Paulus Journal of Society Engagement (PJSE) ISSN 2715-453X. Vol. No. September 2021, pp. 1-6 A PEMBERDAYAAN IBU BALITA DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) DI DESA LANNA KECAMATAN PARANGLOE. GOWA Andi Asrina1. Fairus P. Idris2 1,2Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Muslim Indonesia Corresponding Author : Andi Asrina. Email : andi. asrina@umi. Abstract: Infants aged 6 Ae 24 months should be introduced to complementary foods (MP-ASI) gradually according to the baby's needs. MP-ASI is important to add nutrients needed by babies, because at the age of 6-24 months, breast milk can no longer meet the total amount of baby nutrition, so to avoid this gap it is necessary to give MP-ASI. However, there are still many mothers of infants/toddlers who do not understand the importance of MP-ASI and how to make and give MP according to the age of the child. The purpose of this service is to increase the knowledge and skills of mothers of infants/toddlers regarding MP-ASI. For this reason, it is necessary to provide education and skills regarding how to give and make MP-ASI. The target of this service is 47 mothers of infants/toddlers aged 6-24 months who will be divided according to the child's age group, namely 6-9 months, 9-12 months and 12-24 months. Service in the form of education, training and practice of making MP-ASI. Keywords: MP-ASI, mother, baby. Knowledge Abstrak : Bayi usia 6 Ae 24 bulan sudah harus diperkenalkan Makanan Pendamping (MP-ASI) secara bertahap sesuai kebutuhan bayi. MP ASI penting untuk menambah zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi, karena pada usia 6-24 bulan ASI tidak lagi bisa memenuhi secara total jumlah gizi bayi, sehingga untuk menghindari kesenjangan tersebut perlu pemberian MP-ASI. Namun masih banyak ibu-ibu bayi/balita yang belum memahami pentingnya MP-ASI dan cara pembuatan serta pemberian MP sesuai usia anak. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu bayi/balita mengenai MP-ASI. Untuk itu dibutuhkan pemberian edukasi dan keterampilan mengenai cara pemberian dan pembuatan MP-ASI. Sasaran Pengabdian adalah ibu bayi/balita yang berusia 6-24 bulan sebanyak 47 orang yang akan dibagi sesuai kelompok umur anak, yaitu 6-9 bulan, 9-12 bulan dan 12-24 bulan. Pengabdian berupa edukasi, pelatihan dan praktek pembuatan MP-ASI. Kata Kunci: MP-ASI, ibu, bayi. Pengetahuan PENDAHULUAN Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, di dalam Global Strategy for 6 Infant and Young Child Feeding. WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan pertama memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, kedua memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, ketiga memberikan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan keempat meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih. Rekomendasi tersebut menekankan, secara sosial budaya MPASI hendaknya dibuat dari bahan pangan yang murah dan mudah diperoleh di daerah setempat . ndigenous foo. *Corresponding Author: Andi Asrina. Email: andi. asrina@umi. Article History: Received: July 18, 2021. Accepted: August 27, 2021 Andi Asrina1. Fairus P. Idris2 Paulus Journal of Society Engagement (PJSE). Pemberdayaan Ibu Balita Dalam Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Di Desa Lanna Kecamatan Parangloe. Gowa. Vol. No. September 2021, pp. Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi usia 0-6 bulan dan selama periode tersebut, bayi tidak boleh diberikan makanan atau minuman apapun karena ASI sudah memenuhi kebutuhan bayi. Pada usia 6 Ae 24 bulan, bayi sudah diperkenalkan Makanan Pendamping (MP-ASI) secara bertahap sesuai kebutuhan bayi. MP ASI penting untuk menambah zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi, karena pada usia 6-24 bulan ASI tidak lagi bisa memenuhi secara total jumlah gizi bayi, sehingga untuk menghindari kesenjangan tersebut perlu pemberian MP-ASI. Saat ini pemerintah memberi perhatian besar terhadap masalah gizi yang banyak terjadi terutama mengenai stunting. Untuk mengatasi hal tersebut, merekomendasikan United Nation Childrens Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI Eksklusif 6 bulan pertama kehidupan dan dilanjutkan dengan pengenalan MP-ASI sampai usia 2 tahun1. Namun, masih banyak ibu bayi yang tidak memahami pentingnya MP-ASI bahkan kurang mengetahui mengenai pembuatan MPASI dan hanya asal memberikan saja tanpa mempertimbangkan, jumlah, tekstur dan kandungan gizinya. Masalah gizi secara garis besar disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor langsung dan faktor tidak langsung. Tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, pola asuh, sosial budaya, ketersediaan pangan, pelayanan kesehatan dan faktor lingkungan merupakan faktor tidak langsung yang sangat mempengaruhi masalah gizi pada Berdasarkan data awal dari petugas Kesehatan di wilayah kerja puskesmas Parangloe, didapatkan bahwa pada tahun 2020 terdapat ada 26 balita BGM, jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2019 sebanyak 21 balita BGM. Didapatkan pula bahwa masih banyak ibu bayi yang memberikan MP-ASI padahal belum usia 6 bulan dengan alasan anak sudah meminta dan tidak kenyang dengan ASI saja. MP-ASI yang diberikan ada yang dibuatkan oleh ibu bayi tetapi hanya bubur saja tanpa protein, sayur-sayuran dan ibu-ibu muda lebih memilih MP pabrikan dengan alasan lebih praktis. Gambar 1. Pertemuan awal dengan ibu bayi/balita 2 A Andi Asrina1. Fairus P. Idris2 Paulus Journal of Society Engagement (PJSE). Pemberdayaan Ibu Balita Dalam Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Di Desa Lanna Kecamatan Parangloe. Gowa. Vol. No. September 2021, pp. Keterbatasan pengetahuan ibu bayi/balita dan petugas kesehatan serta dana puskesmas Parangloe menyebabkan informasi mengenai Pentingnya MP serta pelatihan pembuatan MP-ASI belum bisa dilakukan secara menyeluruh termasuk di desa Lanna padahal di desa tersebut terdapat banyak jumlah bayi dan balita. Sudah seharusnya ibu bayi/balita mengetahui cara pemberian MP-ASI untuk anak-anaknya baik dalam bentuk, jumlah, tekstur maupun kandungan gizi yang dibutuhkan, sehingga tidak ada lagi bayi/balita yang mengalami BGM. Merespon kondisi tersebut, tentu saja peran orangtua dalam hal ini ibu bayi/balita sangat penting, sehingga perlu adanya edukasi, pemberdayaan ibu balita yang dilakukaan dalam pemberan MP-ASI. Permasalahan Mitra Berdasarkan analisis situasi mitra yang telah diuraikan sebelumnya, maka dirumuskan 2 permasalahan pokok, sebagai berikut: Masih banyak Ibu bayi/balita di desa Lanna kecamatan Parangloe yang memberikan MP-ASI sebelum usia 6 bulan pada bayinya dan MP-ASI yang diberikan baik usia bayi maupun baduta . awah dua tahu. hanya bubur saja tanpa tambahan protein dan zat gizi lain yang dibutuhkan anak. Mitra belum pernah memberikan pelatihan di desa Lanna mengenai edukasi dan pembuatan MP-ASI karena Keterbatasan mitra dalam pendanaan dan petugas penyuluh lapangan, sehingga ibu bayi/balita mengalami keterbatasan Adanya permasalahan mitra yaitu puskesmas Parangloe terkait pengetahuan dan perilaku dalam pemberian MP-ASI pada bayi/balita di desa Lanna membutuhkan pendampingan berupa edukasi dan praktek pembuatan MP-ASI agar dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada orang tua bayi/balita. METODE Langkah-langkah kegiatan yang akan dilaksanakan adalah: Edukasi mengenai pentingnya MP-ASI pada ibu bayi/balita usia 6-24 bulan Pelatihan dan pendampingan mengenai pembuatan MP_ASI pada ibu bayi/balita di desa Lanna Parangloe. Pelatihan KKP ini dilakukan oleh Pengusul bersama ahli Gizi Kesehatan Masayarakat Andi Asrina1. Fairus P. Idris2 Paulus Journal of Society Engagement (PJSE). Pemberdayaan Ibu Balita Dalam Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Di Desa Lanna Kecamatan Parangloe. Gowa. Vol. No. September 2021, pp. Praktek Pembuatan MP-ASI sesuai kelompok usia anak, dalam hal ini dibagi 3 yaitu: ibu yang memiliki bayi usia 6-9 bulan, 9-12 bulan dan 12-24 bulan untuk menilai kemampuan ibu bayi/balita dalam membuat MP-ASz HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kegia Pembukaan oleh penanggung jawab KIA, sambutan ibu Lurah Lanna dan Camat Parangloe Perkenalan dengan ibu bayi/balita 6-24 bulan di Posyandu lanna yang merupakan sasaran kegiatan Pres test dengan menggunakan kuesioner yang memuat 15 pertanyaan terkait pengetahuan tentang MP ASI Pemberian Edukasi mengenai pentingnya MP-ASI, jenis-jenis dan bahan-bahan MP ASI sesuai kelompok umur yang berlangsung selama 30 menit Pendampingan dan pelatihan pembuatan MP-ASI oleh penanggung jawab gizi masyarakat di Puskesmas Parangloe dengan menjelaskan proses persiapan dan pembuatan MP-ASI menggunakan cara, bahan dan alat yang aman serta higienis dan berdasarkan kelompok umur anak. Pelatihan ini diberikan langsung oleh ahli gizi Kesehatan masyarakat dengan memperkenalkan bahan-bahan MP yang baik dan mudah didapatkan disekitar mereka tetapi memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh bayi/balita. Diskusi / tanya jawab Praktek langsung pembuatan MP kepada sasaran dalam hal ini ibu bayi/balita , yang berlangsung selama 2 jam sehingga dapat dinilai dan diketahui lebih dalam lagi mengenai kemampuan dan keterampilan pembuatan MP. Evaluasi Kegiatan Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan. Pemberian Pre test sebelum pelatihan dilakukan dan Post test setelah pelatihan untuk menilai perubahan pemahaman menegenai MP-ASI mengenai materi yang telah diberikan. Pelatihan dianggap berhasil jika terjadi peningkatan pemahaman terkait materi MP-ASI yang telah didapatkan. Evaluasi keberhasilan praktek yang dilakukan oleh ibu-ibu bayi/balita dengan check list lembar evaluasi terkait kemampuan dan keterampilan pembuatan MPASI sesuai kelompok umur anak. Keberlanjutan Setelah program ini selesai, ibu-ibu bayi/balita telah terampil dan dapat secara berkelanjutan memberikan informasi kepada ibu-ibu balita lainnya mengenai pentingnya MP-ASI dan cara pembuatannya. Andi Asrina1. Fairus P. Idris2 Paulus Journal of Society Engagement (PJSE). Pemberdayaan Ibu Balita Dalam Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Di Desa Lanna Kecamatan Parangloe. Gowa. Vol. No. September 2021, pp. Gambar 2 dan 3. Tim Pengabdi dan bidang gizi memberikan edukasi dan praktek PMT Gambar 4. Peserta Pengabdian KESIMPULAN Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan di desa Lanna kecamatan Parangloe. Gowa dapat disimpulkan sebagai berikut: Pemberian edukasi tentang MP ASI sesuai kelomok umur 6-24 bulan kepada ibu bayi/balita sangat membantu Mitra secara efisien dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan sasaran dari 61,11 % menjadi 88,9 pengetahuan cukup. Praktek pembuatan MP ASI sesuai kelompok anak antusias diikuti oleh ibu bayi/balita UCAPAN TERIMAKASIH