Vol. 5Vol. No. January - June 2021 1 No. Juli - Desember ISSN: 2579-9703 | ISSN: (E) (E) ISSN: 2579-9703(P)(P) | ISSN: Academica Journal of Multidisciplinary Studies Vol. Vol. 5 No. 1,2,January - June 2021 1 No. Juli-Desember ISSN: ISSN:2579-9711 ISSN: 2579-9703 (P) (P) | | ISSN: (E)(E) Academica Journal of Multidisciplinary Studies Editorial Team Editorial Team Editor-In-Chief Deri Prasetyo. IAIN Surakarta Editoral Board Mudofir. IAIN Surakarta Editor Chief Syamsul Bakri,in IAIN Surakarta Muhammad Munadi. IAIN Surakarta Agus Wahyudi (UIN RadenIAIN Mas Said Surakart. Abdul Matin bin Salman. Surakarta Endy Saputro. IAIN Surakarta Zainal Anwar. IAIN Surakarta Nur Kafid. IAIN Surakarta Akhmad Anwar Dani. IAIN Surakarta Reviewer Nur Rohman. IAIN Surakarta IAIN Surakarta MudofirAndi (UINWicaksono. Raden Mas Said Surakart. Khasan Ubaidillah. IAIN Surakarta Syamsul Bakri (UIN Raden Mas Said Surakart. Managing Editor Dewi Nur Fitriana Ahmad Saifuddin (UIN Raden Mas Said Surakart. Lulu Syifa Pratama Arif Rifanan Khoirul Latifah Eko Nur Wibowo Assistant to Editor Nurul Iffakhatul Solekah Sarah Muktiati Nurika Indah Sofantiyana Alamat Redaksi: Hana Zunia Rini Toyib Studie. Surakarta IAIN (State InstituteMaAomun for Islamic Jln. Pandawa No. 1 Pucangan. Kartasura. Layouter Sukoharjo. Central Java, 57168 website: ejournal. id/index. php/academica Della Putri Apriliana Nuur I. Lathifah e-mail: journal. academica@gmail. academica@iain-surakarta. Arlin Dwi Setyaningsih Alamat Redaksi: IAIN (State Institute for Islamic Studie. Surakarta Jln. Pandawa No. 1 Pucangan. Kartasura. Sukoharjo. Central Java, 57168 website: ejournal. id/index. php/academica e-mail: journal. academica@gmail. com | journal. academica@iain-surakarta. 1 No. 1,2,January Juli-Desember Vol. Vol. 5 No. - June 2017 ISSN: 2579-9703(P)(P)||ISSN: ISSN:2579-9711 2579-9711 (E) ISSN: (E) Academica Journal of Multidisciplinary Studies Daftar Isi Daftar Isi Pengembangan Kepribadian Konselor Melalui Kegiatan Kepramukaan di UKK Racana IAIN Surakarta Toleransi Nasaruddin Umar Sebagai Solusi Menanggulangi Radikalisme Atas Nama Nurika Indah Sofantiyana Agama Farkhan Fuady. Imanatur Rofiah. Selvia Peran Komunikasi Ayah dalam Perkembangan Mental Anak: Studi atas Santri Putri Pondok Tahfidz Karanganyar Fitri Setianingsih Strategi Pemasaran Usaha Mikro Kecil Menengah Di Masa Pandemi Fatimah Sindi Wardani. Indah Lestari. Devinna Tamaya Sari. Aspek Perkembangan AnakPuji Sekolah Dasar: Masalah dan Perkembangannya Umi Latifah NiAomatul Umamah. Tri Wulandari Pendidikan Prenatal Yahudi dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam Mivtahul Kasana & Anggraeni NovitaUtama Sari Dalam Novel Kembara Rindu Karya Nilai-Nilai Budaya Para Tokoh 1 - 26 27 - 38 Habiburrahman El-Shirazy: Kajian Sosiologi Sastra The Various Respond of Student Toward Peer-Tutoring Method in Bilingual Program FatimahLatifah Khoirul 39 - 52 Filantropi Dakwah dan Kaum Minoritas di Indonesia Analisis Code Mixing Di Grup Whatsapp Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta Okta Nurul Hidayati Elsa Meliana. Ihsan Zainul Muttaqin. Elenia Nadila. Witdiya Ningrum. Nur Fitriyani 53 - 74 Pembelajaran dan Implementasi Etika Bisnis Islam: Studi pada Mahasiswa Akuntansi Syariah IAIN Surakarta Strategi Pertempuran Raden Mas Said Di Vorstenlanden: Sikap Patriotisme Dalam Galuh Anggraeny Menegakkan Keadilan Respons Pembiayaan Kartasura Kuncoro Masyarakat Catur Setyoterhadap Atmojo. Produk Nushrotul Khofifah,BMT DevidiNur Maharani Dimas Saputra Peran IbuPenggunaan Rumah TanggaAplikasi dalam Membangun Kesejahteraan KeluargaDi Era Modern Analisis Tiktok Sebagai Media Dakwah Septi Latifa Hanum 75 - 88 Rismaka Palupi. Umi Istiqomah. Fella Vidia Fravisdha. Nur Lail Septiana. Ailyn ModelMaharung PsikoterapiSarapil Zikir dalam Meningkatkan Kesehatan Menta 89 - 104 Daimul Ikhsan. Muhammad Irsyadi Fahmi & Asep Mafan Analisis Gaya Bahasa Dalam Kumpulan Puisi Kekasihku Karya Joko Pinurbo: Kajian Stilistika Lisa Widyaningsih 105 - 120 Analisis Perilaku Generasi Milenial Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Saham Di Masa Pandemi Covid-19 Devindha Fitria Mahafani. Diah Maya Puspa. Nurul Khasanah. Siti Wulandari. Vivi Andriani 121 - 140 Analisis Isi Pesan Dakwah Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Melalui Media Sosial Instagram AAoourika Devi. Ulfah Dwi Hidayah. Muiz Al Barudin. Dwi Parwati 141 - 164 Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Di Wilayah Solo Raya Arrum Puspita Sari. Durotun Nafisah. Fitri Susanti. Hesti Eka Setianingsih. Nur Mila Hayati 165 - 182 Analisis Akad-Akad Dalam Fintech P2P Lending Syariah di Indonesia Gilang Arvianto. Marlon Boderingan Cortez. Vela Retna Widyastuti. Zulan Ilmada 183 - 196 Vol. 5 No. January - June 2021 ISSN: 2579-9703 (P) | ISSN: 2579-9711 (E) Toleransi Nasaruddin Umar Sebagai Solusi Menanggulangi Radikalisme Atas Nama Agama Farkhan Fuady1. Imanatur Rofiah2. Selvia3* Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Abstract Radicalism is synonymous with violence in carrying out its actions. Even today the radicalism movement in the name of religion as a vehicle to achieve their goals. There needs to be an effort to tackle radicalism in Indonesia. The effort is to instill religious tolerance. This study aims to examine the concept of tolerance according to Nasaruddin Umar. That in instilling a tolerant attitude is expected to be able to overcome radicalism. This study uses a qualitative method, with a literature review Books, scientific articles, and other sources that are believed to be sources of research data. This study found that tolerance according to Nasaruddin Umar is respecting and respecting the rights of others. In implementing tolerance, he is committed to tackling radicalism in Indonesia. Several efforts were made to establish the Nasaruddin Umar Office and to promote the importance of tolerance in society through social media. Keywords: Nasaruddin Umar. Abstrak Radikalisme identik dengan kekerasan dalam melakukan aksinya. Bahkan, sekarang ini gerakan radikalisme mengatasnamakan agama sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan mereka. Perlu adanya upaya untuk menanggulangi radikalisme di Indonesia. Upayanya yaitu menanamkan sikap toleransi umat Penelitian ini bertujuan untuk menelisik konsep toleransi menurut Nasaruddin Umar. Dalam menanamkan sikap toleran tersebut diharapkan mampu menanggulangi radikalisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan literatur review. Buku, artikel ilmiah, dan sumber lain yang dipercaya menjadi sumber data penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa toleransi menurut Nasaruddin Umar yaitu menghargai dan menghormati hak orang lain. Dalam implementasi toleransi ia berkomitmen untuk menanggulangi radikalisme Corresponding author Email: 1farkhantava763@gmail. com, 2imanatur. rofiah17@gmail. selvianinhsih27@gmail. Farkhan Fuady. Imanatur Rofiah. Selvia di Indonesia. Beberapa upaya yang dilakukan adalah mendirikan Nasaruddin Umar Office dan membumikan pentingnya toleransi dimasyarakat melalui media Kata kunci: Nasaruddin Umar. PENDAHULUAN Gerakan radikalisme di Indonesia semakin menghawatirkan. Munculnya berbagai paham-paham radikal yang meluas membuat adanya kubu yang menyebabkan perpecahan dan memudarnya toleransi. Pencetusan gerakan radikal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor ekonomi, faktor sosial, faktor budaya, dan juga faktor politik baik secara nasional maupun global yang mulai menunjukkan ketidakadilan (Bakri, 2004. Bakri. Hasan. Rohmadi, & Purwanto, 2019. Sanaky & Safitri, 2. Gerakan radikalisme ini dapat kita pahami sebagai gerakan dalam lingkungan masyarakat yang pelaksanaannya sering dikaitkan dengan hal yang negatif, misalnya kekerasan. Contohnya adalah terorisme yang berakibat pada aksi kekerasan yaitu bom bunuh diri. Berbeda dengan radikalisme, terorisme menurut Muchith . merupakan sebuah gerakan untuk meneror atau memberikan rasa takut kepada orang lain baik berupa ancaman, maupun tindak Keduanya sekilas sama, yaitu sama-sama berorientasi terhadap hal-hal yang negatif yang merugikan orang lain. Sedangkan perbedaan dari keduanya adalah seperti sebab akibat terorisme diakibatkan oleh paham radikalisme (Muchith, 2. Radikalisme juga mengakibatkan adanya dorongan yang kuat untuk melakukan maupun mengimplementasikan pemikiran yang baru yang berbahaya bagi tatanan sosial masyarakat (Yunus, 2. Paham radikalisme sekarang ini semakin terang-terangan menunjukkan Hal ini diakibatkan perkembangan teknologi informasi yang masif mempermudah manusia dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Dengan adanya perkembangan teknologi kearah yang maju menjadikan masyarakat sekarang menjadi masyarakat modern. Akibatnya adalah melahirkan berbagai krisis Vol. 5 No. January - June 2021 Toleransi Nasaruddin Umar Sebagai Solusi Menanggulangi Radikalisme dalam masyarakat baik krisis moral, krisis sosial, dan bersikap individual. Jika hal ini dibiarkan tentu ditakutkan akan menjadi sebuah krisis yang kolektif (Muvid & Aliyah, 2. Selain hal tersebut, dalam Islam muncul paham-paham yang radikal dan berakibat pada kurangnya persatuan dalam Islam. Perbedaan paham antar golongan menjadi akar persoalan munculnya radikalisme di tubuh Islam. Selain itu akar masalah penyebab radikalisme yaitu persoalan politik dan hal tersebut mengakibatkan dibawanya Islam sebagai sebuah simbol atas gerakan mereka yang sering menggunakan kekerasan. Gerakan radikalisme dalam Islam ini muncul ketika awal Islam yaitu setelah perang Shiffin pada kepemimpinan khalifah Ali bin Abi Thalib. Hal ini muncul dikarenakan adanya golongan Khawarij pada saat ini yang melakukan upaya pemberontakan atas dasar tidak sepekarnya keputusan tahkim . yang berimbas pada unggulnya golongan Muawiyah. Dari tindakan tersebut golongan Khawarij mendapat sebutan sebagai golongan radikal pada masa Islam klaik (Abdullah, 2. Golongan Khawarij pada mulanya pengikut Ali bin Abi Thalib yang kemudian keluar dan membentuk barisan tersendiri yang disebabkan karena perbedaan pendapat antara Ali bin Abi Thalib dan golongan Khawarij. Permasalahan yang ada dalam Islam ini, jika dibiarkan akan menjadi ancaman yang semakin nyata sehingga perlu upaya untuk pencegahannya. Dalam perkembangannya fenomena radikalisme di Indonesia sudah memperlihatkan dirinya secara terang-terangan. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa kelompok yang dianggap radikal seperti Darul Islam atau Negara Islam Indonesia (DI/NII) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kelompok radikal ini melakukan upaya yang masif dengan melakukan perekrutan anggota yang nantinya akan diarahkan kepada aksi-aksi guna mewujudkan cita-cita mereka (Thoyyib, 2. Cita-cita yang mereka inginkan adalah mendirikan negara Islam di Indonesia, yang mana hal ini bertentangan dengan dasar negara yaitu Pancasila. Berbagai upaya dalam penangulangan radikalisme dapat dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan dalam diri manusia sikap toleransi antar sesama manusia. Toleransi akan menjadi penting ditengah arus globalisasi. Vol. 5 No. January - June 2021 Farkhan Fuady. Imanatur Rofiah. Selvia Beberapa orang tidak asing dengan istilah toleransi bahkan masyarakat di Indonesia sendiri menerapkan sikap toleransi dalam dirinya. Jika ditelisik lebih jauh, toleransi dapat diartikan sebagai tingkah laku manusia yang sesuai dengan norma yang berlaku, yang mana manusia menghormati dan menghargai sesama manusia maupun antar umat bergama (Bakar, 2. Saling menghargai dan menghormati menjadi penting guna memupuk rasa persaudaraan, rasa saling memahami satu sama lain. Sehingga harapanya tercipta suasana yang harmonis antar umat manusia dalam menjalankan kehidupannya. Salah satu tokoh intelektual muslim Indonesia yang mempunyai pemikiran ataupun gagasan tentang toleransi adalah Nasaruddin Umar. Pada dasarnya banyak tokoh-tokoh lain yang membahas tentang toleransi, namun yang menarik dari sosok Nasaruddin Umar adalah mendirikan Nasaruddin Umar Office yang mana program-programnya berkaitan dengan isu radikalisme, upaya deradikalisasi khususnya di Indonesia dan lain sebagainya. Selain itu Nasaruddin Umar mempunyai komitmen dalam diri untuk menerapkan sikap toleransi. Sehingga dalam kenyatanya sikap toleransinya terlihat ketika ia menjadi imam besar Masjid Istiqlal yang berdampingan Katedral. Ia turut berperan aktif dalam menjaga keharmonisan antar umat beragama yang hidup berdampingan. Tentu dengan adanya hal tersebut penting untuk menerapkan sikap toleransi. Supaya tercipta keharmonisan antarumat beragama di Indonesia. Sehingga peneliti akan meneliti fenomena, khususnya pandangan beliau tentang konsep toleransi dalam perannya menanggulangi paham radikalisme. Terdapat berbagai riset serupa yang dilakukan oleh peneliti-peneliti Riset mengenai toleransi antarumat beragama: Perspektif Islam oleh (Suryan, 2. Riset mengenai toleransi antarumat beragama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa . tudi kasus umat Islam dan Kristen Dusun Segaran Kecamatan Dilanggu Kabupaten Mojokert. oleh (Nisvilyah, 2. Riset mengenai radikalisme, liberalisme dan terorisme: pengaruhnya terhadap agama Islam oleh (Yunus, 2. Riset mengenai radikalisme atas nama agama: tafsir historis kepemimpinan Nabi Muhammad di Madinah oleh (Ulya, 2. Riset mengenai menangkal radikalisme atas nama agama melalui pendidikan Islam substantif oleh (Susanto, 2. Vol. 5 No. January - June 2021 Toleransi Nasaruddin Umar Sebagai Solusi Menanggulangi Radikalisme Terdapat perbedaan yang membedakan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan sebelum-sebelumnya. Pertama, pada tujuan penelitian yang ingin diperoleh, yaitu ingin melihat konsep toleransi sebagai solusi adanya Kedua, konsep yang ditawarkan adalah konsep yang spesifik dari salah satu tokoh yang ada di Indonesia. Ketiga, fokus penelitian ini pada penerapan konsep toleransi yang ditawarkan Nasaruddin Umar sebagai solusi METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan Literature Review. Metode ini merupakan metode yang biasa dipakai dalam metode penelitian dalam mencapai proses pengembangan keilmuan yang didapat dari mengumpulkan data dan juga melakukan evaluasi terhadap sebuah fenomena penelitian tertentu (Triandini. Jayanatha. Indrawan. Werla Putra, & Iswara, 2. Data penelitian dalam metode ini diambil dari berbagai sumber yang dipercaya baik artikel ilmiah, buku maupun website yang dapat Literatur review ada karena suatu kejadian dalam diri peneliti bahwa dirinya menyadari bahwasannya pengetahuan akan mengalami perkembangan (Marzali, 2. Dalam penelitian metode tersebut termasuk metode kualitatif. Peneliti berusaha untuk menemukan sebuah makna sehingga mendapatkan pemahaman dan menjadi sebuah pengertian yang relevan dari topik yang sedang diteliti (Yusuf, 2. Dalam penelitian ini akan menggali tentang konsep toleransi dalam pandangan Nasaruddin Umar. Sehingga dengan metode kualitatif diharapkan mendapatkan konsep-konsep toleransi menurut Nasaruddin Umar secara mendalam. Beberapa jenis kajian literatur salah satunya historical Review, artinya suatu tindakan untuk melakukan penelurusan terhadap topik Dan kajian literatur jenis ini digunakan untuk memperlihatkan suatu konsep, maupun teori yag berkembang dari masa ke masa (Marzali, 2. Vol. 5 No. January - June 2021 Farkhan Fuady. Imanatur Rofiah. Selvia HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perkembangan Radikalisme Kata radikalisme modern ini telah menjadi dekat dengan keseharian masyarakat secara umum. Fenomena adanya radikalisme seakan telah menyusupi banyak lini kehidupan. Kata radikalisme yang memiliki asal kata radix yang artinya akar, merupakan kata sifat dalam bahasa Inggris yakni radical. Kata radikal yang memiliki arti akar dimaknai dengan istilah mengakar, sehingga dalam ilmu filsafat disebutkan ciri-ciri berpikir filsafat salah satunya adalah berpikir secara radikal yakni berpikir secara menyeluruh hingga ke akar-akarnya. Sementara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan makna radikalisme sebagai suatu sikap pendambaan akan perubahan yang total dan bersifat revolusioner dengan merombak nilai-nilai yang ada secara drastis melalui kekerasan dan aksi-aksi ekstrem (Wazis, 2. Istilah radikal yang kini menjadi makna negatif identik dengan kekerasan, ketidakpedulian, kekacauan bahkan sampai pada makna menghilangkan nyawa. Radikalisme adalah gerakan yang sifatnya ideologis yang menginginkan adanya perubahan secara drastis tanpa memperhatikan kondisi sosial maupun kondisi yang terjadi dalam suatu Kaum radikal juga memiliki anggapan bahwa jalan yang digunakan adalah jalan yang paling ideal. Sementara itu, dalam sudut pandang keagamaan radikalisme diartikan sebagai suatu paham keagamaan yang mengunggulkan sifat fanatisme. Sehingga seringkali menimbulkan individu maupun kelompok penganut paham radikal menggunakan kekerasan dalam mengimplementasikan fanatisme dengan cara yang tidak baik (Khamid, 2. Berawal dari ideologis yang terus dipupuk, suatu sikap radikal kemudian menjadi sebuah gerakan yang memiliki misi-misi khusus. Gerakangerakan yang muncul tersebut kemudian mengatasnamakan agama sebagai pertahanan mereka agar eksistensi mereka tetap ada. Pembawaan nama agama yang seringkali di angkat ke permukaan adalah agama Islam. Tragedi-tragedi besar seperti revolusi Islam Iran, perilaku anti-AS, perlawanan rakyat Palestina, gerakan kelompok ISIS, dan yang banyak menarik perhatian ketika tragedi hancurnya gedung WTC New York pada 11 September 2001 dikatakan sebagai Vol. 5 No. January - June 2021 Toleransi Nasaruddin Umar Sebagai Solusi Menanggulangi Radikalisme ulah kelompok Islam garis keras yang sering disebut sebagai Taliban dan AlQaeda, seakan menjadi suatu realitas yang digunakan untuk membuat label bahwa radikalisme identik dengan agama Islam. Gerakan-gerakan Islam dalam perspektif Barat telah menjadi fenomena yang dicurigai. Meskipun radikalisme yang pada dasarnya ada di semua agama bahkan kemunculannya pertama kali adalah pada agama Kristen Protestan (Sinaga. Ramelan, & Montratama, 2. , tidak dapat dipungkiri dalam data sejarah yang ada, bahwa dalam Islam terdapat kelompok-kelompok garis keras yang memiliki tujuan kekuasaan dan Namun pada hakikat yang sebenarnya Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi perdamaian. Bukan hanya pada pemaknaan ayat dalam AlQurAoan dan hadist, namun dalam sejarah ajaran Nabi Muhammad. Islam tidak pernah memberikan ajaran radikalisme. Fenomena radikalisme di zaman dahulu berbeda dengan zaman modern kini. Radikalisme pada zaman dahulu dilatarbelakangi karena adanya kemunduran Islam dalam aqidah, syariah, maupun muamalah. Sehingga menurut Thalib terjadinya radikalisme sebagai ekspresi perlawanan atas kemunduran, pembaruan . , dan . peperangan untuk mengembalikan ruh ajaran Islam (Nurjannah, 2. Sedangkan di zaman modern kini, permasalahan radikalisme serta faktor penyebabnya lebih kompleks. Berikut adalah uraian faktor penyebab adanya gerakan radikalisme yang dapat dikelompokkan menjadi dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Masalah yang muncul dari faktor internal antara lain, pertama rasa frustasi pada diri. Faktor psikologis dalam setiap diri seseorang tidak pernah jauh dari sikap yang ditunjukkan. Adanya konflik dalam kehidupan pribadi seseorang dapat menyebabkan rasa frustasi. Rasa frustasi dapat yang menimbulkan seseorang mencari pelampiasan berupa perlawanan, kekerasan, bahkan pemberontakan sebagai ekspresi rasa frustasinya. Rasa frustasi pada diri seseorang dipengaruhi oleh faktor eksternal yang menguatkan sifat negatif yang sudah ada pada diri sebelumnya. Jadi, keduanya saling terkait hingga membentuk suatu sikap agresi (Widyaningsih, 2. Faktor internal yang memengaruhi rasa frustasi pribadi adalah masalah kesehatan mental . ental Kesehatan mental yang melemah terakit kebahagiaan dan kebosanan Vol. 5 No. January - June 2021 Farkhan Fuady. Imanatur Rofiah. Selvia menimbulkan pikiran negatif pada individu. Sementara faktor eksternal yang memungkinkan seseorang merasa frustasi ialah kondisi sosial ekonomi. Adanya kecemburuan sosial ekonomi dapat memicu munculnya sikap protes terhadap kehidupan dari cara yang paling sederhana hingga ekstrim. Proses yang dilakukan dapat bertahap dari engga bersosialisasi hingga mengorganisasikan diri dengan orang lain yang senasib untuk melakukan perlawanan (Qodir, 2. Kedua. Pendalaman agama yang dilakukan oleh masyarakat. Dalam mendalami agama, setiap manusia tentu memiliki cara masing-masing. Kekeliruan seseorang dalam mendalami agama mereka menjadi faktor besar munculnya sikap radikal. Dalam uraian para pemerhati dipaparkan bahwa perilaku radikal yang dilakukan oleh umat Islam dilakukan dengan melibatkan aspek ideologi agama yang dianut, menggunakannya sebagai pembenaran perilaku, provokasi, penyemangat, dan ancaman (Nurjannah, 2. Ketiga. Peneguhan identitas artinya pada kehidupan seseorang yang dipenuhi rasa kecewa dan diabaikan, mendapatkan penghargaan diri dalam suatu kelompok seakan menjadi obat yang ampuh. Kelompok memberikan kepuasan pada kebutuhan pribadi individu tersebut yang bersifat nonfisik, sehingga kelompok tersebut akan menjadi sandaran dan menjadi sarana untuk menguatkan identitas individu tersebut. setidaknya proses seperti itu yang dapat memunculkan kelompok-kelompok Dalam kasus-kasus pelaku bom bunuh diri, sebagian besar merupakan anak muda yang sedang dalam masa labil yang memungkinkan mereka dalam fase pencarian jati diri. Faktor yang kedua adalah faktor eksternal yang datang bukan dari dalam diri manusia itu sendiri. Beberapa faktor tersebut antara lain, pertama, faktor sebut saja Indonesia yang merupakan negara strategis, rupanya juga dapat menjadi tempat strategis pergerakan kelompok radikal dari berbagai Wilayah yang merupakan kepulauan terbesar dapat menjadikan markas-markas untuk membangun gerakan radikalisme. Kedua, faktor ekonomi, sosial, dan politik, dalam ketiga bidang tersebut yakni ekonomi, sosial, dan politik merupakan bidang yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Ekonomi yang merupakan jalan untuk berkehidupan sosial, dan politik yang membuat tatanan sosial menjadi lebih teratur. Namun, dalam praktiknya Vol. 5 No. January - June 2021 Toleransi Nasaruddin Umar Sebagai Solusi Menanggulangi Radikalisme seringkali masyarakat merasakan ketidakpuasan dalam sektor-sektor tersebut. Ketimpangan ekonomi, kesenjangan sosial, dan ketidakadilan menjadi dasar kelompok-kelompok melakukan pemberontakan. Di Indonesia, radikalisme Islam berhubungan erat dengan krisis multi perspektif negara pada era 1997, dan masih berdampak hingga kini. Masyarakat menjadi keras dalam mengekspresikan diri dalam memperjuangkan politik dan perekonomian. Radikalisme Islam di Indonesia menurut International Crisis Club (ICC) disebabkan oleh empat faktor diantaranya pemerintahan yang miskin, kekerasan politik, kebangkitan global, dan semangat arabisme (AuRadical Islam In Central Asia: Responding To Hizb Ut Tahris Executive Summary and Rexommendations,Ay 2. Ketiga, respon terhadap barat menjadi pemicu munculnya radikalisme. Hegemoni barat yang menjadikan bangsa timur menginginkan adanya semacam perlawanan menumbuhkan sikap Radikalisme yang terus mewabah tentunya harus selalu menjadi Dalam menangkal radikalisme dapat dimulai dari sudut manapun. Baik sosial, budaya, ekonomi bahkan pendidikan, penting adanya nilai-nilai yang ditanamkan untuk mencegah radikalisme. Salah satu nilai yang sering menjadi ajaran dalam menangkal radikalisme ialah toleransi. Toleransi secara umum merupakan penangkal yang dianggap cermin perdamaian. Namun, dalam implementasinya akan lebih terkonteks apabila terdapat pembahasan mendalam dalam memahami konsep toleransi. Dengan begitu, esensi toleransi juga didapatkan untuk memberikan solusi tidak hanya pada satu faktor penyebab radikalisme namun juga pada beberapa faktor penyebab yang terlihat. Seperti misalnya pada faktor penyebab pendalaman agama, tentu perlu adanya ajaran toleransi dalam setiap ajaran agama. namun, toleransi tidak hanya sebatas pada sebagai solusi dalam problem tersebut. toleransi juga dapat memasuki solusi yang lain sebagai esensinya dengan memahami konsepnya secara Salah satu tokoh Indonesia yang menjelaskan konsep toleransi adalah Nasaruddin Umar yang merupakan salah satu pendiri Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Vol. 5 No. January - June 2021 Farkhan Fuady. Imanatur Rofiah. Selvia Biografi Nasaruddin Umar Prof. Dr. Nasaruddin umar. MA. Lahir di Ujung Bone (Sulawesi Selata. pada 23 Juni 1959. Beliau merupakan putra dari pasangan Andi Muhammad Umar dan Andi Bunga Tungke. Pada kali ini beliau menjabat sebagai imam besar Masjid Istiqlal Jakarta. Guru besar Ilmu Tafsir di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, dan rektor perguruan tinggi Ilmu Al-QurAoan. Beberapa jabatan yang pernah beliau duduki yaitu sebagai wakil Menteri Agama pada 2011-2014 dan ia juga pernah menjadi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Kementrian Agama Republik Indonesia. Nasaruddin Umar merupakan pendiri Organisasi lintas agama masyarakat (AuBiografi Nasaruddin Umar,Ay n. Beliau mulai menganyam pendidikan di SD selama 6 tahun, di Ujung Bone . Madrasah IbtidaAoiyah 6 tahun, di pesantren AsAoadiyah Sengkang . PGA 4 tahun di pesantren AsAoadiyah Sengkang . PGA 6 tahun di pesantren AsAoadiyah Sengkang . Sarjana Muda. Fakultas SyariAoah IAIN Alsuddin Ujung Pandang . Sarjana Lengkap fakultas SyariAoah IAIN Alauddin Ujung Pandang . , program S2 . anpa tesi. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta . , program S3 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan disertasi tentang AuPerspektif Gender dalam al-QurAoan . , pernah belajar di Mc Gill University canada . , dan belajar juga di Leiden University Belanda . 4/1. , pernah mengikuti sandwich program di Paris University Perancis . , selain itu beliau juga pernah melakukan penelitian kepustakaan di beberapa perguruan tinggi di kanada. Amerika Serikat. Jepang. Inggris. Belanda, belgia. Italia. Ankara. Istanbul. Srilanka. Korea Selatan. Saudi Arabia. Mesir. Abu Dhabi. Yordania. Palestina. Singapore. Kuala lumpur, dan Manila, lalu pada tahun 2012 beliau di kukuhkan sebagai Guru besar dalam bidang tafsir di fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Terdapat beberapa karya ilmiah yang ditulis beliau dalam hal pemikiran Islam diantaranya adalah buku yang berjudul Fikih Pandemi. Geliat Silam Di Negeri Non-Muslim Dunia. Geliat Islam Di Amerika. Jihad Melawan Religious Hate Speech . Islam Nusantara Jalan Panjang Moderasi Beragama Di Indonesia . Deradikalisasi Pemahaman Al-QurAoan Dan Hadis . , dan lain Vol. 5 No. January - June 2021 Toleransi Nasaruddin Umar Sebagai Solusi Menanggulangi Radikalisme Toleransi Menurut Nasaruddin Umar Indonesia terkenal sebagai negara yang memiliki banyak pulau yang didalamnya terdapat banyak keberagaman mulai dari suku, ras, etnik, budaya, bahasa, bahkan agama. Dengan adanya banyak keberagaman ini, tidak membuat bangsa Indonesia untuk saling bersaing antara satu dengan yang Keberagaman ini membuat bangsa Indonesia harus memiliki sifat toleransi untuk memperkokoh negara ini agar menjadi negara yang kuat. Dikenal sebagai negara yang beranekaragam. Indonesia sangat memerlukan perawatan sikap toleransi. Jika sikap toleransi ini melemah dan terusik, maka akan terjadi Maka dari itu prinsip Bhinneka Tunggal Ika penting dan harus menjadi pedoman warga negara Indonesia. Secara etimologis, toleransi berasal dari bahasa Inggris, toleration, dalam bahasa Indonesia dikenal toleransi, dalam bahasa Arab disebut al-tasamuh, yang berarti, sikap tenggang rasa, teposelero, dan sikap membiarkan. Sedangkan secara terminologis, toleransi adalah sikap membiarkan orang lain melakukan sesuatu dengan kepentingannya (Suryan, 2. Menurut WebsterAos New American Dictionary arti tolerance adalah liberty toward the opinions of others, patience with others yang artinya memberi kebebasan . pendapat orang lain, dan berlaku sabar menghadapi orang lain (Nisvilyah, 2. Menurut Hamka, setiap orang mempunyai kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing tanpa adanya paksaan dari pihak tertentu. Hamka menegaskan bahwasannya nilai toleransi itu mempunyai batasan tertentu, yaitu tidak menyangkut pada masalah keimanan. Hamka memperbolehkan toleransi itu berjalan hanya pada masalah sosial atau muamalah seperti bergaul, tolongmenolong, bersikap adil dan jujur terhadap orang lain dan pemeluk agama lain. Hamka terkenal sebagai orang yang gigih dan tegas, beliau mengharamkan umat Islam untuk mengikuti perayaan Natal. Karena Natal merupakan perayaan bagi umat Kristen untuk memperingati hari lahir anak Tuhan. Jika ada umat Islam yan mengikuti perayaan tersebut, maka ia termasuk orang yang telah melakukan perbuatan musyrik (Gunawan, 2. Vol. 5 No. January - June 2021 Farkhan Fuady. Imanatur Rofiah. Selvia Sedangkan Nurcholis Madjid Madjid menyatakan bahwasannya logika toleransi dan kerukunan beragama merupakan sikap saling menghargai antar umat beragama, yang mengandung logika titik temu, walaupun terbatas pada hal-hal prinsipil. Nurcholis Madjid juga menyatakan bahwasannya manusia ini hidup dengan berbagai perbedaan dan memiliki kepercayaan masing-masing, tetapi dengan perbedaan itu kita hanya menyembah pada satu sumber, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Nurcholis Madjid juga memiliki pendapat yang lain dengan Hamka mengenai perayaan Natal. Nurcholis Madjid membolehkan umat Islam untuk mengikuti perayaan Natal ataupun mengucapkan Natal kepada umat kristen, dengan catatan tidak menghayati dan mempercayai keyakinan Jika umat Islam mengucapkan sebagai simbol toleransi antar sesama umat maka hal tersebut masih diperbolehkan (Gunawan, 2. Nasaruddin Umar berpendapat bahwa pada dasarnya toleransi itu bukan berarti membenarkan pendapat yang berbeda akan tetapi menghargai atau mengakui hak asasi manusia yang berbeda pendapat (Umar, 2. Dalam hal ini perbedaan nilai-nilai, perbedaan pendapat, kepercayaan atau yang lain semacamnya itu bukan menjadi salah satu hal untuk dipertentangkan atau bermusuhan. Akan tetapi adanya perbedaan itu mengembangkan sikap toleransi dengan mengakui adanya pluralitas dan kebhinekaan antara sesama warga masyarakat. Sedangkan toleransi antar umat bergama mempunyai pengertian yaitu pengakuan adanya agama-agama lain yang tidak kita anut dan membiarkan mereka untuk melaksanakan dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama mereka masing-masing tanpa mengganggu eksistensi dan substansi ajaran Dalam hal ini telah disebutkan dalam Al-QurAoan Surah Al-Kafirun pada ayat terakhir yang berbunyi: artinya : AuUntukmu agamamu, dan untukku agamakuAy. (Q. S Al-Kafirun . : . Vol. 5 No. January - June 2021 Toleransi Nasaruddin Umar Sebagai Solusi Menanggulangi Radikalisme Zaman sekarang banyak isu-isu yang menyebabkan toleransi antar umat beragama menjadi berkurang. Sifat radikalisme yang dimiliki oleh umat tertentu membuat sikap toleransi harus diperkuat lagi untuk membentuk keutuhan negara. Menguatnya radikalisme Islam di Indonesia disebabkan karena tiga hal, yaitu. Pertama, adanya kelompok di luar Islam yang memiliki kepentingan dan diuntungkan dengan kehadiran Islam radikal. Kedua, belum terselesaikannya urusan ekonomi, sosial dan politik, sehingga kelompok radikal semakin merajalela dalam menegakkan Islam sebagai satu-satunya asas dalam berbagai hal. Ketiga, memiliki karakteristik transnasional. Dalam hal ini radikalisme ada sebagai wujud relasi dari jaringan dengan organisasi Islam di luar negeri (Hamzah, 2. Nasaruddin Umar sebagai tokoh yang dapat dianut oleh kaum millenial mempunyai pengaruh yang besar atas pemikirannya tentang toleransi. Sebagai imam besar di Masjid Istiqlal yang berdampingan dengan Gereja Katredal, beliau mengajarkan mengenai rasa toleransi melalui hal kecil seperti area parkir. Beliau mengungkapkan bahwasannya masjid sebagai pusat ibadah itu bertujuan untuk memancarkan tauhid, ukhuwah dan kedamaian. Beliau juga berpegang pada visi ukhuwah dengan menyimbolkan negara dengan Islam moderat dengan mengedepankan toleransi. Maka dari itu Istiqlal dan Katedral harus menjadi lambang persatuan dan kesatuan untuk spiritual di Indonesia. Dari pemaparan konsep toleransi Nasaruddin Umar tadi, sangat penting digunakan sebagai penanggulangan radikalisme atas nama agama pada zaman Pemikirannya yang moderat menjadikan kaum millenial mudah memahami untuk menjalankan toleransi. Konsep Nasaruddin Umar ini dianggap lebih mudah dipahami dalam konteks keseluruhan agama. Hal ini dibuktikan dalam bukunya yang berjudul Islam Nusantara : Jalan Panjang Moderasi Beragama Di Indonesia yang didalamnya terdapat bab sendiri yaitu mengenai pengalaman Indonesia didalam merawat toleransi. Didalam buku ini dijelaskan bahwasannya konsep Nasaruddin umar memiliki sifat yang moderat bagi Indonesia yang sangat plural ini. Sedangkan Hamka mempunyai sifat yang terlalu tegas dan gigih. Dalam jurnal yang berjudul Studi Pemikiran Buya Hamka Dalam Membangun Toleransi Vol. 5 No. January - June 2021 Farkhan Fuady. Imanatur Rofiah. Selvia Umat Beragama di Indonesia diungkapkan bahwa pada tahun 1981 Hamka mengeluarkan fatwa mengenai haramnya Natal Bersama bagi Umat Islam yang dilatarbelakangi dengana danya seruan untuk melakukan upacara natal Hal ini mendapatkan pertentangan dari Alamsyah Ratu Perwiranegara yang saat ini menjabat Menteri Agama, hal ini dipandang akan menimbulkan intoleransi antar umat beragama (Dalimunthe, 2. Sedangkan konsep menurut Nurcholis Madjid sebenarnya juga bersifat moderat akan tetapi beliau banyak melihat dari sisi kitab suci agama masingmasing yang dianggap menjadi sebuah kebenaran bagi masing-masing penganut. Karyanya yang berjudul Islam Kemodernan dan Keindonesiaan membahas mengenai pemikiran mengenai kemodernan, keIslaman dan keindonesiaan dengan prinsipnya Auuntuk mencari dan terus mencari kebenaranAy bahwa Tuhan merupakan kebenaran yang mutlak (Subkhan, 2. Nasaruddin Umar menawarkan konsep yang dibingkai secara nyata dalam kisah kehidupannya yang telah memberikan gambaran nyata bagi umat Seperti yang sudah disebutkan tadi melalui area parkir, selain itu beliau juga pernah melakukan visiting student diberbagai negara yang mayoritas penduduknya non-muslim. Beliau menganggap bahwa sesama agama adalah Maka dari itu sebagai umat muslim harus memperlebar wawasan mengenai multikultural bahwasannya setiap orang bahkan minoritas harus di Pengakuan dunia atas indahnya bumi di Indonesia juga rasa toleransi yang sangat tinggi terhadap negara lain akan sebuah konflik bukan hanya membanggakan bangsa Indonesia, akan tetapi juga menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat rasa toleransi tersebut. Mengingat menjaga sebuah rasa toleransi bukanlah hal yang mudah, apalagi jika dihadapkan terhadap fenomena-fenomena yang kerap kali muncul untuk menimbulkan sebuah perpecahan seperti halnya radikalisme. Hal ini harus diperhatikan oleh bangsa Indonesia untuk dapat memperkokoh lagi rasa toleransi yang digunakan sebagai pondasi untuk dapat hidup berbangsa dan bernegara. Vol. 5 No. January - June 2021 Toleransi Nasaruddin Umar Sebagai Solusi Menanggulangi Radikalisme Upaya Penguatan Sikap Toleransi Pada Umat Agama Berbagai upaya dapat dilakukan dengan tujuan menguatkan sikap toleransi dan menghindarkan sikap intoleransi umat beragama. Nasaruddin Umar berpendapat terdapat dua upaya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan sikap toleransi dalam diri manusia. Pertama, memiliki sikap dalam diri manusia untuk berkomitmen mencegah terjadinya intoleransi. Kedua, melakukan penguatan pendidikan toleransi. Sesuai yang penting harus menjadi perhatian kita adalah melakukan upaya untuk mengimplementasikan hal tersebut. Berbagai upaya yang dapat dilakukan oleh umat beragama dalam mewujudkan sikap dalam diri untuk berkomitmen mencegah intoleransi yaitu sebagai berikut: Pertama, tidak mengganggu kerukunan antar manusia dan juga internal umat beragama sangatlah penting nilainya. Dalam hal ini kerukunan sangatlah dijunjung tinggi karena dengan adanya kerukunan dapat mempersatukan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. Seperti halnya Indonesia yang disegani karena terciptanya kerukunan yang terkenal dengan sebutan Tri Kerukunan sebagai faktor utama terwujudnya NKRI. Tri kerukunan tersebut yaitu kerukunan antar umat beragama, kerukunan Internal umat bergama, dan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah. Indonesia dikenal sebagaai negara demokrasi yang berideologi Pancasila. Maka dalam hal ini semua agama memiliki kedudukan yang sama dan semua warga yang menjadi pemeluk agama akan diperlakukan sama sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Tugas dan fungsi dari negara didalam urusan agama menjadi nyata dengan adanya kementerian agama yang menjadi wadah untuk pelayanan umat beragama. Dengan beragamnya agama yang ada, dialog antar iman atau mahdzab, harus selalu dilaksanakan sebagai jembatan perbedaan antara kelompok satu dengan yang lain. Dalam hal ini tenggang rasa dan toleransi sangatlah diperlukan untuk mendapatkan win-win solution didalam menyelesaikan persoalan konseptual dan aktual di masyarakat. Kedua, tidak merusak dan mengganggu rumah ibadah agama lain. Pesanpesan yang sering disampaikan nabi Muhammad Saw. , kepada prajuritnya Vol. 5 No. January - June 2021 Farkhan Fuady. Imanatur Rofiah. Selvia sebelum berangkat ke medan perang ialah jangan merusak rumah ibadah, jangan mengganggu kaum perempuan, anak-anak dan orang tua, serta jangan merusak tanaman dan pepohonan (Umar, 2. Dalam hal ini dijelaskan oleh nabi bahwasannya sehebat dan sedahsyat apapun dalam keadaan perang kita tidak diperbolehkan untuk menjadikan rumah ibadah sebagai sasaran peperangan tersebut. Bahkan disebutkan juga terdapat sahabat nabi yaitu Ummar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz merupakan dua pemimpin yang paling banyak mengeluarkan kebijakan toleransi. Beliau memerintahkan kepada umat untuk menghargai dan melindungi setiap tempat ibadah baik muslim maupun non-muslim. Ketiga, menghormati tokoh agama lain. Dalam NKRI yang didalamnya terdapat keberagaman haruslah mempunyai sifat tenggang rasa. Untuk kaum mayoritas tidak boleh saling menjatuhkan atau menjelekkan kaum Begitu juga sebaliknya kaum minoritas tidak boleh menjatuhkan atau menjelekkan kaum mayoritas. Hal yang terbaik diantaranya adalah saling mengukuhkan tenggang rasa dan toleransi antara satu dengan yang lain, baik dalam satu lingkup kepercayaan ataupun tidak. Keempat, menghindari Hate speech, merupakan sebuah ujaran kebencian yang dilakukan oleh seorang atau kelompok terhadap sesuatu yang tidak disenangi atau berseberangan dengan pendapat mereka pribadi. Dalam hal ini hate speech perlu diadakan penanganan yang serius, karena jika tidak maka akan merugikan dunia kemanusiaan dan meruntuhkan persatuan dan kesatuan. Salah satu varian dalam hate speech adalah Religion hate speech. Religion hate speech (RHS) adalah ungkapan kebencian berlatar belakang agama, kepercayaan, aliran, mazhab, sekte dan atribut keagamaan lainnya dapat dilakukan oleh siapapun kepada siapapun (Umar, 2. Adanya Religion Hate speech berpotensi untuk menimbulkan berbagai macam persoalan yang kompleks di masyarakat jika tidak segera ditangani. Karena jika sudah masuk dalam sistem kepercayaan biasanya prinsip yang digunakan berubah menjadi Aoisy kariman au mut syahidan . idup mulia atau mati syahi. Ketidaktegasan dalam menindak pelaku penyebar hate speech dapat menimbulkan awal perpecahan atau desintegrasi Vol. 5 No. January - June 2021 Toleransi Nasaruddin Umar Sebagai Solusi Menanggulangi Radikalisme Kelima, menghindari takfiri. Takfiri merupakan tuduhan terhadap umat muslim, tuduhan ini dapat mengakibatkan permusuhan antar umat (Pagar & Lubis, 2. Dalam hal ini kita sebagai umat muslim tidak diperbolehkan untuk menuduh seseorang dengan mengatakan bahwa dirinya seorang yang kafir, musyrik, ahlul bidAoah, murtad atau yang lainnya. Karena bisa saja yang dikatakan oleh penuduh tersebut merupakan perbuatannya sendiri. Indonesia merupakan negara yang beragam baik dari kepercayaan atau akidah, etnik, suku, ras dan yang lainnya. Maka dari itu kita tidak diperbolehkan untuk dengan mudahnya memvonis seseorang dengan sebutan kafir walaupun diantara kita terdapat perbedaan. Dalam hal ini akan menimbulkan akibat yang sangat fatal bahkan bisa memperpecahkan bangsa itu sendiri. Keenam. Menghindari Tasyaddud dan Ghuluw. Tasyaddud diartikan sebagai seorang muslim yang menjalankan syariAoah Islam dan memaksakan kehendaknya dengan cara-cara kekerasan, agar orang lain seperti dirinya tanpa menghiraukan prinsip-prinsip dakwah (Umar, 2. Sedangkan didalam terminologi syariat, ghuluw diartikan sebagai berlebih-lebihan dalam suatu Adapun ghuluw secara istilah adalah model atau tipe keberagamaan yang mengakibatkan seseorang melenceng dari agama tersebut (Afroni, 2. Tasyaddud dapat diklaim sebagai penganut keagamaan garis keras, karena ia berupaya untuk mengontrol pengamalan syariah di masyarakat dan melakukan tindakan ekstrem kepada orang lain. Jika sudah masuk pada aksi kekerasan maka akan menimbulkan kecemasan dan ketakutan kepada orang lain. Selain itu, melaksanakan ibadah secara berlebih-lebihan juga tidak dianjurkan. Karena hal tersebut tidak sesuai dengan tujuan dalam beribadah yaitu untuk mewujudkan ketenangan, ketentraman, kedamaian dan kebahagiaan. Pada dasarnya ukuran baik-buruknya seseorang tidak dinilai dari berlebih-lebihannya seseorang dalam menjalankan ibadah melainkan secara wajar menjalankan keseimbangan dalam hidupnya. Ketujuh, jadilah orang arif, bangsa yang sehat ialah bangsa yang generasi penikmatnya lebih panjang. Generasi yang sehat ialah generasi yang berusaha mempertahankan cita-cita luhur para pendiri dan peletak dasar pembangunan Generasi yang cerdas siap mewariskan kejayaan bangsa, bukan Vol. 5 No. January - June 2021 Farkhan Fuady. Imanatur Rofiah. Selvia mewariskan kesemrawutan bangsa kepada generasi sesudahnya, bukan pula memuja bangsa lain (Umar, 2. Dalam hal ini untuk meneruskan perjuangan pahlawan dalam membuat negara ini semakin maju maka dibutuhkan orangorang yang arif dan bijaksana dalam segala hal. Karena pada dasarnya tidak semua masalah dapat akan dapat selesai jika hanya diperdebatkan. Upaya selanjutnya yang dilakukan untuk penguatan sikap toleransi umat beragama yaitu dengan melakukan penguatan pendidikan toleransi. Dengan adanya kaum milenial pada saat ini, sangat diperlukan pengenalan keberagaman dan penguatan pendidikan toleransi. Penguatan toleransi tersebut meliputi Pertama, menyisir kurikulum, dalam pelaksanaan penyisiran kurikulum ini. Prof. Nasaruddin Umar telah melakukan kunjungan terhadap beberapa negara Timur Tengah untuk studi perpustakaan dan mempelajari konsep deradikalisasi yang dilakukan di pemerintah setempat. Penyisiran kurikulum dan bahan bacaan ini dilakukan di seluruh negara. Hanya saja dengan melakukan strategi yang berbeda. Terdapat negara yang menyisir kurikulum dengan menghapus seluruh materi yang berpotensi menimbulkan radikalisasi atau pemahaman keras. Tetapi Indonesia sendiri menggunakan cara dengan melakukan perbandingan pendapat atau pandangan lain walaupun dengan dalil yang sama. Materi perbandingan mazhab menjadi materi yang penting dalam pembelajaran agama. Karena dengan pengenalan dasar dari agama lain di sebuah jenjang pendidikan tertentu juga sangat diperlukan agar peserta didik tidak hanya mengenal kebaikan dari agama yang dianutnya tetapi dalam agama lain juga terdapat ajaran kebaikan. Kedua. Mempercepat undang-undang Kerukunan, bagi negara yang dipadati dengan keberagaman suku, etnik, agama dan kepercayaan ini sangat rawan akan konflik antara agama dan etnik yang sewaktu-waktu terjadi. Maka dari itu sangat diperlukan undang-undang yang secara khusus mengatur tentang kerukunan antar umat beragama. Karena pada dasarnya konflik beragama itu lebih dahsyat dibanding konflik antar suku atau etnik. Jika konflik agama terjadi maka motto hidup menjadi : hidup mulia atau mati syahid. Pada dasarnya undangundang ini lebih ditujukan kepada kaum minoritas. Karena jika terjadi konflik Vol. 5 No. January - June 2021 Toleransi Nasaruddin Umar Sebagai Solusi Menanggulangi Radikalisme beragama aparat keamanan sering mengalami kesulitan karena tidak adanya perlindungan hukum atau jaminan hukum untuk melakukan pencegahan dini. Maka jika adanya undang-undang ini nanti bisa menjadi payung hukum sejumlah kebijakan pemerintah. Undang-undang ini diharapkan bisa memberikan rasa aman dan ketenangan bagi setiap warga negara untuk menjalankan agamanya tanpa merasa terancam oleh kelompok tertentu yang terkhusus dari kelompok agama yang berbeda. Ketiga. Melakukan dialog, dalam proses dialog seharusnya menjadi ciri untuk setiap agama dan umat beragama, dalam hal ini setiap umat beragama diharuskan memiliki sifat sabar yang tanpa batas. Karena untuk menerapkan suatu sistem di masyarakat perlu menggunakan kekuatan dialog, yaitu dengan mendekati umatnya terlebih dahulu Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya melakukan dakwah Islam dengan cara berdialog hingga pada akhirnya satu per satu wilayah Timur Tengah mempercayai Islam. Hal ini juga dilakukan oleh para Walisongo, mereka juga melakukan dialog dengan raja-raja lokal dengan menunjukkan akhlak-akhlak karimahnya sambil berdagang dan berdakwah. Dengan terbiasa berdialog, maka hal ini merupakan suatu hal yang dapat dilakukan untuk berlatih memiliki jiwa besar dan hati yang lapang. Keempat, merealisasikan fikih kebhinekaan, dalam subjek dan objek fikih kebhinekaan ialah masyarakat Indonesia yang plural dan heterogen. Pluralitas bisa diartikan dari sekumpulan kelompok nilai atau subkultur yang diikat oleh suatu kekuatan nilai lebih tinggi yang memungkinkan masing-masing kelompok dan subkultur itu menyatu dalam wadah kebersamaan. Sedangkan heterogenitas adalah sifat dari sekumpulan kelompok nilai atau subkultur yang berdiri sendiri tanpa diikat oleh satu kesatuan nilai (Umar, 2. Indonesia lebih disebut sebagai negara yang didalamnya kaya akan pluralitas, karena dengan adanya keberagaman mulai dari suku, ras, etnik, budaya, agama dan yang lainnya menyebabkan bangsa Indonesia berada pada satu kesatuan atau motto Bhinneka Tunggal Ika dan menghimpunkan diri dalam wadah NKRI. Dengan adanya fikih kebhinekaan maka pluralitas di Nusantara akan terawat. Vol. 5 No. January - June 2021 Farkhan Fuady. Imanatur Rofiah. Selvia Jika berhasil disusun, maka fikih kebhinekaan akan menjadi acuan untuk seluruh elemen bangsa dalam mempraktikkan keIslamannya dengan menjunjung tinggi keberadaan orang lain. Penanggulangan Radikalisme Atas Nama Agama Melihat perkembangan radikalisme sekarang ini semakin nyata dan Tentunya perlu adanya upaya untuk menanggulangi radikalisme terutama atas nama agama. Terorisme muncul muncul karena adanya faham radikalisme ini menjadikan agama sebagai kendaraan untuk melahirkan terorisme baru (Ulya, 2. Dalam melakukan upaya menanggulangi radikalisme. Susanto . berpendapat bahwa terdapat tiga hal penting yang harus dilakukan. Pertama, berhati-hati supaya tidak terjerumur pada formalisasi agama, artinya bahwa formalisasi agama ini salah satunya kita terjebak pada ambisi dalam diri untuk memaksakan didirikannya Khilafah Islamiyah. Dalam hal ini jika di implementasikan di Indonesia sangat bertentangan dengan dasar Kedua, tidak melakukan penafsiran terhadap ajaran agama sehingga jika tidak berkompeten akan gagal faham terkait hakikat dari ajaran agama. Ketiga, memantapkan dalam diri untuk selalu semangat dalam menjalankan kehidupan serta berorientasi pada kebenaran yang sudah di ajarkan pada manusia. Selain itu juga perlu menanamkan dalam diri umat beragama untuk tetap menjaga keharmonisan dan hubungan baik. Hubungan yang baik ini terwujud salah satunya dengan mengimplementasikan sikap toleransi. Sikap toleransi dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk menanggulangi radikalisme yang muncul atas nama agama. Nasaruddin Umar sebagai salah satu tokoh BNPT juga ikut andil dalam upaya menanggulangi radikalisme atas nama agama dengan mendirikan sebuah lembaga yang diberi nama Nasaruddin Umar Office (NUO). Nasaruddin Umar Office (NUO) merupakan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang didirikan oleh Nasaruddin Umar. Lembaga ini didirikan sebagai pusat kajian dan pengembangan ke-Islaman dan kebangsaan. NUO sudah didirikan sejak lama sebelum dilaksanakan peluncuran resminya di Jalan Gaharu I. Cipete. Cilandak. Jakarta Selatan pada tanggal 26 Januari 2019. Dalam Vol. 5 No. January - June 2021 Toleransi Nasaruddin Umar Sebagai Solusi Menanggulangi Radikalisme acara peluncuran. Nasaruddin Umar menekankan bahwa pendirian NUO ini sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi radikalisme (Amimah, 2. Hal ini tercermin dalam program-program yang terdapat dalam lembaga NUO yang berjumlah 17 program, beberapa diantaranya adalah deradikalisasi, penelitian pesantren diaspora, interfaith dialogue, dan konter terorisme. Program-program yang ada di NUO menggambarkan adanya keselarasan dengan konsep toleransi Nasaruddin Umar. Dalam konsep toleransi gagasan Nasaruddin Umar, terdapat penekanan pada pengejawantahan toleransi pada Adanya program interfaith dialogue, menjadi salah satu proses penguatan toleransi pendidikan Nasaruddin Umar. Pengertian Interfaith dialogue atau dialog antaragama secara luas adalah tentang orang-orang dari agama yang berbeda datang ke pemahaman bersama dengan rasa hormat yang memungkinkan mereka untuk hidup dan bekerja sama satu sama lain terlepas dari perbedaan mereka (Andrabi, 2. Dalam sebuah program, interfaith dialogue di NUO merupakan sebuah proses dialog dengan mengadakan diskusi dengan penuh perdamaian sehingga memunculkan sikap toleransi. Dalam postingan media sosial facebook resmi AuNasaruddin Umar OfficeAy, terlihat adanya kegiatan-kegiatan sederhana yang telah dilakukan seperti interfaith walk pemuda lintas agama yang dilaksanakan untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama umat beragama dalam berbangsa dan bernegara. Acara tersebut terbuka untuk umum dan dihadiri oleh beberapa tokoh lintas agama. Pendidikan yang kini semakin mudah didapatkan melalui media, dimanfaatkan oleh NUO dengan membuat sebuah kanal youtube AuNasaruddin Umar OfficialAy. Kanal youtube AuNasaruddin Umar OfficialAy sebagai salah satu media pendidikan di bawah lembaga NUO. Dalam kanal Youtube tersebut terdapat video-video yang berisi ilmu pengetahuan yang dikelompokkan berdasarkan bidang keilmuan. Bidang-bidang yang ditampilkan diantaranya kajian Teologi, tafsir Teosufi, agama dan kebangsaan, renungan spiritual, kajian Islam Kaffah, dan kajian ramadhan bersama Prof. Dr. Nasaruddin Umar. MA. Kajian-kajian yang ditampilkan dalam kanal youtube AuNasaruddin Umar OfficialAy tidak hanya berisi mengenai pemahaman agama Islam saja, tetapi juga ditampilkan kajian terkait agama dan kebangsaan. Adanya dua kolaborasi kajian tersebut, dapat Vol. 5 No. January - June 2021 Farkhan Fuady. Imanatur Rofiah. Selvia menjadi sebuah pendidikan penting untuk mencegah munculnya radikalisme yang disebabkan karena faktor internal yakni pendalaman agama yang keliru. Dalam setiap kajian-kajian Nasaruddin Umar, terdapat garis besar bahwa apa yang disampaikan beliau banyak yang berisi tentang bagaimana membangun konsep diri sebagai manusia yang baik dalam beragama sehingga dapat disebut bersifat universal. Kajian yang dipaparkan menunjukkan isi kajian yang moderat dan berfokus pada improvisasi diri sebagai hamba. Sebagai contoh. Nasaruddin Umar sangat sering memberikan kajian mengenai tasawuf, dimana tasawuf merupakan suatu ilmu yang didalamnya membahas mengenai cara-cara pembersihan hati dari berbagai macam penyakitnya dan mengisinya dengan sifat-sifat terpuji dengan jalan riyadhah dan mujahadah sehingga merasakan kedekatan dengan Allah dan dapat tampil dengan sosok yang berbudi luhur dan berakhlak mulia (Fahrudin, 2. Dengan esensi dasar isi kajian dari Nasaruddin Umar di media, terdapat nilai toleransi didalamnya baik yang secara langsung maupun tidak langsung disampaikan untuk menjaga kedamaian umat dalam beragama. Penguatan toleransi dalam pembentukan sikap dalam diri manusia ini juga merupakan salah satu konsep toleransi yang ditawarkan oleh Nasaruddin Umar. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Gerakan radikalisme merupakan sebuah gerakan yang cukup mengkhawatirkan dan merugikan banyak orang. Hal ini dikarenakan gerakan ini menggunakan cara-cara kekerasan dalam melakukan aksinya. Bahkan dapat memakan korban jiwa yang tidak bersalah dengan aksi bom. Faktor yang menyebabkan munculnya paham radikalisme atau gerakan radikalisme salah satunya faktor internal yaitu kesehatan mental. Sedangkan faktor eksternal adalah ajakan-ajakan dari orang lain untuk masuk dalam gerakan radikalisme. Guna mencegah hal tersebut beberapa upaya dapat dilakukan oleh kita secara individu maupun bersama dengan masyarakat. Salah satunya yaitu Vol. 5 No. January - June 2021 Toleransi Nasaruddin Umar Sebagai Solusi Menanggulangi Radikalisme dengan menerapkan sikap toleransi dalam diri umat beragama. Nasaruddin Umar berpendapat bahwa toleransi merupakan sebuah bentuk menghargai, menghormati hak-hak orang lain dan mengakui keberadaannya. Orang lain mempunyai hak berpendapat dimuka umum dan tentunya dengan cara yang Nasaruddin Umar menawarkan konsep tolernsi yang bersifat moderat. Melalui bukunya yang berjudul Islam Nusantara : Jalan Panjang Moderasi Beragama Di Indonesia, dengan didalamnya terdapat konsep toleransi yang menunjukkan sisi komoderatan bagi bangsa Indonesia sebagai bangsa yang Selain itu, beliau juga menunjukkan dalam kehidupan nyata yang melambangkan Istiqlal dan Katredal menjadi simbol spiritualitas Indonesia. Sehingga toleransi menjadi penting guna menanggulangi radikalisme atas nama agama. Selain itu ia juga mengimplementasikan dan berkomitmen menanggulangi radikalisme di Indonesia. Upaya-upaya yang dilakukan adalah mendirikan Nasaruddin Umar Office dan memberikan kajian-kajian untuk mencegah radikalisme di channel youtube yang ia miliki. Saran Untuk peneliti selanjutnya perlu adanya kajian yang mendalam terkait konsep toleransi menurut Nasaruddin Umar. Hal ini penting karena beliau sebagai profesor dalam bidang tafsir, namun mempunyai ketertarikan mengkaji isu-isu radikalisme. Selain itu juga perlu mengkaji mendalam implementasi konsep toleransi dan mengukur efektifitas implementasi toleransi Nasaruddin Umar khusunya di Indonesia sebagai solusi untuk menanggulangi radikalisme atas nama agama. DAFTAR PUSTAKA