Jurnal POAC Fakultas Ekonomi dan Bisnis e-ISSN: x-x ========================================================================== ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. GARUDA INDONESIA TBK PERIODE 2019-2021 Rachayu Ely Anggraeni1. Astri Yulidar Abbas2. Sri Wahyuti3 Universitas Widya Gama Mahakam Samarida rachayunni37@gmail. Abstract This research aims to determine the financial performance of PT. Garuda Indonesia Plc is measured by profitability, liquidity, and solvency ratios for 2019-2021. This research method is quantitative. The population in this research is all financial reports at PT. Garuda Indonesia Plc which is listed on the Indonesia Stock Exchange. Then for the sample only financial reports at PT. Garuda Indonesia Plc which is listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2021 period. The data collection technique used is secondary data. The results of this research show that the Net Profit Margin of PT. Garuda Indonesia Plc in three periods was still below the transportation industry average with a figure of <1%. Return On Equity PT. Garuda Indonesia Plc in the 2020-2021 period is above the transportation industry average with a figure of >40%. Current Ratio PT. Garuda Indonesia Plc in three periods was still below the transportation industry average with a figure of <200%. Quick Ratio PT. Garuda Indonesia Plc in three periods was still below the transportation industry average with a figure of <150%. Debt to Asset Ratio PT. Garuda Indonesia Plc in three periods was above the transportation industry average with a figure of >35%. Debt to Equity Ratio PT. Garuda Indonesia Plc in the initial period was above the industry average transportation with a figure of 665% and the next two periods below the transportation industry average with a figure of <90%. Keywords: Profitability. Liquidity. Solvency, financial performance Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Garuda Indonesia Tbk diukur dengan rasio profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas tahun 2019-2021. Metode penelitian ini bersifat Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan keuangan pada PT. Garuda Indonesia Tbk terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kemudian untuk sampel hanya laporan keuangan pada PT. Garuda Indonesia Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Net Profit Margin PT. Garuda Indonesia Tbk dalam tiga periode masih di bawah rata-rata industri transportasi dengan angka <1%. Return On Equity PT. Garuda Indonesia Tbk dalam periode 2020-2021 di atas rata-rata industri transportasi dengan angka >40%. Current Ratio PT. Garuda Indonesia Tbk dalam tiga periode masih di bawah rata-rata industri transportasi dengan angka <200%. Quick Ratio PT. Garuda Indonesia Tbk dalam tiga periode masih di bawah rata-rata industri transportasi dengan angka <150%. Debt to Asset Ratio PT. Garuda Indonesia Tbk dalam tiga periode di atas rata-rata industri transportasi dengan angka >35%. Debt to Equity Ratio PT. Garuda Indonesia Tbk dalam periode awal di atas rata-rata industry transportasi dengan angka 665% dan dua periode selanjutnya di bawah rata-rata industri transportasi dengan angka <90%. Kata Kunci: Profitabilitas. Likuiditas. Solvabilitas. Kinerja Keuangan PENDAHULUAN Perusahaan penerbangan di Indonesia tengah berada dalam masalah serius, salah satunya disebabkan pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 membuat aktivitas penerbangan pesawat rute domestik dan internasional mengalami penurunan penumpang yang signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data untuk penumpang penerbangan domestik tahun 2019 sebesar 76,89 juta orang, angka itu menurun jauh tahun 2020 sebesar 58% dan tahun 2021 sebesar 7,18%. Hal ini juga terjadi pada penerbangan internasional tahun 2019 mencapai 18,86 juta orang, lalu turun tahun 2020 sebesar 81%, dan turun drastis tahun 2021 sebesar 82,83%. Dengan itu maka diperlukan metode dan strategi yang baik agar perusahaan dapat bertahan dan laba terus mengalami peningkatan. Laba yang meningkat diperoleh dengan adanya kinerja yang baik. Kinerja keuangan memiliki hasil penilaian tentang baik atau buruk kinerja agar dapat mengetahui keberhasilan usaha di masa yang akan datang. Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan dengan menggunakan aturan tertentu untuk mengetahui pelaksanaan keuangan perusahaan secara baik dan benar. Gambaran kondisi keuangan dapat diketahui dengan melihat hasil dari perhitungan rasio yang diperoleh dari laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan laporan yang berisi informasi keuangan suatu perusahaan pada saat ini atau dalam periode tertentu. Pada pos-pos dalam laporan keuangan informasi berupa angka dapat digunakan sebagai perhitungan rasio-rasio keuangan. Rasio keuangan salah satu indikator penilaian perkembangan dan pembanding suatu usaha. Rasio keuangan merupakan ukuran berupa angka dari perbandingan pos-pos dalam laporan keuangan yang mempunyai hubungan relevan dan signifikan. Perhitungan rasio tersebut menghasilkan angka rasio dalam persen yang selanjutnya akan dilakukan analisis rasio Analisis rasio keuangan merupakan analisis atau metode yang paling cepat untuk menilai kinerja keuangan perusahaan dengan cara menghubungkan berbagai perkiraan dalam bentuk rasio keuangan. PT. Garuda Indonesia Tbk adalah maskapai penerbangan yang merupakan Badan Usaha Milik Negara dan menjadi salah satu maskapai terbesar di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1950 di bidang usaha jasa angkutan udara niaga dan resmi melakukan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 11 Februari 2011 dengan kode saham AuGIay. Dalam tiga tahun terakhir PT. Garuda Indonesia Tbk mengalami penurunan laba yang sangat Dapat dilihat dari data laporan keuangan tahunan sebagai berikut : Tabel : Laporan Keuangan Tahunan PT. Garuda Indonesia Tbk 2019-2021 . alam US Dolla. Komponen Total Aset Total Liabilitas . Total Ekuitas Pendapatan . Laba / Rugi Sumber : Bursa Efek Indonesia (BEI). Data Diolah Penulis, 2022 Persentase Persentase Dilihat dari tabel di atas bahwa total aset dari tahun 2019 ke tahun 2020 naik sebesar 59% dan ke tahun 2021 turun sebesar 33%. Hal ini disebabkan kenaikan pada aset tidak lancar dan penurunan pada aset lancar maupun tidak lancar. Berdasarkan total liabilitas dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 70% dan ke tahun 2021 kembali mengalami kenaikan sebesar 4%. Hal ini disebabkan kenaikan pada liabilitas jangka pendek. Berdasarkan total ekuitas dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 70% dan ke tahun 2021 juga sangat turun sebesar 68%. Berdasarkan pendapatan dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 67% dan ke tahun 2021 turun lagi sebesar 11%. Terakhir dari laba/rugi dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami kerugian sangat signifikan terus menerus sebesar 98% dan ke tahun 2021 rugi sebesar 41%. LANDASAN TEORI Laporan Keuangan Menurut Kasmir . Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Menurut Irham Fahmi . Laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi suatu perusahaan, dimana selanjutnya itu akan menjadi suatu informasi yang menggambarkan tentang kinerja suatu perusahaan. Menurut L. Samryn . laporan keuangan dapat disebut sebagai ikhtisar yang menunjukkan ringkasan posisi keuangan dan hasil usaha sebuah organisasi yang menyelenggarakan transaksi keuangan. Analisis Rasio Keuangan Menurut V. Wiratna Sujarweni . analisis rasio keuangan merupakan aktivitas untuk menganalisis laporan keuangan dengan cara membandingkan satu akun dengan akun lainnya yang ada dalam laporan keuangan, perbandingan tersebut bisa antar akun dalam laporan keuangan neraca maupun rugi laba. Bentuk- Bentuk Rasio Keuangan Rasio Profitabilitas Menurut Irham Fahmi . rasio ini mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Rasio Likuiditas Menurut Sofyan Syafri Harahap . rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. Rasio Solvabilitas Menurut Irham Fahmi . rasio leverage adalah mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan utang. Rasio Aktivitas Menurut Sofyan Syafri Harahap . rasio ini menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian dan kegiatan lainnya. Kinerja Keuangan Menurut V. Wiratna Sujarweni . Kinerja merupakan hasil dari evaluasi terhadap pekerjaan yang telah selesai dilakukan, hasil pekerjaan tersebut dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan bersama. Model Konseptual Laporan Keuangan PT. Garuda Indonesia Tbk Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi Analisis Rasio Keuangan Rasio Profitabilitas : Rasio Likuiditas : Rasio Solvabilitas : -Net Profit Margin -Current Ratio -Debt to Asset Ratio -Return On Equity -Quick Ratio -Debt to Equity Ratio Kinerja Keuangan Hasil dan Kesimpulan Gambar : Model Konseptual METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, data kuantitatif digunakan sebagai perhitungan rasio keuangan agar perusahaan dapat mengetahui gambaran tentang kinerja keuangan. Jenis penelitian kuantitatif yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Definisi Operasional Variabel Kinerja Keuangan Menurut Irham Fahmi . kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturanaturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Kinerja keuangan digunakan untuk melihat hasil atau prestasi yang telah dicapai perusahaan dalam periode tertentu. Rasio Profitabilitas Net Profit Margin = x 100% Return On Equity = x 100% Rasio Likuiditas Current Ratio = Quick Ratio = x 100% x 100% Rasio Solvabilitas Debt to Asset Ratio = x 100% Debt to Equity Ratio = x 100% Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan keuangan pada PT. Garuda Indonesia Tbk terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada PT. Garuda Indonesia Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, data yang digunakan yaitu data sekunder. Metode dalam mendapatkan data sekunder berupa laporan keuangan PT. Garuda Indonesia Tbk periode 2019-2021 dalam bentuk jadi yang telah diolah oleh pihak lain dengan cara mengakses Bursa Efek Indonesia . Metode Analisis Adapun tahapan analisis pada penelitian ini sebagai berikut : Mengumpulkan data laporan keuangan yang terdiri dari laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi PT. Garuda Indonesia Tbk periode 2019-2021. Melakukan perhitungan rasio keuangan berdasarkan Rasio Profitabilitas (NPM dan ROE). Rasio Likuiditas (CR dan QR). Rasio Solvabilitas (DAR dan DER). Membuat perhitungan standar rata-rata industri khususnya industri transportasi. Adapun kriteria perusahaan yang akan digunakan untuk pengumpulan data sebagai berikut : Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia dan termasuk dalam industri transportasi. Perusahaan mempublikasikan laporan keuangan tahunan periode 2019-2021. Laporan keuangan tahunan periode 2019-2021 dinyatakan dalam US Dollar. Menilai kinerja keuangan PT. Garuda Indonesia Tbk berdasarkan ukuran standar rata-rata industri khususnya industri transportasi dengan tiga kondisi yaitu di bawah rata-rata, sama dengan rata-rata, dan di atas rata-rata. Menarik kesimpulan atas tahapan analisis yang telah dilakukan dan menyimpulkan kinerja keuangan PT. Garuda Indonesia Tbk berdasarkan ukuran standar rata-rata industri khususnya industri transportasi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis Rasio Profitabilitas NET PROFIT MARGIN -50% -100% -150% -200% -250% -300% -350% RATA-RATA -3% -17% -25% GIAA -1% -166% -312% Sumber : Bursa Efek Indonesia (BEI). Data Diolah Penulis, 2023 Berdasarkan grafik di atas dapat terlihat bahwa Net Profit Margin (NPM) rata-rata industri transportasi setiap tahunnya <1% atau tidak mengalami keuntungan bersih dari penjualan. Persentase rata-rata industri transportasi tahun 2019 mengalami kerugian sebesar -3%, tahun 2020 kerugian meningkat sebesar -17% dan tahun 2021 terus meningkat yakni kerugian tertinggi sebesar -25%. Pada PT. Garuda Indonesia Tbk persentase tahun 2019 mengalami kerugian sebesar -1%, kemudian tahun 2020 persentase sangat jauh di bawah rata-rata industri transportasi yakni kerugian sebesar -166% dan berlanjut tahun 2021 kerugian meningkat drastis menjadi -312%. Data tersebut menunjukkan terjadinya penurunan net profit margin pada PT. Garuda Indonesia Tbk dari tahun 2019 hingga tahun 2021. Dalam hal ini dapat diartikan GIAA belum mempunyai kemampuan untuk menghasilkan laba bersih dari penjualan setiap tahunnya. RETURN ON EQUITY 150,00% 100,00% 50,00% 0,00% -50,00% RATA-RATA 0,40% -0,065% -5% GIAA -8% Sumber : Bursa Efek Indonesia (BEI). Data Diolah Penulis, 2023 Berdasarkan grafik di atas dapat terlihat bahwa Return On Equity (ROE) rata-rata industri transportasi setiap tahunnya <1% atau tidak mampu menghasilkan keuntungan atas ekuitas. Persentase rata-rata industri transportasi tahun 2019 sebesar 0,4%, tahun 2020 menurun sebesar -0,065% dan terus menurun tahun 2021 dengan angka terendah sebesar -5%. Pada PT. Garuda Indonesia Tbk persentase tahun 2019 di bawah rata-rata industri transportasi yakni sebesar -8%, tahun 2020 mengalami kenaikan di atas rata-rata industri transportasi menjadi 127% dan tahun 2021 menurun sebesar 68%. Data tersebut menunjukkan terjadinya fluktuasi return on equity pada PT. Garuda Indonesia Tbk dari tahun 2019 hingga tahun 2021. Dalam hal ini dapat diartikan GIAA dalam dua periode mampu memberikan laba atas ekuitas dengan sumber daya yang dimiliki. Analisis Rasio Likuiditas CURRENT RATIO RATA-RATA GIAA Sumber : Bursa Efek Indonesia (BEI). Data Diolah Penulis, 2023 Berdasarkan grafik di atas dapat terlihat bahwa Current Ratio (CR) rata-rata industri transportasi setiap tahunnya <200% atau dianggap tidak mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Persentase rata-rata tahun 2019 sebesar 117%, tahun 2020 meningkat sebesar 135% dan tahun 2021 meningkat lagi sebesar 196%. Pada PT. Garuda Indonesia Tbk persentase tahun 2019 sebesar 33%, tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 12% dan tahun 2021 penurunan jauh di bawah rata-rata industri transportasi yakni sebesar 5%. Dalam hal ini dapat diartikan GIAA tidak mampu dalam membayar kewajiban jangka pendeknya disebabkan oleh kurangnya aset lancar perusahaan. QUICK RATIO RATA-RATA GIAA Sumber : Bursa Efek Indonesia (BEI). Data Diolah Penulis, 2023 Berdasarkan grafik di atas dapat terlihat bahwa Quick Ratio (QR) rata-rata industri transportasi tahun 2019-2020 <150% atau dianggap tidak mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tanpa menggunakan persediaan. Persentase rata-rata industri transportasi tahun 2019 sebesar 111% dan tahun 2020 sebesar 130%, sedangkan tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 188% atau dianggap mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pada PT. Garuda Indonesia Tbk persentase sangat jauh di bawah rata-rata industri transportasi. Tahun 2019 sebesar 28%, tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 10% dan tahun 2021 kembali menurun sebesar 4%. Dalam hal ini dapat diartikan GIAA dianggap tidak mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Hal ini tersebut dapat membuat perusahaan menjual persediaan untuk melunasi utang lancar. Analisis Rasio Solvabilitas DEBT TO ASSET RATIO RATA-RATA GIAA Sumber : Bursa Efek Indonesia (BEI). Data Diolah Penulis, 2023 Berdasarkan grafik di atas dapat terlihat bahwa Debt To Asset Ratio (DAR) rata-rata industri transportasi >35% atau besarnya total aktiva perusahaan yang dibiayai dengan utang. Persentase rata-rata industri transportasi tahun 2019 sebesar 53%, tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 56% dan tahun 2021 sedikit kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 58%. Pada PT. Garuda Indonesia Tbk persentase berada di atas rata-rata industri transportasi. Tahun 2019 sebesar 87%, tahun 2020 meningkat sebesar 118% dan tahun 2021 meningkat lagi sebesar 185%. Data tersebut menunjukkan kenaikan debt to asset ratio pada PT. Garuda Indonesia Tbk dari tahun 2019 hingga tahun 2021. Dalam hal ini dapat diartikan GIAA banyak membiayai kebutuhan perusahaan dengan utang, tetapi aset yang dimiliki jumlahnya tidak meningkat atau masih di bawah total utang sehingga membuat utang perusahaan semakin DEBT TO EQUITY RATIO -500% -1000% RATA-RATA GIAA -665% -218% Sumber : Bursa Efek Indonesia (BEI). Data Diolah Penulis, 2023 Berdasarkan grafik di atas dapat terlihat bahwa Debt To Asset Ratio (DAR) rata-rata industri transportasi >90% atau besarnya jaminan yang tersedia untuk kreditur dalam memberi dana. Persentase rata-rata industri transportasi tahun 2019 sebesar 163%, tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 84% dan tahun 2021 kembali menaik sebesar 121%. Pada PT. Garuda Indonesia Tbk persentase tahun 2019 sangat jauh di atas rata-rata industri transportasi yakni sebesar 665%, tahun 2020 mengalami penurunan drastis sebesar -665% dan tahun 2021 sebesar -218%. Dalam hal ini dapat diartikan GIAA dalam dua periode memiliki nilai rasio di bawah rata-rata industri transportasi maka dana yang diberikan kreditur pada perusahaan akan semakin kecil karena jaminan perusahaan termasuk sedikit. KESIMPULAN Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Garuda Indonesia Tbk diukur dengan rasio keuangan. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan yang berkaitan dengan rumusan masalah. Maka peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai Kinerja keuangan PT. Garuda Indonesia Tbk dilihat dari rasio profitabilitas mengalami keuntungan dan kerugian. Pada Net Profit Margin PT. Garuda Indonesia Tbk dalam tiga periode masih di bawah rata-rata industri transportasi dengan angka <1%. Dalam hal ini dapat diartikan perusahaan tidak mampu menghasilkan laba bersih dari penjualan. Pada Return On Equity PT. Garuda Indonesia Tbk dalam periode 2020-2021 di atas rata-rata industri transportasi dengan angka >40%. Dalam hal ini dapat diartikan perusahaan mampu menghasilkan laba menggunakan modal sendiri. Kinerja keuangan PT. Garuda Indonesia Tbk dilihat dari rasio Likuiditas mengalami Pada Current Ratio PT. Garuda Indonesia Tbk dalam tiga periode masih di bawah rata-rata industri transportasi dengan angka <200%. Dalam hal ini dapat diartikan perusahaan tidak mampu membayar kewajiban jangka pendek disebabkan kurangnya aset Pada Quick Ratio PT. Garuda Indonesia Tbk dalam tiga periode masih di bawah rata-rata industri transportasi dengan angka <150%. Dalam hal ini dapat diartikan perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban jangka pendek dan dapat membuat menjual persediaannya. Kinerja keuangan PT. Garuda Indonesia Tbk dilihat dari rasio Solvabilitas mengalami kenaikan dan penurunan. Pada Debt to Asset Ratio PT. Garuda Indonesia Tbk dalam tiga periode di atas rata-rata industri transportasi dengan angka >35%. Dalam hal ini dapat diartikan perusahaan banyak membiayai kebutuhan dengan utang. Pada Debt to Equity Ratio PT. Garuda Indonesia Tbk dalam periode awal di atas rata-rata industri transportasi dengan angka 665% dan dua periode selanjutnya di bawah rata-rata industri transportasi dengan angka <90%. Dalam hal ini dapat diartikan semakin besar nilai rasio maka semakin besar dana yang diberikan kreditur pada perusahaan dan semakin banyak aktiva perusahaan yang dijaminkan untuk membayar utang begitupun nilai rasio SARAN