COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 2 Maret 2026, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech PERANCANGAN MOTION GRAPHIC 2D SEBAGAI MEDIA INFORMASI GEJALA DAN PENANGANAN DINI SKOLIOSIS Nicco Aurelius. Siti Indah Lestari. Desain Komunikasi Visual. Fakultas Seni dan Desain. Universitas Potensi Utama. Indonesia *Coresponding Email: aureliusnicco@gmail. Ringkasan - Skoliosis merupakan kelainan pada tulang belakang yang sering kali tidak disadari sejak dini, padahal jika tidak ditangani dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, khususnya pada remaja. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan merancang media informasi berupa video motion graphic 2D berjudul AuTernyata Tulang Belakang Bisa MiringAy sebagai sarana edukasi mengenai gejala serta penanganan dini skoliosis dengan pendekatan visual yang menarik dan mudah dipahami oleh remaja. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan muda, akan pentingnya deteksi dini skoliosis. Metode penelitian yang digunakan mencakup wawancara dengan tenaga ahli dari Orthocare Indonesia sebagai data primer serta studi literatur sebagai data sekunder, yang kemudian dilengkapi dengan penyebaran kuesioner kepada 92 responden untuk menilai efektivitas media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian sangat baik terhadap isi, gaya visual, dan daya tarik video motion graphic, dengan perhitungan skala Likert yang mencapai kategori Ausangat baikAy. Dengan demikian, perancangan motion graphic ini dapat disimpulkan berhasil menjadi media edukasi yang efektif dalam menyampaikan informasi tentang skoliosis serta berpotensi mendorong remaja melakukan deteksi dini untuk mencegah dampak yang lebih Kata Kunci : Skoliosis. Motion Graphic 2D. Kesehatan Tulang Belakang. Media Informasi. Remaja. Summary - Scoliosis is a spinal deformity that often goes unnoticed in its early stages, yet if left untreated, it can have serious health consequences, particularly among adolescents. Given this situation, this study aims to design an informational medium in the form of a 2D motion graphic video titled AuIt Turns Out the Spine Can CurveAy as an educational tool regarding the symptoms and early management of scoliosis, using a visually engaging and easily understandable approach for adolescents. This study is expected to raise public awareness, particularly among young people, regarding the importance of early detection of scoliosis. The research methods employed included interviews with experts from Orthocare Indonesia as primary data, a literature review as secondary data, and the distribution of a questionnaire to 92 respondents to assess the mediaAos effectiveness. The results of the study indicate that the majority of respondents rated the content, visual style, and appeal of the motion graphic video as Auvery good,Ay with Likert scale scores reaching the Auvery goodAy category. Thus, it can be concluded that this motion graphic design successfully serves as an effective educational medium for conveying information about scoliosis and has the potential to encourage adolescents to seek early detection to prevent more serious consequences. Keywords : Skoliosis. Motion Graphic 2D. Kesehatan Tulang Belakang. Media Informasi. Remaja. PENDAHULUAN Kesehatan remaja merupakan aspek krusial dalam pembangunan generasi masa depan yang produktif dan berkualitas. Pada masa ini, tubuh mengalami berbagai perubahan fisik dan psikis yang signifikan, termasuk perubahan postur tubuh serta A2026 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 2 Maret 2026, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech perkembangan tulang. Dalam proses tersebut, berbagai masalah Kesehatan dapat muncul, namun kerap luput dari perhatian. Sebuah studi dari European Spine Journal menunjukkan bahwa prevalensi nyeri punggung bawah pada remaja mencapai 39,9%, dengan faktor risiko seperti postur tubuh yang buruk, kurangnya olahraga, serta aktivitas duduk yang terlalu lama. (Nelson Azevedo, 2. Data ini menegaskan bahwa remaja menjadi kelompok yang cukup rentan terhadap masalah tulang belakang, termasuk skoliosis. Postur duduk yang salah, membawa tas berat secara tidak seimbang, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi pemicu utama permasalahan tersebut. Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang ditandai oleh kelengkungan ke samping secara tidak normal. Gejalanya cenderung samar dan berkembang perlahan, sehingga sering kali tidak disadari hingga mencapai tahap yang lebih serius. Menurut data dari WHO, sekitar 3-5% populasi Indonesia mengalami skoliosis, dengan mayoritas penderitanya adalah remaja usia 10-15 tahun. (RS Rapha Theresia Jambi, 2. Sayangnya, masih banyak remaja yang belum memiliki pengetahuan memadai mengenai penyebab skoliosis seperti faktor genetik dan faktor perilaku yaitu kebiasaan postur yang tidak memadai serta pembawaan tas sekolah yang terlalu berat (Marini Pegoraro Baroni, 2. serta gejala awal, dampak dari skoliosis dan langkah-langkah penanganannya seperti penggunaan brace dan juga terapi khusus skoliosis. Minimnya informasi yang disajikan secara menarik dan mudah dipahami turut menjadi penyebab rendahnya kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan postur tubuh secara rutin. Padahal, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah perburukan kondisi. Apabila diabaikan, dampak yang dapat dirasakan oleh orang dengan kondisi skoliosis adalah selain penurunan kualitas hidup, kecatatan, nyeri, peningkatan deformitas, keterbatasan fungsional dan gangguan respirasi juga dapat terjadi seiring perkembangannya. (Ichlasul Adzani, 2. Untuk mendukung riset sebelumnya, pengkarya juga melakukan wawancara dengan salah satu tenaga ahli dari Orthocare Indonesia, pada wawancara ini ditegaskan bahwa deteksi dini merupakan salah satu langkah paling krusial dalam mencegah perkembangan skoliosis. Dalam wawancara tersebut, tenaga ahli menyampaikan A2026 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 2 Maret 2026, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech penanganan skoliosis paling efektif pada umur remaja, maka semakin cepat terdeteksinya skoliosis maka penangannya bisa semakin efektif. Pernyataan ini menegaskan bahwa perlunya suatu media penyampaian informasi yang edukatif dan komunikatif untuk menyampaikan informasi mengenai skoliosis bagi anak remaja. Sebuah penelitian oleh Ika Murtiyarini . yang melibatkan 96 remaja menemukan bahwa media video lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dibandingkan media leaflet. Kelompok intervensi yang diberikan media video menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman isu kesehatan dibandingkan dengan kelompok yang hanya menerima leaflet. Berdasarkan temuan tersebut, pemilihan media motion graphic 2D menjadi sangat relevan untuk menyampaikan informasi bagi para remaja. Motion graphic adalah seni visual yang bergerak dengan menggabungkan elemen animasi, desain dan suara untuk menciptakan karya yang dinamis serta menarik. Seni visual ini merupakan bentuk komunikasi visual yang dipakai untuk menceritakan cerita, menyampaikan pesan atau mengkomunikasikan informasi dengan cara yang lebih menarik dan baik dibandingkan menggunakan media statis. (Coding Studio, 2. Media ini sangat sesuai bagi remaja karena bersifat visual, dinamis, dan mampu mengkomunikasikan pesan dengan cara yang tidak terlalu formal maupun terlalu kekanak-kanakan. Melalui perancangan motion graphic sebagai media informasi gejala dan penanganan dini skoliosis, diharapkan tercipta media edukasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga postur tubuh dan kesehatan tulang belakang sejak dini. KAJIAN TEORI Studi Literatur Design for Motion: Fundamentals and Techniques of Motion Design Buku yang ditulis oleh Austin Shaw ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip dasar desain gerak, serta teknik-teknik yang digunakan dalam pembuatan motion graphic. Austin Shaw menjelaskan dengan jelas berbagai elemen penting yang terlibat dalam motion graphic, seperti visual, animasi, tipografi, serta berbagai elemen-elemen yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan secara A2026 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 2 Maret 2026, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech efektif dan estetis. Dalam hal ini video motion graphic sangat relevan untuk pembuatan media edukasi untuk menyampaikan pesan dan informasi secara efektif tentang gejala penanganan dini skoliosis. Program Pencegahan dan Penyembuhan Skoliosis untuk Anda Buku Program Pencegahan dan Penyembuhan Skoliosis untuk Anda karya Dr. Kevin Lau membahas secara lengkap mengenai gejala, penanganan, dampak, serta pentingnya deteksi dini skoliosis. Gejala awal skoliosis yang umum meliputi ketidakseimbangan postur seperti bahu atau pinggul yang tidak sejajar, serta nyeri punggung ringan yang sering diabaikan. Buku ini menekankan bahwa deteksi dini sangat penting untuk mencegah perkembangan lengkungan tulang belakang yang lebih Literatur Review Karakteristik Pasien Adolescent Idiopatic Scoliosis Jurnal yang ditulis oleh Ruhki Kristalina Anwar memberikan penjelasan yang lengkap mengenai pengertian skoliosis, yaitu kelainan pada tulang belakang yang mengalami kelengkungan ke arah samping, serta berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab kondisi ini, khususnya pada remaja. Pemaparan dalam jurnal ini memberikan pengkarya landasan penting dalam menyusun konten informasi, merancang alur narasi, serta mengembangkan visualisasi pada motion graphic edukatif mengenai skoliosis. Tinjauan Karya Kok Bisa? Gaya penyampaian yang ringan dan narasi yang mudah dipahami menjadikan Kok Bisa? sebagai inspirasi utama dalam pembangunan struktur narasi pada karya ini. Penyampaian informasi yang dirangkum melalui kata-kata sederhana dan komunikatif membuat kanal ini mudah diterima oleh berbagai kalangan. Pengkarya mengadaptasi pendekatan tersebut dalam menyusun naskah agar konten yang diangkat yakni skoliosis agar dapat disampaikan secara jelas dan menarik. What is Scoliosis? Dalam perancangan karya motion graphic ini, video tersebut menjadi referensi dalam hal penggambaran skoliosis secara visual. Cara video tersebut mengilustrasikan kelengkungan tulang belakang, baik yang berbentuk AuSAy maupun AuCAy, menjadi acuan A2026 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 2 Maret 2026, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech penting bagi pengkarya dalam memvisualkan skoliosis dengan cara yang sederhana namun tetap akurat. Gaya ilustrasi yang digunakan membantu menyampaikan informasi medis yang kompleks secara lebih mudah dipahami oleh audiens awam. METODE PENELITIAN Pengumpulan Data Pada tahap ini, ada 2 metode pengumpulan data yang penulis gunakan, yaitu data primer dan sekunder sebagai berikut: Data Primer Data primer diperoleh penulis dengan melakukan wawancara secara daring bersama Diah Rahmi, seorang Certified Prosthetist & Orthotist sekaligus tenaga ahli di Orthocare Indonesia. Data Sekunder Data sekunder yang penulis gunakan adalah jurnal yang berjudul AuLiteratur Review Karakteristik Pasien Adolescent Idiopathic ScoliosisAy. AuKegiatan Penyuluhan Fisioterapi Tentang Skoliosis Pada Kelompok Remaja di Posyandu Remaja Bakalankrajan MalangAy, dan buku yang berjudul AuProgram Pencegahan dan Penyembuhan Skoliosis untuk AndaAy yang mana jurnal dan buku tersebut menjadi refrensi pendukung terhadap hasil wawancara. Analisis Data Analisis data merupakan proses pengolahan data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perancangan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis SWOT sebagai berikut: Strength . : Motion graphic yang dibuat menarik secara visual dan mudah dipahami oleh remaja. Konten didukung oleh data hasil wawancara dan studi literatur sehingga terpercaya. Weakness . : Motion graphic yang dibuat belum memiliki strategi distribusi yang jelas. Opportunity . : Ada peluang kerja sama dengan lembaga kesehatan dan pendidikan. Media ini juga dapat digunakan di sekolah dan platform A2026 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 2 Maret 2026, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech media sosial sebagai sarana edukasi. Threats . : Minat remaja terhadap konten edukatif masih rendah jika tidak disajikan secara menarik. Selain itu, masyarakat cenderung lebih memilih konten hiburan dibandingkan informasi kesehatan. Ide Kreatif Dalam menciptakan ide kreatif penulis melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut meliputi brainstorming, tema, target pengguna, dan strategi kreatif sebagai Brainstorming Brainstorming sebagai metode untuk merumuskan ide-ide pembuatan AuMotion Graphic 2D sebagai Media Informasi Gejala dan Penanganan Dini SkoliosisAy ini sebagai Gambar 1. Brainstorming Sumber: Nicco Aurelius, 2025 Tema Tema yang digunakan dalam perancangan AuMotion Graphic 2D sebagai Media Informasi Gejala dan Penanganan Dini SkoliosisAy menggunakan elemen tulang sebagai fokus utama dengan pendekatan visual dan narasi yang ramah bagi anak-anak dan Pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran secara positif melalui media yang relevan dan menarik bagi target audiens. A2026 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 2 Maret 2026, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech Pra-Produksi Pada tahap pra-produksi, penulis melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi mengenai skoliosis, membuat sketsa karakter, palet warna, serta mempersiapkan storyboard. Produksi Pada mempersiapkan scene dengan menggunakan Adobe Illustrator yang akan dianimasikan, setelah scene selesai maka penulis melanjutkan proses animasi dengan menggunakan Adobe After Effects. Pasca-Produksi Pada pasca-produksi setelah animasi selesai dikerjakan. Penulis mulai melakukan tahap finishing dengan menggunakan Adobe Premiere Pro seperti menambahkan audio dan juga rekaman suara, serta subtitle. Dan terakhir, melakukan render video dan memublikasikan di sosial media. Konsep Media Media Utama Media utama dalam perancangan AuMotion Graphic 2D sebagai Media Informasi Gejala dan Penanganan Dini SkoliosisAy ini berdurasi total 2 menit 14 detik, dengan resolusi 1920x1080 pixel. Media Pendukung Pada media pendukung yang dipakai penulis menggunakan X-Banner . cm x 180c. , poster dengan ukuran A2 . cm x 59,4c. , dan buku panduan dengan ukuran A5. Merchandise Merchandise merupakan cinderamata atau kenang-kenangan yang akan diberikan kepada audiens. Adapun merchandise yang akan penulis gunakan pada saat karya dipamerkan antara lain, gantungan kunci, stiker, dan pin. Visualisasi A2026 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 2 Maret 2026, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech Storyboard Adapun storyboard yang merupakan gambaran dari karya yang penulis buat, seperti berikut: Gambar 2. Storyboard Sumber: Nicco Aurelius, 2025 Media Utama Adapun media utama dalam perancangan AuMotion Graphic 2D sebagai Media Informasi Gejala dan Penanganan Dini SkoliosisAy ini berdurasi total 2 menit 14 detik, dengan resolusi 1920x1080 pixel yang memberikan informasi mengenai skoliosis. Gambar 3. Thumbnail Sumber: Nicco Aurelius, 2025 A2026 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 2 Maret 2026, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech Media Pendukung Gambar 4. Media Pendukung Sumber: Nicco Aurelius, 2025 Foto diatas merupakan dokumentasi stand karya AuMotion Graphic 2D sebagai Media Informasi Gejala dan Penanganan Dini SkoliosisAy, hasil karya tersebut dipamerkan pada saat melakukan sidang skripsi ke dosen pembimbing dan juga penguji HASIL DAN PEMBAHASAN Penulis menyebarkan kuesioner berisi 5 pertanyaan melalui formulir daring. Dari penyebaran tersebut, diperoleh 91 responden yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Berikut merupakan pertanyaan yang penulis buat: Tabel 1. Pertanyaan Kuesioner Pertanyaan Bagaimana menurut Anda kualitas visual video ini? Bagaimana menurut Anda kualitas animasi dan transisi dalam video ini? Bagaimana menurut Anda kualitas audio dalam video ini? Bagaimana kejelasan informasi yang disampaikan dalam video ini? Apakah video ini membantu Anda memahami skoliosis A2026 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 2 Maret 2026, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech lebih baik? Rata-Rata jumlah Sumber: Nicco Aurelius, 2025 Dan berdasarkan rentang usia yang telah menonton video motion graphic yaitu dari usia 10 Ae 34 tahun. Lalu pada usia 10 tahun dengan jumlah 5 orang . %), lalu pada usia 11 tahun dengan jumlah 3 orang . %), lalu pada usia 12 tahun dengan jumlah 8 orang . %), lalu pada usia 13 tahun dengan jumlah 9 orang . %), usia 14 tahun dengan jumlah 9 orang . %), lalu usia 15 tahun dengan jumlah 14 orang . %), lalu usia 16 tahun dengan jumlah 13 orang . %), lalu usia 17 tahun dengan jumlah 1 orang . %), lalu usia 18 tahun dengan jumlah 2 orang . %), lalu usia 19 tahun dengan jumlah 4 orang . %), lalu usia 20 tahun dengan jumlah 2 orang . %), lalu usia 21 tahun dengan jumlah 2 orang . %), lalu usia 22 tahun dengan jumlah 9 orang . %), lalu usia 23 tahun dengan jumlah 9 orang . %), lalu usia 24 tahun dengan jumlah 2 orang . %), lalu usia 25 tahun dengan jumlah 1 orang . %), lalu usia 26 tahun dengan jumlah 1 orang . %), lalu usia 27 tahun dengan jumlah 1 orang . %), lalu usia 28 tahun dengan jumlah 1 orang . %), lalu usia 30 tahun dengan jumlah 1 orang . %), lalu usia 31 tahun dengan jumlah 2 orang . %), dan usia 32, 33, 34 tahun dengan jumlah 1 orang . %) seperti pada tabel dibawah ini. Tabel 2. Responden Audiens Berdasarkan Usia Usia Jumlah Responden Presentase 10 tahun 5 Orang 11 tahun 3 Orang 12 tahun 8 Orang 13 tahun 9 Orang 14 tahun 9 Orang 15 tahun 14 Orang 16 tahun 3 Orang 17 tahun 1 Orang 18 tahun 2 Orang 19 tahun 4 Orang 20 tahun 2 Orang A2026 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 2 Maret 2026, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech 21 tahun 2 Orang 22 tahun 9 Orang 23 tahun 9 Orang 24 tahun 2 Orang 25 tahun 1 Orang 26 tahun 1 Orang 27 tahun 1 Orang 28 tahun 1 Orang 30 tahun 1 Orang 31 tahun 2 Orang 32 tahun 1 Orang 33 tahun 1 Orang 34 tahun 1 Orang 92 Orang TOTAL Sumber: Nicco Aurelius, 2025 SIMPULAN Perancangan motion graphic 2D ini bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja tentang gejala dan penanganan dini skoliosis. Dengan visual menarik, alur sederhana, dan materi yang mudah dipahami, media ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang serta mendorong remaja melakukan deteksi dini untuk mencegah dampak yang lebih serius. DAFTAR PUSTAKA