ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj. Homepage: https://journal. id/index. php/healthy Preferensi Perubahan Perilaku Berdasarkan Kepedulian Kesehatan: Analisis Kecenderungan terhadap Perilaku dengan Upaya Minimal Safari Wahyu Jatmiko1,2*. Riandini Aisyah1,2. Rochmadina Suci Bestari1,2 1Departemen Ilmu Biomedis. Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia 2Pusat Studi Kedokteran Keluarga. Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia *email: safari. wahyu@ums. ABSTRACT Public awareness of personal health has increased significantly, yet the extent to which this awareness translates into behavioral changes particularly physical activity remains underexplored. This study investigates whether health consciousness affects physical activity directly or indirectly through dietary behavior and a healthy lifestyle as mediating A quantitative approach using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) was applied, involving 43 parents of 9th-grade students from two private junior high schools in Surakarta and Karanganyar. The model comprises four latent constructs health consciousness, dietary behavior, healthy lifestyle, and physical activity measured using 12 Assessment of the model included convergent validity, discriminant validity, reliability, and model fit. Results reveal that health consciousness significantly influences dietary behavior ( = 0. p = 0. and healthy lifestyle ( = p < 0. , but has no significant direct or indirect effect on physical activity . > 0. The RA value for physical activity is low . 9%), indicating limited explanatory power. A discriminant validity issue was identified between dietary behavior and healthy lifestyle (HTMT = 0. , and the SRMR value . suggests suboptimal model fit. These findings indicate a gap between health awareness and actual engagement in physical activity. While health-conscious individuals tend to adopt healthier dietary and lifestyle patterns, this awareness alone does not appear sufficient to promote increased physical activity. Additional structural or psychological support may be needed to translate awareness into consistent action. Keywords: kepedulian kesehatan, aktivitas fisik, pola makan, perilaku sehat, kesehatan masyarakat Received: May 2025. Accepted: June 2025. Published: June 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Kesadaran merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas signifikan dalam beberapa tahun terakhir1Ae4. Individu menjadi lebih sadar akan perilaku pencegahan seperti makan sehat, istirahat yang cukup, menghindari kebiasaan berisiko seperti merokok, dan beraktifitas fisik seperti olah raga. Aktivitas fisik memainkan peran sentral dalam pencegahan penyakit tidak menular (PTM) dan dalam mempromosikan kesejahteraan secara keseluruhan. World Health Organization (WHO), . fisik aerobik intensitas sedang per minggu untuk orang Fakta sebagian besar populasi gagal mencapai target ini. Kondisi mirip ditemukan di Kabupaten Boyolali dan Kota Surakarta. Aktivitas fisik yang rendah di Kabupaten Boyolali meningkatnya angka hipertensi, sementara itu indeks kebugaran jasmani masyarakat di Kecamatan Sambi Boyolali dilaporkan hanya sebesar 0,51 dan tergolong rendah. Di Surakarta, meskipun Pemerintah Kota Surat Edaran pentingnya aktivitas fisik melalui program GERMAS. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 1 Ae 8 e-ISSN: 2598-2095 memanfaatkannya secara optima. Sejumlah dsitribusi data yang tidak normal. Peserta terdiri dari 43 responden yang merupakan orang tua/wali murid kelas 9 dua Sekolah Menengah mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi Pertama Swasta di Surakarta dan Karanganyar. aktivitas fisik dengan menyoroti faktor psikologis. Sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Kriteria inklusi adalah peserta mengenai hubungan kepedulian kesehatan dengan berusia di atas 18 tahun dan dapat menyelesaikan perubahan perilaku konkret seperti aktivitas fisik survei secara mandiri. Semua peserta memberikan masih kurang dieksplorasi, terutama dalam konteks efek tidak langsungnya melalui perilaku terkait kesehatan lainnya seperti pola makan dan perilaku adalah subyek penelitian yang menolak terlibat di kompleks, ukuran sampel kecil hingga menengah, dan lingkungan. Sebagian Akan (KEPK) Muhammadiyah mungkin menjembatani keduanya. Selain itu, belum Penelitian Kriteria kelaikan etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan kesadaran kesehatan dan aktivitas fisik, tanpa Fakultas Kedokteran Surakarta Universitas 5681A/B. 1/KEPK-FKUMS/XI/2025. banyak studi yang mengkaji hubungan ini dalam Studi ini menggunakan kuesioner terstruktur yang konteks orang tua atau wali murid sebagai populasi berisi item yang dirancang untuk mengukur empat yang dapat berperan dalam pembentukan kebiasaan variabel laten: sehat dalam keluarga. Kepedulian Kesehatan (KK): diukur dengan 8 Penelitian pengaruh kepedulian kesehatan terhadap aktivitas Pola Makan (PM): diukur dengan 8 indikator fisik baik secara langsung maupun tidak langsung Pola Sehat (PS): diukur dengan 6 indikator melalui perilaku diet dan pola hidup sehat. Manfaat Aktivitas Fisik (AF): diukur dengan 4 indikator yang didapatkan dengan memeriksa jalur ini adalah mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara kesadaran kognitif dan perilaku kesehatan yang nyata. Semua item dinilai menggunakan skala likert mulai dari 1 . idak setuj. hingga 3 . Data perangkat lunak SmartPLS 4. Analisis dilakukan dalam dua tahap: METODE Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional melalui pendekatan Structural Equation Modeling (SEM), khususnya Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Metode PLSSEM cocok untuk analisis prediktif dan pengembangan teori, terutama saat berhadapan dengan model Penilaian Model Pengukuran (Eavluation of Measurement Mode. : untuk menguji validitas dan reliabilitas konstruks melalui outer loading. Average Variance Extracted (AVE). Composite Heterotrait-Monotrait Ratio of Correlations (HTMT). Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 1 Ae 8 Penilaian Model (Evaluation Struktural Structural Mode. e-ISSN: 2598-2095 menggunakan koefisien jalur . ath coefficien. , nilai RA, effect size . A), dan bootstrapping untuk KK <-> AF PM <->AF PM <->KK PS <-> AF PS <-> KK PS <-> PM Composite Reliability menilai signifikansi efek langsung dan tidak Model fit dievaluasi menggunakan Standardized Root Mean Square Residual CronbachAos Alpha (SRMR) dan Geodesic Distance . _G). HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah secara langsung atau tidak langsung melalui pola makan dan perilaku sehat. Hasil analisis awal menggunakan smartPLS menunjukkan bahwa validitas dan reliabilitas KK 2-6. PM 1-5 dan 8, dan PS 3-6 berada di bawah angka yang direkomendasikan Analisis PLS-SEM menggunakan indikator yang valid Tabel 1. Tabel 1. Hasil pengolahan data penelitian Parameter Hasil KK1 KK7 KK8 PM6 PM7 PS1 PS2 AF1 AF2 AF3 AF4 KK -> AF P=0. KK -> PM KK -> PS P=0. P=0. PM -> AF P=0. PS -> AF PS -> PM P=0. P=0. Direct Effects KK -> AF 288. P=0. KK -> PM P=0. KK1 KK7 KK -> PS PM -> AF P=0. P=0. KK8 PM6 PM7 PS -> AF PS -> PM P=0. P=0. PS1 PS2 KK -> AF KK -> PM P=0. AF1 AF2 PS -> AF P=0. AF3 AF4 Indirect Effects 090. P=0. Average Variance Extracted HTMT Structural Model Path Coefficients dan menghasilkan data seperti yang disajikan pada Measurement Model Outer Loading Variance Inflation Factor kepedulian kesehatan mempengaruhi aktivitas fisik sehingga dikecualikan dari analisis berikutnya13. KK -> AF KK -> PM KK -> PS PM -> AF Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 1 Ae 8 e-ISSN: 2598-2095 0,. , ( = 0,174. p = 0,. ( = -0,033. PS -> AF PS -> PM Saturated model 406, 95%=0. Estimated model 406, 95%=0. Saturated model 130, 95%=0. Estimated model 130, 95%=0. SRMR Deskripsi: KK: Kepedulian Kesehatan. PM: Pola Makan. PS: Model ini menjelaskan bahwa 49,1% dari varians dalam Pola Makan (RA = 0,. , 37,7% dari varians dalam Gaya Hidup Sehat (RA = 0,. , dan 9,9% dari varians dalam Aktivitas Fisik yang dijelaskan oleh model (RA = 0,. Perilaku Sehat. AF: Aktivitas Fisik. Hasil perhitungan Geodesic Distance . _G) sebesar Berdasarkan tabel 1 model pengukuran dievaluasi berdasarkan indikator reliabilitas, konsistensi internal, validitas konvergen, dan validitas diskriminan. Semua outer loading melebihi ambang batas 0,70 yang menunjukkan indikator reliabilitas adalah baik dan dapat diterima. Average Variance Extracted (AVE) untuk semua konstruksi melebihi 0,50: Kepedulian Kesehatan . Pola Makan . Perilaku Sehat . , dan Aktivitas Fisik . Hasil 0,406 dapat diterima karena < 0,663 bootstrap 95% CI. Hal ini menunjukkan adanya kesesuaian model global yang memadai. Hal yang menarik adalah nilai SRMR 0,130 ,08Ae0,. Hal ini menunjukkan kurangnya kesesuaian tingkat model pengukuran. Perbedaan hasil antara d_G dan SRMR ini karena nillai VIF yang cenderung tinggi pada beberapa indikator yang menunjukkan adanya potensi multikolinearitas. Kondisi SRMR Composite reliability berkisar dari 0,827 hingga 0,934, signifikan mempengaruhi d_G. Oleh karena itu, model sedangkan CronbachAos alpha berkisar antara 0,601 mungkin telah sesuai secara struktural, namun hingga 0,905. Kedua hasil pengukuran tersebut menunjukkan konsistensi internal yang memadai. Validitas diskriminan dievaluasi menggunakan kriteria HTMT. Nilai HTMT antara Perilaku Sehat dan Pola Makan adalah 0,935, melebihi ambang batas 0,90, kualitas pengukuran pada tingkat indikator masih memerlukan perbaikan, seperti pemurnian indikator atau peninjauan konstruk yang tumpang tindih. Pengaruh Kepedulian Kesehatan terhadap Pola Makan dan Perilaku Sehat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kepedulian diskriminatif antar konstruks. Nilai Variance Inflation Kesehatan (KK) memiliki pengaruh yang signifikan Factor (VIF) berada di bawah 5 untuk semua indikator, terhadap pola makan (PM) dan perilaku sehat (PS). meskipun AF3 . dan AF4 . mendekati batas atas. tinggi kesadaran seseorang akan pentingnya menjaga Model struktural dinilai melalui koefisien jalur dan tingkat signifikansinya. Kepedulian Kesehatan memiliki efek positif yang signifikan pada Pola Makan ( = 0,430. p = 0,. dan Perilaku Sehat ( = 0,614. , akan tetapi efek langsung dari Kepedulian Kesehatan. Pola Makan dan Perilaku Sehat Hasil riset memberikan informasi bahwa semakin Aktivitas Fisik tidak signifikan dengan nilai koefisien jalur dan p masing-masing sebesar ( = 0,198. kesehatan, semakin besar kemungkinan mereka untuk mengadopsi pola makan dan perilaku sehat. Hal ini terjadi karena rata-rata tingkat pendidikan dan menengah ke atas. Penelitian mengenai tunawisma yang pada dasarnya kurang dalam pendidikan dan kesejahteraan menunjukkan bahwa tunawisma tidak peduli dengan kesehatan mereka. Temuan ini Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 1 Ae 8 e-ISSN: 2598-2095 sejalan dengan teori Health Belief Model (HBM) yang Kementerian menyatakan bahwa individu akan didorong untuk Indonesia. Laporan tersebut menyatakan bahwa mengambil tindakan pencegahan ketika mereka kebugaran fisik anak-anak dan remaja Indonesia relatif rendah. Hanya 6,79% anak berusia 10-15 tahun menyadari manfaat dari tindakan tersebut, dan tidak dan 5,04% remaja berusia 16-30 tahun yang berada dalam kategori baik/lebih, sementara 77,12% anak- menerapkannya. Temuan ini juga sejalan anak dan 83,53% remaja berada dalam kategori yang dengan Theory of Planned Behavior (TPB) yang semakin sedikit24. Riset lain yang menunjukkan menjelaskan bahwa niat untuk berperilaku sehat bahwa aktifitas fisik rendah dikalangan orang-orang dipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku tersebut, terpelajar adalah penelitian yang dilakukan oleh Tamanal dan Kim yang melaporkan bahwa olah raga dirasakan. Ae. Kepedulian terhadap kesehatan di kalangan pelajar SMA di Filipina adalah rendah25. dapat membentuk sikap positif dan niat yang kuat Hasil penelitian yang berbeda dilaporkan oleh Ridzuan untuk melakukan kebiasaan pola makan sehat dan et al. yang menungungkapkan bahwa aktivitas fisik perilaku sehari-hari yang mendukung kesehatan, orang Malaysia relatif baik26. Hal ini sangat mungkin seperti istirahat yang cukup, menghindari merokok, terjadi karena perbedaan negara, sosial, dan budaya dan menjaga kebersihan diri. Ae. antara Indonesia dan Malaysia. Kepedulian Kesehatan tidak Mempengaruhi Perubahan Aktivitas Fisik Diinternalisasi memiliki kerentanan terhadap Hasil riset juga menunjukkan hubungan antara Sehat Lebih Republik Mudah Perilaku sehat biasanya dimulai dengan kesadaran signifikan secara statistik, baik secara langsung reaktif atau preventif yang tidak memerlukan banyak maupun melalui mediator. Hasil ini menunjukkan usaha fisik, seperti mengganti makanan yang digoreng bahwa individu yang menyadari pentingnya pola dengan makanan rebus. Perubahan semacam ini makan dan perilaku sehat tidak selalu melaksanakan relatif mudah untuk diinternalisasi dan diterapkan, aktifitas fisik. Penyebabnya adalah aktivitas fisik tidak karena tidak menuntut perubahan besar pada struktur hanya membutuhkan niat kognitif saja, akan tetapi kehidupan sehari-hari atau waktu tertentu yang lama. juga memerlukan dukungan motivasi, psikologis, dan Sebaliknya, aktivitas fisik menuntut komitmen waktu. Secara lebih detail beberapa faktor kesiapan fisik, motivasi yang lebih tinggi, dan faktor lingkungan yang mendukung. Lebih jauh dicontohkan sebagai berikut: . Faktor pribadi seperti diketahui bahwa untuk menumbuhkan perubahan jam tidur yang kurang, stres, rasa sakit, kebosanan, perilaku aktifitas fisik dibutuhkan konseling perilaku dan kendala finansial, . faktor lingkungan seperti yang efektif. Konseling ini rata-rata membutuhkan 12 keamanan lokasi, keterbatasan fasilitas, dan kondisi kali pertemuan dengan total waktu pertemuan 6 jam cuaca, . faktor sosial seperti kurangnya dukungan dalam periode 12 bulan28. Perilaku Olahraga kognitif yang mendorong perubahan perilaku pasif Pemuda keluarga dan perundungan . Hasil riset ini sejalan dengan Laporan Indeks Pembangunan Olahraga Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 1 Ae 8 Keterbatasan Penelitian Implikasi e-ISSN: 2598-2095 UCAPAN TERIMAKASIH Pengukuran Keterbatasan penelitian ini adalah meskipun model Terima kasih kepada Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian ini secara struktural layak digunakan berdasarkan nilai Pengembangan (Diktilitban. Pimpinan Pusat d_G, namun terdapat perbedaan nilai SRMR yang Muhammadiyah yang telah mendanai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa diperlukan perbaikan pada dengan nomor hibah 0258. 604/I. 3/D/2025. Kami juga tingkat indikator dan pengukuran konstruks. Beberapa mengucapkan terima kasih kepada Intan Pratiwi Supraba, konstruks seperti pola makan dan perilaku sehat Indari Utami. Haryo Kunto Wibowo. Anna Rochim Mapa, hanya menyisakan dua indikator setelah indikator lain Aurelia Ratna Utami. Zakia Novi Anggitasari. Sheli Nur Haliza, gagal memenuhi kriteria analisis. Ini membatasi Alifah Aulia Fitri. Ilham Hafizha Maulana Anam. Moch. Tabriz kemampuan konstruks untuk secara komprehensif Azenta. Safira Syahida. Azka Hafiy Sulistyo. Fandy Akbar mewakili konsep. Briliantama. Amira Hasna Maulida. Muhammad Azzim Wafiq. Aulida Azkia Kamila, dan Raihan Fadzlur Rohman yang telah membantu dalam pendataan dan masukan. Kami juga KESIMPULAN Hasil kesehatan lebih cenderung mendorong perubahan perilaku yang sederhana dan mudah diterapkan, seperti pola makan dan perilaku sehat daripada perilaku yang membutuhkan usaha dan waktu, seperti aktivitas fisik. Berdasarkan hasil penelitian dan keterbatasan yang telah diidentifikasi, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam hal: . penambahan jumlah dan variasi indikator yang mewakili berbagai dimensi konsep kepedulian kesehatan, pola makan, dan perilaku sehat yang akan meningkatkan validitas dan keandalan konstruks, serta memberikan gambaran yang lebih lengkap, . penggunaan pendekatan mixed method untuk mengeksplorasi faktor psikososial atau struktural yang mempengaruhi aktivitas fisik yang Rekomendasi praktis berdasarkan hasil riset adalah agar dibuatkan fasilitas dan program yang mendorong terjadinya aktivitas fisik oleh komunitas, sekolah, dan organisasi lokal, serta terus melakukan edukasi mengenai pentingnya aktifvitas fisik. mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah dan guru serta tenaga kependidikan SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta dan SMP Muhammadiyah 7 Colomadu yang telah melakukan verifikasi izin penelitian. DAFTAR PUSTAKA