Jurnal PARAMA: Pengabdian untuk Masyarakat Maju Bersama Vol. No. 1 Juli 2025. Hal. Pengembangan Potensi Desa Wisata di Kecamatan Juwiring. Klaten. Jawa Tengah Ari Pantjarani*1. Sri Wahyuni Samaratul Zanah2 1,2Politeknik Assalaam Surakarta pantjarani@gmail. com1, samaratulzanah@gmail. Abstrak Kecamatan Juwiring di Kabupaten Klaten. Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis alam, budaya, dan pertanian. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pengembangan desa wisata melalui pelatihan, pendampingan kelembagaan, dan penyusunan strategi promosi. Metode pelaksanaan mencakup observasi lapangan, pelatihan, dan workshop. Hasil kegiatan meliputi peningkatan kapasitas masyarakat, serta rencana promosi dan pengembangan wisata berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis pemberdayaan mampu meningkatkan partisipasi dan kesiapan masyarakat dalam mengelola desa wisata. Kata kunci: desa_wisata, pengabdian_masyarakat, pemberdayaan Abstract Juwiring Subdistrict in Klaten Regency. Central Java, holds significant potential to be developed as a tourism village based on natural, cultural, and agricultural resources. However, the utilization of this potential remains limited. This community service activity aims to support the development of tourism villages through training, institutional assistance, and the formulation of promotional strategies. The implementation methods include field observations, training sessions, and workshops. The outcomes of the program include increased community capacity as well as plans for sustainable tourism promotion and development. This activity demonstrates that empowerment-based interventions can enhance community participation and readiness in managing tourism villages. Keywords: tourism_village, community_service, empowerment P-ISSN x-x | E-ISSN x-x Jurnal PARAMA: Pengabdian untuk Masyarakat Maju Bersama Vol. No. 1 Juli 2025. Hal. Pendahuluan Desa wisata merupakan salah satu pendekatan pembangunan berbasis masyarakat yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal tanpa mengorbankan nilai budaya dan kelestarian lingkungan. Kecamatan Juwiring di Kabupaten Klaten memiliki beragam potensi wisata, baik dari aspek pertanian, seni budaya, maupun kearifan lokal. Namun, minimnya pengetahuan pengelolaan wisata serta promosi menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat berinisiatif mendampingi masyarakat dalam upaya perencanaan, pelatihan, dan penguatan kapasitas dalam mengelola desa wisata yang Kegiatan ini mencakup identifikasi potensi wisata lokal, pelatihan sumber daya manusia di bidang pelayanan wisata dan promosi digital, serta pembentukan kelembagaan lokal seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. yang berperan sebagai motor penggerak pengelolaan wisata desa. Selain itu, pendekatan partisipatif juga digunakan untuk memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pengembangan, sehingga tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap keberlangsungan desa Dengan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa, pelaku UMKM, dan generasi muda, diharapkan desa wisata di Kecamatan Juwiring dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan, serta menjadi contoh praktik baik pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Dalam praktiknya, pengembangan desa wisata tidak hanya berfokus pada aspek infrastruktur fisik semata, tetapi juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, strategi pengabdian ini diarahkan pada pengembangan kapasitas masyarakat dalam menyusun narasi wisata berbasis budaya lokal, memperkuat daya tarik wisata non-buatan . eperti tradisi, pertunjukan seni, dan cerita rakya. , serta menciptakan sinergi antara sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif. Lebih jauh lagi, kegiatan ini juga bertujuan mendorong desa wisata agar dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar modern melalui digitalisasi promosi dan pelayanan. Pengenalan platform digital seperti media sosial, peta wisata interaktif, serta pemasaran daring produk lokal diharapkan mampu meningkatkan visibilitas dan daya saing desa wisata di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional. Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, kegiatan pengabdian ini tidak hanya diharapkan dapat meningkatkan kualitas destinasi wisata di Kecamatan Juwiring, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang berupa peningkatan pendapatan masyarakat, pelestarian budaya lokal, dan penguatan kelembagaan Keberhasilan program ini nantinya dapat menjadi model replikasi bagi desa-desa lain yang memiliki karakteristik serupa, khususnya di wilayah pedesaan Indonesia. Selain itu, kegiatan pengabdian ini juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan melalui pelatihan berkelanjutan dan pendampingan intensif. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya mampu mengelola desa wisata dalam jangka pendek, tetapi juga mampu berinovasi dan beradaptasi menghadapi dinamika perkembangan pariwisata di masa depan. Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari pelayanan prima kepada wisatawan, pengelolaan homestay, penyajian kuliner khas daerah, hingga pengelolaan keuangan dan administrasi organisasi wisata. Keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan desa wisata menjadi fokus utama dalam program ini, mengingat peran penting mereka sebagai penerus dan agen perubahan. Dengan pemberdayaan pemuda melalui pelatihan teknologi informasi dan komunikasi, diharapkan mereka dapat menjadi pelopor dalam digitalisasi promosi serta pencipta inovasi produk wisata yang menarik dan relevan dengan tren pasar saat ini. Selanjutnya, pembangunan jejaring kemitraan antara pelaku wisata, pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan desa wisata. Melalui sinergi ini, desa wisata tidak hanya mendapatkan dukungan sumber daya dan pembinaan teknis, tetapi juga akses pada pasar yang lebih luas dan peluang pendanaan yang lebih variatif. Kerjasama lintas sektor ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan desa wisata sekaligus memperkuat posisi tawar produk-produk lokal di tingkat regional maupun nasional. P-ISSN x-x | E-ISSN x-x Jurnal PARAMA: Pengabdian untuk Masyarakat Maju Bersama Vol. No. 1 Juli 2025. Hal. Dari sisi lingkungan, program ini juga memperhatikan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan. Upaya pelestarian lingkungan seperti pengelolaan sampah, konservasi sumber daya alam, dan edukasi lingkungan kepada masyarakat serta wisatawan menjadi bagian penting dalam implementasi program. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengembangan desa wisata tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem setempat dan mampu menjaga keindahan serta kelestarian alam yang menjadi daya tarik utama Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mampu menjadi pijakan awal yang kuat dalam membangun desa wisata yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga berwawasan lingkungan, budaya, dan sosial, sehingga memberikan manfaat yang menyeluruh bagi masyarakat Kecamatan Juwiring dan sekitarnya. Metode Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang secara sistematis untuk mencapai tujuan pengembangan desa wisata yang berkelanjutan di Kecamatan Juwiring. Klaten. Pendekatan yang digunakan mengacu pada prinsip partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat serta pemangku kepentingan terkait. Berikut tahapan Pelaksanaan: Survei dan Pemetaan Potensi Wisata. Tim pengabdian melakukan observasi lapangan secara langsung ke beberapa desa yang memiliki potensi wisata unggulan, seperti Sidowarno. Pundungsari, dan Bulan. Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset wisata alam, budaya, dan sosial ekonomi yang dapat dikembangkan. Pelatihan dan Workshop. Berdasarkan hasil survei, diselenggarakan serangkaian pelatihan dan workshop bagi masyarakat lokal, termasuk pelaku UMKM, pemuda, dan pengelola desa wisata. Materi pelatihan meliputi manajemen pelayanan wisata, hospitality, pengelolaan homestay, pemanduan wisata, serta pemasaran digital melalui media sosial dan platform daring. Penyusunan Strategi Promosi dan Digitalisasi. Tim bersama masyarakat menyusun rencana promosi terpadu dengan memanfaatkan media sosial, website desa wisata, dan pembuatan materi digital seperti video dan foto profil desa. Strategi ini dirancang agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan. Evaluasi dan Monitoring. Pelaksanaan kegiatan diikuti dengan evaluasi secara berkala untuk memantau perkembangan dan efektivitas Monitoring ini dilakukan dengan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif melalui wawancara, diskusi kelompok, serta observasi langsung selama kegiatan berjalan. Pendekatan Partisipatif. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, yaitu melibatkan peran aktif masyarakat dalam seluruh proses mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa solusi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal, serta dapat dijalankan secara mandiri oleh masyarakat. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan. Kegiatan ini dilaksanakan di desa wisata potensial di Kecamatan Juwiring. Kabupaten Klaten, selama periode 1 Bulan di bulan Agustus 2025. Hasil Dan Pembahasan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Juwiring menunjukkan hasil yang positif dalam berbagai aspek pengembangan desa wisata. Melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan, kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi wisata lokal meningkat secara signifikan. Masyarakat, khususnya pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. , kini lebih memahami pentingnya manajemen wisata yang profesional, mulai dari pelayanan wisatawan, pengelolaan homestay, hingga pemasaran digital. Hal ini terlihat dari peningkatan antusiasme dan keterlibatan aktif mereka dalam berbagai kegiatan wisata yang diselenggarakan secara mandiri. Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terbentuknya kelembagaan Pokdarwis yang kuat menjadi tonggak utama dalam pengelolaan desa wisata di Juwiring. Kelembagaan ini berhasil menyusun program kerja yang terstruktur dan strategi promosi terpadu yang melibatkan pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. Sebagai contoh, pemanfaatan Instagram dan Facebook sebagai P-ISSN x-x | E-ISSN x-x Jurnal PARAMA: Pengabdian untuk Masyarakat Maju Bersama Vol. No. 1 Juli 2025. Hal. sarana promosi telah meningkatkan jumlah pengunjung dari kalangan muda dan wisatawan domestik yang sebelumnya sulit dijangkau. Dari sisi potensi wisata, hasil survei dan pemetaan lapangan berhasil mengidentifikasi sejumlah objek wisata unggulan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Potensi wisata pertanian seperti agrowisata padi organik dan wisata edukasi peternakan menjadi daya tarik baru yang mampu meningkatkan pengalaman wisatawan. Selain itu, kekayaan seni budaya dan kearifan lokal, termasuk pertunjukan tradisional dan kerajinan tangan, semakin diperkuat sebagai nilai tambah yang membedakan desa wisata Juwiring dengan destinasi lain di sekitarnya. Namun, kegiatan ini juga menemukan sejumlah tantangan yang perlu diatasi agar pengembangan desa wisata dapat berjalan optimal. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan fasilitas umum yang belum memadai. Selain itu, masih terdapat gap pengetahuan dan keterampilan di kalangan sebagian masyarakat dalam hal pemanfaatan teknologi digital secara maksimal. Oleh karena itu, pendampingan dan pelatihan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas pengelolaan desa wisata. Pembahasan lebih lanjut menunjukkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan sinergi antar pemangku kepentingan. Pendekatan partisipatif yang diterapkan dalam seluruh tahapan pelaksanaan menjadi kunci utama dalam membangun rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan desa wisata. Sinergi dengan pemerintah desa dan pihak swasta juga membuka peluang pengembangan sumber daya dan pemasaran yang lebih luas. Secara keseluruhan, hasil pengabdian ini memberikan gambaran bahwa pengembangan desa wisata di Kecamatan Juwiring dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dengan basis potensi lokal yang kuat, dukungan kelembagaan yang solid, dan strategi promosi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pengalaman ini diharapkan dapat dijadikan rujukan bagi pengembangan desa wisata serupa di wilayah lain, khususnya dalam konteks pemberdayaan komunitas dan pelestarian budaya serta lingkungan. Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kecamatan Juwiring. Kabupaten Klaten, menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pemberdayaan dan partisipasi aktif masyarakat mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan desa wisata. Melalui serangkaian pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan, masyarakat setempat berhasil meningkatkan kapasitas dalam mengelola potensi wisata yang dimiliki, baik dari sisi sumber daya alam, budaya, maupun kearifan lokal. Peningkatan literasi digital dalam promosi wisata, serta penyusunan program kerja yang terstruktur merupakan capaian utama dari kegiatan ini. Hasil ini menunjukkan bahwa desa wisata tidak hanya menjadi sarana pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya dan pembangunan berkelanjutan jika dikelola dengan tepat dan inklusif. Saran Untuk mendukung keberlanjutan program pengembangan desa wisata di Kecamatan Juwiring, disarankan agar pendampingan masyarakat tidak berhenti pada tahap awal, tetapi dilanjutkan melalui program pembinaan lanjutan yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan mitra swasta. Pemerintah desa juga diharapkan memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan yang memfasilitasi pengembangan infrastruktur dan promosi desa Selain itu, diperlukan peningkatan kapasitas SDM secara berkelanjutan, khususnya dalam aspek pelayanan wisata, manajemen keuangan, dan pemasaran digital. Peran generasi muda juga perlu diperkuat sebagai agen inovasi dalam pengembangan produk wisata dan teknologi Terakhir, perlu dilakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan desa wisata agar dapat mengidentifikasi tantangan yang muncul dan menyesuaikan strategi pengelolaan secara dinamis sesuai kebutuhan masyarakat. P-ISSN x-x | E-ISSN x-x Jurnal PARAMA: Pengabdian untuk Masyarakat Maju Bersama Vol. No. 1 Juli 2025. Hal. Daftar Pustaka