Jurnal Antara Abdimas Keperawatan Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2798-3226. DOI: 10. Program Pengabdian Masyarakat Berupa Pendidikan Kesehatan pada Remaja tentang Pencegahan Stunting Intan Prasetya Wulandari1 . Rokhaidah1 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Indonesia Info Artikel ABSTRACT Riwayat Artikel: Stunting merupakan salah satu masalah gizi utama yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Remaja sebagai calon orang tua memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting, namun tingkat pengetahuan mereka masih tergolong rendah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan berbasis media digital. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif, diskusi, dan pemberian media edukasi berupa e-booklet kepada 53 siswa SMK. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebesar 72. Setelah diberikan edukasi, hasil post-test meningkat signifikan dengan rata-rata skor Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan stunting. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkesinambungan untuk memperkuat peran remaja sebagai agen perubahan dalam mendukung penurunan prevalensi stunting di Indonesia. Dikirim 25 Septemebr, 2025 Revisi 30 September, 2025 Diterima 13 Oktober, 2025 Kata Kunci: Edukasi Kesehatan. Remaja. Stunting. Pengabdian Masyarakat This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Rokhaidah Departemen Keperawatan. UPN Veteran Jakarta. Indonesia Email : rokhaidah@upnvj. PENDAHULUAN Stunting masih menjadi tantangan serius dalam tumbuh kembang anak. Secara global, prevalensi stunting pada tahun 2022 mencapai 22,3%, dengan angka tertinggi terjadi di Asia sebesar 52% dan Afrika sebesar 43% (WHO & UNICEF, 2. Di Indonesia, prevalensi stunting masuk dalam kategori sangat tinggi, yakni sebesar 21,6% berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 334. 848 bayi dan balita (Kemenkes RI, 2. Di wilayah DKI Jakarta, prevalensi stunting tahun 2023 tercatat sebesar 19,8%. Khususnya di Jakarta Selatan, sebanyak 10,4% balita mengalami stunting, dan wilayah ini menempati urutan kedua prevalensi stunting tertinggi setelah Kepulauan Seribu dengan angka 13,7% (Pemprov DKI Jakarta. Meskipun prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022 (Kemenkes RI, 2. , dampak jangka panjang stunting masih sangat Salah satunya adalah rendahnya mutu sumber daya manusia yang berpengaruh pada produktivitas akibat keterbatasan fisik dan kognitif di usia dewasa (Dharma, 2. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi bangsa. Oleh karena itu, pencegahan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Pencegahan stunting tidak hanya dimulai sejak kehamilan, tetapi juga dapat diupayakan melalui keterlibatan remaja. Remaja sebagai agent of change diharapkan mampu berperan aktif dalam meningkatkan pengetahuan gizi, menerapkan pola makan seimbang, serta berpartisipasi dalam perilaku hidup sehat. Pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menjalankan prinsip hidup sehat akan menjadi bekal penting untuk mencegah stunting pada generasi mendatang (Yumni et al. , 2. Journal homepage: https://ejournal. id/index. php/abdimaskep A ISSN: 2798-3226 Namun, kenyataannya sebagian besar remaja masih memiliki pengetahuan yang rendah mengenai Penelitian di Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa 57,62% remaja belum memahami stunting, penyebab, dampak, serta keterkaitannya dengan pola hidup sehat (Andy Muharry et al. , 2. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi pendidikan kesehatan yang tepat agar remaja memiliki pemahaman yang lebih baik. Pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai isu Melalui pendidikan kesehatan, remaja dapat memperoleh informasi yang akurat, sehingga pemahaman mereka mengenai masalah kesehatan menjadi lebih baik (Ajani, 2. Keberhasilan pendidikan kesehatan juga sangat dipengaruhi oleh media yang digunakan. Media edukasi yang menarik seperti video dan e-booklet terbukti mampu meningkatkan daya tarik dan pemahaman peserta didik karena materi disajikan dengan visual, animasi, serta fitur interaktif yang mudah diakses melalui perangkat digital (Dianawati, 2022. Najahah et al. , 2022. Assa et al. , 2. Video memberikan keuntungan karena menyajikan materi dengan gambar, suara, dan gerakan sehingga lebih mudah dipahami, sementara e-booklet menawarkan fleksibilitas dan fitur pencarian yang memudahkan pengguna dalam memahami informasi (Najahah et al. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan dapat meningkatkan perilaku remaja hingga 60% terkait pencegahan stunting (Novita Amaris Susanto et al. , 2. Demikian pula, penelitian lain membuktikan bahwa media digital seperti e-booklet lebih efektif dibandingkan media tradisional karena mampu menyajikan informasi dengan visualisasi menarik dan interaktif (Febri Kurniatin & Zakiyya, 2022. Az-Zahra & Kurniasari, 2022. Yanti et al. , 2. Media pendidikan kesehatan yang sesuai gaya belajar remaja akan memengaruhi keterlibatan pancaindra, minat, serta daya ingat, sehingga informasi lebih mudah dipahami dan diingat (Bardia & Aulia, 2023. Widiyastuti et al. , 2022. Saragih & Andayani. Studi pendahuluan di SMK menunjukkan bahwa hanya 36,88% siswa memiliki pengetahuan dasar mengenai stunting. Sebagian siswa memang memperoleh informasi melalui pelajaran sekolah, namun mayoritas belum mendapatkan edukasi dari orang tua maupun lingkungan. Bahkan, hanya dua siswa yang mengetahui penggunaan tablet tambah darah sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Kondisi ini menegaskan bahwa pengetahuan remaja tentang pencegahan stunting masih rendah, sehingga diperlukan kegiatan edukasi kesehatan yang terstruktur dan menarik. Oleh karena itu, perlu dilakukan program pengabdian masyarakat berupa pemberian pendidikan kesehatan dengan media edukasi interaktif, salah satunya e-booklet, untuk membantu meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan stunting. METODE Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMK dengan melibatkan 53 siswa kelas X dan XI sebagai peserta. Kegiatan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan berbasis media digital. Tahap persiapan dilakukan dengan koordinasi bersama pihak sekolah, penyusunan materi edukasi, serta pembuatan media berupa e-booklet yang dapat diakses dengan mudah melalui gawai siswa. Pada tahap pelaksanaan, peserta terlebih dahulu mengisi kuesioner pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal. Selanjutnya dilakukan penyuluhan kesehatan melalui metode ceramah interaktif yang dipadukan dengan diskusi kelompok, dengan menggunakan e-booklet sebagai media utama penyampaian informasi. Sesi tanya jawab juga diberikan agar siswa lebih aktif memahami materi. Evaluasi dilakukan dengan membagikan kuesioner post-test setelah kegiatan untuk menilai peningkatan pengetahuan. Hasil pre-test dan post-test kemudian dibandingkan untuk melihat efektivitas program. Selain itu, evaluasi kualitatif dilakukan melalui umpan balik lisan mengenai pemahaman dan kesan siswa terhadap kegiatan. Sebagai tindak lanjut, e-booklet tetap diberikan akses kepada siswa untuk digunakan sebagai bahan bacaan mandiri, serta disarankan kepada pihak sekolah agar materi pencegahan stunting dimasukkan ke dalam kegiatan edukasi kesehatan rutin melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS). HASIL 10 Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Remaja . Karakteristik Mean Min-Max Usia Remaja Tabel 1 menunjukkan bahwa dari total jumlah peserta sebanyak 53 siswa didapatkan hasil mayoritas remaja rata-rata usia 16 tahun sebanyak 31 anak . 5%). Usia terendah yaitu 15 tahun dan tertinggi 17 Intan Prasetya Wulandari & Rokhaidah. Vol. No. Desember 2025: 39-43 Intan Prasetya Wulandari & Rokhaidah ISSN: 2798-3226 Tabel 2 Distribusi Rata-rata Skor Pre-test dan Post-test . Variabel Pengetahuan Mean Median Min-max Pre-test Post-test Pada Tabel 2 terlihat bahwa hasil rata-rata skor kuesioner pre-test dari 53 siswa adalah 72 dengan median 76 dan standar deviasi 17,98. Skor terendah yang diperoleh pada pre-test adalah 23, sedangkan skor tertinggi mencapai 94. Setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan, rata-rata skor post-test meningkat menjadi 88 dengan median 88 dan standar deviasi 7,67. Skor terendah pada post-test adalah 76 dan skor tertinggi mencapai 100. PEMBAHASAN . PT) Pelaksanaan program pengabdian masyarakat di SMK Mulia Karya Husada berhasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai pencegahan stunting setelah diberikan pendidikan Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari 72 menjadi 88. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa pendidikan kesehatan dengan media e-booklet efektif untuk memperluas pengetahuan remaja. Hal ini sejalan dengan pernyataan bahwa tingkat pengetahuan sangat dipengaruhi oleh informasi yang diterima, di mana semakin banyak informasi yang diperoleh maka semakin tinggi pula pengetahuan yang dimiliki (Andiani et al. , 2. Pengetahuan yang luas juga memungkinkan remaja lebih mandiri dalam mencari informasi terkait kesehatan (Berliana et al. , 2. Karakteristik peserta turut berkontribusi pada keberhasilan program ini. Mayoritas peserta berusia 15Ae17 tahun, yaitu fase remaja menengah, yang ditandai dengan rasa ingin tahu tinggi sehingga cenderung mudah menerima informasi baru (Marlia, 2020. Aziziyah et al. , 2. Selain itu, sebagian besar peserta adalah perempuan, yang menurut penelitian sebelumnya lebih dominan dalam hal pengetahuan kesehatan (Malisngorar et al. , 2. Faktor pendidikan orang tua, khususnya ibu, juga dapat memengaruhi keberhasilan kegiatan edukasi karena orang tua berperan dalam mendukung anak mencari informasi tambahan (Humaira et al. , 2. Faktor pekerjaan orang tua yang berkaitan dengan status sosial ekonomi turut menentukan akses terhadap informasi kesehatan (Hasanah et al. , 2020. Indrawatiningsih et al. , 2. Keberhasilan peningkatan pengetahuan dalam kegiatan ini tidak terlepas dari pemilihan media E-booklet terbukti menjadi media yang menarik bagi remaja karena dapat diakses melalui perangkat digital yang mereka gunakan sehari-hari. Konten visual, gambar, serta desain interaktif dalam e-booklet membuat materi lebih mudah dipahami dan diingat (Dianawati, 2022. Najahah et al. , 2022. Assa et al. , 2. Penelitian sebelumnya juga menegaskan bahwa media digital lebih efektif dibandingkan media konvensional karena dapat menstimulasi lebih banyak pancaindra dalam proses belajar (Febri Kurniatin & Zakiyya, 2022. Az-Zahra & Kurniasari, 2022. (Yanti et al. , 2. Hal ini terbukti pada peserta yang menunjukkan peningkatan skor pengetahuan secara signifikan setelah intervensi. Secara keseluruhan, program pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan dengan media e-booklet dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan stunting. Kegiatan serupa perlu terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pihak sekolah, guru, dan keluarga agar dampak edukasi dapat lebih optimal dan berkesinambungan (Bardia & Aulia, 2023. Widiyastuti et al. , 2022. Saragih & Andayani, 2. KESIMPULAN Program pengabdian masyarakat berupa pendidikan kesehatan dengan media e-booklet di SMK terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan stunting. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 72 pada pre-test menjadi 88 pada post-test, yang menegaskan bahwa edukasi kesehatan interaktif mampu memberikan dampak signifikan terhadap pemahaman peserta. Peningkatan ini juga didukung oleh karakteristik remaja yang memiliki rasa ingin tahu tinggi serta penggunaan media digital yang sesuai dengan gaya belajar mereka. Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan melalui media e-booklet dapat menjadi strategi yang tepat untuk memperkuat peran remaja sebagai agen perubahan dalam upaya pencegahan stunting. ACKNOWLEDGEMENTS Penulis mengucapkan terima kasih kepada SMK X di Depok yang telah memberikan izin dan dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para guru dan seluruh siswa yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan edukasi Program Pengabdian kepada Masyarakat berupa Pendidikan Kesehatan pada Remaja tentang Pencegahan Stunting (Rokhaida. A ISSN: 2798-3226 kesehatan mengenai pencegahan stunting. Tidak lupa penulis menghargai kontribusi rekan-rekan sejawat di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta yang turut membantu dalam persiapan materi dan pelaksanaan program. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada seluruh partisipan yang telah berkontribusi dalam kegiatan Pendidikan kesehatan ini. DAFTAR PUSTAKA