AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. MINAT MASYARAKAT TERHADAP LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Andri FK-PKPPS Provinsi Sumatera Utara Email : andrijulok12345@gmail. Kerisauan masyarakat akan dun moral dan akhlak anak-anak dimasa kini, menyebabkan masyarakat atau para orang tua mencarikan solusi, salah satunya mencari lembaga pendidikan Lembaga yang mengajarkan nilai moral dan akhlak yang baik sebagai pelindung dan penyelamat generasi pendidikan yang baik ialah lembaga yang memiliki minat masyarakat yang tinggi terhadap lembaga pendidikan tersebut. Minat adalah kecendrungan atau keinginan manusia untuk memperhatikan dan menikmati, dan memiliki sesuatu baik bentuk barang, kegiatan atau jasa. Minat masyarakat sebagai salah satu stekholder dunia pendidikan, menjadi tolak ukur keberhasilan lembaga pendidikan. Minat masyarakat yang tinggi diperoleh dari keadaan atau situasi lembaga pendidikan tersebut. Faktor yang mempengaruhi minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam ialah muatan pembelajaran Agama lebih banyak, mutu lembaga, kegiatan ekstrakurikuler yang dimiliki, manajemen lembaga yang baik, biaya pendidikan dan sarana dan prasarana lembaga. Kata kunci: Minat Masyarakat. Lembaga Pendidikan Islam. Pendahuluan Pengelolaan lembaga pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting bagi stekholder pendidikan. Lebih-lebih bangsa Indonesia yang hidup di negara yang sedang berkembang, sebab dengan melalui lembaga pendidikan diharapkan kelak dapat menjadi warga negara yang berkualitas tinggi dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada diri sendiri dan sikap perilaku yang inovatif dan kreatif. Dengan demikian, menggunakan teori yang terbukti dan teruji kebenarannya. Menurut Ki Hajar Dewantara yang dikutip oleh Nur Syamsiyah AuPendidikan ANDRI Al-Mabhats with CC BY-SA license. Copyright A 20, the author. AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. diselenggarakan secara teroganisir antara Madrasah, masyarakat, dan keluarga yang sangat integral yang biasanya disebut dengan istilah Tri Pusat PendidikanAy. Pengelolaan lembaga pendidikan yang dilakukan Kepala Madrasah sebagai pelaku utama dalam pengelolaan madrasah. Minat adalah kecendrungan atau keinginan manusia untuk memperhatikan dan menikmati, dan memiliki sesuatu baik bentuk barang, kegiatan atau jasa. The Liang Gie . , menyatakan minat merupakan dasar bagi tugas hidup jika ingin mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan, seperti minat dalam pekerjaan, minat dalam pendidikan atau minat kegiatan lainnya mengharapkan suksen dan berhasil dalam kegiatan Alisuf Sabri . 7: . , menyatakan, minat adalah kecendrungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus. Kemudian Abdul Rahman dan Muhbib Abdul Waham . 4: . , menyatakan, minat adalah suatu kecendrungan untuk memberikan perhatian dan tindakan terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek yang disertai perasaan senang. Sedangkan Minat masyarakat adalah suatu keinginan yang tumbuh dari dalam diri masyarakat terhadap sesuatu yang disenangi atau Sebagai mana firman Allah SWT dalam Q. Al-Isra ayat 84 yang artinya : AuKatakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalanNya. Ay (Q. Al-Isra ayat . Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan minat yang dimiliki setiap manusia. Dalam kata "setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing". Bahwa minat seseorang akan berkembang sesui proses atau pembawaan masing- Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. masing manusia itu sendiri berdasarkan apa yang ia lalui dalam hidup. Dalam dunia pendidikan, minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan islam, dikarenakan masyarakat sekarang merasa perlu pendidikan yang banyak mengajarkan nilai-nilai norma agama untuk keselamatan keluarganya didunia dan akhirat kelak. Lembaga pendidikan Islam seperti MadrasahMadrasah menjadi salah satu yang banyak diminati dan digandrungi masyarakat saat ini ialah lembaga yang lebih banyak mengajarkan pelajaran agama seperti lembaga Madrasah yang mengadakan program tahfiz. Alasan terbesar masyarakat memilih lembaga pendidikan islam sebagai rujukan Madrasah putra-putri mereka ialah perkembagan zaman yang semakin banyak merusak moral dan agama masyarakat yang begitu besar. Sehingga masyarakat memilih lembaga pendidikan islam atau Madrasah sebagai salah satu cara melindungi putra-putri mereka dari kerusakan moral pengaruh lingkungan. Salah satu lembaga pendidikan islam tersebut ialah SDIT ataupun SMPIT dan pesantren-pesantren terpadu, namun lembaga tersebut hanya bisa dinikmati oleh masyarakat yang memiliki ekonomi menengah keatas sebab biaya pendidikan untuk lembaga tersebut terbilang mahal. Akan tetapi bagi masyarakat yang memimiliki ekonomi menengah kebawah juga memiliki keinginan yang sama yaitu menyerahkan putraputrinya di lembaga pendidikan islam juga yaitu lembaga pendidikan islam yang dibawah naung pemerintah seperti madrasah ibtidaiyah (MI). Madrasah Tsanawiyah untuk tingkat SMP dan seterusnya. Madrasah ini dijadikan solusi yang paling tepat dalam mengatasi masalah pendidikan bagi sebagian besar masyarakat ANDRI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. selain biaya yang masih terjangkau namun pendidikan islam yang diberikan pada lembaga tersebut juga sudah memadai. Madrasah merupakan salah satu lembaga formal yang dinaugi kementrian agama bukan kementrian pendidikan umum. Madrasah mampu memadukan sistem pendidikan umum dan pendidikan pesantren. Secara umum dari sudut kurikulum tentunya lebih memiliki keunggulan sebab dapat memadukan ilmu umum dan agama dalam pembelajaran di Madrasah. Keberadaan madrasah dipandangan positif oleh masyarakat sebagai lembaga pendidikan Islam dan peranperan yang ditampilkannya. Selama ini yang dijadikan acuan adalah bahwa lembaga pendidikan yang berbasis ajaran agama Islam seperti Madrasah, dapat dipahami oleh masyarakat sebagai tempat yang paling efektif untuk menciptakan kehidupan islami peserta didik, dibanding dengan sekolah sekolah umum lainnya. Menurut Dasman . , pandangan tersebut dapat dibenarkan dengan melihat beberapa hal dari madrasah yaitu seperti: kurikulum Madrasah, suasana keagamaan, dan kualifikasi guru. Kurikulum madrasah, sebagai lembaga pendidikan yang berciri khas agama muatan kurikulum madrasah dibagi ke dalam beberapa sub mata pelajaran, yaitu: al-qurAoan, hadits, aqidah akhlak, fiqih, sejarah islam dan bahasa arab, sehingga porsi pendidikan agama lebih banyak. Sementara pada pendidikan selain madrasah, mata pelajaran agama Islam digabung menjadi satu pada pelajaran PAI saja. Muatan kurikulum agama menyerupai kurikulum yang diajarkan di pesantren dan lebih di ajarkan secara sederhana dalam penyajian proses belajar mengajar sehingga peserta didik tidak merasa kesulitan dalam memahami pelajaran yang berkaitan dengan agama. Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Pandangan lain dalam Madrasah memiliki suasana keagamaannya, yang berupa suasana kehidupan madrasah yang agamis/religius, adanya sarana ibadah, penggunaan metode pendekatan yang agamis dalam penyajian bahan pelajaran bagi setiap mata pelajaran yang diajarkan. Membuat tata tertib dengan pembiasaan aktivitas belajar dan sehari-hari peserta didik berdasarkan tuntunan hadist dan Al-qurAoan. Guru Ae guru yang ada di Madrasah di tuntut menjadi tauladan berakhlak mulia dalam setiap tutur kata dan tingkah laku, sehingga menjadi contoh nyata bagi peserta didik bagaimana bersikap berakhlak yang baik. Kualifikasi guru yang harus beragama Islam dan berakhlak mulia, disamping memenuhi kualifikasi sebagai tenaga pengajar berdasar ketentuan yang berlaku. Madrasah madrasah yang ada sekarang sudah banyak memiliki kemajuan, program-program yang ditawarkan masyarakat juga jauh lebih baik dari dulu, salah satunya ada madrasah yang menawarkan program ekstrakurikuler untuk peserta didiknya program tahfiz, qiraAoah dan program ekstrakuler lainnya yang tentunya menarik minat masyarakat untuk memasukkan anaknya kemadrasah tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam seperti Madrasah sangat menarik untuk dibahas secara Minat Mayarakat Istilah minat dapat diartikan bermacam-macam oleh para pakar psikologi, menjelaskan bahwa minat adalah kecenderungan untuk ikut serta aktif dalam pengalamanpengalaman dan memelihara pengalaman tersebut. Menurut Djamarah . 9: . , minat merupakan kecenderungan ANDRI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. pskologis yang menyenangkan pada sesuatu objek dan belum sampai melakukan kegiatan yang diinginkan tersebut. Kecendrungan atau keinginan yang dialami seseorang disebabkan berbagai faktor baik lingkungan dan dalam diri seseorang dan mencoba mempengaruhi alam bawah sadar untuk mempunyai dorongan atau keinginan melakukan kegiatan tertentu akan tetapi baru sampai melakukan kegiatan itu sendiri baru sampai dorongan keinginan akan Djaali . 8: . menyatakan bahwa, minat adalah rasa lebih suka dan ketertarikan pada satu hal atau aktivitas tanpa ada yang memerintahkan. Menurut Alisuf Sabri . menyatakan, minat adalah kecendrungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus. Dalam hal ini minat berhubungan dengan perasaan senang seseorang pada sesuatu kegiatan atau benda, sehingga orang yang sedang mempunyai minat terhadap sesuatu akan sangat cenderung menyukai sesuatu tersebut. Minat . dapat dikatakan lawan dari keengganan . yang dirumuskan sebagai kecenderungan untuk menjauhi terjadinya pengalaman tentang objek-objek. Antara minat . dan keengganan . sifatnya dinamik. Pada suatu saat mungkin minat lebih kuat daripada keengganan, disebabkan individu yang bersangkutan memusatkan perhatian kepada salah satu objek sehingga tidak objek lain. Perkembangan minat akan bergantung kepada kesempatan Dengan kata lain, minat selalu bergantung kepada lingkungan dan orang-orang dewasa yang erat pergaulannya dengan mereka. Lingkungan pada masa anak-anak mendorong kesempatan pada mereka untuk dapat mengembangkan Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. beberapa minat tertentu, tetapi juga dapat menghilangkan beberapa kesempatan dalam pengembangan minat yang lain. Sesuai dengan perluasan lingkungan yang mencakup Madrasah, tetangga, masyarakat, dan masyarakat dunia pada umumnya membuka kesempatan baru untuk tumbuhnya minat baru. Oleh karena itu, banyak minat seseorang yang hilang dan diganti oleh minat lain secepat anak memasuki masa remaja dan dewasa. Hurlock . 0: . , menyatakan bahwa minat merupakan hasil dari pengalaman atau proses belajar. Minat memiliki dua aspek yaitu: . Aspek kognitif, yang dibangun oleh pengalaman dan apa yang dipelajari dari lingkungan . Aspek afektif, yang dibagun oleh sikap terhadap kegiatan atau objek yang menimbulkan minat. Minat dipengaruhi oleh rasa senang dan tidak senang. Pola rasa senang dan tidak senang yang terbentuk pada setiap fase perkembangan akan relatif stabil sepanjang fase masing-masing, akan tetapi pada setiap fase berikutnya terus terjadi perubahan pola tersebut baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal ini terjadi karena adanya perkembangan atau pembentukan objek minat pada setiap fase tersebut, sesuai dengan pertumbuhan, kematangan, dan pengalaman individu. Akibat timbulnya rasa senang dan rasa tidak senang terhadap objek-objek tertentu, pola minat mulai terbentuk terutama pada masa mengenyam pendidikan. Eksistensi minat yang terdapat pada diri seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Minat yang dimiliki seseorang mengalaimi perkembangan. Perkembangan minat sangat beriringan . dengan beberapa faktor yang memungkinkan keragaman tingkat minat terhadap suatu obyek minat. Faktor-faktor tersebut meliputi perkembangan fisik, perkembangan mental, kesempatan untuk belajar dan ANDRI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Selain faktor biologis, lingkungan dan variasi budaya, faktor masa . dan perubahan teknologi juga memiliki peran dalam perkembangan minat seseorang. Sebuah dasar untuk pembelajaran dimasa yang akan datang. Minat terlahir kerena ada dorongan sebuah kebutuhan pada diri manusia. Maslow . 3: . , menggolongkan kebutuhan manusia itu pada lima tingkat kebutuhan . ive hierarchy of need. Kelima tingkat kebutuhan itu ialah kebutuhan bersifat fisiologis . hysiological need. , kebutuhan akan rasa aman . afety need. , kebutuh an cinta dan memiliki-dimiliki . elongingness and love need. , kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. Kebutuhan- kebutuhan yang bersifat fisiologis yang paling dasar, paling kuat, dan paling segala kebutuhan manusia adalah kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya secara fisik, yaitu kebutuhan makan minum, tempat berteduh, seks, tidur, dan oksigen. Kebutuhan akan rasa aman . afety need. kebutuhan rasa aman muncul sebagai kebutuhan yang penting kalau kebutuhan psikologis Ini meliputi kebutuhan perlindungan, keamanan, hukum, kebebasan dari rasa takut. Kebutuhan cinta dan memiliki . elongingness and love need. Kebutuhan untuk memiliki dan mencintai, muncul ketika. Kebutuhan sebelumnya telah dipenuhi secara rutin. Orang butuh dicintai dan pada gilirannya butuh menyatakan cintanya. Cinta disini berarti rasa sayang dan rasa terikat . o belon. baik dari keluarga Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. sendiri, teman sekerja, teman sekelas, dan lain-lainnya, seseorang ingin agar dirinya disetujui dan diterima. Kebutuhan Kebutuhan penghargaan menjurus pada kepercayaan terhadap diri sendiri dan perasaan diri berharga. Maslow membagi kebutuhan penghargaan ini dalam dua jenis: Pertama, penghargaan yang didasarkan atas respek terhadap kemandirian, dan perwujudan kita Kedua, penghargaan yang didasarkan atas penilaian orang lain. Kebutuhan aktualisasi diri . elf actualization need. , kebutuhan aktualisasi diri timbul pada seseorang jika kebutuhanAekebutuhan lain nya Kebutuhan aktualisasi ini sebagai hasrat untuk menjadi diri sepenuh kemampuannya. Ia mendasarkan teori aktualisasi diri dengan asumsi bahwa setiap manusia yang baik, dan memungkinkan untuk mewujudkan perkembangan. Adapun minat terdiri dari bermacam-macam, secara umum dipengaruhi oleh beberapa tujuan yang berbeda, tetapi perbedaan tujuan tersebut tidak akan mengaburkan pengertian minat, bahkan akan saling melengkapi. Bukhari . 4: . menyatakan, minat dapat dibagi menjadi dua macam yaitu minat primitif ( biologi. , dan minat kultural . Minat primitif (Biologi. yaitu minat yang timbul karena jaringanjaringan tubuh dan ini berkisar pada soal makan dan kebebasan aktivitas, dengan kata lain minat primitif disebut juga minat yang paling mendasar. Slameto . 0: . Minat kultural (Sosia. yang berasal dari perbuatan belajar yang tarafnya lebih tinggi dan merupakan hasil dan pendidikan. ANDRI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Elizabet . 5: . , menyatakan minat memiliki 3 macam aspek yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek Aspek kognitif merupak aspek yang timbul dari berdasarkan atas pengalaman pribadi dan apa yang pernah dipelajari baik di rumah. Madrasah dan masyarakat serta dan berbagai jenis media massa. Konsep yang membangun aspek kognitif, dalam aspek ini minat yang dinyatakan dalam bentuk sikap terhadap kegiatan yang ditimbulkan minat. Berkembang dari pengalaman pribadi dari sikap orang yang penting yaitu orang tua, guru dan teman sebaya terhadap kegiatan yang berkaitan dengan minat tersebut dan dari sikap yang dinyatakan atau tersirat dalam berbagai bentuk media massa terhadap kegiatan itu. Aspek psikomotor sendiri akan berkembang seiring pengalaman dari aspek kognitik dan aspek afektif, aspek psokomotorik akan berjalan dengan lancar tanpa perlu pemikiran lagi, urutannya tepat. Namun kemajuan tetap memungkinkan sehingga keluwesan dan keunggulan meningkat meskipun ini semua berjalan lambat. Selanjutnya Dasman Yanuri . menyatakan beberapa kondisi yang mempengaruhi minat seseorang yaitu status ekonomi, pendidikan, dan pola pengasuhan orang tua. Kondisi ekonomi merupakan salah satu yang mempengaruhi minat, sebab apabila status ekonomi membaik, orang cenderung memperluas minat mereka untuk mencakup hal yang semula belum mampu mereka laksanakan. Sebaliknya kalau status ekonomi mengalami kemunduran karena tanggung jawab keluarga atau usaha yang kurang maju, maka orang cenderung untuk mempersempit minat mereka. Selanjutnya ialah pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang maka semakin besar pula kegiatan yang bersifat intelek yang dilakukan. Jika ada Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. seseorang yang mempunyai pengetahuan yang baik, maka ia mencari pelayanan yang lebih kompeten atau lebih aman baginya Elizabet . 5: . Artinya semakin tinggi pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula minat dalam dirinya dalam segala bentuk urusan. Dan terakhir, pola pengasuhan orang tua yang mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih, penuh pengertian, demokratis akan dapat menumbuhkan minat pada anak. Sedangkan orang tua yang cenderung otoriter dan menelantarkan anak cenderung membuat anak kehilangan minat dalam melakukan sesuatu. Berbeda dengan Dasman. Slameto . 0: . mengungkapkan, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat seseorang terhadap sesuatu kegiatan yaitu kondisi kegiatan, sistem pendukung kegiatan, dan pribadi pekerja didalam kegiatan. Kondisi kegiatan yang sangat dinamis ada keunggulan yang diketahui secara pasti, adanya saling keterkaitan antar seluruh bentuk kegiatan, sehingga dapat menimbulkan ketertarikan atau minat masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Sistem pendukum kegiatan yang lengkap sangat menarik kepercayaan masyarakat untuk timbul keinginan mengikuti kegiatan tersebut. Pribadi pekerja didalam kegiatan meliputi semangat pekerja, pandangan pekerja terhadap pekerjaannya, kebanggaan memakai atribut bekerja, sikap terhadap pekerjaannya. Lembaga Pendidikan Islam Pengembangan sistem lembaga pendidikan Islam seperti madrasah telah benar-benar melibatkan pemerintah, terbukti dengan banyaknya madrasah negeri. Dulu, pendidikan madrasah mayoritas swasta. Dalam Undang-Undang Republik ANDRI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 16 dinyatakan bahwa: Aujalur, jenjang, dan jenis pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah Daerah, dan/atau masyarakatAy. Itulah sebabnya menjamurnya lembaga-lembaga pendidikan Islam baik lembaga negri ataupun swasta berlomba-lomba membangun lembaga pendidikan Islam yang bermutu di mata masyarakat. Dalam Peraturan Menteri Agama Republika Indonesia Nomor 13 tahun 2014 Pada BAB I Pasal 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 55 Tahun 2007 ayat 1 yang dimaksud dengan Pendidikan Agama adalah Aupendidikan yang memberikan pengetahuan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan agamanya, yang dilaksanakan sekurangkurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jentang dan jenis pendidikanAy. Melalui peraturan tersebut setiap lembaga pendidikan Islam yang dibagun harus memberi pendidikan yang diajarkan harus mengandung pengetahuan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Adapun fungsi pendidikan agama pada BAB II Pasal 2 ayat 1 menjelaskan pendidikan agama berfungsi membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antarumat beragama. Pada ayat 2 pendidikan agama bertujuan untuk berkembangnya kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. yang dapat berintegrasikan dengan Ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Pada BAB i bagian kesatu Pendidikan Keagaman Islam Pasal 14 dijelaskan. Pendidikan keagamaan Islam berbentuk pendidikan diniyah dan pesantren. Pendidikan diniyah sebagaimana dimaksud pada ayat . diselenggarakan jalur formal, non formal, dan informal. Lembaga Pendidikan Islam formal Pada BAB i bagian kesatu Pendidikan Islam Formal pada Pasal 15 dijelaskan pendidikan diniyah formal menyelenggarakan pendidikan ilmu- lmu yang bersumber dari ajaran agama Islam pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar pendidikan menengah, dan pendidikan Lembaga pendidikan Islam formal adalah lembaga pendidikan yang mempunyai tempat tertentu yang diatur secara sistematis dan mempunyai perpanjangan dalam kurun waktu tertentu dan berlangsung mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai tingkat pendidikan tinggi dan dilaksanakan sesuai aturan resmi yang telah ditetapkan. Sementara Hadari Nawawi dalam Abu Ahmadi dan Nur uhbiyati ( 1991: . , mengelompokkan lembaga pendidikan formal kepada lembaga pendidikan yang kegiatan pendidikannya diselenggarakan secara sengaja, berencana, sistematis dalam membantu anak dalam mengembangkan potensinya agar mampu menjalankan tugasnya sebagai khalifah Allah di bumi. Lembaga pendidikan Islam yang ada dibagun dengan berbagai perencanaan pendidikan agar dapat membantu manusia sebagai pemimpin diatas bumi ini baik sebagai pemimpin dalam lembagalembaga atau kelompok-kelompok tertentu ataupun sebagai pemimpin dalam rumah keluarga sendiri. ANDRI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Lembaga Pendidikan Islam non formal Pada BAB i Pendidikan Islam Non formal Pasal 21 ayat 1 menetapkan pendidikan Islam non formal diselenggarakan dalam bentuk pengajian kitab, majelis taklim, pendidikan Al QuAoan. Taklimiyah, atau bentuk lain yang Lembaga pendidikan Islam non formal merupakan lembaga yang memiliki aturan-aturan yang ditetapkan lembaga itu sendiri namun, tidak mengikuti peraturan-peraturan yang tetap dan ketat yang ditetapkan pemerintah. Menurut Abu Ahmadi . 1: . mengartikan lembaga pendidikan non kepada semua bentuk pendidikan yang diselenggarakan dengan sengaja, tertib dan terencana di luar kegiatan lembaga sekolah (Lembaga Pendidikan Forma. dengan tetap menumbuhkan nafas Islam di dalam proses Gerhana Sari Limbong . yang mengutip pernyataan Muhammad Dahrin, lembaga pendidikan non formal adalah jalur pendidikan diluar lembaga pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur Selanjutnya dalam Undang - Undang SISDIKNAS dijelaskan bahwa pendidikan non formal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah atau perlengkap. Fungsi lembaga pendidikan Islam non formal yaitu mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki para peserta didik yang ditekankan pada penguasaan, keterampilan, pengetahuan pengembangan professional dan sikap. Lembaga Pendidikan Islam informal Lembaga pendidikan Islam informal merupakan lembaga pendidikan yang diterapkan oleh setiap keluarga muslim masing-masing, sebagaimana pada bagian keempat Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. PMA RI No 13 Tahun 2014 BAB i Pedidikan Diniyah Pasal 52 Ayat . Pendidikan Islam informal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 huruf c diselenggarakan oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengalaman ajaran agama Islam. Ayat . pendidikan Islam sebagaimana dimaksud pada . keagamaan Islam di lingkungan keluarga. Ramayulis . 9: . menyatakan, orangtua selain sebagai pendidik, juga sebagai penanggungjawab. Artinya keluarga merupakan orang pertama, dimana sifat kepribadian akan tumbuh dan terbentuk. Seorang akan menjadi anggota masyarakat yang baik atau tidak, bergantung pada sifatnya yang tumbuh dalam kehidupan keluarga dimana anak Sehingga peranan orang tua dalam mendidik anakanaknya di dalam lingkungan rumah sangat penting sebab akar dari segala tabiat anak dan pendidikan anak, akan tetapi dalam lembaga ini sebagai pendidik bukan sajadari orang tua, bisa juga dari kerabat, famili dan sebagainya yang terlingkup dalam lingkungan keluarga. Faktor Penarik Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam Lembaga pendidikan Islam banyak menarik perhatian berkenaan dengan cita-cita pendidikan nasional. Sebagaimana disebutkan dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. dikemukakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalamrangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar ANDRI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Suwito . 5: . Ada tiga alasan yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan untuk menyekolahkan anak-anaknya, yaitu nilai . , status social, dan cita-cita. Masyarakat yang terpelajar akan semakin beragam pertimbangannya dalam memilih pendidikan untuk anak-anaknya. Yusfiani . Lembaga pendidikan Islam dipandang sebagai lembaga pendidikan yang secara konsepsional bagus, karena melalui madrsah dikembangkan potensi peserta didik lebih komprehensif, yaitu mengembangkan ranah spiritual, akhlak, ilmu pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu dan seimbang. Hal itu disebabkan tidak hanya karena jumlah peserta didiknya yang signifikan, akan tetapi juga karena karakteristiknya yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan zaman Suwito . Lembaga pendidikan Islam memiliki beberapa kelebihan yang menjadikan faktor menarik minat masyarakat, diantaranya yaitu muatan pembelajaran Agama lebih banyak, mutu lembaga, kegiatan ekstrakurikuler yang dimiliki, manajemen lembaga yang baik, biaya pendidikan dan sarana dan prasarana lembaga. Muatan pembelajaran Agama lebih banyak Pengaruh perubahan zaman yang seperti sekarang ini, dimana anak-anak sudah banyak tak memiliki moral, akhlah yang baik dalam kehidupan sehari-hari yang disebabkan oleh pesatnya dunia gagde lebih mendominasi dunia moral anakanak. Hal tersebut yang membuat para orang tua yang sadar Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. akan pendiddikan anak-anaknya mengupayakan pendididkan yang terbaik untuk anak-anaknya, selain didikan yang baik yang diciptakan dirumah, para otrang tua banyak memilih lembaga pendidikan Islam sebagai alternatif sekolah yang dapat memberikan pendidikan agama yang lebih banyak sebagai bekal untuk menciptakan akhlakulkarimah buat anak. Adapun lembaga pendidikan Islam memiliki ciri-ciri kurikulum Islam (Armai Arif, 2002: . agama dan akhlak merupakan tujuan utama. Segala yang diajarkan dan di amalkan harus berdasarkan pada Al-QurAoan dan As-Sunnah serta ijtihad para ulama, . mempertahankan pengembangan dan bimbingan terhadap semua aspek pribadi peserta didik dari segi intelektual, psikologi, sosial, dan spiritual, dan . adanya keseimbangan antara kandungan kurikulum dan pengalaman serta kegiatan pengajaran. Dengan ciri-ciri kurikulum tersebut, bahwa lembaga pendidikan Islam mendahulukan ajaran agama dan akhlak, pribadi peserta didik dan pembelajaran disesuaikan kondisi masyarakat pada umumnya, dengan demikian masyarakat lebih merasa aman dengan pendidikan yang akan di berikan lembaga pendidikan islam yang ada seperti yang ada di Madrasah atau pesantrenpesantren yang ada. Dengan penanaman ajaran agama dan akhlak yang baik diharapkan adanya pengetahuan tersebut dapat membentengi prilamu moral yang tak baik untuk perkembangan anak-anak, dengan pengembangan pengajaran yang berfokus terhadap perubahan prilaku atau kepribadian yang baik dalam diri anak. Pemngajaran dan pembelajaran yang di ajarkan dipadukan antara nilai-nilai agama dengan perkembanggan kondisi masyarakat agar kehadiran lembaga menjadi solusi bagi masyarakat untuk mempemperbaiki situasi ANDRI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. lingkungan sosial masyarakat yang memiliki nilai-nilai moral yang baik. Mutu lembaga Mutu secara umum merupakan gambaran dan karakteristik menyeluruh dari bidang atau jasa yang menunjukkan dalam kemampuan memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau tersirat. Dalam konteks lembaga pendidikan, mencakup input, atau output pendidikan. Kehadiran lembaga pendidikan Islam sebagai penyempurna lembaga pendidikan nasional seperti dalam hal manajemen dalam lembaga pendidikan Islam mempunyai prinsip-prinsip yang diantaranya adalah ikhlas, kejujuran, amanah dan sebagainya yang tidak dimiliki oleh manajemen lembaga pendidikan nasional. Lembaga pendidikan Islam seperti Madrasah, pesantren ataupun balai pengajian sekarang ini memiliki mutu yang baik dimata masyarakat seperti dari sisi komponen pembelajaran, ataupun sisitem yang diterapkan oleh lembaga Mutu lembaga dapat dilihat bagaimana outpun dari lembaga tersebut. Output bisa dilihat bagamana lulusan dari lembaga tersebut memiliki keahlian apa yang dimiliki setelah menyelesaikan pendidikan dilembaga pendidikan Islam Kemudian mutu lembaga dapat diukur berdasarkan kompetensi tenaga pengajar dan kepemimpinan yang ada dilembaga tersebut. Pengelolaan pendidikan yang baik dapat menghasilkan mutu yang baik pula. Mutu yang baik yang dimiliki lembaga pendidikan menjadikan meningkatnya minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. dan Kebudayaan (Dirjen GTK Kemendikbu. Supriano mengungkapkan, terdapat empat aspek yang harus diperhatikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Keempat aspek itu yakni kebijakan, kepemimpinan lembaga, infrastruktur, dan proses Menurutnya, kebijakan hal terpenting, utamanya yang berlaku secara nasional meliputi kurikulum dan ujian nasional, termasuk didalamnya kebijakan distribusi dan rekrutmen guru. Kegiatan ekstrakurikuler yang dimiliki Berdasarkan permendikbud RI No. 81 A Tahun 2013 mendefinisikan bahwa ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan lembaga . mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar jam minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Anifral Hendri . 8: 1-. menyatakan, kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/ madrasah. Berdasarkan uraian di atas kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan dilembaga pendidikan diluar jam mata pelajaran lembaga, kegiatan ini bertujuan memberi stimulus para peserta didik untuk mengembangkan bakat, potensi dan minat yang ada dalam diri peserta didik. Menurut kajian Anifral Hendri . 8 : . menyatakan fungsi kegiatan ekstrakurikuler adalah sebagai berikut: . ANDRI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Pengembangan, yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka, . Sosial, yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik, . Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan, dan . Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta Anifral Hendri . 8: . , mengemukakan pendapat umumnya mengenai beberapa jenis kegiatan ekstrakurikuler dalam beberapa bentuk yaitu: a. Krida, meliputi Kepramukaan. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Palang Merah Remaja (PMR). Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). Karya Ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi, meliputi pengembangan bakat olah raga, seni dan budaya, cinta alam, jurnaistik, teater, keagamaan. Dalam lembaga pendidikan Islam ekstrakurikuler yang menarik masyarakat yang ada sesuai kondisi lingkungan sosial sekarang seperti program-program yang memiliki nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan daerah, seperti tahfiz al-QurAoan, tarian adat, serta program-program olahraga, dan dibidang pengembangan pengetahuan pendidikan dan kesenian lainnya. ekstrakurikuler tersebut dahulu diterapkan dilembaga pendidikan Islam saja, akan tetapi sekarang sudah merambah dilembaga pendidikan nasional juga. Ekstrakurikuler yang berbau agama seperti tahfiz menjadi sorotan masyarakat untuk mengarahkan dan mendidik anaknya untuk menjadi penghafal Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. al-qurAoan ditengah pesatnya dunia gaged yang sangat mengkhawatirkan masyarakat akan keselamatan moral. Kegiatan ekstrakurikuler yang diterapkan pada lembaga pendidikan Islam menjadi dominan yang memiliki kepercayaan penuh dari masyarakat daripada lembaga pendidikan umum lainnya. Masyarakat menilai lembaga pendidikan Islam memiliki penyeleksian guru sebagai pengajar yang lebih mumpuni dalam agamanya dibandingkan pengajar yang ada dilembaga pendidikan umum. Sebab dilembaga pendidikan Islam bukan hanya kompetensi guru yang dinilai akan tetapi nilai-nilai keagamaan si guru dinilai untuk dijadikan tauladan bagi peserta didiknya. Manajemen lembaga yang baik Sebuah keburukan yang terorganisir dengan baik akan mengelahkan kebaikan yang tak terorganisir, istilah tersebut dapat kita artikan bahwa ketika niat keburukan saja apabila dengan pengaturan atau pengelolaan yang baik akan mengalahkan kebaikan yang ada tetapi tidak terorganisir dengan baik. Begitu pula dengan lembaga pendidikan memiliki tujuan pendidikan yang baik dan tinggi untuk memperbaiki kehidupan manusia harus memiliki manajemen yang baik dalam pengelolaannya. Manajemen merupakan kegiatan perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan dan pengevaluasian lembaga organisasi. Usman . 1: . mengungkapkan tujuan penerapan manajemen dalam lembaga pendidikan ialah . terwujudnya situasi dan proses belajar mengajar yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna (PAKEMB). terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. ANDRI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan . terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan. teratasinya masalah mutu pendidikan karena 80% masalah mutu disebabkan oleh manajemennya. terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan dan . meningkatnya citra positif pendidikan. Menerapkan manajemen dalam lembaga pendidikan agar tercipta tujuan lembaga pendidikan yang efektif dan efisien dan menanggulangi segala permasalahan yang akan timbul didalam aktifitas lembaga. Mahdi bin Ibrahim . kepemimpinan dalam pelaksanaannya meliputi berbagai hal, yaitu: Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan Menjalankan manajemen diawali dengan aktifitas perencanaan, perencanaan yang dilakukan untuk menyusun aktifitas apasaja yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan Lembaga pendidikan Islam, menyusun perencanaanperencanaan lembaga kemudian melanjutkan aktifitas pengelolaan, pengawasan dan pengevaluasian disetiap bidang kegiatan pendidikan, baik dari proses penetapan tenaga guru, peserta didik dan proses belajar mengajar didalam lembaga Ketika sebuah lembaga pendidikan Islam menerapkan manajemen yang baik di dalam lembaganya akan dirasakan langsung oleh stekholder termasuk masyarakat, dalam lembaga tersebut akan tampak keteraturan baik dari segi jadwal aktifitas lembaga, struktur organisasi yang jelas, kurikulum pendidikan yang diterapkan jelas, memiliki standar operasional prosedur Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. lembaga yang jelas. Ketika masyarakat memasuki lembaga tersebut masyarakat dapat langsung memahami dan paham bagaimana kegiatan yang dilaksanakan dan tujuan lembaga serta paham umpan balik dari lembaga tersebut. Dengan kata lain masyarakat memiliki gambaran tentang lembaga baik peraturan dan ketentuan yang ada dan ketika anak-anak mereka tamat akan memiliki bekal ilmu apa saja. Manajemen memiliki peran yang sangat mempengaruhi minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam. Biaya pendidikan Masalah mahalnya biaya pendidikan di Indonesia sudah menjadi rahasia umum bagi sebagian bangsa indonesia. Sebenarnya harga pendidikan di Indonesia relatif lebih rendah jika kita bandingkan dengan Negara lain yang tidak mengambil sistem free cost education. Akan tetapi anggapan mahalnya pendidikan akan dirasa bagi orang yang tidak begitu paham bagaimana lembaga pendidikan mengelola pembiayaan dalam lembaganya agar melahirkan mutu lembaga yang baik. Pendidikan yang berkualitas merupakan suatu investasi yang Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya akan memberikan suatu kekuatan penyelenggaraan pendidikan. Pelaksanaan PP No. 19 Tahun 2005 membawa implikasi terhadap perlunya disusun standar pembiayaan yang meliputi standarisasi komponen biaya pendidikan yang meliputi biaya operasional, biaya investasi dan biaya personal. Selanjutnya dinyatakan bahwa standar biaya-biaya satuan pendidikan ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usulan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Standar ANDRI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. pembiayaan pendidikan ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam penyelenggaraan pendidikan di setiap Sekolah Dasar (SD). Sekolah Menengah Pertaman (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh Indonesia. Fattah . menjelaskan bahwa biaya yang rendah berpenggaruh terhadap kualitas pendidikan di Sekolah Dasar dan proses pembelajaran serta kualitas outcomes yang dihasilkan. Artinya ada korelasi yang positif antara besarnya biaya pendidikan terhadap peningkatan mutu lembaga pendidikan. Dalam hal ini pemerintah mengucurkan dana untuk lembaga-lembaga sekolah umum dibawah kemendikbut dan madrasah yang dibawah kementrian agama dengan bantuan oprasinal sekolah/madrasah atau yang disebut dana BOS. Dimana tiap peserta didik memiliki kucuran dana untuk memangkas biaya kebutuhan pendidikan peserta didik. Disinilah keunggulan lembaga pendidikan Islam seperti Madrasah-Madrasah atau pesantren mendapat suntikan dana untuk aktivitas pendidikan peserta didik, selain kurikulum pembelajaran yang baik dana yang dikeluarkan untuk pelaksanaan pendidikan yang baik bisa diterapkan, sehingga masyarakat kini lebih banyak tertarik dengan lembaga pendidikan Islam seperti madrasah atau pesantren. Lembaga pendidikan Madrasah bukan saja pembiayaan yang terjangkau akan tetapi memiliki beberapa keunggulan dalam hal mutu sehingga masyarakat tertarik. Namun dalam hal ini ada juga lembaga pendidikan Islam yang berstatuskan swasta masih memiliki pembiayaan yang lebih lagi untuk operasi kegiatan pendidikannya, namun masing-masing masyarakat akan memilih pembiayaan yang sesuai dengan kemampuannya dan sesuai dengan apa yang diharapkan dari lembaga tersebut. Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Sarana dan prasarana lembaga Sarana dan prasarana menjadikan alasan bagi setiap masyarakat untuk merasakan kenyaman dalam melakukan aktivitas di sebuah lembaga. Begitu pula dengan lembaga pendidikan dimana aktivitas belajar mengajar diselenggarakan akan terasa nyaman dan aman bagi stekholder yang Tanpa sarana dan prasarana pendidikan, proses pendidikan akan mengalami kendala yang begitu sangat serius, bahkan bisa menggagalkan pendidikan. Oleh karena itu sarana dan prasarana mesti dikelola dengan tata kelola yang baik agar dapat berkembang secara dinamis dan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Samsul . Tata kelola sarana dan prasarana pendidikan secara islami sudah ada semenjak zaman Baginda Rasulullah SAW seperti pengadaan Rumah Arqam ibn Arqam. Kuttab, saloon. Masjid dan Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam. Arikunto, dan Lia, ( 2008: . menyatakan Sarana pendidikan merupakan semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik yang bergerak maupun tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar. Sedangkan menurut Mulyasa . 2: . yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran, seperti halaman, kebun, taman sekolah, jalan menuju sekolah. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan harus sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk guru dan peserta didik, seperti ruang kelas yang nyaman, ruang WC yang bersih dengan air yang memadai, lapangan bermain dan tempat olahraga peserta didik, alat Aealat belajar yang mendukung materi pembelajaran seperti buku dan alat peraga ANDRI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. serta tempat ibadah seperti musholla kecil didalam lingkungan lembaga pendidikan tersebut. Tentunya masyarakat sekarang memiliki minat yang tinggi terhadap lembaga pendidikan Islam disebabkan sarana dan prasarana lembaga pendidikan Islam baik pada madrasah atau pesantren-pesantren telah memiliki sarana dan prasaran yang semakin baik dibandingkan Dulu pendidikan pesantren peserta didik tidak memiliki fasilitas seperti sekarang seperti fasilitas tidur MCK dan lain Dewasa ini lembaga pendidikan Islam seperti pesantren banyak menawarkan fasilitas yang baik seperti fasilitas londri, kantin makan dengan menu yang baik, ataupun fasilitas kamar yang memiliki mesin pendingin sekalipun ada, sehingga peserta didik nyaman dalam belajar. Kesimpulan Peranan lembaga pendidikan Islam banytelah banyak menunjukkan kemajuannya didalam kiprahnya dalam dunia Lembaga pendidikan Islam banyak menarik perhatian berkenaan dengan cita-cita pendidikan nasional. Sehingga minat masyarakat sebagai salah satu stekholder dunia pendidikan, menjadi tolak ukur keberhasilan lembaga pendidikan meningkat. Minat masyarakat yang tinggi diperoleh dari keadaan atau situasi lembaga pendidikan Faktor yang mempengaruhi minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam ialah . muatan pembelajaran Agama lebih banyak, . mutu lembaga, . kegiatan ekstrakurikuler yang dimiliki, manajemen lembaga yang baik, . biaya pendidikan dan . sarana dan prasarana Minat masyarakat dipengaruhi faktor-faktor yang dimiliki lembaga pendidikan Islam itu sendiri seperti, muatan Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. pembelajaran Agama lebih banyak daripada lembaga pendidikan umum, mutu lembaga yang memadai dalam hal kualitas dan kunatitas pendidikan, lembaga pendidikan Islam memiliki kegiatan ekstrakurikuler dalam bidang keagamaan yang diminati masyarakat, adanya beberapa alternatif biaya lembaga pendidikan Islam yang beragam menyebabkan masyarakat dengan mudah memilih sesuai kemampuan pembiayaan pendidikan yang ia mampu, dan sarana dan prasarana yang dimiliki lembaga pendidikan Islam sekarang semakin lebih baik dari sebelumnya. KEPUSTAKAAN