Jurnal Tarbawi JURNAL TARBAWI Volume 14. Issue 1 (June 2. , 128-144 P-ISSN 2252-5882. E-ISSN 2597-6672 DOI: https://doi. org/10. 36781/tarbawi. Studi Pustaka: Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pada Sekolah Menengah Atas Imam Kurniawan, 2Mega Milenia Vebriyanti, 3Resi Arisma. Siti Rodiah. Rusi Rusmiati Aliyyah Universitas Djuanda Bogor Korespondensi: imam. kurniawan@unida. Abstract: This research is motivated by the lack of adequate educational facilities and infrastructure in Indonesia, which affects the quality of the learning process. The purpose of this study is to explore the importance of facility and infrastructure management in supporting effective learning in Senior High Schools. The method used is library research, by collecting primary data from books and 10 journals obtained through Google Scholar, as well as secondary data in the form of relevant supporting The results show that facility and infrastructure management has a significant influence on improving the quality of education, especially in supporting the effectiveness of the learning process. The availability of adequate facilities, accompanied by the implementation of [IK2. the principles of efficiency, transparency, accountability, and participation, has been shown to improve administrative order, optimize resource use, and a comfortable learning environment. These findings indicate that the quality of facility and infrastructure management is not merely a supporting factor, but a strategic determinant in achieving educational goals. Thus, the effectiveness of school facility management contributes directly to the continuous improvement of the quality of educational services. Keywords: Management of facilities and infrastructure, quality of learning, senior high school. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai di Indonesia, yang berpengaruh terhadap kualitas proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pentingnya manajemen sarana dan prasarana dalam mendukung pembelajaran yang efektif di Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan adalah riset kepustakaan . ibrary researc. , dengan mengumpulkan data primer dari buku dan 10 jurnal yang diperoleh melalui Google Scholar, serta data sekunder berupa dokumendokumen pendukung yang relevan. Hasil bahwa manajemen sarana dan prasarana berpengaruh signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam mendukung efektivitas proses Copyright: A 2024. The authors. Jurnal Tarbawi is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License Studi Pustaka: Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pada Sekolah Menengah Atas Ketersediaan fasilitas yang memadai, disertai penerapan prinsip efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi, terbukti meningkatkan keteraturan administrasi, optimalisasi penggunaan sumber daya, serta kenyamanan lingkungan belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas pengelolaan sarana dan prasarana bukan sekadar faktor pendukung, melainkan determinan strategis dalam pencapaian tujuan pendidikan. Dengan demikian, efektivitas manajemen fasilitas sekolah berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan. Kata kunci: Manajemen sarana dan prasarana, kualitas pembelajaran, sekolah menengah atas Pendahuluan Sarana dan prasarana yang memadai memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah. Namun, di berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) salah satunya di Jawa Barat, masih terdapat kekurangan ruang kelas baru, yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas pembelajaran. Kekurangan ruang kelas ini menyebabkan pembatasan jumlah peserta didik yang dapat diterima saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sehingga mengurangi kesempatan bagi peserta didik untuk mendapatkan pendidikan yang Seperti yang dikeluhkan oleh SMA Negeri 4 Kota Tasikmalaya bahwa ruang kelas masih kurang sehingga membatasi peserta didik yang Dari 800 orang pendaftar yang diterima hanya 320 orang. Pernyataan tersebut disampaikan saat Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan ke SMA Negeri 4 Kota Tasikmalaya pada 29 Februari 2024 dalam rangka Evaluasi Sarana dan Prasarana Pembelajaran. Salah satu anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat. Viman Alfarizi Ramadhan, mengungkapkan bahwa jumlah ruang kelas masih perlu ditingkatkan, terutama di sekolah-sekolah dengan tingkat peminat yang tinggi. Tidak hanya itu, keterbatasan ruang kelas juga memengaruhi efektivitas proses belajar mengajar, karena ruang kelas yang terlalu padat dapat mengganggu konsentrasi peserta didik dan mengurangi interaksi antara guru dan peserta didik. Seperti beberapa sekolah di Banten. Ombudsman RI Perwakilan Banten menyatakan bahwa terdapat kelebihan kapasitas siswa pasa Penerimaan Peserta Didik Baru 1 Portaljabar. AuDewan Nilai Sarana Prasarana Ruang Kelas Baru Menjadi Permasalahan SMA di Jabar. Ay Portaljabar. March 1, 2024. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Imam Kurniawan. Mega Milenia Vebriyanti. Resi Arisma. Siti Rodiah (PPDB) 2024 tingkat SMA/SMK/SKh Negeri berdampak pada padatnya ruang kelas. Sebagaimana yang dikatakan oleh Fadli Afriadi selaku Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten pada tanggal 11 Oktober 2024: AuTemuan di lapangan, penambahan jumlah siswa baru melebihi daya tampung yang ada mengakibatkan sekolah kekurangan ruang kelas. Hal ini berdampak pada ruang kelas yang oadat, tanpa bangku, hingga pengalihfungsian laboratorium menjadi ruang kelasAy. Selain masalah ruang kelas yang terbatas, permasalahan lain yang sering muncul adalah kurangnya sarana dan prasarana pendukung, seperti alat pembelajaran yang memadai, fasilitas laboratorium, serta akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Ketidaktersediaan sarana yang memadai ini menghambat pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pendidikan yang diterima oleh siswa. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperoleh melalui CEIC, pada tahun ajaran 2021/2022, sebanyak 60,60% ruang kelas di tingkat SD mengalami kerusakan ringan hingga sedang, mengalami peningkatan sebesar 3,47% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 57,13%. Sementara itu, di tingkat SMP, persentase ruang kelas dengan kondisi rusak ringan atau sedang mencapai 53,30%, naik 2,74% dari tahun sebelumnya yang sebesar 50,56%. Di tingkat SMA, ruang kelas di Papua Barat paling banyak mengalami kerusakan ringan atau sedang, yakni sebesar 62,84%, sementara di SMK Papua mencapai 58,4%. Manajemen sarana dan prasarana yang baik sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Manajemen adalah serentetan langkah yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok individu yang bekerja di dalam suatu badan organisasi. Bararah mendefinisikan sarana dan prasarana sebagai segala barang, baik yang berkontribusi secara langsung maupun tidak langsung dalam mendukung aktivitas pebelajaran. Sehingga sarana dan prasarana menjadi bagian penting dalam proses pendidikan yang dilakukan di 2 Bantennews. AuOver Kapasitas Siswa. Ombudsman Banten Sebut Berdampak Pada Ruang Kelas yang Padat. Ay Banten News. October 12, 2024. 3 Ahsin. AuBuruknya Fasilitas Pendidikan di Indonesia. Ay Kompasiana. January 8, 4 Engkoswara, and Aan Komariah. Administrasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2012. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Studi Pustaka: Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pada Sekolah Menengah Atas 5 Dapat dipahami bahwa manajemen sarana dan prasarana adalah serangkaian langkah yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam suatu organisasi untuk mengelola dan memanfaatkan segala barang atau fasilitas yang mendukung, terutama yang berhubungan dengan proses pembelajaran, baik yang berkontribusi langsung maupun tidak langsung. Dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan terdapat beberapa proses umum seperti perencanaan, akusisi, distribusi, penggunaan, pencatatan, pengawasan, pemeliharaan sampai dengan penghapusan. Pengelolaan yang efektif terhadap fasilitas fisik, pengadaan peralatan pembelajaran yang sesuai, serta pemanfaatan teknologi yang optimal akan meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Atas. Dengan sarana dan prasarana yang mendukung, proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih lancar, peserta didik lebih termotivasi, dan guru dapat lebih mudah menyampaikan materi secara variatif. Oleh karena itu, peningkatan manajemen sarana dan prasarana di Sekolah Menengah Atas menjadi hal yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkualitas. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AuStudi Pustaka: Manajemen Sarana dan Prasarana dalam meningkatkan pembelajaran pada Sekolah Mnenegah AtasAy. Metode Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka . ibrary researc. Studi pustaka merupakan kajian teoretis yang bersumber dari berbagai referensi dan literatur ilmiah yang relevan dengan topik penelitian . Sumber data penelitian berasal dari data based Google Scholar. Adapun data dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan kata kunci AuManajemen Sarana Prasarana. Peningkatan Pembelajaran. Sekolah Menangah AtasAy batas pencarian sejumlah 100 Artikel dengan rentang waktu 2017 - 2024. Selain itu data lainya sebagai pendukung meliputi 5 Bararah. AuPengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Ay Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 10, 2 . : 351Ae370. 6 Yulianto. Istifadah. Riyadi. Sukataman. Rahma. Kasanah. Fauzi. Anisa. Krismayanti. Imtinan, and H. Monady. Manajemen Sarana Prasarana. 1st ed. Pena Cendikia Pustaka, 2023. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Imam Kurniawan. Mega Milenia Vebriyanti. Resi Arisma. Siti Rodiah dokumen seperti buku-buku lain yang relevan untuk memperkuat konsep manajemen sarana dan prasarana. Analisis data menggunakan model Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), adapun tahapan analisis data meliputi . Identification (Identifikas. , . Screening (Penyaringan Awa. , . Eligibility (Kelayaka. , . Included (Inklus. Adapun penajabaran sebagai berikut pada tahap screening, artikel disaring berdasarkan relevansi topik sehingga diperoleh 50 artikel. Pada tahap eligibility, artikel dipilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, yaitu artikel yang terbit pada tahun 2017Ae2024, relevan dengan topik manajemen sarana prasarana, dan merupakan hasil penelitian. sedangkan artikel yang terbit sebelum 2017 serta bukan artikel penelitian seperti prosiding, artikel pengabdian, dan repository Pada tahap akhir . , diperoleh 10 artikel yang layak untuk dianalisis lebih lanjut. HASIL & PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tutik Sugesti . ipublikasikan tahun 2. , tentang Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran (Studi Kasus SMAN 1 Perbaunga. Hasil penelitian menunjukkan: Perencanaan. Perencanaan pengadaan barang dilakukan karena adanya kebutuhan akan sarana dan prasarana yang harus dipenuhi sesuai dengan program yang dilakukan oleh sekolah, mengganti barang-barang yang rusak, melengkapi barang-barang yang kurang. Perencanaan dilakukan setiap awal tahun ajaran. Setiap guru, kepala perpustakaan serta kepala laboratorium yang ada untuk memajukan daftar kebutuhan kepada sekolah, melalui pembantu kepala sekolah bidang sarana prasarana. Langkah berikutnya pembantu kepala sekolah bidang sarana prasaran mengumpulkan data 7 Fauziah. Rahmah. Nurul, and Z. Rahmah. AuSystematic Literature Review: Strategi Komunikasi Efektif Berbasis Al-QurAoan dalam Upaya Menjaga Iklim Kondusif pada Sekolah Dasar. Ay Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar 4, no. 961Ae972. https://doi. org/10. 56855/jpsd. 8 Sugesti. AuManajemen Sarana Prasarana Pendidikan sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran. Ay Educandum . : 15Ae32. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Studi Pustaka: Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pada Sekolah Menengah Atas kebutuhan tersebut, yang kemudian diberikan kepala kepada kepala sekolah untuk kemudian dilakukan rapat kerja. Pendistribusian. Barang disalurkan sesuai kebutuhan pada bagian-bagian sekolah, dengan melihat kondisi, kualitas dan kuantitas barang yang ada. Dalam pendistribusian atau membagi barang-barang tersebut akan dilakukan sesuai dengan perencanaan pengadaan barang-barang tersebut yang telah di buat di awal tahun. Untuk pendistribusian ini akan dilakukan oleh pembantu kepala sekolah bagian sarana prasarana, serta petugas yang ditunjuk, dan disetujui oleh kepala sekolah. Inventarisasi. Inventaris dilakukan oleh staf pegawai dibawah kordinasi wakil kepala sekolah bagian sarana prasarana, pelaksanaan inventaris dilakukan melalui pencatatan seluruh Pencatatan laporan kondisi pemakaian dan rekapitulasi selama setahun, khusus pencatatan buku di perpustakaan dilakukan oleh pegawai perpustakaan dibawah kordinasi kepala perpustakaan, sekalipun buku yang terdapat diperpustakaan ini hanya berisi buku piket yang digunakan Penghapusan. Kegiatan penghapusan di SMAN 1 Perbaungan dilakukan dengan tidak membuat laporan dan berita acara. Penghapusan barang tidak senantiasa berdasarkan pada syarat Kondisi sarana prasarana secara lengkap akan diketahui pada saat membuat laporan kepada Dinas Pendidikan, bukan dilakukan pada setiap tri wulan sekali. Penelitian Saputra et al . ipublikasikan tahun 2. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Mendukung Proses Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Kuripan9. Hasil penelitian 9 Saputra. Najwa, and M. Irawan. AuManajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Mendukung Proses Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Kuripan. Ay Jurnal Visionary: Penelitian dan Pengembangan di Bidang Administrasi Pendidikan 12, no. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Imam Kurniawan. Mega Milenia Vebriyanti. Resi Arisma. Siti Rodiah Perencanaan. Perencanaan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Kuripan yaitu, . Analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan secara menyeluruh dan akurat. Sekolah telah mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan dengan melibatkan berbagai pihak, seperti guru, staf, dan siswa. Hal ini menjamin bahwa kebutuhan yang diidentifikasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata di . Analisis pembiayaan. Analisis pembiayaan dilakukan secara realistis dan bertanggung jawab. Sekolah telah memperkirakan biaya yang diperlukan untuk pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia. Hal ini menjamin bahwa pengadaan sarana dan prasarana tidak akan melebihi anggaran yang tersedia. Analisis prioritas. Analisis prioritas dilakukan secara objektif dan transparan. Sekolah telah menentukan prioritas kebutuhan sarana dan prasarana yang akan dipenuhi dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti pentingnya kebutuhan untuk proses belajar mengajar, ketersediaan anggaran, dan kondisi sarana dan prasarana yang Hal ini menjamin bahwa kebutuhan yang paling penting akan dipenuhi terlebih dahulu. Pelaksanaan. Pelaksanaan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Kuripan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Penyesuaian jenis media pembelajaran, alat praktik, dan sumber belajar dengan materi pelajaran dan tujuan pembelajaran. Guru melakukan analisis materi pelajaran sebelum memilih sarana dan prasarana yang akan . Dampak Pelaksanaan Sarana dan Prasarana terhadap Proses Pembelajaran, yaitu mempermudah proses pembelajaran, meningkatkan pemahaman materi, serta meningkatkan semangat belajar. Kondisi Sarana dan Prasarana. Secara umum, kondisi sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Kuripan dalam keadaan baik dan terawat. Guru dan siswa merasa puas dengan sarana dan prasarana yang Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Studi Pustaka: Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pada Sekolah Menengah Atas tersedia. Namun, masih terdapat beberapa sarana dan prasarana yang perlu diperbaiki atau diganti karena sudah usang dan tidak lagi memenuhi kebutuhan pembelajaran. Pemeliharaan. Jenis Pemeliharaan SMA Negeri 1 Kuripan menerapkan dua jenis pemeliharaan sarana dan prasarana, yaitu pemeliharaan rutin yang dilakukan setiap hari untuk menjaga kebersihan dan kelayakan pakai sarana dan prasarana. Contohnya, membersihkan ruang kelas, laboratorium, toilet, meja, kursi, dan lain-lain. Kedua, pemeliharaan berkala yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu untuk memperbaiki kerusakan atau kerusakan pada sarana dan prasarana. Contohnya, mengecat pagar yang berkarat, menguras bak atau selokan, memotong rumput, dan lain-lain. Pelaksanaan Pemeliharaan dilakukan oleh Petugas kebersihan sekolah. Guru dan staf. Tim pemeliharaan sekolah. Siswa. Orang Tua. Masyarakat Sekitar. Pengawasan. pengawasan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Kuripan, meliputi: . Proses pengawasan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Kuripan dilakukan secara berkala, meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pelaporan, tindak lanjut. Mekanisme pengawasan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Kuripan melibatkan beberapa pihak, yaitu waka sarana dan prasarana, ketua tata usaha, stakholder sekolah, tim pengembang sekolah. Dampak Mekanisme Pengawasan terhadap Kondisi Sarana dan Prasarana, yaitu kondisi sarana dan prasarana secara umum terawat dengan baik, kerusakan atau kekurangan sarana dan prasarana dapat ditangani dengan cepat, penggunaan sarana dan prasarana lebih optimal dan efisien. SMA Negeri 1 Kuripan telah menerapkan mekanisme pengawasan sarana dan prasarana yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak. Mekanisme pengawasan ini terbukti efektif dalam menjaga kondisi sarana dan prasarana agar tetap optimal dan mendukung proses belajar mengajar. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Imam Kurniawan. Mega Milenia Vebriyanti. Resi Arisma. Siti Rodiah Penelitian Baiq Yuli Susanti. Hardiansyah, dan Muhammad Iqbal . ipublikasikan tahun 2. Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Pembelajaran di SMAN 1 Lingsar10. Hasil penelitian menunjukkan: Manajemen sarana dan prasarana yang ada di SMAN 1 Lingsar dilakukan dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengontrolan. Pengelolaan sarana dan prasarana yang berkualitas berperan penting dalam mendorong kreativitas peserta didik, karena fasilitas yang memadai dapat mendukung proses pembelajaran guna mencapai hasil yang optimal. Seperti halnya laboratorium di SMAN 1 Lingsar yang sudah lengkap alat untuk praktik sehingga siswa dan siswi bisa belajar dengan efektif sehingga berdampak pada kualitas layanan pembelajaran. Penelitian Yusuf M. Z . ipublikasikan tahun 2. tentang Manajemen Sarana dan Prasarana Untuk Meningkatkan Mutu dalam Pembelajaran. 11 Hasil penelitian menunjukkan: Penelitian ini merupakan studi kasus di Madrasah Aliyyah Pembangunan (MAP) Plus Ketrampilan Mandirancan. Kabupaten Kuningan, dengan tujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pengadaan, penggunaan, dan eliminasi sarana dan prasarana. Perencanaan dilakukan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum dengan analisis kebutuhan, pengajuan, dan prioritas Kemudian, dilakukan pengadaan pada awal tahun ajaran/semester melalui pembelian barang dengan pertimbangan kualitas, harga, dan ketersediaan dana. Jika pengadaan sudah selesai maka dilanjutkan dengan penggunaan. Penggunaan saran ini harus sesuai dengan SOP yang memperhatikan tujuan, relevansi materi, dan karakteristik peserta didik. Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum juga melakukan penghapusan atau eliminasi pada barang yang rusak berat dan tidak efisien Penelitian Ayu Yulia Setiawati . ipublikasikan tahun 2. tentang Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam 10 Bararah. AuPengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Ay Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 10, 2 . : 351Ae370. 11 Yusuf Mz. AuManajemen Sarana dan Prasarana untuk Meningkatkan Mutu dalam Pembelajaran (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Pembangunan MAP Plus Mandirancan Kuninga. Ay Tanzhimuna 2, no. : 259Ae266. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Studi Pustaka: Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pada Sekolah Menengah Atas Meningkatkan Mutu Pembelajaran di MAN 1 Yogyakarta12. Hasil penelitian menunjukkan: Perencanaan dilakukan melalui rapat tahunan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan untuk menentukan skala prioritas berdasarkan analisis kebutuhan. Pengadaan dilakukan melalui anggaran pemerintah dan komite. Pengaturan melibatkan inventarisasi, penyimpanan, dan pemeliharaan barang. Penggunaan sarana diatur secara efisien dengan jadwal penggunaan untuk menghindari konflik. Penghapusan dilakukan untuk barang yang tidak lagi berfungsi dengan optimal, melalui lelang atau hibah. Penelitian Alfin Alwie. Sarbini. Ade Kohar . ipublikasikan tahun 2. tentang Peran Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMK Bina Sejahtera 4 Kota Bogor13. Hasil penelitian menunjukkan: Perencanaan dilakukan melalui rapat tahunan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan untuk menentukan skala prioritas berdasarkan analisis kebutuhan. Pengadaan dilakukan melalui anggaran pemerintah dan komite. Pengaturan melibatkan inventarisasi, penyimpanan, dan pemeliharaan barang. Penggunaan sarana diatur secara efisien dengan jadwal penggunaan untuk menghindari konflik. Penghapusan dilakukan untuk barang yang tidak lagi berfungsi dengan optimal, melalui lelang atau hibah Penelitian Bella Bunda . ipublikasikan tahun 2. tentang Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Perkembangan Pembelajaran14. Hasil penelitian menunjukkan: Studi ini mengkaji pentingnya manajemen sarana dan prasarana di MA Laboratorium UIN SU Medan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Manajemen sarana dan prasarana di sekolah tersebut dilakukan dengan menyusun anggaran secara teliti, meningkatkan fasilitas pembelajaran secara bertahap, serta 12 Setiawati. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di MAN 1 Yogyakarta. Skripsi. Universitas Djuanda, 2018. 13 Alwi. Sarbini, and A. Sekolah. AuPeran Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMK Bina Sejahtera 4 Kota Bogor. Ay 14 Bunda. AuManajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Perkembangan Pembelajaran. Ay Journal of Education Research 5, no. : 123Ae130. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Imam Kurniawan. Mega Milenia Vebriyanti. Resi Arisma. Siti Rodiah menjalankan program pemeliharaan secara rutin. Strategi ini berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif, kondusif, dan menyenangkan bagi siswa. Fasilitas seperti laboratorium, perpustakaan, dan ruang kelas dioptimalkan untuk menunjang pembelajaran modern. Namun, penelitian ini juga mengungkapkan adanya tantangan dalam manajemen sarana dan Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pengadaan dan pemeliharaan fasilitas. Selain itu, keterbatasan ruang dan hambatan teknis, seperti koneksi internet yang tidak stabil, turut menghambat optimalisasi sarana berbasis teknologi. Pemeliharaan fasilitas juga memerlukan perhatian ekstra, baik dari segi biaya maupun upaya keberlanjutan. Penelitian Nuron Rhamdani. Ricky Yoseptry. Rudi Alam, dan Desemberi Trianugrahwati . ipublikasikan tahun 2. tentang Manajemen Pemeliharaan Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMAN Purwakarta15. Hasil penelitian menunjukkan: Proses pemeliharaan sarana dan prasarana di SMAN Purwakarta mencakup beberapa tahap, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan pemeliharaan dilakukan secara umum dengan menyesuaikan dengan kebutuhan perbaikan yang ada, kemudian rincian anggaran disusun dan diajukan. Tahapan penetapan perencanaan dimulai dari usulan yang diberikan oleh guru dan peserta didik kepada wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana, selanjutnya diajukan kepada kepala sekolah untuk dianalisis dan disesuaikan dengan kebutuhan. Setelah mendapatkan persetujuan dari kepala sekolah, proses tersebut diteruskan ke bagian tata usaha untuk distribusi lebih lanjut. Pengorganisasian pemeliharaan sarana dan prasarana melibatkan seluruh pihak di sekolah, termasuk guru dan peserta Pelaksanaan pemeliharaan mencakup dua jenis kegiatan, yaitu perbaikan ringan dan perbaikan besar. Untuk pengawasan, pemeliharaan sarana dan prasarana dilakukan melalui laporan yang 15 Rhamdani. Yoseptry. Alam, and D. Trianugrahwati. AuManajemen Pemeliharaan Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMAN 1 Purwakarta. Ay EDUSAINTEK: Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi 11, no. : 900Ae912. https://doi. org/10. 47668/edusaintek. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Studi Pustaka: Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pada Sekolah Menengah Atas disampaikan oleh guru dan wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana, kemudian dievaluasi dalam rapat tahunan. Penelitian Eka Yulianta . ipublikasikan pada tahun 2. tentang Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Siswa Kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK 17 Seyegan Kabupaten Sleman16. Hasil penelitian Proses perencanaan dilakukan dalam kegiatan rapat oleh kepala sekolah untuk menganalisis kebutuhan apa saja yang diperlukan sebagai penunjang proses pembelajaran. Pengadaan terlaksana sesuai dengan kesepakatan bersama meski belum Hal ini dikarenakan dana yang dimiliki sekolah belum cukup untuk mewujudkan sarana dan prasarana yang diperlukan. Dalam pemanfaatan sarana dan prasarana, tidak terdapat prosedur atau aturan tertulis yang mengatur penggunaan fasilitas tersebut, karena setiap warga sekolah memiliki hak yang setara untuk memanfaatkan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan Pemeliharaan dilakukan oleh seluruh warga sekolah setiap hari, sehingga fasilitas selalu dalam kondisi baik dan siap digunakan, mendukung kelancaran proses pembelajaran di Penelitian M. Hidayat Ginanjar. Rahman, dan Muhammad Jundullah . ipublikasikan tahun 2. tentang Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran di SMA Al-Minhaj Bogor17. Hasil penelitian Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan untuk mendukung proses pembelajaran disusun berdasarkan prosedur dan analisis kebutuhan . valuasi diri sekola. , anggaran, serta prioritas yang ditetapkan. Pengadaan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan pembelajaran berasal dari yayasan, bantuan pemerintah, donatur, masyarakat, dan orang tua siswa. Inventarisasi sarana dan prasarana dilakukan sesuai dengan 16 Yulianta. AuManajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Siswa Kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK 17 Seyegan Kabupaten Sleman. Ay Journal on Education 5, no. : 17220Ae17226. 17 Ginanjar. Jundullah, and Rahman. AuManajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran di SMA Al-Minhaj Bogor. Ay Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 6, no. : 103Ae https://doi. org/10. 30868/im. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Imam Kurniawan. Mega Milenia Vebriyanti. Resi Arisma. Siti Rodiah mekanisme yang telah ditentukan, termasuk tahapan, pembuatan buku induk, pencatatan kode, jumlah, harga barang, dan lain-lain, dengan tujuan untuk mengendalikan sarana dan prasarana secara tepat dan efisien. Sarana pendidikan digunakan setiap hari oleh guru dan siswa, dengan fokus pada bahan ajar, ruang kelas, dan peralatan belajar. Pemeliharaan dilakukan secara rutin, mencakup pemeliharaan gedung sekolah, penggantian plafon, kursi, meja, proyektor, komputer, serta penghapusan sarana dan prasarana pembelajaran, yang semuanya dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah. Pembahasan Dari hasil penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana dalam sebuah satuan Pendidikan sangatlah penting. Menurut Bafadal, sarana pendidikan mencakup semua peralatan, bahan, dan perlengkapan yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pendidikan di sekolah, sedangkan prasarana pendidikan adalah perangkat pendukung dasar yang secara tidak langsung mendukung kelancaran proses pendidikan di sekolah. Sarana dan prasarana ini memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran18. Ketersediaan ruang kelas yang cukup, laboratorium yang lengkap, akses teknologi, dan fasilitas pendukung lainnya akan menciptakan lingkungan belajar yang Sebaliknya, kekurangan fasilitas seperti ruang kelas yang memadai dan alat pembelajaran dapat mengganggu efektivitas proses belajar mengajar. Maka diperlukan adanya manajemen sarana dan prasarana yang dilakukan oleh sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan maka mutu pembelajaran sebuah sekolah. Ketika mutu pembelajaran baik tentunya akan berpengaruh terhadap mutu Pendidikan sebuah sekolah. Mutu Pendidikan sendiri adalah tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan Pendidikan yang mencakup aspek input dan output dalam system Pendidikan. Mutu Pendidikan mencerminkan sejauh mana system Pendidikan mampu memenuhi kebutuhan individu, masyarakat, dan dunia kerja. Dengan kata lain, 18 Suranto. Annur. Ibrahim, and A. Alfiyanto. AuPentingnya Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Ay Jurnal Kiprah Pendidikan 1, no. : 59Ae66. https://doi. org/10. 33578/kpd. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Studi Pustaka: Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pada Sekolah Menengah Atas mutu Pendidikan berkaitan dengan relevansi, efektivitas, efisiensi, dan Menurut berbagai penelitian, manajemen sarana dan prasarana pendidikan berkaitan dengan upaya untuk mengelola dan merawat fasilitas pendidikan agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal dalam mendukung kelancaran proses pendidikan. Pengelolaan ini mencakup berbagai kegiatan, seperti perencanaan, pengadaan, pengawasan, penyimpanan, inventarisasi, penghapusan, serta penataan sarana dan prasarana tersebut. Pernyataan di atas sejalan dengan penegasan yang disampaikan dalam Peraturan Menteri Pendidikan bahwa manajemen sarana dan prasarana adalah pengaturan sarana dan prasarana yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisir, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan sarana dan prasarana di sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi manajemen. Manajemen sarana dan prasarana yang efektif membutuhkan penerapan prinsip-prinsip dasar seperti efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan pastisipasi. Kolaborasi antara kepala sekolah, guru, siswa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan manajemen ini. Pengelolaan sarana dan prasarana menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan dana, kerusakan fasilitas, serta kurangnya tenaga profesional yang kompeten. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dapat disarankan agar masyarakat dan dunia usaha lebih berperan aktif dalam penyediaan serta pemeliharaan fasilitas. Selain itu, pemanfaatan teknologi secara optimal dapat meningkatkan efisiensi manajemen, sementara penerapan prinsip keberlanjutan dalam perencanaan dan perawatan fasilitas pendidikan dapat memastikan kelangsungan penggunaannya di masa depan. Oleh karena itu, pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi serta pemanfaatan sarana dan prasarana menjadi langkah krusial dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan Melalui evaluasi yang dilakukan secara rutin, sekolah dapat mengenali kebutuhan yang paling mendesak, memaksimalkan penggunaan fasilitas yang tersedia, serta meningkatkan mutu 19 Mulyasa. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara, 2012. 20 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Imam Kurniawan. Mega Milenia Vebriyanti. Resi Arisma. Siti Rodiah Kesimpulan Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan sangat penting dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif. Manajemen yang baik dapat meningkatkan mutu pendidikan dengan memastikan ketersediaan fasilitas yang memadai, serta penerapan prinsip-prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Tantangan seperti keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia dapat diatasi melalui partisipasi masyarakat dan pemanfaatan teknologi. Evaluasi berkala juga diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan fasilitas dan peningkatan kualitas pembelajaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis sistematis menggunakan model PRISMA untuk mengidentifikasi, menyaring, dan mensintesis temuan-temuan penelitian tentang manajemen sarana dan prasarana pendidikan periode 2017Ae2024 sehingga menghasilkan pemetaan komprehensif terhadap tren, strategi, dan dampaknya terhadap mutu pembelajaran. REFERENCES