Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Online Available at: https://journal. id/index. php/jbpai Moralitas Bisnis dalam Al-QurAoan Analisis Surat Al-Furqan Ayat 57-59 1,3,4,5 Deswita Lestari Btr1*. Ferizal2. Indah Amelia3. Muhammad Alfin4. Nabila5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Jurusan Perbakan Syariah. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan Indonesia STAI Raudhatul Akmal. Indonesia Email: deswitalestari53@gmail. com1, feri. naluma05@gmail. com2, vivoindah80@gmail. muhammadalfinlbs6@gmail. com4, rahmanabila003@gmail. *Korespondensi penulis: deswitalestari53@gmail. Abstract. Many Muslim communities still consider business ethics to be unimportant in business activities, because business is nothing more than just seeking profit. This study will discuss how business ethics are in the perspective of the Qur'an. This study includes library research, namely research that examines data sourced from library materials, using the thematic interpretation method. This study is based on the interpretation of verses of the Qur'an that directly discuss business morality and verses that do not directly discuss business morality. Business in the Qur'an is both material and immaterial. Where business in the Qur'an does not only prioritize material profit but also spiritual profit. The existence of business morality cannot be separated from the business The business morality of the Qur'an contains basic business values such as the values of unity, balance, free will, accountability, and ihsan. Then it gives birth to business morality which is free from elements of falsehood, damage and injustice such as usury, fraud, reducing the measure or fraud, corruption, bribery, gambling, gharar and hoarding and so on. Then business in the Qur'an highly prioritizes hasanah values such as honesty, trustworthiness, fairness, social responsibility, istiqomah, tolerance and friendliness in business life. Thus, business ethics in the Qur'an are not only oriented towards fulfilling the needs and welfare of life in the world, but also business as a means of goodness for safety in the hereafter. Keywords: Morality. Business. Al-Qur'an. Abstrak. Masih banyak masyarakat muslim menganggap etika bisnis tidak terlalu penting keberadaannya dalam akitvitas bisnis, karena bisnis tidak lain hanyalah bertujuan untuk mencari keuntungan se-mata. Melalui penelitian ini akan dibahas bagaimana etika bisnis dalam perspektif al-QurAoan. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan . ibrary researc. yakni penelitian yang menelaah data-data yang bersumber dari bahan kepustakaan, dengan mengunakan metode tafsir tematik. Penelitian ini berdasarkan interprerasi ayat-ayat al-QurAoan yang membahas secara langsung moralitas bisnis dan ayat yang tidak membahas secara langsung moralitas bisnis. Bisnis dalam al-QurAoan bersifat material sekaligus immaterial. Dimana bisnis dalam al-QurAoan tidak hanya mengedepankan keun-tungan material semata namun juga keuntungan spritual. Keberadaan moralitas bisnis tidak dapat dipisahkan dari bisnis itu sendiri. Moralitas bisnis al-QurAoan mengandung nilai-nilai dasar bisnis seperti nilai kesatu-an, keseimbangan, kehendak bebas, pertangung jawaban, dan ihsan. Kemudian melahirkan moralitas bisnis yang mana terbebas dari unsur kebatilan, kerusakan dan kezaliman seperti praktik riba, penipuan, mengurangi takaran atau penipuan, korupsi, suap, judi, gharar dan penimbunan dan lain sebaginya. Kemudian bisnis dalam al-Quran sangat mengedepankan nilai-nilai hasanah seperti kejujuran, ama-nah, adil, tanggung jawab sosial, istiqomah, toleransi dan ramah dalam kehidupan berbisnis. Dengan demikian etika bisnis dalam al-Quran tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan hidup di dunia, namun juga bisnis sebagai wasilah ke-baikan untuk keselamatan di akhirat kelak. Kata kunci: Al-QurAoan. Bisnis. Moralitas. Received Desember 21, 2024. Revised Januari 04, 2025. Accepted Januari 26, 2025. Online Available Januari 29, 2025 Moralitas Bisnis dalam Al-QurAoan Analisis Surat Al-Furqan Ayat 57-59 PENDAHULUAN Al-QurAoan merupakan kitab suci bagi umat Islam yang telah diturunkan 14 abad silam, sebagai petunjuk bagi seluruh umat ma-nusia. Sebagai petunjuk yang harus dipedomani dalam menjalankan kehidupan ini, terlebih dahulu harus dipahami dengan baik, dihayati dan diterapkan dalam kehidupan ini. Sehingga sesuai dengan fungsi dari al-QurAoan mampu mengeluarkan umat manusia dari kegelapan menuju terang benderang. Al-QurAoan dipelajari bukan hanya dari segi susunan redaksi dan pemilihan kosa katanya saja, akan tetapi juga kandungan yang tersurat dan tersirat, bahkan sampai kepada kesan bagi orang yang membacanya. Oleh karena itu al-Quran tidak cukup hanya dibaca saja akan tetapi juga harus dipahami kandungan-kandungan yang sangat kaya akan Al-Quran sebagai kitab suci yang diwariskan melalui bag-inda Nabi Muhammad saw. kepada umat manusia yang mengemban predikat sebagaimana dikatakan al-QurAoan sebagai khalifah dimuka bumi ini. eAe AaO a aEe aaIaOe aEE aIE aiO aE ae aacEae Ca aEe aOaA a Aa aEOAae eEaA AuIngatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat: AuSesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumiAy (QS. Al-Baqarah. Khalifah disini dipahami yaitu sebagai pengganti Allah dalam menegakkan kehendakNya atau menerapkan ketetapan-Nya. Oleh karena itu manusia sebagai khalifah atau makhluk yang diserahi tugas atau wewenang dalam menjalankan tugasnya di muka bumi(Abdulah Karim, t. ini harus sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkannya. Dengan demikian seluruh tujuan hidup manusia adalah untuk mewujudkan kebajikan kekhalifahan. 5 Sungguh demikian manusia juga diberikan kebebasan untuk memilih untuk melakukan kebajikan sebagai keberadaanya sebagai wakil Tuhan atau menolak kedudukan ini dengan melakukan yang salah. Dengan kata lain, manusia akan mempertanggung jawabkan pilihan-pilihan yang diambilnya dalam kapasitasnya sebagai individu. 6 Manusia dalam mempertahankan hidup diberi keleluasaan dalam mengambil sikap guna memenuhi kebutuhan-kebutuhanya. Keleluasaan atau kebebasan merupakan fitrah sebagai manusia mengatur dalam memenuhi kebutuhan yang ada. Dalam memenuhi kebutuhan hidup diantaranya kebutuhan yang paling mendasar ialah kebutuhan ekonomi, untuk memenuhinya manusia harus bekerja. Al-QurAoan sebagai kitab suci bagi umat Islam juga banyak berbicara terkait aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup, seperti aktivitas pedagangan atau bisnis. Bahkan tidak jarang kita juga melihat al-QurAoan mengunakan kosakata yang sering dipakai dalam akivitas perdagangan Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. seperti tijarah, al-baAou dan isytara dan sebagainya. Sebagaimana pada surat al-JumuAoah ayat 9 sampai 11 Allah berfirman: AaOe aa aIIa eO EacaOIae eOaOac aNA ca a aa aEIaIe aIe Eac aEIe aOe aE aEIe EaO ae aOa aO EEc aNe aE ae aEO aO E a aIa ae OacO aIe aIIe aEEAA aEa aIOIaeyA a AAeEOea IaOA eAA a aAOA ca Ae AaO AaIa aaO EA a A aOaa aA aE aOIae EeacaEac aEIe aEaO EEcNea aO aE aO EEc aNe Aa aEe aIIe aOaaO eEae aaO yA a aEOe a CA a AaOe a aA Aae aO aIIae EEacN aOe aIIae aOe EEc aNe aIea aI CaEe Ca aiOIe aO aa aEOEae aEaO aN EaNOeoIAa eacOA c AyA a AE aCaOIae aO ae aOEEcNe a Ea aA AuWahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseur untuk melaksanakan salat pada hari jumAoat, maka segeralah kamu menginggat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah carilah karunia Allah dan inggatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perdagangan (QS. Ibrahim, t. )atau permainan, mereka segara menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhamma. sedang berdiri . Katakanlah,Ayapa yang ada di sisi Allah lebih baik dari permainan dan perdagangan,AoAodan Allah pemberi rezeki yang terbaik. (QS. Al-JumuAoah /62:9-. Aktivitas bisnis dari dahulu hingga sekarang . menjadi suatu pekerjaan yang banyak ditekuni oleh manusia di muka bumi ini, untuk memenuhi kebutuhan maupun mencapai kesejahteraan hidup. Bahkan Rasulullah sendiri pernah menekuti bisnis, dimasa mudanya beliau dikenal seorang pedagang atau pembisnis yang jujur . l-ami. 7 Menurut perhitungan sebagian pihak, bahwa baginda nabi menghabiskan umurnya untuk berdagang lebih panjang dari pada masa kerasulan beliau. Umur beliau selama 63 tahun dihabiskan masa kanak-kanak . , masa berdagang . , masa merenung masalah kemasyarakatan . dan masa kerasulan . 8 Bisnis secara umun merupakan suatu kegiatan usaha individu atau kolektif yang terorganisir untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan. Di zaman era globalisasi ini, persaingan bisnis semakin kompetitif dan perkembangan teknologi yang sangat mempengaruhi kemajuan dunia bisnis. Dalam hal ini sangat dibutuhkan pemahaman keagamaan terkait etika dalam berbisnis. Apabila diperhatikan masih banyak umat muslim yang masih mengabaikan etika dalam berbisnis. Bahkan alasan bagi mereka yang mengabaikan moralitas atau mengangap karena moralitas tidak mempunyai tempat dalam menjalankan bisnis. 10 karena itu bisnis tidak membutuhkan etika dalam menjalani bisnis, sehingga menghalalkan segala cara dalam mengejar keuntungan suatu yang dianggap wajar. Praktek bisnis seperti ini akan melahirkan bisnis amoral, bahwa bisnis adalah bisnis, antara bisnis dan moralitas tidak ada keterkaitan apa-apa(M. Quraish Shihab, t. terpuji dan harus dihindari atau bisnis kegiatan yang hanya berhubungan dengan keuntungankeuntugan material semata dan hanya sebagai permainan berupa kompetisi tertutup yang menghasilkan seperti permainan judi dimana kemenangan menjadi tujuan utama. Ditengah Moralitas Bisnis dalam Al-QurAoan Analisis Surat Al-Furqan Ayat 57-59 kemajuan zaman modren yang kapitalis, ada kecendrungan mansyarakat dunia semakin akrab dengan nilai kehidupan tersebut. Menurut survei tahun 1990 yang dilakukna di Amerika 000 perusahaan mengungkapkan banyak persoalan yang menjadi konsen komunitas menejer, seperti penyalahgunaan minuman keras dan alkohol, karyawan yang mencuri, conflict of interest, isu pengawasan kualitas, diskriminasi dalam promosi dan pengangaktan karyawan, penyalahgunaan aset perusahaan dan lain sebagainya. 12 Islam sebagai ajaran rahmatan lilAoalain yang bersumber dari ajaran wahyu, sudah barang tentu menjadikan etika . sebagai sumber atau urat nadi dalam menjalani kehidupan seorang muslim. Terlebih Islam merupakan ajaran yang mengajarkan ketinggian nilai etika tidak saja secara teoritis yang bersifat abstrak, namun juga yang bersifat aplikatif. Perlu kita sadari bahwa salah satu misi pokok kerasulan Nabi Muhammad Saw. adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dalam tesis Yusuf Qardhawi yang menyatakan bahwa segala ranah kehidupan muslim tidak terlepas dari ajaran akhlak, termasuk dalam aktivitas ekonomi . Adapun dalam al-QurAoan terdapat termterm yang mewakili tetang bisnis ialah al-tijarah, al-baiAou, tadayantum, dan isytara. Selain term-term ini masih terdapat term-term yang memiliki kesesuaian maksud dengan bisnis, seperti taAokulu, infaq, al-ghard. METODOLOGI Metode pengumpulan data yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah studi Metode ini dipilih karena dianggap lebih efektif untuk mengumpulkan informasi terkait fenomena yang melibatkan banyak audiens dan mencakup area yang luas. Studi pustaka melibatkan proses pengumpulan, analisis, dan sintesis informasi dari berbagai sumber tertulis, seperti buku, artikel jurnal, tesis, disertasi, dan literatur lain yang relevan dengan topik Tujuan utama dari metode ini adalah memahami konteks penelitian, mengidentifikasi celah penelitian, serta mendukung argumen dan temuan yang dihasilkan. Teknik ini dilakukan dengan mempelajari literatur yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti untuk memperoleh dasar-dasar teori dan data yang relevan. Dalam penelitian ini, sumber data yang digunakan berupa data sekunder, yang diperoleh melalui penelusuran internet, literatur, hasil penelitian terdahulu, buku, jurnal, dan sumber-sumber lain yang Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Moralitas Bisnis Al-QurAoan Al-QurAoan adalah kitab suci bagi umat Islam yang menjadi sumber ajaran dan pedoman Selain membahas aspek spiritual dan hukum. Al-QurAoan juga mencakup panduan etika dan moralitas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia bisnis. Dalam konteks bisnis. Al-QurAoan mengajarkan tentang pentingnya keadilan, integritas, dan etika dalam Artikel ini akan membahas ayat-ayat dalam Al-QurAoan yang menekankan nilai-nilai tersebut dan bagaimana nilai-nilai tersebut relevan dalam konteks bisnis modern. Salah satu nilai utama dalam bisnis menurut Al-QurAoan adalah keadilan. Al-QurAoan menuntut agar para pedagang berlaku adil dan tidak berbuat curang dalam bertransaksi. Dalam Surah Al-Hadid . Allah berfirman. AuSesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca . supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Ay Ayat ini menegaskan bahwa transaksi dalam bisnis harus dilakukan dengan penuh keadilan, tanpa ada manipulasi atau Hal ini juga mengingatkan bahwa tujuan bisnis bukan hanya mencari keuntungan semata, tetapi juga untuk menciptakan kesetaraan dan keadilan dalam masyarakat. Al-QurAoan melarang riba . dan transaksi yang merugikan dalam berbisnis. Dalam Surah Al-Baqarah . :275-. Allah mengingatkan tentang bahaya riba dan konsekuensinya yang merusak. Moralitas dan etika bisnis dalam Al-QurAoan menempatkan keadilan dan integritas sebagai nilai utama dalam berdagang. Para pedagang Muslim dituntut untuk berlaku adil, jujur, dan menghindari praktik-praktik yang merugikan pihak lain. Larangan terhadap riba dan transaksi yang merugikan juga menunjukkan pentingnya berbisnis dengan cara yang halal dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu. Al-QurAoan juga mengajarkan pentingnya berinvestasi dalam amal kebaikan dan berbagi dengan yang membutuhkan sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan yang diberikan oleh Allah. Dalam konteks bisnis modern, nilai-nilai ini tetap relevan dan dapat menjadi pedoman bagi para pebisnis Muslim untuk menciptakan lingkungan bisnis yang berintegritas, adil, dan berkontribusi positif bagi masyarakat secara keseluruhan. Moralitas Bisnis dalam Al-Qur'an Surat Al-Furqan Ayat 57-59 Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, etika dan moralitas menjadi aspek yang sangat penting untuk dipertimbangkan. Banyak pelaku bisnis yang terjebak dalam praktik tidak etis demi mencapai keuntungan yang lebih besar. Namun, sebagai seorang muslim, penting untuk merujuk pada ajaran Al-Qur'an yang memberikan panduan dalam menjalankan usaha. Moralitas Bisnis dalam Al-QurAoan Analisis Surat Al-Furqan Ayat 57-59 Salah satu ayat yang mengandung pesan moralitas bisnis yang kuat adalah Surat Al-Furqan ayat 57-59. Tafsir Surat Al-Furqan Ayat 57-59 Surat Al-Furqan yang merupakan surat ke-25 dalam Al-Qur'an, mengandung banyak hikmah dan pelajaran berharga, khususnya dalam konteks moralitas bisnis. Berikut analisis dari ayat-ayat tersebut: Ayat 57: "Dan mengatakan: 'Aku tidak meminta kepadamu ketidakseimbangan di aku tidak ingin kecuali untuk memberi peringatan kepada umat yang Dalam ayat ini. Allah menekankan pentingnya niat dalam berbisnis. Seorang pelaku bisnis harus memahami bahwa tujuan utama dari usahanya bukanlah hanya untuk mendapatkan keuntungan materi, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Dalam konteks bisnis, ini berarti menciptakan produk atau jasa yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar keuntungan semata. Ayat 58: AuDan percayalah kepada Tuhanmu, dan percaya kepada Allah dan hari akhir. dan baiklah kamu dalam beramal. Ay Ayat ini menekankan pentingnya iman dan kepercayaan kepada Tuhan sebagai landasan dalam segala tindakan, termasuk bisnis. Kepercayaan ini harus tercermin dalam cara pelaku bisnis beroperasi. Dalam praktiknya, hal ini bisa berarti menjalankan usaha dengan integritas, tidak melakukan penipuan, dan selalu menjaga keadilan dalam Pelaku bisnis yang memiliki iman yang kuat cenderung lebih bertanggung jawab dan beretika dalam menjalankan usahanya. Ayat 59: AuDialah yang menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dalam enam masa. dan Dia adalah Tuhan yang Maha Pemurah. Ay Dalam ayat ini. Allah mengingatkan kita bahwa segala sesuatu di alam semesta ini diciptakan oleh-Nya. Ini menekankan pentingnya penghargaan terhadap ciptaan Tuhan dan sumber daya yang ada. Dalam konteks bisnis, pelaku usaha diharapkan menggunakan sumber daya ini dengan bijaksana dan tidak merusak lingkungan. Tanggung jawab sosial perusahaan menjadi salah satu pilar penting dalam moralitas bisnis yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Pembahasan Konteks Dalam konteks sejarah, ayat-ayat ini diturunkan pada masa ketika Nabi Muhammad menerima persetujuan dan perjanjian dari masyarakat Quraisy. Melalui ayat-ayat ini. Allah menguatkan Nabi Muhammad dengan tekanan misi suci yang Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Pengulangan tema keesaan Allah dalam Al-Qur'an tidak hanya berfungsi untuk menegaskan keyakinan, tetapi juga untuk mengajak umat berpikir kritis tentang penciptaan dan keberadaan mereka di dunia ini. Kesimpulan Surat Al-Furqan ayat 57-59 memberikan wawasan mendalam tentang misi Nabi Muhammad dan pengakuan akan kekuasaan Allah sebagai pencipta. Pesan yang terkandung dalam ayat-ayat ini bukan hanya relevan pada masa penurunan, tetapi juga untuk generasi modern. Dalam dunia yang semakin kompleks, ajaran ini mengingatkan kita untuk kembali kepada prinsip dasar keimanan, yaitu keesaan Allah dan pentingnya menyampaikan kebenaran tanpa pamrih. Pemahaman ini akan memperkuat iman dan memberi panduan dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan demikian, analisis ini menunjukkan betapa pentingnya mendalami AlQur'an, tidak hanya sebagai kitab suci tetapi juga sebagai panduan hidup yang relevan dalam setiap aspek kehidupan umat Muslim. Ideologi Tafsir Al-Furgan Tafsir Our'an Tafsir pada hakikatnya bermuara pada dua kategori, yakni tafsir sebagai proses dan tafsir sebagai produk. Tafsir sebagai proses artinya sebuah upaya penggalian kedalaman makna al-Qur'an, disebut nalar tafsir. Sebagaimana telah penulis simpulkan di atas. Al-Furgan Tafsir Our'an karya Ahmad Hassan dalam upayanya menggali mana al-Qur'an menggunakan nalar tafsir ideologis. Sementara tafsir sebagai produk, dipahami sebagai hasil dialektika seorang mufasir dan alQur'an yang dikelilingi oleh konteks sosio-kultural, dapat dijumpai dalam berbagai kitab tafsir, disebut ideologi tafsir. Pada sub-bab inilah penulis akan memaparkan ideologi tafsir yang terdapat dalam Al-Furqan Tafsir Quran karya Ahmad Hassan. Berbeda dengan ketika menganalisis nalar tafsir. Dalam mengungkap ideologi tafsir Al-Furgan Tafsir Quran penulis memotret gagasan yang sering disuarakan oleh Hassan, yakni "kembali kepada al-Quran dan hadis". Berdasarkan Risalah Taglid dan Risalah Mazhab karya Hassan terdapat dua puluh delapan ayat yang berbicara tentang gagasan tersebut, yakni alBagarah: 111, 170. Ali 'Imran: 31, 103. al-Nisa': 59, 65, 105. al-Ma'idah: 44, 45, 47, 49, 104. al-An'ym: 57, 153. al-A'ryf: 3. al-Tawbah:31. Yynus: 59, 78. al-Nahl: 36, 116. al-'Isra': 36. alNyr: 51. al-Syu'ara': al-Ahzab: 21, 36, 66-67. al-Zukhruf: 22-24 dan al-Hasyr: 7. Moralitas Bisnis dalam Al-QurAoan Analisis Surat Al-Furqan Ayat 57-59 Berdasarkan analisis penulis, sejumlah ayat di atas dapat dikelompokkan kedalam beberapa tema yang turut menguraikan gagasan Hassan tersebut. Pertama, larangan bertaklid, sebagaimana tergambar dalam penafsiran Hassan pada surah al-'Isra' ayat 36. "Padahal pendengaran, penglihatan, dan hat, akan diperiksa tentang perilaku bertaklid tapa pengetahuan Menurut Hassan, mengikuti fatwa kiai tamp mengetahui dalil-dalil syar 'i-nya serta para Imam mazhab termasuk ke dalam taklid, yakni meniru, menerima, mengerjakan sesuatu hukum dari seseorang dengan tidak mengetahui alasannya dari al-Qur'an atau hadis. " Apabila membaca surah al-'Isra' ayat 36 secara utuh, maka bertaklid adalah perbuatan yang dilarang oleh agama. Termasuk pula mengikut kepada para Imam Mazhab dan lebih-lebih kepada kiai atau tokoh agama karena setiap potensi yang dianugerahkan kepada manusia akan dimintai Hal in juga diaminkan pula oleh Zainuddin Hamidy dan Fachruddin Hs, ketika menafsirkan ayat yang sama dengan Hamidy dan Fachruddin Hs, ketika menafsirkan ayat yang sama dengan mengatakan: AyJanganlah kita main ikut-ikutan saja atau bertaklid buta, melainkan bertindaklah dengan pengetahuan yang jelas". Sementara it. Menurut Hasyim Asy'ari, seseorang wajib bertaklid kepada para Imam Mazhab atau ulama yang mendalam ilmu agamanya. Hal ini berdasarkan pada al-Nahl ayat 43. Hasim AsyAoari memahami perintah bertanya pada ayat tersebut sebagai kewajiban bertanya bagi orang yang tidak mengetahui kepada ulama, serta menyamakan hal tersebut dengan taklid kepada ulama. KESIMPULAN Al-QurAoan tidak hanya menjadi pedoman spiritual bagi umat Islam, tetapi juga menawarkan prinsip-prinsip yang relevan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia Nilai-nilai seperti keadilan, integritas, dan etika sangat ditekankan dalam aktivitas Al-QurAoan melarang praktik riba, penipuan, dan transaksi yang merugikan, menegaskan bahwa tujuan bisnis bukan sekadar keuntungan materi, melainkan juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam Surat Al-Furqan ayat 57-59. Allah mengingatkan pentingnya niat yang baik dalam berbisnis, kepercayaan kepada-Nya, serta penghargaan terhadap sumber daya alam sebagai ciptaan-Nya. Nilai-nilai ini relevan dalam dunia bisnis modern, terutama dalam menciptakan lingkungan usaha yang berintegritas, bertanggung jawab, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Selain itu, melalui tafsir AlFurqan karya Ahmad Hassan, penekanan pada pentingnya kembali kepada Al-QurAoan dan hadis menunjukkan perlunya memahami ajaran agama dengan kritis dan berbasis pengetahuan. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Dengan mengintegrasikan ajaran Al-QurAoan ke dalam praktik bisnis, umat Islam dapat menciptakan sistem bisnis yang adil, berkelanjutan, dan penuh keberkahan. DAFTAR PUSTAKA