Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam Volume 5 No. ISSN: 2338-4131 (Prin. 2715-4793 (Onlin. DOI: 10. 37542/iq. Adopsi Teknologi pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani Nur Indah Nopriska Rizaldi1. Ananda Sekar Putri2. Muh. Azra Fajriansyah3. Zahra Luthfiah4 Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta. Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta. Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta. Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta. Indonesia nurindahnr@upi. Abstrak: Pendidikan merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap generasi. Maka dari itu, untuk mendukung kebutuhan tersebut, didirikanlah lembaga pendidikan seperti sekolah yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Pesantren adalah salah satu jenis lembaga pendidikan dengan kesetaraan yang sama dengan sekolah umum. Tentunya pesantren ini memiliki beberapa perbedaan dengan sekolah pada umumnya, salah satunya adalah dengan menekankan ajaran agama agar terjalinnya hubungan antara manusia dengan Tuhan yang berlandaskan Al-QurAoan dan sunnah. Dengan begitu, diharapkan pesantren ini akan menciptakan generasi rabbani yang unggul. Tentunya, untuk menciptakan generasi rabbani yang unggul, kita dihadapkan dengan berbagai tantangan, salah satunya adalah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Perkembangan teknologi yang semakin pesat, berakibat kepada setiap komponen dalam kehidupan termasuk pendidikan, hanya saja terdapat beberapa pesantren yang masih belum menerapkan teknologi, walaupun terdapat sisi positif juga dari teknologi terhadap Pesantren juga harusnya dapat turut ikut serta dalam menerapkan teknologi agar dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan sehingga terciptalah generasi yang rabbani Kata Kunci: Pendidikan. Islam. Rabbani. Teknologi Abstract: Education is an absolute necessity for every generation. Therefore, to support these needs, educational institutions such as schools were established that organize teaching and learning Adopsi Teknologi Pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani Pesantren is one type of educational institution with the same equivalence as public Of course, this pesantren has several differences from schools in general, one of which is by emphasizing religious teachings so that the relationship between humans and God is based on the Qur'an and sunnah. By doing so, it is hoped that this pesantren will create a superior rabbinic generation. Of course, to create a superior generation of Rabbani, we are faced with various challenges, one of which is the increasingly rapid development of The development of technology is increasingly rapid, resulting in every component in life including education, it's just that some Islamic boarding schools that still have not implemented technology, although there is also a positive side of technology to boarding schools should also be able to participate in implementing technology to develop and improve quality education to create a Rabbani generation Keywords: Education. Islam. Rabbinic. Technology Pendahuluan Islam merupakan satu-satunya agama sempurna yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Walaupun diluar sana terdapat juga agama-agama lainnya, namun hanya Islam lah satu-satunya agama yang sangat sempurna, baik konsep maupun Islam tidak hanya memberikan panduan hidup bagi manusia baik di dunia dan akhirat, tetapi meliputi setiap aspek-aspek dalam kehidupan manusia. Islam telah memberikan arah dan petunjuk yang jelas dari pendidikan mengenai tujuan dan hakikat, yaitu mengarahkan potensi manusia kembali kepada kebenaran dan kebajikan sehingga selanjutnya manusia dapat memposisikan dirinya kembali menjadi seorang hamba (QS. As-Syams: 8. QS. Adz-Dzariyat: Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan. Data-data yang dipergunakan dalam penyusunan karya tulis ini berasal dari berbagai literatur kepustakaan yang berkaitan dengan permasalahan yang dikaji. Beberapa jenis referensi utama yang digunakan adalah buku, peraturan perundangan-undangan, makalah seminar, prosiding, jurnal ilmiah edisi cetak maupun edisi online, hasil penelitian dan artikel ilmiah yang bersumber dari internet. Jenis data yang diperoleh variatif dan bersifat kualitatif. Sumber data dan informasi didapatkan dari berbagai literatur dan disusun berdasarkan hasil studi dari informasi yang diperoleh. Penulisan diupayakan saling terkait antar satu sama lain dan sesuai dengan topik yang dikaji. Data yang terkumpul diseleksi dan diurutkan sesuai 126 Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam | Volume 05 No. 1 2022 | Adopsi Teknologi Pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani dengan topik kajian. Kemudian dilakukan penyusunan karya tulis berdasarkan data yang telah dipersiapkan secara logis dan sistematis. Teknik analisis data bersifat deskriptif argumentatif. Simpulan didapatkan setelah merujuk kembali pada rumusan masalah, tujuan penulisan, serta Adapun kesimpulan ditarik dari uraian pokok bahasan karya tulis, serta didukung dengan saran praktis sebagai rekomendasi selanjutnya. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pendidikan Rabbani Pendidikan merupakan kebutuhan manusia dan merupakan sebuah pondasi dasar bagi Menurut Soegarda Poerbakawatja pendidikan yaitu perbuatan-perbuatan ataupun usaha yang diturunkan dari generasi tua kepada generasi muda dengan mengalihkan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilannya, sebagai usaha mereka dalam menyiapkan dan memenuhi fungsi hidup baik jasmani maupun rohani. Pada perspektif yang lain, manusia mendapatkan pendidikan untuk dapat bertahan hidup dengan menjadi salah satu bagian masyarakat, sehingga pendidikan diberikan sebagai upaya dalam mengembangkan dan membina manusia dalam mencapai potensi yang mereka miliki. Dengan kata lain, manusia sebagai khalifah di bumi mendapatkan pendidikan sebagai upaya manusia agar dapat menjaga eksistensi mereka, baik sebagai seorang masyarakat dan sebagai hamba Tuhan yang terikat oleh hukum normatif . Dalam sejarah pernah dibuktikan bahwa Islam pernah menjadi sebuah umat yang memiliki peradaban yang sangat maju, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya yang lebih unggul daripada kejayaan peradaban-peradaban pada kala itu. Banyak tokoh-tokoh Islam yang menjadi seorang ilmuan-ilmuan besar seperti Ibnu Sina. Al Khawarizmi. Al Kindi dan masih banyak lainnya. 2 Sayangnya, ilmuan-ilmuan serta kemajuan ilmu pengetahuan dari Islam kurang dapat apresiasi dengan banyaknya pengetahuan modern dari barat yang dirasa cukup menjebak dan menggiring agar secara perlahan tapi pasti melupakan apa yang telah terjadi dari kemajuan yang terjadi dalam umat Islam pada masa lalu. Pesantren yaitu sebuah pendidikan tradisional yang didalamnya lebih ditekankan dalam pengembangan pendidikan keIslaman. Berdasarkan pengertian pesantren, dalam pesantren lebih diutamakan dan lebih dominan diajarkan pendidikan Islam daripada pendidikan umum. Robaeah. Konsep pendidikan Rabbani dalam Al-Qur'an surah Ali-Imran ayat 79 dan ayat 80: Analisis ilmu pendidikan Islam (Doctoral dissertation. UIN Sunan Gunung Djati Bandun. Fakhry. Sains dan Teknologi dalam al-QurAoan dan Implikasinya dalam Pembelajaran. Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam, 15. , 121-142. 127 Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam | Volume 05 No. 1 2022 | Adopsi Teknologi Pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani hal tersebut didasari bahwa pesantren lebih mengutamakan sumber-sumber dari Al-Quran dan As-Sunnah yang diajarkan melalui teori lalu dikembangkan menjadi hipotesa atau wawasan. Dalam pendidikan pesantren yang berdasar Al-Quran dan As-Sunnah sebagai sumber acuan, maka pendidikan di pesantren lebih ditekankan dalam terjalinnya hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan ajaran mengenai dunia serta akhirat. Perkembangan teknologi informasi kian hari kian berkembang, perkembangan tersebut membuat kita semua tahu bahwa hal tersebut tidak dapat dihindari. Dengan perkembangan teknologi yang kian pesat, pesantren masih terkesan tetap dalam menggunakan cara konvensional dalam pembelajaran, padahal teknologi informasi pada masa kini sudah menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan lagi dalam kehidupan manusia. Di era globalisasi, dengan perkembangan teknologi tidak dapat dihindari, perlu ada terobosan-terobosan baru dimulai dengan memperkenalkan serta menerapkan teknologi informasi di dalam pembelajaran termasuk pesantren di dalamnya melalui metode yang dapat diaplikasikan dalam pesantren sebagai lembaga pendidikan di Indonesia sehingga manfaat yang diberikan dapat menjadi peluang dalam memajukan Bangsa Indonesia kedepannya. Pendidikan merupakan kebutuhan utama manusia dalam dunia ini agar dapat bersaing dengan yang lain dan bertahan hidup. Dalam Islam, dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah satu hal yang penting. Pendidikan adalah salah satu upaya kita sebagai Umat Islam yang patuh dalam menjalankan perintah dari Allah SWT. untuk menjadi hamba dan menjadi khalifah di Seperti pada QS Al-Dzariyat/51:56 yang berarti AuAku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Ay. Ayat tersebut menjadi rujukan tujuan dari pendidikan menurut al-QurAoan. Islam beranggapan bahwa Pendidikan, ilmu pengetahuan, dan menuntut ilmu adalah suatu hal yang penting, oleh karena itu kedudukan seseorang yang berpendidikan agama Islam dianggap sangat mulia di sisi Allah SWT. Pada kitab suci Umat Islam. Allah SWT. terkait dengan kedudukan seseorang yang berpendidikan, tertuang pada QS. Al-Mujadalah: 11. AuAllah akan mengangkat . orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Ay Dari arti QS. Al-Mujadalah: 11 diatas didapatkan inti bahwa Allah SWT. memuliakan orang yang menuntut ilmu dan memiliki perilaku berpendidikan. Sedangkan dalam pengertian etimologis. Rabbani merupakan suatu kata yang berarti menisbatkan kepada Rabb yaitu Tuhan. Sebagian ulama berpendapat bahwa Rabbani memiliki makna yaitu seorang tokoh atau ilmuan mendidik dan memperbaiki sosial masyarakat 128 Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam | Volume 05 No. 1 2022 | Adopsi Teknologi Pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani Maka dari itu seorang yang dianggap memiliki sifat Rabbani ini dikaitkan dengan orang dengan iman dan taqwa yang baik. Konsep Rabbani inilah yang kemudian diadaptasi di lingkungan pendidikan. Karena bahwasanya pendidikan bukan hanya mempelajari ilmu pengetahuan, tetapi juga akhlak dan perilakunya. Pendidikan Rabbaniyah yaitu hal-hal yang penting untuk membangun kekuatan akidah dan akhlak pada sebuah generasi. Pendidikan Rabbani memiliki tujuan yang diungkapkan Muhammad Sarbini3 dimana Pendidikan Rabbani dilakukan untuk mencapai lima indikator dengan 30 karakter di dalamnya, yaitu: pertama, indikator keimanan: memiliki ketakwaan kepada Allah SWT. dengan menjauhi segala laranganNya dan menjalankan segala perintahNya. Taat dengan ajaran Islam dan memiliki keimanan untuk selalu meyakini ajaran agama dan berorientasi pada ibadah untuk Kedua, indikator akhlak: menunjukan perilaku yang baik seperti jujur, amanah, santun, saling menghormati, dan menjaga selalu kehormatan agama, diri sendiri, dan lingkungannya. Ketiga, indikator keilmuan: memiliki pola pikir yang maju, mampu berpikir kritis, inovatif, cerdas dan memiliki semangat untuk terus menuntut ilmu Pesantren dan Teknologi Pesantren terkadang dianggap berasal dari gabungan dua kata, kata pertama AusantAy memiliki arti manusia baik-baik serta kata kedua AutraAy dengan arti suka menolong, sehingga muncul kata baru yaitu AupesantrenAy yang dapat diartikan sebagai manusia baik serta suka Berdasarkan historis, lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yaitu pesantren, dengan di dalam pesantren biasa digunakan sebagai tempat untuk memberikan pengetahuan mengenai Islam, tempat untuk berdakwah serta tempat dalam mengembangkan masyarakat Peserta didik atau murid biasanya disebut sebagai santri biasanya diajari secara langsung oleh pimpinan pesantren atau biasa disebut kyai dan guru yang disebut ulama atau ustadz, dengan pelajaran di pesantren mengenai berbagai bidang khususnya pengetahuan Islam. Pesantren walau merupakan lembaga pendidikan Islam tetapi berbeda dengan lembaga Islam yang lain misalnya madrasah, hal tersebut dapat dibedakan dengan pesantren memiliki asrama untuk para santri atau pondok yang pada umumnya tidak dimiliki dan tidak ditemukan di madrasah-madrasah atau sekolah-sekolah pada umumnya. Pesantren belum diketahui mengenai kapan lembaga tersebut pertama kali berdiri dan siapa yang pada mulanya menggunakan kata kiai dan santri di pesantren, tetapi satu hal yang perlu kita pahami Sarbini. , & Wahidin. Pendidikan rabbani untuk penguatan karakter remaja. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 9. , hal. 129 Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam | Volume 05 No. 1 2022 | Adopsi Teknologi Pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani bahwasannya pesantren menandakan sudah lama berdiri dan sudah diketahui oleh masyarakat Indonesia sejak lama. Menurut pandangan Steenbrink, jika melihat berdasarkan bentuk atau sistem pesantren. Pesantren berasal dari India, dengan mulanya pesantren digunakan untuk memberikan pendidikan dan pengajaran agama Hindu, yang kemudian saat Islam mulai berkembang di Indonesia, sistem pesantren pada agama Hindu tersebut diadopsi oleh Islam menjadi pesantren yang masyarakat kenal saat ini. Pada dasarnya pesantren merupakan tempat pendidikan dan pengajaran agama Islam, sehingga di pesantren sendiri banyak diajarkan ilmu-ilmu agama Islam, diantaranya Al-Quran, fiqh, ilmu kalam, hadits, bahasa Arab, tarikh, mantiq dan Sedangkan teknologi secara bahasa berasal dari bahasa Yunani yaitu techno artinya keahlian dan logia artinya pengetahuan. Istilah teknologi pertama kali pada awalnya digunakan untuk diskusi seni terapan dalam bahasa Inggris pada sekitar abad ke 17. Tetapi akhirnya seni menjadi suatu pertunjukkan dan semakin berkembang, sehingga teknologi didefinisikan seperti sebuah cara atau aktifitas dalam mengubah atau memanipulasi lingkungan, namun karena sulit dibedakan antara penyelidikan ilmiah dengan aktifitas teknologi akhirnya pada abad ke 20, teknologi didefinisikan sebagai cara atau kegiatan yang memudahkan manusia dalam kegiatannya sehari-hari. Masyarakat secara umum sudah kenal dan akrab dengan produk-produk berupa teknologi, bahkan dalam beraktivitas teknologi digunakan dalam kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa perkembangan teknologi tak hanya terjadi pada daerah perkotaan dan tak menutup kemungkinan bahwa di pedesaan juga mengalami perkembangan teknologi saat ini. Jika ditelaah berdasarkan realita kehidupan yang terjadi saat ini, generasi muda relatif lebih mudah dan cepat dalam beradaptasi dengan perkembangan kemajuan teknologi, akhirnya generasi ini pun diberi julukan generasi digital native. Namun, sangat disayangkan walaupun generasi muda dianggap lebih mahir tetapi belum mampu memanfaatkan secara maksimal. Generasi digital native dominan menggunakan teknologi untuk keperluan hiburan dan kesenangan lainnya. Terbilang masih cukup jarang generasi muda yang memanfaatkan teknologi secara maksimal untuk menuntut ilmu dan mendapatkan pengetahuan yang baru diluar dari pendidikan yang diajarkan di sekolahnya. Jika ditelusuri berdasarkan keunggulan teknologi, perkembangan teknologi memiliki potensi yang besar Bachtiar. Pendidikan ruhani dalam Alquran. Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam, 11. , 171-191. 130 Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam | Volume 05 No. 1 2022 | Adopsi Teknologi Pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani untuk dapat dimanfaatkan guna membantu memecahkan masalah yang tengah dihadapi khususnya dalam pendidikan, termasuk meningkatkan mutu pembelajaran. Pesantren di Era Teknologi Menuju Generasi Rabbani Lembaga pendidikan Islam atau pesantren dikenal dengan istilah Javanese santri place or seminary for students of theology on the islands of Java and Madura. 5 Hal tersebut memiliki arti bahwasanya pesantren merupakan tempat seminar bagi siswanya atau dalam konteks ini ialah santri. Berdasarkan sejarahnya, lembaga pendidikan Islam atau pesantren lebih terfokus pada pendidikan keagamaan yang mana pendidikan agama Islam lebih mendominasi dibandingkan pendidikan general. Pendidikan agama Islam lebih dominan pada lembaga pendidikan Islam atau pesantren dikarenakan lebih mengutamakan hubungan manusia dengan tuhannya dan manusia dengan manusia, atau ajaran hubungan dunia dan akhirat yang didasarkan pada Al-QurAoan dan Sunnah sebagai sumber acuannya. Pada Abad ke-21 hampir semua negara di dunia seolah seperti sedang berkompetisi dalam hal pengembangan teknologi dalam berbagai aspek demi mewujudkan pendidikan generasi rabbani guna mampu membina dan mengembangkan tiap individu menjadi lebih baik, baik dari hal spiritual maupun fisik. Semua butuh proses karena tak mungkin ada ciptaan yang diciptakan oleh Allah SWT secara sempurna tanpa melalui proses. Perubahan teknologi di era saat ini yang semuanya serba canggih dan modern membuat setiap individu memungkinkan untuk memiliki fasilitas guna memanfaat perkembangan teknologi yang ada. Perkembangan teknologi yang semakin canggih menjadikan individu mampu membeli, memiliki dan menggunakan alat teknologi walaupun dapat dikatakan masih belum mampu untuk menguasai teknologi tersebut. Meskipun begitu, diharapkan individu mampu mengadopsi teknologi dalam kehidupannya salah satunya pada aspek pendidikan. Saat ini sudah banyak lembaga pendidikan yang mengadopsi teknologi dalam pembelajaran namun tak jarang pula yang masih jauh atau terkesan menolak adanya perkembangan teknologi. Hal ini bukannya membawa pengaruh positif justru sebaliknya yakni membawa pengaruh negatif yang kurang baik. Teknologi informasi dan internet memiliki kaitan yang erat dengan pendidikan, termasuk pada lembaga pendidikan Islam atau pesantren. Internet sebenarnya dapat berkembang dalam pesantren apabila pihak lembaga mengadopsi teknologi pada penerapan pembelajarannya karena internet dianggap memberikan pengaruh positif bagi pendidikan yakni memudahkan santri dalam mencari ilmu pengetahuan baru diluar lingkup pesantren. Mencari informasi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan adalah hal yang wajar dan seharusnya tidak Adeleye. Islam and education. Islamic Quarterly, 27. , 140. 131 Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam | Volume 05 No. 1 2022 | Adopsi Teknologi Pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani lagi menjadi hal yang tabu bagi para santri. Santri yang telah mendapat banyak bekal ilmu pengetahuan justru lebih mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk serta lebih siap menghadapi dampak dari internet jika dibandingkan dengan siswa yang belum mengadopsi teknologi dalam pembelajarannya. Teknologi informasi memiliki berbagai macam komponen dengan fungsi dan tujuan yang bermacam-macam. Salah satu teknologi yang sudah ada sejak dahulu yaitu komputer. Komputer kini sudah menjadi salah satu perangkat keras yang hampir dimiliki setiap kalangan. Pengembangan keterampilan santri di pesantren ini bukan tidak mungkin dapat terbantu oleh teknologi, salah satunya komputer. Seperti yang banyak kita lihat, pesantren sangat minim adaptasi teknologi. Padahal teknologi ini dapat mempermudah proses pembelajaran dan pengimplementasian ajaran yang sudah diberikan untuk terjun langsung ke peradaban dunia saat ini. Maka dari itu sangat disayangkan apabila santri lulusan pesantren itu gagap teknologi, karena akan lebih meyakinkan apabila mereka dapat mengimplementasikan ajaran-ajaran yang sudah mereka miliki dengan dibersamai teknologi yang sedang berkembang di zamannya. Berdasarkan studi pustaka yang telah dilakukan, didapatkan informasi bahwa masih banyak lembaga pendidikan Islam atau pesantren di Indonesia yang belum mengadopsi teknologi dalam kegiatan pembelajaran dikarenakan pesantren salaf lebih mendominasi di Indonesia. Pada dasarnya, pesantren terbagi menjadi dua yang pertama ialah pesantren yang mengadopsi modernitas atau biasa disebut dengan pesantren ashriyah dan yang kedua ialah pesantren yang masih berpegang teguh dengan tradisionalitas atau disebut dengan pesantren salaf . Banyak hal yang ditemukan pada pesantren tradisional atau pesantren salaf yakni: model pembelajarannya masih menggunakan pola klasikal. Model pembelajaran yang digunakan pada pesantren salaf mengadopsi model pembelajaran yang digunakan pada negara di Asia Barat seperti negara Palestina. Mesir. Arab saudi dan lainnya. Akan tetapi, model pembelajaran seperti ini sudah lama ditinggalkan bahkan di negara asalnya karena telah tergilas oleh gelombang arus pembaharuan pada akhir abad ke-19. Yang kedua, model kepengurusan di lembaga pendidikan pesantren yang masih terkesan tak teratur. Pada lembaga pendidikan pesantren umumnya tak ada sistem keorganisasian teratur secara sistematis. Jika diibaratkan, pesantren adalah sebuah kerajaan yang mana Kyai berperan sebagai raja dan Nyai berperan sebagai permaisurinya yai sebagai. Segala macam tata tertib atau aturan yang ada di Pesantren berpusat atau terpaku pada Kyai, hal tersebut juga terjadi pada model pembelajaran yang Jamun. Dampak teknologi terhadap pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, 10. , 48-52. 132 Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam | Volume 05 No. 1 2022 | Adopsi Teknologi Pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani Ketiga, dari sisi teknologi. Sampai saat ini, pesantren dapat dikatakan sebagai lembaga pendidikan yang cenderung mengambil jarak atau bahkan terkesan menghindar dari perkembangan teknologi. Barang elektronik seperti Televisi. Radio. Handphone, dan sebagainya memiliki peranan yang besar dalam pendidikan disamping harus diakui juga memang ada mudharat-nya. Peran lembaga pendidikan Islam atau pesantren sebagai sentra pendidikan yang berdasar agama Islam sudah sepatutnya dapat memposisikan dirinya menjadi pencetus perubahan masyarakat bukan malah sebaliknya. Hal tersebut sebagai tanda bahwa agama Islam merupakan agama yang rahmatan lilAoalamin, yang pada intinya tak menolak adanya perubahan dan perkembangan zaman khususnya pada bidang teknologi. Namun dengan catatan bahwa perkembangan teknologi informasi tidak melenceng jauh dan tak bertentangan dengan syariat agama Islam yang tercantum pada Al-Qur'an dan hadits yang shahih. Terkait dengan permasalahan diatas bahwa pesantren tradisional atau yang biasa disebut dengan pesantren salaf perlu melakukan rekonstruksi ulang serta meluruskan pemahaman bahwa diperlukan adanya pembaharuan pada bagian sistem sistem pendidikan yang dianggap tidak relevan dengan zaman yang semakin berkembang seperti saat ini. Lembaga pendidikan Islam atau pesantren diharapkan mampu melakukan usaha untuk mengubah pengertian terhadap ajarannya agar tetap mampu bersaing dan relevan dengan perkembangan teknologi serta perkembangan budaya. Jika lembaga pendidikan Islam atau pesantren tidak melakukan upaya untuk beradaptasi maka bisa saja lembaga pendidikan Islam atau pesantren akan mendapatkan tantangan yakni menjadi terhambat dalam hal Bahkan lembaga pendidikan Islam atau pesantren diharuskan dapat merealisasikan sistem pendidikan yang balance antara urusan akhirat dengan hubungan dunia yakni dengan cara menyatukan antara tradisional dengan konsep modern. Jika lembaga pendidikan Islam atau pesantren melabeli dirinya dengan lembaga pendidikan tradisional yang hanya berkutat dengan nilai autentik yang berasal dari leluhur yakni dengan hanya berpaku pada pengajaran yang selalu berasal dari Al-QurAoan dan Al-Hadits serta kitab-kitab klasiknya, tanpa adanya pembaharuan metodologis. Jika itu terus terjadi maka siap atau tidak maka lembaga pendidikan Islam atau pesantren akan ditinggalkan oleh masyarakat dan akan mati secara perlahan karena tak mampu bersaing dengan lembaga pendidikan modern. Atas dasar tersebut, merekonstruksi ulang lembaga pendidikan Islam atau pesantren sangat diperlukan guna eksistensi dunia pesantren yang merupakan cikal bakal pendidikan agama khususnya agama Islam. 133 Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam | Volume 05 No. 1 2022 | Adopsi Teknologi Pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani Tantangan Pesantren Indonesia dalam Mengadopsi Teknologi Di era serba teknologi ini akan memungkinkan transformasi signifikan terhadap segi kehidupan sosial budaya masyarakat khususnya di Indonesia. Pada hakikatnya, agama adalah pondasi penting bagi bangsa untuk mengendalikan benturan-benturan nilai bangsa. Untuk itu dibutuhkan mental yang produktif, kreatif dan partisipasi yang tinggi terhadap kemajuan teknologi, agar kita sebagai masyarakat dapat bertahan hidup dengan baik. Teknologi ini tentunya memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan, salah satunya dalam bidang Sebagaimana mestinya, pesantren pun harus dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan mengadopsi teknologi di lingkungan pembelajarannya. Teknologi ini mengubah cara bertahan hidup manusia seperti cara berkomunikasi, belajar, mencari nafkah, berbisnis dan sebagainya. Cara hidup di era ini juga semakin dipermudah dengan bantuan internet juga gawai yang kini hampir setiap kalangan Untuk itu, bukan hal yang tidak mungkin apabila pesantren turut memberikan fasilitas teknologi yang mumpuni untuk membantu para santri berkembang. Teknologi ini diharapkan dapat mengembangkan kualitas dan mutu pendidikan di lingkungan pesantren. Dengan hadirnya teknologi ini, penyebaran informasi dan juga pengetahuan dapat dipermudah. Dari penjabaran dampak positif dari perkembangan teknologi di lingkungan pesantren, adapun beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk menghadapi tantangan pesantren dalam mengadopsi teknologi,7 yaitu: Pertama, pola kepemimpinan. Seperti yang diketahui, bahwa kebanyakan pesantren di Indonesia memiliki budaya kepemimpinan yang khas dengan otoriter dan kharismatik. Dari pola kepemimpinan tersebut, dapat kita berikan sedikit perubahan dalam pola kepemimpinan seperti rasionalistik dan demokrasi. Dengan begitu, pusat kepemimpinan bukan hanya terpusat pada Kiai, tetapi juga dapat dibantu dengan pelayanan kelembagaan pesantren yang lebih rasional dan responsif bagi para santri. Dari kelembagaan yang sedikit terbuka inilah, akan membuka jalur para santri untuk memiliki sedikit kebebasan untuk berinovasi dan memberikan gagasan mereka, tentunya tetap dengan pengawasan dan prinsip keagamaan Kedua, struktur kurikulum. Pada struktur kurikulum, kebanyakan pesantren memiliki banyak mata pelajaran mendasar yang kurang diberikan penekanan. Terlalu banyak mata pelajaran yang harus ditempuh oleh santri ini, membuat mereka sulit mempelajari suatu bidang Iryana. Tantangan Pesantren Salaf di Era Modern. AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan KeIslaman, 2. , 64-87. 134 Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam | Volume 05 No. 1 2022 | Adopsi Teknologi Pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani secara mendalam. Hal ini juga yang kurang mendukung para santri untuk membuat gagasan baru atau berpikir kritis dan inovatif sesuai dengan bidang yang minati. Ketiga, sistem pengajaran. Biasanya sistem pengajaran dalam pesantren ini lekat sekali dengan tradisi turun-temurun. Walaupun ada sisi positif dari pengajaran yang didasari oleh tradisi, tetapi hal ini juga memiliki sisi negatif. Sisi negatifnya diantaranya adalah sistem dogmatisme ini akan membuat pemikiran santri menjadi kurang dinamis dan jurang memiliki pemikiran yang kritis dan inovatif. Padahal di era teknologi ini, kita dituntut untuk bisa membiasakan diri dengan perkembangan teknologi. Keempat, pendidikan keterampilan. Kebanyakan pesantren hanya fokus pada kegiatan keterampilan ritual keagamaan. Sangat disayangkan padahal keterampilan dan kecakapan hidup ini dapat kita temui di berbagai macam program keterampilan. Tentunya para santri lulusan pesantren diharapkan bukan hanya memiliki perilaku dan ilmu agama saja, tetapi dengan berbagai keterampilan lain juga mereka akan dapat membantu masyarakat agar dapat menyelesaikan masalah di lingkungannya. Kelima, akses komunikasi dengan dunia luar. Pesantren biasanya terletak di pedesaan yang belum terjangkau akses internet. Hal ini yang menghambat akses komunikasi pesantren dengan dunia luar. Padahal teknologi informasi seperti internet memiliki peran penting dalam basis pendidikan dan juga dakwah dimana piranti pendukung tersebut akan melatih para santri untuk mengaktualisasikan peran mereka di tengah-tengah peradaban modern. Untuk itu, akan lebih baik apabila pesantren mulai membuka diri agar memiliki akses dengan dunia luar tentunya dengan bantuan teknologi. Pengaruh Positif Perkembangan Teknologi bagi Pembelajaran Kemajuan teknologi menuju era yang serba digital semakin berkembang secara cepat. Pada saat ini setiap individu memiliki habit atau kebiasaan hidup yang tak bisa terpisahkan dengan yang namanya teknologi. Era digital telah membawa banyak perubahan positif yang tentunya dapat dimanfaatkan secara maksimal dan sayang sekali jika kita belum bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal. Seperti masalah yang telah dijabarkan diatas yakni sebagian besar pesantren masih belum mengadaptasi teknologi dalam sistem pembelajaran, tentu para santri belum dapat pula merasakan dampak positif dari berkembangnya teknologi. Teknologi belum diadaptasi pada sebagian besar pesantren di Indonesia karena dianggap mendatangkan mudharat yang lebih besar. Padahal jika kita menelaah lebih jauh, 135 Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam | Volume 05 No. 1 2022 | Adopsi Teknologi Pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani banyak pula sisi positif yang didapat jika pesantren mengadaptasi teknologi dalam sistem pembelajaran, berikut dampak positif dari perkembangan teknologi8: Pertama, adanya media elektronik sebagai sumber ilmu pengetahuan dan pusat Seperti yang telah kita ketahui bersama, tenaga pendidik atau guru tidak bisa dijadikan sumber satu-satunya untuk mendapatkan ilmu baru. Siswa juga perlu mendapatkan ilmu melalui sumber lain agar tak selalu terpaku dengan sesuatu yang guru katakan. Bahkan tak jarang bahwa banyak pula perbedaan pandangan antara guru yang satu dengan guru yang Dengan hadirnya media elektronik dianggap mampu menjadi sumber baru yang relevan dan terpercaya. Guru juga dapat mengajarkan siswa untuk mengadopsi teknologi dalam pembelajaran, dengan ini guru bisa dikatakan sebagai pembimbing siswa karena telah mengarahkan serta memantau jalannya pendidikan agar siswa tidak salah dalam mengadopsi teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Kedua, hadirnya teknik pembelajaran yang baru. Seiring dengan majunya teknologi, maka tak menutup kemungkinan bahwa akan ada metode-metode pembelajaran yang baru, metode pembelajaran yang baru ini dianggap mampu untuk memberikan manfaat kepada kegiatan pembelajaran yakni dapat memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran sehingga dapat membuat siswa serta guru mampu memahami materi yang kompleks atau dikenal dengan istilah HOTS (Higher Order Thinking Skil. Ketiga, mudah melakukan komunikasi. Komunikasi ialah interaksi antara 2 individu atau lebih, komunikasi tersebut dapat dilakukan melalui tatap muka. Namun dengan perkembangan teknologi, komunikasi dapat dengan mudah dilakukan walaupun terhalang Salah satunya ialah santri yang mengharuskan ia menetap di dalam Pesantren dan jauh dari orang tua. Tak jarang pula ada santri yang kehilangan konsentrasi dan semangat belajar karena memikirkan keluarga yang jauh disana. Dengan adanya perkembangan teknologi memudahkan santri dalam berkomunikasi dengan kerabat atau keluarga sehingga dapat pula meningkatkan semangat dan motivasi dalam menuntut ilmu agama Islam di pesantren. Bahwasanya Allah SWT. akan meninggikan derajat orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Mujadillah 58:11: a AaeO eaaeA a Aa aauoe aOaa aea eA Aa aeaA Aea a aea aa ee aa aea aaue aia A Aa A AaeO aeeaOa A a Aae aeiA a Aae ae ea eaaeeA s ae aeauoe aOaea aeO a eaUea a Aa acaa aeUaaeaI aaeeUA An aO A Arif. Perkembangan Pesantren di Era Teknologi. Jurnal Pendidikan Islam UIN Sunan Gunung Djati, 28. , 307-322. Al-Attas. The concept of education in Islam. Muslim Youth Movement of Malaysia. 136 Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam | Volume 05 No. 1 2022 | Adopsi Teknologi Pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani Artinya: AuWahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu. AuBerilah kelapangan didalam majelis-majelis,Ay maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan. AuBerdirilah kamu,Ay maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat . orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan. Ay Dalam QS. Al-Mujadilah 58:11: ini secara garis besar memberikan himbauan atau anjuran bahwa sebagai umat Islam yang beriman diharapkan mampu untuk memanfaatkan teknologi karena teknologi mampu memberikan dampak positif bagi keberlangsungan hidup umat muslim khususnya dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap Umat muslim yang beriman. Kesimpulan Jika dilihat dari sisi historis, pendidikan Islam di Pesantren telah mengalami banyak kemajuan terutama terkait hal mencetak generasi ilmuwan atau ulama baik dalam hal agama maupun pengetahuan umum. Berkembangnya zaman diiringi dengan majunya teknologi informasi dapat mengubah secara bertahap pandangan terhadap pesantren yang saat ini semakin lebih peka terhadap pembaharuan dan inovasi ilmu pengetahuan. Bukan hal yang tidak mungkin, kemajuan teknologi informasi ini akan semakin mempermudah pendidikan untuk lebih maju, begitu pula dengan pendidikan di pesantren. Dibalik sisi negatif dari teknologi, banyak sisi positif yang dapat menunjang para santri untuk turun langsung ke dunia yang lebih Teknologi dapat menjadi alat untuk berlatih terjung ke dunia yang lebih luas tanpa mengenal jarak dan waktu. Untuk itu, akan lebih baik adaptasi teknologi dalam lingkungan pesantren ini dipertimbangkan, tentunya dengan tidak melupakan ajaran, dogma, dan tradisi pesantren itu sendiri. Kita juga semakin memiliki harapan agar santri dapat menciptakan sesuatu teknologi yang berguna bagi masyarakat, khususnya untuk memperkaya masyarakat dengan ilmu agamanya, supaya dapat menjadi insan yang Rabbani. Saran Zaman semakin hari semakin berkembang, termasuk didalamnya mencakup pendidikan dan teknologi juga, sehingga dalam membentuk generasi rabbaniyah pada zaman ini perlu penyesuaian dalam kegiatan belajar dan mengajar. Pesantren sebagai tempat pendidikan non formal Islam banyak diantaranya masih menggunakan metode konvensional, walau sebenarnya kegiatan belajar mengajar bisa diaktifkan atau dikombinasikan dengan teknologi sehingga pembelajaran lebih menarik dan bervariasi. Sehingga dalam prosesnya santri atau peserta didik 137 Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam | Volume 05 No. 1 2022 | Adopsi Teknologi Pada Pesantren Menuju Generasi Rabbani dapat belajar selain dalam mempelajari keagamaan, mereka juga mempelajari bagaimana perkembangan teknologi. Penggunaan teknologi tentunya perlu untuk dibatasi karena teknologi dapat sangat bermanfaat maupun sangat merugikan di waktu yang sama tergantung siapa pengguna alat teknologi. Daftar Pustaka