PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 2023. Vol. No. 2, 179-189 https://doi. org/10. 55681/primer. ANALISIS STRUKTUR DAN UNSUR KEBAHASAAN ARTIKEL ILMIAH POPULER DALAM RUBRIK OPINI SINDONEWS EDISI TAHUN 2021 SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR ARTIKEL ILMIAH POPULER DI KELAS XII Ai Siti Nurjamilah1*. Indriani Suharyan2 1,2Universitas Siliwangi aisitinurjamilah@unsil. e-ISSN: 2985-7996 Article History: Received: 28-02-2023 Accepted: 03-04-2023 Abstrak : Bahan ajar merupakan salah satu unsur yang penting dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat menyiapkan bahan ajar yang baik sesuai dengan tuntutan Meskipun demikian, pada kenyataannya bahan ajar yang tersedia belum relevan dengan kebutuhan peserta didik dan masih terbatas, termasuk bahan ajar Artikel Ilmiah Populer di Kelas XII. Permasalahan bahan ajar tersebut terjadi di MAN 4 Ciamis. SMAN 3 Tasikmalaya, serta SMAN 4 Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan unsur kebahasaan artikel ilmiah populer dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021 serta mengetahui dapat atau tidaknya artikel ilmiah populer dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021 dijadikan sebagai alternatif bahan ajar Artikel Ilmiah Populer di kelas XII. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini ialah teknik wawancara dan pemeriksaan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . kesepuluh artikel ilmiah populer yang penulis analisis telah memiliki struktur yang lengkap, meliputi pernyataan pendapat, argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. kesepuluh artikel ilmiah populer yang penulis analisis telah memiliki unsur kebahasaan yang lengkap, meliputi adverbia, konjungsi, dan kosakata sehingga dapat membantu peserta didik dalam mencapai kompetensi 11 di kelas XII. kesepuluh sampel artikel ilmiah populer yang penulis analisis dari segi kesesuaiannya dengan kriteria bahan ajar yang mencakup tinjauan teks dengan kurikulum dan tinjauan isi bahan ajar telah sesuai dan dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar Artikel Ilmiah Populer di kelas XII. Kata Kunci : Artikel Ilmiah Populer. Opini. Analisis. Bahan Ajar This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 02 (April, 2. : 179-189 e-ISSN 2985-7996 PENDAHULUAN Sistem pendidikan di Indonesia saat ini menggunakan kurikulum 2013 edisi revisi. Kurikulum 2013 edisi revisi merupakan bentuk penyempurnaan dari kurikulum 2013 yang digunakan sebelumnya. Meskipun telah terjadi beberapa kali revisi, pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia tetap berbasis genre. Kemendikbud . 6: 1-. dalam Silabus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2016 menjabarkan bahwa kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan tiga hal lingkup materi yang saling berhubungan dan saling Ketiga hal lingkup materi tersebut yakni bahasa . engetahuan tentang bahasa Indonesi. , sastra . emahaman, apresiasi, tanggapan, analisis, dan penciptaan karya sastr. , serta literasi . erluasan kompetensi berbahasa Indonesi. Berdasarkan pernyataan tersebut, penulis memahami bahwa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, peserta didik dituntut untuk memiliki pengetahuan yang memadai mengenai berbagai genre teks bahasa Indonesia dan mampu mencipta berbagai genre teks bahasa Indonesia. Hal tersebut dapat dicapai salah satunya dengan memiliki keterampilan menggunakan dan mengembangkan bahan ajar yang baik. Suwandi . mengatakan bahwa pengembangan bahan ajar sangat penting dilakukan mengingat bahan ajar yang tersedia belum tentu relevan dengan kebutuhan peserta didik, baik ditinjau dari aspek kedalaman materi, tingkat kesulitan, maupun karakteristik peserta Umumnya, buku teks menjadi bahan ajar yang banyak digunakan oleh guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Saat penulis melakukan wawancara kepada tiga guru Bahasa Indonesia dari sekolah yang berbeda, yaitu Ibu Rohimatul Aminah. Pd. dari MAN 4 Ciamis. Ibu Mumun Murlimah. Pd. dari SMAN 3 Tasikmalaya, dan Ibu Risnawaty Tarabubun. Pd. dari SMAN 4 Tasikmalaya, penulis mendapatkan simpulan bahwa ketiganya memiliki permasalahan yang sama berupa terbatasnya bahan ajar dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, termasuk pada materi Artikel Ilmiah Populer di kelas XII yang dominan bersumber dari buku paket. Setelah penulis mencermati artikel dalam submateri AuMenganalisis Kebahasaan Artikel dan/atau Buku IlmiahAy yang terdapat pada buku paket tersebut, ketiga artikel yang digunakan bersumber dari situs web nasional, tetapi dua di antaranya memiliki keterbacaan yang tidak relevan dengan tingkatan kelas peserta didik sebagaimana hasil perhitungan keterbacaan wacana menggunakan grafik Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk menganalisis struktur dan unsur kebahasaan artikel ilmiah populer dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021 sebagai alternatif bahan ajar Artikel Ilmiah Populer di kelas XII. Penelitian ini mengacu pada satu kompetensi dasar dalam Bahasa Indonesia, yakni kompetensi dasar 3. Menganalisis kebahasaan artikel dan/atau buku ilmiah. Artikel ilmiah populer pada dasarnya merupakan karya ilmiah yang disusun dengan menggunakan bahasa populer . ahasa yang umum digunakan oleh masyaraka. Sebagaimana pendapat Dalman . 5: . yang menyatakan. AuKarya ilmiah populer merupakan suatu karya yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang populer sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca. Ay Kemudian, teks opini merupakan bagian dari karya jurnalistik yang ditulis oleh penulis luar redaktur yang memuat pandangan penulis mengenai suatu peristiwa terkini. Pernyataan tersebut sejalan dengan pendapat Santhi . 9: . yang mengemukakan bahwa teks opini adalah salah satu tulisan yang ditulis oleh penulis luar. Penulis memilih opini yang bersumber dari Sindonews karena Sindonews rutin menerbitkan opini setiap bulan melalui portal webnya. Meskipun tidak diterbitkan secara konsisten setiap hari, tetapi opini yang diterbitkan cukup banyak. Hal tersebut memungkinkan penulis memiliki lebih banyak alternatif dalam memilih artikel ilmiah https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/66 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 02 (April, 2. : 179-189 e-ISSN 2985-7996 populer yang akan dianalisis. Selain itu, permasalahan yang disajikan dalam opini Sindonews pun terbilang menarik dengan penyajian isi yang sederhana, sehingga dapat dipahami secara langsung oleh pembaca serta sesuai dengan perkembangan psikologi dan kognitif peserta didik. Pada tahun 2020. Sindonews juga mendapatkan penghargaan dalam Indonesia WOW Brand Festival Day. Penghargaan Indonesia WOW Brand Festival Day diberikan kepada beberapa jenama yang direkomendasikan oleh masyarakat Indonesia berdasarkan riset dengan jumlah koresponden sebanyak 34. 500 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa Sindonews menjadi sumber informasi terpercaya yang dipilih oleh banyak pembaca di Indonesia. Artikel yang terdapat dalam rubrik opini Sindonews merupakan pendapat yang ditulis oleh para online journalist . urnalis darin. terkait isu-isu hangat di bidang tertentu setelah melalui tahap penyeleksian untuk layak terbit. Dipilihnya analisis struktur dan unsur kebahasaan artikel ilmiah populer dalam penelitian ini pada prinsipnya bukan hanya bertujuan untuk alternatif bahan ajar Artikel Ilmiah Populer di kelas XII saja, tetapi juga untuk melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam mengetahui, memahami, dan menanggapi informasi terkait isu- isu bangsa maupun dunia, sehingga peserta didik dapat mengasah keterampilan menulisnya melalui membaca serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapatnya. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Menurut Yusuf . 7: . AuPenelitian kualitatif dapat dipilih oleh peneliti yang ingin menemukan makna ataupun pemahaman mendalam terkait suatu masalah yang ditelitinya. Ay Kemudian. Heryadi . 4: 42-. AuSecara harfiah penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk menggambarkan mengenai situasi atau kejadian-kejadian suatu subjek yang mengandung fenomena. Ay Terdapat enam langkah yang dilakukan penulis dalam melakukan penelitian ini. Langkahlangkah tersebut dijabarkan sebagai berikut: . mengidentifikasi masalah. setelah memiliki masalah yang cocok dengan metode deskriptif analitis, penulis kemudian membuat instrumen penelitian. penulis mengumpulkan data penelitian menggunakan teknik wawancara dan teknik pemeriksaan dokumen. selanjutnya penulis mendeskripsikan artikel ilmiah populer yang terdapat dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021. penulis lalu menganalisis artikel ilmiah populer yang terdapat dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021 berdasarkan struktur dan unsur . langkah terakhir yaitu penulis melakukan interpretasi dan menarik kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis data. Kesimpulan tersebut digunakan penulis untuk menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya. Populasi dalam penelitian ini termasuk pada populasi terbatas atau terhingga. Nawawi . alam Dimyati, 2013: . AuPopulasi terbatas ialah populasi atau sumber data yang jelas batas-batasnya, secara kuantitatif karena memiliki kualifikasi yang terbatas atau tertentu. Ay Penulis memilih artikel ilmiah populer dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021 yang mengangkat tema sosial, budaya, ekonomi, teknologi, pendidikan, agama, kesehatan, dan lingkungan sebagai populasi. Pemilihan tema tersebut bertujuan agar peserta didik dapat menguasai kompetensi dasar yang telah ditetapkan kurikulum sesuai dengan minat dan perkembangan kognitifnya. Ada pun keseluruhan artikel yang menjadi populasi dalam penelitian ini berjumlah 88 artikel. Sampel dalam penelitian ini ialah sepuluh artikel ilmiah populer yang terdapat dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021. Penulis mengambil sepuluh artikel sebagai sampel dari 88 populasi yang ada untuk dianalisis struktur, unsur kebahasaan, nilai-nilai pendidikan, serta kesesuaiannya dengan bahan ajar. Penulis menggunakan https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/66 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 02 (April, 2. : 179-189 e-ISSN 2985-7996 teknik purposif sampling dalam pengambilan sampel penelitian. Heryadi . 4: . AuTeknik purposif dilakukan peneliti setelah ia memiliki pertimbangan tentang sampel yang akan dipakainya. Pertimbangan itu tentunya berkaitan dengan maksud dikenakannya penelitian bersangkutan. Ay Berdasarkan pernyataan tersebut, penulis memilih teknik purposif karena sampel yang diambil didasarkan pada tujuan tertentu, yakni untuk alternatif bahan ajar Artikel Ilmiah Populer di kelas XII. Dalam pengambilan sampel, penulis menitikberatkan pada artikel yang memiliki tingkat keterbacaan sesuai dengan jenjang kelas peserta didik yakni kelas XII, artikel yang memiliki kelengkapan struktur dan unsur kebahasaan, serta artikel yang kurang dari 800 Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara dan teknik pemeriksaan. Penulis menggunakan teknik wawancara untuk mendapatkan informasi terkait pembelajaran artikel ilmiah populer di kelas XII dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kemudian, penulis menggunakan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan serta menelaah data tersebut. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup dokumen cetak dan dokumen non cetak. Dokumen berbentuk cetak yaitu silabus kurikulum 2013 dan buku cetak yang memuat teori-teori relevan, sedangkan dokumen berbentuk non cetak yaitu artikel ilmiah populer yang diterbitkan dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021 dan buku digital yang memuat teori-teori relevan. Teknik validasi data yang penulis gunakan dalam penelitian ini ialah teknik angket dan teknik tes. Penulis menggunakan teknik angket untuk mengetahui penilaian ahli terhadap artikel ilmiah populer yang akan dijadikan sebagai bahan ajar, sehingga artikel tersebut dapat dikatakan layak. Kemudian, penulis menggunakan teknik tes untuk mengetahui kemampuan peserta didik kelas XII dalam menganalisis unsur kebahasaan artikel ilmiah populer yang dipilih. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Tingkat Keterbacaan Artikel Ilmiah Populer Berdasarkan hasil analisis tingkat keterbacaan wacana menggunakan grafik fry, kesepuluh artikel ilmiah populer yang dijadikan sebagai sampel memiliki tingkat keterbacaan wacana yang relevan dengan kelas XII. Hasil analisis tingkat keterbacaan wacana terhadap 10 artikel ilmiah populer yang dijadikan sampel penelitian dapat dicermati melalui tabel berikut. Tabel 1. Hasil Analisis Tingkat Keterbacaan Artikel Ilmiah Populer https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/66 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 02 (April, 2. : 179-189 e-ISSN 2985-7996 Hasil Analisis Nilai-nilai Pendidikan Artikel Ilmiah Populer Berdasarkan hasil analisis nilai- nilai pendidikan artikel ilmiah populer, kesepuluh artikel ilmiah populer yang dijadikan sampel mengandung nilai-nilai pendidikan yang dicetuskan oleh Kemendikbud, yakni 18 nilai pendidikan karakter. Adapun nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam kesepuluh artikel ilmiah populer yang dianalisis di antaranya nilai: . religius, . jujur, . toleransi, . disiplin, . kerja keras, . kreatif, . mandiri, . demokratis, . rasa ingin tahu, . semangat kebangsaan, . cinta tanah air, . menghargai prestasi, . bersahabat, . cinta damai, . gemar membaca, . peduli sosial, dan . tanggung jawab. Dari 18 nilai pendidikan yang dicetuskan oleh Kemendikbud, terdapat 17 nilai pendidikan yang terkandung dalam sepuluh artikel ilmiah populer yang dianalisis. Nilai peduli lingkungan tidak ditemukan karena artikel ilmiah populer yang dianalisis mengangkat tema lain . ukan mengangkat tema mengenai lingkunga. Adanya nilainilai pendidikan dalam artikel ilmiah populer yang dianalisis dapat dibuktikan melalui salah satu artikel ilmiah populer dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021 berjudul AuMenelisik Komunikasi Lintas Generasi Baby Boomers Terhadap Gen ZAy. Berikut adalah hasil analisisnya. Artikel tersebut mengandung dua nilai pendidikan karakter, yaitu nilai peduli sosial dan nilai bersahabat. Penjelasan keduanya dijabarkan sebagai berikut. Nilai Peduli Sosial Nilai peduli sosial tercermin dalam paragraf 3, khususnya dalam kutipan berikut. AuNamun, kita sebagai generasi baru memang harus bisa menurunkan ego pribadi, jangan mau menang sendiri. Menyesuaikan gaya berbicara dan pemilihan kata adalah hal yang Kita harus bisa menyesuaikan hal tersebut dengan siapa pun itu. Ay Dalam kutipan tersebut terdapat makna tersurat dalam penggalan teks tersebut yang merefleksikan nilai peduli sosial. Melalui penggalan teks tersebut, penulis opini secara langsung mengajak pembaca untuk senantiasa menyesuaikan gaya bicara dengan siapapun agar pemahaman yang baik antar komunikan dapat tercipta. Nilai Bersahabat Nilai bersahabat tercermin dalam paragraf 4, khususnya dalam kutipan berikut. AuKuncinya memang gaya berbicara untuk bisa memulai komunikasi yang lancar. Komunikasi juga membutuhkan kemampuan khusus dalam prosesnya, kita harus mampu mendengar lawan bicara kita dengan baik. Berpikiran positif dapat membuka ruang untuk bisa saling memahami. Ay Nilai bersahabat yang dimaksud dalam konteks penggalan teks tersebut ialah rasa senang menjaga hubungan baik dengan interaksi yang positif antar sesama. Melalui penggalan teks tersebut, penulis opini mengajak pembaca untuk senantiasa berkomunikasi dengan baik kepada lawan bicara serta berpikiran positif. Komunikasi yang baik akan mempererat hubungan antar sesama di samping membuka ruang untuk saling mengerti dan memahami. Hasil Analisis Struktur Artikel Ilmiah Populer Struktur merupakan unsur-unsur dalam teks yang membuat teks menjadi sistematis dan runtut. Struktur isi yang dimaksud dalam penelitian ini ialah pola maupun unsur-unsur pembangun yang terdapat pada artikel ilmiah populer. Suryaman dkk. 7: . menyebutkan bahwa umumnya struktur artikel ilmiah populer terdiri atas tiga bagian, yaitu pernyataan pendapat . hesis statemen. , argumentasi . , dan pernyataan ulang pendapat . Hasil analisis struktur artikel ilmiah populer menunjukkan bahwa kesepuluh artikel ilmiah populer yang dijadikan sampel mengandung struktur yang lengkap, meliputi pernyataan pendapat, argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. Pernyataan https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/66 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 02 (April, 2. : 179-189 e-ISSN 2985-7996 pendapat terdapat dalam paragraf awal artikel yang menjelaskan secara umum topik yang hendak dibahas. Argumentasi terdapat dalam paragraf tengah artikel yang berisi rangkaian pendapat penulis artikel dengan dilengkapi sejumlah teori yang relevan dan Penegasan ulang pendapat terdapat dalam paragraf akhir artikel yang dapat berisi penegasan, simpulan, saran, maupun harapan dari penulis artikel. Berikut adalah hasil analisis struktur salah satu artikel ilmiah populer dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021 yang berjudul AuMenelisik Komunikasi Lintas Generasi Baby Boomers Terhadap Gen ZAy. Pernyataan Pendapat Pernyataan pendapat dalam artikel tersebut berada pada paragraf 1, yakni. AuMenurut teori generasi yang dikemukakan Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall, manusia dapat dikategorikan menjadi enam generasi berdasarkan tahun kelahirannya, yaitu tradisionalis. Baby Boomers. Generasi X. Generasi Millennial. Generasi Z, dan Alpha. Gaya komunikasi antara Generasi Z dan baby boomers sering menimbulkan Pemilihan kata hingga gaya bicara ini sangat berpengaruh pada pemahaman dalam berkomunikasi. Ay Paragraf tersebut berisi penjabaran secara umum mengenai teori generasi yang dikemukakan oleh Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall. Informasi umum tentang klasifikasi generasi yang disajikan oleh penulis opini pada paragraf 1 merupakan gambaran awal untuk pembaca sebelum membahas permasalahan yang akan dibicarakan dalam opini tersebut. Argumentasi Argumentasi dalam artikel tersebut berada pada paragraf 2Ae8. Adapun kutipan paragrafnya ialah sebagai berikut. AuKelancaran dalam komunikasi sangat dibutuhkan dengan jelas. Jika tidak, akan timbul gap komunikasi lintas generasi. Mannheim . mengungkapkan bahwa generasi yang lebih muda tidak dapat bersosialisasi dengan sempurna karena adanya gap antara nilai Ae nilai ideal yang diajarkan oleh generasi yang lebih tua dengan realitas yang dihadapi oleh generasi muda tersebut, lebih lanjut dikatakan bahwa lokasi sosial memiliki efek yang besar terhadap terbentuknya kesadaran individu. Jadi, gap komunikasi antar lintas generasi sebenarnya bukanlah hal yang harus ditakuti justru istilah ini hanya istilah dari kesenjangan antar generasi yang berpotensi menimbulkan masalah. Maka untuk bisa menghindari masalah kita harus kenal dalam cara penanganannya, seperti tiga cara berikut ini AAy Pada paragraf 2 dan 3, penulis opini memfokuskan pembahasannya tentang kemungkinan timbulnya gap komunikasi lintas generasi. Pernyataan tersebut didukung oleh teori Mannheim . yang mengatakan bahwa generasi yang lebih muda tidak dapat bersosialisasi dengan sempurna karena adanya gap antara nilai- nilai ideal yang diajarkan oleh generasi yang lebih tua dengan realitas yang dihadapi. Menurut penulis opini, gap komunikasi lintas generasi tersebut dapat menimbulkan perpecahan antar generasi. Pada paragraf 4 sampai dengan paragraf 8, penulis opini memfokuskan pembahasannya mengenai cara untuk menghindari gap komunikasi lintas generasi. Dalam paragraf tersebut, penulis berpendapat bahwa untuk menghindari permasalahan tersebu, kita dapat melakukan tiga cara sebagai berikut: belajar dan meningkatkan kemampuan public speaking, memposisikan diri kita pada orang lain, serta tidak tergesa-gesa dalam menerima informasi yang umumnya dilakukan oleh generasi Z. https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/66 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 02 (April, 2. : 179-189 e-ISSN 2985-7996 Penegasan Ulang Pendapat Penegasan ulang pendapat dalam artikel tersebut berada pada paragraf 9, yakni. AuSebagai Generasi Z, kita harus lebih mampu memahami, karena hingga pada waktunya kita juga akan merasakan apa yang dirasakan baby boomers saat ini. Ay Paragraf tersebut berisi tentang saran dari penulis opini berkenaan dengan topik yang dibicarakan dalam opini tersebut. Penulis opini mengatakan bahwa sebagai Generasi Z, kita perlu memahami baby boomers secara intens, karena pada masanya kita pun akan merasakan apa yang dirasakan oleh baby boomers saat ini. Hasil Analisis Unsur Kebahasaan Artikel Ilmiah Populer Suryaman dkk . 8: 156-. dalam buku siswa Bahasa Indonesia kelas XII edisi revisi tahun 2018 menjelaskan bahwa terdapat tiga unsur kebahasaan artikel ilmiah populer, yaitu adverbia, konjungsi, dan kosakata. Adverbia merupakan bahasa yang dapat mengekspresikan sikap eksposisi. Agar dapat meyakinkan pembaca, diperlukan ekspresi kepastian, yang bisa dipertegas dengan kata keterangan atau adverbia frekuentatif, seperti kata selalu, biasanya, sering, kadang-kadang, dan jarang. Konjungsi merupakan ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang Ada empat jenis konjungsi yang banyak dijumpai pada artikel, yaitu konjungsi yang digunakan untuk menata argumentasi, konjungsi yang digunakan untuk memperkuat argumentasi, konjungsi yang menyatakan hubungan sebab- akibat, serta konjungsi yang menyatakan harapan. Kosakata adalah perbendaharaan kata. Supaya teks tersebut mampu meyakinkan pembaca, diperlukan kosakata yang luas dan menarik. Konten teks yang menarik umumnya mencakup: aktual, fenomenal, editorial, imajinasi, modalitas, nukilan, tajuk rencana, teks opini, dan keterangan aposisi. Hasil analisis unsur kebahasaan artikel ilmiah populer menunjukkan bahwa kesepuluh artikel ilmiah populer yang dijadikan sampel mengandung unsur kebahasaan yang lengkap, meliputi adverbia, konjungsi, dan kosakata. Adverbia yang terkandung dalam artikel merupakan adverbia frekuentatif. Konjungsi yang terkandung dalam artikel ialah konjungsi yang menyatakan sebab-akibat, konjungsi yang menyatakan harapan, konjungsi untuk menata argumentasi, dan konjungsi untuk memperkuat argumentasi. Sedangkan, kosakata yang terkandung dalam artikel mencakup kosakata aktual, modalitas, teks opini, keterangan aposisi, imajinasi, dan nukilan. Berikut adalah hasil analisis unsur kebahasaan salah satu artikel ilmiah populer dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021 yang berjudul AuMenelisik Komunikasi Lintas Generasi Baby Boomers Terhadap Gen ZAy. Adverbia Terdapat adverbia jenis frekuentatif yang ditemukan dalam artikel tersebut yang ditandai oleh kata sering dan biasanya. Kata sering dan kata biasanya dalam penggalan teks yang dianalisis memiliki makna yang sama dengan kata lazimnya, sehingga dapat dikatakan menunjukkan intensitas yang tinggi dalam menggambarkan tingkat kekerapan terjadinya sesuatu. Berikut adalah salah satu kutipannya. AuGaya komunikasi antara Generasi Z dan baby boomers sering menimbulkan Ay Konjungsi Terdapat dua jenis konjungsi artikel ilmiah populer yang ditemukan dalam artikel tersebut, yakni konjungsi yang menyatakan hubungan sebab-akibat dan konjungsi untuk memperkuat argumentasi. Konjungsi yang menyatakan hubungan sebab-akibat ditandai oleh kata karena. Kata karena dalam penggalan teks yang dianalisis berfungsi sebagai penghubung https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/66 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 02 (April, 2. : 179-189 e-ISSN 2985-7996 untuk menjelaskan penyebab yang timbul dari akibat yang sebelumnya telah Berikut adalah penggalan teksnya. AuSebagai Generasi Z, kita harus lebih mampu memahami, karena hingga pada waktunya kita juga akan merasakan apa yang dirasakan baby boomers saat ini. Ay Kemudian, konjungsi untuk memperkuat argumentasi ditandai oleh kata justru. Kata justru dalam penggalan teks yang dianalisis bertujuan untuk menegaskan gagasan yang telah dipaparkan sebelumnya. Berikut adalah penggalan teksnya. AuJadi, gap komunikasi antar lintas generasi sebenarnya bukanlah hal yang harus ditakuti, justru istilah ini hanya kesenjangan antar generasi yang berpotensi menimbulkan masalah. Ay Kosakata Terdapat tiga jenis kosakata artikel ilmiah populer yang ditemukan dalam artikel tersebut, yakni kosakata teks opini, nukilan, dan modalitas. Kosakata teks opini ditandai oleh adanya penggalan teks yang mengacu pada pendapat penulis luar redaktur mengenai suatu hal. Kosakata teks opini dalam penggalan teks yang dianalisis menunjukkan bahwa penulis opini mengemukakan pendapatnya mengenai pentingnya kelancaran dalam komunikasi agar tidak menimbulkan gap komunikasi antar lintas generasi, khususnya antara generasi Z dengan baby boomers. Berikut adalah penggalan teks yang mengandung kosakata teks AuKelancaran dalam komunikasi sangat dibutuhkan dengan jelas. Jika tidak, akan timbul gap komunikasi lintas generasi. Ay Kosakata nukilan ditandai oleh adanya penggalan teks yang merupakan kutipan yang diambil dari teori ahli dan dicantumkan pada artikel dengan tujuan untuk memperkuat argumen dalam tulisan. Kosakata nukilan dalam penggalan teks yang dianalisis menunjukkan bahwa penulis opini mengambil kutipan dari Mannheim . Berikut adalah penggalan teks yang mengandung kosakata nukilan. AuMannheim . mengungkapkan bahwa generasi yang lebih muda tidak dapat bersosialisasi dengan sempurna karena adanya gap antara nilai-nilai ideal yang diajarkan oleh generasi yang lebih tua dengan realitas yang dihadapi oleh generasi muda Ay Kemudian, kosakata modalitas yang ditemukan dalam artikel berjudul AuMenelisik Komunikasi Lintas Generasi Baby Boomers Terhadap Gen ZAy mencakup tiga jenis modalitas, yakni modalitas epistemik, modalitas dinamik, dan modalitas intensional. Modalitas epistemik yang ditemukan ditandai oleh kata harus karena kata tersebut merujuk pada makna kewajiban. Modalitas dinamik yang ditemukan ditandai oleh kata bisa karena kata tersebut menyatakan suatu kemampuan. Modalitas intensional yang ditemukan ditandai oleh kata ingin karena kata tersebut menyatakan suatu harapan. Berikut adalah salah satu penggalan teks yang mengandung kosakata modalitas. AuPada saat mereka mencoba ingin menyampaikan kembali informasi yang mereka dapatkan. Generasi Z menggunakan kata-kata dari gaya sehari-hari. Ay Hasil Analisis Kesesuaian Artikel Ilmiah Populer dengan Kriteria Bahan Ajar Bahan Ajar yang baik memiliki prinsip-prinsip tertentu untuk dapat dikatakan Kosasih . 1: . berpendapat bahwa bahan ajar yang baik dapat dilihat dari tiga aspek utama, yaitu keberadaan isi, penyajian materi, dan bahasa maupun Terdapat dua aspek dalam menganalisis kesesuaian artikel ilmiah populer dengan kriteria bahan ajar yang didasarkan pada teori Kosasih. Kedua aspek tersebut ialah sebagai berikut. https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/66 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 02 (April, 2. : 179-189 e-ISSN 2985-7996 Kesesuaian teks dengan isi bahan ajar Kesesuaian teks dengan isi bahan ajar mencakup teks sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai dan teks sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kesepuluh artikel ilmiah populer yang dianalisis telah sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang hendak dicapai, yakni KD 3. Selain itu, kesepuluh artikel ilmiah populer yang analisis juga telah sesuai dengan tujuan pembelajaran karena memuat unsur kebahasaan yang lengkap, meliputi adverbia, konjungsi, dan kosakata. Kesesuaian teks dengan penyajian materi Kesesuaian teks dengan penyajian materi mencakup tiga hal, yakni teks mampu menarik minat peserta didik, teks mampu membantu peserta didik mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan, dan teks yang disajikan telah teruji kesahihannya. Kesepuluh artikel ilmiah populer yang dianalisis telah sesuai dengan penyajian materi karena mencakup ketiga hal tersebut. Kemenarikan teks dapat dibuktikan melalui salah satu artikel ilmiah populer dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021 yang berjudul AuMenelisik Komunikasi Lintas Generasi Baby Boomers Terhadap Gen ZAy. Dalam artikel ilmiah populer tersebut, penulis opini menguraikan tentang gap komunikasi antar lintas generasi yang memungkinkan terjadi antara generasi Z dengan generasi baby boomers. Uraian mengenai hal tersebut semakin menarik karena penulis opini menyelipkan teori tentang klasifikasi generasi serta mengkritisi bahwa gaya komunikasi antara generasi Z dan baby boomers kerap menimbulkan kesalahpahaman. Dengan membaca artikel ilmiah populer tersebut, peserta didik dapat belajar untuk berkomunikasi dengan baik dan belajar untuk senantiasa menghargai orang lain. Hasil Validasi Data Dalam penelitian ini, penulis memberikan angket kepada tiga validator. Ketiga validator tersebut merupakan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XII dari institusi yang berbeda. Validator 1 merupakan guru Bahasa Indonesia di MAN 4 Ciamis bernama Ibu Rohimatul Aminah. Pd. Validator 2 merupakan guru Bahasa Indonesia di SMAN 3 Tasikmalaya bernama Ibu Mumun Murlimah. Pd. Kemudian, validator 3 merupakan guru Bahasa Indonesia di SMAN 4 Tasikmalaya bernama Ibu Risnawaty Tarabubun. Pd. Ketiga validator tersebut menyatakan bahwa sepuluh artikel ilmiah populer yang dianalisis dapat dijadikan sebagai bahan ajar Artikel Ilmiah Populer di Kelas XII karena telah sesuai dengan kriteria bahan ajar. Kemudian, penulis melakukan uji tes kepada peserta didik kelas XII IPS 2 di SMAN 4 Tasikmalaya yang berjumlah 12 orang. Setelah penulis melakukan uji tes kepada 12 peserta didik tersebut, maka didapat hasil tes sebagai berikut. Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Uji Tes Peserta Didik https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/66 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 02 (April, 2. : 179-189 e-ISSN 2985-7996 Predikat A = Jika peserta didik mendapatkan nilai 76 Ae 100 B = Jika peserta didik mendapatkan nilai 51 Ae 75 C = Jika peserta didik mendapatkan nilai 26 Ae 50 D = Jika peserta didik mendapatkan nilai 1 Ae 25 Keterangan Nilai 76 Ae 100 = Baik 51 Ae 75 = Cukup 26 Ae 50 = Kurang 1 Ae 25 = Sangat kurang Berdasarkan tabel rekapitulasi hasil uji tes menganalisis unsur kebahasaan artikel ilmiah populer di kelas XII IPS 2 SMAN 4 Tasikmalaya dengan jumlah peserta didik sebanyak 12 orang, maka penulis mendapat interpretasi bahwa minoritas peserta didik memiliki predikat yang baik dengan jumlah 4 orang atau sebanyak 33%. Kemudian mayoritas peserta didik memiliki predikat yang cukup baik dengan jumlah 8 orang atau sebanyak 67%. Hasil uji tes peserta didik rata-rata menunjukkan predikat yang cukup baik, artinya peserta didik cukup mampu dalam menganalisis unsur kebahasaan artikel ilmiah populer. Pembahasan Hasil Penelitian Kesepuluh artikel ilmiah populer yang penulis analisis dari total 88 artikel ilmiah populer yang dijadikan populasi memiliki tingkat keterbacaan yang relevan. Hal tersebut karena keseluruhannya cocok untuk peringkat kelas 12 setelah dilakukan proses penghitungan keterbacaan wacana menggunakan grafik fry. Kesepuluh artikel ilmiah populer yang penulis analisis juga memuat nilai-nilai pendidikan yang dicetuskan oleh Kemendikbud, sehingga peserta didik dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ditinjau dari struktur dan unsur kebahasaannya, kesepuluh artikel ilmiah populer yang penulis analisis memiliki struktur dan unsur kebahasaan yang lengkap. Struktur yang terkandung meliputi pernyataan pendapat, argumentasi, dan penegasan ulang Unsur kebahasaan yang terkandung meliputi adverbia, konjungsi, dan Kemudian, ditinjau dari kesesuaian dengan kriteria bahan ajar, kesepuluh artikel ilmiah populer yang penulis analisis telah relevan dengan kurikulum, mencakup kesesuaian dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar. Kompetensi inti mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XII dikelompokkan menjadi 4 kompetensi, yaitu KI1. KI-2. KI-3, dan KI-4. Sedangkan kompetensi dasar merujuk pada KD 3. Kesepuluh teks juga mampu menarik minat dan memotivasi peserta didik serta telah teruji kesahihannya setelah dilakukan pula uji validasi oleh tiga validator dan uji tes kepada peserta didik kelas XII. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, sepuluh artikel ilmiah populer dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021 memiliki struktur yang lengkap, meliputi pernyataan pendapat, argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. Selain itu, sepuluh artikel ilmiah populer tersebut juga mengandung unsur kebahasaan yang lengkap, meliputi adverbia frekuentatif, konjungsi, dan kosakata. Sepuluh artikel ilmiah populer yang penulis pilih sebagai sampel pun memiliki tingkat keterbacaan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di samping memuat nilai-nilai pendidikan karakter. Kemudian, jika ditinjau dari kesesuaian teks dengan https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/66 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 02 (April, 2. : 179-189 e-ISSN 2985-7996 kriteria bahan ajar, maka sepuluh artikel ilmiah populer tersebut dikatakan relevan karena sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai, sesuai dengan tujuan pembelajaran, mampu menarik minat peserta didik, mampu membantu peserta didik mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan, serta teks yang disajikan telah teruji Data-data tersebut menunjukkan bahwa sepuluh artikel ilmiah populer yang terdapat dalam rubrik opini Sindonews edisi tahun 2021 dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar Artikel Ilmiah Populer di kelas XII. Saran Dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan kualitas bahan ajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia, maka penulis menyampaikan beberapa saran berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, yaitu: . materi mengenai analisis struktur dan unsur kebahasaan perlu dijelaskan lebih mendetail supaya peserta didik mampu memahami materi tersebut dengan baik dan menyeluruh. artikel ilmiah populer di dalam buku teks maupun di luar buku teks peserta didik yang akan dijadikan bahan ajar seyogianya dianalisis tingkat keterbacaan serta unsur kebahasaannya terlebih dahulu agar relevan dengan kebutuhan peserta didik dan dapat menunjang pembelajaran. pendidik harus lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bahan ajar dan mengembangkan materi pembelajaran. penelitian ini dapat dikembangkan kembali oleh peneliti-peneliti selanjutnya dengan menggunakan metode maupun pendekatan lain yang lebih spesifik, sehingga diperoleh hasil yang inovatif dan bersifat progresif. DAFTAR PUSTAKA