Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 Edukasi Bahan Tambahan Pangan Pada Masyarakat di Desa Langkura Santi1,* Teknologi Laboratorium Medis. Fakultas Teknologi Kesehatan. Universitas Megarezky. Jl. Antang Raya No. Makassar, 90234 * santi. ssi96@gmail. ABSTRAK Pengembangan produk makanan yang baik dan sehat telah menjadi perhatian pemerintah khususnya kabupaten Jeneponto guna meningkatkan pendapatan daerah, namun pengetahun masyarakat akan pentingnya makanan yang baik dan bebas dari bahan tambahan pangan yang berbahaya sangat penting dan perlu di tingkatkan. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya calon UKM di Desa Langkura Kab. Jeneponto tentang makanan yang baik dan mampu mengenal produk yang mengandung bahan tambahan makanan yang tidak berbahaya bagi kesehatan. Materi edukasi disampaikan melalui penjelasan interaktif tentang makanan yang baik dan bebas dari bahan tambahan pangan yang berbahaya. Kata kunci: bahan pangan. bahan tambahan pangan ABSTRACT The development of good and healthy food products has become a concern for the government, especially Jeneponto district, in order to increase regional income, but public knowledge of the importance of good food that is free from dangerous food additives is very important and needs to be The aim of this community service activity is to increase community knowledge, especially prospective SMEs in Langkura Village. District. Jeneponto about good food and being able to recognize products that contain food additives that are not harmful to health. Educational material is delivered through interactive explanations about good food that is free from dangerous food additives. Keywords: food ingredients. food additives DOI: Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 PENDAHULUAN Bahan tambahan pangan dapat diartikan sebagai bahan yang ditambahkan dengan sengaja dan kemudian terdapat dalam makanan sebagai akibat dari berbagai tahap budidaya, pengolahan, penyimpanan maupun pengemasan (Yusmaniar et al. , 2. Pada kenyataannya berbagai bahan tambahan yang dikenal sekarang merupakan modifikasi bahan-bahan yang secara alamiah ada dalam bahan makanan sebelumnya (Angeline dkk. , 2. Bahan Tambahan pangan (BTP) yang aman/diizinkan dapat dijadikan acuan oleh masyarakat dan pengusaha (Rohmah & Rezania, 2. Pemakaian pengawet pada bahan pangan dan dengan dosis yang tidak teratur dan diawasi, akan menimbulkan kerugian bagi pemakainya baik yang bersifat langsung, misalnya keracunan maupun yang bersifat tidak langsung atau kumulatif, misalnya dapat bersifat karsinogenik (Santi, 2. Makanan yang mengandung BTP berbahaya dapat berpengaruh pada kesehatan baik secara langsung ataupun tidak langsung (Mayangsari et al. , 2. Pengaruh BTP berbahaya secara langsung contohnya tenggorokan terasa terbakar, iritasi, sakit kepala serta mual (Khazanah, 2. Sedangkan pengaruh secara tidak langsung . enahun /akumulati. seperti gangguan sistem pernafasan, gangguan pada ginjal dan hati, gangguan sistem reproduksi dan kanker, serta kematian (Damat dkk. , 2. Kesadaran masyarakat khususnya Calon UKM di Desa Langkura Kab. Jeneponto akan pentingnya persoalan makanan baik dan mampu mengenal produk yang mengandung bahan tambahan makanan yang tidak berbahaya bagi kesehatan perlu ditingkatkan melalui pemberian edukasi tentang makanan yang baik dan bahan tambahan pangan yang baik, sehigga diharapkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang makanan yang baik dan mampu mengenal produk yang mengandung bahan tambahan pangan yang tidak berbahaya bagi kesehatan. MASALAH. TARGET DAN LUARAN Masalah yang ada pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kurangnya akses Masyarakat khususnya calom UKM tentang bahan tambahan pangan yang di izinkan dan dilarang di gunakan pada bahan pangan, dan kurangnya pengetahuan masyarakat khususnya Calon UKM di Desa Langkura Kab. Jeneponto akan pentingnya persoalan makanan yang baik dan mengenal produk pangan yang mengandung bahan tambahan pangan yang berbahaya bagi Kesehatan. Target dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya kepada calon UKM di desa Langkura dapat ditingkatkan pengetahuan dan pemahamannya tentang makanan yang baik dan sehat serta mampu mengenal bahan tambahan pangan yang di izinkan untuk digunakan, sehingga dapat membuat produk makanan menggunakan bahan tambahan pangan . ewarna, pemanis, pengawet, peras. yang diizinkan oleh pemerintah dan sesuai takaran yang diizinkan. Luaran dari kegiatan edukasi ini terjadi peningkatan pemahaman masyakarat calon UKM tentang bahan tambahan pangan yang baik dan sehat. Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 Gambar 2. Peta Lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2023 di Desa Langkura Kabupaten Jeneponto mengangkat tema pemberian edukasi bahan tambahan pangan yang baik pada calon UKM. Metode edukasi di awali dengan survei lokasi kegiatan pengabdian masyarakat untuk observasi masalah yang dihadapi masyarakat. Setelah menentukan lokasi kegiatan maka dilakukan perizinan kepada pihak pemerintah setempat dan mengundang masyarakat peserta kegiatan khususnya calon UKM. Kegiatan edukasi diberikan melalui penjelasan interaktif tentang makanan yang baik dan bahan tambahan pangan yang di izinkan dan dilarang penggunaannya oleh pemerintah Indonesia serta dampaknya bagi kesehatan manusia. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada masyarakat khususnya calon UKM di Desa Langkura Kabupaten Jeneponto dengan peserta sebanyak 21 orang. Kegiatan diawali dengan survei lokasi kegiatan pengabdian, melakukan perizinan kegiatan pengabdian dan mengundang masyarakat yang akan diberikan edukasi. Kegiatan edukasi di lakukan di halaman rumah bapak kepala Desa Langkura pada jam yang telah di sepakati antara pihak peserta dengan pelaksana pengabdian Kegiatan dilanjutkan dengan acara pengenalan dan pengarahan dari pihak pelaksana dan bapak kepala desa Langkura. Setelah perkenalan di lakukan edukasi tentang makanan yang baik dan bahan tambahan pangan yang baik kepada masyarakat calon UKM. Respon yang diberikan oleh perwakilan 21 orang peserta terbilang positif dan masyarakat cukup aktif diskusi tentang materi edukasi serta terdapat peningkatan pengetahuan dari peserta edukasi. Materi disiapkan sebagai solusi permasalahan yang dihadapi oleh peserta. Materi yang disiapkan meliputi ciri-ciri pangan yang baik, klasifikasi bahan tambahan pangan, bahan tambahan pangan yang baik dan diizinkan baik yang alami maupun sintesis dan BTP yang dilarang penggunaannya. Kegiatan dimulai dengan perkenalan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan edukasi tentang bahan tambahan pangan dan dilanjutkan dengan tanya jawab dengan peserta. Melalui edukasi makanan yang baik dan bahan tambahan pangan yang baik masyarakat calon UKM diharapkan dapat memahami produk pangan yang baik serta bahan tambahan pangan yang dapat Berdasarkan hasil pengamatan, diskusi dengan peserta penyuluhan masyarakat calon UKM, diperoleh informasi bahwa pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya memilih produk BTP yang baik mengalami peningkatan pengetahuan baik tentang bahan tambahan pangan yang di izinkan dan dilarang. Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 Gambar 4. Dokumentasi Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat KESIMPULAN Kegiatan edukasi bahan tambahan pangan pada calon UKM di Desa Langkura Kabupaten Jeneponto telah dilaksanakan dengan baik dan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan edukasi dan diharapkan kegiatan ini dapat memberi manfaat pada masyarakat di Desa Langkura Kabupaten Jeneponto. UCAPAN TERIMAKASIH