bapak Martin selaku tokoh Masyarakat mengatakan Sebelumnya sering terjadi perkelahian antar pemuda dan konsumsi minuman keras tercatat sekitar 10-12 orang, tapi sekarang sudah mulai berkurang menjadi 3-5 remaja karena ada kegiatan yang diatur oleh kepala Ay Begitupun dengan hasil wawancara dengan Kamelani Waleuru selaku remaja mengatakan Kalau ada kegiatan olahraga kami lebih senang ikut, jadi tidak terlalu sering keluar malam atau kumpul tidak jelas. Ay Meskipun terdapat penurunan perilaku kenakalan remaja, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan dan pendampingan masih perlu ditingkatkan agar lebih efektif dan Dari penjelasan di atas maka sangat penting ada pendampingan yang di lakukan dengan baik oleh kepala pemuda dan di dukung oleh semua elemen itu akan sangat berdampak baik pada anak-anak kita dan akan menghindari mereka dari kenakalan remaja. Melalui pengawasan yang baik dan pendampingan yang berkelanjutan, kepala pemuda dapat membantu mengurangi kenakalan remaja di Dusun Yalahatan Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Dengan menunjukkan bahwa implementasi strategi kepala pemuda di Dusun Yalahatan sangat penting sekali untuk mengatasi kenakalan remaja. Strategi yang dilakukan kepala pemuda tidak hanya berupa pemberian nasihat, tetapi juga melalui pendekatan sosial, keagamaan, dan kegiatan positif yang melibatkan para remaja secara Implementasi Strategi tersebut dilakukan melalui ketiga indicator tersebut mampu membentuk karakter remaja yang disiplin, aktif, bertanggung jawab, dan memiliki perilaku sosial yang baik dan rasa tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Dan pada kenyataannya di Dusun Yalahatan strategi kepala pemuda ini berhasil dilaksanakan. IV. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi strategi kepala pemuda dalam mengatasi kenakalan remaja di Dusun Yalahatan Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah telah dilakukan melalui berbagai upaya pembinaan yang melibatkan remaja. Jurnal Sains. Sosial dan Humaniora keluarga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Strategi yang diterapkan mencakup pelaksanaan kegiatan olahraga, pembinaan keagamaan, pendampingan terhadap remaja yang bertujuan mengarahkan mereka pada aktivitas yang positif dan produktif. Pelaksanaan strategi tersebut menunjukkan kontribusi yang cukup baik dalam mengurangi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti konsumsi minuman keras, perkelahian, dan rendahnya partisipasi dalam kegiatan sosial, meskipun masih ditemukan beberapa kendala yang berkaitan dengan pengaruh lingkungan pergaulan, kurangnya pengawasan orang tua, serta keterbatasan sarana pendukung kegiatan Berdasarkan hasil penelitian mengenai AuImplementasi Strategi Kepala Pemuda dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di Dusun Yalahatan Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku TengahAy. Meskipun terdapat penurunan perilaku kenakalan remaja, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan dan pendampingan masih perlu ditingkatkan agar lebih efektif dan Beberapa direkomendasikan antara lain peningkatan kerja sama antara kepala pemuda, pihak sekolah, dan orang tua dalam sistem pengawasan remaja. pengembangan kegiatan kepemudaan yang lebih inovatif dan menarik agar meningkatkan partisipasi remaja. serta pelatihan bagi pengurus pemuda dalam bidang pembinaan remaja dan manajemen konflik sosial. Selain itu, diperlukan evaluasi program secara berkala untuk menilai efektivitas setiap kegiatan yang dilaksanakan sehingga strategi yang diterapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika remaja di Dusun Yalahatan. Dengan adanya pendampingan yang lebih sistematis, diharapkan kenakalan remaja dapat terus ditekan dan terbentuk generasi muda yang lebih disiplin, bertanggung jawab, berakhlak baik serta berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat. Vol. 6 No. 1 (Juni, 2. DAFTAR PUSTAKA