Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 DOI http://dx. org/10. 36722/psn. [SN . Pemberdayaan Karang Taruna dalam Mengoptimalkan Pengolahan Sampah Organik dengan Maggot BSF di Desa Cikidang Sukabumi Gayatri Atmadi1*. Syafitri Jumianto2. Imsar Gunawan1. Kun Mardiwati Rahayu2. Nurul Robbi Sepang1. Dewi Elfidasari2 Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Al Azhar Indonesia Biologi. Fakultas Sains dan Teknologi,Universitas Al Azhar Indonesia Jl. Sisingamangaraja. Kompleks Masjid Agung Al Azhar. Kebayoran Baru. Jakarta 12110 Email Penulis Korespodensi: gayatri@uai. Abstrak Masalah kebersihan lingkungan merupakan masalah penting yang perlu diperhatikan semua orang baik di kota mau pun di desa. Oleh karena itu, solusi yang tepat perlu diberikan untuk menghasilkan lingkungan hidup yang bersih, nyaman dan sehat. Salah satu langkah untuk menumbuh- kembangkan kesadaran masyarakat, yaitu melalui pendidikan Karang Taruna di desa Cikidang sebagai Ausasaran kegiatanAy dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi dan sehat. Dari hasil observasi yang telah dilakukan, diketahui bahwa pihak Karang Taruna tidak memiliki pengetahuan dalam mengolah sampah organik dengan teknologi ramah lingkungan berupa Maggot BSF . lack soldier fl. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mitra, adalah: . Karang Taruna membutuhkan pengetahuan tentang pengolahan sampah organik dengan Maggot BSF. Karang Taruna tidak memiliki ketrampilan tentang pengolahan sampah yang bisa memberi nilai ekonomis. Karang Taruna tidak memiliki peralatan sederhana untuk budidaya Maggot. Solusi yang ditawarkan kepada mitra berupa pemberian pelatihan dan pendampingan tentang pengolahan sampah organik dengan Maggot BSF. sehingga dapat menjadi makanan ikan dan unggas, serta pemberian peralatan sederhana untuk budidaya Maggot. Kegiatan ini memberikan hasil yang signifikan karena Karang Taruna telah mampu mengurai sampah organik dan budidaya Maggot sehingga bisa menjadi makanan ikan dan unggas yang bernilai ekonomis bagi masyarakat setempat. Kata Kunci: Black soldier fly. Maggot. Mentoring. Pelatihan PENDAHULUAN Desa Cikidang di kabupaten Sukabumi merupakan desa binaan Universitas Al Azhar Indonesia dan merupakan jalur lintas wisata menuju kawasan pantai Selatan Jawa Barat. Namun demikian, kondisi tumpukan sampah yang jorok dan menyumbat aliran sungai mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Cikidang, seperti gambar berikut : Gambar 1. Sampah Berserakan Di Pinggir Sungai Di Cikidang Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Pihak Pemerintah Daerah telah berupaya menanggulangi tumpukan sampah tersebut dan bekerja sama dengan Karang Taruna AuTunas Muda MandiriAy berusaha untuk mencari solusi terbaik agar dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, aman dan nyaman. Dari hasil observasi yang telah dilakukan di Kantor Kepala Desa diketahui bahwa Karang Taruna di desa Cikidang tidak memiliki pengetahuan khusus dalam mengolah sampah secara optimal, khususnya sampah organik dengan teknologi ramah lingkungan sebagai hasil inovasi green economy. Pengertian sampah organik adalah segala macam kotoran yang berasal dari sisa mahluk hidup yang mudah terurai secara alami dan bisa dikelola secara maksimal melalui inovasi green economy atau lingkungan, seperti : tingkat karbon di udara, efisiensi sumber daya alam dan sosial. Contoh penerapan green economy adalah dengan memanfaatkan . lack soldier fly / tentara lalat hitam ) untuk mengoptimalkan pengolahan sampah organik sehingga bisa bernilai ekonomis menjadi pakan ikan dan unggas. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mitra, adalah . Karang Taruna membutuhkan pengetahu-an khusus dan edukasi tentang pengolahan sampah organik ramah lingkungan. Karang Taruna tidak memiliki ketrampilan khusus tentang pengolahan sampah yang bisa memberi nilai ekonomis. Karang Taruna tidak memiliki peralatan sederhana untuk budi daya Maggot BSF. Dalam menghadapi permasalahan kebersihan lingkungan desa di Cikidang, maka solusi yang bisa ditawarkan kepada mitra, antara lain . Pemberian pengetahuan khusus dan edu-kasi tentang pengolahan sampah organik dengan larva Maggot BSF/ black soldier fly. Pemberian ketrampilan khusus tentang pengolahan sampah yang bisa memberi nilai . Pemberian peralatan sederhana untuk budidaya Maggot BSF . Erat kaitannya dengan budidaya Maggot BSF yang dibutuhkan oleh Karang Taruna AuTunas Muda MandiriAy, hasil penelitian (Elfidasarii, 2. menjelaskan Biokonversi sampah organik yang berasal dari sampah rumah tangga di desa Cikidang Sukabumi bisa menggunakan larva BSF atau larva lalat tentara hitam untuk mengurai sampah yang berasal dari kulit pisang dan singkong. Selain itu, hasil penelitian (Nefi Andriana Fajri, 2. menerangkan bahwa biokonversi sampah organik mampu menjadikan Maggot sebagai sumber protein pengganti tepung ikan. Berdasarkan pada kedua hasil penelitian ini, maka pihak Universitas Al Azhar Indonesia bermaksud untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di desa Cikidang, kabupaten Sukabumi. METODE Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat bersama pihak Karang Taruna desa dilakukan secara tiga tahap, yaitu : Pelatihan untuk memperoleh pemahaman tentang apa itu Maggot BSF dan penjelasan tentang bagaimana melakukan budidaya Maggot. Evaluasi kegiatan pelatihan budidaya Maggot BSF. Pendampingan sebagai upaya mentoring atas pelaksanaan budidaya Maggot. Waktu dan Tempat Pelaksanaan 7-8 September 2022: Pelatihan dilakukan di Vila Kampung Ulin Cikidang. Jl. Cigelong. Kabupaten Sukabumi. Jawa Barat 43367. 16 November 2022: Pendampingan Karang Taruna di desa Cikidang tempat kandang Maggot BSF. Alat dan Bahan Seperangkat alat yang digunakan selama pelaksanaan pelatihan, adalah: Kandang Maggot berwarna hijau hasil rakitan sendiri, jaring ikan, beberapa bak baskom plastik, beberapa potongan kayu untuk tempat penetasan telur lalat, ember, saringan, tong sampah, centong dan Bahan-bahan yang diperlukan, adalah : Tentara lalat hitam / BSF, telur BSF. Maggot segar, dan 1 kg. Maggot kering. Langkah Pelaksanaan Ada empat tahapan yang dilalui dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, yaitu : Perencanaan. pembentukan Tim Abdimas Cikidang yang merupakan kolaborasi antara Ilmu Komunikasi. FISIP UAI dengan Biologi. FST,UAI. Dalam tahap awal perencanaan, peran public relations mulai dari pembinaan hubungan baik dengan komunitas Karang Taruna, pengurusan surat ijin kegiatan serta bukti pelaksanaan kegiatan, pelaksanaan rapat secara langsung dan online dengan aplikasi virtual AoZoomAo, menghubungi Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 pihak jurnalis lokal yang didampingi dengan Karang Taruna, pembuatan Siaran Pers, hingga pembuatan dokumen kegiatan saat pelatihan dan Selain itu, penyusunan proposal kegiatan, pembuatan laporan kemajuan dan laporan akhir hingga publikasi kegiatan dilakukan sepenuhnya sesuai peran public relations as communication technician (Glen M. Broom, 2. Pelaksanaan . berupa sosialisasi kegiatan pelatihan dan pendampingan budidaya Maggot BSF. di desa Cikidang yang diadakan pada dua tempat yang berbeda, yaitu : Pelatihan di Vila Kampung Ulin Cikidang Pendampingan di desa Cikidang tempat kandang Maggot di antara area persawahan. Evaluasi . dilakukan dengan mengadakan kegiatan pre-test dan post-test saat pelatihan. Keberlanjutan . merupakan rencana kegiatan yang akan dirancang untuk melengkapi pemenuhan kebutuhan mesin pengolah sampah Gambar 2. Siklus Hidup Larva Maggot BSF Sebagai Pengurai Sampah Organik Bertempat di area terbuka yang berdekatan dengan kolam ikan, pelaksanaan pelatihan budidaya Maggot ini disertai dengan pemberian contoh langsung berupa lalat hitam BSF, telur BSF. Maggot segar. Maggot kering, pupa dan kandang Maggot hasil rakitan pihak UAI Riset yang telah dilakukan oleh (Rizal Ula Ananta Fauzi, 2. , membuktikan bahwa : AuPemberi-an Pelatihan dan Pendampingan untuk memperoleh ketrampilan khusus pengolahan sampah organik dengan Maggot BSF bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan pakan ikan nila dan pakan ikan leleAy. Dalam gambar berikut, tampak Kepala Desa beserta jajaran Karang Taruna mencermati dengan antusias Maggot kering yang dibawa oleh Bapak Syafitri Jumianto yang dipersiapkan untuk diberikan kepada ikan di kolam. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 15 anggota Karang Taruna AuTunas Muda MandiriAy di desa Cikidang. Tahap pertama diisi dengan kegiatan pelatihan budidaya Maggot BSF, tahap kedua diisi dengan evaluasi kegiatan pelatihan dan tahap ketiga berupa pendampingan atau mentoring atas pelaksanaan praktek budidaya Maggot . Pelatihan Budidaya Maggot BSF Pelatihan dibuka oleh Kepala Desa Cikidang. Bapak Suhendra didampingi oleh Ketua Karang Taruna. Bapak Yogi Suprayoga yang diketahui oleh Ibu Gayatri Atmadi dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI). Usai pembukaan pelatihan, ada pengarahan singkat yang diberikan oleh Bapak Syafitri Jumianto dan Ibu Kun M. Rahayu dari UAI tentang beberapa tahapan penting dalam budidaya Maggot mengikuti siklus kehidupan tentara lalat hitam / BSF. Penjelasan tentang siklus hidup black soldier fly bisa dicermati lewat Gambar 2. Gambar 3. Pelaksanaan Pelatihan Budidaya Maggot Dihadapan Karang Taruna AuTunas Muda MandiriAy Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 baik bagi para peserta. Dalam hal apakah pelatihan yang sudah dilakukan dapat diterapkan di sekolah, rumah atau lingkungan sekitar dari para peserta, maka kebanyakan( sebanyak 93,3 %) peserta menganggap dapat diterapkan, hanya 6,7 % dari peserta yang menganggap tidak dapat diterapkan. Peserta juga ditanya mengenai hal apa yang sekiranya bisa diperbaiki, maka sebanyak 46,7 % menjawab waktu kegiatan agar lebih disesuaikan lagi. kemudian 40 % peserta menjawab materi bisa diperbanyak dan dan hanya 13,3 % peserta menjawab informasi kegitan yang harus . Seluruh peserta menganggap secara keseluruhan kegiatan pelatihan budidaya Maggot baik. Maksud dari baik adalah kegiatan yang sudah dilakukan bermanfaat dan berjalan dengan baik. Seluruh peserta juga menyatakan jika ada kegiatan lanjutan, maka semua akan ikut serta di dalamnya. Hal ini berarti bahwa para peserta setuju jika ada kegiatan lanjutan dan berharap manfaat yang lebih banyak lagi jika diadakan kegiatan Selain itu, ada juga beberapa usulan yang didapat dari peserta adalah: membuat WA group untuk pertukaran informasi, keberlanjutan pelatihan dengan melakukan bimbingan bagi para peserta, adanya pelatihan mengenai strategi marketing bagi hasil budidaya Maggot, serta diadakannya pelatihan dengan tema pertanian Gambar 4. Foto Bersama Usai Pelatihan Budidaya Maggot Dengan Jajaran Karang Taruna & Tim Abdimas UAI, 8 September 2022 . Evaluasi Pelatihan Budidaya Maggot BSF Evaluasi kegiatan dilaksanakan dengan melakukan tes sebelum dan sesudah pelatihan, yang bisa dijelaskan lewat Tabel 1. Tabel 1. Presentasi Soal Yang Dijawab Benar Saat Pre-Test & Post-Test No: Soal: Pengetahuan tentang Maggot BSF Fase metamorfosa Maggot BSF Manfaat Maggot BSF Waktu siklus hidup lalat BSF Pakan Maggot BSF Suhu optimum pertumbuhan BSF Produk yang dihasilkan dari lalat BSF Bentuk telur lalat hitam /BSF Proses setelah lalat betina Pengetahuan tentang gambar dari BSF Pretest 73,3% Posttest 46,7% 46,7% 53,3% 46,7% 66,7% 53,3% 53,3% 46,7% 33,3% 46,7% 26,7% 86,7% Pendampingan Budidaya Maggot BSF Kegiatan mentoring ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung apakah pihak Karang Taruna dapat mempraktekan tata cara pembudidayaan Maggot BSF sesuai dengan ketentuan yang diberikan saat pelatihan dua bulan yang lalu. Dalam gambar berikut tampak Ibu Kun Rahayu dari UAI sedang mengamati pertumbuhan lalat hitam dalam kandang hasil rakitan sendiri. Terlihat jelas di dalamnya beberapa lalat hitam bergelantungan di lembaran daun kering yang merupakan sampah organik yang ada di dalam kandang. Hasil yang signifikan dari pelatihan budidaya Maggot ini menghasilkan Maggot yang tumbuh sehat dan lebih padat berisi daripada contoh Maggot yang pernah diberikan sebelumnya. (Sumber: Olahan Tim Abdimas Cikidang 2. Dari Tabel 1 dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan tentang budidaya Maggot yang signifikan antara sebelum mengikuti pelatihan dan sesudah mengikuti pelatihan. Hal ini dapat diartikan bahwa pelatihan budidaya Maggot BSF berhasil meningkatkan pengetahuan para peserta pelatihan dari Karang Taruna di Cikidang. Selain melihat pengetahuan para peserta pelatihan budidaya Maggot, para peserta penyelenggaraan pelatihan. Berikut ini hasilnya, adalah : . Untuk pemaparan materi dan narasumber, para peserta kebanyakan menilai sangat jelas . %, dan jelas . %). Hal ini dapat diartikan baik materi dan narasumber sudah sangat tepat, dan dapat dipahami dengan Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 UCAPAN TERIMA KASIH Tim Abdimas Cikidang mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Al Azhar Indonesia (LPPM UAI). Kepala Desa Cikidang. Sekretaris Desa Cikidang dan jajaran Karang Taruna AuTunas Muda MandiriAy yang telah berpartisipasi dan bekerja sama dalam kegiatan pengabdian masyarakat di desa Cikidang. Sukabumi. Gambar 5. Gambar 6. Saat Pendampingan: Periksa Kandang BSF dan BSF Hinggap di Daun Kering Dalam Kandang DAFTAR PUSTAKA