Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBINA KARAKTER GENERASI Z Yuel Sumarno1. Christian Yohanes2. Dalmasius Filemon3. Debora Putri4 STT Bethel Indonesia Jakarta yuelsumarno@sttbi. Diterima 07 Januari 2021. direvisi 10 Maret 2021. diterbitkan 30 April 2021 Abstract Generation Z is the nation's next generation who are technology savvy. However, it becomes a real problem if the technology used prevents them from developing and maximizing the potential they provide. This research explores more deeply the guidance and role of a teacher in developing Generation Z. The method used is qualitative with data taken based on literature study. The results obtained are that a teacher must teach with a heart full of sincerity and guidance which is carried out by entering the world of Generation Z so that the learning provided and the values can be applied to the lives of Generation Z. Keywords: Generation Z. Teacher. Abstrak Generasi Z adalah generasi penerus bangsa yang cakap akan teknologi. Akan tetapi, menjadi masalah sekali, jika teknologi yang digunakan malah menjadikan diri mereka tidak berkembang dan memaksimalkan potensi yang berikan. Penelitian ini mengulik lebih dalam tentang bimbingan dan peranan seorang Guru dalam membina generasi Z. Metode yang digunakan kualitatif dengan data-data yang diambil berdasarkan studi Hasil yang didapatkan bahwa seorang Guru harus mengajar dengan hati yang penuh keiklasan dan bimbingan yang dilakukan dengan masuk dalam dunia generasi Z, maka pembelajaran yang diberikan dan nilai-nilai dapat diterapkan bagi kehidupan generasi Z. Kata Kunci: Generasi Z. PENDAHULUAN Sekolah adalah tempat mendidik anak untuk dapat memiliki Karakter yang sopan dan baik. Dalam hal ini mencakup dari berbagai nilai, sikap, dan perilaku yang membentuk identitas dan kepribadian setiap anak (Sumarno, 2. Ini meliputi hal karakter yang ada dalam hidup menjadi terang dalam kehidupan bersosial. Pemahaman tentang karakter menjadi penting karena karakter memainkan peran kunci dalam membentuk kualitas hubungan in terpersonal, keberhasilan pribadi, dan teladan positif terhadap masyarakat (Satya Yoga et al. , 2. Ini termasuk pengakuan akan kekuatan 70 | Sumarno dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi dan kelemahan individu, nilai-nilai yang mereka pegang teguh, serta bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya (Widjaja, 2. Dengan memahami karakter seseorang, seseorang dapat memprediksi perilaku mereka, merespons dengan tepat dalam situasi yang kompleks, dan membangun hubungan yang kuat dan bermakna dalam sekolah (Husna & Supriyadi, 2. Pentingnya pemahaman karakter terletak pada kebaikan terhadap pembentukan etika di dalam sekolah. Karakter mencerminkan nilai-nilai yang diyakini seseorang dan menjadi dasar bagi keputusan dan tindakan mereka. Ketika seseorang memiliki karakter yang kuat, mereka cenderung bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip moral yang mereka anut, bahkan dalam menghadapi tekanan atau godaan, dalam melaksanakan halhal yang berkaitan di kehidupan sekolah (Korua et al. , 2. Seorang guru berperan sebagai pembimbing untuk dapat membantu siswa dalam membentuk karakter mereka. Oleh karena itu, karakter membantu seorang siswa untuk memperkuat setiap mereka dan mempertahankan standar moral yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Seorang siswa yang memiliki karakter yang kuat menjadi teladan bagi orang lain dan mampu mempengaruhi mereka secara baik (Sumarno & Munthe, 2. Dengan menunjukkan tanggung jawab dalam tindakan mereka, seorang siswa dapat memperoleh kepercayaan dan penghargaan dari sekolah mereka mengambil pendidikan. Sehingga dengan mudahnya, seorang siswa dapat menjadi pemimpin dalam mengambil keputusan yang tepat, memimpin dengan contoh, dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama dalam memajukan sekolah (Jeklin, 2. Seorang siswa yang sedang membangun karakter tentunya dapat pengembangan diri yang berkelanjutan. Ketika seorang siswa memahami kekuatan dan kelemahan mereka sendiri, mereka dapat mengetahui area di mana mereka perlu berkembang dan mengambil langkah-langkah untuk melakukan perbaikan, untuk menuju pendewasaan iman (Sunarko, 2. Ini melibatkan proses perubahan diri yang jujur tentang perilaku dan motivasi mereka, serta komitmen untuk terus belajar dan tumbuh sebagai siswa yang pembelajar. Guru pendidikan agama Kristen berupaya untuk mengatasi hambatan dan mengoptimalkan potensi mereka dalam mencapai kesuksesan dan cita-cita mereka ke depanya (Hariandi & Irawan, 2. Hubungan yang baik akan memberikan sebuah Generasi Z membutuh karakter seperti Kristus (Zega & H, 2. Oleh sebab itu. Pendidik memiliki peran penting dalam membantu siswa mengembangkan karakter 71 | Sumarno dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi yang Kristus miliki. Melalui pembelajaran pendidikan agama Kristen serta model perilaku yang baik, guru dapat membantu siswa memahami pentingnya nilai-nilai seperti kasih dan pengampunan Kristus dalam kehidupan mereka (R. Marbun, 2. Dengan memperkuat karakter siswa, pendidik membantu mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi tantangan kompleks dan menjadi teladan dalam karakter menjadi fokus utama dalam menjadi terang-Nya Tuhan di mana dapat bersinar dan diandalkan, dan berkomitmen untuk menjadi teladan di kehidupan yang nyata (Telaumbanua, 2. Keteladanan Yesus menjadi hal yang diutamakan harus diketahui oleh setiap siswa dalam sekolah, sebab akan memberikan kesadaran diri bahwa setiap siswa memiliki tanggung jawab sebagai garam dan terang dunia (Katarina & Siswanto, 2. Kehidupan yang menjadi teladan akan memberikan siswa di hargai oleh temanteman dalam sekolah, sebab terpancar karakter Kristus dalam hidupnya (Juhji, 2. Ketika seorang siswa memiliki karakter yang kuat, mereka cenderung bertindak dengan baik dan berkontribusi positif terhadap lingkungan sekitar mereka (Wulanata, 2. menciptakan sebuah sifat yang harus dibangun, di mana perilaku kehidupan yang teladan seseorang dapat memengaruhi orang lain di sekitarnya untuk bertindak dengan cara yang sama. Dengan memperlihatkan karakter Kristus yang penuh kasih dalam sekolah, maka siswa yang lain pun, akan merasakan kasih Tuhan. Sebab firman yang direnungkan dalam keluarga, dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari siswa dalam kelas (Simatupang, 1967, p. Maka fondasi yang penting dalam pembentukan karakter Kristus, seorang guru harus melaksanakan pembelajaran yang kontekstual sesuai dengan alkitabiah juga konsisten dengan nilai-nilai alkitab, sehingga siswa dapat memperkuat karakter Kristus yang di implementasikan dalam lingkungan sekolah. Guru memberikan ruang untuk siswa berlatih dan menjadi teladan dalam sekolah, sebab tidak ada rugikannya untuk menjadi terang dalam lingkungan yang gelap dari cahaya Kristus. METODE PENELITIAN Metode ini menggunakan Studi pustaka (Sugiyono, 2. Di mana pendekatan kualitatif untuk memperlihatkan data-data yang bersumber dari buku-buku cetak maupun majalah yang berkaitan dengan penelitian ini. Data yang ditemukan menjadi hal yang utama untuk dapat diklasifikasi secara tepat dan empiris lalu dijadikan sumber 72 | Sumarno dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi yang tepat. Juga fenomena yang di lapangan di bangun untuk membangun penelitian dengan adanya sebuah kebaharuan (Moleong, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Karakter Karakter adalah seperangkat nilai, prinsip, dan pola perilaku yang membentuk identitas seseorang. Karakter mencerminkan bagaimana seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku dalam berbagai situasi. Ini bukan hanya tentang sifat-sifat bawaan yang dimiliki seseorang sejak lahir, tetapi juga tentang kualitas yang berkembang melalui pengalaman hidup, pendidikan, dan interaksi sosial (Sapari, 2. Karakter juga akan membentuk cara seseorang menghadapi tantangan, membuat keputusan, dan berinteraksi dengan orang lain. Salah satu hal utama dari karakter adalah prinsip moral dan etika (Gumanti, 2. Ini berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk membedakan antara yang benar dan yang salah serta bertindak sesuai dengan prinsipprinsip moral yang diyakini. Orang yang memiliki karakter kuat cenderung berpegang pada tanggung jawabannya. Juga membuat keputusan yang tidak hanya menguntungkan diri sendiri tetapi juga mempertimbangkan kesejahteraan orang lain dan dampak jangka panjang dari tindakan mereka. Misalnya, seseorang dengan karakter yang baik akan menolak godaan untuk berbuat curang dalam ujian dalam sekolah, meskipun ada keuntungan jangka pendek yang bisa diperoleh (Rouf, 2. Karakter yang baik membawa kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup pribadi. Orang yang memiliki karakter yang kuat cenderung memiliki hubungan yang harmonis, tujuan hidup yang jelas, dan rasa percaya diri yang tinggi. Seorang siswa bisa memiliki karakter yang baik dalam sekolah, jika menerapkan nilai-nilai Kristus pada kehidupan sehari-harinya. Pengalaman hidup, baik yang positif maupun negatif, membentuk karakter seseorang, oleh sebab itu manusia akan mengalami sebuah proses. Menghadapi tantangan, kegagalan, dan keberhasilan membantu mengembangkan sikap yang pantang Pengalaman ini memungkinkan siswa untuk belajar dari kesalahan dan menguatkan nilai-nilai yang mereka yakini. Kepedulian orang tua dalam belajar anak sangat diperlukan (Pratiwi, 2. Sikap mencerminkan cara pandang seseorang terhadap situasi atau orang lain, sedangkan perilaku adalah tindakan yang dilakukan sebagai respons dari sikap tersebut. Sikap positif seperti optimisme, empati, dan 73 | Sumarno dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi kesabaran menghasilkan perilaku yang membangun hubungan baik dan memecahkan masalah dengan cara yang tepat. Sekolah menjadi tempat seorang siswa mendapati karakter mereka dapat bertumbuh seperti Kristus. Maka dari itu, siswa juga membutuhkan dorongan orang tua untuk dapat bertumbuh dalam Kristus (Panglipur & Listiyaningsih, 2. Pengertian Generasi Z Generasi Z, sering kali disingkat sebagai Gen Z, merujuk pada kelompok demografis yang lahir antara pertengahan hingga akhir tahun 1990-an hingga awal 2010-an (Hastini et al. , 2. Generasi ini adalah penerus dari Generasi Y atau milenial, dan memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari generasi-generasi Secara umum. Generasi Z adalah kelompok yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital sejak usia dini, sehingga sering disebut sebagai "digital publicAy (MuAominah & Gaffar, 2. Salah satu ciri utama Generasi Z adalah ketergantungan yang kuat pada teknologi. Mereka tumbuh di era di mana internet, ponsel pintar, dan media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Akibatnya, mereka sangat mahir menggunakan perangkat digital dan platform online untuk berbagai keperluan, mulai dari komunikasi, pendidikan, hingga hiburan (Rastati. Generasi Z dikenal dengan sikap yang lebih terbuka dan inklusif terhadap berbagai bentuk keberagaman, termasuk dalam hal ras, gender, dan orientasi seksual. Mereka cenderung mendukung dan menghargai keadilan sosial, dan sering kali lebih vokal dalam memperjuangkan hak-hak kelompok minoritas (Yosada & Kurniati, 2. Kesadaran terhadap isu-isu lingkungan menjadi salah satu ciri penting dari Generasi Z. Banyak di antara mereka yang sangat peduli terhadap perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, serta aktif dalam gerakan-gerakan yang berfokus pada pelestarian alam dan upaya untuk mengurangi jejak karbon. Dalam hal pendidikan dan karier. Generasi Z memiliki pendekatan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka lebih cenderung mencari fleksibilitas dan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Pendidikan formal tetap penting, namun mereka juga menghargai pembelajaran mandiri dan keterampilan praktis yang bisa diperoleh melalui internet. Mereka juga memiliki 74 | Sumarno dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi mimpi yang tinggi dalam ketercapaiannya. Sebab mimpi menjadi realitas yang ada di bumi ini (Gunawan, n. , p. Media sosial memainkan peran besar dalam kehidupan Generasi Z. Platform seperti Instagram. TikTok. YouTube, dan Snapchat menjadi sarana utama mereka untuk berkomunikasi, berbagi informasi, dan mengekspresikan diri (Simbolon, 2. Media sosial juga mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan dunia luar, termasuk dalam kreativitas seorang siswa. Dengan besarnya pengaruh media sosial. Generasi Z sering kali menghadapi tekanan sosial yang lebih tinggi. Terutama dengan adanya fenomena cyberbullying dan perbandingan diri dengan orang lain di media sosial (Efianingrum. Kesehatan mental adalah isu penting bagi Generasi Z. Banyak dari mereka yang melaporkan merasa cemas, stres, dan depresi. Faktor-faktor seperti tekanan akademik, ketidakpastian ekonomi, dan dinamika sosial di media digital berkontribusi terhadap meningkatnya masalah kesehatan mental di kalangan mereka. Pengaruh Generasi Z terhadap transformasi digital sangat besar. Mereka mendorong inovasi dan perkembangan teknologi baru di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Teknologi membentuk pendidikan menjadi maju (Zamaludin et al. , 2. Kehadiran mereka mempercepat perubahan menuju era digital yang lebih maju dan terhubung. Generasi Z menuntut perubahan dalam sistem pendidikan yang lebih tepat demi kebutuhan zaman di masa depan. Mereka lebih menghargai pendekatan pembelajaran yang interaktif, berbasis proyek, dan memanfaatkan teknologi digital. Pendidikan online dan hybrid menjadi lebih populer dan diakui sebagai bagian penting dari proses belajar (Fahmi. Dalam hal budaya dan hiburan. Generasi Z adalah pendorong utama tren baru. Mereka menciptakan dan menyebarkan konten melalui platform seperti TikTok dan YouTube, yang kemudian mempengaruhi mode, musik, dan budaya populer secara global (Cecariyani & Sukendro, 2. Guru dapat melakukan bimbingan, sehingga konten yang disajikan dapat dibuat dengan nuansa pendidikan (Elyas, 2. Mereka juga memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini dalam memberitakan pendidikan dan gerakan sosial melalui media digital. Dengan keterampilan teknologi yang mumpuni, mereka bisa menjadi pemimpin dalam inovasi dan pengembangan solusi untuk masalah global (Syaparuddin et al. , 2. Lalu kesadaran yang tinggi menjadikan mereka sebagai agen perubahan yang proaktif dalam upaya menciptakan 75 | Sumarno dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi dunia yang lebih adil dan berkelanjutan. Namun, untuk mewujudkan potensi tersebut, perlu ada dukungan dari orang tua dan guru. Program-program yang mendukung tentang pendidikan yang merata, baik di kota maupun pedalaman sangat penting untuk memberdayakan Generasi Z (Gumanti, 2. Generasi Z adalah kelompok yang unik dan berpengaruh, dengan karakteristik yang dibentuk oleh perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial yang cepat. Mereka menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif. Dengan dukungan dan pemahaman yang tepat. Generasi Z bisa menjadi kekuatan utama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik dan Melalui inovasi, kreatif dan kesadaran sosial, mereka dapat mengatasi berbagai rintangan dan mewujudkan visi mereka untuk dunia yang lebih adil dan maju. Pendidikan sangat memberikan sebuah pengaruh kepada generasi Z, oleh sebab itu, pendidikan yang dilaksanakan harus menjadi kebutuhan yang tepat bagi generasi Z ini. Dukungan seorang guru menjadi nilai yang penting bagi kelangsungan pertumbuhan mereka di sekolah dan lingkungan sosialnya. Guru berperan aktif untuk memberikan bimbingan dan upaya memajukan setiap generasi Z (Hastini et al. , 2. Pembinaan dengan Kasih Kristus Pembinaan adalah proses yang terencana dan sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, sikap, dan perilaku individu atau kelompok dalam mencapai tujuan tertentu (Rivayanti et al. , 2. Pembinaan sering kali diterapkan dalam berbagai konteks, seperti pendidikan, olahraga, dan organisasi Inti dari pembinaan adalah upaya pengembangan yang kontinu, yang melibatkan arahan, bimbingan, dan dukungan untuk membantu seseorang atau sekelompok orang mencapai potensi maksimal mereka. Pembinaan bukanlah proses yang dilakukan secara sembarangan atau tidak ada aturan. Ini melibatkan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang sistematis, termasuk penetapan tujuan yang jelas, analisis kebutuhan, serta strategi dan metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Pembinaan biasanya berfokus pada hasil jangka panjang. Tujuannya adalah untuk menghasilkan perubahan yang berkelanjutan dalam diri individu atau kelompok yang dibina. Ini bisa berupa peningkatan keterampilan profesional, pemahaman 76 | Sumarno dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi akademis, atau perkembangan pribadi. Pembina berfungsi sebagai mentor yang menawarkan pengetahuan, umpan balik, dan dukungan moral. Mereka membantu peserta memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta memberikan strategi untuk Individu atau kelompok yang dibina harus berpartisipasi secara aktif dalam proses pembinaan. Mereka harus terlibat dalam kegiatan pembelajaran, latihan, dan refleksi diri. Kesediaan untuk belajar dan berubah adalah kunci keberhasilan pembinaan (Pous, 2. Dalam konteks pendidikan, pembinaan mencakup pengajaran, pelatihan, dan pengembangan keterampilan belajar. Guru atau pendidik bertindak sebagai pembina mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Di sisi lain, pembinaan bukan hanya tugas guru saja, namun menjadi tugas setiap orang percaya (J. Gultom et al. , 2. Pembinaan dalam Kasih Kristus adalah proses pengembangan spiritual yang bertujuan untuk menumbuhkan iman, pengetahuan, dan perilaku berdasarkan ajaran dan teladan Yesus Kristus. Proses ini melibatkan bimbingan, dukungan, dan arahan yang membantu individu atau komunitas untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta menghidupi nilai-nilai kasih, pengampunan, dan pelayanan yang diajarkan oleh Kristus (Dewi & Sukma, 2. Pembinaan ini berakar pada pengajaran Yesus Kristus seperti yang tercatat dalam Alkitab. Intinya adalah menanamkan nilai-nilai kasih, pengorbanan, dan kerendahan hati yang dicontohkan oleh Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah pertumbuhan rohani yang mendalam dan berkelanjutan, yang diwujudkan melalui hubungan pribadi dengan Tuhan. Sebab seorang siswa harus dibina dengan kasih Kristus, pembinaan yang otoriter hanya menjadikan seorang siswa takut akan pemimpin, namun dengan keseimbangan Kasih Kristus, maka seorang siswa di ampukan untuk hidup menjadi terang-Nya yang ajaib. Guru PAK: Mengajar dengan Hati Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) adalah pendidik yang bertanggung jawab untuk mengajarkan dan membimbing siswa dalam memahami dan menghayati ajaran-ajaran agama Kristen (Agung & Astika, 2. Peran utama guru PAK adalah mengembangkan iman, karakter, dan moral siswa berdasarkan prinsip-prinsip Kristiani. 77 | Sumarno dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi Mereka tidak hanya menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga berperan sebagai teladan dalam kehidupan rohani dan karakter Kristus. Seorang guru PAK harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang ajaran agama Kristen, termasuk pemahaman yang kuat tentang Alkitab, pemikiran Kristen dan sejarah gereja. Kompetensi ini memungkinkan mereka untuk menjelaskan konsep-konsep teologis dengan cara yang mudah dipahami oleh siswa dalam sekolah. Guru PAK harus terampil dalam metode pengajaran yang efektif. Mereka perlu mampu menyampaikan materi pelajaran dengan cara yang menarik dan relevan, serta mengembangkan strategi yang dapat menumbuhkan minat dan pemahaman siswa terhadap ajaran Kristen Guru PAK harus menunjukkan karakter yang sesuai dengan ajaran Kristiani, seperti kasih, kesabaran, kerendahan hati, dan integritas. Mereka berperan sebagai model yang menginspirasi siswa untuk mengikuti nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Tugas utama guru PAK adalah mengajar siswa tentang ajaran-ajaran agama Kristen (Benyamin, 2. Ini meliputi pengajaran tentang Alkitab, doktrin-doktrin dasar, sejarah gereja, dan etika Kristiani. Selain itu, mereka juga membimbing siswa dalam mengaplikasikan ajaran tersebut dalam kehidupan seharihari. Guru PAK berperan dalam membentuk karakter siswa agar sesuai dengan nilainilai Kristiani. Mereka membantu siswa memahami pentingnya moralitas, kejujuran, tanggung jawab, dan kasih terhadap sesama. Guru PAK mendukung pertumbuhan rohani siswa melalui kegiatan-kegiatan seperti doa, ibadah, dan pertemuan yang Mereka menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperkuat iman mereka (Novalis et al. , 2. Dalam dunia yang semakin sekuler, guru PAK menghadapi tantangan dalam mempertahankan relevansi ajaran agama di tengah masyarakat yang mungkin kurang nilai-nilai Mereka menyampaikan ajaran yang dapat diterima oleh siswa dari berbagai latar belakang. Dengan kemajuan teknologi, guru PAK memiliki peluang untuk menggunakan berbagai alat digital dalam pengajaran. Ini mencakup penggunaan media online, aplikasi Alkitab, dan platform e-learning untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menarik (P. Marbun, 2. 78 | Sumarno dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi SIMPULAN Pembentukan karakter yang sopan dan baik di sekolah sangat penting dalam membentuk identitas dan kepribadian siswa. Karakter yang kuat membantu siswa dalam membuat keputusan yang sesuai dengan prinsip-prinsip moral, berinteraksi secara positif dengan orang lain, dan menjadi teladan yang baik di lingkungan mereka. Pentingnya pemahaman karakter terletak pada pembentukan etika dalam sekolah, di berperan sebagai pembimbing untuk mengembangkan karakter mereka. Dengan demikian, siswa yang memiliki karakter yang kuat dapat berkontribusi positif terhadap masyarakat dan menjadi pemimpin yang dapat diandalkan. Pembinaan dengan kasih Kristus memainkan peran kunci dalam mendidik siswa untuk menghidupi nilai-nilai Kristiani. Guru Pendidikan Agama Kristen memiliki tanggung jawab besar untuk mengajar, membimbing, dan menjadi teladan bagi siswa dalam menghayati ajaran-ajaran agama Kristen. Dengan menggunakan pendekatan yang penuh kasih dan metode pengajaran yang efektif, guru PAK membantu siswa memahami pentingnya moralitas, kejujuran, tanggung jawab, dan kasih terhadap Melalui dukungan dan arahan yang berkelanjutan, guru PAK mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi tantangan kompleks dan menjadi teladan dalam DAFTAR PUSTAKA