Pentagon : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Volume. No. 4 Desember 2023 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 25-29 Pendekatan Pembelajaran Yang Menekankan Pada Proses Keterlibatan Siswa Haris Sucahyo. Surya Nugroho harissucahyo@gmail. ABSTRAK Model pembelajaran PASA adalah model pembelajaran yang bertujuan membantu peserta didik untuk memahami makna materi ajar dengan menggunakan media gambar yang berkaitan terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari . onteks pribadi, sosial dan kultura. , sehingga peserta didik memiliki pengetahuan atau keterampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif Gambar-gambar tersebut dapat membantu peserta didik menyusun bayangan yang terekam di benak mereka untuk kemudian dijadikan sebagai alat dalam berimajinasi tentang peristiwa yang terjadi di masa lalu secara akurat dan jelas (Joebagio, 2. Kata Kunci: Picture and Student Active, hasil belajar PENDAHULUAN Pada khakikatnya. Pembelajaran bertujuan untuk membentuk lingkungan yang memungkinkan adanya kondisi tertentu yang membuat peserta didik mengalami perubahan terhadap sebuah respons tertentu (Sagala. Proses dalam mengajar di sekolah atau dilembaga formal sangat di pengaruhi oleh lingkungan belajar. Lingkungan belajar tersebut antara lain meliputi: siswa, guru, karyawan sekolah, bahan atau materi pelajaran . uku paket, makalah dan sebagainy. , sumber belajar lain yang mendukung dan fasilitas belajar . aboratorium, pusat sumber belajar, perpustakaan yang lengkap dan sebagainy. Untuk memperbaiki pendidikan terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana manusia belajar dan bagaimana cara mengajarnya. Kedua kegiatan tersebut dalam rangka memahami cara manusia mengkonstruksi pengetahuannya. Pembelajaran IPA mengandung nilai- nilai tertentu yang berguna bagi masyarakat yaitu nilai praktis, nilai intelektual, nilai Sosial Budaya Ekonomi Politik, nilai kependidikan, dan nilai keagamaan (Trianto. Berdasarkan obeservasi yang dilakukan di SMP Nasional Makassar menunjukkan kenyataan bahwa kondisi lingkungan yang berada di SMP tersebut mengalami berbagai kekurangan, yaitu: tidak banyak menyediakan tong sampah, siwa membuang sampah sembarang tempat, tidak adanya perhatian dari para siswa terhadap masalah lingkungan di daerah sekitar tempat tinggalnya. Selain itu hasil pengamatan pada proses kegiatan belajar mengajar, kegiatan tersebut cenderung berjalan secara teoritis dan tidak terkait dengan lingkungan nyata tempat siswa berada. Hasil pengamatan ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 75 %. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan adanya sebuah pendekatan pembelajaran yang lebih memberdayakan siswa, yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang mampu mendidik siswa dengan pengalaman dan lingkungan sekitar. Sehingga pembelajaran dapat dikontekskan ke dalam situasi dunia nyata dan diharapkan hasil belajar pun dapat meningkat. Model pembelajaran PASA adalah model pembelajaran yang bertujuan membantu peserta didik untuk memahami makna materi ajar dengan menggunakan media gambar yang berkaitan terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari . onteks pribadi, sosial dan kultura. , sehingga peserta didik memiliki pengetahuan atau keterampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif Gambar-gambar tersebut dapat membantu peserta didik menyusun bayangan yang terekam di benak mereka untuk kemudian dijadikan sebagai alat dalam berimajinasi tentang peristiwa yang terjadi di masa lalu secara akurat dan jelas (Joebagio, 2. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik melakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Picture and Student Active (PASA) dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Nasional. TINJAUAN PUSTAKA Pembelajaran Picture And Student Active (PASA) dengan pendekatan CTL Konsep pembelajaran Picture and Student Active (PASA) adalah penyajian pembelajaran dengan metode yang variatif dan diharapkan dapat meingkatkan minat dan menumbuhkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, guru harus mampu merencanakan pembelajaran yang tepat yang mencakup aspek tujuan, materi, metode, dan evaluasi (Rusman, 2. Secara umum, pembelajaran kontekstual adalah sebuah sistem yang merangsang otak untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna. Lebih lanjut, pembelajaran kontekstual adalah suatu sistem pembelajaran yang cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademis dengan konteks dari kehidupan sehari-hari siswa. Hasil Belajar Hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti (Hamalik, 2. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperolah suatu bentuk perubahan tingkah Dalam kegiatan pembelajaran, guru menetapkan tujuan belajar yang harus dicapai siswa. Siswa yang berhasil dalam belajar adalah yang berhasil mencapai tujuantujuan pembelajaran atau tujuan instruksional Benyamin S. Bloom . alam Jufri, 2. mengelompokkan hasil belajar kedalam tiga ranah atau domain yaitu: . kognitif, . afektif, dan . METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus yaitu : siklus 1 dan siklus II dengan tahap Perencanaan. Tindakan. Observasi, dan Refleksi. Dimana antara siklus I dan siklus II merupakan rangkaian kegiatan yang saling berkaitan, dalam arti pelaksanaan tindakan silkus II merupakan kelanjutan dan perbaikan dari siklus I. Data tentang setiap hasil belajar dilihat dengan menggunakan lembaran observasi hasil belajar siswa, yang dianalisis secara kualitatif berupa gambaran tentang hasil belajar siswa selanjutnya dianalisis secara kuantitatif berupa rata Ae rata dan persentase aktivitas siswa sedangkan data tentang hasil belajar siswa, di analisis secara kuantitatif dengan cara mendeskrisikan kategori hasil belajar biologi. Rumus yang digunakan dalam analisis statistik deskriptif adalah sebagai berikut (Arikunto 2. Persentase: P = f/N y 100 % . Keterangan : P = Angka persentase f = Frekuensi yang sedang di cari persentasenya N = Jumlah siswa HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Tabel Tabel 1. Distribusi Dan Frekuensi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Aktivitas siswa Pertemuan siklus II Jumlah Presentase (%) Siswa yang hadir mengikuti pembelajaran Siswa yang dapat mendengar dan memperhatikan apa yang sedang disampaikan guru Siswa yang dapat menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi Siswa yang dapat mengurutkan gambar sesuai dengan materi Siswa yang dapat menjawab/menemukan alasan dari urutan gambar kegiatan berkaitan dengan materi Siswa yang dapat mencatat hasil diskusi dari analisa gambar masing-masing kelompok Siswa yang dapat membacakan hasil diskusi kelompok Siswa yang dapat mengajukan beberapa pertanyaan dan menyimpulkan hasil diskusi Jumlah Rata-Rata Tabel 2. Kategori Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Makassar Siklus I. Interval Kategori Frekuensi Persentase (%) Sangat tinggi 80 Ae 89 Tinggi 75 Ae 79 Sedang 65 Ae 70 Rendah 0 Ae 60 Sangat rendah Jumlah 63,12 Tabel 3. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Nasional Makassar Siklus I. Kriteria Jumlah Siswa Persentase (%) Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Tabel 4. Distribusi Dan Frekuensi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II Aktivitas siswa Siswa yang hadir mengikuti pembelajaran Siswa mendengar dan memperhatikan apa yang sedang disampaikan Siswa yang dapat menunjukkan/memperlihatkan gambargambar kegiatan berkaitan dengan materi Siswa yang dapat mengurutkan gambar sesuai dengan materi Siswa yang dapat menjawab/menemukan alasan dari urutan gambar kegiatan berkaitan dengan materi Siswa yang dapat mencatat hasil diskusi dari analisa gambar masing-masing kelompok Siswa yang dapat membacakan hasil diskusi kelompok Siswa yang dapat mengajukan beberapa pertanyaan dan menyimpulkan hasil diskusi Jumlah Rata-Rata Pertemuan siklus II Jumlah Presentase (%) 88,75 Tabel 5. Kategori Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Makassar Siklus II. Interval Kategori Frekuensi Persentase (%) Sangat tinggi 80 Ae 89 Tinggi 75 Ae 79 Sedang 65 Ae 70 Rendah 0 Ae 60 Sangat rendah Jumlah Tabel 3. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Nasional Makassar Siklus II. Kriteria Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Jumlah Siswa Persentase (%) 2 Pembahasan Perubahan perilaku siswa pada siklus I beberapa kekurangan pada siklus I telah di perbaiki pada siklus II. Pada siklus pertama diawali dengan pre-test yang berbentuk essay, pemberian tes tersebut bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa sebelum menerapkan strategi pembelajaran yang di gunakan tertentu. Langkah-langkah yang digunakan pada siklus I selama proses belajar mengajar berlangsung, selain guru, siswa juga harus saling berinteraksi, dimana siswa itu sendiri wajib menyampaikan pertanyaan tentang materi yang belum dipahami. Berdasakan hasil analisis data ada peningkatan hasil belajar dari siklus I sampai siklus II yang diperoleh beberapa temuan hasil tindakan. Peningkatan hasil belajar biologi pada konsep pencemaran lingkungan menggunakan pembelajaran Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan Model Piscture and Student Active (PASA) pada siswa kelas VII SMP Nasional Makassar dalam meningkatkan hasil belajar IPA juga ditemukan hal lain yang menunjukan peningkatan hasil belajar siswa, hal tersebut terlihat siswa yang hadir mengikuti pelajaran adalah . %). Siswa yang dapat mendengar dan memperhatikan apa yang sedang disampaikan guru . %) menjadi . %). Siswa yang dapat menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi . %) menjadi . %) . Siswa yang dapat mengurutkan gambar sesuai dengan materi . %) menjdi . %). Siswa yang dapat menjawab/menemukan alasan dari urutan gambar kegiatan berkaitan dengan materi . %) menjadi . %). Siswa yang dapat mencatat hasil diskusi dari analisa gambar masing-masing kelompok . %) menjadi . %). Siswa yang dapat membacakan hasil diskusi kelompok . %) menjadi . %). Siswa yang dapat mengajukan beberapa pertanyaan dan menyimpulkan hasil diskusi . %) menjadi . %). Dengan demikian Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan Model Picture and Student Active (PASA) dalam meningkatkan hasil belajar biologi Pada Tabel 2 dan 5 menunjukan bahwa kategori hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu siklus I berada pada kategori sangat tinggi 0 siswa . % dan pada kategori tinggi 12 siswa. % dan pada kategori sedang 8 siswa . % dan pada kategori rendah 12 siswa . % dan pada kategori sangat rendah 8 siswa . Pada siklus II berada pada kategori sangat tinggi 28 siswa . %, dan pada kategori tinggi 12 siswa . Berdasarkan Tabel 3 dan 6 menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dimana pada siklus I tuntas terdapat 20 siswa atau 50%, tidak tuntas terdapat 20 orang atau 50%. Pada siklus II tuntas terdapat 40 orang atau 100%. Pada penelitian yang dilakukan Supriatin . dengan pendekatan CTL model PASA pelajaran sejarah yang pada siklus II ketuntasan juga 100%. Sedangkan penelitian Malisun . dengan pendekatan yang sama pada pelajaran geografi ketuntasan 100% pada siklus II. Pada siklus kedua, langkah-langkah pembelajaran hampir sama dengan siklus pertama, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu beberapa kesulitan pada siklus pertama seperti nilai yang di peroleh siswa belum tuntas, maka pada siklus kedua guru berusaha untuk memperbaiki tahap-tahap pembelajaran yang diberikan kepada siswa sehingga nilai yang diperoleh meningkat. Dalam pelaksanaan siklus II ada beberapa tindakan yang di lakukan di antaranya memberikan tugas rumah. Dari hasil pekerjaan siswa akan membahas secara bersama-sama di kelas, dan yang terpenting adalah memberikan bimbingan terhadap aktivitas dan hasil belajarnya belum meningkat hal ini di maksutkan agar siswa dapat termotifasi untuk belajar lebih giat lagi. Hasil dari tiap tindakan tersebut akan di bahas dalam kelas secara bersama-sama, kegiatan ini dapat bertujuan agar semua siswa dapat mengerti atas apa yang di berikan oleh gurunya. Usaha meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa sangatlah tidak mudah, apabila kemampuan siswa yang berbeda-beda dalam memahami materi pelajaran selain itu penggunaan media pembelajaran sangat berpengaruh. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Auliana, 2. yang menjelaskan bahwa model pembelajaran ini membuat peserta didik lebih bersemangat untuk mengikuti pembelajaran sejarah dan merasa senang saat menerima materi, sehingga motivasi belajar mereka akan terus mengalami peningkatan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data bahwa dengan Model Picture and Student Active (PASA) dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VII SMP Nasional Makassar yang ditandai dengan peningkatan kategori hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I berada pada kategori 20 orang atau 50% dan pada siklus II berada pada kategori tinggi yaitu 40 orang atau 100 % dan ketuntasan hasil belajar pada siklus I yaitu 20 orang atau 50% dan siklus II 40 orang atau 100 %. Berkaitan dengan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa pembelajaran dengan menggunakan Model Picture and Student Active (PASA) dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa, maka sangat disarankan guru dapat menerapkan model pembelajran ini dengan penggunaan sintaks pembelajaran yang lebih detail. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya ditujukan kepada kepala sekolah dan para dewan guru yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitan dan pengambilan data SMP Nasional Makassar sehingga penelitian ini bisa terlaksana dengan baik. DAFTAR PUSTAKA