Al Yazidiy: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Volume 7 Number 1 Mei 2025 P-ISSN: 2964-6472. E-ISSN: 2961-7278. Hal 40-52 DOI: https://doi. org/10. 55606/ay v7i1. Available online at: https://ejurnalqarnain. id/index. php/AY Pola Konsumsi Informasi Generasi Z di Era Konvergensi Media Digital Arinil Hidayah . Muhammad Anshar . ,1 1 Universitas Islam Alauddin Makassar. Indonesia 2 Universitas Islam Alauddin Makassar. Indonesia * hidayaharinil238@gmail. Alamat: Jl. Yasin Limpo No. 36 Kelurahan Romang Polong. Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Provinsi Sulawesi Selatan Korespondensi penulis: hidayaharinil238@gmail. Abstract. This research was conducted because the development of digital media that affects the way of processing information has shifted among gen Z, therefore, this research is to find out how gen Z's information consumption patterns in the era of digital media The research method used is a descriptive qualitative approach with literature study analysis techniques, by analyzing documents such as books, journals and research results. Thus, this research shows that generation Z has its own way of communicating and receiving information as the highest internet user, especially social media 89%, they use social media as a tool to gather the latest news information without looking for it in online newspapers, as well as personal information needs such as education, social networking and career. Unfortunately, quite a few of them put forward a critical mindset in consuming information by comparing other information variables, so that most of them only judge from the level of information speed and validation of viewers from their online networks, causing gen Z's critical power to tend to be low. Gen Z indirectly creates its social identity through preference patterns in using digital media. Keywords: Generation Z. Media Convergence. Digital Technology Abstrak. Penelitian ini dilakukan karena perkembangan media digital yang mempengaruhi cara mengolah informasi mengalami pergeseran di kalangan gen Z, olehnya itu, penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pola konsumsi informasi gen Z di era konvergensi media digital. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis studi literatur, dengan menganalisis dokumen seperti buku, jurnal dan hasil riset. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan generasi Z memiliki caranya sendiri dalam pola berkomunikasi dan menerima informasi sebagai pengguna internet tertinggi khususnya sosial media 89%, mereka menggunakan sosial media sebagai alat menghimpun informasi berita terbaru tanpa mencari di surat kabar online, serta kebutuhan informasi pribadi seperti pendidikan, jejaring sosial dan karir. Sayangnya cukup sedikit dari mereka yang mengedepankan pola pikir kritis dalam mengkonsumsi informasi dengan membandingkan variabel informasi lainnya, sehingga sebahagian besar hanya menilai dari tingkat kecepatan informasi dan validasi viewers dari jejaring onlinennya, menyebabkan daya kritis gen Z cenderung rendah. Secara tidak langsung gen Z menciptakan identitas sosialnya melalui pola preferensi dalam menggunakan media digital. Kata kunci: Generasi Z. Konvergensi Media. Teknologi Digital Received: May 8, 2025 . Revised: May 12, 2025. Accepted: . May 28, 2025 Online Available: May 30, 2025. Published: May 30, 2025. * Arinil Hidayah, hidayaharinil238@gmail. p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 40-52 PENDAHULUAN Manusia dan teknologi digital memiliki hubungan relasi yang kuat dan tidak bisa dipisahkan sebagai dua elemen dalam kehidupan yang saling bergantung untuk memenuhi kebutuhannya. Teknologi digital yang terus mengalami perkembangan tentu mempengaruhi bagaimana generasi yang tumbuh ditengah kemajuan digital, secara konkritnya generasi Z, mengalami perbedaan cara berkomunikasi dan mengolah informasi disbanding generasi Generasi Z merupakan generasi yang lahir pada 1996 Ae 2012 dengan populasi mencapai 27,94%, sementara generasi millenial 25,87%. Generasi Z yang tumbuh bersama teknologi internet tidak perlu adaptasi dengan perkembangan digital, justru ia lebih banyak berkonribusi dalam segala sektor bidang yang telah berafiliasi dengan teknologi. Misalnya pendidikan, ekonomi, hiburan, informasi dan jejaring media sosial. Ia menjadikan media sosial sebagai elemen terpenting dalam memperoleh dan menyebar informasi (Firamadhina & Krisnani, 2. Namun realitanya, kerapkali generasi Z kesulitan membendung kekuatan gerus teknologi informasi. Ia sudah terlalu jauh penggunaannya namun tidak disertai dengan literasi digital sebagai penyeimbang, sehingga disinformasi maupun misinformasi masih menjadi kendala besar bagi generasi Z saat ini. Berdasarkan riset yang dilakukan (Arini. Mahasiswa UGM yang diterbitkan di The Conversation, 2. menunjukkan sebanyak 83% menganggap berita yang dikonsumsi benar ternyata hoax . , 11% menggap berita yang diberikan hoax namun meski sebenarnya benar . , 6% mampu membedakan antara berita hoax dan benar . dan 62% generasi Z menaruh kepercayaan pada lembaga media pemerintah otoritatif seperti informasi politik atau regulasi. Sumber dari (IDN Research Institute, 2. Indenesia menempati urutan ke 4 negara tertinggi dalam menggunakan media sosial, khusus mayoritas Al Yazidiy VOLUME 7. NO. Mei 2025 Pola Konsumsi Informasi Generasi Z di Era Konvergensi Media Digital generasi Z menempati posisi tertinggi sebanyak 1 sampai 6 jam menggunakan menghabiskan 10 jam setiap hari online. Untuk jenis flatform media beragam diantaranya media sosial jejaring Instagram tertinggi 51,9%, disusul tiktok urutan kedua, kemudian X dan facebook. Membentuk eksistensi dan menciptakan identitas kelas sosial di era new media tentu bagi generasi Z bukanlah hal yang sulit, ia memanfaatkan media teknologi sebagai ajang menunjukan identitas diri ke sektor publik. Bahkan tidak sedikit dari mereka hidup dari penghasilan mengeruk keuntungan dari menggunakan media sosial. Artinya, media sosial hari ini tidak hanya sebagai alat memperoleh informasi namun mampu membentuk identitas hingga popularitas diri dikalangan konsumen media tentu ini dianggap peluang . Karakteristik digital teknologi sifatnya dinamis. Artinya, tidak stagnan pada evolusinya, namun terus mengalami perkembangan dimana sejumlah flatform sosial media saling berintegrasi menciptakan konten dengan kepentingan lebih menguasai pasar konsumen online, serta menyediakan akses kemudahan Perkembangan konvergensi media. Sehingga generasi Z hanya perlu menggunakna satu flatform media sosial ia sudah mampu memperoleh informasis sekaligus terhubung dengan jejaring sosial lainnya. Situs Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan, media massa kini mengalami pergeseran signifikan dengan munculnya berbagai flatform media sosial pada kisaran 2004 Ae 2017 hingga saat ini. Facebook. Twitter, disusul Instagram terakhir tikton serta berbagai mobile internet, yang kerapkali digunakan oleh masyarakat khususnya pada generasi Z. Dalam penyusunan penelitian ini, peneliti meninjauh beberapa penelitian Rossalyn, menggambarkan pola konsumsi generasi Z menghabiskan lebih dari 8 jam Al Yazidiy VOLUME 7. NO. Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 40-52 sehari menggunakan sosial media unutk memperoleh informasi yang sifatnya Penelitian kedua. Suryanti Dkk, hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi sosial media pada tiktok oleh generasi Z sangat berpengaruh signifikan pada rebranding Prabowo pada Pilpres 2024. Olehnya itu, pada penelitian ini memfokuskan bagaimana generasi Z menempatkan tingkat kepercayaan dan menunjukkan identitasnya dalam memilah informasi dari media sosial. Hal ini dianggap penting sebagia upaya mengetahui ketajaman analisa generasi Z yang akan diterima dan dijadikan sebagai realitas atas media. TINJAUAN TEORI Konvergensi Media Konvergensi media berasal dari kata bahasa inggris AuconvergenceAy yang artinya tindakan bertemu atau bersatu pada satu tempat, bisa juga diartikan sebagai memusatkan perhatian pada satu pandangan tertentu. Olehnya itu, secara bahasa konvergensi media merupakan penggabungan segala jenis flatform media menjadi satu dengan terintegrasinya media konvensional dan media baru (Jasafat:2. Secara definisi media massa berkaitan erat dengan konsep konvergensi media. Menurut (Larry Pryor dalam Millatul, 2. konvergensi merupakan manajerial editor dan jurnalis di bilik redaksi untuk memperoduksi konten menarik yang terintegrasi dengan berbagai flatform media sosial dan mobile digital agar menjangkau khalayak lebih luas dan kemudahan akses (Quinn & Filak, 2. Selaras juga yang disampaikan oleh Griffths & Light, bahwa konvergensi adalah sebuah kombinasi dari sejumlah produk yang menyatu dan memiliki tujuan yang sama. Kolodzy, juga menggambarkan konvergensi sebagai kesatuan produk yang saling berhubungan yakni konten, teknologi, khalayak dan industri media (Friedrichsen & Kamalipour, 2. Al Yazidiy VOLUME 7. NO. Mei 2025 Pola Konsumsi Informasi Generasi Z di Era Konvergensi Media Digital Generasi Z Generasi Z merupakan kelompok demografis yang lahir . tumbuh dan berkembang bersama kemajuan teknologi informasi dan terbiasa melakukan interaksi sosial melalui sosial media serta beragam platform digital menjadi konsumsi sehari-harinya dalam berbagai kebutuhan Hal itu yang membentuk identitasnya dan berbeda dari generasi sebelumnya (Firamadhina & Krisnani, 2. Menurut (Stillman & Stillman, 2. menjelaskan ada beberapa karakteristik generasi Z: Figital Bagi generasi z antara dunia digital dan dunia nyata tidak memiliki batasan dan perbedaan, ia beranggapan segala aktivitas dan kebutuhan sehari-hari telah disediakan diberbagai fitur media digital. Walaupun meraka menyadari interaksi fisik minim namun bagi mereka bukanlah masalah karena baginya hidup di fase internet sebuah kehidupan yang Berbeda dengan generasi sebelumnya harus beradaptasi dengan kehidupan internet. Hiper-Kustomisasi Generasi Z tidak menyukai dilabeli dengan golongan-golongan tertentu berdasarkan ras, agama dan suku. Ia memilih mengkustomisasi kemampuan mereka sendiri dalam beragam hal dimata masyarakat, sehingga keunikan yang menonjol dalam dirinya dinaggap sebagai identitas yang dikenal. Karakternya juga cenderung bebas menentukan arah hidupnya, ia tudak suka tekanan dan diarahkan urusan masa depan dan cita-cita mereka yang menentukan. Realistis Pandangan mereka lebih riil dan mengutamakan praktik daripada teori, sehingga ia cenderung menciptakan solusi ril dan turun langsung menyelesaikan persoalan disekitarnya. Pandangannya bersebelahan dengan generasi X yang jauh diatas umurnya atau setara dengan umur orangtuanya yang memiliki ekspektasi cita-cita tinggi namun tidak sesuai realita yang justru suram, sehingga pemikiran generasi Z terbawa Al Yazidiy VOLUME 7. NO. Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 40-52 untuk tidak berekspektasi tinggi. Mereka senantiasa meyakini bahwa masa depannya dia lebih mengetahui dan potensinya untuk dicapai. Fear Of Missing (Fom. Ciri dari generasi Z juga adalah selalu mengikuti trend baru yang berseliweran di sosial media, walaupun ada sebagian dari mereka kurang paham esensinya. Namun mengikuti trend dan berkontribusi didahulukan sembari tetap mencari tau esensinya. Dengan demikian mereka sebenarnya rentan dimobilisasi dan digiring oleh kekuatan isu sosia Do It Your Self (D. Mereka terbiasa dengan kemandirian jika ada sesuatu hal baru yang ingin mereka akan mencari sendiri misalnya melalui youtube, sehingga tidak perlu pendampingan lagi. Karena karakternya tidak menyukai tekanan maka bekerja dengan sendiri adalah pilihannya menyebabkan mereka kurang mampu bekerja tim sebagaimana prosedur perusahaan yang lebih birokratis. METODE PENELITIAN am penelitian ini, penulis menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, dimana pendekatan ini menggambarkan sebuah fenomena dan kejadian dalam bentuk deskriptif, dengan teknik analisis studi literatur, untuk memberi gambaran dan mendeskripsikan bagaimana pola konsumsi informasi sosial media bagi generasi Z media ditengah konvergensi media. Teknik menganalisis berbagai sumber yang relevan dengan topik pembahasan analisis, seperti buku, jurnal, data riset, tesis dari sumber yang terpercaya dan tervalidasi (Rakhmat & Ibrahim, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Al Yazidiy VOLUME 7. NO. Mei 2025 Pola Konsumsi Informasi Generasi Z di Era Konvergensi Media Digital Preferensi dan Pola Konsumsi Informasi Generasi Z Generasi Z memiliki keunikan dan karakteristik tersendiri dalam menggunakan digital teknologi. Data yang dihimpun (APJII, 2. sebesar 79,5% mayoritas genereasi Z pengguna internet. Mereka lebih memilih platform digital seperti sosial media dibanding media konvensional dalam memperoleh informasi. Media massa yang kini berintegrasi dengan sejumlah platform media sosial sehingga dalam memperoleh informasi berita tidak perlu lagi melalui televisi, namun bisa melalui youtube serta sosial seperti Facebook dan Instagram yang sudah memproduksi konen berita, juga disertai dengan link berita tersebut. Motivasi Konsumsi Teknologi Digital Selain mereka bertumbuh bersama ditengah arus teknologi informasi, mereka juga memiliki tujuan dalam menggunakan soal media. Pertama, memperoleh informasi, mereka memiliki keinginan yang tinggi untuk tetap update dengan seputar informasi yang terjadi dilingkungan sekitarnya, baik itu informasi terbaru dari jejaring sosial medianya. Mereka juga memiliki tingkat kepeduliaan dengan kondisi perpolitikan Indonesia. Survei (Litbang Kompas. Januari 2023-2. dengan persentase 67,8% turut berpartisipasi pada pemilu 2024, hal ini sebagai gambaran generasi (Times Indonesia. Kedua, pengembangan diri, karakteristik mereka lebih mandiri dan kecakapan dalam mengelolah informasi sehingga dalam pengembangan potensi dirinya lebih mengandalkan media informasi, begitupun dengan karir dan masa depan Serta komunitas dan hiburan, unutk mengisi waktu luangnya. Terintegrasinya sejumlah platform media digital dengan fitur yang lebih menarik dan memadai mempermudah generasi Z menemukan komunitasnya dalam dunia maya tanpa bertemu secara fisik. Figital, salah-satu ciri dari generasi Z antara dunia digital dan dunia nyata tidak memiliki batasan dan perbedaan, ia beranggapan segala aktivitas dan kebutuhan sehari- hari telah disediakan diberbagai fitur media digital. Walaupun meraka menyadari interaksi fisik minim, namun bagi mereka bukanlah masalah karena baginya hidup di era internet sebuah kehidupan yang Al Yazidiy VOLUME 7. NO. Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 40-52 Berbeda dengan generasi sebelumnya harus beradaptasi dengan kehidupan internet. (Stillman & Stillman, 2. Generasi Z dalam Objektivikasi dan Validasi Informasi Sebenarnya belum ada data di Indonesia yang secara spesifik dan statistik menerangkan tingkat validasi generasi Z dalam menerima informasi, begitupun sebaliknya generasi Z yang tidak memvalidasi informasi dari media Namun beberapa temuan data riset memberikan gambaran bagaimana pola konsumsi generasi z dalam menerima informasi. Generasi Z juga kerapkali dilabeli sebagai strawberry generation yang cenderung lemah dalam menghadapi tekanan sehingga berujung pada mental health (Sudarto, 2. Namun mereka juga cukup kritis sebagai konsumen media dalam mengelolah informasi sebelum dikonsumsi secara mentahmentah, mereka akan menjeda waktu untuk melakukan kajian ulang dan perbandingan beberapa variabel sumber berita. Sejalan dengan pendekatan teori (Uses and Gratifikation. Komuniaksi Massa, 1. bahwa pengguna media yang aktif akan memilih konten yang sesuai kebutuhan pribadinya. Dikutip dari (M. com,2. pola pikir dalam konsumsi informasi oleh generasi Z menunjukkan data . %) mengedepankan akurasi kelengkapan data informasi dan . %) hanya mengedepankan kecepatan Selain itu, mereka juga selalu menempatkan standar moral dalam pilihannya setiap mengkonsumsi informasi. Sementara itu, situs resmi riset global (Ipos,2. menunjukkan generasi Z memvalidasi informais yang ia konsumsi sebesar . -45%) dan generasi Z yang tidak memvalidasi sebesar . -60%). Budaya FYP Melemahkan Daya Kritis Generasi Z Generasi Z sebagai digital native kini merambah pada fenomena baru yakni budaya FYP (For Your Pag. sebagaimana yang dikutip dari portal website resmi (Kementerian Sekretariat Negara RI. Desember 2. pengertian FYP ialah video yang direkomendasikan di media sosial Tiktok bagi penggunanya, yang dianggap viral dan menempati posisi tertinggi dalam Al Yazidiy VOLUME 7. NO. Mei 2025 Pola Konsumsi Informasi Generasi Z di Era Konvergensi Media Digital aktivitas media sosial sehingga mayoritas penggunanya ingin kontennya diposisi FYP, ketika hal itu terjadi maka kebenaran substansi konten itu tidak menjadi hal yang penting. Bagi mereka semakin tinggi viewers kontennya maka itu sebuah validasi. Hal ini sesuai yang dijelaskan oleh (Stillman & Stillman, 2. salah-satu karakteristik generasi Z ialah Fear Of Missing (Fom. , ciri generasi Z selalu mengikuti trend baru yang berseliweran di sosial media, walaupun ada sebagian dari mereka kurang paham esensinya. Namun mengikuti trend dan berkontribusi didahulukan sembari tetap mencari tau esensinya. Dengan demikian mereka sebenarnya rentan dimobilisasi dan digiring oleh kekuatan isu sosia media. Dengan demikina FYP ini menjadi virus bagi generasi Z dimana semakin rendah tingkat riset data dan validitas informasi. Dikutip dari (Nations Ranked, 2016 dalam tulisan Sitaviana, 2. menyebutkan Indonesia menduduki peringkat ke-60 negara tingkat literasinya rendah, dimana tidak adanya pengenalan sejak dini di Sekolah Dasar terkait riset, menyebabkan budaya riset masih minim dilakukan oleh generasi Z sebagai usia produktif yang akan banyak berkontribusi dan menempati posisi strategis dalam keberlangsungan bangsa Indonesia. Preferensi Sosial Media digunakan Generasi Z Platform sosial media yang digandrungi oleh generasi Z dalam mengkonsumsi informasi dari data yang dihimpun oleh . menempatkan Instagram tertinggi . %). Youtube . %) dan Tiktok . %). Hampir senada data yang disajikan oleh (Kompas. Instagram . Facebook . ,6%). Tiktok . ,5%). Dengan demikian tingkat generasi Z menggunakan sosial media sebesar . %) dari artikel yang dirilis GoodStats 24%1. Mei 2025 Al Yazidiy VOLUME 7. NO. Instagram Facebook Tiktok Youtube p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 40-52 (Iswenda. Oktober 2. Untuk menggunakan sosial media, sebagaimana data yang dihimpun (Indonesia Gen Z Report yang dirilis oleh IDN Research, 2. generasi Z secara mayoritas menghabiskan 6 jam per hari menggunakan sosial media, 5 % responden menghabiskan 10 jam per hari. Lebih lanjut dengan persentasi kebanyakan responden mengaku menggunakan sosial media untuk mencari informasi terbaru, 15% responden menggunakan sosial media membangun jejaring sosial dan segelintir responden menyampaikan karena mengikuti influenser. Untuk menggunakan sosial media, sebagaimana data yang dihimpun (Indonesia Gen Z Report yang dirilis oleh IDN Research, 2. generasi Z secara mayoritas menghabiskan 6 jam per hari menggunakan sosial media, 5 % responden menghabiskan 10 jam per hari. Lebih lanjut dengan persentasi kebanyakan responden mengaku menggunakan sosial media untuk mencari informasi terbaru, 15% responden menggunakan sosial media membangun jejaring sosial dan segelintir responden menyampaikan karena mengikuti influenser. Durasi Waktu Penggunaan Sosial Media Per Hari Al Yazidiy VOLUME 7. NO. Mei 2025 Pola Konsumsi Informasi Generasi Z di Era Konvergensi Media Digital Data diatas menunjukkan 85% generasi Z menghabiskan waktu sebanyak 6 jam, angka ini cukup tinggi dalam penggunaan sosial media bagi generasi yang memiliki umur produktiv. Dan kebanyakan dari mereka menggunakan sosia media untuk informasi terbaru dan informasi sesuai Sebagaimana karakteristiknya yang lebih mandiri dalam mencari informasi baik seputar umum maupun kepentingan pribadinya. Olehnya itu, yang perlu dilakukan dalam problem pola konsumsi informasi bagi generasi Z Indonesia ialah, perlu adanya regulais yang tegas dalam penggunaan sosial media seperti aspek umur dan manajemen waktu, pemberdayaan influenser native dalam membangun konten literasi digital. KESIMPULAN Di era konvergensi digital media membuat generasi Z memiliki caranya sendiri dalam pola berkomunikasi dan menerima informasi sebagai pengguna internet tertinggi khususnya sosial media 89%, mereka menggunakan sosial media sebagai alat menghimpun informasi berita terbaru, serta kebutuhan informasi pribadi seperi pendidikan, jejaring sosial, karir dan faktor waktu luang Hanya sedikit dari mereka yang kritis dalam mengolah informasi sebelum Dan sebahagian besar menilai kebenaran informasi dari tingkat kecepatan dan validasi viewers dari jejaring onlinennya sehingga menyebabkan tingginya Dengan demikian generasi Z masih cukup rendah tingkat literasi digital dan minim melakukan riset, menyebabkan pola pikirnya lebih instan dan serba cepat. SARAN