PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 1, 2026 e-ISSN : 2622-6383 Pengaruh Profitabilitas dan Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Moderasi Pada IDX Sharia Growth Putamsa Apradu Bari1. Suryo Budi Santoso*2. Rina Mudjiyanti3. Amir4 suryobs@gmail. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Indonesia1,*2,3,4 Abstrak Nilai perusahaan mencerminkan bagaimana investor menilai suatu entitas bisnis. Profitabilitas dan likuiditas memainkan peran penting dalam menentukan nilai perusahaan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas dan likuiditas terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai moderasi. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari perusahaan yang terdaftar di IDX Sharia Growth (IDXSHAGROW) untuk periode 2022-2024. Sebanyak 63 sampel data diperoleh menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 27 melalui regresi linier berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa profitabilitas dan likuiditas memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Namun, kebijakan dividen tidak mampu memoderasi profitabilitas dan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Studi ini berfokus pada indeks IDX Sharia Growth, yang merupakan indeks terbaru yang diluncurkan pada tahun 2022. Dari sini, masih terdapat kekurangan peneliti yang mempelajari indeks IDX Sharia Growth. Penelitian ini mengindikasikan bahwa manajemen perusahaan berbasis syariah perlu menitikberatkan perhatian pada peningkatan profitabilitas serta pengelolaan likuiditas yang efektif sebagai upaya strategis untuk memperkuat nilai perusahaan. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi investor dan peneliti selanjutnya dalam memahami pola penilaian perusahaan yang tergabung dalam indeks IDX Sharia Growth. Kata Kunci: kebijakan dividen. nilai perusahaan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Pertumbuhan ekonomi berfungsi sebagai indikator penting yang menandakan keberhasilan kemajuan suatu negara. Untuk mendorong aktivitas ekonomi yang lebih optimal, pemerintah berupaya memperkuat berbagai sektor, termasuk sektor swasta. Pada praktiknya, pelaku usaha sering membutuhkan tambahan modal dari luar perusahaan agar dapat memperluas kegiatan bisnisnya (Soeharjoto & Inviah, 2. Menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah menyediakan pasar modal sebagai sarana pendanaan yang dapat diakses oleh perusahaan. Di Indonesia, di mana mayoritas penduduk memeluk agama Islam, terdapat peluang substansial untuk membangun pasar modal sesuai dengan prinsip syariah (Azzura et al. , 2. Keberadaan pasar modal yang sesuai dengan prinsip syariah memberikan peluang investasi yang memfasilitasi keuangan perusahaan, sekaligus sejalan dengan nilai-nilai yang diyakini masyarakat. Bagi perusahaan, keberadaan pasar modal berperan penting dalam membantu memenuhi kebutuhan pendanaan untuk meningkatkan produktivitas serta memperluas nilai investasinya. Hal ini juga dialami oleh perusahan yang tergabung dalam IDX Sharia Growth. IDX Sharia Growth adalah indeks saham syariah terbaru dan secara resmi diperkenalkan di Bursa Efek Indonesia pada Oktober 2022. Indeks ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan dari 30 saham syariah yang menunjukan tren perkembangan pendapatan dan keuntungan serta likuiditas yang baik (Nurfadilah et al. , 2. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 747 Pasar modal syariah di indonesia mengalami perkembangan yang substansial. Menurut data Bursa Efek Indonesia, jumlah saham syariah meningkat sebesar 61% selama lima tahun terakhir, dari 2018 hingga 2024. Terdapat 144. 913 investor yang terlibat di pasar saham syariah pada April 2024 (Azzah et al. , 2. Tetapi, indeks saham syariah mengalami koreksi, terutama IDX Sharia Growth yang mengalami penurunan sebesar 4,71% pada akhir tahun 2024 (OJK, 2. Fenomena penurunan indeks ini tidak hanya memberikan gambaran mengenai kinerja pada sebuah perusahaan tetapi bagaimana perusahaan harus berupaya meningkatkan nilai perusahaan demi menguntungkan para pemegang Tujuan utama sebuah perusahaan adalah memperoleh keuntungan yang optimal sekaligus menarik minat investor untuk meningkatkan nilai perusahaan (Fadillah et al. , 2. Sebelum menanamkan modal, investor biasanya menilai terlebih dahulu bagaimana kinerja perusahaan tersebut (Mooy & Purwanto, 2. Nilai perusahaan dapat dilihat dari harga sahamnya di pasar, yang menjadikan indikator penting mengenai seberapa menjanjikannya peluang investasi yang ditawarkan. Informasi terkait nilai perusahaan sangat dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan, karena data tersebut menyokong investor memahami saham yang sedang berkembang dan menunjukkan performa yang solid (Hidayat & Khotimah, 2. Ketika perusahaan dinilai memiliki prospek yang baik, kondisi ini dapat memperkuat kepercayaan investor dan mendorong meningkatnya nilai perusahaan. Salah satu faktor seperti profitabilitas dapat memberikan pengaruh terhadap nilai Mengacu pada kapasitas suatu bisnis untuk mendapatkan laba dalam kaitannya dengan penjualan usaha, keseluruhan aset, atau ekuitas yang dimilikinya (Mudjiyanti et al. , 2. Profitabilitas memiliki peran krusial pada keseluruhan aspek bisnis mengingat bahwa profitabilitas mencerminkan efisiensi dari sebuah perusahaan (Isnaeni et al. , 2. Semakin bertambah keuntungan bisnis yang dihasilkan dari aset perusahaan, menyebabkan mengingkatnya minat investor karena potensi keuntungan yang signifikan dari perusahaan. Menurut penelitian Yuswandani et al. , dan Markonah et al. Sofiyana et al. menunjukan bahwa profitabilitas secara positif mempengaruhi nilai Sedangkan pada penelitian MasAoud et al. menunjukan profitabilitas berpengaruh negatif. Hasil berbeda ditunjukan oleh Aryadita et al. dan Bhimantara & Dinarjito . menunjukan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh. Faktor selanjutnya adalah likuiditas. Merujuk kapasitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara efisien memanfaatkan aset lancar, termasuk hutang usaha, dividen, pembayaran pajak, dan komitmen serupa (Santoso et al. , 2. Jika suatu perusahaan muncul tagihan sebuah hutang, perusahaan tersebut akan berupaya memenuhi kewajiban tersebut. Likuiditas yang tinggi pada perusahaan, dapat dikatakan perusahaan tersebut mempunyai kapabilitas dan keuntungan yang kuat (Cahyani et al. Perusahaan yang mempunyai tingkat likuiditas tinggi seringkali menarik minat besar dari investor yang ingin membeli sebuah saham (Mahendra & Sahibuddin, 2. Likuiditas secara positif berpengaruh terhadap nilai perusahaan menurut penelitian (Permata et al. Damayanti & Sucipto, 2. Hasil berbeda ditunjukan oleh Saputri & Giovanni . bahwa likuiditas berpengaruh negatif. Sedangkan menurut Santoso & Junaeni . dan Mahendra & Sahibuddin . menyatakan likuiditas tidak berpengaruh. Faktor penting lainnya adalah Kebijakan Dividen. Bagaimana perusahaan dalam menetapkan proporsi keuntungan yang hendak ditahan untuk diinvestasikan di waktu yang akan datang, dan memutuskan seberapa banyak bagian yang dialokasikan sebagai dividen untuk di distribusikan kepada pemegang saham (Santoso & Astuti, 2. Kinerja suatu perusahaan yang meningkat bersama dengan pembagian dividen kepada pemegang saham, akan memberi dampak dalam penilaian perusahaan seperti yang Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 748 terlihat dari kenaikan harga sahamnya. Investor sering menganalisa rasio dividen terhadap laba yang dihasilkan perusahaan saat pengambilan keputusan investasi (Widyawati & Indriani, 2. Penelitian Jariah et al. dan Njoku & Lee . menunjukan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Terdapat hasil berbeda pada penelitian Khoiriyah et al. bahwa kebijakan dividen berpengaruh negatif. Sedangkan penelitian Luckyardi et al. menunjukan kebijakan dividen tidak Kajian literatur menunjukan bahwa terdapat variasi dalam temuan penelitian terdahulu terkait berbagai faktor penyebab pengungkapan nilai perusahaan, sehingga menyisakan kesenjangan penelitian. Dengan fokus penelitian pada perusahaan yang terdaftar di IDX Sharia Growth sebagai objek penelitian, yang dimana masih sedikitnya penelitian yang membahas fokus tersebut. Dalam penelitian ini, kebijakan dividen diposisikan sebagai variabel moderasi. Variabel moderasi digunakan untuk melihat apakah kebijakan dividen dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh kedua faktor tersebut. Maka perannya dalam hal ini belum dieksplorasi secara memadai dalam penelitianpenelitian sebelumnya, sehingga menciptakan kesenjangan teoretis dan empiris yang ingin dikaji dalam penelitian ini. Signaling Theory Signaling Theory merupakan suatu teori yang diajukan oleh (Spence, 1. Teori sinyal mengkaji bagaimana prosedur manajemen perusahaan untuk menyampaikan pandangan mereka tentang prospek bisnisnya kepada invesor. Tujuan dari sinyal ini adalah untuk menciptakan komunikasi yang seimbang antara investor dan perusahaan (Maldina et al. , 2. Sinyal-sinyal tersebut menyampaikan informasi mengenai tindakan manajemen untuk memenuhi keinginan para pemegang saham. Manajemen yang menggunakan motivasi sinyal bertujuan agar kinerja perusahaan memberikan sinyal yang menguntungkan mengenai potensi investasi, sehingga menarik investor untuk membeli saham perusahaan (Christina et al. , 2. Ketika masuknya investor ke dalam suatu perusahaan, maka akan memicu peningkatan pada volume sebuah perdagangan Keadaan tersebut menyebabkan harga saham mengalami kenaikan, yang mendorong naiknya nilai suatu perusahaan. Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Profitabilitas bagi suatu bisnis menandakan efektivitas untuk memperoleh sebuah laba dan menunjukan kesuksesan finansial yang kuat (Amir et al. , 2. Peningkatan pada laba yang dihasilkan perusahaan mengakibatkan peningkatan pembayaran dividen kepada pemegang saham. Signaling theory menjelaskan bagaimana perusahaan berusaha menyampaikan informasi kepada pemegang saham mengenai persepsi manajemen terhadap prospek bisnis mereka (Murti & Azizah, 2. Ketika manajemen memiliki informasi yang menguntungkan mengenai kinerja bisnis yang baik, mereka memberikan sinyal kepada investor, serta mendorong mereka untuk mengalokasikan sumber dayanya ke Sinyal ini memperkuat kepercayaan dan minat investor. Dibuktikan studi oleh Hidayat & Khotimah . Markonah et al. , dan Yuswandani et al. memperlihatkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas merupakan tolok ukur utama bagi suatu bisnis dan mempunyai peran vital dalam naiknya nilai suatu perusahaan. H1: Profitabilitas berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 749 Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Tingkat tingkat likuiditas menunjukan kesanggupan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Suatu perusahaan dengan tingkat likuiditas yang kuat biasanya menyampaikan sinyal bagi investor supaya mendorong mereka untuk menanamkan sumber dayanya. Menurut signaling theory, manajemen menyampaikan informasi kepada pemegang saham sebagai sinyal persepsi mereka terhadap prospek atau kondisi masa depan perusahaan (Riki et al. , 2. Dengan tingginya rasio likuiditas menunjukan perusahaan yang efektif dalam memanfaatkan aset yang dimilikinya (Mudjiono & Osesoga, 2. Ketika Perusahaan mampu untuk melunasi hutang yang jatuh tempo akan dilihat oleh investor dengan baik, sehingga mendorong mereka untuk mengalokasikan dananya pada perusahaan tersebut. Diperkuat studi oleh Yuswandani et . Natalie & Lisiantara . , dan Iman et al. menunjukan bahwa likuiditas secara positif mempengaruhi nilai perusahaan. Investor memiliki kepercayaan terhadap kinerja perusahaan yang solid sehingga berkontribusi pada peningkatan nilai perusahaan. H2: Likuiditas berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Kebijakan dividen pada dasarnya merupakan keputusan manajemen yang menentukan besaran laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham (Putri & Mulyandini, 2. Saat perusahaan memutuskan untuk meningkatkan tingkat pembagian dividen, keputusan ini sering dianggap oleh investor sebagai tanda bahwa manajemen yakin dengan kondisi keuangan yang stabil serta prospek keuntungan yang berkelanjutan. Menurut teori signaling theory, peningkatan dividen memberikan sinyal positif yang dapat mengurangi ketimpangan informasi antara manajemen dan investor. Sinyal ini mengindikasikan bahwa perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang kuat, memiliki arus kas yang cukup, dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Didukung studi Njoku & Lee . Hasanuddin . , dan Siregar et al. menunjukan kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Respons pasar terhadap pembagian dividen biasanya berupa peningkatan minat beli saham, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga saham sekaligus memperkuat nilai perusahaan. H3: Kebijakan Dividen berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan Kebijakan Dividen Memoderasi Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Kebijakan dividen dalam perusahaan adalah kebijakan untuk menentukan apakah laba yang dihasilkan perusahaan untuk di distribusikan kepada pemegang saham atau disimpan sebagai laba ditahan untuk pendanaan perusahaan di masa mendatang. Menurut signaling theory, terdapat kecenderungan bahwa harga saham akan mengalami peningkatan ketika perusahaan mengumumkan kenaikan pembagian dividen (Nofika & Nurhayati, 2. Informasi mengenai pembagian dividen akan dipandang sebagai sinyal baik bagi investor, karena mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kinerja suatu bisnis, yang akhirnya dapat menambah atensi investor dalam membeli saham dan berinvestasi pada perusahaan tersebut (Christina et al. , 2. Didukung studi oleh Fajaria & Isnalita . Yenianse . , dan Anjani & Badjuri . bahwa kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Kenaikan profitabilitas disertai dengan kebijakan dividen yang efektif menandakan kinerja perusahaan dan prospek bisnis yang positif, maka mampu mempengaruhi naiknya harga saham dan nilai perusahaan. H4: Kebijakan Dividen mampu memoderasi Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 750 Kebijakan Dividen Memoderasi Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Sebelum dividen di distribusikan kepada pemegang saham, suatu perusahaan harus memastikan bahwa kewajiban jangka pendeknya telah terpenuhi menggunakan asetnya, termasuk cadangan kas perusahaan. Kas itu nantinya dialokasikan kepada para pemegang saham sebagai dividen. Menurut signaling theory, kenaikan dividen yang signifikan biasanya menandakan kepada pemegang saham bahwa manajemen suatu perusahaan dapat mengantisipasi tingkat pengembalian menguntungkan di masa yang akan datang (Riki et al. , 2. Pembagian dividen yang tinggi juga berpotensi menarik perhatian investor sehingga memungkinkan untuk berinvestasi, dan investor akan senantiasa mempertahankan saham perusahaan atau bahkan menambahkan jumlah investasinya pada perusahaan (Mudjiono & Osesoga, 2. Penelitian oleh (Riska et al. , (Kasmawati et al. , 2. , dan (Yenianse, 2. mendukung bahwa kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Menandakan bagaimana persepsi investor pada suatu perusahaan yang menunjukan kapabilitas dalam mengelola aset yang dimiliki, sehingga memberikan dampak meningkatnya nilai H5: Kebijakan Dividen mampu memoderasi Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan Metode Analisis Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan analisis data kuantitatif karena sifat data yang numerik. Data tersebut diklasifikasikan sebagai data sekunder dikarenakan data didapatkan secara tidak langsung melalui perantara (Pratama & Nurhayat, 2. Data yang didapatkan untuk penelitian bersumber dari laporan keuangan tahunan dari sejumlah perusahaan yang telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi pada penelitian ini meliputi perusahaan yang terdaftar di IDX Sharia Growth periode 2022-2024. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk pemilihan sampel. Purposive Sampling adalah metode yang mana sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang dianggap relevan oleh peneliti (Muin, 2. Penelitian ini terkumpul 90 sampel dari 30 perusahaan yang berbeda, dan diperoleh 63 data yang tersaji. Tabel 1. Pengukuran Variabel Variabel Profitabilitas (X. Likuiditas (X. Nilai Perusahaan (Y) Kebijakan Dividen (Z) Indikator Laba Bersih ROA = Total Aset Aktiva Lancar CR = Hutang Lancar Harga Pasar Per Lembar Saham PBV = Nilai Buku Per Lembar Saham Dividen per Lembar Saham DPR = Laba Bersih per Lembar Saham Sumber (Sewa et al. , 2. (Mursalini et al. , 2. (Sewa et al. , 2. (Fajaria & Isnalita, 2. Sumber: Data diolah, 2025 Teknik Analisis Teknik analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif, selanjutnya uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan Selanjutnya dilakukan analisis regresi linier berganda dengan uji koefisien determinasi, uji f, dan uji T. Berikut persamaan regresi yang digunakan: PBV = 1ROA 2CR 3DPR 4ROA*DPR 5CR*DPR A Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 751 Hasil dan Pembahasan Tabel 2. Analisis Deskriptif ROA PBV DPR Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data diolah, 2025 Nilai ROA terendah . tercatat pada Elang Mahkota Teknologi Tbk pada 2023 yaitu senilai -0,5600, sementara nilai tertinggi . tercatat pada Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk pada 2024 yakni senilai 53,1400. Dapat dilihat jika nilai rata rata . serta nilai standar deviasinya yakni . ,813016 > 8,0647. Sehingga dapat dinyatakan bahwa variabel profitabilitas baik dalam distribusi data variabelnya. Nilai CR terendah . tercatat pada XL Axiata Tbk pada 2023 yaitu senilai 0,3561, sementara nilai tertinggi . tercatat pada Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk pada 2024 yakni senilai 5,3573. Dapat dilihat bahwa nilai rata rata . serta nilai standar deviasinya yakni . ,378843 > 1,5086. Sehingga dapat dinyatakan bahwa data pada variabel likuiditas baik dalam distribusi data variabelnya. Nilai PBV terendah . tercatat pada Indosat Tbk pada 2022 yaitu senilai 0,3935, sementara nilai tertinggi . tercatat pada Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk pada 2024 yakni senilai 5,0748. Dapat dilihat bahwa nilai rata rata . serta nilai standar deviasinya yakni . ,316578 > 0,949. Sehingga dapat dinyatakan bahwa data pada variabel Nilai Perusahaan baik dalam distribusi datavariabelnya. Nilai DPR terendah . tecatat pada Elang Mahkota Tbk pada 2023 yaitu senilai -1,2709 sementara nilai tertinggi . tercatat pada Mitra Pinasthika Mustika Tbk pada 2023 yakni senilai 1,1214. Dapat dilihat bahwa nilai rata rata . serta nilai standar deviasinya yakni . ,403157 > 0,3929. Sehingga dapat dinyatakan bahwa data pada variabel Kebijakan Dividen baik dalam distribusi data variabelnya. Tabel 3. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Variabel Asym. Sig. 0,092 ROA DPR Uji Multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Uji Autokorelasi Tolerance 0,618 VIF 1,619 Sig. 0,221 Alpha 0,05 Durbin Watson 0,669 1,495 0,823 0,05 1,947 0,839 1,191 0,997 0,05 Sumber: Data diolah, 2025 Uji normalitas yang memakai metode kolmogorov-smirnov (K-S), data terdistribusi normal jika memperoleh nilai signifikansi melebihi 0,05. Karena distribusi data yang tidak normal, maka melakukan outlier yang menghapus 27 data. Outlier merupakan data yang menunjukan karakteristik unik dibandingkan dengan data lainnya di dalam penelitian, yang mempunyai nilai ekstrem untuk variabel tertentu (Adisma et al. , 2. Dari Hasil pengujian memperlihatkan nilai signifikansi yang dihasilkan senilai 0,092. Nilai yang didapatkan melebihhi 0,05 dinyatakan data tersebut terdistribusi dengan normal. Selanjutnya uji multikolinearitas, nilai Variance Inflation Facctor (VIF) pada seluruh variabel berada di bawah 10,00 dan tolerance untuk setiap variabel mendapatkan nilai melebihi 0,100. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa model dari penelitian ini bebas dari masalah multikolinearitas. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 752 Metode glesjer digunakan dalam uji heteroskedastisitas ini. Hasil pada tabel, semua variabel menunjukan tingkat signifikansi melebihi 0,05. Dari uji ini tidak menandakan adanya masalah heteroskedastisitas pada variabel-variabel tersebut. Terdapat gejala autokorelasi pada saat pengujian pertama kali, namun setelah menggunakan metode cochrane-orcutt seperti yang dilakukan penelitian oleh Azzah et al. maka data sudah tidak terjadi gejala autokorelasi. Dilihat dari tabel, nilai Durbin Watson (DW) menghasilkan 1,947, nilai DW melebihi nilai Durbin-Watson bawah (DU) dengan nilai 1,6932, dan juga kurang dari . -DU) dengan nilai 2,2985 . ,6932 < 1,947 < 2,3. Maka dapat ditarik sebuah kesimpulan tidak adanya masalah pada autokorelasi. Tabel 4. Uji Regresi Linear Berganda Variabel Konstanta Profitabilitas Likuiditas Kebijakan Dividen Profitabilitas*Kebijakan Dividen Likuiditas*Kebijakan Dividen R Square Adjusted R Square Hipotesis Koefisien Regresi 0,102 8,563 0,147 0,107 0,131 -0,041 0,795 0,777 44,288 t-value Sig. Keterangan 1,082 7,103 2,544 0,427 1,087 -0,311 0,284 0,000 0,014 0,671 0,931 0,757 Diterima Diterima Ditolak Ditolak Ditolak 0,000 Sumber: Data diolah, 2025 Tabel 4 memperlihatkan koefisien determinasi Adjusted R Square senilai 0,777, bisa dinyatakan variabel independen kepada variabel dependennya memberikan kontribusi sebesar 77,7% kepada Nilai Perusahaan, sementara sisa pengaruh lainnya ialah 22,3% bersumber dari pengaruh variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil uji F memperoleh nilai 44,288 dengan signifikansi 0,000. Dikarenakan memperoleh nilai signifikansi di bawah 0,05, maka hasil analisis bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa variabel independen secara bersama . memberikan pengaruh terhadap variabel dependennya. Pembahasan Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Hasil menunjukan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap nilai Temuan ini sejalan dengan signaling theory, yang menjelaskan bagaimana pasar dapat memperoleh informasi awal mengenai potensi masa depan suatu Peningkatan profitabilitas setiap periode dipandang oleh investor sebagai sinyal positif tentang kinerja perusahaan yang lebih baik dan potensi ekspansi dimasa Hasil ini diperkuat oleh penelitian (Markonah et al. , 2020. Yuswandani et al. , 2023. Murti & Azizah, 2. Bahwa tingginya profitabilitas menunjukan kapasitas suatu bisnis dalam menghasilkan laba, umumnya mendapatkan penilaian positif dari pemegang saham terhadap kinerja perusahaan, yang menjadikan meningkatnya nilai perusahaan. Pengaruh Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan Hasil mengindikasikan bahwa likuiditas memiliki pengaruh positif terhadap nilai Perusahaan yang sanggup membayar kewajibannya secara tepat pada waktunya, maka perusahaan itu diasumsikan mempunyai likuiditas yang baik, karena suatu perusahaan memiliki ketersediaan dana untuk menjalankan aktivitas operasional maupun Sebagaimana didukung oleh signaling theory, yang menggambarkan perusahaan dengan likuiditas yang sehat memberi sinyal positif terhadap stabilitas finansial Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 753 dan kepercayaan kepada investor terkait kinerja perusahaan. Hasil ini konsisten dengan temuan (Natalie & Lisiantara, 2022. Wahyuningrum & Sunarto, 2023. Iman et al. , 2. Bahwa Investor cenderung tertarik pada rasio likuiditas yang tinggi, karena menandakan kondisi bisnis yang sehat dan potensi kenaikan harga sahamnya, sehingga berkontribusi pada peningkatkan nilai perusahaan. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan Hasil mengindikasikan bahwa kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai Temuan ini mengindikasikan bahwa besarnya dividen yang dibagikan perusahaan tidak memberikan sinyal yang cukup kuat untuk memengaruhi persepsi Hasil ini menunjukan kondisi sebaliknya dengan signaling theory, bagaimana peningkatan dividen semestinya menjadi sinyal positif bagi investor, karena mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek laba dan stabilitas arus kas di masa mendatang. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Anindya & Muzakir, 2023. Riyanto et al. , 2025. Luckyardi et al. , 2. Bahwa nilai suatu perusahaan ditentukan oleh kemampuannya menghasilkan laba dari aset atau strategi investasinya. Kebijakan dividen bukanlah faktor penentu yang signifikan terhadap keputusan investor. Pembagian dividen memberikan pengaruh minimal terhadap kekayaan pemegang saham, tetapi nilai perusahaan bergantung pada peningkatan laba. Pengaruh Kebijakan Dividen Memoderasi Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Hasil pengujian menunjukan kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Perusahaan umumnya menggunakan profitabilitas sebagai acuan dalam membagikan dividen. Dalam hal tersebut bertentangan dengan signaling theory, bagaimana laba tinggi yang dihasilkan oleh suatu perusahaan seharusnya memberikan sinyal yang baik kepada investor mengenai kondisi yang menguntungkan perusahaan, dengan demikian akan diikuti dengan pembagian Temuan ini konsisten dengan studi (Yuswandani et al. , 2023. Prihanta et al. , 2023. Munawaroh & Ramadhan, 2. Informasi yang diperoleh dari pembagian dividen tidak memberikan sinyal tambahan yang berarti karena investor sudah lebih dulu mengevaluasi performa laba perusahaan. Hal tersebut menegaskan meskipun suatu perusahaan memiliki kemampuan untuk menghasilkan keuntungan yang besar, hal tersebut tidak menjamin pada jumlah dividen yang di distribusikan, sehingga nilai perusahaan tidak mengalami Pengaruh Kebijakan Dividen Memoderasi Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan Hasil pengujian menunjukan kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Dari hasil tersebut menunjukan tinggi ataupun rendahnya rasio pembagian dividen tidak dapat mempengaruhi faktor tersebut. Pada temuan ini bertentangan dengan signaling theory, menggambarkan jika sinyal positif terkait pembagian dividen menandakan perusahaan memiliki prospek laba dan arus kasnya yang baik. Oleh sebab itu, dividen dapat dibagikan oleh suatu perusahaan jika mampu mengelola keseimbangan kasnya secara efektif pada aktivitas pendanaannya demi mempertahankan likuiditas. Hasil ini sejalan dengan (Christina et al. , 2024. Mudjiono & Osesoga, 2023. Munawaroh & Ramadhan, 2. Pasar cenderung menganggap bahwa kebijakan dividen tersebut tidak memberikan informasi tambahan yang berarti mengenai kondisi likuiditas perusahaan yang akhirnya naik atau turunnya sebuah nilai perusahaan tidak dapat dipengaruhinya. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 754 Simpulan dan Saran Temuan membuktikan jika variabel profitabilitas dan likuiditas secara positif berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil temuan menunjukan jika kebijakan dividen tidak mampu memoderasi hubungan antara profitabilitas dan likuiditas terhadap nilai Hasil penelitian ini memberikan landasan pertimbangan bagi manajemen dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi pengelolaan profitabilitas, menjaga tingkat likuiditas yang optimal, serta menetapkan kebijakan pembagian dividen yang lebih selaras dengan tujuan peningkatan nilai perusahaan secara berkelanjutan. Pada temuan ini memiliki keterbatasan, yaitu kebijakan dividen tidak mampu memoderasi kedua faktor tersebut. variabel kebijakan dividen seharusnya mampu memoderasi pada kedua faktor tersebut seperti temuan studi (Yenianse, 2. Peneliti selanjutnya disarakan untuk menambahkan variabel yang relevan seperti variabel pertumbuhan perusahaan, karena investor biasanya menunjukan minat yang lebih besar pada perusahaan dengan pertumbuhan dan prospek yang baik. Referensi