CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 11 - 21 ISSN : 2614-8900 E-ISSN : 2622-6545 Program Pascasarjana Universitas Papua, https://pasca. Pengaruh konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa L. terhadap pertumbuhan setek nilam (Pogostemon cablin Benth. Hizbul Wathan1. Nurhayati1. Zuyasna1* Program Studi AgroteknologiFakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala. Jalan T. Krueng Kalee. No 3. Darussalam. Banda Aceh, 23111. Indonesia. *Email: zuyasna@unsyiah. Disubmit: 16 Spetember 2021, direvisi: 30 Desember 2021, diterima: 10 Januari 2022 Doi: https://doi. org/10. 30862/casowary. ABSTRACT: This study aims to determine the response to the use of varieties and concentrations of shallot extract and the interaction of these two factors on the variables of patchouli cuttings. This research has been carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture and the Laboratory of Plant Physiology. Faculty of Agriculture Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. The research design used was a 2 x 5 factorial randomized block design (RAK). There were two factors studied, the patchouli variety (Tapak Tuan and Lhokseumaw. and the concentration of shallot extract with 5 levels . , 15, 30, 45 and 60 ml L-. The data was analysed using ANOVA and followed by TukeyAos HSD test (TukeyAos Honestly Significant Difference Tes. at the level 0. The results showed that the variety affected the number of leaves at 60 and 75 DAP, stem diameter at 75 and 90 DAP, number of shoots at 15, 45, 60 and 90 DAP and shoot height at 15 DAP. The best treatment was the Lhokseumawe variety at a concentration of 60 ml L -1 shallot extract. There was no interaction between the use of the two varieties and the concentration of shallot extract at all parameters of patchouli cuttings observed. Keywords: cutting. Lhokseumawe, patchouli oil, perfume. Tapak tuan PENDAHULUAN Tanaman nilam (Pogostemon cablin Bent. merupakan tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri atau yang lebih dikenal dengan nama patchouli oil. Minyak atsiri ini merupakan salah satu komoditi ekspor. Tingginya permintaan minyak atsiri ini merupakan peluang besar untuk (Sabaruddin et al. , 2. Minyak nilam banyak digunakan dalam berbagai kegiatan industri, yaitu sebagai bahan campuran produk kosmetik, untuk pembuatan aroma terapi. Keunggulan minyak nilam dalam industri parfum kemampuannya dalam mengikat minyak lainnya sehingga harumnya dapat bertahan lama dan belum dapat dibuat secara sintetik hingga kini (Sagi et al. Teknik budidaya tanaman nilam yang tepat dapat meningkatkan kualitas rendemen dan kualitas minyak yang This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 11 - 21 Tanaman dibudidayakan lebih dari 100 tahun di daerah penghasil utama yaitu Aceh dan Sumatera Utara, namun sampai sekarang kualitas rendemen dan mutu minyak yang dihasilkan masih rendah. Masalah ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, teknologi budidaya yang masih sederhana, rendahnya mutu genetik tanaman, serta teknologi panen dan pasca panen yang kurang tepat (Hariyani et al. , 2. Varietas nilam di Indonesia terdapat 3 jenis, yang dibedakan berdasarkan karakter morfologi, kadar minyak serta ketahanan terhadap cekaman lingkungan biotik dan Jenis nilam tersebut adalah nilam Aceh, nilam Jawa dan nilam sabun. Varietas unggul nilam yang dikembangkan dari nilam aceh (Pogostemon cablin Bent. adalah Tapak Tuan yang unggul dalam produksi dan kadar patchouli alcohol. Lhokseumawe dengan kadar minyaknya yang tinggi serta Sidikalang yang tahan terhadap penyakit layu bakteri dan nematoda (Noveriza et al. Produksi nilam di Provinsi Aceh tahun 2015 adalah 645 ton, pada tahun 2016 mengalami penurunan produksi menjadi 466 ton, lalu pada tahun 2017 hampir sama dengan tahun sebelumnya yaitu 468 ton, selanjutnya di tahun 2018 mengalami penurunan drastis yaitu menjadi 178 ton dan pada tahun 2019 kembali mengalami kenaikan produksi menjadi 354 ton (Ditjenbun, 2. Nilam umumnya diperbanyak dengan Stek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dengan menggunakan sebagian batang, cabang, akar, atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi tanaman baru (Mariana 2. Keuntungan perbanyakan dengan stek adalah tanaman baru yang diperoleh mempunyai sifat yang sama dengan induknya, umur seragam, dan waktu perbanyakan lebih singkat untuk memperoleh tanaman dalam jumlah Penanaman setek langsung di kebun menyebabkan pertumbuhan setek kurang baik serta tingkat kematian setek sangat tinggi dan memerlukan banyak bahan setek, sehingga untuk menghemat penggunaan bahan setek tersebut perlu dilakukan dengan cara pembibitan. Penggunaan bahan setek yang baik dapat mengoptimalkan pertumbuhan setek (Insan, 2. Permasalahan yang sering terjadi pada perbanyakan secara vegetative yaitu sulitnya pembentukan akar. Pembentukan akar dapat dipercepat dengan pemberian zat pengatur tumbuh (Martana et al. , 2. Penggunaan zat pengatur tumbuh dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi yang digunakan. Penggunaan konsentrasi zat pengatur tumbuh yang terlalu tinggi dapat menghambat pertumbuhan sedangkan konsentrasi yang terlalu rendah maka pertumbuhan (Rajiman, 2. Hasil penelitian Muslimah et. , . menyatakan bahwa pemberian ekstrak bawang merah 15 ml L-1 air pada setek mucuna berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah akar pada umur 60 HST serta berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas pada umur 40 dan 60 HST. Berdasarkanhasil penelitian tersebut dirasa perlu melakukan penelitian dengan perlakuan beberapa konsentrasi ekstrak bawang merah pada pembibitan dua varietas nilam dan melihat respon pertumbuhan bibitnya. Diharapkan dari penelitian ini dapat diketahui konsentrasi ekstrak bawang merah yang terbaik untuk pembibitan tanaman nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon penggunaan varietas dan konsentrasi zat pengatur tumbuh ekstrak bawang merah serta interaksi kedua faktor tersebut terhadap parameter setek nilam. CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 11 - 21 MATERI DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cangkul, parang, plastik transparan ukuran 3 meter. Paranet 70% berukuran 2 m x 3 m, juicer, ember, gelas ukur, ayakan 10 mesh, polybag dengan ukuran 29 cm x 30 cm kapasitas isi 3 kg sebanyak 120 buah, kayu balok, bambu, gembor, timbangan digital, meteran, kamera, kertas label dan perlengkapan alat tulis. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tanaman nilam varietas Tapak Tuan dan varietas Lhokseumawe yang diperoleh dari Gampong Tuwi Eumpeuk Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya sebanyak 120 setek, bawang merah Aceh sebanyak 2 kg, tanah sebanyak 240 kg, pupuk kandang sebanyak 60 kg. Insektisida Metomil 25%. Fungisida Mankozeb 85 % dan aquades. Penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah varietas (V) yang terdiri dari 2 taraf (V1 = varietas Tapak Tuan. V2 = varietas Lhokseumaw. Faktor kedua adalah konsentrasi ZPT ekstrak bawang merah yang terdiri dari 5 taraf (K0 = 0 ml L-1. K1 = 15 ml L-1. K2 = 30 ml L-1. K3 = 45 ml L-1. K4 = 60 ml L-. Berdasarkan faktor percobaan yang digunakan terdapat 10 kombinasi Masing - masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan demikian penelitian ini memiliki 30 unit Setiap unit percobaan diwakili oleh 3 tanaman, sehingga terdapat 90 unit percobaan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan F (ANOVA), apabila menunjukkan pengaruh yang nyata (= 5%), maka dilakukan analisis lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Lahan yang digunakan untuk penelitian terlebih dahulu dibersihkan dari gulma, kemudian dibuat naungan dengan menggunakan balok kayu dan ditutupi dengan paranet. Pembuatan naungan berfungsi untuk mengurangi proses penguapan pada fase pembibitan. Media tanam yang digunakan adalah media tanam yang terdiri dari komposisi campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Selanjutnya tanah diayak menggunakan ayakan 10 mesh lalu dicampurkan dengan pupuk kandang dan dimasukkan ke dalam polybag berkapasitas 2 kg. Bahan setek dipotong sepanjang 4 ruas dan dimasukkan kedalam ember berisi air. Daun yang ada pada batang dipotong hingga menyisakan 2 atau 3 lembar daun untuk mengurangi Selanjutnya bahan setek dibungkus dengan pelepah batang pisang untuk menjaga kelembapan. Umbi bawang merah dikupas dan dibersihkan kulitnya lalu dihaluskan menggunakan juicer. Umbi bawang merah yang telah halus kemudian disaring dan diperas hingga mendapatkan ekstrak bawang merah. Larutan hasil saringan diukur menggunakan gelas ukur sesuai konsentrasi perlakuan, selanjutnya dicukupkan dengan air aquades hingga mencapai 1 liter, lalu dimasukkan ke dalam wadah. Setek nilam direndam selama 10 menit sesuai masing masing perlakuan. Sebelum bahan setek ditanam, media ditugal sedalam 5 cm panjang setek, kemudian tanah dipadatkan mengelilingi setek agar setek tidak roboh. Selanjutnya tanaman diberi sungkup untuk menjaga kelembapan dan CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 11 - 21 Pemeliharaan meliputi penyulaman, penyiraman, penyiangan dan pengen-dalian hama dan penyakit. Penyulaman dilakukan seminggu setelah tanam dengan tujuan untuk menggantikan tanaman yang mati, penyulaman dilakukan sebanyak 30% dari jumlah bibit yang ditanam. Penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan sampai tanah pembibitan betul-betul basah dengan tujuan agar kelembaban tetap terjaga dan terpelihara. Penyiangan dilakukan secara fisik dengan cara mencabut gulma yang tumbuh di dalam polybag yang dilakukan 2 minggu sekali. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila tanaman terserang hama dan penyakit dengan menyemprotkan insektisida Metomil 25% dengan konsentrasi 2 g L-1 air dan fungisida Mangkozeb 85% dengan konsentrasi 2 g L-1 air disemprotkan pada umur 30 HST . ari setelah tana. Pengamatan dilakukan pada bibit setek tanaman nilam yang telah dikeluarkan dari sungkup pada umur 15 Peubah pertumbuhan yang diamati antara lain: Jumlah tunas, tinggi tunas, diameter tunas, jumlah daun, volume akar, bobot berangkasan kering dan bobot berangkasan basah. Pengamatan dilakukan setelah 15 HST dengan interval 15 hari sekali sampai tanaman berumur 90 HST. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Perlakuan Varietas Terhadap Pertumbuhan Setek Nilam Jumlah daun . Varietas terhadap parameter jumlah daun setek nilam pada umur 60, 75. HST, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun setek nilam pada umur 15, 30, 45 dan 90 HST. Rata-rata jumlah daun setek nilam akibat perlakuan varietas dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel tersebut menunjukkan jumlah daun setek nilam tertinggi dijumpai pada varietas Lhokseumawe pada umur 60 dan 75 HST yang berbeda nyata dengan varietas Tapak Tuan. Hal ini diduga adanya perbedaan sifat genetik yang dapat mempengaruhi daya adaptasi masingmasing varietas. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Faizin dan Susila . dimana perbedaan pertumbuhan dipengaruhi oleh sumber bibit, perbedaan lingkungan dan perbedaan sifat genetik yang dibawa masing-masing asal sumber bibit yang dapat mempengaruhi kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan. Diameter Batang Varietas berpengaruh sangat nyata terhadap parameter diameter batang setek nilam pada umur 60, 75, dan 90 HST, namun berpengaruh tidak nyata terhadap diameter batang setek nilam pada umur 15, 30 dan 45 HST. Rata-rata diameter batang setek nilam akibat perlakuan Varietas dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 menunjukkan diameter batang setek nilam yang tertinggi dijumpai pada varietas Lhokseumawe pada umur 60, 75 dan 90 HST yang berbeda nyata dengan varietas Tapak Tuan. Hal ini diduga karena adanya perbedaan sifat genetik dari masingmasing varietas unggul yang berbeda dari segi adaptasi tanaman lingkungan sehingga terdapat respons yang Menurut hasil penelitian Rahayu dan Harjoso . , pertumbuhan tanaman bukan hanya karena akibat pemberian pupuk tetapi varietas juga sangat berpengaruh, karena setiap varietas mempunyai sifat genetis, morfologis, maupun fisiologis yang berbeda-beda. Perbedaan mempengaruhi perbedaan dalam hal keragaman penampilan tanaman. CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 11 - 21 Tabel 1. Rata-rata jumlah daun setek nilam akibat perlakuan varietas nilam. Varietas Tapak Tuan (V. Lhokseumawe (V. BNJ 0,05 15 HST 8,00 8,40 30 HST 13,27 15,07 Diameter Batang . 45 HST 60 HST 75 HST 18,13 24,13 a 31,13 a 20,20 28,27 b 36,00 b 2,10 2,67 90 HST 40,40 46,00 Gambar 1. Bibit tanaman nilam varietas Tapak tuan dan Lhokseumawe pada umur 90 HST. Varietas Tapak Tuan tanpa perlakuan pada umur 90 HST (A). Varietas Lhokseumawe tanpa perlakuan pada umur 90 HST (B). Varietas Lhokseumawe dengan perendaman ekstrak bawang merah 60 m L-1 pada umur 90 HST (C) Tabel 2. Rata-rata diameter batang setek nilam akibat perlakuan varietas nilam. Varietas Tapak Tuan (V. Lhokseumawe (V. BNJ 0,05 15 HST 11,25 11,38 30 HST 12,65 13,22 Jumlah Cabang Varietas berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah cabang setek nilam pada umur 15, 30, 45, 60 dan 90 HST, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah cabang setek nilam pada umur 75 HST. Rata-rata jumlah cabang setek nilam akibat perlakuan Varietas dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel tersebut menunjukkan jumlah cabang setek nilam yang tertinggi dijumpai pada varietas Lhokseumawe pada umur 15, 30, 45, 60 Diameter Batang . 45 HST 60 HST 75 HST 13,17 13,99 a 14,96 a 13,79 14,93 b 16,14 b 0,32 0,34 90 HST 15,89 a 16,88 b 0,33 dan 90 HST yang berbeda nyata dengan varietas lainnya. Hal ini diduga karena setiap varietas memiliki daya adaptasi yang bebeda-beda. Hal ini sejalan dengan pendapat Marliah . bahwa setiap varietas memiiki ketahanan yang berbeda, beberapa tanaman dapat melakukan adaptasi dengan cepat, namun sebaliknya ada tanaman yang membutuhkan waktu lama untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan. Hal ini diaki batkan setiap varietas memiliki CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 11 - 21 potensi genetik yang berbeda dalam merespon lingkungan tempat tumbuhnya. Tinggi Tunas Varietas berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tunas setek nilam pada umur 15 HST, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun setek nilam pada umur 30, 45, 60, 75 dan 90 HST. Rata-rata jumlah daun setek nilam akibat perlakuan Varietas dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4 menunjukkan tinggi tunas setek nilam yang tertinggi dijumpai pada varietas Lhokseumawe pada umur 15 HST yang berbeda nyata dengan varietas Tapak Tuan. Hal ini disebabkan karena perbedaan sifat genetik antar varietas serta daya adaptasi keduanya. Hal ini sejalan dengan pendapat Rosmiah . bahwa setiap varietas mempunyai susunan genetik yang tidak sama dan kemampuan varietas itu sendiri dalam tumbuhnya, sehingga tetap menghasilkan pertumbuhan yang baik dan hasil yang maksimal. Bobot berangkasan kering, bobot berangkasan basah dan volume akar Varietas tidak berpengaruh nyata pada parameter bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering dan volume akar pada umur 90 HST. Rata-rata bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering dan volume akar pada setek nilam akibat perlakuan varietas dapat dilihat pada Tabel 5. Pengaruh bawang merah terhadap pertumbuhan setek nilam. Jumlah daun . Konsentrasi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah daun setek nilam pada umur 30, 60. HST dan berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun setek nilam pada umur 75 dan 90 HST serta berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun setek nilam pada umur 15 dan 45 HST. Rata-rata jumlah daun setek nilam akibat perlakuan konsentrasi dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel tersebut menunjukkan rata rata jumlah daun setek nilam tertinggi dijumpai pada konsentrasi ekstrak bawang merah 45 ml L-1 pada umur 30 HST dan konsentrasi ekstrak bawang merah 60 ml L-1 pada umur 60, 75 dan 90 HST yang berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya. Hal ini diduga bawang merah memiliki kandungan auksin yang berperan dalam pembentukan akar tanaman. Tabel 3. Rata-rata jumlah cabang setek nilam akibat perlakuan varietas nilam. Varietas Tapak Tuan (V. Lhokseumawe (V. BNJ 0,05 15 HST 3,80 a 4,53 b 0,32 30 HST 6,47 a 6,80 ab 0,35 Jumlah Cabang (Bua. 45 HST 60 HST 75 HST 8,60 a 12,00 a 20,27 9,80 b 14,07 b 21,00 0,30 0,32 90 HST 25,60 a 28,33 b 0,54 Tabel 4. Rata-rata tinggi tunas setek nilam akibat perlakuan varietas nilam Varietas Tapak Tuan (V. Lhokseumawe (V. BNJ 0,05 15 HST 0,08 30 HST Tinggi Tunas . 45 HST 60 HST 75 HST 90 HST CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 11 - 21 Akar yang terbentuk dengan baik pada tanaman akan membuat pertumbuhan organ tanaman lainnya juga tumbuh secara baik. Hal tersebut dikarenakan peranan akar yang sangat penting dalam perkemba-ngan lainnya seperti batang dan daun. Hal ini sesuai dengan Suyanti et al. , . menyatakan bahwa akar merupakan organ penyerap unsur hara dan air dari media tanam yang banyak mengandung bahan orga nik dan bahan anorganik. Bahan organik dan bahan anorganik ini sangat diperlukan oleh tumbuhan untuk tanaman seperti akar, batang, dan daun. Menurut Martana et al. , . konsentrasi auksin yang tepat pada sel dapat meningkatkan tekanan osmotik, peningkatan permeabilitas sel sehingga dapat meningkatkan difusi masuknya air dan hara ke dalam sel. Dengan bertambahnya konsen trasi auksin dalam tubuh tanaman maka akan mengaktifkan pembentukan akar. Diameter batang . Konsentrasi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter diameter batang setek nilam pada umur 15, 30, 45, 60, 75 dan 90 HST. Rata-rata diameter batang setek nilam akibat perlakuan konsentrasi dapat dilihat pada Tabel 7. Pada tabel tersebut, menunjukkan rata rata diameter batang setek nilam tertinggi dijumpai pada konsentrasi ekstrak bawang merah 45 ml L-1 pada umur 30, 60, 75 dan 90 HST dan konsentrasi 60 ml L-1 pada umur 15, 30 dan 45 HST yang berbeda nyata dengan perlakuan konsentrasi lainnya. Hal ini dikarenakan pada konsentrasi tersebut ekstrak bawang merah telah mampu pertumbu-han akar pada stek tanaman nilam lebih baik sehingga menyebabkan penyerapan unsur hara, air dan unsur lainnya, sehingga akan menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Saidi . bahwa perakaran tanaman yang pertumbuhan dan perkembangan bagianbagian tanaman seperti tunas, batang dan daun yang selanjutnya akan dapat meningkatkan aktivitas fotosintesis. Tabel 5. Rata-rata bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering dan volume akar. Varietas Tapak Tuan (V. Lhokseumawe (V. BNJ 0,05 Berangkasan Basah 19,07 20,38 Berangkasan Kering Volume Akar 61,40 61,50 Tabel 6. Rata-rata jumlah daun setek nilam akibat perlakuan konsentrasi Konsentrasi Kontrol (K. 15 ml L-1 (K. 30 ml L-1 (K. 45 ml L-1 (K. 60 ml L-1 (K. BNJ 0,05 15 HST 6,83 8,50 8,00 8,17 9,50 30 HST 10,83 a 13,00 b 13,33 b 17,50 c 16,17 c 1,90 Jumlah Daun (Hela. 45 HST 60 HST 75 HST 14,83 20,17 a 26,67 a 18,00 24,83 b 33,17 bc 18,17 25,33 b 31,83 b 23,17 29,17 c 36,33 cd 21,67 31,50 c 39,83 d 3,32 4,22 90 HST 33,50 a 42,83 b 40,33 b 46,17 b 53,17 c 6,16 CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 11 - 21 Jumlah cabang Konsentrasi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah cabang setek nilam pada umur 15, 30, 45, 60, 75 dan 90 HST. Rata-rata jumlah cabang setek nilam akibat perlakuan konsentrasi dapat dilihat pada Tabel 8. Data yang tertera pada Tabel 8 menunjukkan rata rata jumlah cabang setek nilam tertinggi dijumpai pada konsentrasi 60 ml L -1 pada umur 15, 30, 45, 60, 75 dan 90 HST yang berbeda nyata dengan perlakuan konsen-trasi lainnya. Hal ini diduga zat pengatur tumbuh yang terkandung di mengandung auksin yang dapat mempercepat proses fisiologis tanaman sehingga terbentuknya tunas pada setek. Muslimah et al. , . menyatakan auksin yang diserap oleh jaringan tanaman akan mengaktifkan ener-gi cadangan makanan dan meningkatkan pembelahan sel, pemanjangan dan differensiasi sel yang pada akhirnya membentuk tunas dan proses pemanjangan tunas. Hasil penelitian Ariska et al. , . pemberian ekstrak bawang merah pada setek tanaman lada berbeda nyata terhadap jumlah tunas pada umur 30, 45 dan 60 HST. Tinggi Tunas Konsentrasi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tunas setek nilam pada umur 15, 30, 45, 60, 75 dan 90 HST. Rata-rata tinggi tunas setek nilam akibat perlakuan konsentrasi dapat dilihat pada Tabel 9. Data pada tabel ini menunjukkan rata rata jumlah tunas setek nilam tertinggi dijumpai pada konsentrasi 60 ml L-1 pada umur 15, 30, 45, 60, 75 dan 90 HST yang berbeda nyata dengan perlakuan konsentrasi Hal ini diduga bahan setek mengandung zat auksin yang dapat merangsang pembentukan akar dan Menurut Faizin . bahwa pada bahan stek yang masih terdapat daun sebagai sumber karbohidrat dan auksin, serta masih aktifnya daun untuk berfotosintesis akan dapat merangsang pertumbuhan akar dan tunas yang lebih baik, sehingga pertumbuhan stek dapat berlangsung dengan baik. Selain itu juga karena kandungan auksin pada setek pucuk lebih tinggi dibandingkan dengan bagian dibawahnya karena auksin endogen suatu tanaman diproduksi dari jaringan meristem dan menyebabkan adanya dominansi apikal. Bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering dan volume Konsentrasi tidak berpengaruh nyata pada parameter bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering dan volume akar pada umur 90 HST. Ratarata bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering dan volume akar pada setek nilam akibat perlakuan konsentrasi dapat dilihat pada Tabel 10. Data yang disajikan pada tabel tersebut berangkasan kering yang cenderung tertinggi dijumpai pada perlakuan 45 ml L-1 walaupun secara statistik berbeda tidak nyata dengan perlakuan lainnya. Rata-rata volume akar yang cenderung tertinggi dijumpai pada perlakuan konsentrasi 60 ml L-1 walaupun secara statistik berbeda tidak nyata dengan perlakuan lainnya. CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 11 - 21 Tabel 7. Rata-rata diameter batang setek nilam akibat perlakuan konsentrasi. Konsentrasi Kontrol (K. 15 ml L-1 (K. 30 ml L-1 (K. 45 ml L-1 (K. 60 ml L-1 (K. BNJ 0,05 15 HST 10,63 a 10,57 a 11,28 b 11,56 b 12,54 c 0,62 30 HST 11,46 a 13,01 b 12,44 b 13,88 c 13,88 c 0,78 Jumlah Daun (Hela. 45 HST 60 HST 75 HST 12,20 a 12,81 a 13,90 a 13,96 a 14,80 c 16,30 c 12,54 b 13,79 b 14,87 b 14,12 b 15,58 d 16,36 c 14,59 b 15,31 cd 16,33 c 0,72 0,50 0,34 90 HST 14,48 a 17,35 c 15,75 b 17,20 c 17,13 c 0,52 Tabel 8. Rata-rata jumlah cabang setek nilam akibat perlakuan konsentrasi. Konsentrasi Kontrol (K. 15 ml L-1 (K. 30 ml L-1 (K. 45 ml L-1 (K. 60 ml L-1 (K. BNJ 0,05 15 HST Jumlah Daun (Hela. 30 HST 45 HST 60 HST 75 HST 90 HST 3,33 a 4,34 b 4,17 b 4,00 b 5,00 c 0,51 4,50 a 5,67 b 6,33 c 6,67 c 10,00 d 0,56 20,17 a 23,66 b 27,34 c 29,01 d 34,67 e 0,85 6,67 a 8,33 b 9,00 c 9,34 c 12,66 d 0,48 9,50 a 11,50 b 13,50 c 14,34 d 16,33 e 0,77 15,17 a 17,67 b 21,01 c 23,67 d 25,67 e 0,74 Tabel 9. Rata-rata tinggi tunas setek nilam akibat perlakuan konsentrasi Konsentrasi Kontrol (K. 15 ml L-1 (K. 30 ml L-1 (K. 45 ml L-1 (K. 60 ml L-1 (K. BNJ 0,05 15 HST Jumlah Daun (Hela. 30 HST 45 HST 60 HST 75 HST 90 HST 3,39 a 3,67 b 3,62 b 3,87 c 4,03 d 0,13 7,02 a 8,49 b 8,78 b 9,34 c 10,04 d 0,47 22,33 a 25,94 b 26,96 b 27,49 b 33,19 c 1,89 11,62 a 12,43 b 12,85 bc 13,27 c 17,28 d 0,72 13,87 a 15,97 b 15,96 b 18,09 c 20,88 d 1,35 19,70 a 21,86 b 22,39 bc 23,57 c 28,76 d 1,31 Tabel 10. Rata-rata bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering dan volume akar Konsentrasi Kontrol (K. 15 ml L-1 (K. 30 ml L-1 (K. 45 ml L-1 (K. 60 ml L-1 (K. BNJ 0,05 Berangkasan Basah Berangkasan Kering Volume Akar 16,54 18,53 20,13 23,31 20,12 10,20 9,67 8,57 10,30 9,16 60,00 60,75 61,50 61,50 63,50 Pengaruh Interaksi Antara Varietas Dan Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah Terhadap Pertumbuhan Setek Nilam. terhadap semua parameter setek nilam yang diamati. Hasil uji F menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang berbeda tidak nyata antara penggunaan dua varietas dan konsentrasi ekstrak bawang merah Pertumbuhan setek nilam Varietas Lhokseumawe dengan menggunakan konsentrasi ekstrak bawang merah 60 ml L-1 lebih baik dibandingkan Varietas Tapak Tuan. Konsentrasi ekstrak KESIMPULAN CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 11 - 21 menginduksi pertumbuhan setek nilam adalah 60 ml L-1 . DAFTAR PUSTAKA