ISSN 2964-0466 DOI: 10. 58705/jpm. Vol. 3 No. 6 Desember 2024, hlm. 1 - 18 Implementasi Kompetensi Paedagogik : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam Mardia Hayati Info Artikel Sejarah artikel: Diterima 30-12-2024 Direvisi 06-01-2024 Diterima 06-01-2025 Kata kunci: Implementasi. Kompetensi Paedagogik. Kualitas Pembelajaran. Universitas Islam Negeri Sulthan Syarif Kasim Riau Program Studi Pendidikan Guru Madrasah IbtidaAoiyah erwan72@gmail. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian Implementasi Kompetensi Paedagogik Guru Pendidikan Agama Islam dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran di SMP 32 Pekanbaru Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 32 Pekanbaru. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif Adapun hasil penelitian yang telah peneliti lakukan tentang Implementasi Kompetensi Paedagogik Guru Pendidikan Agama Islam dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran di SMP 32 Pekanbaru, dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajarannya dikategorikan AuCukupAy. Hal ini dapat diketahui dari presentase yang dilaksanakan secara keseluruhan yaitu 61,25%, berada pada rentang 56% - 65%. Sedangkan yang tidak dilaksanakan oleh guru adalah 38,75%. Adapun untuk faktor-faktor mempengaruhiKompetensi Paedagogik guru di Sekolah Menengah Pertama 32 Pekanbaru adalah Faktor internal, . aktor dari dalam diri gur. , yakni pengalaman mengajar, mengikuti seminar atau pelatihan dan kesadaran akan kewajiban dan hati nurani. Faktor eksternal, . aktor dari luar diri gur. , yakni ketersediaan saran, prasarana dan media pembelajaranserta adanya kegiatan pembinaan dan pengawasan terhadap guru. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kewajiban setiap manusia karena pendidikan tidak pernah terpisah dengan kehidupan manusia. Pendidik . dalam proses belajar-mengajar memiliki peran kunci dalam menentukan kualitas pembelajaran. Guru diharapkan dapat menunjukkan kepada siswa tentang bagaimana cara mendapatkan pengetahuan . ,sikap dan nilai . dan keterampilan . Dengan kata lain tugas dan peran pendidik yang utama adalah terletak pada aspek pembelajaran. Pembelajaran merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu secara singkat dapat dikatakan bahwa, kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidiknya. Dalam UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 29 ayat 2 menyebutkan bahwa pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran,menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan. Dalam konteks sistem pendidikan nasional tersebut, seorang pendidik harus memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Agar bisa mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut seorang guru dianggap mampu menjadi pendidik apabila memiliki kemampuan,yang menurut UU Sisdiknas telah dijelaskan bahwa pendidik . agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional, dituntut memiliki empat kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Guru pada hakekatnya adalah seorang pengajar juga Pendidik. Sebagai seorang pengajar guru bertugas mengajarkan ( mentransfe. materi pelajaran kepada peserta didik, sedangkan sebagai Pendidik tugas guru bukan hanya mengajar tetapi melatihkan beberapa ketrampilan terutama sikap mental peserta Sebagai seorang Pendidik, guru berarti mnanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai pengetahuan yang dibarengi dengan tauladan yang baik sehingga dapat ditiru oleh peserta didiknya. Problem mendasar yang terjadi saat ini adalah tidak sedikit guru yang tidak dapat menjadi teladan bagi peserta didiknya, bahkan muncul gejala terjadinya kemerosotan harkat dan martabat guru. Hal ini disebabkan karena semangat dedikatif guru menurun, rendah, belum menjamin terlaksananya pelayanan Link jurnal: https://journal. Page 1 profesi secara terarah dan pengakuan secara sehat dari berbagai pihak. Ini terjadi karena sebagian guru menampilkan citra yang kurang professional. Masyarakat menilai bahwa terjadinya hal tersebut dikarenakan kurang mampunya sebagian dari pendidik . di sekolah dalam mentranformasikan nilai-nilai etik dan belum bisa membentuk karakter siswa. Masyarakat juga mengkritik partisipasi guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dalam membentuk akhlak siswa dinilai masih lemah dan belum bisa mentransformasikan nilai-nilai substansial ajaran Islam. Oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan kompetensi guru termasuk guru PAI di sekolah. Kualitas pembelajaran sangat tergantung pada kualitas gurunya. Guru seyogyanya memiliki kemampuan dalam memberikan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai ajaran Islam kepada Sehingga untuk menjalankan itu semua perlu adanya kompetensi dari seorang pendidik, karena tidak ada siswa yang tidak bisa dididik, yang ada adalah guru belum berhasil mendidiknya. Dari paparan diatas jelaslah bahwa salah satu kompetensi guru adalah kompetensi Paedagogik. Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru berkenaan dengan karakteristik siswa dilihat dari berbagai aspek seperti moral, emosional, dan intelektual. Hal tersebut berimplikasi bahwa seorang guru harus mampu menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip belajar, karena siswa memiliki karakter, sifat, dan interest yang berbeda. Berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum, seorang guru harus mampu mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan masing-masing dan disesuaikan dengan kebutuhan Guru harus mampu mengoptimalkan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan kemampuannya di kelas, dan harus mampu melakukan kegiatan penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang telah Kemampuan yang harus dimiliki guru berkenaan dengan aspek-aspek pedagogik, yaitu: Penguasaan terhadap karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional dan intelektual. Penguasaan terhadap teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Mampu mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampu. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. Melakukan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. Melihat tanggungjawab guru yang sangat besar tersebut maka guru yang ideal itu harus memiliki kompetensi untuk membimbing dan mengarahkan siswa agar mencapai hasil yang optimal. Besar kecilnya peranan guru akan tergantung pada tingkat kompetensi yang dimilikinya. Kalau penulis melihat di lapangan sesuai dengan studi pendahuluan yang telah dilakukan di SMPN 32 Pekanbaru, bahwasanya guru Pendidikan Agama Islam masih jauh dari konsep guru yang ideal, karena mereka dinilai kurang berkompeten dalam pelaksanaan pembelajaran, sehingga proses belajar kurang maksimal dan jauh dari yang diharapkan. Dilihat dari komponen siswanya, siswa dalam mengikuti pembelajaran kelihatan tidak termotivasi dengan materi pelajaran, sehingga kelihatan tidak antusias dalam pelaksanaan pembelajaran yang Hal ini juga dipengaruhi oleh guru yang kurang profesional dalam melaksanakan proses Melihat beberapa problematika yang ada, maka peneliti memfokuskan penelitian pada aspek kompetensi paedagogik guru Pendidikan Agama Islam, sebab peneliti melihat bahwa salah satu kunci keberhasilan pendidikan tergantung pada bagaimana guru memenej pembelajaran tersebut , sehingga peneliti tertarik untuk menelitinya dengan judul AuIMPLEMENTASI KOMPETENSI PAEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMPN 32 PEKANBARUAy. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan persentase. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Sekolah Menengah Pertama 32 Pekanbaru yang beralamat di jalan Balam Sukajadi Pekanbaru. Sumber data diperoleh dari 2 orang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Pertama 32 Pekanbaru. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Kompetensi Keguruan Seorang guru yang melaksanakan tugas dalam lembaga formal harus memiliki kualifikasi ideal yang berlaku umum, disamping kualifikasi-kualifikasi khusus yang di tetapkan oleh institusi penyelenggara Hal ini penting untuk dipahami karena tugas seorang guru tidak hanya mengajarkan Link jurnal: https://journal. Page 2 pengetahuan, akan tetapi disamping itu guru juga bertugas untuk membimbing serta melatih para peserta didik agar mereka dapat terkembangkan seluruh potensinya untuk mencapai tujuan pendidikank. Kualifikasikualifikasi guru ini dalam khazanah ilmu pendidikan dikenal dengan istilah Kompetensi keguruan. Kompetensi guru merupakan seperangkat pengetahuan, ketrampilan, dan prilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diwujudkan oleh guru dalam melaksanakan keprofesionalannya. Ditampilkan melalui unjuk kerja. Jadi kompetensi guru dapat dimaknai sebagai kebulatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen Kompetensi menurut Uzer Usman, adalah suatu hal yang menggambarkan kualifikasi kemampuan seseorang, baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif. Pengertian ini mengandung makna bahwa Kompetensi itu dapat digunakan dalam dua konteks, yakni: pertama, sebagai indikator kemampuan yang menunjukkan kepada perbuatan yang diamati. Kedua, sebagai konsep yang mencakup aspek aspek kognitif, afektif dan perbuatan serta tahap-tahap pelaksanaannya secara utuh. Sedangkan Roestiyah N. K, mengartikan kompetensi seperti yang dikutip dari pendapat W. Robert Houston sebagai suatu tugas yang memadai atau pemilikan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan seseorang. Nana Sudjana memahami kompetensi sebagai suatu kemampuan yang disyaratkan untuk memangku Senada dengan Nana Sudjana. Sardiman mengartikan kompetensi adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki seseorang yang berkenaan dengan tugasnya. Kedua definisi diatas menjelaskan bahwa kompetensi adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seseorang, dalam hal ini guru. Kompetensi mutlak dimiliki oleh seorang guru sebagai suatu kemampuan dasar, keahlian dan ketrampilan dalam proses belajar mengajar. Kompetensi juga dapat diartikan sebagai pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan yang harus dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya sehingga ia dapat melakukan prilakuprilaku kognitif, afektif dan psikomorik dengan sebaik-baiknya. Dalam undang-undang Guru dan Dosen No. 14/2005 dan peraturan Pemerintah No. 19/2005 dinyatakan bahwa kompetensi guru meliputi Kompetensi kepribadian, paedagogik, professional dan kompetensi sosial. untuk lebih jelas akan diuraikan masing-masing kompetensi : Kompetensi kepribadian Kompetensi ini merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Kompetensi kepribadian adalah salah satu manifestasi kemampuan internal seorang guru yang berperan dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Guru sering memperoleh peran dan panutan atau idol untuk salah satu atau beberapa aspek kepribadian. Oleh karena itulah sikap dan prilaku guru dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu ukuran untuk menentukan bentuk keteladanan guru bagi peserta didik. Ciri khas untuk sebagian kepribadian seseorang tampak dalam cara dia melakukan profesinya. Sebagai manusia, guru berpegang pada nilai-nilai yang akan menampakkan diri dalam pembicaraan dan tingkah laku ketika di depan kelas. Sebagai seorang yang berkecimpung dalam pendidikan, guru harus memiliki kepribadian yang tangguh dan mandiri agar dapat memanusiakan peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya sebagai seorang guru. Kompetensi personal ini merupakan modal dasar bagi guru yang bersangkutan dalam menjalankan tugas keguruannya secara professional. Kegiatan pendidikan pada dasarnya merupakn pengkhususan komunikasi personal antar guru dan siswa. oleh karena itu kompetensi kepribadian ini menunjuk perlunya struktur kepribadian dewasa yang mantap, susila, dinamik dan bertanggung jawab. Dalam pergaulan sehari-hari, guru yang memiliki kompetensi personal tercermin dari prilakunya sebagai berikut : Menghayati serta mengamalkan nilai hidup guru yang bersangkutan dalam situasi tahu, mau dan melakukan perbuatan nyata yang baik yang berguna bagi diri beserta lingkungan sosialnya. Bertindak jujur dan bertanggungjawab yang merupakan realisasi kesusilaan hidupnya, dan sekaligus merupakan pengakuan akan berbagai keterbatasannyayang perlu dibenahi dan atau di kembangkan terus Bermental sehat dan stabil. Ciri dari seorang guru yang bermental sehat adalah realistis, mengenali diri serta potensi-potensinya, mengenali kelebihan serta kekurangannya dan ulet dalam mendayagunakan seluruh kemampuannya untuk mencapai perkembangan diri serta karirnya. Selalu tampil rapi dan pantas, meliputi cara bertindak, bertutur, berpakaian dan kebiasan-kebiasaan Menggunakan waktu luang yang dimilikinya secara bijaksana dan produktif. Dalam menggunakan waktu luang yang dimilikinya, guru diharapkan mampu merencanakannya secara rasional dan proporsional, pengisian waktu luang tersebut dapat berupa pelayanan sosial di lingkungannya baik formal maupun in formal, pengembangan hobi, kegiatan rekreatif dan juga mencari tambahan penghasilan secara halal dan sebatas tidak mengganggu tugas pokoknya. Link jurnal: https://journal. Page 3 Dari paparan diatas jelaslah bahwa kompetensi personal atau kepribadian ini adalah menyangkut sosok guru yang dianggap mampu menjadi teladan dan model serta memiliki kepribadian ideal. Kompetensi Paedagogik Kompetensi Paedagogik adalah merupakan kemampuan guru dalam memahami dan mengaplikasikan serta menilai pembelajaran. Kompetensi Paedagogik ini meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi Pedagogik guru berarti bahwa guru tidak hanya sekedar mengajar, tetapi juga Mengajar adalah memberikan pengetahuan atau melatih kecakapan-kecakapan atau ketrampilanketrampilan kepada pesertadidiknya. Jadi, dengan pengajaran guru berusaha membentuk kecerdasan dan ketangkasan anak. Sedangkan yang dimaksud dengan mendidik ialah membentuk budi pekerti dan watak peserta didik. Jadi, dengan pendidikan guru berusaha membentuk kesusilaan pada peserta didik. Untuk melakukan tugas sebagai guru, tidak sembarangan orang dapat menjalankannya. Guru yang baik harus memenuhi syarat-syarat yang ada di dalam Undang-Undang nomor 12 tahun 1994 tentang DasarDasar Pendidikan dan Pengajaran di sekolah untuk seluruh Indonesia, pada pasal 15 dinyatakan tentang syarat menjadi guru sebagai berikut: Pertama, syarat untuk menjadi guru, adalah ijazah. ijazah bukanlah sekedar sehelai kertas saja. Ijazah adalah surat bukti yang menunjukkan bahwa seseorang telah mempunyai ilmu pengetahuan dan kesanggupan-kesanggupan tertentu, yang diperlukan untuk suatu jabatan atau pekerjaan. Namun tentu saja belum dapat dipastikan bahwa setiap orang yang berijazah itu dapat menjalankan tugasnya dengan baik, karena tiap-tiap orang membutuhkan pengalaman-pengalaman dalam pekerjaannya untuk memperbaiki dan mempertinggi hasil pekerjaannya. Meskipun demikian, untuk menjadi seorang pendidik haruslah memiliki ijazah yang diperlukan. Itulah bukti bahwa yang bersangkutan telah mempunyai wewenang, telah dipercayai oleh negara dan masyarakat untuk menjalankan tugasnya sebagai guru. Kedua, guru mesti menguasai mata pelajaran. Guru harus selalu menambah pengetahuannya. Mengajar tidak dapat dipisahkan dari belajar. Guru yang pekerjaannya memberikan pengetahuan dan kecakapan-kecakapan kepada murid-muridnya, tidak akan mungkin berhasil dengan baik jika guru itu sendiri tidak selalu berusaha menambah pengetahuannya. Guru bukanlah mesin yang dapat memberikan pengajaran tiap tahun dengan cara yang sama dan tentang pengetahuan yang itu-itu saja. Dunia makin maju. Kebudayaan manusia pun berubah dan bertambah. Penjelasan-penjelasan yang diberikannya berdasarkan pendapat pengarang-pengarang lain . uku-buku, dan sebagainy. belum tentu tetap benar, dan mungkin sudah tidak diakui lagi oleh masyarakat zamannya karena sudah ada yang penggantinya yang baru. Suka kepada mata pelajaran yang diberikannya, atau mengajarkan mata pelajaran yang disukainya hasilnya lebih baik dan mendatangkan kegembiraan baginya dari pada sebaliknya. Disekolah menengah hal ini penting bagi guru untuk memilih mata pelajaran apa yang disukainya yang kemudian untuk diajarkan pada murid-muridnya. Mungkin bagi guru baru, mula-mula apa saja yang disanggupinya. Di sekolah-sekolah menengah, yang umumnya memakai system guru vak . iap-tiap guru memegang satu atau dua mata pelajaran yang disukainy. , hal ini tidak menjadi kesulitan. Tetapi, di sekolah rendah lain lagi kondisinya, mata pelajaran di SD yang banyak macamnya itu diajarkan oleh seorang guru saja. Biarpun demikian, tiap-tiap guru hendaklah berusaha supaya menyukai pelajaran-pelajaran yang diberikan kepada murid-muridnya. Seorang guru yang selalu memperlihatkan gerak-gerik bahwa ia sendiri tidak suka kepada mata pelajaran yang diberikannya, akan mematikan semangat belajar murid. Ketiga, selain menguasai mata pelajaran yang sudah menjadi tugasnya, seorang guru sebaiknya mengetahui pula tentang segala sesuatu yang penting-penting, yang ada hubungannya dengan tugasnya di dalam masyarakat. Guru merupakan tempat bertanya tentang segala sesuatu bagi masyarakat. Guru haruslah seorang yang mempunyai perhatian intelektual yang luas dan yang tidak kunjung padam. Para guru hendaknya dapat melihat lebih banyak dari pada orang-orang lain, memikir lebih banyak lagi, dan mengerti lebih banyak dari pada orang lain di dalam masyarakat tempat ia hidup. Pendek kata, ia harus mengetahui lebih banyak tentang dunia ini. Pekerjaan guru berbeda dengan pegawai kantor lainnya. Guru mempunyai dua fungsi istimewa yang membedakan dari pegawai-pegawai dan pekerja-pekerja lainnya di dalam masyarakat, yaitu mengadakan suatu jembatan antara sekolah dan dunia ini. Pernyataan diatas juga senada dengan apa yang di tulis oleh Prof. DR. Ramayulis dalam bukunya Metodologi Pendidikan Agama Islam bahwa persyaratan untuk menjadi guru adalah sebagai berikut : Syarat Fisik, meliputi berbadan sehat, tidak memiliki cacat tubuh yang mungkin mengganggu pekerjaannya seperti mata, telinga, tangan dan sebagainya serta tidak berpenyakit menular yang akan membahayakan peserta didiknya. Link jurnal: https://journal. Page 4 b. Syarat Psikis, yakni sehat rohani, dewasa dalam berpikir dan bertindak, mampu mengendalikan emosi, sabar, ramah dan sopan,memiliki jiwa kepemimpinan, konsekuensi dan berani bertanggungjawab, berani berkorban dan memiliki jiwa pengabdian. Syarat keagamaan, seorang guru haruslah orang yang beragama dan mengamalkan ajaran agamanya, di samping itu ia menjadi figur identifikasi dalam segala aspek kepribadinnya. Syarat Teknis, harus mempunyai ijazah pendidikan guru dan ijazah tersebut disesuaikan dengan tingkatan lembaga pendidikan tempat ia mengajar. Syarat Paedagogis,yaitu menguasai metode mengajar dan ilmu-ilmu lain yang ada hubungannya dengan ilmu yang ia ajarkan. Syarat Administratif, seorang guru harus diangkat oleh pemerintah, yayasan atau lembaga lain yang berwenang mengangkat guru sehingga ia di beri tugas untuk mendidik dan mengajar. Syarat Umur,seorang Pendidik haruslah saeorang yang sudah dewasa. Dalam Islam kedewasan itu di sebut akil baliq atau mukallaf. Menurut Janawi. Kompetensi Paedagogik berkaitan langsung dengan penguasaan disiplin ilmu pendidikan dan ilmu lain yang berkaitan dengan tugasnya sebagai guru. Seorang guru harus memiliki latar belakang pendidikan yang relevan dengan bidang keilmuannya. Kompetensi Paedagogik merupakan satu jenis kompetensi yang mutlak perlu dikuasai guru. Kompetensi Paedagogik pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi Paedagogik merupakan kompetensi khas, yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya dan akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran peserta didiknya. Kompetensi ini tidak diperoleh secara tiba-tiba tetapi melalui upaya belajar secara terus menerus dan sitimatis, baik pada masa pra jabatan yang didukung oleh minat, bakat dan potensi keguruan lainnya dari masing-masing individu yang bersangkutan. Kompetensi Sosial Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan , orang tua peserta didik dan masyarakat sekitar. Dengan kata lain Kompetensi sosial adalah partisipasi guru untuk berperan secara aktif dalam pelestarian dan pengembangan budaya masyarakatnya. Dengan daya kritis serta selektifnya, guru hendaknya mampu mempertimbangkan, menentukan nilai-nilai budaya yang akan dijadikan dasar sekaligus sasaran dalam membimbing, mengajar, dan melatih siswanya. Menjadi teladan masyarakat sekitar,seorang guru seharusnya sadar bahwa tugas dan kewajiban untuk mendidik bangsa tidak sebatas di lingkungan sekolah Tugas dan kewajiban itu dibawa selamanya kemanapun. Tidak berarti usai bel terakhir berdentang, berakhir pula tugas seorang guru. Justru ada tugas dan kewajiban baru di tengah-tengah masyarakat. Guru harus mampu menjadi teladan dalam segala hal, terutama terkait dengan sikap dan perilaku seorang Secara moral, tak dapat dipungkiri bahwa profesi guru memiliki tugas dan tanggung jawab lebih Dan hendaknya semua itu dipandang secara positif, jangan dianggap sebagai beban. Keteladanan memang susah ditumbuhkan di hati para guru yang memilih profesi guru hanya sebagai mata Mereka cenderung mambuat kalkulus untung rugi, sehingga tidak akan bekerja melebihi apa yang ada pada aturan dan prosedur. Selain makhluk individu, manusia juga makhluk sosial dimana hidup saling membutuhkan, tidak mungkin seorang manusia mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa bantuan orang lain. Sebagai makhluk sosial, interaksi antar sesama menjadi kebutuhan mutlak. Walaupun manusia memiliki Ego, namun pada saat-saat tertentu ego harus ditanggalkan. Seorang guru yang baik semestinya pandai bergaul, ia tidak boleh menutup diri seolah-olah tidak membutuhkan masyarakat sekitarnya. Boleh saja guru menjaga privasinya, namun hendaknya tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat. Dalam bergaul, seorang guru juga tidak boleh melupakan sikap rendah Guru yang menampilkan sikap dan perilaku rendah hati akan lebih mudah diterima masyarakat. Berendah hati itu akan selalu membawa keberuntungan karena masyarakat suka pada pribadi yang rendah hati. Berendah hati menandakan sosok pribadi yang sudah kenyang makan asam garam Dari paparan diatas dapatlah disimpulkan bahwa kompetensi sosial guru menegaskan beberapa hal: Seorang guru adalah seorang manusia sosial yang terikat dengan norma dan kaidah yang berlaku pad Kompetensi guru dilihat dari bagaimana komunikasi guru dengan berbagai segmen masyarakat baik di sekolah maupun di luar sekolah. Adapun komponen yang terlibat interaksi dengan guru adalah siswa, sesama guru, staf administrasi sekolah dan masyarakat luas Kompetensi Profesional Link jurnal: https://journal. Page 5 Kompetensi Profesional adalah kemampuan yang berhubungan dengan penyesuaian tugas-tugas Dengan kata lain pekerjaan profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka lantaran tidak memperoleh pekerjaan lain. Dengan bertitik tolak dari pengertian diatas, maka guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. atau dengan kata lain guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya. Adapun Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Peadagogik ada beberapa faktor antara lain: Faktor Internal, yaitu faktor yang berasal dari guru tersebut yang meliputi: Latar belakang Pendidikan guru . Pengalaman mengajar . Mengikuti pelatihan, seminar dan penataran keguruan . Kesadaran akan kewajiban dan hati nurani Faktor Eksternal, yaitu faktor yang berasal dari lingkungan seorang guru seperti: Ketersediaan sarana,prasarana dan media pembelajaran . Kepemimpinan kepala sekolah . Kesejahteraan guru . Kegiatan pembinaan guru . Peran serta masyarakat. Implementasi Kompetensi Paedagogik Guru Pendidikan Agama Islam dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran di SMP 32 Pekanbaru Tidak ada orang yang menghendaki sekolah yang berkualitas rendah, semua orang tentunya menginginkan pendidikan yang berkualits tinggi. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahsekolah adalah dengan penerapan profesionalisme para guru yang menjadi pendidik di sekolah tersebut. Untuk menerapkan profesionalisme dalam pengelolaan pembelajaran agaknya dapat diikutisekurang-kurangnya dipertimbangkan pemikiran berikut:Pertama, adanya profesionlisme pada tingkat Dalam hal ini hendaknya yayasan harus menugaskan seorang yang professional untuk setiap bidang Kedua,menerapkan profesionalisme pada tingkat pimpinan sekolah. Kepala sekolah yang profesional akan dapat meningkatkan kualitas tenaga guru yang sekaligus dapat meningkatkan kualitas akan tetapi apabila guru-guru profesional, tetapi kepala sekolah tidak, yang akan terjadi adalah bentrokan kebijakan . Apa yang akan dilakukan para guru kadangkadang diveto oleh kepala sekolah, bila ini terjadi sekolah akan kacau karena guru-guru selalu menghadapi atau harus melakukan sesuatu yang ia tahu tidak benar,semua ini amat berbahaya bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut. Ketiga,penerapan profesionalisme pada tingkat tenaga pengajar. Hal ini harus dimulai dari penerimaan guru yang akan diterima disebuah sekolah haruslah benar-benar di seleksi secara baik dan akurat sehingga betul-betuk guru yang layak yang akan dapat membuat pembelajaran bermutu. Keempat, profesionalitas tenaga tata usaha, karena betapapun juga tenaga administrasi ini juga amat berpengaruh terhadap perannya dalam melayani para guru dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru profesional. Dari kajian pustaka berupa hasil penelitian-penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa Implementasi Kompetensi Paedagogik Guru Pendidikan Agama Islam dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran di SMP 32 Pekanbaru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran pada bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah Menengah Pertama. Pada penyajian data ini merupakan hasil observasi terhadap 2 orang guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama 32 Pekanbaru yang dilakukan sebanyak 4 . kali perorang menjadi sebanyak 8 . kali observasi. DATA GURU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM NAMA Guru A Guru B LATAR BELAKANG PENDIDIKAN Diploma IAIN Strata satu Kependidikan Setelah observasi Penulis lakukan, maka data ini dapat disajikan secara terperinci dari masingmasing indikator yang telah ditetapkan sebagai acuan Penelitian. Selanjutnya Penulis sajikan hasil observasi Link jurnal: https://journal. Page 6 yang telah Penulis lakukan kepada guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Negeri 32 Pekanbaru. Hasil Observasi I Terhadap Guru A Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam ASPEK YANG DIAMATI Melihat berbagai aspek kepribadian siswa OBSERVASI Mengantisipasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kesulitan belajar E Mendeskripsikan tujuan pembelajaran E Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan. Mengorganisasikan materi berdasarkan urutannya E Mengalokasikan waktu E Menentukan metode yang sesuai E Merancang prosedur pembelajaran E Menentukan media pembelajaran yang akan digunakan E Menentukan sumber belajar yang sesuai E Menentukan teknik penilaian yang sesuai E Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai E Menyajikan materi pembelajaran secara sistematis Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan Menggunakan media yang telah ditentukan Memotivasi siswa Menyusun soal sesuai dengan indikator yang telah ditentukan Memeriksa jawaban yang diberikan siswa Menganalisis hasil evaluasi Memberikan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi JUMLAH Hasil Observasi 2 Terhadap Guru A Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam ASPEK YANG DIAMATI Mengetahui berbagai aspek kepribadian siswa Link jurnal: https://journal. OBSERVASI Page 7 Mengantisipasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kesulitan belajar E Mendeskripsikan tujuan pembelajaran E Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan. Mengorganisasikan materi berdasarkan urutannya E Mengalokasikan waktu E Menentukan metode yang sesuai E Merancang prosedur pembelajaran Menentukan media pembelajaran yang akan digunakan E Menentukan sumber belajar yang sesuai E Menentukan teknik penilaian yang sesuai E Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai Menyajikan materi pembelajaran secara sistematis Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan Menggunakian media yang telah ditentukan Memotivasi siswa Menyusun soal sesuai dengan indikator yang telah ditentukan Memeriksa jawaban yang diberikan siswa Menganalisis hasil evaluasi Memberikan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi JUMLAH Hasil Observasi 3 Terhadap Guru A Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam ASPEK YANG DIAMATI Mengetahui berbagai aspek kepribadian siswa OBSERVASI Mengantisipasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kesulitan belajar E Mendeskripsikan tujuan pembelajaran E Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan. Mengorganisasikan materi berdasarkan urutannya E Mengalokasikan waktu E Menentukan metode yang sesuai E Merancang prosedur pembelajaran E Menentukan media pembelajaran yang akan digunakan E Menentukan sumber belajar yang sesuai E Link jurnal: https://journal. Page 8 Menentukan teknik penilaian yang sesuai E Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai E Menyajikan materi pembelajaran secara sistematis E Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan E Menggunakian media yang telah ditentukan E Memotivasi siswa Menyusun soal sesuai dengan indikator yang telah ditentukan Memeriksa jawaban yang diberikan siswa Menganalisis hasil evaluasi Memberikan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi JUMLAH Hasil Observasi 4 Terhadap Guru A Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam ASPEK YANG DIAMATI Mengetahui berbagai aspek kepribadian siswa OBSERVASI Mengantisipasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kesulitan belajar E Mendeskripsikan tujuan pembelajaran E Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan. Mengorganisasikan materi berdasarkan urutannya E Mengalokasikan waktu E Menentukan metode yang sesuai E Merancang prosedur pembelajaran E Menentukan media pembelajaran yang akan digunakan E Menentukan sumber belajar yang sesuai E Menentukan teknik penilaian yang sesuai E Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai E Menyajikan materi pembelajaran secara sistematis E Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan E Menggunakian media yang telah ditentukan E Memotivasi siswa Menyusun soal sesuai dengan indikator yang telah ditentukan Memeriksa jawaban yang diberikan siswa Menganalisis hasil evaluasi Link jurnal: https://journal. Page 9 Memberikan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi JUMLAH Rekapitulasi 4 kali Observasi Terhadap Guru A ASPEK YANG DIAMATI OBSERVASI Mengetahui berbagai aspek kepribadian siswa Mengantisipasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kesulitan belajar E i YA TDK T Y T Y T Mendeskripsikan tujuan pembelajaran E Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan. Mengorganisasikan materi berdasarkan urutannya E Mengalokasikan waktu E E E Menentukan metode yang sesuai E Merancang prosedur pembelajaran E Menentukan media pembelajaran yg akan digunakan E Menentukan sumber belajar yang sesuai E Menentukan teknik penilaian yang sesuai E Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai E E E Menyajikan materi pembelajaran secara sistematis Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan E E E E Menggunakian media yang telah ditentukan E E E Memotivasi siswa Menyusun soal sesuai dengan indikator yang telah Memeriksa jawaban yang diberikan siswa Menganalisis hasil evaluasi Memberikan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi E E JUMLAH Tabel diatas menunjukkan bahwa jawaban AuyaAy berjumlah 51 kali dan jawaban AutidakAy berjumlah 29 kali. Jumlah keseluruhan sebanyak 80 kali. Berdasarkan tabel diatas, ternyata frekwensi jawaban tertinggi adalah jawabanAyyaAy yang berjumlah 51 kali dengan persentase 63,75%. Hasil Observasi 1 Terhadap Guru B Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam Link jurnal: https://journal. Page 10 ASPEK YANG DIAMATI OBSERVASI Mengetahui berbagai aspek kepribadian siswa Mengantisipasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kesulitan belajar E Mendeskripsikan tujuan pembelajaran E Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan. Mengorganisasikan materi berdasarkan urutannya E Mengalokasikan waktu E Menentukan metode yang sesuai E Merancang prosedur pembelajaran E Menentukan media pembelajaran yang akan digunakan E Menentukan sumber belajar yang sesuai E Menentukan teknik penilaian yang sesuai E Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai E Menyajikan materi pembelajaran secara sistematis E Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan Menggunakian media yang telah ditentukan Memotivasi siswa Menyusun soal sesuai dengan indikator yang telah ditentukan Memeriksa jawaban yang diberikan siswa Menganalisis hasil evaluasi Memberikan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi JUMLAH Hasil Observasi 2 Terhadap Guru B Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam ASPEK YANG DIAMATI Mengetahui berbagai aspek kepribadian siswa OBSERVASI Mengantisipasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kesulitan belajar E Mendeskripsikan tujuan pembelajaran E Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan. Mengorganisasikan materi berdasarkan urutannya E Mengalokasikan waktu E Link jurnal: https://journal. Page 11 Menentukan metode yang sesuai Merancang prosedur pembelajaran Menentukan media pembelajaran yang akan digunakan E Menentukan sumber belajar yang sesuai E Menentukan teknik penilaian yang sesuai E Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai E Menyajikan materi pembelajaran secara sistematis E Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan E Menggunakian media yang telah ditentukan E Memotivasi siswa Menyusun soal sesuai dengan indikator yang telah ditentukan Memeriksa jawaban yang diberikan siswa Menganalisis hasil evaluasi Memberikan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi JUMLAH Hasil Observasi 3 Terhadap Guru B Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam ASPEK YANG DIAMATI Mengetahui berbagai aspek kepribadian siswa OBSERVASI Mengantisipasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kesulitan belajar E Mendeskripsikan tujuan pembelajaran E Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan. Mengorganisasikan materi berdasarkan urutannya E Mengalokasikan waktu E Menentukan metode yang sesuai E Merancang prosedur pembelajaran Menentukan media pembelajaran yang akan digunakan E Menentukan sumber belajar yang sesuai E Menentukan teknik penilaian yang sesuai E Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai E Menyajikan materi pembelajaran secara sistematis E Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan Menggunakian media yang telah ditentukan Link jurnal: https://journal. Page 12 Memotivasi siswa Menyusun soal sesuai dengan indikator yang telah ditentukan Memeriksa jawaban yang diberikan siswa Menganalisis hasil evaluasi Memberikan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi JUMLAH Hasil Observasi 4 Terhadap Guru B Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam ASPEK YANG DIAMATI OBSERVASI Mengetahui berbagai aspek kepribadian siswa Mengantisipasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kesulitan belajar E Mendeskripsikan tujuan pembelajaran E Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan. Mengorganisasikan materi berdasarkan urutannya E Mengalokasikan waktu E Menentukan metode yang sesuai E Merancang prosedur pembelajaran E Menentukan media pembelajaran yang akan digunakan E Menentukan sumber belajar yang sesuai E Menentukan teknik penilaian yang sesuai E Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai E Menyajikan materi pembelajaran secara sistematis E Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan E Menggunakian media yang telah ditentukan E Memotivasi siswa Menyusun soal sesuai dengan indikator yang telah ditentukan Memeriksa jawaban yang diberikan siswa Menganalisis hasil evaluasi Memberikan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi JUMLAH TABEL. VII Rekapitulasi 4 kali Observasi Terhadap Guru B ASPEK YANG DIAMATI Link jurnal: https://journal. OBSERVASI Page 13 Mengetahui berbagai aspek kepribadian siswa Mengantisipasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kesulitan belajar E YA TDK Y T E 0 Mendeskripsikan tujuan pembelajaran E Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan. Mengorganisasikan materi berdasarkan urutannya E Menentukan metode yang sesuai E E E E 2 Merancang prosedur pembelajaran E Menentukan media pembelajaran yg akan E Menentukan sumber belajar yang sesuai E Menentukan teknik penilaian yang sesuai E Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai E Menyajikan materi pembelajaran secara Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan E Mengalokasikan waktu Menggunakian media yang telah ditentukan E E E E E 0 Memotivasi siswa Menyusun soal sesuai dengan indikator yang E E 0 telah ditentukan E E 0 Memeriksa jawaban yang diberikan siswa Menganalisis E E 0 Memberikan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi 11 n 9 12 8 10 10 n 14 6n 47 33 JUMLAH Tabel diatas menunjukkan bahwa jawaban AuyaAy berjumlah 47 kali dan jawaban AutidakAy sebanyak 33 Jadi jumlah keseluruhan sebanyak 80 kali. Berdasarkan tabel diatas, ternyata frekwensi jawaban tertinggi adalah jawaban AuyaAy yang berjumlah 47 kali dengan persentase 58,75%. Berdasarkan teknik analisa data yang Penulis pakai yaitu teknik Deskriptif dengan Persentase. Adapun cara yang digunakan jika data telah terkumpul maka diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu data yang bersifat Kualitatif yakni data yang digambarkan dengan kata-kata dan data kalimat dan data yang bersifat Kuantitatif ytakni data yang berbentuk angka dalam bentu Persentase. Dibawah ini akan Penulis paparkan hasil analisa data terhadap 2 orang guru Pendidikan Agama Islam berdasarkan penyajian data . Adapun hasil tersebut adalah: Melihat berbagai aspek kepribadian siswa Sebelum memulai pembelajaran diharapkan guru melihat kesiapan belajar siswa, karena siap tidaknya siswa sebelum memulai pembelajaran sangat brpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan rekapitulasi hasil observasi 2 orang guru Pendidikan Agama Islam (PAI), maka didapati jawaban AuyaAy sebanyak 8 kali dan jika dipresentasikan sama dengan 100%, sedangkan jawaban AutidakAy tidak ada sama Dengan demikian dapat dikategorikan baik sekali dalam melihat aspek kepribadian siswa. Mengantisipasi masalah kesulitan belajar siswa Bukan hanya sekedar melihat kepribadian siswa, namun hendaknya guru juga mencarikan solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Dari delapan kali observasi didapat jawaban AuyaAysebanyak 4 kali . %) dan jawaban AutidakAy sebanyak 4 kali . %). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam dikategorikan kurang baik dalam memecahkan masalah kesulitan belajar Link jurnal: https://journal. Page 14 Mendeskripsikan tujuan Pembelajaran Tujuan merupakan hasil akhir yang diharapkan dicapai oleh siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, guru berperan sebagai penghantar agar siswa sampai pada tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu guru hendaklah mampu mendeskripsikan tujuan pembelajaran tersebut. Berdasar hasil observasi yang Penulis lakukan diperoleh jawaban AuyaAy sebanyak 8 kali . %) dan jawaban AutidakAy sebanyak 0 kali . %). Dengan demikian untuk aspek ini guru dikategorikan baik sekali. Menentukan materi sesuai kompetensi Selalu terjadi guru mengajar tidak sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan dan itu tidak akan membawa pada hasil yang memuaskan. Dengan demikian guru diharapkan mampu menentukan materi sesuai dengan kompetensi. Dari hasil observasi ditemukan jawaban AuyaAy sebanyaksebanyak 8 kali . %) dan jawaban AutidakAy sebanyak 0 kali . %). Dengan demikian untuk aspek ini guru dikategorikan baik sekali Mengorganisasikan materi berdasarkan urutannya Selain menentukan materi berdasarkan kompetensi, guru juga mesti mampu mengorganisasikan materi ajar tersebut berdasarkan urutannya, sehingga materi itu dapat disajikan secara sistematis. Berdasarkan hasil observasi ditemukan jawaban AuyaAy sebanyaksebanyak 8 kali . %) dan jawaban AutidakAy sebanyak 0 kali . %). Dengan demikian untuk aspek ini guru dikategorikan baik sekali. Mengalokasikan waktu Agar tidak terjadi kekurangan dan kelebihan waktu dalam mengajar, guru harus mampu membuat alokasi waktu untuk masing-masing kegiatan pembelajaran. Dari hasil observasi yang Peneliti lakukan, ditemukan jawaban AuyaAy sebanyaksebanyak 5 kali . ,5%) dan jawaban AutidakAy sebanyak 3 kali . ,5%). Dengan demikian untuk aspek ini guru dikategorikan cukup. Menggunakan metode yang sesuai Seorang guru dituntut agar mampu menyampaikan materi pembelajaran dengan nmetode atau strategi yang serasi atau tepat. Hal ini perlu agar pembelajaran bisa tepat sasaran sesuai tujuan yang dari hasil penelitian melalui observasi ditemukan jawaban AuyaAy sebanyaksebanyak 8 kali . %) dan jawaban AutidakAy sebanyak 0 kali . %). Dengan demikian untuk aspek ini guru dikategorikan baik sekali. Merancang prosedur pembelajaran Prosedur yang akan dilakukan guru dalam pembelajaran hendaklah dirancang terlebih dahulu, sehingga rancangan itu dapat dijadikan arahan dan acuan dalam pelaksanaan pembelajaran. Dari hasil observasi yang Peneliti lakukan, ditemukan jawaban AuyaAy sebanyaksebanyak 5 kali . ,5%) dan jawaban AutidakAy sebanyak 3 kali . ,5%). Dengan demikian untuk aspek ini guru dikategorikan cukup. Merancang media yang akan digunakan Dalam melaksanakan pembelajaran, media adalah hal penting yang harus digunakan guru, dan hendaknya guru harus merancang media apa yang akan dipergunakan sesuai dengan materi yang Dari delapan kali observasi didapat jawaban AuyaAysebanyak 7 kali . ,5%) dan jawaban AutidakAy sebanyak 1 kali . ,5%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam dikategorikan baik sekali dalam merancang media yang akan digunakan. Menentukan sumber yang dugunakan Seorang guru harus menentukan dan mencari sumber belajar yang sesuai dengan materi. Berdasarkan rekapitulasi hasil observasi terhadap 2 orang guru Pendidikan Agama Islam, ditemukan jawaban AuyaAy sebanyaksebanyak 8 kali . %) dan jawaban AutidakAy sebanyak 0 kali . %). Dengan demikian untuk aspek ini guru dikategorikan baik sekali. Menentukan teknik penilaian yang sesuai Untuk mengetahui hasil belajar siswa terhadap materi yang telah disampaikan, guru harus memberikan evaluasi atau penilaian dan guru hendaknya mampu menentukan teknik penilaian akan diberikan kepada Berdasarkan rekapitulasi hasil observasi terhadap 2 orang guru Pendidikan Agama Islam, ditemukan jawaban AuyaAy sebanyaksebanyak 8 kali . %) dan jawaban AutidakAy sebanyak 0 kali . %). Dengan demikian untuk aspek ini guru dikategorikan baik sekali Membuka pembelajaran dengan metode yang sesuai Kegiatan membuka pelajaran sangatlah berarti bagi siswa untuk melanjutkan perhatiannya terhadap penjelasan guru. Oleh sebab itu guru harus pandai membuka pelajaran dengan cara yang menarik agar hasil pembelajaran lebih memuaskan. Dari delapan kali observasi didapat jawaban AuyaAysebanyak 7 kali . ,5%) dan jawaban AutidakAy sebanyak 1 kali . ,5%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam dikategorikan baik sekali dalam membuka pembelajaran. Menyajikan materi secara sistematis Materi pembelajaran mesti diajarkan secara sistematis mulai dari yang sederhana untuk memudahkan siswa dalam memahaminya. Dari hasil observasi yang Peneliti lakukan, ditemukan jawaban AuyaAy Link jurnal: https://journal. Page 15 sebanyaksebanyak 5 kali . ,5%) dan jawaban AutidakAy sebanyak 3 kali . ,5%). Dengan demikian untuk aspek ini guru dikategorikan cukup. Menerapkan metode yang sesuai Strategi atau metode adalah cara yang dipakai oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Paham tidaknya siswa terhadap materi yang diajarkan guru amat bergantung pada ketepatan metode yang dipilih oleh guru. Dari delapan kali observasi didapat jawaban AuyaAysebanyak 4 kali . %) dan jawaban AutidakAy sebanyak 4 kali . %). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam dikategorikan kurang baik dalam memilih metode sesuai dengan materi. Menggunakan media yang telah ditentukan Media yang telah direncanakan hendaknya betul-betul deipakai dalam menyampaikan bahan ajar, karena media merupakan alat bantu yang digunakan guru agar siswa mudah mencerna materi yang disajikan Dari hasil observasi didapat jawaban AuyaAysebanyak 4 kali . %) dan jawaban AutidakAy sebanyak 4 kali . %). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam dikategorikan kurang baik dalam menggunakan media pembelajaran. Memotivasi siswa Guru juga dituntut untuk mampu memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif. Dari delapan kali observasi didapat jawaban AuyaAysebanyak 1 kali . ,5%) dan jawaban AutidakAy sebanyak 7 kali . ,5,%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam dikategorikan kurang baik dalam memotivasi siwa. Menyusun soal sesuai indikator Menyusun soal juga adalah peran yang harus dimainkan guru dalam pembelajaran, soal yang disusun harus sesuai dengan indikator yang diharapkan dicapai oleh siswa agar ada keserasian antara soal dengan indikator yang ingin dicapai. Dari hasil observasi ditemukan jawaban AuyaAy sebanyaksebanyak 0 kali . %) dan jawaban AutidakAy sebanyak 8 kali . %). Dengan demikian untuk aspek ini guru dikategorikan kurang baik. Memeriksa jawaban yang diberikan siswa Sebuah hal yang sia-sia jika guru mengevaluasi siswa, tapi jawabannya tidak diberikan koreksi karna sudah menyalahi dari aturan melakukan evaluasi. Oleh karena itu guru harus mengoreksi jawaban yang diberikan siswa. Dari hasil observasi ditemukan jawaban AuyaAy sebanyaksebanyak 0 kali . %) dan jawaban AutidakAy sebanyak 8 kali . %). Dengan demikian untuk aspek ini guru dikategorikan kurang Menganalisis hasil evaluasi Masih berkaitan dengan kegiatan guru sebagai evaluator, guru harus menganalisis hasil evaluasi yang telah diberikan kepada siswa. Dari hasil observasi ditemukan jawaban AuyaAy sebanyaksebanyak 0 kali . %) dan jawaban AutidakAy sebanyak 8 kali . %). Dengan demikian untuk aspek ini guru dikategorikan kurang baik. Memberikan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi Tindak lanjut setelah memberikan evaluasi juga amat diperlukan untuk memikirkan langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh guru. hasil observasi ditemukan jawaban AuyaAy sebanyaksebanyak 0 kali . %) dan jawaban AutidakAy sebanyak 8 kali . %). Dengan demikian untuk aspek ini guru dikategorikan kurang baik ya ycA Berdasarkan ketentuan yang telah dipaparkan sebelumnya. Peneliti menggunakan rumus ycu100%. Maka dapatlah Peneliti analisa data yang telah disajikan diatas yaitu: Jawaban Ya ycu100% = 61,25 Jawaban Tidak : ycu100% = 38,75 Maka dapat disimpulkan bahwa Implementasi Kompetensi Paedagogik guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 32 Pekanbaru dikategorikan AuCukupAy. Hal ini dapat diketahui dari presentase yang dilaksanakan secara keseluruhan yaitu 61, 25%, berada pada rentang 56%-65%. Sedangkan yang tidak dilaksanakan oleh guru adalah 38,75%. Adapun untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi Paedagogik guru untuk meningkatkan kualitas Pembelajaran di SMP Negeri 32 Pekanbaru, dapat diketahui dari hasil wawancara yang Penulis lakukan terhadap para guru dan Kepala Sekolah SMP Negeri 32 Pekanbaru. Adapun faktor yang mempengaruhinya ada dua yaitu faktor Internal dan Ekternal. Adapun faktor Internal yang berpengaruh tersebut adalah : Pengalaman mengajar. Link jurnal: https://journal. Page 16 Pengalaman mengajar sangat berpengaruh terhadap kompetensi Paedagogik , semakin lama masa mengajar yang dilakukan oleh seseorang akan semakin banyak pengalamannya dalam meningkatkan keprofesionalannya menjadi seorang guru. Dari hasil wawancara yang Penulis lakukan kepada guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 32, memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Ada salah seorang guru PAI yang memiliki masa kerja yang masih relatif baru yaitu 6 tahun. Sehingga dari hasil observasi juga menunjukkan adanya perbedaan kompetensi dalam melaksanakan kegiatan Pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengalaman mengajar turut mendukung kompetensi Paedagogik guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Mengikuti Pelatihan,seminar dan penataran guru Meskipun Pendidikan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 32 Pekanbaru sudah mencapai Strata Satu (S. , namun itu belumlah cukup untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, karena yang namanya pembelajaran akan selalu berkembang dan mengalami perubahan. Oleh karena itu seorang guru mestilah selalu meng- update dan meng- upgrade pengetahuannya terkait pembelajaran, salah satu caranya aadalah dengan mengikuti pelatihan-pelatihan terkait dengan pembelajaran. Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan terhadap guru dan Kepala sekolah SMP Negeri 32 Pekanbaru, guru Pendidikan Agama Islam pernah mengikuti Pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh MGMP tetapi masih sangat minim sekali, sehingga hal ini juga merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kualitas pembelajaran guru Pendidikan Agama Islam. Kesadaran akan kewajiban dan hati nurani Untuk menjadi seorang guru haruslah betul-betul niat dari hati nurani dan tidak terlalu mengutamakan sesuatu yang tidak sejalan dengan niat menjadi guru. Apabila seseorang itu menjadi guru berawal dari keinginannya sendiri, niscaya dia akan menyadari peran dan tanggungjawabnya sebagai guru. Dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) guru tersebut kurang mencintai profesinya sebagai seorang guru. Hal itu juga tampak dari cara guru tersebut ketika menghadapi siswanya dalam Pembelajaran. Adapun faktor Ekternal yang berpengaruh terhadap Kompetensi Paedagogik guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 32 Pekanbaru adalah: Ketersediaan sarana dan prasarana serta media pembelajaran Sarana, prasarana dan media pembelajaran merupakan faktor penunjang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, karena sarana,prasarana dan media pembelajran sangat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan baik dan lancar. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara Penulis dengan Kepala Sekolah, sarana dan media yang tersedia di SMP Negeri 32 Pekanbaru masih minim, misalkan ketersediaan IT yang belum merata keseluruh kelas sehingga guru tidak bisa menggunakan laptop dan infokus dalam pembelajaran disebabkan keterbatasan tersebut. Adanya kegiatan pembinaan dan pengawasan terhadap para guru Kegiatan pembinaan dan pengawasan terhadap para guru sangat menunjang upaya peningkatan kompetensi Pedagogik guru, berdasarkan hasil wawancara Penulis dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 32. Pembinaan ini masih belum dilakukan secara maksimal. Hal itu juga sangat berhubungan dengan kepemimpinan kepala sekolah dalam memberikan kepemimpinannya terhadap para guru. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa Implementasi Kompetensi Paedagogik guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 32 Pekanbaru dikategorikan AuCukupAy. Hal ini dapat diketahui dari presentase yang dilaksanakan secara keseluruhan yaitu 61, 25%, berada pada rentang 56%-65%. Sedangkan yang tidak dilaksanakan oleh guru adalah 38,75%. Adapun faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik guru adalah terdiri dari faktor Internal dan Eksternal. Faktor Internal antara lain: Pengalaman mengajar. Mengikuti Pelatihan,seminar dan penataran guru Kesadaran akan kewajiban dan hati nurani Adapun faktor Ekternal yang berpengaruh terhadap Kompetensi Paedagogik guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 32 Pekanbaru adalah: Ketersediaan sarana,prasarana dan media pembelajaran Adanya kegiatan pembinaan dan pengawasan terhadap para guru. Link jurnal: https://journal. Page 17 REFERENSI