JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/jpkm. EDUKASI ENAM LANGKAH CUCI TANGAN PAKAI SABUN AuTEPUNGSELACIPUPUTAy PADA ANAK USIA SEKOLAH Nabilah Siregar1. Lismawati2. Julianto3. Yohanna Adelina Pasaribu4 1,2,3,4 Akper Kesdam I Bukit Barisan Pematangsiantar email: nabilahsiregar92@gmail. Naskah diterima. Juni 2024. direvisi Juni 2024, disetujui Juni 2024. publikasi online Juli 2024 Abstract Improper hand washing practices caused more than half of child deaths per year due to infectious diseases. This community service activity took the form of education used lecture and demonstration with musical accompaniment about six-steps hand washing exercises, and was carried out on May 18 2024 with 50 elementary school students. The results of the activity analysis showed that there was an increase in the percentage of studentsAo ability to wash their hands in six steps with soap from 0% to 78%. Education on hand washing with demonstrations accompanied by music for children helps improve the ability of school-aged children to wash their hands so as to maintain hand hygiene and is useful in preventing disease transmission. Health workers and teachers have an important role in teaching clean and healthy living habits to improve childrenAos health status. Keywords : School-aged Children. Hand Wash. Education Abstrak Praktik mencuci tangan yang tidak benar menyebabkan lebih dari setengah angka kematian anak per tahun akibat penyakit Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa edukasi menggunakan metode ceramah dan demontrasi menggunakan iringan musik senam gerakan cuci tangan enam langkah, dan dilakukan pada tanggal 18 Mei 2024 bersama 50 orang siswasiswi Sekolah Dasar (SD). Hasil analisa kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan persentase kemampuan peserta didik dalam melakukan cuci tangan enam langkah pakai sabun dari 0% menjadi 82%. Edukasi cuci tangan dengan demonstrasi diiringi musik pada anak-anak membantu meningkatkan kemampuan anak usia sekolah dalam melakukan cuci tangan sehingga menjaga kebersihan tangan dan bermanfaat mencegah penularan penyakit. Petugas kesehatan dan guru memiliki peran yang penting dalam mengajarkan kebiasaan hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan derajat kesehatan anak. Kata kunci : Anak Usia Sekolah. Cuci Tangan. Edukasi PENDAHULUAN berbagai tempat baik di rumah, kantor, fasilitas umum bahkan rumah sakit (Khan et al. , 2. Penyakit menular paling banyak disebabkan oleh kebersihan atau sanitasi yang buruk termasuk kebersihan tangan yang buruk yaitu penyakit pernapasan dan diare, yakni sebesar 7% dari total beban penyakit secara global (Wang et al. , 2. Cuci tangan merupakan salah satu kegiatan yang umumnya dilakukan untuk menjaga kebersihan tangan. Kondisi tangan yang bersih terutama pada anak-anak adalah hal yang sangat penting. Hal ini dikarenakan tangan menjadi bagian utama tubuh manusia yang dapat membawa agen penularan infeksi di Praktik mencuci tangan yang tidak baik Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/jpkm. 111 - . METODE dan tidak benar menyebabkan penularan berbagai penyakit pada anak terutama penyakit pernapasan dan diare. Selain itu, praktik mencuci tangan yang tidak benar juga menyebabkan lebih dari setengah angka kematian anak per tahun akibat penyakit menular. Sebaliknya, mencuci tangan yang baik dan benar terbukti dapat mengurangi angka morbiditas akibat diare dan kejadian diare yang mengancam nyawa sebanyak 42% hingga 48%, serta menurunkan prevalensi infeksi saluran pernapasan atas sebesar 24% (Khan et al. , 2. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa praktik mencuci tangan yang baik dan benar menjadi satu elemen utama dan penting yang mampu mengurangi risiko penularan infeksi secara signifikan (Sinanto & Djannah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan menerapkan edukasi atau pendidikan kesehatan kepada peserta didik tentang enam langkah cuci tangan pakai sabun AutepungselacipuputAy. Kegiatan edukasi menggunakan metode ceramah dan demontrasi menggunakan iringan musik senam gerakan cuci tangan enam langkah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 18 Mei 2024 bersama 50 orang siswa-siswi kelas V SD Taman Siswa Pematangsiantar. Media yang digunakan adalah speaker dan sabun cuci tangan. Kegiatan ini telah mendapat izin dari pamong dan kepala sekolah terlebih dahulu, dan kegiatan ini merupakan salah satu program dari kegiatan merdeka belajar kampus mengajar. Kegiatan mencuci tangan yang baik dan benar dengan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan salah satu indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah. PHBS dalam masyarakat termasuk di sekolah ini bertujuan untuk menjadikan masyarakat sebagai agen perubahan dalam menjalankan perilaku untuk meningkatkan kualitas perilaku hidup sehat setiap hari (Kemenkes, 2. PHBS terutama cuci tangan pakai sabun perlu diajarkan dan diterapkan pada anak usia sekolah karena anak pada usia ini rentan mengalami berbagai penyakit atau masalah kesehatan. Selain itu, pada usia ini anak berada pada tahap sangat peka dan mudah untuk menerima arahan, bimbingan, pengajaran tentang kebiasaan-kebiasaan yang baik termasuk PHBS. Anak pada usia ini juga memiliki karakter suka menyampaikan apa yang diketahuinya kepada orang lain (Handayani & Afa, 2. Rangkaian kegiatan meliputi: . Penilaian kemampuan peserta didik tentang langkahlangkah cuci tangan. Penjelasan pentingnya cuci tangan yang baik dan benar dengan menggunakan sabun, demontrasi enam langkah cuci tangan, re-demonstrasi bersama peserta didik tentang enam langkah cuci tangan. Praktik gerakan enam langkah cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Penilaian observasi kemampuan setiap peserta didik dalam melakukan enam langkah cuci tangan yang baik dan benar. Analisa data hasil pengabdian masyarakat ini diolah dengan menggunakan Microsoft excel dan ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi . HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan judul AuEdukasi Enam Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun AoTepungselacipuputAo pada Anak Usia SekolahAy. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik . nak usia sekola. dalam melakukan cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar, sehingga membantu meningkatkan kebersihan tangan dan mencegah penularan penyakit pada anak-anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung dengan baik dan lancar di lapangan dan area cuci tangan di depan ruang belajar . Seluruh peserta kegiatan aktif mengikuti dengan baik dari awal hingga selesai kegiatan. Kegiatan dapat dilihat pada gambar-gambar berikut ini. Edukasi Enam Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun AuTepungselacipuputAy Pada Anak Usia Sekolah (Nabilah Siregar. Lismawati. Julianto. Yohanna Adelina Pasarib. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Kemampuan Peserta Didik dalam Melakukan Cuci Tangan 6 Langkah Sebelum Dilakukan Edukasi No. Gambar 1. Penjelasan Enam Langkah Cuci Tangan AuTepungselacipuputAy Hasil Observasi Kemampuan Peserta Didik Jumlah Persentase Mampu Kurang mampu / butuh bimbingan Jumlah Tabel 1 menunjukan bahwa tidak ada peserta didik . %) yang mampu melakukan gerakan cuci tangan 6 langkah secara baik dan benar sebelum dilakukan edukasi tentang enam langkah cuci tangan pakai sabun AutepungselacipuputAy. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Kemampuan Peserta Didik dalam Melakukan Cuci Tangan 6 Langkah Setelah Dilakukan Edukasi Gambar 2. Demonstrasi dan Re-demonstrasi Gerakan Cuci Tangan 6 Langkah No. Hasil Observasi Kemampuan Peserta Didik Jumlah Persentase Mampu Kurang mampu / butuh bimbingan Jumlah Tabel 2 menunjukan bahwa sebanyak 41 . %) peserta didik sudah mampu melakukan gerakan cuci tangan 6 langkah secara baik dan benar setelah dilakukan edukasi tentang enam langkah cuci tangan pakai sabun AutepungselacipuputAy. Berdasarkan analisa hasil observasi terdapat peningkatan kemampuan peserta didik dalam melakukan enam langkah cuci tangan pakai sabun, yaitu dari 0% menjadi 82%. Hasil analisa ini sejalan dengan hasil pengamatan dalam suatu kegiatan pengabdian masyarakat yang menemukan bahwa didapatkan sebanyak 15 anak . %) mampu melakukan cuci tangan dengan benar setelah dilakukan edukasi dan demonstrasi cuci tangan (Mardiawati et al. , 2. Gambar 3. Cuci Tangan Pakai Sabun dan Observasi Kemampuan Peserta Didik Kemampuan peserta didik dalam melakukan 6 langkah cuci tangan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan dapat dilihat pada tabel berikut ini : Hasil analisa pengabdian masyarakat ini juga serupa dengan hasil penelitian sebelumnya yang Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/jpkm. 111 - . dilakukan di SD Negeri Poncomulyo Kabupaten Pati Jawa Tengah yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatakan frekuensi kemampuan siswa yang benar dalam mempraktikkan 6 langkah cuci tangan dari 24 orang . ,2%) sebelum edukasi senam cuci tangan menjadi 72 orang . ,7%) sesudah diberikan edukasi senam cuci tangan (Hendra et al. , 2. penyakit menular lainnya (Hanapi et al. , 2. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sangat penting terutama pada saat : . sebelum dan sesudah makan. sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. sesudah buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB). sebelum dan sesudah mengolah makanan (Asda & Sekarwati, 2. Hasil penelitian yang dilakukan di SD 2 HKBP Balige juga menunjukkan bahwa sebagian besar responden . yaitu 48 orang . ,1%) mampu melakukan praktik 6 langkah cuci tangan menurut standar World Health Organization (WHO), sedangkan responden yang tidak mampu sebanyak 3 orang . ,9%) setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang 6 langkah mencuci tangan (Simanjuntak & Lumbantoruan, 2. Menurut WHO tahun 2016, cuci tangan yang baik dan benar terdiri dari 6 langkah yang dilakukan selama 20-30 menit. 6 langkah cuci tangan meliputi : . basahi telapak tangan dengan air mengalir dan berikan sabun secukupnya, ratakan sabun pada kedua telapak tangan. Telapak tangan di atas punggung tangan kiri dan tangan kanan menggosok punggung serta sela-sela jari tangan kiri, kemudian dilakukan sebaliknya ke tangan kanan. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari tangan. Gosok ibu jari kiri dengan menggunakan tangan kanan dengan gerakan memutar, kemudian dilakukan sebaliknya pada ibu jari kanan. Gosok memutar ujung-ujung jari tangan kanan di atas telapak tangan kiri, kemudian dilakukan sebaliknya pada ujung jari-jari tangan kiri. selanjutnya bilas tangan dengan air mengalir dan keringkan (Prasetya, 2. 6 langkah cuci tangan ini dapat disingkat sebagai Autepung selaci puputAy agar mudah diingat, yaitu : Telapak. Punggung. Sela-sela jari. MengunCi jari. Putar-putar ibu jari, dan Putar-putar jari di telapak tangan. Gerakan memutar dilakukan searah jarum jam (Febriati & Frianto, 2. Kegiatan edukasi pada pengabdian masyarakat ini dengan menggunakan metode pemahaman dan kemampuan anak dalam melakukan cuci tangan yang baik dan benar menggunakan sabun. Dengan demikian derajat kesehatan anak dapat ditingkatkan. Menurut Kemenkes RI, anak usia dini seperti anak TK dan SD/MI menjadi sasaran utama implementasi perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini dikarenakan anak berada pada masa aktif dalam melakukan aktivitas yang eksploratif, berkumpul dan bermain. Oleh karena itu, anak sering mengabaikan kebersihan termasuk tidak mencuci tangan, sehingga anak rentan mengalami penyakit terutama penyakit menular (Oktaviani & Hairunnisa, 2. SIMPULAN Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan salah satu tindakan menjaga kebersihan diri atau sanitasi untuk membersihkan tangan dan jari-jemari, yang berguna secara efektif dalam memutus mata rantai penularan infeksi terutama pencegahan diare (Ervira et al. , 2. Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir memiliki manfaat yaitu membunuh kuman penyebab penyakit dan mencegah penularan penyakit melalui tangan seperti diare, infeksi saluran pernapasan, flu burung, covid-19 dan Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan persentase kemampuan peserta didik dalam melakukan cuci tangan enam langkah pakai sabun dari 0% menjadi 82%. Edukasi cuci tangan dengan demonstrasi diiringi musik pada anak-anak membantu meningkatkan kemampuan anak usia sekolah dalam melakukan cuci tangan sehingga menjaga kebersihan tangan Edukasi Enam Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun AuTepungselacipuputAy Pada Anak Usia Sekolah (Nabilah Siregar. Lismawati. Julianto. Yohanna Adelina Pasarib. VEOMPUH Jurnal, 1. , 40Ae43. dan bermanfaat mencegah penularan penyakit. Petugas kesehatan dan guru memiliki peran yang penting dalam mengajarkan kebiasaan hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan derajat kesehatan anak. Hendra. Laksananno. , & Suparjo. Pengaruh Edukasi Senam Cuci Tangan Terhadap Kebiasaan Cuci Tangan dalam Upaya Pencegahan Diare Siswa. Jurnal Update Keperawatan, 3. , 12Ae18. Kemenkes. Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam PISK - PK. Kemkes. Go. Id. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan izin dan dukungan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Selain itu, penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada Kemdikbud yang telah memberikan dukungan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Khan. Ashraf. Iftikhar. , & Baig-Ansari. Impact of Hand Hygiene Intervention on Hand Washing Ability of Shool-Aged Children. Journal of Family Medicine and Primary Care, 10. , 642Ae647. https://doi. org/10. 4103/jfmpc. jfmpc_1906_20 Mardiawati. Handayuni. Maisharoh. Frista, . Marsela. Yuniar. , & Naftalia. Edukasi dan Demonstrasi Cuci Tangan untuk Meningkatkan PHBS pada Anak di Taman Kanak-kanan (TK). Jurnal Abdidas, 1. , 735Ae741. DAFTAR PUSTAKA