Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 23-36 Komunikasi Instruksional Pengajar dan Siswa Dalam Proses Pembelajaran di Event Sekolah Alam Anak Jambi Mirna Maryani 1 . Richad Saputra Adiguna 2 mirnamaryanii@gmail. com, richadadiguna@unja. 1 Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Nurdin Hamzah Universitas 2 Program Studi Ilmu Sejarah. Universitas Jambi ABSTRACT The Jambi Children's Nature School Event is a combination of several students in Jambi City. With the differences in each Event, of course the adaptation process and differences in the nature and character of students make teachers and students need good communication in order to change educative behavior. In this case, the researcher is interested in examining what kind of instructional communication is used in the Jambi Children's Natural School Event. The study used a qualitative approach with a descriptive method, namely describing the instructional communication that took place in the Jambi Children's Natural School Event Data collection in this writing is done through interviews, observation and documentation. The data source was obtained from the CEO of PT. JEO, teachers and students participating in the Jambi Children's Natural School Event. The research location was at the Jambi Children's Natural School Event. Jambi City. The results of the research found in the study indicate that the instructional communication process carried out by the teacher in learning at the Jambi Children's Natural School Event uses three stages, namely the preinstructional stage, the instructional stage and the evaluation stage using verbal communication approaches, group communication and interpersonal Learning processes and interactions, teachers at the Jambi Children's Natural School Event use demonstration learning methods, role playing methods and practice/exercise methods. There are three impacts that occur during the learning process at the Jambi Children's Natural School Event, namely affective, cognitive and psychomotor. Article History Received, 2024-12-23 Revised, 2024-12-29 Accepted, 2025-01-01 Published, 2025-01-15 Keywords: Instructional Communication. Learning Model. Natural School AABSTRAK Event Sekolah Alam Anak Jambi merupakan gabungan dari beberapa siswa di Kota Jambi. Dengan adanya perbedaan pada setiap Event, tentu proses adaptasi dan perbedaan sifat serta karakter peserta didik membuat pengajar dan siswa membutuhkan komunikasi yang baik agar dapat merubah perilaku edukatif. Dalam hal ini, peneliti tertarik untuk meneliti komunikasi instruksional seperti apa yang digunakan di dalam Event Sekolah Alam Anak Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan komunikasi instruksional yang terjadi di lingkungan Event Sekolah Alam Anak Jambi. Pengumpulan data dalam penulisan ini dilakukan melalui, wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari CEO PT. JEO, pengajar dan siswa yang berpartisipasi dalam Event Sekolah Alam Anak Jambi. Adapun lokasi penelitian di Event Sekolah Alam Anak Jambi. Kota Koresponden Mirna Maryani mirnamaryanii @gmail. Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 23-36 Jambi. Hasil penelitian yang ditemukan dalam penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi instruksional yang dilakukan pengajar dalam pembelajaran di Event Sekolah Alam Anak Jambi menggunakan tiga tahapan, yaitu tahap prainstruksional, tahap instruksional dan tahap evaluasi dengan menggunakan pendekatan komunikasi secara verbal, komunikasi kelompok dan komunikasi antar pribadi. Proses dan interaksi pembelajaran, pengajar di Event Sekolah Alam Anak Jambi menggunakan metode pembelajaran demonstrasi, metode bermain peran dan metode praktik/latihan. Tedapat tiga dampak yang terjadi selama proses pembelajaran di Event Sekolah Alam Anak Jambi yaitu afeksi, kognitif dan Kata Kunci: Komunikasi Instruksional. Model Pembelajaran. Sekolah Alam PENDAHULUAN Sekolah adalah institusi yang berperan dalam mendukung peserta didik untuk mengoptimalkan potensi dasar yang mereka miliki, mencakup tidak hanya aspek kognitif, tetapi juga sikap, perilaku, dan keterampilan motorik. Secara mendasar, institusi pendidikan berperan dalam menyediakan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang diperlukan oleh para siswa, sehingga mereka dapat memiliki sumber daya untuk masa depan serta mengembangkan bakat dan potensi yang ada dalam diri mereka. Secara fundamental, setiap individu pelajar memiliki kapasitas yang dapat dioptimalkan, dan masing-masing memiliki keahlian yang beragam dalam menyerap pengetahuan yang disampaikan oleh pengajar. Dalam ranah pendidikan, terdapat tiga tingkatan yang diakui, yaitu Sekolah Dasar (SD). Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), masing-masing dengan usia dan karakteristik yang beragam. Siswa Sekolah Dasar (SD) berusia antara 6 hingga 12 tahun berada dalam fase pendidikan yang krusial. Oleh karena itu, anak-anak seharusnya tidak mengalami kegagalan dalam proses belajar mereka. Mereka perlu merasakan kepuasan atas pencapaian yang diraih, karena pengalaman keberhasilan ini akan berkontribusi pada pengembangan kepribadian mereka secara keseluruhan. Dalam konteks pembelajaran, siswa cenderung menunjukkan karakteristik yang mencakup kecenderungan untuk bermain, bergerak, berkolaborasi dalam kelompok, serta menikmati pengalaman praktis secara langsung. Sekolah menawarkan beragam pendekatan dalam proses pembelajaran, salah satunya adalah sekolah alam. Sekolah alam merupakan institusi pendidikan yang mengusung konsep pengembangan pendidikan secara organik, dilaksanakan di lingkungan terbuka dan alami. Proses pendidikan di sekolah alam dapat menumbuhkan pemahaman pada anak-anak bahwa belajar adalah suatu pengalaman yang menyenangkan. Belajar di alam terbuka memberikan siswa pemahaman yang mendalam terhadap materi pembelajaran yang bersifat integratif, komprehensif, dan aplikatif. Sekolah alam adalah sebuah manifestasi dari pendidikan alternatif yang saat ini mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat signifikan. Sekolah yang berlandaskan pada prinsip-prinsip alam, bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai seni yang Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 23-36 harmonis dengan lingkungan. Di samping itu, sekolah alam berfungsi sebagai suatu bentuk pendidikan yang memanfaatkan lingkungan alami sebagai sarana utama dalam proses pembelajaran siswa. Berbeda dengan institusi pendidikan formal yang umumnya menerapkan metode pengajaran konvensional di dalam ruang kelas, yang membatasi siswa untuk tidak mengeksplorasi pengetahuan di luar lingkungan tersebut, sekolah alam mengedepankan pendekatan pembelajaran yang lebih aktif, di mana siswa terlibat dalam pengalaman langsung dan pembelajaran berbasis tindakan. Konsep pendidikan yang diimplementasikan di sekolah alam melibatkan pemanfaatan lingkungan sebagai lokasi pembelajaran, menggunakan sumber daya alam sebagai bahan dan media pengajaran, serta menjadikan alam sebagai objek studi. Pembelajaran sekolah alam banyak ditemui diluar negeri, salah satunya di Swis dan Jerman keduanya mendirikan sekolah disuatu hutan yang dipenuhi pepohonan yang tinggi sehingga melindungi mereka dari paparan sinar matahari. Sekolah alam diluar negeri tidak hanya mengajarkan pengetahuan saja tetapi mereka melakukan pelestarian alam dan mengembangkan lingkungan sekitar. Sekolah alam di Indonesia sudah banyak dilaksanakan di berbagai wilayah. Inisiatif untuk mendirikan Sekolah Alam di Indonesia pertama kali dicetuskan oleh seorang pemikir muda bernama Lendo Novo. Lendo terinspirasi oleh pemikiran ayahnya mengenai integrasi antara ilmu dan spiritualitas. Sekolah Alam yang pertama kali didirikan oleh Lendo Novo terletak di Ciganjur, didirikan pada tahun 1998, tepatnya di Jalan Damai. Ciganjur. Jakarta Selatan, dan dikenal dengan nama Sekolah Alam Ciganjur. Lendo merancang sebuah konsep pendidikan yang mengintegrasikan elemen alam, memungkinkan siswa untuk belajar sambil bermain. Dengan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan, sekolah alam ini diharapkan dapat menarik perhatian dan minat siswa secara mendalam. Sekolah Alam memiliki kurikulum yang berbeda dengan sekolah lain pada umumnya, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum ganda di Sekolah Alam (Syarifuddin et al. , 2. Di Kota Jambi, salah satu acara yang menarik perhatian orang tua murid adalah Sekolah Alam Anak Jambi. Sekolah Alam Anak Jambi adalah Event sekolah alam pertama di Kota Jambi yang diselenggarakan oleh PT. Jambi Event Organizer yang pendidikan di dalamnya berbasis Tujuan diadakannya Event ini untuk mengisi libur akhir semester yang lebih bermanfaat. Event Sekolah Alam Anak Jambi memberikan pembelajaran yang sangat beragam, mulai dari Public Speaking. Bahasa Inggris. Menulis dan Membaca. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Praktik Menganyam. Selain memberikan pembelajaran yang menarik. Event ini juga menawarkan sertifikat sekolah alam untuk siswa yang mengikuti Event Sekolah Alam Anak Jambi. Kegiatan ini berlangsung selama 7 hari di alam terbuka agar anak dapat bersahabat dengan alam. Event Sekolah Alam Anak Jambi ini diikuti oleh beberapa siswa dari berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kota Jambi. Berbagai karakter dan sifat anak-anak pun saling menyatu di dalam Event Sekolah Alam Anak Jambi dan terdapat berbagai respons yang timbul, sebagian respons siswa yang terlihat bahwa mereka menikmati Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 23-36 dan tidak memiliki rasa takut yang berlebihan. Namun pada sebagian siswa lain, memiliki rasa takut berlebihan dikarenakan situasi atau lingkungan yang berbeda dari sebelumnya yang menyebabkan mereka kurang beradaptasi dan belum terbiasa dengan pembelajaran yang dilaksanakan dengan konsep alam terbuka yang ruang lingkup belajarnya disatukan. Model pembelajaran berbasis alam dalam membentuk karakter siswa cinta lingkungan (Aprilia & Trihantoyo, 2. Pada umumnya siswa terbiasa berada di sekolah dan berinteraksi dengan guru dan teman-temannya selama proses belajar, bermain atau bahkan bercanda gurau. Dengan adanya Event sekolah alam ini membuat siswa SD dan SMP membutuhkan proses adaptasi yang secara tidak langsung akan mempengaruhi sikap dan perilaku siswa. Perubahan pada sistem pembelajaran tersebut membuat siswa hanya ingin bermain pada aktivitas belajar mengajar dikarenakan konsep belajar dengan alam terbuka, perilaku tersebut menjadikan siswa susah diatur ketika proses pembelajaran berlangsung bahkan pada sebagian siswa seringkali memiliki mood yang berubah-ubah. Komunikasi persuasif dengan menjangkau siswa dan mengetahui kepribadian siswa sehingga mampu berkomunikasi secara terbuka dengan Siswa dapat menyerap apa yang dikatakan guru dan siswa juga mengalami banyak perubahan pembelajaran dapat mencapai skor yang lebih tinggi (Costa, 2. Dari permasalahan yang ada tersebut, dapat disimpulkan bahwa dapat ditanamkan perilaku yang baik agar siswa tidak terbawa perilaku yang buruk seperti malas belajar, melawan guru dan lain sebagainya. Dalam hal ini pengajar dituntut memiliki komunikasi yang baik selama proses pembelajaran agar pengajar senantiasa menciptakan lingkungan yang Kejelasan pengajar dalam menyampaikan pesan atau informasi akan berpengaruh pada pemahaman siswa. Proses informasi untuk komunikasi dalam pembelajaran, antara lain: subject = outcome, . ingkat intelegensi siswa, pengalaman-pengalaman yang pernah didapa. , . siswa proses belajar dengan cara menghubungkan apa yang mereka dapat sebelumnya dengan hal baru yang akan disampaikan, . siswa diminta menunjukkan kemajuan sehingga pencapaiannya dapat dianalisis, umpan balik mendapat respon sehingga terlihat jelas sukses dalam usahanya, dan . siswa diberi waktu luang yang cukup untuk berlatih (Miftah, 2. Dalam ranah pendidikan, komunikasi memainkan peran yang krusial dalam berbagai aspek kehidupan. Strategi komunikasi persuasif dengan metode kisah adalah suatu alternatif yang tepat dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa (Hamandia & Razzaq, 2. Komunikasi memainkan peranan krusial dalam menentukan keberhasilan pendidikan siswa. Komunikasi yang terdapat dalam ranah pendidikan mencakup komunikasi pembelajaran, yang lebih umum dikenal sebagai instruksional. Komunikasi instruksional adalah bentuk komunikasi yang dirancang secara spesifik untuk memodifikasi perilaku individu dalam suatu komunitas tertentu menuju perbaikan yang lebih signifikan. Komunikasi instruksional merujuk pada interaksi dalam konteks pendidikan yang mengandung makna perintah atau instruksi. Komunikasi dalam sistem instruksional ini berperan sebagai alat yang fundamental, berfungsi untuk mengubah perilaku edukatif menuju arah yang lebih baik. Transformasi perilaku yang Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 23-36 dimaksud terutama berkaitan dengan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor (Yusuf, 2. Umpan balik mempunyai arti yang sangat penting dalam setiap proses instruksional, karena melalui umpan balik ini kegiatan instruksional akan dapat dinilai, apakah berhasil atau sebaliknya (Darmawan, 2. Seorang pengajar harus mampu memilih metode yang tepat dalam proses pembelajaran untuk memastikan bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan lebih efektif. Melalui penerapan metode instruksional dalam proses pembelajaran, guru dapat lebih mudah mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan perilaku siswa, serta memahami pola pikir siswa selama kegiatan belajar berlangsung. Hal ini juga berkontribusi pada pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh pengajar, sekaligus menjadikan aktivitas pembelajaran lebih menarik (Yusuf, 2. Pemaparan di atas merupakan alasan penulis tertarik untuk meneliti AuKomunikasi Instruksional Pengajar dan Siswa Dalam Proses Pembelajaran di Event Sekolah Alam Anak JambiAy karena Sekolah Alam Anak Jambi merupakan Event sekolah pertama di Kota Jambi yang menerapkan konsep belajar di alam terbuka. METODE PENELITIAN Studi ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif. Secara lebih spesifik, penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ini menghasilkan data deskriptif yang berupa kata kata, baik yang tertulis maupun lisan, yang berasal dari individu, kelompok, atau organisasi yang sedang diamati (Moleong, 2. Metode penelitian ini dipilih karena peneliti berupaya menyajikan data dalam bentuk narasi dari para narasumber, yang mencakup pengalaman, opini, dan pengetahuan mereka. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu memilih guru atau instruktur dengan pengalaman mengajar di sekolah Alam dan peserta dalam kegiatan ini dengan tingkat penerimaan yang berbeda. Subjek penelitian ini adalah pengajar dan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ikut berpartisipasi di dalam kegiatan Sekolah Alam Anak Jambi dan objek penelitian ini adalah komunikasi instruksional yang dilakukan di dalam kegiatan Sekolah Alam Anak Jambi. Penelitian ini dilaksanakan dengan Teknik pengumpulan data dengan Cara melakukan observasi dan wawancara terhadap informan kunci, yaitu: CEO PT. Jambi Event Organizer, pengajar dan beberapa siswa SD dan SMP di Sekolah Alam Anak Jambi. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan HASIL DAN PEMBAHASAN Proses belajar mengajar merupakan proses inti dari keseluruhan proses pendidikan dengan pengajar sebagai peran utama. Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan melalui saluran atau media kepada penerima Dalam Event Sekolah Alam Anak Jambi memiliki perbedaan dari segi pembelajaran dengan sekolah formal pada umumnya dikarenakan Event Sekolah Alam Anak Jambi sendiri Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 23-36 dilakukan dengan konsep fun learning dengan menggunakan pendekatan komunikasi kelompok, komunikasi secara verbal dan komunikasi antarpribadi. Belajar di alam terbuka, secara naluriah akan menimbulkan suasana tanpa tekanan dan jauh dari kebosanan. Event Sekolah Alam Anak Jambi telah mengubah sekolah menjadi sesuatu aktivitas yang indah dan Proses pembelajaran berubah menjadi aktivitas kehidupan nyata yang dihayati dengan penuh kegembiraan. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran terdapat tiga tahapan yang harus diperhatikan oleh pengajar agar pengajar dapat secara efektif dalam mengkomunikasikan materi-materi pelajaran yang akan disampaikan, tahapan tersebut yaitu tahap permulaan . , tahap pengajaran . dan tahap evaluasi. Tahap Permulaan (Prainstruksiona. Tahap Permulaan atau Prainstruksional merupakan fase fundamental yang dilalui oleh pengajar ketika memulai proses pendidikan dan pengajaran. Dalam tahap persiapan untuk melaksanakan rencana kegiatan belajar mengajar di Event Sekolah Alam Anak Jambi, pengajar terlebih dahulu menyusun Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah ditentukan oleh pengajar tersebut. Setelah itu, pengajar mempersiapkan alat-alat peraga dan bahan yang diperlukan untuk menyampaikan materi dengan efektif. Pada kegiatan pembuka setelah kegiatan enjoy moment di Event Sekolah Alam Anak Jambi, pengajar menkondusifkan siswa dengan cara membuka salam kepada siswa. Pengajar dan siswa melakukan perkenalan awal satu sama lain dengan menyertakan ice breaking di dalamnya karena siswa terlihat masih canggung satu sama lain. Dalam hal ini, pengajar terlebih dahulu memperkenalkan diri dan kemudian diikuti siswa satu persatu. Selama proses belajar mengajar, pengajar menggunakan metode tanya jawab dengan pendekatan komunikasi secara verbal dan komunikasi antarpribadi dengan tujuan agar lebih dekat dan proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Tujuan dari tahap ini adalah untuk merefleksikan kembali respons siswa terhadap materi yang telah diterimanya serta mengembangkan suasana belajar yang relevan dengan pelajaran pada hari tersebut. Aktivitas ini akan berkontribusi pada pencapaian siswa. Tahap Instruksional Tahap kedua merupakan fase pengajaran atau inti, di mana materi pelajaran yang telah disusun oleh pengajar sebelumnya disampaikan. Sekolah Alam Anak Jambi menawarkan beragam materi pembelajaran yang bervariasi setiap harinya, masing-masing dengan durasi yang telah ditentukan. Berikut rinciannya: Pemanfaatan Bank Sampah dan Keterampilan Berkreasi Hari pertama kegiatan diisi oleh materi Bank Sampah yang dilaksanakan di Hutan Kota Muhammad Sabki Kota Jambi. Materi yang dipelajari saat peneliti melakukan kegiatan penelitian adalah AuPemanfaatan kantong plastik menjadi barang dengan nilai jual tinggiAy. Dalam proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan Bapak Adi Putra beliau Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 23-36 menggunakan dua metode, yaitu metode demonstrasi dan metode praktik/ latihan dengan memberikan intruksi tentang cara membuat vas bunga dari botol plastik dan hiasan jilbab dengan menggunakan kantong plastik dan botol aqua sebagai media Pendekatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran bank sampah pengajar menggunakan pendekatan komunikasi humanis hal ini bertujuan agar siswa menjadi senang dan merasa dihargai. Proses belajar mengajar yang dilakukan tentu memiliki kendala dan hambatan yang dirasakan siswa karena kegiatan tersebut merupakan hal baru bagi siswa. Gambar 1. Kegiatan Pembelajaran Pemanfaatan Bank Sampah Sumber: Dokumentasi Peneliti Seperti biasanya setiap pembelajaran terselip moment ice breaking antara pengajar dan Ice breaking dilakukan dengan cara bermain dan saling bertukar cerita sambil Secara tidak langsung pengajar juga sesekali melemparkan pertanyaan terkait dengan materi dan secara spontan siswa memberikan jawaban. Gambar 2. Ice Breaking Sumber: Dokumentasi Peneliti Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Inggris Pada hari berikutnya, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan mencakup Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta Bahasa Inggris. IPA adalah suatu konsep pembelajaran Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 23-36 yang berakar pada alam dan memiliki keterkaitan yang mendalam dengan eksistensi Dalam proses pembelajarannya, pengajar menggunakan metode bermain peran dan metode praktik/latihan dengan pendekatan komunikasi kelompok. Hal ini bertujuan agar pengajar lebih fokus dalam menyampaikan materi dan media yang digunakan adalah alat praktik dengan cara pengajar memberikan bahan-bahan seperti piring, pewarna makanan dan air untuk melakukan eksperimen menggunakan pewarna makanan dan susu kedelai. Pengajar memberikan instruksi kepada siswa untuk melihat apa yang terjadi setelah proses eksperimen tersebut. Rasa ingin tau yang besar membuat siswa berlomba-lomba untuk memenangkan instruksi yang diberikan pengajar. Gambar 3. Kegiatan Pembelajaran IPA Sumber: Dokumentasi Peneliti Tidak jauh berbeda dengan proses pembelajaran IPA, pembelajaran pada materi Bahasa Inggis menggunakan metode bermain peran dengan pendekatan komunikasi kelompok dan siswa diberikan instruksi untuk mencari teka-teki yang diberikan oleh pengajar yang disebar ke setiap sudut taman. Hal ini bertujuan untuk melatih kekompakan dan daya pikir siswa. Gambar 4. Kegiatan Pembelajaran Bahasa Inggris Sumber: Dokumentasi Peneliti Menganyam Tanaman Resam Daun paku atau lebih dikenal resam merupakan tanaman yang tumbuh liar di hutan. Salah satu manfaat yang berguna dari tanaman resam, dengan menjadikannya sebuah Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 23-36 barang yang memiliki nilai jual. Tim pengrajin dari Gonau membuat kerajinan pot bunga bersama siswa di Event Sekolah Alam Anak Jambi, hal ini tentu tidak mudah bagi pengajar dikarenakan karakter anak yang berbeda-beda dan diperlukannya guru yang berpengalaman di bidangnya. Pengajar memberikan instruksi kepada siswa dengan menggunakan metode praktik/latihan dengan pendekatan komunikasi secara verbal dan komunikasi antarpribadi. Media utama dalam proses pembuatan pot bunga adalah daun resam yang telah dikeringkan. Siswa mengikuti tahapan yang diajarkan oleh pengajar hingga akhirnya siswa mampu menyelesaikan pot bunga yang mereka buat sendiri. Pembelajaran ini melatih siswa untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab dengan intruksi yang sudah diberikan oleh pengajar. Selama proses pembelajaran berlangsung hambatan terjadi pada siswa, dimana pada sebagian siswa menolak untuk belajar dan hanya ingin bermain. Gambar 5. Kegiatan Pembelajaran Praktik Menganyam Tanaman Resam Sumber: Dokumentasi Peneliti Outbound Outbound atau mancakrida merupakan salah satu bagian dari pembelajaran yang ada di Event Sekolah Alam Anak Jambi, kegiatan outbound dilakukan di Kampoeng Radja Kota Jambi. Ketika kegiatan outbound berlangsung, siswa dibentuk secara berkelompok dan diberikan tugas untuk melakukan tantangan yang sudah disiapkan. Setelah itu, pembina melihat apakah siswa mampu bersikap berani melalui tantangan yang telah diberikan. Dalam melaksanakan kegiatan outbound ini, nilai karakter yang perlu dibangun dan diterapkan dalam menghadapi tantangan di lapangan selama proses pelaksanaan kegiatan outbound. Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 23-36 Gambar 6. Kegiatan Outbound Sumber: Dokumentasi Peneliti Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut Tahap ketiga adalah evaluasi dan tindak lanjut kegiatan pembelajaran. Evaluasi pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui hasil proses belajar mengajar antara pengajar dan siswa. Hasil pembelajaran siswa digunakan untuk mendorong pengajar untuk meningkatkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran mereka. Tahapan ini dilakukan juga untuk menentukan tingkat keberhasilan tahapan kedua, yaitu tahap instruksional. Kegiatan yang dilakukan di tahapan ini meliputi: Memberikan siswa pertanyaan tentang keseluruhan topik yang telah dibahas pada tahap kedua, karena kesuksesan ataupun kegagalan pada tahap kedua ditentukan oleh kemampuan siswa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Mengakhiri pelajaran dengan menjelaskan dan memberikan kesimpulan dari hasil pembelajaran yang dilakukan antara pengajar dan siswa. Informasi ini diperlukan agar siswa dapat mempelajari materi lebih lanjut dari sumber-sumber yang dimilikinya. Dampak Kegiatan Instruksional Bagi Siswa Selama Event Sekolah Alam Anak Jambi berlangsung, dampak yang didapatkan selama pembelajaran tidak hanya menyenangkan saja. Terdapat tiga dampak lainnya, yaitu: Afeksi Afeksi merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan emosi seperti penghargaan, nilai, perasaan, semangat, minat dan sikap terhadap suatu hal. Afeksi memiliki lima bidang kategori, yaitu: Penerimaan (Receiving/Attendin. Penerimaan adalah suatu kapasitas untuk merespons dan mengekspresikan penghargaan terhadap individu lain, contohnya melalui mendengarkan pandangan mereka. Dalam acara Sekolah Alam Anak Jambi, tampak bahwa para siswa dengan seksama mendengarkan arahan yang disampaikan oleh pengajar, dan selanjutnya melaksanakan instruksi tersebut dengan penuh ketelitian. Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 23-36 Namun terdapat juga sebagian siswa lainnya yang memberikan respons yang kurang menyenangkan. Hal itu terlihat bahwa siswa hanya ingin bermain dan tidak AumoodAy untuk mengikuti proses pembelajaran. Responsif (Responssiv. Responsif adalah situasi ketika siswa terlibat dan tertarik pada suatu subjek dan kemudian menunjukkannya. Mereka memiliki kemampuan untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dan selalu termotivasi untuk bereaksi. Di Event Sekolah Alam Anak Jambi, siswa memiliki daya tarik yang tinggi terhadap materi Bank Sampah dan Menganyam Tanaman Resam, dimana pada materi tersebut siswa memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap materi yang dipakai, seperti bagaimana kantung plastik dan tanaman resam bisa menjadi suatu barang bernilai. Pada pembelajaran outbound siswa juga senang melakukan . Penilaian (Valu. Penilaian pada konteks ini adalah pentingnya ketertarikan diri terhadap sesuatu, seperti menerima, menolak, atau menyatakan pendapat, serta kemampuan untuk memilih kegiatan mana yang baik dan buruk dan mengekspresikan pendapat tersebut dalam perilakunya. Pengajar Event Sekolah Alam Anak Jambi membuat kegiatan pembelajaran secara berkelompok dengan tujuan agar mereka dapat fokus terhadap siswa serta interaksi antara siswa menjadi lebih intensif dan akrab. Siswa juga menyampaikan pendapatnya kepada pengajar agar bisa belajar sambil bermain. Karakterisasi Karakterisasi dapat dilihat pada sifat seseorang dan gaya hidupnya. Hal ini akan tercermin dalam sebuah tingkah laku yang ada hubungannya dengan keteraturan pribadi, sosial dan emosi. Event Sekolah Alam Anak Jambi merupakan gabungan dari siswa yang berbeda sekolah dan tentu memiliki karakter yang berbeda-beda pada tiap siswa. Tingkah laku yang sering terjadi selama proses belajar mengajar adalah siswa memiliki keinginan untuk selalu bermain bersama dengan siswa lainnya. Kognitif Kognitif memiliki asal kata dari bahasa Latin cognition, yang memiliki arti "pengenalan", dan mengacu pada proses mengetahui apa yang kita ketahui tentang diri kita sendiri. Aspek kognitif dibagi menjadi beberapa sub-aspek, yaitu: Pengetahuan (Knowledg. Pengetahuan berkaitan dengan kemampuan untuk mengenali dan mengingat materi yang telah dipelajari dari konsep, prosedur, dan teknik. Contohnya, pada pembelajaran materi menganyam. Pada saat itu, pengajar memberikan contoh tentang cara membuat vas bunga dari tanaman resam kemudian siswa memperhatikan pengajar lalu siswa mengikuti instruksi yang diberikan pengajar. Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 23-36 Hal ini beguna untuk meningkatkan potensi dan melatih kemandirian pada . Pemahaman (Comprehensio. Pemahaman konteks ini merupakan kemampuan untuk mengelompokkan, memberikan deskripsi, dan memahami makna dari informasi yang telah dipelajari. Memahami makna yang telah dipelajari dapat diartikan sebagai mengubah bentuk, lalu interprestasi berarti memberikan penjelasan atau merangkum, dan ekstrapolasi berarti memperluas arti dari satu materi. Pada proses pembelajaran di Event Sekolah Alam Anak Jambi, siswa memiliki pemahaman yang begitu cepat terhadap materi yang mereka senangi, contohnya pada materi menganyam siswa melihat dan mengikuti proses pembuatan yang diajarkan oleh pengajar. Dari hasil pemahaman yang begitu cepat membuat siswa mampu menyelesaikan karya yang diajarkan oleh pengajar. Penerapan (Applicatio. Aspek ini memiliki tujuan utama yaitu untuk menerapkan materi yang telah dipelajari dengan menggunakan aturan materi dalam situasi yang nyata. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk mampu menerapkan konsep atau teori tertentu. Event Sekolah Alam Anak Jambi memberikan pembelajaran yang bermanfaat untuk siswa kedepannya. Contohnya materi pemanfaatan bank sampah, pengajar mengajarkan siswa untuk lebih melihat fungsi dari sampah itu sendiri. Pengajar memberikan contoh nyata dari manfaat saampah dengan mempraktikkan cara pembuatan hiasan jilbab dari kantong plastik hal ini bertujuan agar nanti siswa mampu menerapkan pembelajaran ini di luar kegiatan Sekolah Alam Anak Jambi. Psikomotorik Psikomotorik merupakan suatu bidang yang mencakup perilaku, koordinasi dan gerakan jasmani serta kemampuan fisik dari seseorang. Psikomotorik ini memiliki empat kategori, . Peniruan Peniruan ini dapat terjadi ketika siswa bisa memahami sebuah pesan atau instruksi berupa gerakan yang kemudian mengubahnya menjadi suatu gerakan motorik yang sama. Siswa melakukan pengamatan pada suatu gerakan kemudian mulai melakukan reaksi dengan meniru gerakan tersebut. Kesiapan Pada kategori ini, siswa mampu untuk bergerak secara fisik, mental, dan emosional, dimana siswa melakukan latihan dan menampilkan sesuatu menurut petunjuk untuk menentukan reaksi mereka terhadap situasi tertentu. Respons Terpimpin Kategori ini merupakan langkah pertama dalam pembelajaran gerakan percobaan, dimana siswa dengan melakukan latihan yang konsisten dapat Jurnal Komunikarya ISSN: 2549-4252. E-ISSN: Vol. 1 No. , 23-36 meningkatkan penampilan. Adaptasi Pada tahap ini, siswa sudah dalam tahapan penguasaan motorik, sehingga mereka dapat menyesuaikan keterampilannya untuk menjadi lebih baik di berbagai situasi. Pada setiap pembelajaran yang dilakukan selama tujuh hari, pengajar memberikan materi yang secara tidak langsung meningkatkan potensi siswa, melatih kemandirian, tanggungjawab serta membuat siswa lebih disiplin dari sebelumnya. Hal tersebut merupakan dampak yang bagus bagi siswa, orangtua dan pihak sekolah karena telah berhasil mengubah siswa menjadi lebih baik melalui kegiatan instruksional yang dilakukan oleh pengajar. KESIMPULAN Proses komunikasi instruksional yang terjalin antara pengajar dan siswa di Event Sekolah Alam Anak Jambi dapat dilihat melalui tiga tahapan, yaitu . tahapan prainstruksional, pengajar dan siswa melakukan perkenalan awal sebelum memulai proses pembelajaran. tahapan instruksional ialah tahapan inti pembelajaran. Event Sekolah Alam Anak Jambi memiliki beberapa materi pembelajaran dan setiap pembelajaran memiliki perbedaan dalam proses belajar mengajar dan . tahapan evaluasi adalah tahapan akhir, pengajar memberikan hasil kesimpulan dari proses belajar mengajar bersama siswa. Proses belajar mengajar di Sekolah Alam Anak Jambi dilakukan dengan empat metode: tanya jawab, demonstrasi, bermain peran, dan paktik/latihan. Semua metode ini digunakan melalui komunikasi verbal, kelompok, dan antarpribadi. Terdapat tiga dampak yang terjadi selama proses pembelajaran di Event Sekolah Alam Anak Jambi yaitu afeksi, kognitif dan psikomotor. Adapun yang menjadi faktor penghambat dari segi fasilitas alat dan tempat yang perlu di upgrade lagi. Umpan balik yang didapatkan dari siswa, pengajar maupun orang tua sangat baik. DAFTAR PUSTAKA