JURNAL BASICEDU Volume 9 Nomor 6 Tahun 2025 Halaman 1739 - 1747 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Tantangan dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Studi Literatur Kualitatif Wulanda Pratami1A. Amanda Delpia Charolina2. Evi Selva Nirwana3. Widiya Intan Maharani4. Reza Heriyani5. Reva Mutiara Dewi6 Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu. Indonesia1,2,3,4,5,6 E-mail: pratamiwulanda10@gmail. com1, amandadelpia5@gmail. com2, selvanirwana@gmail. widiyaintan325@gmail. com4, heriyanireza@gmail. com5, revamutiaradewi23@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan strategi implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar guna meningkatkan mutu pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur terhadap 20 sumber penelitian nasional dan internasional terbitan 2019Ae2024. Data diperoleh dari artikel jurnal, prosiding, dan laporan kebijakan yang relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan empat tantangan utama, yaitu kesiapan guru dalam pembelajaran berdiferensiasi, keterbatasan sarana, pemahaman asesmen formatif, serta kesenjangan antara kebijakan dan kapasitas sekolah. Strategi yang efektif meliputi pengembangan profesional guru, kolaborasi sekolah dan masyarakat, serta integrasi media digital secara kontekstual. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan sintesis tematik yang menyoroti kesenjangan antara kebijakan Kurikulum Merdeka dan kesiapan nyata sekolah dasar, sehingga memberikan kontribusi terhadap penguatan implementasi kurikulum berbasis konteks lokal. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka. Sekolah Dasar. Mutu Pembelajaran. Strategi. Tantangan Abstract This study aims to identify the challenges and strategies of elementary schools in implementing the Merdeka Curriculum to improve the quality of learning. The research method used was qualitative with a descriptive approach through document analysis and literature review from various recent studies related to the implementation of the Merdeka Curriculum. The results indicate that the main challenges include teacher readiness, limited resources, adaptation to differentiated learning, and lack of understanding of the new assessment system. Meanwhile, effective strategies involve continuous professional development for teachers, strengthening collaboration between schools and communities, and optimizing digital learning media. The implementation of the Merdeka Curriculum requires a gradual, contextual, and adaptive approach to ensure improvement in learning quality. Keywords: Merdeka Curriculum. Elementary School. Learning Quality. Strategy. Challenge Copyright . 2025 Wulanda Pratami. Amanda Delpia Charolina. Evi Selva Nirwana. Widiya Intan Maharani. Reza Heriyani. Reva Mutiara Dewi A Corresponding author : Email : pratamiwulanda10@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1740 Tantangan dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Studi Literatur Kualitatif Ae Wulanda Pratami. Amanda Delpia Charolina. Evi Selva Nirwana. Widiya Intan Maharani. Reza Heriyani. Reva Mutiara Dewi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing dalam menghadapi dinamika global (Kasmawati et al. , 2. Di tengah era disrupsi teknologi dan transformasi sosial yang cepat, dunia pendidikan Indonesia dituntut untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, serta literasi digital yang tinggi (Humairoh et al. , 2. Dalam konteks ini, pendidikan dasar memiliki posisi strategis karena menjadi pondasi pembentukan kompetensi dan nilai-nilai dasar peserta didik (Saragih & Marpaung, 2. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi memperkenalkan Kurikulum Merdeka sebagai bentuk penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya, yakni Kurikulum 2013 (Alwi & Achadi, 2. Kurikulum ini berlandaskan paradigma Merdeka Belajar yang menekankan kemandirian, kreativitas, dan fleksibilitas dalam proses pembelajaran. Tujuannya adalah menciptakan proses belajar yang berpusat pada peserta didik, menyesuaikan dengan potensi, minat, serta kemampuan belajar mereka (T. Hasballah & Zulfatmi, 2. Selain itu. Kurikulum Merdeka menekankan pada pembelajaran berdiferensiasi dan penguatan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sebagai ciri khas yang membedakannya dari kurikulum sebelumnya (Sutanto, 2. Pada jenjang sekolah dasar, implementasi Kurikulum Merdeka diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik (Alwi & Achadi, 2. Guru diharapkan berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk berpikir mandiri, berkolaborasi, serta memecahkan masalah secara kreatif (Armini, 2. Namun, dalam praktiknya, berbagai studi menunjukkan bahwa pelaksanaan Kurikulum Merdeka belum berjalan optimal, terutama pada sekolah-sekolah dasar di (Alwi & Achadi, 2. daerah dengan keterbatasan sumber daya (Essa Puspa Yanita, 2. Penelitian yang dilakukan oleh (Mulkan & Zunnun, 2. mengungkapkan bahwa banyak guru masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep pembelajaran berdiferensiasi dan penerapan P5. Sementara itu, studi (Monaliza & Marta, 2. menyoroti bahwa kesiapan guru dan kepala sekolah dalam melakukan asesmen formatif berbasis kompetensi masih rendah. Hal ini diperburuk oleh ketimpangan infrastruktur, minimnya pelatihan profesional berkelanjutan, serta lemahnya budaya kolaborasi antar sekolah (Ningsi et al. , 2. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan nyata antara idealisme kebijakan Kurikulum Merdeka dan kemampuan faktual sekolah dalam mengimplementasikannya (Firza et al. , 2. Sejumlah penelitian sebelumnya telah membahas aspek kesiapan guru , persepsi terhadap Kurikulum Merdeka (Zumrotun et al. , 2. , serta analisis awal terhadap kebijakan pendidikan nasional (Tiara Hutamy & Alya Zhafirah, 2. Namun, kajian-kajian tersebut masih bersifat parsial dan belum memberikan pemetaan yang komprehensif mengenai tantangan implementasi serta strategi penguatan mutu pembelajaran di tingkat sekolah dasar (Pai et al. , 2. Sebagian besar penelitian juga berfokus pada hasil survei deskriptif atau studi kasus lokal, bukan pada sintesis literatur yang menyeluruh untuk mengidentifikasi pola dan kesamaan temuan antar penelitian (Widodo et al. , 2. Dengan demikian, terdapat kesenjangan penelitian . esearch ga. yang signifikan antara banyaknya studi deskriptif mengenai Kurikulum Merdeka dan masih terbatasnya penelitian yang secara sistematis mengintegrasikan tantangan dan strategi implementasi berdasarkan hasil-hasil empiris lintas konteks. Hal ini menyebabkan belum adanya peta konseptual yang jelas mengenai faktor-faktor kunci keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka pada jenjang sekolah dasar di Indonesia. Selain itu, sebagian besar penelitian terdahulu belum secara eksplisit mengaitkan indikator mutu pembelajaran dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Padahal, peningkatan mutu pembelajaran merupakan tujuan utama dari kebijakan ini. Seperti dijelaskan oleh (Asna Nafisa Dewi et al. , 2. dan (Rohmanudin. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1741 Tantangan dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Studi Literatur Kualitatif Ae Wulanda Pratami. Amanda Delpia Charolina. Evi Selva Nirwana. Widiya Intan Maharani. Reza Heriyani. Reva Mutiara Dewi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. , mutu pembelajaran dipengaruhi oleh faktor kompetensi guru, ketersediaan sumber daya, dukungan manajerial sekolah, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan peserta didik. Tanpa adanya strategi sistemik yang mampu memperkuat keterkaitan keempat faktor tersebut, transformasi pendidikan hanya akan berhenti pada tataran administratif (Waruwu, 2. Dari sisi teoretis, penelitian ini juga berupaya mengisi kekosongan pada ranah sintesis literatur mengenai implementasi kurikulum. Analisis sistematik literatur memungkinkan peneliti mengidentifikasi tema-tema dominan, kesenjangan temuan, serta kecenderungan strategi implementasi yang berhasil. Pendekatan ini penting karena implementasi Kurikulum Merdeka merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh interaksi antara kebijakan, budaya sekolah, kapasitas guru, serta dukungan sosial masyarakat (Krisnawati et al. , 2. Penelitian ini menekankan bahwa tantangan implementasi Kurikulum Merdeka tidak hanya berasal dari aspek teknis seperti sarana prasarana atau pelatihan guru, tetapi juga dari aspek kultural dan mindset pendidikan. Transformasi kurikulum menuntut perubahan paradigma dari teacher-centered learning menjadi studentcentered learning, yang memerlukan kesiapan pedagogik dan komitmen reflektif dari para pendidik. Sejalan dengan pandangan (Miles & Huberman. , 2. dalam analisis kualitatif, perubahan sistemik semacam ini menuntut analisis mendalam terhadap pola, konteks, dan dinamika antar aktor dalam implementasi kebijakan. Berdasarkan pemetaan literatur awal, setidaknya terdapat empat kelompok tantangan utama yang kerap muncul dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar: Kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan proyek P5. Keterbatasan sumber daya dan infrastruktur pendukung digital. Kurangnya pemahaman terhadap asesmen formatif dan profil pelajar Pancasila. Ketidaksesuaian antara kebijakan nasional dan konteks lokal sekolah. Namun demikian, berbagai literatur juga menunjukkan adanya strategi yang dapat diadopsi untuk mengatasi tantangan tersebut, antara lain: pengembangan profesional berkelanjutan . ontinuous professional developmen. , kolaborasi sekolah dan masyarakat, serta integrasi teknologi pembelajaran berbasis konteks lokal (Subhan Widiansyah et al. , 2. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi sekolah dasar dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka serta merumuskan strategi efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran berdasarkan sintesis literatur terkini. Kebaruan . penelitian ini terletak pada upayanya menyusun sintesis tematik dari berbagai hasil penelitian nasional dan internasional terbitan 2019Ae2024, sehingga mampu menyoroti kesenjangan antara desain kebijakan Kurikulum Merdeka yang berorientasi diferensiasi dengan realitas kesiapan sekolah dasar di Selain memberikan kontribusi teoretis dalam bentuk model konseptual implementasi Kurikulum Merdeka, studi ini juga memiliki kontribusi praktis bagi pemangku kepentingan pendidikan khususnya guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan dalam merancang strategi penguatan mutu pembelajaran berbasis konteks lokal dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan tidak hanya memperkaya literatur akademik tentang kebijakan pendidikan di Indonesia, tetapi juga memberikan rekomendasi strategis bagi pelaku pendidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka secara efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di sekolah dasar. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam tantangan dan strategi sekolah dasar dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang komprehensif Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1742 Tantangan dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Studi Literatur Kualitatif Ae Wulanda Pratami. Amanda Delpia Charolina. Evi Selva Nirwana. Widiya Intan Maharani. Reza Heriyani. Reva Mutiara Dewi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. mengenai fenomena yang terjadi di lapangan melalui penggambaran data yang bersifat naratif dan mendalam, bukan melalui angka atau perhitungan statistik (Waruwu, 2. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam tantangan dan strategi sekolah dasar dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap fenomena di lapangan berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang disajikan secara naratif (Waruwu, 2. Rancangan penelitian ini disusun melalui studi kepustakaan . ibrary researc. dengan mengadopsi prinsip Systematic Literature Review (SLR) secara sederhana. Sumber data diperoleh dari database SINTA. DOAJ. Garuda, dan Google Scholar dengan kata kunci: AuKurikulum MerdekaAy. Auimplementasi sekolah dasarAy. Autantangan pembelajaranAy, dan Austrategi pembelajaran berdiferensiasiAy. Rentang publikasi yang digunakan adalah 2019Ae2024 untuk memastikan keterkinian dan relevansi konteks penelitian. Dari hasil penelusuran, diperoleh sekitar 43 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu: . artikel penelitian atau kajian empiris yang membahas implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. diterbitkan dalam jurnal terakreditasi. dapat diakses secara penuh . pen acces. Artikel yang bersifat opini, non-akademik, atau tidak relevan dikeluarkan dari analisis. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana dikemukakan oleh Miles dan Huberman . Hasil temuan dari setiap sumber dibandingkan dan disintesis untuk menemukan tema-tema utama mengenai tantangan dan strategi implementasi Kurikulum Merdeka. HASIL DAN PEMBAHASAN Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Berdasarkan hasil kajian dari berbagai penelitian, tantangan utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar meliputi kesiapan guru, keterbatasan sumber daya, serta perubahan paradigma pembelajaran(Nisa et al. , 2. Kesiapan Guru Guru merupakan ujung tombak pelaksanaan Kurikulum Merdeka, namun sebagian besar masih mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen diagnostik (Rahim & Ismaya, 2. (Natasya. Ginting. Kurniyati. , & Hidayat, 2. menemukan bahwa banyak guru masih berorientasi pada pendekatan teacher-centered, bukan student-centered learning. Temuan ini sejalan dengan penelitian Darling-Hammond et al. di Teaching and Teacher Education yang menegaskan pentingnya pelatihan berbasis praktik reflektif agar guru mampu menyesuaikan metode dengan kebutuhan peserta didik. Rendahnya literasi digital guru juga memperburuk situasi, karena pembelajaran modern menuntut integrasi teknologi sebagai alat diferensiasi (Destiana et al. , 2. Keterbatasan Sumber Daya Sekolah dasar di daerah dengan fasilitas terbatas mengalami kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek (Siska et al. , 2. Kondisi ini menciptakan kesenjangan antar wilayah dalam kualitas pelaksanaan Kurikulum Merdeka (Safitri & Rokhimawan, 2. Hasil ini konsisten dengan studi OECD . yang menunjukkan bahwa pemerataan infrastruktur digital dan sumber daya pembelajaran menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi kurikulum berbasis kompetensi di berbagai negara (Syafriani et al. , 2. Perubahan Paradigma Pembelajaran Kurikulum Merdeka menuntut perubahan peran guru dari pengajar menjadi fasilitator (Wulandari et al. Namun, perubahan paradigma ini sulit diterapkan karena sebagian guru masih berfokus pada capaian Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1743 Tantangan dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Studi Literatur Kualitatif Ae Wulanda Pratami. Amanda Delpia Charolina. Evi Selva Nirwana. Widiya Intan Maharani. Reza Heriyani. Reva Mutiara Dewi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Penelitian (Awan et al. , 2. dan (Nurfadila et al. , 2. menunjukkan bahwa transformasi paradigma memerlukan waktu dan dukungan kelembagaan yang kuat agar guru dapat beradaptasi dengan pendekatan konstruktivistik (Heriani et al. , 2. Dengan demikian, tantangan-tantangan tersebut tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga struktural dan Keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kesiapan seluruh elemen pendidikan, terutama guru dan kepala sekolah, dalam membangun budaya belajar yang reflektif dan kolaboratif (Saputra et al. , 2. Strategi Mengatasi Tantangan Implementasi Berbagai penelitian menunjukkan bahwa strategi efektif untuk mengatasi tantangan implementasi Kurikulum Merdeka mencakup pengembangan profesional guru, kolaborasi multi-level, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran (Sitorus & Ratnawati, 2. Pengembangan Profesional Guru Peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan berbasis praktik dan refleksi, seperti Lesson Study atau Professional Learning Communities (Kulsum et al. , 2. (Permatasari et al. , 2. menyatakan bahwa pelatihan semacam ini efektif dalam meningkatkan kemampuan guru memahami kebutuhan belajar individual siswa. Hasil ini diperkuat oleh penelitian OECD . yang menekankan pentingnya pembelajaran kolaboratif bagi penguatan profesionalisme guru di abad ke-21 . Yansah, 2. Kolaborasi dan Pendampingan Kolaborasi antara sekolah, dinas pendidikan, lembaga perguruan tinggi, dan komunitas guru dapat mempercepat adaptasi terhadap Kurikulum Merdeka (Husnaini, 2. Pendampingan oleh fasilitator berpengalaman terbukti meningkatkan keterlaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (Fadila et al. , 2. Penelitian (Rizkuna et al. , 2. menegaskan bahwa kolaborasi lintas level merupakan kunci sistem pendidikan yang berhasil melakukan reformasi kurikulum secara berkelanjutan (Muliawan, 2. Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran Teknologi digital seperti Platform Merdeka Mengajar menjadi sarana penting dalam menyediakan sumber belajar, asesmen, dan pelatihan mandiri guru (Rasyidi & Idrus, 2. Penelitian UNESCO (Febrianto et al. , 2. menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran memperluas akses pengetahuan dan memungkinkan pembelajaran yang lebih inklusif (Mustoip, 2. Sintesis Konseptual Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat ditentukan oleh interaksi tiga elemen utama, yaitu: Kompetensi reflektif guru Ae kemampuan menyesuaikan strategi dengan kebutuhan peserta didik. Kolaborasi multi-levelAe sinergi antara guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan. Inovasi digital Ae pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang adaptif. Dengan demikian, dapat dibentuk Model Integratif Implementasi Kurikulum Merdeka (MIKM), di mana keberhasilan implementasi bergantung pada keselarasan antara kompetensi guru, dukungan sistem, dan ekosistem teknologi. Model ini menjadi kontribusi ilmiah bagi pengembangan strategi implementasi kurikulum nasional yang berbasis refleksi, kolaborasi, dan inovasi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal kesiapan guru, keterbatasan sarana prasarana, pemahaman terhadap pembelajaran berdiferensiasi, serta penerapan asesmen formatif. Namun, tantangan Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1744 Tantangan dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Studi Literatur Kualitatif Ae Wulanda Pratami. Amanda Delpia Charolina. Evi Selva Nirwana. Widiya Intan Maharani. Reza Heriyani. Reva Mutiara Dewi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. tersebut dapat diatasi melalui beberapa strategi, seperti peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka sejatinya memberikan ruang bagi siswa untuk belajar sesuai minat dan kemampuannya, sehingga dapat menumbuhkan kemandirian dan kreativitas. Oleh karena itu, dukungan semua pihak, terutama guru sebagai pelaksana utama di lapangan, menjadi kunci keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka agar tujuan pendidikan yang merdeka dan bermakna dapat terwujud secara UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan penelitian ini, khususnya kepada Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi atas kebijakan dan sumber referensi terkait Kurikulum Merdeka yang menjadi dasar kajian ini. DAFTAR PUSTAKA