MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN HUBUNGAN KONSUMSI AIR HUJAN DENGAN KARIES GIGI PADA MASYARAKAT KECAMATAN SEBUKU KABUPATEN NUNUKAN Herlianaa. Cicih Bhakti Purnamasarib. Krispinus Dumac. Verry Asfirizald. Listiyawatie Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman. Samarinda. Indonesia Laboratorium Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Parasitologi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Email: fikriharahap317@gmail. Abstrak Karies gigi adalah salah satu penyakit gigi dan mulut yang dapat dipengaruhi oleh kadar fluor. Sumber air minum seperti air hujan memiliki kandugan fluor yang rendah sehingga masyarakat yang mengkonsumsi air hujan lebih rentan mengalami karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi air dengan karies gigi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan Cross sectional study. Dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2022 dengan responden masyarakat Desa Harapan Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan yang berjumlah 92 orang dan metode sampling Random Setiap responden diperiksa karies gigi dengan menggunakan indeks DMF-T dan mengisi kuisioner oleh responden. Analisis data menggunakan Pearson correlation dengan tingkat kepercayaan 95% ( = 0,. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata indeks DMF-T responden mengkonsumsi air hujan yaitu 3,26 kategori sedang dan hasil uji statistik diperoleh nilai p: 0. <0. Kesimpulan terdapat hubungan konsumsi air hujan dengan karies gigi masyarakat Desa Harapan Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan. Kata kunci: Konsumsi Air Hujan. Karies Gigi. Fluor Abstract Dental caries is one of the diseases of the teeth and mouth that can be affected by fluoride levels. Sources of drinking water such as rainwater have a low fluorine content so that people who consume rainwater are more susceptible to dental caries. The purpose of this research to determine the effect between rainwater consumption and dental caries. This research used observational study a cross-sectional analytic study. was carried out in August-November 2022 with 92 respondents from the people of Harapan Village. Sebuku District. Nunukan Regency, using the random sampling method. Each respondent was examined for dental caries using the DMF-T index and filled out a questionnaire by the respondent. The statistical analysis data was taken from Pearson correlation with significant level 95% ( = 0,. The results showed the severity of dental caries people who consume rainwater based on DMF-T index is 3,26 medium category and statistical test results obtained p-value: 0. <0. The conclusion is that there is a relationship between rainwater consumption and dental caries in the people of Harapan Village Sebuku District Nunukan Regency. Keywords: Rain Water Consumption. Dental Caries. Fluorine MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 PENDAHULUAN Kabupaten Nunukan memiliki masalah Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting untuk kesehatan secara kabupaten yang berada di Kalimantan umum yang menentukan kualitas hidup Utara, dengan prevalensi gigi berlubang 57,50%, gigi hilang 26,46%, gigi yang Kesehatan terbebas dari berbagai penyakit dan rasa sakit gigi dan mulut sehingga berfungsi ditambal 5,21% dan gigi goyah 14,49%. Status kesehatan gigi dan mulut pada dengan optimal. 1 Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang paling banyak beberapa faktor diantaranya perilaku, terdapat di seluruh dunia. 2 Penyebab utama timbulnya karies gigi tersebut 7 Salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi indeks karies gigi kebersihan gigi dan mulut dan pola makan yaitu sumber air yang digunakan untuk yang kurang baik. 3 Kondisi gigi yang karies menyikat gigi dan kualitas air yang digunakan untuk menyikat gigi harus berdampak bagi kesehatan rongga mulut memenuhi persyaratan fisika, persyaratan maupun seluruh tubuh. kimiawi, dan persyaratan mikrobiologi. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Beberapa faktor yang dianggap sebagai Dasar (Riskesda. mengenai prevalensi faktor risiko terjadinya karies gigi adalah permasalahan gigi dan mulut di Indonesia penggunaan fluor, oral hygiene, jumlah pada tahun 2007 yaitu 23,4% pada bakteri, saliva, kebiasaan makan, kondisi Riskesdas tahun 2013 yaitu 25,9% dan kesehatan umum, serta faktor risiko hasil Riskesdas tahun 2018 dengan angka demografi atau faktor modifikasi karies 57,6% yang berarti terjadi peningkatan seperti umur, jenis kelamin, dan riwayat prevalensi permasalahan gigi dan mulut setiap tahunnya. 4 Kalimantan Utara sendiri Air sebanyak 54,4%, gigi hilang 21,5%, gigi Penyediaan yang ditambal 6,6% dan gigi goyah 11,0%, merupakan perhatian yang utama di banyak negara berkembang termasuk Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. pada tahun 2018. 5 Dimana Indonesia, kebutuhan dasar dan sangat penting bagi MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 Penelitian Geovani Penggunaan air hujan sebagai salah satu menunjukkan tingkat keparahan karies gigi alternatif sumber air yang diterapkan di kelompok masyarakat yang menggunakan Indonesia mengingat indonesia adalah air hujan berdasarkan indeks DMF-T negara tropis yang mempunyai curah sebesar 6,7 dimana kategori tersebut hujan yang cukup tinggi. Karakteristik air hujan pada umumnya memiliki pH rendah dilaksanakan di Kecamatan Batang Gasan . ,0 Ae 6,. , mineral rendah, kesadahan Kabupaten rendah. Fe tinggi (>3,. serta kandungan adanya permasalahan dalam penyediaan (>. Tetapi Penelitian Padang Pariaman karakteristik air hujan yang dihasilkan memanfaatkan air hujan sebagai sumber tergantung pada daerah geologis suatu air bersih. Keadaan diatas juga dialami pada salah Air hujan merupakan sumber air yang satu desa di wilayah Kalimantan Timur sangat penting terutama di daerah yang khususnya di Kabupaten Nunukan yaitu tidak terdapat sistem penyediaan air masyarakat Desa Harapan Kecamatan bersih, kualitas air permukaan yang Sebuku rendah serta tidak tersedia air tanah. penyediaan air bersih oleh Perusahaan Menurut Peraturan Daerah Air Minum (PDAM) belum dapat Menteri Kesehatan (Gambar Nomor 492 Tahun 2010 air minum yang layak dan aman bagi kesehatan adalah air Masyarakatnya memanfaatkan air hujan sebagai sumber air bersih yang ditampung secara fisik, mikrobiologis, kimia, dan Secara fisik, air minum yang kemudian dialirkan ke sehat adalah air yang tidak berbau, tidak Selain memanfaatkan air berasa, tidak berwarna serta memiliki hujan ada juga warga yang melakukan total zat padat terlarut, kekeruhan, dan pemboran untuk mencari sumber air suhu sesuai ambang batas yang telah Namun air sumur bor tidak dapat Beberapa parameter kimiawi dikonsumsi karena keruh, kuning, bau air yang diduga berpengaruh terhadap karat sehingga air hujan menjadi pilihan kesehatan gigi dan mulut, yaitu unsur dalam tangki keasaman . H), fluor, dan kalsium. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 Berdasarkan latar belakang ada hubungan konsumsi air hujan dengan karies gigi. penelitian ini untuk mengetahui apakah Gambar 1. Letak Kecamatan Sebuku Status karies gigi adalah kondisi yang METODE PENELITIAN Metode dalam penelitian ini adalah metode Observasional Analitik dengan desain studi cross sectional dengan kriteria inklusi . masyarakat yang berumur Ou12 tahun dan . konsumsi air hujan untuk minum dan/atau menyikat gigi dan/atau cuci pakaian dan/atau makanan. Teknik Random penelitian adalah seluruh penduduk Desa harapan Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan berjumlah 2. 511 orang. Jumlah responden yaitu 92 orang yang termasuk dalam kriteria inklusi. Variabel yang diteliti yaitu konsumsi air hujan dan status karies menggambarkan pengalaman karies dalam kurun waktu tertentu yang dihitung menggunakan dengan menggunakan alat . ral gambaran klinis pada gigi terkait karies dan indeks DMF-T (Decayed missing filling Kategori DMF-T menurut WHO antara lain. sangat rendah . ,0 Ae 1,. , rendah . ,2 Ae 2,. , sedang . ,7 Ae 4,. , tinggi . ,5 Ae 6,. , sangat tinggi (>6,. Konsumsi air hujan adalah pemakaian air hujan dengan atau tanpa air lainnya dan/atau menyikat gigi dan/atau memasak yang dihitung menggunakan kuisioner. Kuisioner terdiri dari 8 pertanyaan dengan pilihan jawaban a memiliki skor 1, pilihan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 jawaban b memiliki skor 2, pilihan jawaban c memiliki skor 3, dan pilihan jawaban d pertanyaan tentang pola penggunaan air memiliki skor 4. Penelitian diawali dengan pembuatan selanjutnya di isi. Selanjutnya melakukan surat izin penelitian dan pembuatan pemeriksaan langsung pada rongga mulut Ethical clearance yang diterbitkan oleh Fakultas Universitas diagnosti. untuk melihat gambaran klinis Mulawarman No. 145/KPEK-FK/IX/2022. pada gigi terkait karies berdasarkan indeks Sebelum dilakukan penelitian, melakukan DMF-T puskesmas Kecamatan Sebuku kemudian mengetahui kondisi umum lingkungan peneliti mencatat hasil pemeriksaan di yang akan dijadikan lokasi untuk penelitan. lembar formulir pemeriksaan. Kedokteran Kemudian menentukan sampel dengan menggunakan alat . ral Setelah dilakukan penelitian dan data melihat kriteria inklusi oleh peneliti. Setelah sampel penelitian didapatkan, korelasi dengan Spearmen correlation. Peneliti melakukan kunjungan ke lokasi penelitian dan menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya penelitian tersebut terhadap Peneliti HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 dan tabel 2 merupakan hasil responden berupa jenis kelamin dan usia, dengan uraian sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi karakteristik sampel penelitian berdasarkan jenis kelamin yang mengkonsumsi air hujan masyarakat di Desa Harapan Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan pada tahun 2022. Karakteristik sampel penelitian Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Total Frekuensi . Persen (%) Tabel 2. Distribusi karakteristik sampel penelitian berdasarkan usia yang mengkonsumsi air hujan masyarakat di Desa Harapan Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan pada tahun 2022. Usia 12-24 tahun 25-34 tahun 35-44 tahun 45-54 tahun 55-65 tahun Total Frekuensi . Persen (%) MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 Tabel 1 diperoleh hasil distribusi karakteristik sampel dengan jumlah 92 berdasarkan usia diperoleh data usia orang . %). Berdasarkan jenis kelamin, jumlah sampel perempuan sebanyak 50 berjumlah 43 orang . 7%), dan terendah orang . 3%) dan jumlah sampel laki-laki pada usia 55-65 tahun berjumlah 2 orang yaitu 42 orang . 7%). Tabel 2 adalah . 2%). Tabel 3. Rata-rata nilai DMF dan DMF-T berdasarkan sumber air lain yang digunakan selain air hujan di Desa Harapan Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan pada tahun 2022. Variabel Usia Air Mineral Kemasan Air Sumur Tidak ada Total Nilai D Nilai M Nilai F Jumlah DMF-T 1,37 2,17 2,00 1,84 0,62 0,81 1,42 0,95 0,56 0,42 0,32 2,55 3,40 3,43 3,11 jenis sumber air yang banyak digunakan Tabel 3 diperoleh hasil rata-rata nilai DMF-T tertinggi 3,43 yaitu responden yang hanya mengkonsumsi air hujan tanpa terendah 2,55 yaitu responden yang menggunakan sumber air lain air mineral Hasil penelitian Suratri et al. 2018 menyebutkan bahwa hampir semua menyebabkan karies gigi, kecuali jenis air minum dari air isi ulang. Jenis sumber air minum seperti air hujan, kandungan fluor Rendahnya kadar fluor dapat menyebabkan karies gigi sehingga perlu untuk dilakukan fluoridasi. Tabel 4. Hubungan Konsumsi Air Hujan dengan Karies Gigi di Desa Harapan Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan pada tahun 2022. Variabel Mean Konsumsi Air Hujan Karies Gigi p- value p:0. **. Pearson correlation : p<0. Tabel 4 memperlihatkan hasil uji Pearson jumlah responden 92 orang dan diperoleh p:0. <0. terdapat hubungan mengkonsumsi air hujan dengan jumlah DMF-T . o ditolak, ha diterim. Hasil penelitian yang dilakukan pada masyarakat di Desa Harapan Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 hubungan konsumsi air hujan dengan dengan jumlah responden 92 orang responden mengalami karies gigi dengan diperoleh nilai p:0. <0. yang indeks DMF-T rata rata 3,26 yaitu kategori berarti terdapat hubungan mengkonsumsi Banyak faktor penyebab karies air hujan dengan jumlah DMF-T . o gigi salah satu diantaranya dapat terjadi ditolak, ha diterim. sehingga dapat karena rendahnya kebersihan gigi dan disimpulkan bahwa terdapat hubungan mulut, sering mengkonsumsi makanan konsumsi air hujan dengan karies gigi. yang manis dan lengket, dan kurang Hasil terpaparnya dengan fluorida. penelitian yang dilakukan Nadia . Masyarakat Harapan tentang pengaruh penggunaan air hujan mengkonsumsi air hujan baik untuk terhadap karies gigi pada masyarakat di Kecamatan Desa Hasil uji statistik Pearson correlation Batang Gasan Kabupaten menyikat gigi maupun sebagai air minum. Padang Pariaman yaitu diperoleh hasil Namun kandungan fluor dalam air hujan terdapat pengaruh penggunaan air hujan dengan indeks karies gigi, dengan rata-rata rendah dibawah ditetapkan, hal itulah yang menyebabkan masalah kesehatan, termasuk karies gigi. 6,7 kategori sangat tinggi. Penelitian Sunubi Hasil penelitian yang dilakukan oleh Utami tentang perbedaan status karies pada membahas tentang hubungan kadar fluor anak sekolah dasar yang mengkonsumsi air minum dengan karies gigi pada anak air minum dari penampungan air hujan Sekolah Dasar di Kecamatan Landono dan air PDAM di Kecamatan Musuk Kabupaten Kabupaten Boyolali memperoleh hasil Sulawesi Tenggara menjelaskan bahwa yaitu ada perbedaan status karies. Hasil kadar fluor dalam air minum berhubungan penelitian tersebut menunjukkan bahwa dengan karies gigi dan hubungan tersebut kandungan fluor pada air hujan yaitu 0 berbanding terbalik artinya semakin tinggi sehingga masyarakat yang mengkonsumsi kadar fluor air semakin rendah terjadinya air hujan memiliki tingkat keparahan karies gigi atau sebaliknya semakin rendah kadar fluor air semakin tinggi terjadinya dibanding sumber air lain yang memiliki Konawe Selatan Provinsi karies gigi. tingkat karies kategori rendah. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 Penelitian yang dilakukan R. Sainuddin karies gigi masyarakat yang mengkonsumsi et al. , 2022 tentang dampak konsumsi air air hujan berdasarkan indeks DMF-T yaitu hujan terhadap status keparahan karies 3,26 yaitu dalam kategori sedang dan gigi di Masyarakat Desa Padang Lampe terdapat hubungan konsumsi air hujan Kabupaten Bone keparahan karies gigi dengan indeks DMFT rata-rata adalah 6,2 yaitu kategori tinggi. Tingginya dikarenakan fluor air hujan yang rendah dan pH dibawah normal yaitu 5,7 yang terkandung dalam air hujan, hal demikian Keterbatasan yang terdapat dalam penelitian ini antara lain yaitu tidak dilakukan pengujian kadar fluor air hujan sehingga belum dapat diketahui secara pasti apakah air hujan yang dikonsumsi masyarakat memiliki nilai kadar fluor yang UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yaitu kepada Program Studi Kedokteran Gigi Universitas dan pengajar, pihak responden, teman sejawat, kepada kedua orang tua dan kepada drg. Ferdi Zul Ferdian selaku supervisor dan Trisman. Md. G yang terhadap faktor penyebab karies lainnya, sehingga penelitian pengujian kadar fluor air hujan untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan untuk mengetahui berapa ppm kadar fluor air hujan yang dikonsumsi oleh masyarakat. SIMPULAN disimpulkan bahwa hasil pemeriksaan mendukung sehingga penelitian dapat dilaksanakan dengan melakukan pengujian atau pengukuran dengan p:0. <0. DAFTAR PUSTAKA