Institut Riset dan Publikasi Indonesia (IRPI) MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Journal Homepage: https://journal. id/index. php/malcom Vol. 5 Iss. 3 July 2025, pp: 942-952 ISSN(P): 2797-2313 | ISSN(E): 2775-8575 Implementation of an Integrated Database System in the Bank Tabungan Negara Replication Monitoring Dashboard Application Using the Prototype Method Implementasi Sistem Basis Data Terintegrasi pada Aplikasi Dashboard Monitoring Replikasi Bank Tabungan Negara Metode Prototype Hendra Yunianto Ardhi1*. Asep Muhidin2. Tri Ngudi Wiyatno3 1,2,3 Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Indonesia E-Mail: 1hendra. 312210534@mhs. muhidin@pelitabangsa. id, 3tringudi@pelitabangsa. Received May 14xth 2025. Revised Jul 01st 2025. Accepted Jul 11 th 2025. Available Online Jul 31th 2025. Published Jul 31th 2025 Corresponding Author: Hendra Yunianto Ardhi Copyright A 2025 by Authors. Published by Institut Riset dan Publikasi Indonesia (IRPI) Abstract In the banking industry, the availability and protection of data are crucial. Bank Tabungan Negara (Bank BTN), as one of Indonesia's prominent financial institutions, requires a reliable system to monitor data replication in real time. This study aims to design and implement an integrated dashboard application for data replication monitoring using the prototype method. The system provides real-time status, performance, and alerts for replication processes. The method used includes requirement analysis, system design using flowcharts and Unified Modeling Language (UML) diagrams, and development through iterative prototyping involving users. The system is tested functionally using User Acceptance Testing (UAT) involving system analysts and quality control teams. Results show high acceptance rates with average scores between 4. 3Ae4. 7 on a 5-point Likert scale. The dashboard enables IT teams to detect replication delays, errors, and system anomalies more effectively. It also improves response time during emergencies and simplifies reporting. The conclusion shows that the implementation of the monitoring dashboard increases operational efficiency, reduces risks of data loss, and supports strategic decision-making. However, further development is suggested to include automated alert systems and interactive visualizations for better responsiveness. Keyword: Dashboard Monitoring. Data Center. Data Replication. Database System Abstrak Dalam industri perbankan, ketersediaan dan perlindungan data menjadi aspek krusial. Bank Tabungan Negara (BTN) memerlukan sistem yang mampu memantau proses replikasi data secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Aplikasi Dashboard Monitoring Replikasi data menggunakan metode prototyping. Sistem ini menyediakan informasi status replikasi, kinerja, dan peringatan kesalahan secara terintegrasi. Metodologi yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan flowchart dan diagram Unified Modeling Language (UML), serta pengembangan sistem secara iteratif dengan melibatkan pengguna. Hasil pengujian sistem dilakukan melalui User Acceptance Testing (UAT) yang melibatkan analis sistem dan tim quality control. Nilai rata-rata pada skala likert 1Ae5 menunjukkan skor tinggi antara 4,3 hingga 4,7. Aplikasi membantu tim IT mendeteksi keterlambatan replikasi, kesalahan sistem, serta mempercepat waktu tanggap dalam situasi darurat. Kesimpulannya, implementasi dashboard ini mampu meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kehilangan data, dan mendukung pengambilan keputusan strategis. Namun, sistem ini masih dapat dikembangkan lebih lanjut dengan fitur notifikasi otomatis dan visualisasi interaktif. Kata Kunci: Dasboard Monitoring. Data Center. Replikasi. Sistem Basis Data PENDAHULUAN Dalam industri perbankan yang semakin terintegrasi dan berbasis teknologi, kemampuan untuk mengelola dan mereplikasi data menjadi faktor krusial dalam menjaga kesinambungan layanan. Bank DOI: https://doi. org/10. 57152/malcom. ISSN(P): 2797-2313 | ISSN(E): 2775-8575 Tabungan Negara (BTN), sebagai salah satu institusi keuangan besar di Indonesia, melalui Unit Data Center bertanggung jawab dalam memastikan ketersediaan dan keamanan data, termasuk saat terjadi gangguan atau kegagalan sistem. Proses ini sejalan dengan amanat regulasi, sebagaimana dinyatakan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan setiap bank memiliki rencana pemulihan bencana . isaster recovery pla. dan memastikan implementasinya secara efektif . Hal ini menjadi penting karena ketersediaan aplikasi dan sistem informasi perbankan tidak dapat dikompromikan, terutama ketika risiko kehilangan data dapat berdampak sistemik terhadap layanan dan reputasi institusi keuangan. Proses monitoring replikasi data di Bank BTN masih menghadapi sejumlah kendala teknis yang signifikan dalam menjaga ketersediaan layanan adalah melalui proses replikasi data, yang memastikan bahwa salinan data tersedia secara real-time di berbagai pusat data. Adapun permasalahan. Pertama, pemantauan replikasi saat ini masih dilakukan secara manual melalui command line, yang mengharuskan tim teknis mengakses masing-masing server secara terpisah. Hal ini menyebabkan keterbatasan dalam pemantauan secara menyeluruh dan real-time. Kedua, karena tidak terhubung secara otomatis, sistem tidak dapat memberikan pembaruan status replikasi secara langsung. Akibatnya, jika terjadi gangguan atau keterlambatan . ag tim. , permasalahan tersebut sulit terdeteksi secara dini. Ketiga, pelaporan hasil replikasi yang dilakukan secara harian masih disusun manual menggunakan Microsoft Excel, yang selain memakan waktu, juga berisiko menurunkan akurasi data. Terakhir, tidak adanya pencatatan riwayat . og histor. replikasi menyebabkan kesulitan dalam melakukan pelacakan waktu terakhir sinkronisasi berhasil dilakukan, sehingga menyulitkan proses analisis dan mitigasi saat terjadi anomali atau kegagalan system . Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penerapan teknologi Dashboard Monitoring Replikasi terhadap proses replikasi menjadi solusi yang inovatif dan efisien. Aktivitas monitoring penting dalam sistem informasi modern karena berfungsi untuk menjamin konsistensi data antar server dan mendeteksi potensi Dalam praktiknya, dashboard monitoring telah menjadi alat bantu yang efektif karena mampu menyajikan visualisasi status, performa sistem, log kesalahan, serta indikator keberhasilan replikasi secara real-time dan terpusat. Keunggulan ini memungkinkan tim teknis memberikan respons yang lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran terhadap gangguan yang terjadi. Manfat dashboard dalam menyajikan KPI secara real-time dan meningkatkan efisien monitoring dibandingkan metode manual . Hal ini sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan strategis yang dapat mempengaruhi keberlangsungan operasional dalam bisnis Perusahaan. Berbagai studi sebelumnya telah membuktikan pentingnya penerapan dashboard dalam konteks Willana . merancang dashboard monitoring untuk keperluan evaluasi akademik di FILKOM UB . , sedangkan Sulistiani dan Sulistiawati . mengembangkan dashboard interaktif untuk memantau penjualan . Penelitian oleh Apriyanto . dalam pengembangan sistem informasi perpustakan digital . , dan Suhaidir & Sensuse . menyoroti peran dashboard dalam mendukung keputusan berbasis analisis sensitivitas kinerja . Meskipun seluruh penelitian tersebut menunjukkan manfaat dashboard dalam pengambilan keputusan dan efisiensi pemantauan, fokusnya terbatas pada lingkup fungsional tertentu, seperti manajemen akademik, penjualan, atau keuangan perusahaan. Selain itu, dashboard yang dikembangkan belum menyertakan integrasi sistem replikasi database secara langsung maupun komprehensif, serta belum dirancang untuk kebutuhan lingkungan yang bersifat kritikal seperti sistem perbankan. Tidak ada pula yang secara spesifik membahas penggabungan berbagai teknologi replikasi seperti IBM DB2 HADR. SQL Server Replication, dan Oracle Data Guard dalam satu antarmuka terpadu. Dengan demikian, penelitian ini memiliki perbedaan mendasar, yaitu mengusulkan desain dan implementasi dashboard monitoring yang secara khusus ditujukan untuk sistem replikasi data di sektor perbankan, dengan tingkat integrasi dan realtime monitoring yang lebih tinggi serta dirancang untuk mendukung keberlangsungan layanan di lingkungan produksi yang bersifat critical seperti Bank BTN. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Aplikasi Dashboard Monitoring Replikasi terintegrasi yang dirancang khusus untuk kebutuhan sistem informasi perbankan di Bank BTN. Aplikasi ini akan menyajikan data replikasi secara real-time, memantau kondisi sinkronisasi antar server, serta menyediakan informasi log historis secara otomatis. Selain itu, sistem akan mendukung pelaporan otomatis untuk mengurangi ketergantungan terhadap proses manual, serta meningkatkan akurasi dan efisiensi kerja tim teknis. Evaluasi penelitian akan difokuskan pada performa teknis aplikasi, akurasi data yang ditampilkan . , pengalaman pengguna . ser experienc. , serta keandalan sistem dalam mendukung operasional Unit Data Center. Dengan pendekatan ini, diharapkan aplikasi yang dikembangkan dapat memperkuat ketahanan data, meningkatkan efektivitas monitoring, serta mendukung keberlangsungan layanan perbankan secara menyeluruh. Melalui penelitian ini, kami berharap hasil penelittian dapat memeberikan wawasan nyata, memberikan kontribusi yang berati dalam pengembangan sistem, memberikan manfaat peningkatan kualitas pelayanan dan menjadi acuan atau referensi bagi Perusahaan lain yang menghadapi tantangan serupa. MALCOM - Vol. 5 Iss. 3 July 2025, pp: 942-952 MALCOM-05. : 942-952 BAHAN DAN METODE Metode yang Digunakan Dalam penyusunan penelitian ini penulis melakukan dengan mengambil object penelitian pada sebuah perusahaan keuangan Bank BTN Yang belokasi di Jakarta. Dalam melakukan metodelogi perancangan yang digunakan pada penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, pertama peneliti melakukan penentuan masalah, kemudian penelitian menentukan tinjauan pustaka yang akan digunakan sebagai referensi dalam Tahapan metedelogi selanjutnya adalah pengumpulan data yang akan dibutuhkan untuk penelitian, mencari informasi metode replikasi yang digunakan sebelumnya dan yang akan diusulkan, pengembangan sistem dengan menggunakan metode prototype, membuat flowchart Dashboard Monitoring Replikasi dan use case diagram , dan yang terakhir adalah pengujian sistem. Sistem yang Berjalan dan yang Diusulkan Gambar 1. Sistem yang Berjalan dan yang Diusulkan Gambar 1 menggambarkan perbandingan antara arsitektur sistem replikasi data yang berjalan saat ini dengan sistem monitoring replikasi yang diusulkan. Pada sistem eksisting . ebelah kir. , proses pemantauan replikasi masih bersifat manual, di mana pengguna . menjalankan script melalui command line interface (CLI) untuk setiap jenis database seperti DB2. VM. Oracle. Postgre, dan SQL. Proses ini tidak hanya memerlukan waktu dan pemahaman teknis dari pengguna, tetapi juga rawan terhadap kesalahan input dan keterlambatan dalam pengambilan keputusan karena tidak bersifat real-time. Sebagai solusi, sistem yang diusulkan . ebelah kana. menerapkan dashboard monitoring yang dapat mengakses seluruh sumber data secara terpusat dan menampilkan status replikasi secara real-time. Sistem ini memiliki antarmuka grafis yang lebih user-friendly, memungkinkan pengguna dari berbagai latar belakang teknis untuk memantau replikasi tanpa harus menjalankan perintah manual. Dashboard juga mampu menyajikan laporan replikasi secara otomatis dan terintegrasi, sehingga mendukung proses audit, pelaporan, dan pengambilan keputusan secara cepat dan akurat . Sistem dengan Metode Prototype Metode pengembangan sistem yang digunakan untuk proses pengembangan perangkat lunak adalah dengan menggunakan metode prototype. Prototype merupakan suatu metode dalam pengembangan sistem yang menggunakan pendekatan untuk membuat sesuatu program dengan cepat dan bertahap sehingga segera dapat dievaluasi oleh pemakai. Selain itu prototype juga membuat proses pengembangan sistem informasi menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Metodologi prototyping merupakan salah satu pendekatan dalam pengembangan sistem informasi yang bersifat iteratif dan melibatkan interaksi langsung antara pengguna dengan pengembang. Proses ini diawali dengan tahap pengumpulan kebutuhan, di mana pengguna dan pengembang bersama-sama mendefinisikan secara rinci seluruh kebutuhan sistem yang akan dibangun. Pendekatan ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap harapan dan kebutuhan pengguna. Tahap berikutnya adalah membangun prototype, yaitu pembuatan rancangan sistem sementara yang menitikberatkan pada aspek antarmuka dan alur fungsional utama. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran awal kepada pengguna mengenai bentuk dan fungsi sistem. Setelah prototype awal selesai, dilakukan tahap penggunaan sistem, di mana pengguna mencoba sistem tersebut dan memberikan umpan balik mengenai kesesuaiannya dengan kebutuhan yang telah disampaikan. Proses ini memungkinkan pengembang melakukan penyesuaian secara dini sebelum sistem dikembangkan secara penuh. Gambar 2 merupakan sistem metode prototype. Jika prototype telah disetujui, maka proses dilanjutkan ke tahap pengkodean sistem, yaitu penerjemahan desain sistem ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai. Pengembang akan membangun Implementasi Sistem Basis Data Terintegrasi Pada. (Ardhi et al, 2. ISSN(P): 2797-2313 | ISSN(E): 2775-8575 sistem secara komprehensif berdasarkan struktur dan logika yang telah disepakati. Setelah pengkodean selesai, sistem akan masuk ke tahap pengujian, dengan menggunakan metode seperti functional testing untuk memastikan bahwa setiap fungsi utama berjalan sesuai dengan spesifikasi dan dapat memberikan output yang Setelah pengujian selesai, dapat dilakukan evaluasi sistem oleh pengguna untuk menilai sejauh mana sistem yang telah dikembangkan memenuhi harapan mereka, baik dari segi fungsionalitas, kemudahan penggunaan, maupun stabilitas. Tahap akhir adalah evaluasi dan finalisasi prototype, di mana sistem yang telah melalui proses revisi dan pengujian secara menyeluruh dinyatakan siap untuk diimplementasikan ke dalam lingkungan operasional. Dengan demikian, pendekatan prototyping tidak hanya mempercepat proses pengembangan sistem, tetapi juga memastikan bahwa solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Identifikasi Kebutuhan User Pengembang dan pemakai User menjelaskan kebutuhan Membuat Prototype Pengembang membuat sistem Menguji Prototype User Menguji prorotype dan memberikan review terhadap sistem. Memperbaiki Prototype Pengembang melakukan perbaikan terhadap revisi dari user Mengembangkan Versi Produksi Pengembang menyelesaikan sistem sampai proses go live Gambar 2. Sistem Metode Prototype Perancangan Sistem Use case diagram untuk sistem Dashboard Monitoring Replikasi, yang merepresentasikan interaksi antara dua aktor utama, yaitu operator dan admin, dengan berbagai fungsi sistem. Diagram ini dirancang berdasarkan prinsip Unified Modeling Language (UML), yang secara luas digunakan dalam pengembangan sistem berbasis object-oriented untuk menggambarkan hubungan antara aktor eksternal dan layanan yang disediakan oleh system . Use case diagram memberikan gambaran umum tentang fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan program yang akan dibuat, menjabarkan fasilitas-fasilitas yang disediakan sistem untuk membantu user dalam melakukan pekerjaannya . Use case diagram dapat dilihat pada Gambar 3. Class diagram merupakan sebuah class yang menggambarkan struktur dan penjelasan class, paket, dan objek serta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi dan lain-lain . Class diagram juga menjelaskan hubungan antar class dalam sebuah sistem yang sedang dibuat dan bagaimana caranya agar saling berkolaborasi untuk mencapai sebuah tujuan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan, class diagram yang terbentuk dari sistem yang akan dibuat dapat dilihat pada Gambar 4. Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan representasi konseptual dari hubungan antar entitas yang terdapat dalam sistem Dashboard Monitoring Replikasi. Diagram ini berfungsi untuk menggambarkan struktur data dan interaksi antar komponen yang digunakan dalam pengembangan aplikasi dashboard yang terintegrasi untuk memantau status replikasi di lingkungan Bank BTN . Rancangan ERD dapat dilihat pada Gambar 5. MALCOM - Vol. 5 Iss. 3 July 2025, pp: 942-952 MALCOM-05. : 942-952 Gambar 3. Use Case Diagram Gambar 4. Class Diagram Implementasi Sistem Basis Data Terintegrasi Pada. (Ardhi et al, 2. ISSN(P): 2797-2313 | ISSN(E): 2775-8575 Gambar 5. ERD Dashboard Replikasi HASIL DAN PEMBAHASAN Kebutuhan Fungsional Kebutuhan fungsional pengoperasian sistem aplikasi dashboard monitoring berbasis web pada Bank BTN merupakan tahap yang berfungsi menjelaskan secara rinci setiap fungsi yang digunakan untuk memantau dan me-monitoring replikasi yang ada pada setiap aplikasi dan server yang terhubung. Fungsifungsi yang digunakan oleh sistem dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Akses Menu Akses Menu Login Menu Dashboard Menu Report Menu Notification / Log Error Menu User Menu Log User User Admin Oo Oo Oo Oo Oo Oo Operator Oo Oo Oo Oo Pada Tabel 1 menunjukkan pembagian hak akses menu dalam sistem monitoring replikasi berdasarkan peran pengguna, yaitu admin dan operator. Setiap jenis pengguna memiliki akses yang berbeda terhadap menu-menu yang tersedia, sesuai dengan tanggung jawab dan wewenangnya dalam sistem. Pengguna dengan peran admin memiliki akses penuh terhadap seluruh menu dalam sistem, termasuk Menu Login. Dashboard. Report. Notification/Log Error. User, dan Log User. Hal ini bertujuan agar admin dapat melakukan pengawasan, pengelolaan pengguna, serta analisis log secara menyeluruh untuk keperluan pemeliharaan Sementara itu, pengguna dengan peran operator memiliki akses yang lebih terbatas. Operator hanya dapat mengakses Menu Login. Dashboard. Report, dan Notification/Log Error. Tanpa diberikan hak akses terhadap Menu User dan Menu Log User. Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga integritas dan keamanan sistem, di mana aktivitas manajemen user dan pemantauan log historis hanya dilakukan oleh admin. Dengan pembagian hak akses seperti ini, sistem dapat berjalan dengan prinsip Role-Based Access Control (RBAC), yang memastikan bahwa setiap pengguna hanya dapat mengakses fitur yang sesuai dengan tugas dan Kebutuhan Non-Fungsional Kebutuhan non fungsional bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fungsional. Berikut ini adalah kebutuhan non Fungsional dari sistem Aplikasi Dashboard Monitoring Replikasi untuk perangkat dalam pengembangan dan implementasi sistem monitoring replikasi ini, diperlukan perangkat MALCOM - Vol. 5 Iss. 3 July 2025, pp: 942-952 MALCOM-05. : 942-952 keras dan lunak pendukung yang memadai guna memastikan sistem dapat berjalan secara optimal, khususnya dalam menangani proses replikasi data yang bersifat kritikal dan real-time. Adapun spesifikasi perangkat pendukung yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Perangkat Pendukung Server Operating Sistem RAM CPU Disk / Storeage Spesifikasi Virtual Machine ( VM ) Ubuntu 20 Spesifikasi 32 GB 16 Core 320 GB Tabel 2 menunjukkan bahwa perangkat yang digunakan adalah Virtual Machine (VM) yang menjalankan sistem operasi Ubuntu versi 20, yang dikenal stabil dan cocok untuk kebutuhan server berbasis Linux. VM ini dikonfigurasi dengan RAM sebesar 32 GB. CPU sebanyak 16 core, serta kapasitas penyimpanan sebesar 320 GB. Spesifikasi ini telah disesuaikan untuk mendukung beban kerja proses replikasi data dari berbagai sumber aplikasi dan memastikan performa sistem tetap responsif. Penggunaan infrastruktur virtual juga memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan sumber daya serta kemudahan dalam proses backup dan recovery apabila terjadi kegagalan Sistem. Sistem Interface Dashboard Replikasi Tampilan Login Gambar 6. Tampilan Login Tampilan login di atas merupakan halaman awal yang ditampilkan ketika pengguna pertama kali mengakses Aplikasi Dashboard Monitoring Replikasi. Halaman ini bertujuan untuk membatasi akses hanya kepada pengguna yang telah memiliki akun dan otorisasi yang sah seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6, tampilan login dirancang dengan antarmuka yang sederhana namun professional. Form login terdiri atas dua input utama, yaitu kolom Username dan Password. Pengguna diwajibkan untuk mengisi kedua kolom ini dengan informasi yang benar sebelum dapat mengakses fitur-fitur utama dalam sistem. Setelah data diisi, pengguna dapat menekan tombol "Masuk" untuk melanjutkan proses autentikasi. Desain visual dibuat dengan perpaduan warna merah dan biru sebagai ciri khas perusahaan, yang juga membantu menciptakan kesan tegas dan modern. Penggunaan warna dan layout yang responsif juga ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna saat berinteraksi dengan sistem. Fungsi login ini sangat penting untuk menjaga keamanan data dan memastikan bahwa setiap aktivitas dalam sistem dapat ditelusuri berdasarkan identitas pengguna yang sah. Selain itu, halaman ini juga menjadi titik awal untuk mencatat aktivitas audit trail dari setiap sesi login, yang berguna dalam proses pengawasan dan evaluasi sistem secara berkala. Tampilan Menu Dashboard Gambar 7 merupakan tampilan menu dashboard, dimana menu ini menampilkan data replikasi secara keseluruhan dalam bentuk card view. Untuk data yang ditampilkan replikasi DB2. VMWare. ORACLE, dan SQL. Dimana terlihat untuk menu lainya seperti menu report, menu log error, menu user dan log user. Implementasi Sistem Basis Data Terintegrasi Pada. (Ardhi et al, 2. ISSN(P): 2797-2313 | ISSN(E): 2775-8575 Gambar 7. Tampilan Dashboard Pengujian Sistem Pengujian sistem merupakan tahapan krusial dalam proses pengembangan perangkat lunak, yang bertujuan untuk memverifikasi dan memvalidasi bahwa sistem yang dibangun telah sesuai dengan kebutuhan pengguna serta bekerja secara optimal dalam kondisi operasional yang diharapkan. Pada penelitian ini, proses pengujian difokuskan pada Aplikasi Dashboard Monitoring Replikasi, yang berfungsi untuk memantau aktivitas replikasi data secara real-time pada lingkungan sistem perbankan yang bersifat critical . Pengujian dilakukan dengan pendekatan metodologi pengujian fungsional menggunakan Black Box Testing, serta pengujian berbasis persepsi pengguna melalui User Acceptance Testing (UAT). Metode ini dipilih karena sesuai untuk menilai sistem berbasis antarmuka pengguna . dan dapat mengukur keberterimaan sistem terhadap kebutuhan nyata dari user akhir. Metode pengujian Black Box Testing Black Box Testing digunakan untuk menguji fungsionalitas dari masing-masing fitur tanpa melihat kode program. Fokus utama pengujian ini adalah apakah sistem dapat menerima input yang benar, memproses data dengan benar, dan menghasilkan output yang sesuai. Berdasarkan hasil pengujian blackbox, seluruh fitur berhasil dijalankan sesuai dengan skenario yang telah ditentukan. Tabel di bawah ini menunjukkan hasil uji coba : Tabel 3. Pengujian Blackbox Fitur yang Diuji Login Input Username dan password valid Tampilan Status Replikasi Menampilkan status synchronized, lag, atau failed pada setiap server Monitoring Real-time Riwayat Log Replikasi Laporan Harian Otomatis Autentikasi dan Hak Akses Logout Sistem menampilkan data per 5 detik secara otomatis tanpa perlu Pengguna dapat melihat histori replikasi 7 hari terakhir Sistem menghasilkan laporan replikasi harian dalam format Excel dan PDF Pengguna dengan role "viewer" tidak bisa menghapus atau mengubah data Klik tombol logout Ekspektasi Output Admin berhasil login Status real-time tampil akurat di dashboard Dashboard memperbarui informasi secara otomatis Data log tampil lengkap dan kronologis File laporan ter-generate otomatis dan dapat Hasil Aktual Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Hak akses diterapkan sesuai level pengguna Sesuai Sistem kembali ke halaman login Sesuai Berdasarkan hasil 7 kriteria pengujian yang telah dilakukan didapatkan hasil dari pengujian telah sesuai dan lulus tes. Tabel 4. Hasil Blackbox Kriteria Pengujian Sistem Login Tampilan Status Replikasi MALCOM - Vol. 5 Iss. 3 July 2025, pp: 942-952 Berhasil Oo Oo Tidak Berhasil MALCOM-05. : 942-952 Kriteria Pengujian Sistem Monitoring Real-time Riwayat Log Replikasi Laporan Harian Otomatis Autentikasi dan Hak Akses Logout Berhasil Oo Oo Oo Oo Oo Tidak Berhasil Metode User Acceptance Test (UAT) UAT dilakukan oleh pengguna akhir . im teknis Data Cente. untuk mengevaluasi apakah sistem yang dikembangkan sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dapat diterima secara fungsional . Untuk mengukur sejauh mana Aplikasi Dashboard Monitoring Replikasi diterima oleh pengguna, dilakukan pengujian menggunakan metode UAT melalui penyebaran kuesioner kepada 10 responden yang merupakan calon pengguna dari aplikasi ini. Kuesioner terdiri dari 10 pernyataan yang merepresentasikan fitur-fitur utama dalam sistem, seperti kemudahan penggunaan, ketepatan data, stabilitas sistem, dan kepuasan pengguna secara keseluruhan. Kuesioner UAT dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Kuesioner UAT Pernyataan Tampilan dashboard mudah dipahami Data replikasi ditampilkan dengan akurat Fitur filter tanggal bekerja dengan baik Export data berjalan lancar Notifikasi gangguan muncul tepat waktu Proses login dan logout tanpa kendala Respons sistem cepat dan stabil Fitur update status server mudah digunakan Dashboard membantu saya memantau sistem Saya puas menggunakan dashboard monitoring ini Skor . Masing-masing pernyataan dinilai menggunakan skala Likert dengan rentang nilai 1 . angat tidak setuj. hingga 5 . angat setuj. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua responden memberikan skor yang tinggi pada hampir seluruh pernyataan, dengan nilai rata-rata berkisar antara 4,3 hingga 4,7. Tabel 6. Hasil Kuesioner UAT Responden Q10 Nilai Rata-rata Keterangan Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Pada Tabel 6 Rata-rata nilai UAT sebesar 4,5 menunjukkan bahwa pengguna merasa puas terhadap tampilan dan kinerja sistem. Berdasarkan distribusi jawaban, sebagian besar responden memberikan skor 5 terhadap fitur dashboard dan login. Ini menunjukkan sistem telah memenuhi ekspektasi pengguna, meskipun beberapa fitur seperti visualisasi data masih perlu pengembangan. Hasil UAT menunjukkan bahwa sistem dinilai layak dan siap digunakan dalam lingkungan produksi. Pengguna merasa aplikasi ini memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap status replikasi dibanding metode manual sebelumnya . Grafik hasil pengguna dapat dilihat pada Gambar 8. Diskusi Pada bagian ini, penulis akan menginterpretasikan hasil yang diperoleh dari implementasi sistem Dashboard Monitoring Replikasi yang dikembangkan. Secara umum penggunaan dashboard terintegrasi memudahkan pengguna dalam mengakses informasi replikasi secara real-time melalui tampilan visual yang terstruktur, menggantikan metode lama yang masih berbasis command line dan pelaporan manual. Beberapa fitur seperti pemantauan aktivitas replikasi dari berbagai sistem database seperti Oracle. SQL Server. DB2, dan PostgreSQL yang disajikan dalam bentuk indikator warna dan status teks, terbukti dapat meningkatkan efisiensi tim IT dalam mendeteksi dan merespon anomali atau keterlambatan replikasi dengan lebih cepat. Implementasi Sistem Basis Data Terintegrasi Pada. (Ardhi et al, 2. ISSN(P): 2797-2313 | ISSN(E): 2775-8575 Keberhasilan ini menunjukkan bahwa visualisasi data melalui dashboard merupakan strategi efektif untuk mendukung pengambilan keputusan teknis secara cepat dan akurat, sebagaimana juga didukung dalam penelitian oleh Rusdianto et al . Rata-rata Skor Evaluasi Pengguna 4,35 4,25 4,45 Pertanyaan Q10 Skor Rata-rata Skor Gambar 8. Grafik Hasil Pengguna Namun demikian, implementasi sistem ini masih menyisakan beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan selanjutnya. Salah satunya adalah tampilan antarmuka pengguna . ser interfac. yang dinilai oleh sebagian pengguna masih cukup kompleks dan membutuhkan waktu adaptasi, terutama bagi pengguna yang tidak terbiasa dengan sistem monitoring berbasis web. Hal ini menunjukkan perlunya penyederhanaan navigasi dan peningkatan aspek keterbacaan serta interaksi dalam desain antarmuka, agar sistem dapat lebih inklusif bagi berbagai tingkatan pengguna. Kendala lainnya adalah belum terintegrasinya sistem log histori replikasi secara penuh untuk semua jenis server, sehingga rekam jejak status sinkronisasi yang dibutuhkan dalam proses audit atau troubleshooting belum terdokumentasi dengan optimal. Beberapa responden juga mencatat bahwa sistem belum memberikan notifikasi otomatis saat terjadi lag time atau status gagal sinkronisasi, yang dapat menghambat proses mitigasi dini terhadap gangguan operasional. Secara keseluruhan, sistem Dashboard Monitoring Replikasi yang dikembangkan telah menunjukkan kinerja yang baik dalam memantau proses replikasi data secara real-time, mengurangi beban kerja manual, dan meningkatkan kecepatan respons teknis. Namun demikian, ruang perbaikan masih terbuka, khususnya pada aspek kemudahan penggunaan . , dokumentasi log, dan perluasan fitur notifikasi otomatis. Penambahan fitur-fitur tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sistem menjadi lebih andal, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna di lingkungan perbankan yang dinamis dan kompleks. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Aplikasi Dashboard Monitoring Replikasi sangat diperlukan untuk mempermudah proses pengawasan dan pengolahan data replikasi dalam mendukung operasional sistem. Aplikasi ini mampu menyajikan informasi status replikasi secara real-time serta menghasilkan laporan yang akurat sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya sistem ini, pengguna dapat lebih cepat mengidentifikasi kendala replikasi, sehingga dapat segera dilakukan Kesimpulan ini menjawab tujuan utama penelitian, yaitu merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring yang dapat meningkatkan efisiensi pemantauan serta akurasi laporan proses replikasi data. Permasalahan terkait kurangnya visibilitas dan keterlambatan dalam proses pemantauan replikasi dapat diatasi melalui dashboard ini. Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Salah satu kelemahan adalah belum terintegrasinya sistem dengan notifikasi otomatis berbasis threshold atau alert, serta keterbatasan dalam hal fleksibilitas visualisasi data yang masih bersifat statis. Saran untuk pengembangan selanjutnya, disarankan agar sistem ini dilengkapi dengan fitur notifikasi otomatis . isalnya melalui email atau pesan insta. apabila terjadi anomali atau kegagalan replikasi. Selain itu, peningkatan pada sisi tampilan visualisasi interaktif dan integrasi dengan sistem log audit juga perlu dilakukan untuk mendukung analisa yang lebih mendalam dan Diharapkan pengembangan lebih lanjut dapat memberikan nilai tambah dalam hal kecepatan pengambilan keputusan serta pengendalian risiko dalam pengelolaan data perusahaan. REFERENSI