Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam Vol 1. No 1, 9-12. Januari 2023 https://journal. id/index. php/Abdi-Dharma/ Pendampingan Takmir Masjid Miqotussalam Desa Tanjung Agung dalam Membuat Program Kerja Berbasis Aswaja An-Nahdliyah Romdloni1. Suhartono2 . Ima Lestari2 Universitas Nurul Huda OKU Timur E-mail: 1romdloni@unuha. id, 2suhartono@unuha. id, 3ima. lestari45@gmail. 1,2,3 Info Artikel Abstrak Article history: Available online DOI: 10. 30599/AbdiDharma. Abstrak Masjid merupakan pusat ibadah sekaligus pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Takmir masjid memiliki peran strategis dalam mengelola kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada ibadah mahdhah, tetapi juga dalam membangun kehidupan sosial-keagamaan yang selaras dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal JamaAoah an-Nahdliyah (Aswaja AnNahdliya. Penelitian ini bertujuan untuk mendampingi takmir Masjid Miqotussalam Desa Tanjung Agung dalam menyusun program kerja berbasis Aswaja An-Nahdliyah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik partisipatif melalui wawancara, observasi, dan FGD (Focus Group Discussio. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa program kerja yang disusun lebih terarah, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan jamaah. Pendekatan Aswaja An-Nahdliyah memperkuat nilai moderasi beragama, toleransi, dan pemberdayaan umat. Kata kunci: Takmir Masjid. Program Kerja. Aswaja An-Nahdliyah. Pendampingan. Desa Tanjung Agung. How to cite (APA): Romdloni. Marlina. , & Lestari. Pendampingan Takmir Masjid Miqotussalam Desa Tanjung Agung dalam Membuat Program Kerja Berbasis Aswaja An-Nahdliyah. Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam 1. , 9-12. ISSN x-x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License PENDAHULUAN Abstract The mosque is a center of worship as well as a center for education and community empowerment. The mosque takmir has a strategic role in managing activities that are not only oriented to mahdah worship, but also in building a socio-religious life that is in harmony with the values of Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliya. This research aims to assist the takmir of the Miqotussalam Mosque in Tanjung Agung Village in preparing a work program based on Aswaja An-Nahdliyah. The research method uses a qualitative descriptive approach with participatory techniques through interviews, observations, and FGD (Focus Group Discussio. The results of the mentoring show that the work program prepared is more directed, participatory, and in accordance with the needs of the pilgrims. Aswaja An-Nahdliyah's approach strengthens the values of religious moderation, tolerance, and empowerment of the people. Keywords: Takmir Mosque. Work Program. Aswaja An-Nahdliyah. Mentoring. Tanjung Agung Village. Masjid sejak zaman Rasulullah SAW bukan hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks masyarakat Indonesia, masjid memiliki fungsi strategis sebagai pusat peradaban umat Islam (Azra, 2. Pengelolaan masjid sangat ditentukan oleh peran takmir sebagai penggerak kegiatan keagamaan dan sosial (Mulkhan, 2. Namun, tidak semua takmir memiliki keterampilan manajerial dan konseptual dalam menyusun Pendampingan Takmir Masjid Miqotussalam Desa Tanjung Agung dalam Membuat Program Kerja Berbasis Aswaja An-Nahdliyah Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 1. , 2023 program kerja yang berkesinambungan. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan agar takmir masjid mampu menyusun program kerja yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman, khususnya Ahlussunnah wal JamaAoah An-Nahdliyah yang menjadi pijakan mayoritas umat Islam di Indonesia (Sahal Mahfudh, 2. Masjid Miqotussalam Desa Tanjung Agung merupakan salah satu masjid yang memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan masyarakat. Akan tetapi, keterbatasan dalam perencanaan dan pengelolaan program kerja membuat aktivitas masjid belum optimal. Melalui pendampingan, diharapkan takmir masjid dapat menyusun program kerja berbasis Aswaja An-Nahdliyah yang lebih terarah, adaptif, dan partisipatif. METODE PELAKSANAAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Subjek penelitian adalah takmir Masjid Miqotussalam Desa Tanjung Agung. Data diperoleh melalui: Observasi: Mengamati kondisi masjid, kegiatan yang berjalan, dan keterlibatan Wawancara: Dilakukan dengan pengurus takmir, tokoh masyarakat, dan jamaah. Focus Group Discussion (FGD): Dilaksanakan untuk menyepakati visi, misi, dan rancangan program kerja berbasis Aswaja. Dokumentasi: Mengumpulkan arsip kegiatan masjid dan catatan administrasi Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman . dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelaksanaan Pendampingan Kegiatan pendampingan pada 7 September 2022 terhadap Takmir Masjid Miqotussalam dilaksanakan dalam tiga tahap utama: sosialisasi, workshop, dan pendampingan penyusunan. Hasil dari setiap tahap adalah sebagai berikut: Sosialisasi Konsep Aswaja An-Nahdliyah dalam Manajemen Masjid Sosialisasi berhasil dilaksanakan dengan partisipasi 15 orang pengurus takmir. Pada sesi ini, teridentifikasi bahwa pemahaman awal pengurus terhadap Aswaja An-Nahdliyah masih bersifat teologis-normatif . eperti amaliyah ibadah mahda. dan belum terinternalisasi sebagai paradigma gerakan sosial dan manajemen organisasi. Melalui materi yang disampaikan, para pengurus mulai memahami prinsip tawassuth . , tawazun . , tasamuh . , dan i'tidal . sebagai landasan untuk membangun program yang inklusif, membumi, dan berpihak pada kemaslahatan umat . aslahah al-'amma. Workshop Penyusunan Program Kerja Workshop menghasilkan draf outline program kerja tahunan Masjid Miqotussalam. Draf ini telah mengkategorikan program ke dalam empat pilar utama berdasarkan nilai Aswaja An-Nahdliyah: Bidang Keagamaan dan Pendidikan (Tawazu. : Program tidak hanya fokus pada pengajian rutin, tetapi juga dirancang untuk menyeimbangkan pemahaman keagamaan, seperti: Pengajian Aswaja: "Memahami Hakikat Tawasul dan Ziarah Kubur" untuk menguatkan identitas keagamaan yang moderat. Sekolah Pemikiran Aswaja: Workshop untuk remaja masjid tentang literasi digital dan etika bermedia sosial berbasis akhlakul karimah. Bidang Sosial dan Kemasyarakatan (Tasamuh dan Maslaha. : Program dirancang untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, meliputi: Bazair Aswaja: Layanan jual-beli hasil pertanian warga dengan sistem bagi hasil . untuk memberdayakan ekonomi umat. Pendampingan Takmir Masjid Miqotussalam Desa Tanjung Agung dalam Membuat Program Kerja Berbasis Aswaja An-Nahdliyah Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 1. , 2023 Santunan Anak Yatim Lintas Agama: Menunjukkan sikap toleransi dan kepedulian sosial tanpa membeda-bedakan latar belakang. Bidang Manajemen dan Administrasi (I'tida. : Program untuk mewujudkan tata kelola masjid yang transparan dan akuntabel, seperti: Sosialisasi Laporan Keuangan Digital: Membuat laporan keuangan yang mudah diakses oleh jamaah untuk mencegah prasangka. Pembagian Tugas Takmir yang Proporsional: Memastikan beban kerja merata dan adil. Bidang Lingkungan (Khalifah fil Ard. : Program "Masjid Hijau Aswaja" dengan kegiatan penanaman pohon dan pengelolaan sampah organik. Pendampingan Penyusunan Dokumen Final Pada tahap ini, draf outline program kerja dikembangkan menjadi dokumen yang rinci, mencakup latar belakang, tujuan, sasaran, rencana anggaran, timeline pelaksanaan, dan penanggung jawab untuk setiap kegiatan. Dokumen program kerja final telah disahkan dalam rapat takmir dan siap untuk diimplementasikan pada tahun anggaran berikutnya. Pembahasan Keberhasilan pendampingan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif-empowerment efektif dalam mentransformasi pemahaman teoritis Aswaja An-Nahdliyah menjadi kerangka kerja Berikut adalah poin-poin kunci yang didiskusikan dari hasil tersebut: Dari Konsep Teologis ke Paradigma Manajerial Temuan bahwa pemahaman Aswaja awalnya terbatas pada aspek ritual konsisten dengan penelitian Syaifudin . yang menyatakan bahwa internalisasi Aswaja di level akar rumput seringkali belum menyentuh aspek sosial-praktis. Pendampingan berhasil "menerjemahkan" nilai-nilai abstrak seperti tawassuth dan tasamuh menjadi prinsip operasional dalam manajemen masjid. Misalnya, tawassuth tidak hanya dimaknai sebagai sikap moderat dalam berkeyakinan, tetapi juga dalam menyusun program yang tidak ekstrem kanan . anya kajian kitab kunin. maupun ekstrem kiri . anya kegiatan sosia. , tetapi mencari titik keseimbangan yang integratif. Aswaja sebagai Landasan Pemberdayaan Umat Program "Bazair Aswaja" dan "Santunan Lintas Agama" merupakan bukti konkret bagaimana nilai maslahah al-'ammah dan tasamuh dioperasionalkan. Program ini sejalan dengan konsep Islamic community development yang menekankan pada pemberdayaan ekonomi dan kohesi sosial (Putra. Bazair Aswaja tidak hanya menjadi unit ekonomi, tetapi juga menjadi media untuk mengimplementasikan ekonomi syariah yang berkeadilan secara nyata. Sementara itu, kegiatan santunan lintas agama memperkuat citra masjid sebagai rahmat bagi seluruh alam . ahmatan lil 'alami. , yang merupakan esensi dari doktrin Ahlussunnah wal Jama'ah. Transparansi sebagai Wujud dari Nilai I'tidal (Keadila. Inisiatif untuk membuat laporan keuangan digital menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang nilai i'tidal. Keadilan dalam konteks ini bukan hanya tentang pembagian yang merata, tetapi juga tentang keadilan informasi. Dengan transparansi, jamaah merasa dihargai dan diperlakukan secara adil karena diberikan akses untuk mengetahui pengelolaan dana umat. Hal ini dapat meningkatkan trust dan partisipasi jamaah, sekaligus mencegah potensi konflik yang sering muncul akibat isu ketransparanan pengurus masjid (Hidayati, 2. Tantangan dan Sustainability Meski berhasil menyusun program, tantangan ke depan terletak pada sustainability Pendampingan Takmir Masjid Miqotussalam Desa Tanjung Agung dalam Membuat Program Kerja Berbasis Aswaja An-Nahdliyah Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 1. , 2023 Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah: . Komitmen dan konsistensi pengurus dalam melaksanakan program yang telah direncanakan. Kemampuan dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan keuangan program. Evaluasi berkala untuk menyesuaikan program dengan dinamika dan kebutuhan jamaah. Untuk itu, diperlukan pendampingan lanjutan yang berfokus pada monitoring dan evaluasi . serta penguatan kapasitas manajerial pengurus. SIMPULAN Pendampingan takmir Masjid Miqotussalam Desa Tanjung Agung dalam menyusun program kerja berbasis Aswaja An-Nahdliyah terbukti mampu meningkatkan kapasitas pengurus dalam mengelola kegiatan masjid. Program kerja yang disusun mencakup aspek ibadah, pendidikan, sosial, ekonomi, dan dakwah, serta berorientasi pada pemberdayaan umat. Model ini dapat menjadi rujukan bagi masjid lain untuk mengembangkan program kerja yang moderat dan kontekstual sesuai nilai Aswaja. Kegiatan PKM ini didanai oleh LPPM Universitas Nurul Huda melalui Surat Kontrak Pengabdian No. 73/UNUHA. 8/Adm. U/Vi/2022 tertanggal 7 Agustus 2022. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada takmir Masjid Miqotussalam Desa Tanjung Agung, tokoh masyarakat, dan seluruh jamaah yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pendampingan ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada lembaga pendidikan dan pihak-pihak yang memberikan dukungan moral maupun material dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA